Mengejar Cinta Sehun

Pair: KaiHun, HanHun, KrisHun, TaoHun, ChanHun

Chapter II by: Kim HyunMi

.

.

HanHun Part

.

.

.

Terdengar suara derap langkah menggema dilorong sekolah yang sudah sepi. Jam pelajaran sudah berakhir sejak 15 menit lalu. Hanya ada beberapa yang mengikuti ekskul saja yang masih ada dilingkungan sekolah. Sehun mengeratkan tali ranselnya semakin mempercepat langkahnya ia ingin segera pulang dan tidur saja. Sehun memang penakut apalagi dengan keadaan gelap dan sepi seperti sakarang. Sehun semakin mempercepat langkahnya, karna keadaan sekolah yang sepi dan lorong yang gelap membuatnya takut. Ughh dia jadi menyesal tak menerima ajakan Jongin untuk pulang bersama saja kalau tau begini. Salahkan wali kelasnya yang menyuruhnya menyimpan buku keperputakaan dahulu hingga membuatnya harus pulang terlambat. Sehun ingin menangis saja rasanya kalau begini.

"Huuhhhh.." sehun menghela nafas lega saat dirinya sudah sampai digerbang sekolahnya. setidaknya ia tak perlu takut lagi. sehun bersiap melangkahkan kakinya sebelum sebuah mobil mewah berhenti tepat didepannya.

"Sehunnie.." panggil seorang namja cantik dengan senyum manis tercetak dibibir tipisnya.

"Luhan Hyung." Namja yang dipanggil Luhan Hyung itu berjalan menghampiri Sehun masih dengan senyum manis tercetak dibibir tipisnya. "Ayo kuantar pulang, tapi kita jalan-jalan dulu oke." Ajak luhan dan langsung mendapat anggukan semangat dari namja manis yang labih tinggi dari Luhan itu. Luhan mengusak rambut Sehun gemas lalu menuntun namja manis itu menuju mobilnya, membukakan pintu untuk Sehun dan disusul dirinya menuju pintu kemudi.

Luhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Diliriknya Sehun melalui kaca mobilnya, saat ini Sehun tengah memperhatikan pemandangan melalui kaca mobil Luhan. Terkadang ia tersenyum melihat sesuatu yang menurutnya lucu, namun kadang juga wajahnya berubahnya merengut. Luhan yang sedari tadi memperhatikan Sehun hanya tertawa pelan melihat tingkah Sehun. Dimatanya Sehun itu namja yang polos dan lugu. Pribadi yang baik terhadap siapapun, Sehun juga sangat menggemaskan apalagi ketika namja itu merengek menginginkan bubble tea, minuman favoritnya. Bagaimana mata sipitnya memohon dengan tatapan seperti anak anjing yang minta dikasihani, membuat siapa saja akan luluh dengan tatapan itu termasuk Luhan.

Sehun berusia 4tahun dibawah Luhan. Sehun juga sangat manja terhadap Luhan. Sehun selalu menunjukkan sisi manjanya kepada Luhan. Luhan juga selalu ada untuk Sehun. Mereka memang sudah bersahabat sejak 3tahun lalu. Dimata Sehun, Luhan itu sudah seperti Hyung baginya. Karna Luhan selalu menolongnya, Luhan juga sangat baik terhadapnya dan Luhan juga selalu membantunya saat ia tak bisa mengerjakan PRnya. Ck. Pokoknya Luhan itu Hyung yang sempurna deh buat Sehun.

Namun satu yang tak Sehun sadari dibalik setiap perlakuan dan perhatian Luhan terhadapnya. Sejujurnya jauh didalam hatinya, Luhan memiliki perasaan Lebih terhadap Sehun. Bukan hanya sekedar Hyung-Dongsaeng. Namun karna Sehun itu sangat polos –atau bodoh- hingga namja manis itu tak menyadari perasaan 'lebih' Luhan terhadapnya. Karna bagi Sehun setiap perlakuan baik Luhan terhadapnya itu hanya lah sebatas perhatian Hyung kepada Dongsaengnya. Ck terlalu polos.

