Disclaimer ©Do Kyungsoo dan tokoh-tokoh lainnya adalah milik mereka sendiri.
Proudly Present by Cakue-chan
warning : shounen-ai. Yaoi.
(Btw saya menempatkan Kris dulu karena inget temen saya, buat NaegaFanfan)
.
.
Story 2 : Thunder
Wu Yi Fan (Kris Wu) x Do Kyungsoo
.
.
"I was late like thunder … I'm looking for you now
Boom Boom Boom Boom
I let out a sound late calling for you."
(Thunder)
.
.
Kris memutar tubuhnya ke samping kanan, berbalik ke arah kiri, mengambil posisi terlentang, setelah itu berhenti bergerak. Meletakan kedua lengan di bawah kepalanya sambil mendongak. Langit-langit kamarnya tampak gelap, meski tidak sepenuhnya hitam.
Hari ini Seoul kedatangan hujan badai yang cukup besar, tepat di malam hari. Atau sudah menapaki tengah malam? Entahlah. Yang jelas, Kris benar-benar tidak bisa tidur malam ini. Suara yang saling bersautan dan berkilat cepat di luar sana itu mengganggunya. Berisik. Kris tidak pernah menyukai suara petir dan guntur—sebenarnya.
Hingga satu suara pekikan kecil menarik perhatian Kris. Laki-laki keturunan darah Cina itu menoleh sedikit, memandang penasaran tempat tidur yang terpisah dua meter dari tempat tidurnya. Tempat tidur yang ditempati orang lain. Salahkan saja Joonmyeon—Kris benar-benar kesal setengah mati—begitu leader K itu dengan seenak jidat membuat peraturan teman sekamar dengan menarik kertas nama member secara acak. Sebenarnya jika boleh egois, Kris lebih baik tidur sendiri di kamarnya. Untuk saat ini, saat mereka tidak ada di dorm masing-masing.
Dan, omong-omong, teman satu kamarnya saat ini adalah Kyungsoo. Setidaknya Kris masih bisa bernapas lega karena bukan Baekhyun yang terpilih, atau Chanyeol, dua orang itu bisa-bisa membuat keributan dengannya nanti.
Ya, tempat tidur di ujung sana itu ditempati Do Kyungsoo.
Begitu pula suara pekikan kecil yang didengarnya meski sekilas.
Sepasang alis Kris bertaut heran. Ia tidak bisa melihatnya dengan jelas, hanya saja posisi tidur Kyungsoo yang tertangkap oleh matanya dalam kegelapan malam terlihat begitu aneh. Dan juga membuatnya geli tanpa sadar.
"Kyungsoo?" panggil Kris pelan, refleks begitu saja (tanpa melihat apakah sang subjek yang dipanggil tertidur atau tidak). Kyungsoo terlihat seperti kepompong, ya Tuhan. Menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut seperti itu. Bahkan sampai menutupi kepalanya. Apa dia tidak kehabisan napas?
Kris membuka mulut, tapi kembali menutup begitu suara petir di luar sana menyahut cepat, membuat jendela di kamar mereka bergetar keras.
"Ukh!" lagi—suara pekikan kecil itu terdengar, kali ini sedikit lebih keras.
"Hei, hei,"
Dalam keadaan gelap di antara suara riuh badai, Kris bisa merasakan rasa paniknya merayap lebih cepat. Ia menyingkap selimut tergesa-gesa, mengambil posisi duduk lalu bangkit berdiri. Melangkah hati-hati—agar tidak tersandung—dan berhenti di samping tempat tidur Kyungsoo.
"Kyung—"
Suara petir bersaut, Kris tertegun begitu tangannya menyentuh punggung Kyungsoo—dalam posisi membalakangi—bergetar halus. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, bingung.
Kyungsoo … gemetar?
Ada cemas yang dirasakannya, pikiran Kris mendadak paranoid. "Kyungsoo, gwenchana?"
Tak ada sautan, tubuh kecil itu terus bergelung di bawah selimutnya.
"Ya! Do Kyungsoo, ada apa denganmu!?" Kris hampir menarik selimutnya jika si pemilik tidak menyembulkan kepala di baliknya. Tidak memaku kedua mata Kris dengan sepasang mata bulatnya yang berkilat tegang.
Astaga, ada apa dengan dongsaeng kecilnya ini?
"Aku tidak apa-apa, Hyung," Kyungsoo berkilah lirih, menutupi sebagian wajahnya dengan selimut, "Hyung kembali tidur saja."
Kris berdecak sebal. "Lalu kenapa kau mengeluarkan suara seperti orang yang tercekik seperti itu?"
Kyungsoo menggeleng cepat, "itu bukan aku."
"Kau bohong."
"Mungkin itu suara petir yang—"
Gemuruh Guntur yang lebih keras terdengar, Kyungsoo berteriak tanpa sadar. Ditambah dengan tangan menutupi kedua telinga dan mata terpejam erat. Terlebih ketika Kyungsoo menyembunyikan wajahnya di antara bantal dan selimut. Berakhir ketika Kris kembali dibuat tertegun dengan tingkah member yang paling muda darinya.
