Bajang Bejigar

Discaimer : M. Kishimoto.

Pairing : [Naruto x ? ] [Shikamaru x ? ] [Kiba x ? ]

Genre : Friendship, Humor, Romance.

Summary : 'Hidup Slow, Mati Berdisco.' Itulah prinsip hidup ketiga pemuda ini. Naruto, si Biker Balap Liar yang dijuluki Fox Rider. Shikamaru, si Genius tapi pemalas yang sering dipanggil Mr. Troublesome. Dan Kiba, yang entah kenapa dipanggi Snopp Dog oleh kedua sahabatnya. Bagaimana kisah kehidupan ketiga pemuda ini dikota baru yang ditempati mereka saat ini? Let's See..

Warning : AU, OC, OOC, Abal, Gaje, Jelek, Bikin Kejang-kejang,Typo's, School Life, etc..

Terima kasih untuk Review para Reader untuk Chapter kemarin. Nah, Sebelum membaca isi Chapter 2, Neon akan menjawab beberapa pertanyaan chap kemarin..

Putra. Jelien – Baiklah, karena apa yang anda katakan itu benar, Rated Fic ini naik ke M.

Mikuni Ichida – Oke, akan Neon usahakan.

Yuuki uzumaki naruto – memang seperti itu kok rencananya, hehe.

winter hood & Guest – Bajang bejigar artinya Pemuda berandalan, sengaja Neon kasih judulnya yang berbahasa lokal tempat neon tinggal, pake bahasa Inggris mah udah Mainstream, hehe.

Novakk – Tentu sob.

Otabe – thanks Supportnya, untuk masalah chapter, masih bingung. Kita lihat saja nanti ya.

Konoha Senior High School. Itulah Nama sekolah yang menjadi sekolah baru ketiga sahabat ini. Sekolah ini adalah sekolah yang menyandang peringkat pertama dari seluruh sekolah menengah atas sekota Konoha, bahkan sekolah ini mampu mengalahkan sekolah yang lain seperti halnya Konoha International High School, sekolah yang berstandar internasional.

Yang membuat sekolah ini terkenal ialah Fasilitasnya yang sangat memadai, dengan lebih dari 30 Club yang terbentuk, maupun Kualitas di semua aspek yang ada didalamnya.

Sekolah ini dipimpin oleh seorang wanita berumur kurang lebih 50 tahun, namun masih terlihat seperti wanita berumur 30 tahun, Senju Tsunade.

Dari awal sekolah ini terbentuk, keluarga dari kepala sekolah inilah yang selalu memimpin sekolah ini. Dimulai dari kakeknya, Senju Hashirama, lalu Senju Tobirama, kemudian dilanjutkan oleh ayahnya sendiri, Senju Misima. Dan akhirnya dilanjutkan oleh dirinya.

Sekolah ini banyak mengeluarkan siswa maupun siswi Genius dan berbakat. Salah satunya Hiruzen Sarutobi, seorang laki-laki yang lulus saat kepemimpinan Senju Tobirama, beliau saat ini menjadi usahawan tersukses sejepang.

Baiklah, kita lanjutkan kesesi berikutnya, yaitu langsung saja ke Main Story.

Saat ini, digerbang sekolah tersebut berdiri 3 orang pemuda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Benar, mereka adalah Uzumaki Naruto, Nara Shikamaru, dan Inuzuka Kiba.

Mereka saat ini sedang menjadi pusat perhatian semua Murid. Para siswa hanya memandang mereka dengan pandangan tak peduli, lain halnya dengan para siswi yang sebagian besar berbinar-binar saat melihat mereka.

Lalu salah satu dari kumpulan siswa-siswi tersebut, seorang siswi berrambut Soft Pink dengan raut wajah datar melangkah kearah ketiga sahabat tersebut. Setelah sampai didepan mereka bertiga, siswi tersebut memandang mereka satu persatu dengan iris Emeraldnya.

"Jadi, kalian bertiga adalah siswa baru yang diberitahukan kepala sekolah padaku itu?" tanya siswi tersebut dengan nada datarnya.

"Anda benar Nona." Balas Naruto tak kalah datar.

