The New Generation Of Fighters

Discaimer : M. Kishimoto & I. Ichibumi.

Pairing : Naru x Fem!Kyuubi x ?

Genre : Adventure, Romance, Fantasy, Supernatural.

Rated : M (For Gore, maybe Lemon)

Summary : Naruto hanyalah Manusia biasa yang lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Kehidupannya yang awalnya biasa berubah sejak dirinya bertemu dengan dua Sosok Combatant yang mendiami tubuhnya. Sejak saat itulah dirinya berubah menjadi Pribadi yang berbeda, bahkan dirinya yang biasa berbicara 'Dattebayo!' pun ikut berubah menjadi 'Jintachou!' akibat kedua makhluk yang mendiami tubuhnya tersebut. Bagaimanakah kehidupan Naruto sekarang? Let's See.. (Bad Summary) AU!

Warning : Tripple Crossover, OC, OOC, Abal, Gaje, Typo's, HalfGodlike!NaruKyuu, Smart!NaruKyuu, etc..

Terima kasih untuk Review para Reader untuk Chapter kemarin. Nah, Sebelum membaca isi Chapter 4, kita terlebih dahulu masuk kedalam sesi Jawaban Review untuk chap 3 kemarin..

[#Ulul ] iya bro. kalau masalah Lemon, tenang aja, tapi nanti ya. Hehe.

[#Ero Azazel] masih belum Neon Pastiin kalau jumlah Kombatantnya. Mungkin saja nanti Kombatantnya lebih dari 10.

[#Rezaa] Nob Saibot belum pasti, Shang Tsung sudah pasti ada.

[#Akira Kuroyuki] Kung Lao nya pasti ada kok.

[#hole in heart] lu cari aja dah bro, soalnya ane gak bisa nemuin lu di fb, cari aja 'Blue Neon Phantom' itu nama Alternatif gue, nama Realnya sih 'Kuroi Inazuma'.

[#Ryoko] sip, Neon tinggal di Janapria, emang kenapa sob?

[#captain kid arya] bukan karasumaru999 kid, tapi Kamikaze999, itu loh yang nulis fic Naruto : The Story Of Savior.

Yup. Sesi Tanya-Jawab berakhir sampai disini. Selamat membaca isi Chapter 4…


"Baiklah kalau itu maumu. Sampai jumpa lagi." Setelah mengucapkan kata barusan. Sosok yang sedang berada disamping sosok yang berjongkok itu menghilang meninggalkan hembusan dedaunan kering.

"Akhirnya, kita akan berjumpa lagi.. Sub-Zero." Ucap Sosok tersebut sambil perlahan berdiri.

Skip : Sore Hari.

Naruto dan Kyuubi saat ini sedang menikmati jalan-jalan Sore mereka dengan riangnya, khususnya Kyuubi. Sudah menjadi kebiasaan pasangan yang satu ini menikmati waktu sore hari mereka dengan berjalan-jalan mengelilingi kota yang ditempatinya.

Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan seperti halnya sepasang Kekasih pada umumnya. Tak jarang para Gadis maupun pemuda yang berlalu-lalang di sekitaran mereka terpesona akan ketampanan dan kecantikan Naruto dan Kyuubi.

"Nee, kita akan kemana sekarang Naru?" tanya Kyuubi sambil memandang kekasihnya dengan senyum manis yang mampu membuat para lelaki yang melihatnya memerah.

"Hmm, bagaimana kalau kita ke tempat Azazel?" ucap Naruto merespon perkataan Kyuubi.

"Ketempat Tua bangka mesum itu? Lebih baik kita pergi ketempat lain selain tempat lelaki menjijikan itu. Melihatnya saja membuatku ingin sekali memecahkan kepalanya." Ujar Kyuubi sarkasme setelah mendengar kekasihnya itu menyebut-nyebut Pria mesum yang tidak disukainya.

Naruto yang mendengar ucapan kekasihnya itu hanya sweatdrop. Yah, dia cukup pusing dengan sikap Kekasihnya itu saat membicarakan teman Mesumnya dari golongan Malaikat Jatuh itu.

"Kalau begitu kita mau kemana Kyuu?" tanya Naruto lagi.

"Hmmm. Bagaimana kalau kita pulang saja, hari juga sudah mulai senja. Jalan-jalan kita hari sini cukup sampai disini saja." Ucap Kyuubi yang kembali tersnyum.

"Ya-ya, terserah kau saja Ojou-chan." Ucap Naruto dengan nada Halus nan menggoda.

Kyuubi pun mengeluarkan semburat tipis setelah mendengar ucapan Naruto barusan. Yah, bagaimanapun dia juga tersipu dengan ucapan kekasihnya barusan saat dirinya dipanggil 'Ojou-chan'. Setelah itu, sepasang kekasih itu pun berjalan menuju ke kediaman mereka.

Skip : Malam hari jam 8.14 p.m , Tempat Naruto.

