Nightfall

Disclamier : Those who are in this fiction belongs only to God but the story is mine.

Main Pairing : Choi Siwon & Cho Kyuhyun

Warning : Slash, OOC, Character death, Soldier!Siwon, Alternate Universe!Warfare.

This is just fanfiction made to pleasure myself and others. I emphasize that I don't get commercial profit in any form for this fic. And also sorry if there similarities title or place. Because it's only by chance alone without any element of intent.

.

.

.

Seorang pemuda bermata cokelat, seindah batang kayu basah duduk termangu di sebelah jendela. Memandang suasana malam dengan gemelap kehancuran yang mengerikan. Pesawat tanpa awak melintas santai tanpa hambatan, mengeluarkan rudal–rudal senjata atau menjatuhkan bom bersama api yang membara. Ledakan demi ledakan, menjadi sebuah harmoni yang menyatu dalam bias kegelapan.

Hasad dengki antar sesama insan, merebut menakluki negara yang aman. Tidak ada lagi pemahaman, namun diselesaikan dengan jalan peperangan. Menebarkan rasa kebencian dan kebohongan. Penderitaan, rintihan, tangisan dan kesengsaraan seringkali terdengar namun diabaikan. Kemana perginya keadilan?

Melihat tatanan yang membakar dan peyiksaan umat manusia. Mendengar keprihatinan dan kedukaan tentang akhir manusia. Namun mereka tetap diam. Tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa merasakan, tidak bisa berbicara, dan tidak mempunyai hati.

Keluhan menjadi alunan lagu. Anak kecil kehilangan ayah dan ibu. Negara diserang tidak mengira waktu. Tanpa ada rasa simpati maupun empati di dalam kalbu.

Peluru berpandu jatuh bagaikan menjadi alat permainan, mayat-mayat berserakan. Rakyat menderita kebuluran dan kehausan. Mengharapkan sebecis bantuan kemanusiaan.

Namun disisi lain, hati seseorang menjerit perih meronta ingin terlepas. Bebas dan terhempas tanpa beban. Saat ini, dirinya seperti terhimpit tembok pembatas. Tidak ada jalan keluar, tidak ada jalan pulang.

Bersikukuh melawan rintangan tapi tak ujung silam. Jutaan batas berselang, namun tetap tidak ada sanggahan. Menanti hadirnya kejutan, tapi tak kunjung datang. Pikiran berkecamuk, membuat bingung. Memilih untuk meninggalkan atau ditinggalkan?

Ketika sore mulai ranum, angin petang menyentuh kulit. Menggigil di pucuk senja ditemani bayang yang tidak nyata. Apa desau angin seperti biasa? Kali ini tidak. Detik waktu mulai berkata, bertanda akan menghilang. Meninggalkan semua memori kenangan yang terurai kesedihan.

Mata berkaca-kaca, jantung berdegup letup. Pikiran melayang bagai layang. Terpaan badai menghantam kebahagiaan. Hujan menghapus jejak ingatan. Sebuah surat usang, membunuh batin kenyataan.

Berjanji untuk kembali tetapi aku memilih pergi

Berjanji untuk selalu disisimu tetapi aku ingkari

Berjanji untuk menjagamu tetapi aku khianati

Kata maaf memang tidak cukup untuk mengobati

Tetapi ada hal yang harus kau ketahui,

Walau kau jauh dari hidupku

Tetapi aku tetap selalu

Melihat senyummu

Mendengar suaramu

Memeluk tubuhmu

Dan mencintaimu

…

Choi Siwon

The End


A/N :

Drabble ini pernah diterbitkan di list anime/manga. Tetapi karena alasan tertentu saya menghapus ceritanya dan saya pindahkan ke sini tetapi dengan sedikit rombakan. Maaf atas ketidakjelasan drabble ini.

Saya hanya merasa butuh gejolak semangat, entah dari siapa untuk menuntaskan long oneshoot baru bergenre supernatural yang sudah saya tulis. Namun belum selesai hingga kini.

Kenapa saya jadi curhat? Diabaikan saja haha. Akhir kata, bersedia memberi sepucuk review?