"Baiklah, Saya akan mengantar kalian pada beliau untuk menentukan kelas mana yang akan kalian tempati, silahkan ikut saya." Ucap siswi tersebut lalu berjalan pergi, dengan diikuti oleh Naruto cs di belakang.

Mereka berempat berjalan menuju gedung utama, tempat sang kepala sekolah. Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya mereka sampai didepan ruang kepala sekolah.

"Kita sudah sampai. Karena saya sudah tidak ada keperluan lagi, saya undur diri dulu." Ucap siswi tersebut lalu berjalan menjauh dari ketiga sekawan tersebut.

Naruto yang melihat itu pun langsung mengalihkan perhatiannya dari siswi tersebut kearah pintu Ruang kepala sekolah. Tanpa basa-basi, Uzumaki muda itu langsung mengetuk pintu tersebut. Setelah mendengar kata 'Masuk' dari dalam. Naruto pun langsung membuka pintu itu dan masuk kedalam diikuti oleh kedua sahabatnya di belakang.

Yang mereka bertiga lihat diruangan itu ialah, seorang Wanita berrambut pirang pucat dengan tattoo belah ketupat di keningnya, kedua manik coklatnya menatap Naruto dan kedua sahabatnya dengan pandangan datar.

"Silahkan duduk." Bukan hanya tatapanya saja yang yang datar, ucapannya juga tak kalah datar.

Naruto, Shikamaru, dan juga Kiba langsung duduk di Kursi yang sudah ada didepan meja kepala sekolah itu. Entah kebetulan atau apa, kursi yang tersedia disana ada tiga, jadi pas.

"Jadi, ini kedua temanmu yang kau masudkan itu Gaki?" tanya kepala sekolah aka Tsunade pada Naruto.

"Anda benar Sensei." Balas Naruto sopan (Tumben).

"Baiklah, aku akan melihat kelas mana saja yang akan kalian tempati." Ucap sang kepala sekolah.

Setelah itu pandangannya kini beralih ke berkas-berkas yang ada didepannya. Lain halnya dengan NaruShikaKiba, saat ini ketiga pemuda itu tengah memasang ekspresi yang berbeda-beda.

Naruto hanya menatap wanita yang ada didepannya itu tengan tatapan datar, dan sesekali melihat-lihat Properti yang ada diruangan itu.

Shikamaru, seperti biasa dia hanya menampilkan tampang malasnya, bahkan tak jarang juga dia menguap dengan santainya.

Kiba, inilah yang paling mencolok kalau kita menyorot ketiga pemuda itu dari depan. Bagaimana tidak, kini pemuda keturunan Inuzuka itu tengah bernafas dengan cepat melalui mulut sambil menjulurkan lidahnya kedepan. Tatapan matanya terfokus kearah kedua Bulatan berukuran Jumbo yang menggantung di tubuh atas Guru yang ada didepannya. Kedua tangannya kini dia taruh didepan dada sambil menggerakkan jemarinya persis seperti orang yang meremas errr… lupakan.

Plak!

Naruto yang kebetulan ada disampingnya langsung menampar pipi Inuzuka muda tersebut setelah mengetahui apa yang diakukan oleh sahabatnya itu. Kiba yang merasakan pipinya berdenyut plus nyeri langsung saja menghilangkan tampang Doggy nya dan mengusap-usap bekas tamparan yang dilayangkan Naruto barusan sambil meringis.

Mendengar suara tamparan barusan, langsung saja membuat Tsunade yang menundukkan kepalanya sedari tadi mengalihkan perhatiannya kearah ketiga siswa baru yang ada didepannya.

"Apa yang barusan terjadi?" tanyanya heran.

Naruto yang sedari tadi menatap Kiba bak Predator karena kesal dengan kelakuan memalukan sahabatnya itu langsung mengalihkan perhatiannya kearah Tsunade, seketika pandangannya langsung mendatar(?) seperti semula.

"Tidak ada Sensei, tadi ada nyamuk di pipi temanku ini, jadi yah begitulah." Ucap Naruto santai.