Naruto saat ini sedang berjalan santai di salah satu jalan yang ada di Kota ini. Namikaze muda itu berjalan dengan langkah santai sambil sesekali bersiul ria. Kondisi jalan yang dilaluinya sekarang ini juga cukup sepi, hanya beberapa orang saja yang terlihat dari pandangannya.

'Hey Zero, Sco. kita akan kemana sekarang? Apa kita pulang saja, atau kita lanjutkan jalan-jalan kita? Aku bosan berjalan tanpa adanya tujuan yang kita tuju.' Ucap Naruto dalam hati kepada kedua Partner yang ada ditubuhnya.

'Menurutku kita berkeliling saja dulu, siapa tau nanti kau menemukan mangsa untuk mencoba tekhnik barumu itu, lagipula pacarmu itu sedang tidak ada dirumahkan.' Ucap Scorpion yang terdengar jelas dikepalanya.

"Hmm, benar juga. Kyuu biasanya tidak akan pulang sebelum jam 9 kalau dia pergi belanja." Gumam Naruto.

Yap seperti yang dikatakan Naruto. Saat ini Kyuubi sedang pergi belanja membeli kebutuhan rumah mereka, seperti bahan makanan, dan juga mungkin beberapa baju baru (Tipikal perempuan). Sebab itulah Kyuubi tidak ikut dengan Naruto, tidak seperti biasanya, kemana saja Naruto pergi gadis Bijuu itu pasti akan ikut dengannya.

Setelah beberapa menit berjalan tanpa tujuan yang jelas, Naruto menghentikan langkahnya saat dirinya tiba-tiba merasakan beberapa tekanan Energi Spiritual yang bertempat tak jauh dari tempatnya sekarang.

'Kau lihat, sepertinya mangsa telah menunjukkan keberadaannya. Jadi, lebih baik kau cek tekanan Energi Spiritual itu sekarang Gaki.' Kembali suara Scorpion berdengung dikepala Naruto setelah beberapa detik Naruto menghentikan langkahnya.

Naruto yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya, setelah itu dia melangkahkan kakinya kearah tekanan Energi itu berasal.

Sambil melangkah dengan langkah tenang, Naruto menengokkan kepalanya kesekelilingnya untuk memastikan kalau tidak ada seorangpun yang ada di tempatnya sekarang. Dan hasilnya tepat seperti yang Naruto harapkan, tempatnya sekarang sudah sepi, tidak ada satupun manusia atau makhluk lain yang terlihat.

[Secret Ability : Scorpion Mode]

Setelah menggumamkan Nama salah satu dari kemampuannya, perlahan jilatan api mulai menjalar dari ujung kaki sang Namikaze muda. Api itu terus merambat ke tubuh atasnya secara keseluruhan, hingga sekarang tubuhnya tertutupi oleh api itu sepenuhnya.


Dilain tempat, tepatnya di depan sebuah bangunan tua yang cupup besar yang berdiri di pinggir kota Kouh bagian Selatan. Kini ditempat itu, terlihat sebuah pertarungan- tidak, lebih tepatnya sebuah pengeroyokan yang dilakukan oleh 2 ekor Iblis liar kepada seorang gadis Kecil berrambut putih sebahu.

Gadis kecil itu terlihat kelelahan melawan 2 Iblis liar yang ada didepannya itu. Dan, setelah beberapa menit berlalu pun, gadis kecil itu terkapar kelelahan karena kehabisan tenaga untuk melawan kedua Iblis Liar tersebut.

Manik Emasnya terlihat menyiratkan ketakutan saat melihat kedua Iblis Liar itu mendekat kearahnya sambil membawa senjata mereka masing-masing.

"Hahaha, hanya itu yang kau bisa Gadis kecil? Sungguh menggelikan." Ucap salah satu Iblis liar itu, tepatnya Iblis Liar berkepala Jaguar hitam polos dengan mata berwarna kuning berpupil vertikal yang menenteng sebuah sabit yang berukuran cukup Ekstreme di tangannya.

"Sudahlah, jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik kita langsung membunuhnya dan memakannya, aku sudah sangat lapar akibat beberapa hari tidak memakan apapun." Ucap Rekan Iblis Liar itu, si Iblis Liar berwajah angker dan bertubuh setengah Ular bersisik Biru pudar yang menenteng pedang panjang yang agak besar.

"Hohoho, kau sudah tak sabar ya. Baiklah, aku akan memotong tubuhnya menjadi dua bagian, setengah untukmu dan setengah lagi untukku." Ujar si kepala Jaguar sambil melangkah mendekat kearah gadis kecil itu dan mengangkat tinggi-tinggi sabitnya.

Gadis kecil yang terkapar didepan Iblis liar itu pun hanya memejamkan matanya pasrah. Dia sudah tak bisa apa-apa lagi sekarang, jangankan untuk lari, berdiri saja dia tidak bisa karena tenagannya terkuras hingga habis tak tersisa.