"Sehunnie bagaimana kalau kita makan dulu? Kau pasti lapar kan?" sehun mengangguk dengan semangat membuat Luhan tertawa geli. Luhan kemudian menlajukan mobilnya menuju restoran jepang yang memang kesukaan Sehun. Selama direstoran mereka banyak berbincang tentang banyak hal, mulai dari kesibukan masing-masing dan hal yang sebenarnya tidak penting untuk dibahas. Namun, sesuatu yang tidak pentingpun akan menjadi penting bagi Luhan yang memang menyukai Sehun. apapun akan namja itu lakukan asal ia bisa selalu bersama Sehun.

"Sehunnie minggu besok ada acara tidak?" Tanya Luhan tiba-tiba. Saat ini mereka sedang Melihat sunset diSungai Han. Sehun menolehkan kepalanya kearah Luhan, namja manis itu memiringkan kepalanya dengan tangannya berada didagunya seolah berfikir. "Sepertinya tidak, kenapa?" Tanya sehun balik, menatap Luhan dengan polosnya membuat Luhan memekik dalam hati betapa menggemaskannya namja dihadapannya itu.

"Bagaimana kalau kita pergi bersama? Rasanya sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama, bagaimana?" Tanya Luhan lagi menatap sehun penuh harap. Sehun Nampak berfikir sejenak kemudian menganggukan kepalanya pertanda setuju membuat Luhan tersenyum senang. "Aku akan menjemputmu jam 9 pagi, kau harus berdandan yang cantik ne?" pinta Luhan.

"Yakk aku ini tampan Hyung~.." rajuk Sehun, namja itu mempoutkan bibirnya kesal namun malah terkesan imut dan menggemaskan. Membuat Luhan tak kuasa untuk mencubit pipi namja dihadapannya itu.

"OMO Kyeoptaaa~.." luhan mencubit pipi sehun gemas membuat Sehun mengaduh keaskitan.

"Yaakk Hyungie~~.." ringis Sehun berusaha melepaskan tangan Luhan yang ada dipipinya, namun ternyata namja keturunan china itu enggan melepaskan cubitannya. Tapi melihat mimic wajah Sehun yang memelas kepadanya membuatnya tak tega kemudian melepaskan cubitannya. Dilihatnya pipi Sehun yang memerah karna cubitannya yang terlalu keras. Uhh dia jadi merasa bersalah.

"Maafkan Hyung ne?" pinta Luhan, sehun memalingkan wajahnya dengan kesal. Bibir tipisnya mengerucut kesal, dan pipinya terasa panas karna cubitan Luhan barusan.

"Uhh kau menyebalkan Hyung, sakit tahu." Sungut sehun kesal, sehun mengelus pipinya yang dicubit Luhan tadi.

"Yayaya maafkan Hyung ne Sehunnie…" mohon luhan dengan wajah memelasnya namun sehun mengabaikannya. "Maafkan Hyung yaa, nanti Hyung traktir bubble tea sepuasnya asal kau memaafkan Hyung nee…"

Mata sehun berbinar mendengar kata bubble tea sepuasnya. Sehun membalikkan badannya menghadap Luhan dengan penuh semangat.

"Hyung tidak bohong kan?" tanyanya memastikan. Melihat Luhan yang menganggukkan kepalanya membuat mata sipitnya semakin berbinar.

"Asal kau memaafkan Hyung.."

"tentu saja aku memaafkan Hyung.." dengan itu sehun segera menarik tangan Luhan menuju kedai bubble tea minuman favorite nya. Sementara Luhan hanya pasrah saja saat sehun menariknya dengan tidak berkeprimanusiaan. Dan ughh~ katakan selamat tinggal kepada uang sakunya untuk mentraktir Sehun bubble tea sepuasnya.