Tsunade langsung mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Naruto barusan, namun di kembali mengalihkan pandangannya ke berkas yang ada dimejanya. Naruto yang melihat itu pun kembali mengalihkan pandangannya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Inuzuka muda tersebut.

"Jangan melakukan hal yang bodoh dan memalukan Idiot. setidaknya jangan didepan Kepala sekolah itu atau Guru-guru yang lain." Bisiknya.

Kiba yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya. Dia tidak mau membuat sahabatnya sekaligus yang menjadi ketua Genk mereka bertiga itu marah. Pernah dulu, dia babak belur dan hampir dikatakan sekarat karena menjadi target amukan Naruto. Mengingat itu, Kiba langsung patuh tanpa perlawanan sama sekali.

Shikamaru yang melihat kedua sahabatnya itu hanya menguap sambil tetap mempertahankan tampang malasnya.

"Ehem!" mereka bertiga angsung mengalihkan perhatian mereka keasal suara deheman barusan, pelakunya tentu saja Tsunade. "Baiklah, karena yang aku lihat disini dan juga permintaanmu kemarin. Kalian akan kumasukkan ke kelas XII B. Jadi sekarang kalian cepatlah pergi kekelas kalian sebelum pelajaran pertama dimulai beberapa menit lagi." Ucap Tsunade tegas.

Mendengar itu, langsung saja membuat Naruto dan kedua sahabatnya mengangguk mengerti, lalu mereka bertiga berdiri dari kursi masing-masing.

"Terima kasih Tsunade-sensei. Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Naruto sambil membungkukkan tubuhnya diikuti kedua sahabatnya.

Lalu mereka bertiga berjalan keluar dari ruangan itu dengan langkah santai. Setelah diluar, Naruto dan kedua sahabatnya itu berjalan menuju kelas yang akan mereka tempati masih dengan Naruto yang berada ditengah, dan Kiba serta Shikamaru disampingnya.

Bruk!

Saking santai-santainya berjalan, dan saat berbelok ke lorong yang mengantarkan mereka ke kelasnya. Naruto tak sengaja menabrak seorang Siswa berrambut mirip seperti Ekor bebek. Siswa tersebut langsung saja terjatuh didepan Naruto yang masih berdiri tegak.

Siswa tersebut langsung dibantu oleh kedua temannya yang kebetulan berada dibelakangnya. Setelah berdiri, siswa ekor Bebek tersebut langsung mendekati Naruto dengan Glarenya dia keluarkan dari tadi. Naruto yang melihat itu pun hanya berkata Maaf pada siswa tersebut.

Greb!

Baru saja Naruto dan kedua sohibnya itu akan kembali melangkah, tiba-tiba siswa berrambut ekor bebek itu mencengkram kerah Kemeja yang digunakan Naruto dengan cukup erat, Naruto yang diperlakukan begitu hanya diam dengan tampang santainya.

Shikamaru dan Kiba yang melihat temannya itu diperlakukan begitu tentu saja geram, baru saja mereka berdua akan melangkah mendekati si ekor bebek, mereka langsung mengurungkan niat mereka setelah Naruto mengangkat tangan kanannya mengisyaratkan mereka untuk diam ditempat.

"Kau! apa maksudmu menabrakku hah!? Tak taukah kau siapa aku ini!" betak siswa tersebut.

"Bukankah tadi aku sudah minta maaf? Dan soal siapa kau, tentu saja aku belum tau siapa kau mengingat aku baru saja pindah kesekolah ini." Ucap Naruto santai.

Mendengar jawaban atas perkataannya, siswa tersebut semakin mengencangkan cengkramannya di kerah baju Naruto serta menajamkan Glarenya yang sedari tadi dia keluarkan.

"Oh, pantas saja. Aku sempat bingung melihatmu dan kedua orang bodoh dibelakangmu itu, rupanya kalian murid baru eh?" ucap siswa tersebut sambil mengunggingkan seringaiannya.

Kiba maupun Shikamaru kembali geram atas ucapan Bocah sombong yang ada didepannya, ingin sekali mereka menghajar bocah itu kalau saja Naruto tak menyuruhnya diam ditempat.