"Selamat tinggal Gadis kecil." Ucap si Jaguar sambil mengayunkan Sabitnya kearah perut si Gadis.

Wuusssshhhhhh!

"Ehem!"

Laju Sabit si Jaguar berhenti meluncur tepat beberapa centi lagi dari perut si Gadis berrambut perak itu karena mendengar suara deheman seseorang secara tiba-tiba. Sontak saja, kedua Iblis Liar itu mengalihkan pandangan mereka keasal suara tadi.

Kini tak jauh dari mereka, mereka melihat seseorang yang tengah memandang mereka sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Sosok itu memakai sebuah topeng berwarna Kuning-Hitam yang menutupi wajah serta kepalanya kecuali dibagian mata berwarna putih tanpa pupil ataupun Iris yang terlihat bersinar di kegelapan, memakai Jumpsuit Hitam Tribal dengan aksen beberapa bagian yang berwarna Kuning, serta membawa dua Katana tipis dengan Gagang berbentuk Ekor Kalajengking (Look Scorpion MK9). Sosok tersbut adalah Naruto yang saat ini dalam bentuk [Scorpion Mode] nya.

Kedua iblis liar itu terlihat bingung dengan kedatangan sosok tersebut. Lalu si kepala Jaguar menarik kembali sabit besarnya dari atas tubuh Gadis perak itu dan maju beberapa langkah kearah sosok Naruto. Si Jaguar menghentikan langkahnya pada langkah ke 4, lalu menunjuk Naruto dengan tangan kirinya.

"Kau, siapa kau yang berani mengganggu kegiatan kami?" Tanya si Jaguar dengan nada Arrogannya.

"Aku? Aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya seseorang yang akan mencabut nyawa kalian. Karena sampah seperti kalian tak pantas untuk hidup didunia ini." Balas Naruto pedas dan tak tanggung-tanggung.

"Mencabut nyawa kami? Jangan bercanda brengsek! Kau bahkan kelihatan tidak ada apa-apanya dihadapan kami, sama seperti Gadis Kucing itu." Kali ini, si wajah Angker yang angkat bicara.

Naruto pun mengalihkan pandangannya kearah si Iblis liar bertubuh setengah ular itu, dan tiba-tiba saja dia menyeringai dibalik topengnya saat melihat Iblis Liar itu. Kemudian, Naruto menunjuk si wajah Angker dengan tangan kirinya.

"Kau, sepertinya aku pernah melihat Iblis liar yang sama sepertimu. Wanita bertubuh setengah Ular yang warna sisiknya sama seperti sisikmu, wanita itu berrambut hitam sepunggung dan memakai sebuah bando berwarna perak dikepalanya. Apa kau ada hubungan dengan wanita itu?" ucap Naruto sambil memandang si wajah angker.

Iblis Liar setengah Ular itu langsung terkejut mendengar perkataan Naruto barusan. Bagaimana tidak, wanita yang dimaksud oleh Naruto itu adalah kakaknya sendiri, kakaknya yang menghilang sejak 2 hari yang lalu secara misterius. Dan sekarang sosok yang ada didepannya itu membicarakan kakaknya, pasti ada hubungannya dengan sosok itu. Itulah yang ada difikirkan oleh si wajah Angker.

"Darimana kau tau tentang Kakakku? Apa kau pernah bertemu dengannya?" tanya si Wajah Angker cukup keras sambil menunjuk Naruto dengan pedang yang digenggamnya.

"Ya, aku sudah bertemu dengan wanita Ular itu 2 hari yang lalu. bukan hanya bertemu, tapi aku jugalah yang telah membunuhnya." Ucap Naruto Enteng tanpa memperdulikan raut wajah si Wajah Angker yang berubah.

"Kau! Jadi kau membunuh kakakku! Bedebah, aku akan membunuhmu bangsat!" iblis Liar itu berteriak penuh amarah saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan kakaknya itu.

Dengan gerakan yang cukup cepat, Iblis Liar itu melesat kearah Naruto dengan amarah yang meledak-ledak.

Trank!

Setelah sampai didepan Naruto, iblis liar itu langsung menebaskan pedangnya secara Diagonal ketubuh Naruto. Namun tebasan itu tak berhasil menyentuh tubuh Naruto karena Naruto terlebih dahulu mencabut satu Katananya dan memblock tebasan Iblis liar itu.

Buagh!

Dengan langkah cepat, Naruto berhasil mendaratkan pukulannya di dada Iblis liar itu, hingga membuat si iblis liar berteriak kesakitan dengan tubuh terpental kebelakang.

Bruk!

Tubuh Iblis liar itu terjatuh dengan cukup keras di area yang agak jauh dari tempat Naruto berdiri, Naruto yang melihat itu pun hanya memasang wajah datar dibalik topengnya. Namun sesaat kemudian, Insting petarungnya meraung menyuruhnya untuk menghindar kesamping.

Jleb!