"Terimakasih Hyung sudah mengajak Sehunnie jalan-jalan dan terimakasih untuk bubble tea nya." Ucap Sehun. setelah membelikan Sehun bubble tea sepuasnya Luhan mengantarkan Sehun pulang karna hari memang sudah menjelang malam.

"Ya, sama-sama Sehunnie. Hyung senang bisa menghabiskan waktu bersamamu." Balas Luhan, tak lupa senyum manis yang tak pernah lepas dari bibir tipisnya ketika bersama Sehun.

"Kalau begitu Sehun masuk dulu Hyung.." pamit sehun, luhan mengangguk lalu mengusak rambut Sehun pelan.

"Ya, masuklah udara dingin sekali mala mini. Hyung tidak mau kau sakit."

"Ya, Hyung hati-hati dijalan." Sehun membalikan badannya melangkahkan kaki jenjangnya menuju rumahnya namun baru beberapa langkah Luhan memanggilnya.

"Sehunnie.."

Sehun membalikkan badannya menatap Luhan seolah bertanya 'ada apa?' pada Luhan. Luhan tersenyum lembut lalu berkata " kau melupakan sesuatu." Ucapnya.

Sehun Nampak berfikir sebentar, apa yang ia lupakan? Fikirnya. Sehun menatap Luhan bingung, kemudian ia melihat Luhan menunjuk pipinya dan Sehun pun mengerti. Sehun melangkahkan kakinya menuju luhan kemudian…

Cup

Sehun mengecup pipi Luhan dengan cepat lalu berbalik berjalan dengn cepat menuju rumahnya. Samar Luhan melihat pipi Sehun yang bersemu merah membuat Luhan terkekeh sendiri. Luhan menyentuh pipinya yang baru saja dicium oleh sehun dengan senyum aneh terpatri diwajahnya.

"Selamat malam Sehunnie." Luhan beranjak dari tempatnya untuk pulang karna jujur ia sangat lelah seharian pergi bersama Sehunnienya.

Minggu 09.30AM

Matahari sudah berada diatas langit menyinari bumi. Banyak orang yang sudah beraktifitas walaupun ini hari minggu. Namun berbeda dengan namja manis yang saat ini masih bergelung dengan selimut tebalnya. Nampaknya namja manis itu masih betah berada dialam mimpinya hingga kini namja manis itu masih saja pulas dalam tidurnya. Suara bising dari arah luar kamarnya tak mampu membuatnya terbangung dari tidur cantiknya.

"Sehunnie cepat bangun ini sudah siang. Kau mau tidur sampai jam berapa eoh?" terdengar suara wanita seraya menggedor pintu kamar Sehun.

"Hunnie masih ngantuk eomma.." balasnya dengan seuara serak. Sehun semakin merapatkan selimutnya menutupi tubuhnya.

Dor .. Dorr … Dorr…

"Yakk Oh Sehun cepat bangun, bukankah kau ada janji dengan Luhan?" teriak ibu Sehun kesal. Sehun yang mendengar nama Luhan langsung saja membuka matanya lantas melihat jam weker nya 09.30. gawat dia sudah terlambat.

"Aaaaarrhhh eomma kenapa tidak membangunkan Hunnie dari tadi.." ucap Sehun kesal bergegas menuju kamar mandi dengan terburu-buru karna ia sudah sangat terlambat. Uhh menyebalkan sekali.

Selang berpuluh menit Sehun sudah selesai mandi dan bersiap dengan pakaian yan rapi. Sehun lantas berjalan keluar kamarnya karna diyakininya Luhan pasti sudah menunggu lama. Ugghhh Sehun jadi malu. Sehun berjalan dengan tidak sabaran menuju ruang tamu dan dilihatnya disana Luhan sudah duduk manis ditemani dengan ibu Sehun. sepertinya mereka tengah membicarakan sesuatu yang menyenangkan hingga tak menyadarai kalau Sehun sudah ada dihadapan Luhan dan ibu Sehun.

"Hyung kita jadi pergi?" Tanya Sehun yang berhasil membuat obrolan antara Luhan dan ibu Sehun berhenti. Luhan mengangkat kepalanya menatap Sehun.