"Lantas apa maumu? Sekarang aku minta kau lepaskan tanganmu dari pakaianku dan biarkan aku lewat tuan sok pintar." Ucap Naruto agak geram juga mendengar siswa yang ada didepannya meolok-olok kedua sahabatnya.

"Membiarkanmu lewat begitu saja setelah apa yang sudah kau lakukan padaku? Hahaha, apa kau bercanda?" ucap siswa tersebut tertawa meremehkan diikuti oleh kedua temannya yang ada dibelakangnya.

"Terus kau mau apa hingga kau masih saja menahanku seperti ini?" ucap Naruto lagi sambil menaikkan volume suaranya.

"Heh, kalau kau ingin aku biarkan lewat, kau harus bersujut didepanku sambil mengatakan 'Maafkan aku tuan Uchiha Sasuke yang terhormat'." Ucap siswa tersebut dengan nada arogannya.

Cukup! Naruto sudah berusaha agar dirinya tidak menghajar siswa sok berani didepannya itu sedari tadi. Namun mendengar ucapan siswa yang menyebut dirinya Sasuke itu barusan, langsung saja membuatnya naik darah dan balik mencengkram kerah baju Sasuke.

Wushh!

Brrakkk!

"AARRRGGHHHH!"

Bukan hanya mencengkram baju Sasuke saja, Naruto juga mengangkat tubuh Sasuke dan langsung membanting siswa tersebut dengan cukup keras hingga membuat Sasuke berteriak kesakitan.

Dan juga kejadian itu langsung saja membuat semua siswa yang melihat mereka sedari tadi langsung terkejut. Lain halnya dengan kedua teman Sasuke yang ada disana, kedua siswa tersebut langsung bergerak ingin menghajar Naruto yang sudah menyakiti temannya. Namun mereka berdua kembali terdiam saat melihat Shikamaru dan Kiba yang sudah berdiri disamping Naruto sambil memandang mereka dengan tajam.

Naruto yang melihat itu hanya terdiam saja, lalu pandangannya beralih kearah Sasuke yang masih terlentang sambil meringis didepannya.

Brak!

"Ugghhh!"

Tanpa tau situasi maupun keadaan sekitar, Naruto dengan tak segan-segan menginjak leher sasuke dengan cukup kuat hingga membuat Sasuke kembali meringis dan meronta-ronta berupaya untuk membebaskan dirinya.

Para siswa maupun siswi yang melihat itu kembali dibuat Syok atas apa yang dilakukan oleh Naruto, mereka kagum dengan sosok Naruto yang saat ini tengah menginjak leher Sasuke, yang dikenal sebagai Pangeran sekaligus Berandal Sekolah.

"Kau salah besar jika ingin berurusan dengan kami Uchiha. Aku bisa saja membuatmu dan kedua temanmu itu sekarat sekarang juga kalau aku kebetulan sekali saat ini aku sedang malas menghadapi orang sepertimu, jadi aku hanya akan memperingatimu saja. Jangan sekali-kali kau membuat masalah denganku maupun dengan kedua temanku jika kau masih sayang dengan nyawamu itu." Ucap Naruto panang lebar.

Setelah mengucapkan itu, Naruto menarik kembali kakinya dari leher Sasuke lalu kembali berjalan menjauh dari tempat itu diikuti oleh kedua sahabatnya.

Sasuke yang sudah bisa bernafas lagi sekarang tengah ngos-ngosan berupaya untuk mengatur nafasnya. Lalu dia berdiri dan memandang Naruto yang saat ini sudah jauh darinya.

"Tunggu pembalasanku bangsat!" teriak sasuke yang sukses membuat Naruto menghentikan langkahnya.

"Yeah, aku tunggu itu Uchiha." Balas Naruto disertai dengan seringai meremehkan yang bertengger manis dimulutnya.

Setelah itu pun, Naruto kembali berjalan bersama kedua kawannya tanpa memperdulikan Sasuke yang mengumpat kasar tak jauh di belakangnya.

Tak jauh dari tempat kejadian itu, tiga orang siswi yang terbilang cantik-cantik menatap semua kejadian yang dilakukan oleh Naruto cs dan Sasuke cs. Tiga orang tersebut menatap kejadian itu dengan tatapan yang berbeda-beda.