Untungnya Naruto melompat kesamping, kalaupun terlambat satu detik saja, mungkin tubuhnya sudah terpotong oleh sabit besar yang mendarat ditempatnya berdiri sebelumnya. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah Iblis Liar berkepala Jaguar.

"Cih, tidak kena. Padahal sedikit lagi." Gumam si Jaguar sambil mendecih.

Naruto yang melihat itu hanya diam tak bersuara. Gadis berrambut perak yang sedari tadi duduk dan meliat pertarungan itu cukup terkejut melihat Naruto yang bisa menghindar dari serangan kejutan si Jaguar.

Naruto yang melihat si Jaguar tengah menatapnya juga langsung maju sambil mencabut satu lagi Katana miliknya hingga kini kedua Katana kembar itu sudah berada digenggamannya.

Tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya Naruto langsung melesatkan tebasan-tebasannya kearah tubuh si Jaguar dengan kecepatan sedang.

Trank! Trank! Trank!

Bunyi dentingan logam itu terus terdengar saat kedua Katana milik sang Kombatant berbenturan dengan sabit milik si Jaguar. Jual beli serangan beberapa saat terlihat dilakukan oleh Naruto dan si Jaguar, kemampuan mereka terlihat imbang dengan belum adanya luka di tubuh mereka berdua.

"Kau hebat juga makhluk aneh." Ucap si Jaguar disela-sela pertarungannya dengan Naruto.

Naruto hanya diam saja tanpa menanggapi ucapan si Jaguar, lalu dia menaikkan kecepatan geraknya dalam melesatkan serangan-serangannya karena dia merasakan Iblis Liar berbentuk setengah Ular itu tengah mendekat kearahnya sekarang.

Trank! Trank! Jrraaaassshhh!

"AARRRGGGHHHHHHH!"

Hasilnya, Naruto berhasil menebas tangan Kanan si Jaguar dengan Katana yang ada ditangan Kirinya. Tangan kanan si Jaguarpun terjatuh diiringi dengan teriakan kesakitan si pemilik tangan. Darah merah kehitaman langsung saja merembes keluar dari luka tebasan itu, darah merah kehitaman itu tak henti-hentinya keluar membuat si Jaguar tetap merasakan kesakitan di pangkal lengan tempat luka potongan itu berada.

Jrrraaassshhhh!

"AAARRRRGGGHHHHHH!"

Karena terlalu sibuk dengan luka di pangkal tangan Kanannya, si Jaguar kembali menerima tebasan dari Naruto yang kini tubuhnya juga sedikit terkena cipratan darah si Jaguar. Tebasan itu kali ini mengenai tangan Kirinya, tepat dipangkalnya sama seperti dengan yang kanan. Tangan kiri itu jatuh disertai si Jaguar yang kembali meraung kesakitan, darah Merah kehitaman itu kini kembali keluar dari pangkal lengan Kiri si Jaguar. Si Jaguar sendiri mundur beberapa langkah dari tempat Naruto.

Naruto yang melihat itu pun menyarungkan kembali kedua Katana Kembarnya. Setelah itu Naruto melesat kearah si Jaguar yang masih saja melangkah mundur sedikit demi sedikit sambil meringis kesakitan.

Duaakk!

"AARRRGGGGGHHHHH!"

Tanpa basa-basi lagi, Naruto langsung melesatkan tendangannya tepat di dada si Jaguar, menerima tendangan itu tentu saja membuat si Jaguar kembali meraung kesakitan dengan tubuh yang terpental kebelakang.

Melihat itu Naruto pun langsung melesatkan tangan Kanannya kedepan dengan telapak tangannya yang dalam keadaan terbuka. Lalu dari telapak tangannya, langsung saja keluar sebuah Kunai berwarna Perak yang terhubung dengan rantai yang agak besar dan berduri, sebut saja nama senjata itu adalah Harpoon-Kunai.

Harpoon-Kunai itu melesat dengan cepat menuju ke arah si Jaguar yang masih melayang diudara.

Jleb!

"AARRRGGGGHHHHHH!"

Harpoon-Kunai itu sukses menancap didada si Jaguar, si Jaguar sendiri kembali berteriak untuk kesekian kalinya saat merasakan sakit yang timbul ditubuhnya. Naruto yang melihat Harpoon-Kunainya tepat sasaran langsung memegang Rantai penghubung Kunainya itu dengan kedua tangannya.

"Get Over Here!"

Bersamaan dengan teriakan barusan, Naruto langsung menarik tubuh Sijaguar melalui Harpoon-Kunainya dengan cukup keras hingga si Jaguar yang tadinya menjauh kini langsug tertarik kearah Naruto.

Tap!

Si Jaguar mendarat tepat didepan Naruto dalam posisi berdiri sempoyongan, Harpoon-Kunai tadi kembali masuk ketelapak tangan sang Namikaze.

FINISH HIM!

