Disclaimer ©Do Kyungsoo dan tokoh-tokoh lainnya adalah milik mereka sendiri.

Proudly Present by Cakue-chan

warning : shounen-ai. Yaoi.

.

.

Story 3 : Worry

Park Chanyeol x Do Kyungsoo

.

.

"Don't you worry about it, don't you worry about it.
Try and give yourself some rest
And let me worry about it, let me worry about it."

(Worry, Jack Garrat)

.

.

Ini sudah pukul nol nol titik nol nol, lebih dari tiga puluh menit dihabiskan untuk menunggu, tiga belas panggilan tidak terjawab, dua puluh pesan nihil balasan, Park Chanyeol merasa panik untuk yang kesekian kalinya, dan batang hidung Do Kyungsoo masih belum kelihatan.

Chanyeol tahu semua member sudah pergi dengan kereta mimpi, tapi dirinya sama sekali tidak bisa. Meski sepanjang hari ini sang manager memberikan waktu bebas—sebebas-bebasnya—untuk mereka layaknya kehidupan normal jauh dari kata sibuknya seorang idola, Chanyeol terkadang tidak bisa mentolerir sikap dari Do Kyungsoo yang terlihat seperti lupa waktu.

Ia tahu kebiasaan Kyungsoo ketika waktu senggang adalah menghabiskan waktunya sendirian. Seperti pergi ke bioskop sendirian, jalan-jalan di sekitar Sungai Han sendirian, bahkan belajar resep masakan baru sendirian. Dalam hal itu, Kyungsoo terlihat seperti seorang introvert akut.

Tapi sekarang, mendapati Do Kyungsoo belum pulang meski sudah lewat tengah malam dari acara sendiriannya benar-benar membuat Chanyeol gelisah. Tertelebih lagi member yang lebih muda darinya itu tidak memberikan kabar.

"Aiiish!" Chanyeol mengacak rambut—yang entah keberapa kalinya—frustasi. Tangannya tidak lepas dari ponsel yang tergenggam sejak satu jam yang lalu. "Bisa-bisa aku gila!"

Ya, gila karena menunggu kepulangan Kyungsoo.

"Hyung?"

Tubuhnya refleks berbalik, Chanyeol terlalu mengenal suara itu—sangat kenal. Do Kyungsoo dalam balutan mantel hitamnya, rambut cokelat yang tertutupi bonie hat berwarna bronze, mata besar yang menatapnya bingung, membuat Chanyeol ingin menjerjangnya dengan segala kalimat protes dan pertanyaan menuntut. Ia tidak menyadari ternyata orang yang ditunggunya sedari tadi sudah berdiri di sana—di depan pintu utama masuk.

"Hyung belum tidur?" pertanyaan retoris, Kyungsoo sama sekali tidak menyadari raut kesal yang terlukis di wajah Chanyeol, dan dengan santainya melepas sepatu lalu menyimpannya rapi. "Di luar dingin sekali, Hyung bisa sakit jika terus berada di sini—ah, pemanasnya sudah dinyalakan?"

Dingin katamu? Dengan kau sendiri yang berkeliaran di luar sana? Siapa yang akan lebih cepat sakit, huh?

"Yang lain sudah tidur?" tanpa peduli Chanyeol mengabaikan pertanyaan sebelumnya, Kyungsoo berjalan cepat ke dalam, melewati Chanyeol yang tertegun beberapa detik begitu saja. Ia masih belum terlalu peka terhadap emosi Hyung tingginya itu.

Chanyeol kehabisan stock kesabaran saat ini.

"Do Kyungsoo."

Sang objek yang dipanggil menoleh, "ya—"

Namun kalimat tanya yang terhenti di ujung lidahnya membuat Kyungsoo menciut begitu satu tangan besar Chanyeol hinggap di puncak kepalanya; menahan laju langkahnya. Meremasnya jengkel bahkan seperti ingin meremukannya. Dan Kyungsoo tak perlu penjelasan lebih untuk tahu bahwa Hyung-nya itu kesal setengah mati.