"Bagaimana pendapat kalian dengan ketiga siswa baru itu?" tanya salah satu dari ketiga siswi tersebut, tepatnya siswi berrambut Blonde bergaya Ponytail kepada kedua temannya.

"Menurutku mereka cukup menarik. Dihari pertama mereka, mereka sudah membuat si pantat bebek itu mati kutu." Jawab salah satu diantara kedua temannya, tepatnya siswi berrambut Royal Red beririskan sepasang Ruby yang terlihat menawan.

"Apa yang dikatakan Kyuu-chan benar Ino-chan, akhirnya ada juga yang membuat Uchiha sombong itu tak bisa berbuat apa-apa." Ucap siswi yang satunya, si rambut Indigo membenarkan apa yang diucapkan oleh temannya barusan.

"Lebih baik kita segera masuk ke kelas kita, sebentar lagi pelajaran jam pertama kita akan dimulai." Ucap si rambut Royal Red lagi, dan di jawab dengan anggukan oleh kedua temannya.

Dan benar saja, tak lama setelah ucapan siswi yang dipanggil Kyuu itu bel masuk berbunyi dengan nyaringnya.

XII B : Naruto Side.

Saat ini Naruto dan kedua sahabatnya sudah masuk ke kelas mereka dan duduk di bangku yang menurut mereka kosong. Naruto duduk di bangku kedua belakang barisan kedua, sedangkan Shikamaru dan Kiba duduk di satu meja yang terletak di pojok belakang bagian Kiri.

Beberapa saat kemudian, ketiga siswi tadi masuk kekelas itu beriringan. Si rambut indigo dan si rambut Blonde langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing, tepatnya didepan tempat duduk yang diduduki oleh Naruto. Sedangkan si rambut Royal Red saat ini berdiri disamping Naruto yang terlihat santai tanpa mempedulikan siswi tersebut. Merasa diacuhkan, siswi tersebut pun membuka mulutnya untuk mengeluarkan suaranya.

"Maaf, bisakah kau geser sedikit? Itu tempat dudukku." Ucap si merah sambil menatap lurus Naruto.

Naruto yang merasa dirinya yang disebut pun menoleh kearah si Merah, setelah mengerti ucapan si Merah barusan, Naruto langsung melakukan apa yang diucapkan oleh gadis tersebut, tak lupa dia juga memindahkan tas punggungnya tanpa mengucapkan apapun.

"Terima kasih." Ucap si Merah lagi, lalu dia pun duduk didekat Naruto.

Para siswa maupun siswi yang ada dikelas itu menatap Naruto dengan tatapan yang berbeda-beda, ada yang iri, sampai ada juga yang menatapnya dengan tatapan Kasihan entah kenapa.

Tak sampai 2 menit setelahnya, masuk seorang Guru berrambut Perak dan memakai masker di kelas itu, guru tersebut langsung saja duduk di kursinya sambil memperhatikan Naruto serta kedua sahabatnya.

"Baiklah, kelihatannya kelas kita kedatangan siswa baru ya. Nah, untuk kalian bertiga, silahkan maju kedepan dan perkenalkan diri kalian." Ucap Guru tersebut.

Merasa dirinya yang dimaksud, Naruto, Shikamaru, dan Kiba pun langsung maju ke depan kelas sambil memasang ekspresi yang berbeda-beda.

"Nah, dimulai dari yang paling kanan." Ucap Guru tersebut.

"Namaku Nara Shikamaru, kalian bisa memanggilku Shikamaru. Salam kenal." Ucap Shikamaru dengan nada malasnya. Semua yang melihat itu hanya Sweatdrop secara bersamaan.

"Uzumaki Naruto." Kali ini Naruto yang memperkenalkan dirinya dengan sesingkat-singkatnya. Kembali, semua yang mendengarnya pun ber Sweatdrop ria.