Mendengar suara yang berasal dari sang penguasa Nethrrealm, langsung saja membuat sang Namikaze membuat gerakan pembuka Tekhnik Fatality miliknya.

"Fatality : Deadly Flash!"

Setelah menggumamkan nama Fatalitynya, Naruto langsung mengambil satu Katana yang bertengger manis di punggungnya. Dan langsung saja..

Slaassshhh!

Dalam gerakan Slow Motion, Naruto dengan sangat cepat menebaskan Katana miliknya di leher si Jaguar dengan posisi Horizontal. Namun, karena terlalu cepat, kepala milik Si Jaguar masih berada ditempatnya.

Slaassshhh!

Kali ini Naruto kembali menebaskan Katana miliknya tepat di bagian perut. Sama seperti sebelumnya, tubuhnya tidak langsung terpisah karena kecepatan tebasan Naruto.

Slaassshhh!

Kembali lagi Naruto menebaskan Katananya ketubuh si Jaguar, kali ini tepat di tengah-tengah kedua paha miliknya, sama seperti tadi tidak terpisah dan tebasannya tetap dengan posisi Horizontal.

Jrraasssshhh!

Dan sebagai penutupnya, Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Naruto melesatkan tebasan Katana miliknya dengan posisi Vertikal dari selangkang hingga ujung kepala si Jaguar. Saking keras dan cepatnya tebasan itu, Naruto ikut melompat saat katana berlumuran darah miliknya terangkat keatas hingga posisinya kini memunggungi si Jaguar yang sedari tadi berteriak penuh kesakitan di setiap tebasan-tebasan yang dilesatkan oleh Naruto.

Bruk! Bruk! Bruk! Bruk!

Tubuh si Jaguar yang sudah berlumuran darah dan sudah terbelah menjadi 8 bagian pun akhirnya jatuh secara beruntun. Telihat kini potongan-potongan tubuh si Jaguar berserakan dengan darah yang membanjiri setiap potongan, tulang-tulang terlihat sangat jelas dari ke 8 potongan tubuh tersebut (Semuanya jadi 10 potong karena ditambah dengan kedua tangannya). Isi kepala si Jaguar juga tercecer keluar dari kepala si Jaguar yang terbelah dua. Usus, hati, lambung, dan semua isi perut dan dada si Jaguar juga berceceran karena terpisah dari perut dan dada yang juga terbelah dua.

PERFECT!

Kembali suara Scorpion menggema di kepala Naruto setelah selesai dengan Fatalitynya.

Gadis kecil berrambut perak yang melihat hasil Fatality sI Duplikat Scorpion itu membekap mulutnya dengan kedua tangannya disertai dengan tubuh kecilnya yang bergetar hebat. Gadis itu kelihatannya sangat Syok dengan apa yang dilihatnya, terbukti dengan kedua matanya yang membulat sempurna dengan iris Emasnya yang juga terlihat bergetar.

Tentu saja, seumur hidupnya, baru kali ini dia melihat aksi pembunuhan yang sangat sadis dan Ekstreme seperti itu. Gadis itu membekap mulutnya sendiri karena dia sudah sangat mual melihat potongan-potongan serta semua organ dalam yang keluar dari tempatnya itu.

Lain halnya dengan makhluk yang tergolong dalam kategori Makhluk Gorgon itu, si wajah angker yang melihat rekannya yang terbunuh dengan sadis itu kini keberaniannya sudah hilang entah kemana digantikan dengan rasa takut yang luar biasa. Makhluk Gorgon tersebut kini sudah pucat pasi dan hanya terdiam ditempatnya berdiri dengan badan yang bergetar hebat.

Iblis Liar itu menggerakkan ekornya kebelakang dengan perlahan. Dan setelah melihat Naruto yang kini mengalihkan perhatiannya kearah si Gadis kecil, Iblis Liar itu dengan sangat cepat menggerakkan ekornya untuk pergi dari tempat itu sebelum nyawanya lenyap seperti rekannya.

Naruto yang merasakan makhluk yang paling dibencinya itu sekarang menjauh pun tak tinggal diam. Dia mengangkat Katana miliknya yang berlumuran darah serta mengambil Katananya yang satu lagi dari punggungnya.

Wuuussshhh! Wuuussshhh!

Dan tanpa basa-basi, Naruto langsung melempar kedua Katana Kembarnya kearah si Gorgon yang kini sibuk dengan aksi kaburnya. Si wajah Angker itu tidak menyadari kalau kini kedua Katana milik Naruto sedang mengincar tubuhnya dari arah belakang. Dan, 2 detik setelahnya..

Jleb! Jleb!

"AARRRGGGGHHHHHHH!"

Teriakan si wajah angker langsung menggema ditempat itu setelah kedua katana milik Naruto berhasil menembus Punggung dan kepalanya.

Si wajah angker itu jatuh dari posisi berdirinya dan menggeliat-liat seperti cacing kepanasan karena merasakan sakit yang amat sangat dari kedua katana yang menancap ditubuhnya itu.