Do Kyungsoo, orang yang sering kali memukul member lain karena tidak bisa disiplin kini terlihat gemetar akan suara petir dalam riuh badai. Kris merasa ia jatuh dalam jurang mimpi.
"Hyung kembalilah tidur," Kyungsoo bersikukuh, menggigit bibir pelan tanpa mau melihat ekspresi Kris saat ini. Ia benar-benar malu sekarang, sungguh. Harga dirinya terinjak begitu saja karena suara petir dan Guntur sialan di luar sana. "Aku juga akan cepat-cepat tidur."
Dengan keadaan gemetar dan ketakutan seperti itu? Jangan bodoh.
Kris mendengus geli. Mengabaikan protes Kyungsoo begitu ia menarik selimutnya paksa, menggeser posisi tubuh kecil itu lebih merapat ke dinding sehingga memberikan tempat agar Kris bisa berbaring di sampingnya. Meski tempat tidurnya tidak terlalu nyaman bagi tubuhnya yang tinggi, Kris berusaha menahan diri untuk tidak mengeluh.
"Hyung—" ucapan Kyungsoo terhenti, terlebih ketika tubuhnya refleks mematung begitu kelima jemari tangan kanannya tertaut di antara jari-jari hangat Kris. Menggenggamnya rapat. Mengungkungnya erat tanpa ingin melepaskan.
"Seharusnya kau bilang jika takut petir," sahut Kris pelan, ia membiarkan lengannya yang bebas melingkar di bahu Kyungsoo, menarik tubuhnya lebih dekat sambil memeluknya, dan menggunakannya sebagai tumpuan bantal.
"Aku—tidak takut, Hyung—"
"Ya, ya …" Kris bergumam malas, "sekarang tenanglah, badai itu tidak akan menyakitimu."
Kris tidak keberatan. Ia tidak mengeluh ketika piyama sekaligus sweater-nya tepat di bagian dada tertarik dengan erat, dalam keadaan tangan Kyungsoo yang gemetar. Entah karena dingin atau rasa takut yang dirasakannya. Ia juga tidak protes ketika Kyungsoo memekik tanpa sadar dalam dekapannya.
Kris tidak akan mengomel, mendapati Do Kyungsoo menggigil dikala guntur kembali datang. Menyahut tanpa pemberitahuan, datang secara tiba-tiba, lalu pergi dan berulang lagi dalam siklus yang sama. Mengeluarkan bunyi yang memekakan telinga.
"Tidurlah, Do Kyungsoo," Kris memejamkan mata perlahan. Rasa kantuknya terlalu sulit untuk dilawan. "Aku ada di sini."
Tidak lebih. Kris hanya perlu menenangkannya dan memberikannya kehangatan di saat riuh badai semakin terdengar keras. Layaknya alunan lullaby.
Story 2 : Completed
A/N : Halo :)
Karena ini kumpulan ficlet, jadi agak cepat update-nya, itu juga kalo saya lagi mood, sih #plak. Terus karena menyesuaikan feel, sepertinya saya akan menagambil tema kedua, sebagai member EXO *wink* dan maaf di posisi kedua saya letakan Kris dulu 8""D Buat Fanfan yang lagi stress fisika #ngek
Ah, balasan dulu buat yang review ya~
( D. Only One : Yup! lebih tepatnya ficlet sih, hehehe. Sequel? aduh belum kepikiran, mian T^T Gomawo sudah baca dan review ya! XD;
kyungie love : Wah, sepertinya kalo GS saya belum terlalu dapat feel, mungkin di fanfic yang lain saya berusaha mencoba, maaf ya o/\o dan gomawo sudah baca dan review :)
uyils : aaaa, senang kalo kerasa gula manisnya/heh. Dan karena dari awal konsepnya udah everyone x kyungsoo, jadinya semua pair masuk, heheh mian X'D Terima kasih sudah baca dan review ya~
kaisoodotcom : Awalnya ini mau dibuat Chansoo X'D tapi tiba-tiba Kris datang/nak. Tapi Chansoo bakal secepatnya kok. Terima kasi sudah baca dan review :D
YungieSMY : Hahaha, selera kita hampir sama ternyata/siapayangnaya/ dan Krissoo udah keluar, gomawo sudah baca dan review ya~
: Setujuuu! Kyungsoo jadi keliatan kecil banget XD Gomawo sudah baca dan review!
taufikunn9 : Iyaaa, saya juga pengen gigit mukanya ampun :"D wkwkwk, Kyungsoo uke yang bahagia kok/heh. Terima kasih sudah baca dan review 8D
DIO : Daaaaaaan, yup! Memang ini fic everyone x kyungsoo koook XDD Berarti kita ship-nya sama, wkwkwkw... Gomawo sudah baca dan review dan ini chapter selanjutnya, kekeke~)
Terima kasih juga yang sudah mem-follow dan fave-nya. Oh! Dan sudah membaca chapter ini XD *huuug*
Kayaknya chapter depan antara Chansoo dan Hunsoo, tehe~ atau Minseok? #udah
Untuk yang lainnya, kotak review selalu terbuka~ :)
Bye! o.^