"Namaku Inuzuka Kiba, kalian bisa memanggilku Kiba, atau supaya kedengaran lebih akrab lagi, nona-nona sekalian bisa memanggilku kak Kiba, hehe. Salam kenal." Perkenalan yang agak keluar jalur barusan di tutupi oleh kedipan genit oleh Inuzuka muda itu. Sontak saja membuat sebagian siswi memerah. Dan membuat para siswa mendecih sebal.

"Baiklah, silahkan kembali ke tempat duduk kalian. Pelajaran kita akan segera kita mulai, ah satu lagi. Namaku Hatake Kakashi, guru Matematika kalian." Ucap guru tersebut kearah Naruto cs. Naruto yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduknya diikuti oleh ShikaKiba.

Dan, pelajaran di Jam pertama tersebut dimulai. Sepanjang materi yang di sampaikan oleh Kakashi, Naruto hanya terdiam sambil memperhatikan Guru tersebut. Lain halnya denganKiba dan Shikamaru, Kiba sedari tadi hanya bersiul-siul kecil sambil sesekali menggali tambang pribadinya dengan santai. Sedangkan Shikamaru, sudah dipastikan kalau siswa yang satu itu sekarang sudah berselancar didunia mimpinya.

Kyūkei Jikan!

It's time to have Break!

Akhirnya, setelah tiga jam pelajaran, suara Speaker sekolah yang menandakan waktunya istirahat menggema disekolah tersebut.

Para siswa maupun siswi langsung saja berhamburan keluar kelas untuk pergi ke tujuan masing-masing, ke kantin mungkin, atau tempat tongkrongan mereka.

Sama halnya dengan Kelas XII B, para murid di kelas itu tak jauh berbeda dengan kelas-kelas lainnya, bedanya hanya beberapa murid saja yang masih didalam kelas, contohnya saja Trio Badboy kita. Kita lihat, saat ini mereka masih dikelas mereka. The Fox, Uzumaki muda itu sekarang terlihat hanya diam saja di bangkunya. Berbeda dengan Kiba yang saat ini sedang asik-asiknya menggoda para siswi di kelas tersebut. Mr. Troublesome? Manusia pemalas itu sampai saat ini masih asik bergelayut dideunia mimpinya.

Beberapa saat kemudian, Naruto tiba-tiba berdiri hingga membuat siswi berrambut merah disampingnya yang saat ini ngobrol dengan kedua temannya itu langsung menoleh kearahnya. Naruto yang merasa dipandang pun hanya cuek, lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Kiba yang tak jauh darinya.

"Hey Snopp, bangunkan Rusa pemalas itu. Kita keluar sekarang." Ucap Naruto.

Kiba yang mendengar namanya dipanggil langsung mengalihkan pandangannya keasal suara. "Ah, nanti saja Mr. Fox. Kau lihatkan aku lagi apa sekarang?" ucap si Inuzuka lalu kembali menoleh kearah siswi yang menjadi objek godaannya.

'Mr. Fox?' itulah isi semua murid yang masih dikelas tersebut. Mereka cukup terkejut mendengar Kiba memanggil Naruto dengan nama yang sama seperti..

Tiba-tiba, semua yang ada disana langsung mengalihkan pandangannya kearah Siswi berrambut merah yang duduk di samping tempat duduk Naruto, termasuk kedua Siswi yang menjadi teman si Merah itu sendiri.

Si Merah yang dipandang begitu pun langsung membalas pandangan mereka dengan Glare ganas miliknya, langsung saja Glare itu sukses membuat semua yang ada disana mengalihkan pandangannya, kecuali kedua sahabat si Merah yang masih menatapnya dengan Intens.

"Kau bilang nanti saja? Kau mau aku merobek mulutmu itu, Inuzuka?" tanya Naruto dengan Glare yang lebih ganas dan liar dari si Merah sebelumnya.

Semua murid yang ada disana langsung menengguk ludah mereka karena ngeri sendiri melihat Glare pemuda yang di juluki Fox Rider tersebut. Tak terecuali Kiba yang saat ini langsung ngacir ke tempat Shikamaru dengan langkah kilat.

Setelah berhasil membangunkan Shikamaru, walaupun agak susah. Kiba serta Shikamaru sendiri langsung menghampiri Naruto, setelah itu mereka bertiga berjalan keluar kelas mereka dengan Naruto yang melangkah paling depan.