Naruto yang melihat itu pun mulai melangkahkan kakinya kearah si Iblis Liar dengan santainya, tanpa mempedulikan teriakan-teriakan si Iblis liar. Jarak antara dirinya dan Iblis liar itu kurang lebih hanya 10 meter saja.

Setelah sampai tepat dua meter dari Iblis liar yang kini akan meregang nyawa itu, Naruto langsung menghentikan langkahnya. Kemudian dia menyatukan kedua kepalan tangannya didepan dada sambil memejamkan mata putih polosnya.

Tiba-tiba, Kedua bilah Katana milik Naruto berubah warna, dari warna Perak berubah menjadi warna Kuning kemerahan. Kedua Katana itu juga mengeluarkan hawa panas yang luar biasa, Naruto yang merasakannya pun kembali membuka matanya dan menurunkan kedua tangannya.

Sekarang, yang dilihatnya adalah, seluruh kulit dan daging milik Gorgon yang ada didepannya perlahan terkelupas dan meleleh karena panas yang dikeluarkan oleh kedua Katana miliknya. Seluruh daging yang bercampur dengan kulit serta darah Gorgon yang ada didepannya itu sekarang sudah meleleh dan mencair sepenuhnya, cairan itu pun menggenangi tanah di sekitar tubuh si Gorgon yang kini hanya tersisa kerangka tulangnya saja. Terakan si Iblis Liar yang sedari tadi meraung-raung pun kini sudah lenyap, bersamaan dengan lenyapnya nyawa miliknya.

Naruto yang masih melihat itupun mencabut dan mengambil kedua katana miliknya yang kini di lumuri cairan campuran milik Iblis liar itu, tentunya setelah kedua Katana itu kembali seperti sempurna.

Setelah itu Naruto membalikkan badannya dan mulai melangkah kearah Gadis kecil yang saat ini duduk dengan tubuh yang masih bergetar tak jauh darinya.

Gadis kecil itu, atau sebut saja Koneko Toujou yang melihat Naruto berjalan kearahnya kini semakin pucat pasi dan ketakutannya semakin menjadi-jadi. Tentu saja, siapa yang tidak takut melihat orang atau makhluk yang baru saja membunuh lawannya tanpa kenal kasihan mendekat kearahnya.

Setelah sampai, Naruto lansung berjongkok bermaksud menyetarakan tingginya dengan gadis yang ada didepannya itu. Namun Naruto malah kebingungan sendiri saat melihat gadis yang ada didepannya itu saat ini tengah menutup matanya rapat-rapat disertai dengan tubuhnya yang masih saja bergetar.

"T-tolong j-jangan bunuh a-aku." Ucap Koneko lirih dengan nada lemah.

Naruto yang mendengarnya pun hanya tersenyum dibalik topeng yang dia kenakan. Lalu Naruto meletakkan tangan kanannya di kepala Koneko dan mengusap surai perak gadis kecil itu dengan lembut.

"Tenanglah, aku tidak akan berbuat apa yang sedang kau pikirkan itu. Justru aku kesini ingin menyembuhkan luka-lukamu itu Nona manis." Ucap Naruto dengan nada lembutnya walaupun masih terdengar berat akibat efek Mode yang dipakainya.

Mendengar itu, tentu saja membuat Koneko terkejut dan langsung membuka matanya. Dan yang dia lihat pertama kali adalah kedua mata Naruto yang kini memiliki Iris Emas yang sama sepertinya. "B-benarkah?" tanya Gadis itu, masih dengan nada lirihnya.

Naruto yang mendengarnya kembali tersenyum walaupun koneko tidak bisa melihat senyumnya. Dia pun mengalirkan Healting Ability miliknya ke tubuh Koneko yang sebagian besar luka-luka, walaupun hanya luka sayatan, namun luka itu cukup dalam.

Tubuh Koneko mengeluarkan pendar berwarna Emas, luka-luka yang ada ditubuhnya perlahan memudar dan akhirnya menghilang. Setelah semua luka itu menghilang dari tubuh Koneko, Naruto kembali menarik tangannya dari kepala Gadis kecil itu hingga membuat pendar Keemasan yang membungkus tubuh Koneko menghilang.

"Nah, sekarang lukamu sudah hilang kan, dan tenagamu juga sudah pulih sepenuhnya." Ucap Naruto sambil menampilkan Eye-smile nya. "Dan karena urusanku disini sudah sele—" Naruto tiba-tiba menghentikan kalimatnya saat merasakan Energi Asing yang muncul tak jauh darinya.

Dan benar saja, sesaat kemudian muncul sebuah lingkaran sihir berwarna merah Khas Klan Gremory tepat lima meter dari tempatnya.

Dari lingkaran sihir itu, muncul 3 orang (Iblis), 1 laki-laki dan 2 perempuan. Sudah tidak asing lagi siapa orang-orang yang muncul dari lingkaran Sihir itu dimata Naruto. Ya, siapa lagi kalau bukan Rias Gremory, Akeno Himejima, dan Yuuto Kiba.