"Tentu saja. Baiklah bibi kami pergi dulu ya." Pamit Luhan . setelah berpamitan kepada ibu Sehun mereka pun bergegas menuju mobil Luhan dan tentu saja Luhan membukakan pintu untuk Sehun kemudian ia menyusul masuk menuju kursi kemudi. Hari ini Luhan akan mengajak Sehun ke tempat-tempat yang menyenangkan. Sudah lama sekali ia tak menghabiskan waktu bersama Sehun karna kesibukan mereka masing-masing.

"Oh yaa Sehunnie siapa namja yang beberapa hari lalu menjemputmu itu?" Tanya Luhan tiba-tiba. Matanya masih focus pada jalanan didepannya karna ia tak mau membahayakan nyawanya dan juga tentunya nyawa Sehun. namun Luhan masih memperhatikan gerak gerik Sehun melalui kaca mobilnya. Sebenarnya Luhan ingin menanyakan hal ini kepada Sehun dari kemarin namun Luhan lupa, dan kebetulan sekali hari ini ia ingat.

"Namja siapa maksud Hyung?" Tanya Sehun berusaha mengingat-ingat siapa namja yang dimaksud Luhan.

"itu si namja hitam menjengkelkan yang sok tampan itu. Siapa dia?"

"Ahhh maksud Hyung Jongin Hyung, dia seniorku disekolah. Memangnya kenapa dengan Jongin Hyung?" Tanya Sehun ingin tau.

"Tidak apa-apa. Jangan terlalu dekat dengannya, sepertinya dia bukan orang baik." Ucap Luhan. Terdengar nada tak suka disana, sangat jelas kalau Luhan cemburu. Namun sehun yang polos tentu saja tak menyadari hal itu.

"Memangnya kenapa Jongin Hyung orang baik Hyung?" Tanya sehun meminta penjelasan Luhan namun Luhan tak menjawab membuat Sehun mempoutkan bibirnya.

"Sudahlah lupakan. Lebih baik hari ini kita bersenang-senang." Seru Luhan semangat berusaha mengembalikan mood Sehun. hari ini mereka pergi ke Lotte world. Menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang. Hanya Luhan dan Sehun. yeah seperti harapan Luhan tentunya. Menghabiskan waktu bersama Sehun tentunya selalu menjadi harapan Luhan, jika saja dirinya tak mengingat bagaimana banyaknya tugas kuliahnya. Jadi sebisa mungkin Luhan memanfaatkan waktu liburnya untuk menghabiskan waktu bersama sang pujaan hati.

"Waaahhh Hyung aku lelah sekali.." keluh Sehun setelah ia dan Luhan turun dari wahana terakhir yang mereka coba. Mereka berdua sudah banyak mencoba berbagai wahana yang ada di Lotte World. Sepertinya ide Luhan mengajak Sehun kesini cukup bagus melihat bagaimana Luhan bisa melihat Sehunnya tertawa riang sepanjang hari memberikan rasa senang tersendiri bagi Luhan.

"Sebaiknya kita cari makan dulu, kau pasti lapar kan? Sedari tadi kau belum makan." Luhan langsung saja menarik tangan Sehun menuju salah satu kedai makanan yang ada disana. Setelah memesan makanan Luhan mengajak Sehn mencari tempat duduk yang kosong. Dan tak berapa lama pesanan mereka pun datang.

"Apa kau senang Sehunnie?" Tanya Luhan disela makannya. Luhan memperhatikan cara makan Sehun yang seperti anak kecil. Namja tampan itu tertawa geli melihat saus yang belepotan disela bibir Sehun. Luhan mengambil tissue menyodorkannya kewajah Sehun mengelap sisa saus yang ada disudut bibir sehun.

"Pelan-pelan saja Sehunnie." Ucap Luhan mengingatkan Sehun. sementara yang diingatkan hanya tersenyum kikuk dengan mulut penuhnya membuat Luhan gemas saja.