Setelah melihat ketiga Siswa tersebut menghilang dibalik Pintu kelas, siswi berrambut Pirang Blonde ponytail dan siswi berrambut Indigo itu kembali mengalihkan pandangannya kearah teman mereka, si rambut merah.

"Kelihatnya sifatnya sama sepertimu, nama julukan kalian saja sama. Bagaimana menurutmu eh, Lady Fox?" tanya si Blonde dengan tatapan jahil.

"Menurutku, jika kalian menjadi pasangan. Kalian akan terlihat sangat serasi, hihi." Timpal si siswi berrambut Indigo.

"Bicara seperti itu lagi, ku robek mulut kalian!" bentak si Merah dengan semburat tipis di kedua pipinya karena merasa malu dan kesal yang melebur jadi satu.

"Aww, saking serasinya. Bahkan kau menggunakan kalimat yang hampir sama seperti dia ya, hihi." Respon si Blonde sambil terkikik geli. Tak mempedulikan kalau sekarang si merah semakin memerah dan mengutuk dirinya karena mengucapkan kalimat barusan.

Tempat Naruto : Atap sekolah.

Saat ini ketiga pemuda berandal itu sedang berada di atap sekolah, tepatnya mereka saat ini duduk di Kursi panjang yang tersedia di tempat tersebut. Terlihat saai ini mereka bertiga tengah membicarakan sesuatu yang kelihatannya cukup serius.

"Begitulah Naruto, sepertinya kau harus turun ke Arena malam ini. Uang kita sudah hampir habis karena kepindahan kita ke Kota ini kemarin." Ucap Shikamaru yang disetujui kiba dengan anggukannya.

"Baiklah, tapi seperti biasa. Uang cadangan di kotak hitam itu dibagi dua, setengah untukmu dan setengah untuk kiba, usahakan kalian mengajak para berandalan di kota ini bertaruh sebanyak mungkin, tidak hanya satu atau dua orang saja." Balas Naruto serius.

"Tentu saja, itu hal yang mudah. Asalkan kau mengendarai Motormu seperti biasa." Kali ini Kiba yang angkat suara.

Naruto yang mengerti akan ucapan kiba barusan mengangguk mantap. Karena merasa pembicaraan serius mereka sudah berakhir, Naruto bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pagar pembatas tempat itu, pandangannya kini tertuju kearah lapangan utama Sekolah mereka yang saat ini lapangan itu dipakai oleh siswa-siswa yang sedang bermain bola.

"Kheh, aku tidak sabar untuk melihat sejauh mana para berandalan dikota ini mengendarai motor mereka. Aku harap, ada Biker yang mempunyai cukup Skill yang bisa memacu Adrenaline Liarku." Gumam Naruto sambil mengeluarkan seringai tipisnya.

.

.

.

[To Be Continue]

.

.

.

Yo! Balik lagi setelah cukup lama menghilang, hehe. Gimana chapter ini? Semoga kalian semua suka ya. Hehe.

Oke, di chapter ini sepertinya tidak ada yang perlu Neon jelasin kecuali masalah pair ketiga berandalan kita ini.

Sepertinya kalian sudah tau pair mereka siapa saja ya, terlihat cukup jelas di chapter ini. Semoga tidak ada yang protes masalah pair di fic ini. Neon sengaja ngasih pair yang kayak gitu karena Neon sendiri suka dengan pair yang gak biasa, seperti halnya fic Neon yang lain kan, hehe.

Oke, sebelum Neon out, Neon mengharapkan Review kalian semua, bagaimanapun sama seperti sebelumnya, Review kalian adalah penentu jalannya fic ini. Tak peduli Review macam apapun itu, bahkan Neon menerima Flame, tapi usahakan agar Flamenya bersifat membangun, tidak hanya bertujuan menjatuhkan fic ini maupun menjatuhkan mental Neon sendiri. satu lagi, Neon sangat mengharapkan Kritik dan Saran kalian untuk chap ini agar Neon bisa lebih baik lagi untuk kedepannya.

Akhir kata.. SEE YAA!