Ketiga iblis yang melihat keberadaan Naruto didepan rekan mereka langsung memasang posisi siap Bertarung, kecuali Rias sendiri. Gadis keturunan Klan Gremory itu hanya memandang Naruto dengan pandangan Bingung.

Lalu dia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru tempat itu. Dan langsung saja, kedua mata milik sang Heiress Gremory itu membulat karena melihat dua hal yang mengerikan. Pertama, 10 potongan tubuh serta organ-organ dalam yang keluar yang dilurmuri oleh darah kental. Dan kedua, tentu saja tulang-belulang yang dilumuri oleh cairan Aneh yang tak jauh darinya. Lalu pandangannya kembali kearah Naruto.

"Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan disini?" tanya Rias tanpa basa-basi, 'Bentuk fisik dan pakaian yang digunakannya hampir mirip dengan Orang yang bernama Sub-Zero itu.' Tambahnya dalam hati.

Naruto yang mendengar itu pun perlahan berdiri dari duduknya dan menyarungkan kedua Karananya yang sedari tadi diletakkan di samping tubuhnya, lalu dia merentangkan tangannya kesamping. Dua meter di depan tangannya, muncul sebuah Portal berwarna kuning kemerahan, hampir menyamai warna Awan saat senja. Pandangannya yang tadi mengarah kesamping pun kini mengarah kepada Rias.

"Aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya seseorang yang kebetulan lewat disekitar sini dan tidak sengaja melihat Gadis disampingku ini dikeroyok oleh dua Ekor sampah yang ada disana." Ucap Naruto sambil menunjuk hasil perbuatannya.

Ketiga orang yang ada disana pun terkejut mendengar ucapan Naruto. Terlebih lagi saat mereka tau kalau dua makhluk yang sudah dalam kondisi mengerikan itu adalah hasil perbuatan Naruto. Naruto yang melihat itu sendiri hanya cuek lalu melangkah kearah Portal miliknya.

"Tunggu! Mau kemana kau? Aku belum selesai bicara denganmu!" ucap Rias agak keras setelah melihat Naruto yang berjalan kearah Portal ciptaannya.

Rias begitu karena dia tidak mau Sosok Naruto pergi sebelum menjelaskan siapa sebenarnya dia. Naruto yang mendengar itu pun menoleh kearah Rias dengan tampang datarnya.

"Maaf, karena Urusanku sudah selesai, jadi aku harus pergi." Ucap Naruto simpel sambil kembali melangkah.

Namun baru 3 langkah, Naruto kembali menghentikan langkahnya setelah merasakan benda tajam nan dingin menempel di lehernya, Naruto yang melihat itu tetap santai sambil mengulirkan kedua matanya kesamping. Saat ini dia tengah melihat Yuuto yang tersenyum kearahnya sambil menodongkan pedangnya.

"Maaf, tapi kau belum boleh pergi sebelum Buchou mengizinkan." Ucap Yuuto.

"Dan kau harus menjaga sikapmu didepan orang yang tidak kau kenal, tuan." Balas Naruto malas.

Yuuto yang mendengar itu pun hanya tersenyum seperti biasa, namun senyumnya pudar saat mendengar Buchounya berteriak 'Awas' dan merasakan sesuatu diperutnya. Saat mengalihkan pandangannya kebawah, matanya sedikit melebar ketika melihat sebuah Kunai barcabang tiga sudah menempel di perutnya.

Dengan cepat, Yuuto pun melepas cengkramannya dan melompat kebelakang karena tidak mau mengambil Resiko.

"Nah, sekarang aku pergi." Ucap Naruto lagi sambil kembali berjalan kearah portalnya.

"Tunggu!"

Baru saja ingin melompat kedalam portal miliknya, Naruto kembali menggagalkan niatnya saat mendengar teriakan Gadis yang baru saja dtolongnya itu. Dengan gerakan malas, Naruto kembali membalikkan badannya kearah Koneko dan berkata Apa.

"Bolehkah aku tau siapa namamu? Dan apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Koneko.

"Hmm, Scorpion. Panggil saja aku Scorpion. Mungkin saja kita akan bertemu lagi nanti." Balas Naruto.

Setelah itu dia langsung melompat kebelakang tepat kearah Portal miliknya karena sudah bosan ditempat itu. Setelah Naruto masuk sepenuhnya, Portal itu langsung mengecil dan menghilang.

Rias yang melihat itu pun menghela Nafas kecewa, sudah dua kali kejadian ini berulang, kemarin saat bertemu dengan Sub-Zero dan Kitsune, dan sekarang pun begitu. Lalu dia melangkah kearah koneko diikuti oleh Akeno dibelakangnya.

"Sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini Koneko." Ucap Rias langsung setelah sampai didepan Koneko. Gadis kecil itu pun hanya mengangguk.


Wuuusssshhhh!