"Kau harus makan yang banyak, setelah ini kita pulang sudah sore.." dan mereka pun kembali melanjutkan acara makannya dengan tenang.

Keesokan harinya…

"Sehunnie cepat bangun kau tidak mau kesiangan kesekolah bukan?" teriak ibu Sehun. namun tak ada jawaban dari dalam sana.

"Sehunnie cepat bangun sayang ini sudah siang.." seru ibu Sehun sekali lagi.. namun kembali tak ada jawaban dari dalam sana membuat ibu sehun kesal saja. Putranya itu susah sekali untuk dibangunkan membuatnya kesal saja.

"Yakk Oh Sehun cepat bangun sebelum kau kesiangan." Teriaknya kesal.

Sehun menggeliatkan badannya pelan merasa terganggu oleh cerocosan sang ibu dipagi hari. Akhirnya sehunpun mau tak mau beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi sebelum ibunya itu murka. Lagipula ini hari senin. Sehun tak mau kesiangan atau tidak ia akan kena hukuman. Setelah beberapa menit sehun sudah selesai mandi. Lalu ia segera memakai seragam sekolahnya, sehun mematut dirinya didepan cermin hingga dirasanya penampilannya sudah pas Sehun berjalan keluar kamarnya menuju ruang makan. Dilihatnya kedua orang tua nya yang sudah berada dimeja makan.

"Pagi appa, eomma."

"Pagi sayang. Cepatlah sarapan nanti kau telat, lagipula Luhan sudah menunggumu." Ucap sang ibu.

"Mwo? Luhan Hyung sudah menungguku?" kaget Sehun. namja itu dengan cepat meminum susunya namun tak sampai habis dan segera melesat keluar rumahnya.

"Kau tidak menghabiskan sarapanmu dulu Sehun-ahh.." ucap sang ibu

"Tidak eomma aku sarapan disekolah saja." Teriak Sehun karna kini namja itu sudah berada diluar rumahnya. Dilihatnya kini mobil Luhan sudah terparkir didepan gerbang rumahnya.

"Hyung kenapa tidak bilang akan menjemputku?" Tanya Sehun kesal. Luhan tersenyum lalu membukakan pintu untuk Sehun.

"Kejutan." ucap Luhan kemudian Luhanpun melajukan mobilnya menuju sekolah Sehun. beberapa menit kemudian Luhan sudah sampai didepan sekolah sehun.

"Belajar yang rajin Sehunnie." Ucap Luhan.

"Yaa Hyung, terimakasih. Dan Hyung hati-hati dijalan." Ucap sehun dengan senyum manisnya. Namun Luhan masih enggan beranjak dari tempatnya.

"kenapa Hyung tida pergi?" Tanya Sehun bingung, karna Luhan tak juga pergi.

"Kau melupakan sesuatu?" Tanya Luhan menunjuk pipinya, sehun tersenyum malu lalu melangkah kearah Luhan dan..

Cup..

"Selamat belajar Sehunnie." Sehun menganggukkan kepalanya lantas berbalik menuju sekolahnya dan Luhan menjalankan mobilnya menuju kampusnya. Namun mereka tak menyadari seorang namja yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Namja itu mengepalkan kedua tangannya kuat hingga kuku jarinya memutih. Terlihat sekali namja itu tak suka dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya. Tak berapa lama namja itu pun berbalik menuju kelasnya karna bel pertanda pelajaran akan dimulai sudah berbunyi..

TBC

Hah apa ini? -_-

Sebelumnya aku minta maaf atas keterlambatan chap ini, maaf buat readers dan author lainnya aku minta maaf karna chap ini ngaret bgt karna ada 'sedikit' masalah T_T

Dan apa ini?:3 chap ini gk ada manis-manisnya T_T mianhae huuhhh :3

Tapi terimakasih buat readers yg uda berkenan memberikan review nya dichap 1, so jan lupa review nya untuk chap ini yaJ gamsahamnida :")

P.S: buat chap selanjutnya aku serahin buat Fay~