"Ke mana saja kau?!" suaranya terdengar membentak, tapi tidak jauh juga dari bisikan. Antisipasi agar tidak mengganggu member lain yang sudah tertidur.

Kyungsoo membuka mulut, tapi Chanyeol menyela cepat.

"Ini sudah tengah malam, dan kau baru saja pulang selarut ini. Kau bilang cuaca di luar dingin, tapi kau sendiri menghabiskan waktu di luar terlalu lama. Apa kau juga tidak memperhatikan kesehatanmu sendiri, Do Kyungsoo?" kali ini suaranya melunak, meski nada menuntut masih jelas adanya. "Lalu ada apa dengan ponselmu? Telepon tidak diangkat dan pesan juga tidak dibalas! Ya! Aku benar-benar—aiish!"

Astaga, Chanyeol bahkan sudah memikirkan kemungkinan buruk apa yang terjadi seandainya Kyungsoo belum pulang hingga keesokan harinya. Membayangkan tubuh kecil Kyungsoo ditemukan di jalan tanpa nyawa benar-benar membuatnya depresi. Ia jadi paranoid sendiri.

Kyungsoo memberenggut sebal, "Hyung, aku sudah besar. Tidak perlu—"

"Di sini siapa yang lebih tua?!" kilah Chanyeol keki, meremas puncak kepala Kyungsoo tanpa ampun, lalu melepaskannya. "Sekarang kau tidur, besok jadwal kita padat."

Marah-marah tidak jelas, setelah itu menyuruhnya tidur. Tch, Kyungsoo tidak suka jika diperlakukan seperti anak kecil. Bukan oleh Chanyeol saja, tapi oleh semua member. Sungguh, ia bukan anak gadis yang setiap hari harus diatur cara hidupnya. Ia juga memiliki hak untuk bebas.

Namun Kyungsoo tahu melawan Park Chanyeol yang sedang marah-marah itu bukanlah pilihan yang bagus, maka ia membalasnya dengan anggukan. Kembali melangkah menuju pintu kamar sebelum akhirnya terpaksa berhenti—lagi—begitu satu lengannya tertarik, tubuh mungilnya berbalik, dan wajahnya menabrak dada seseorang dengan bebas.

Tepat ketika kepala Chanyeol memberatkan salah satu bahunya. Terbenam dalam diam.

Kyungsoo tercekat. Ada apa dengan Hyung satunya ini?

"Lain kali, ingat waktu ketika kau pergi sendiri." Suara Chanyeol terdengar pelan, juga lirih. Ia menepuk-nepuk punggung Kyungsoo pelan, mengembuskan napas panjang, setelah itu melepaskan pelukannya. Memberikan sentilan kecil di kening dongsaeng kesayangannya.

Kyungsoo meringis. "Appo, Hyung!"

"Berhenti membuatku khawatir, Do Kyungsoo. Sekarang, pergi tidur sana."

"Aku sudah mau melakukannya sebelum Hyung menghentikanku tadi." Sahutnya sebal, berbalik hendak pergi meninggalkan Chanyeol. Ah, ia benar-benar lelah sekarang.

"Oh, ya, Kyungsoo,"

"Ck! Apa lagi?"

Bibir Chenyeol menekuk jail, siap memberikan ultimatum mautnya. "Mulai besok, hilang dari sisiku lima menit saja atau menjauh dariku sepanjang lima meter, akan aku pastikan kau tidak bisa menyentuh dapur lagi."

Mata bulat Kyungsoo semakin lebar.

"Mwo?! Apa maksud—HYUNG!"


Story 3 : Completed


A/N : Haha, kok yang ini agak aneh ya? /plek/ maaf sekarang lagi gak bisa bales review dulu Q.Q dan terima kasih buat : ChangChang, NaegaFanfan, Baby Crong, Kyunginsoo, , YungieSMY, thirteenblack, HamsterXiumin buat reviewnya yaaa~ :*

Buat yang sudah baca chapter ini, sebelumnya, dan fave juga follow-nya XD

Untuk saran dan lainnya bisa lewat kotak review yang selalu terbuka~ Hahaha *wink*

Adios!