Tap!

Portal yang membawa Naruto itu muncul depan rumahnya sendiri, tepatnya portal itu muncul didepan pintu utama Rumahnya. Naruto langsung melompat dari dalam portal itu, lalu dia kembali menghilangkan Portal miliknya.

'Naruto, kita bertukar sekarang.' Tiba-tiba suara Sub-Zero berdengung dikepalanya. Naruto yang mendengar itu pun bingung.

'Ada apa Zero?' tanya Naruto cepat.

'Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Tapi tak lama lagi kau akan tau sendiri.' ucap Sub-Zero lagi.

Naruto yang mendengar itu pun menghela Nafas dan mengiyakan permintaan Sub-Zero. Lalu dia menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada, tak lama kemudian, pendar berwarna biru terang langsung menyelubungi tubuh Naruto. Dan lima detik setelahnya, pendar itu menghilang dan menampilkan tubuh Naruto yang kini di kendalikan oleh Sub-Zero lengkap dengan bentuk Fisik Sub-Zero sendiri.

Setelah itu, Sub-Zero langsung saja berjalan kearah pintu rumah tersebut dan membukanya. Lalu Sub-Zero masuk kedalam Rumah itu dengan langkah yang agak cepat setelah menutup kembali pintu tersebut.

Sub-Zero berjalan kearah Ruang tamu dan seketika berhenti setelah sampai diruangan itu dan setelah melihat 2 figure yang saat ini duduk di Sofa ruang tamu tersebut.

Saat ini yang sedang duduk diruang tamu tersebut adalah Kyuubi dan sorang lagi yang memakai Jubah Hitam polos lengkap dengan Tudungnya. Kedua orang yang melihat kedatangan Sub-Zero pun langsung berdiri.

Sub-Zero langsung menunjuk sosok bertudung tersebut yang kini sedang membuka tudungnya. Dan setelah tudung itu terbuka sepenuhnya, kini tampaklah sebuah wajah yang sebagian ditutupi oleh Masker metalik berwarna Hitam-Biru, manik Blue Shappirenya kini memandang Sub-Zero dengan Intens. Serta yang paling mencolok dari sosok itu ialah Rambutnya. Rambutnya terlihat terbuat dari Es yang agak pendek dan Runcing dengan gaya melawan Gravitasi.

"Kau!" ucap Sub-Zero dengan nada yang sulit diartikan.

"Ya, ini aku. Sudah sangat lama kita tidak bertemu.. Zero-kun." Ucap Sosok tersebut sambil melangkah kearah sang penguasa Wasteland.

"Lama tidak bertemu denganmu, Princess of Wasteland. Atau bisa ku panggil.. Lady Frost." Ucap Scorpion yang menggema diruangan itu.

.

.

.

[To Be Continue]


Yo! Balik lagi, gimana Chapter ini? Apa Gore nya kurang? chap ini Memuaskan atau mengecewakan? Bagus atau Jelek? Neon harap kalian semua suka oke.

Satu pertanyaan untuk chapter ini. Yaitu masalah siapa yang akan menjadi Generasi Frost sekaligus yang akan menjadi pair baru sang Namikaze muda. Karena sebelumnya Neon udah buat keputusan kalo pair Naruto ada dua orang. Jadi yah, gak terlalu bermasalah kan?

Oke, disini ada dua pilihan yang Neon anggap paling tepat. Dan kedua chara ini juga Neon ambil dari Dunia Game, kenapa begitu? Yah sekali-sekali dari Dunia Game lah, gak Cuma dari dunia Anime saja, hehe.

Langsung saja, pilihan yang pertama. Yaitu dari Game Tekken : Asuka Kazama. Neon pilih chara ini karena semua kategori yang Neon tentukan terpenuhi oleh chara ini, rambut pendek, wajah Kawai, beladiri Oke, body moee dan Sexy, pakaian yang dikenakannya juga Perfect.

Yang kedua. Yaitu dari Game Resident Evil : Ada Wong. Sama seperti yang pertama, chara ini juga memenuhi semua persyaratan. Rambut pendek, wajah tegas nan cakep, kemampuan bersenjata tak main-main, body wow, pakaian juga sip.

Kenapa kedua chara ini berrambut pendek, karena sesuai dengan rambut Frost yang pendek. Yah, jadi itu lah alasan Neon Make chara yang berrambut pendek. Oh iya, jangan lupa dipilih ya, hehe.

Oke, dari kedua pilihan ini, pilihlah yang merupakan yang paling pantas menurut kalian semua, chara yang paling banyak dipilih akan langsung dijadikan Pair Naruto tanpa terkecuali.

Oke, sebelum Neon pamit. Satu pesan Neon, Reader yang baik adalah Reader yang meninggalkan Reviewnya sebelum meninggalkan Page Story ini. Jadi, Review ya, hehe.

Akhir kata.. sampai jumpa di akhir bulan April nanti.

Blue Neon Phantom.. Out!