The New Generation Of Fighters
Discaimer : M. Kishimoto & I. Ichibumi.
Pairing : Naru x Fem!Kyuubi x ?
Genre : Adventure, Romance, Fantasy, Supernatural.
Rated : M (For Gore, maybe Lemon)
Summary : Naruto hanyalah Manusia biasa yang lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Kehidupannya yang awalnya biasa berubah sejak dirinya bertemu dengan dua Sosok Combatant yang mendiami tubuhnya. Sejak saat itulah dirinya berubah menjadi Pribadi yang berbeda, bahkan dirinya yang biasa berbicara 'Dattebayo!' pun ikut berubah menjadi 'Jintachou!' akibat kedua makhluk yang mendiami tubuhnya tersebut. Bagaimanakah kehidupan Naruto sekarang? Let's See..
Warning : Tripple Crossover, OC, OOC, Abal, Gaje, Typo's, HalfGodlike!NaruKyuu, Smart!NaruKyuu, etc..
Terima kasih untuk Review para Reader untuk Chapter kemarin. Nah, Sebelum membaca isi Chapter 5, kita terlebih dahulu masuk kedalam sesi Jawaban Review untuk chap 4 kemarin.
Yuuki uzumaki naruto – disini Issei belum direingkarnasi sob, yah untuk sesi itu mungkin chapter depan atau beberapa chapter lagi.
m.u albab – yah gak bisa gitu dong sob, cukup satu aja.
Hole in heart – yah nanti ane buat kalo salah satu dari ketiga fic Neon tamat.
Antoni yamada – maaf beribu maaf gan, bukannya Neon gak mau nerima saran ente, Cuma untuk fic ini pairnya sudah Neon tentukan dan Neon gak bisa masukin Hinata, maaf ya.
Ntoe.D Uzumaki no Erodo Sannin – ah masa gak tau. Kan Zero-Scorpion dari Game Mortal Kombat (Tapi di fic ini, Mortal Kombatnya versi MK9.
– yah itu sih tentu saja sob, kan itu juga salah satu dari Tekhnik Fataliti dan Mutalitynya.
Selametlucifer – yah itu disengaja, kan musuhnya dua Mid+ class Devil, jadi yah itu wajar lah. Soal menjadi penakut, itu juga disengaja boss, siapa juga yang gak takut kalo sebentar lagi dia dibunuh dan dimakan.
nameAKLEANDO – tentu saja ada sob, dan Liu Kang nya juga saat masih jadi manusia. Untuk sarannya, itu memang rencana Neon kok, hehe.
Yup. Sesi Tanya-Jawab berakhir sampai disini. Selamat membaca isi Chapter 4…
"Ya, ini aku. Sudah sangat lama kita tidak bertemu.. Zero-kun." Ucap Sosok tersebut sambil melangkah kearah sang penguasa Wasteland.
"Lama tidak bertemu denganmu, Princess of Wasteland. Atau bisa ku panggil.. Lady Frost." Ucap Scorpion yang menggema diruangan itu.
"Ya, lama tidak bertemu denganmu juga The Revenant Hellspawned, Scorpion."
Sosok yang di panggil Frost oleh Scorpion barusan langsung membalas perkataan Scorpion dengan nada acuh sambil tetap melangkah. Langkahnya terhenti saat dirinya sudah berada tepat didepan Sub-Zero, sosok yang memiliki iris sewarna Es tersebut sedikit mendongakkan kepalanya menatap Iris Combatant yang sama seperti miliknya itu.
Sret!
Tiba-tiba Frost menarik paksa Topeng yang dikenakan oleh Sub-Zero hingga kini terlihat seluruh wajah Naruto yang memasang wajah datar. (A/N : Bentuk wajah Naruto tidak berubah meskipun saat ini dia menggunakan Modenya, hanya bentuk tubuhnya saja yang membesar dan berotot.)
"Jadi, inikah rupa Generasi mu Huh? Terlihat tampan dan menarik." Ucap Frost dengan Nada yang sulit diartikan.
Sret!
Hal yang sama juga dilakukan oleh Sub-Zero, dia menarik paksa Masker Mekanik yang terpasang di wajah Frost sehingga terlihatlah wajah Generasi sang Princess of Wasteland. Wajah yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun serta Lipstick berwarna Biru muda yang menutupi bibir ranumnya.
"Dan juga inikah rupa Generasimu? Terlihat Cantik dan Menarik." Balas Sub-Zero meniru ucapan Frost tadi dengan nada datarnya.
"Ahh, masih bersikap datar seperti dulu eh? Kau tak pernah berubah Zero-kun." Kata Frost dengan nada remeh di ikuti oleh kekehan yang keluar dari bibir ranumnya.
"Haha, tidak juga kok. Sifatku yang dulu saat masih di Zaman kita sudah hilang ditelan waktu. Bagaimana kalau kita duduk dan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi selama ini padamu dan juga kenapa kau bisa mempunyai Generasi sepertiku." Ucap Sub-Zero melembut dan mengajak Frost untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Frost yang melihat dan mendengar itu pun mengangguk dan berjalan bersama Sub-Zero ketempat Kyuubi yang sedari tadi diam memperhatikan mereka, dan mereka duduk disofa itu.
"Sebelum kau bercerita, aku ingin tau kapan kalian bertemu sehingga tadi saat aku masuk kesini kalian terlihat ngobrol santai seolah kalian adalah teman dekat, kapan kalian bertemu?" tanya Sub-Zero sambil memandang Kyuubi dan Frost bergantian.
"Oh itu, Kami bertemu saat aku pulang berbelanja beberapa jam yang lalu.."
Flashback.
Saai ini Kyuubi sedang santai-santainya berjalan di salah satu jalan yang ada di pinggir kita Kuoh, terlihat di tangannya dia menenteng dua buah Kantung belanjaan, satunya berwarna Hitam yang menampung beberapa bahan makanan, yang satu lagi berwarna Pink yang menampung beberapa Stel Baju baru.
Jalan yang dilaluinya saat ini masih agak ramai karena sekarang baru jam 20.42 p.m. beberapa menit berjalan dengan santai hingga dirinya sekarang sudah memasuki area jalan yang sepi dan agak gelap.
Tengah santai-santainya berjalan, Kyuubi tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah gang yang cukup gelap. Tiba-tiba saja Instingnya menyuruhnya untuk masuk kedalam gang tersebut karena saat ini dia sedang merasakan beberapa lonjakan Energi serta salah satu dari lonjakan Energi itu hampir sama dengan yang dimiliki oleh Sub-Zero di dalam gang tersebut.
Kyuubi pun berjalan kedalam gang tersebut mengikuti instingnya, pupilnya yang tadinya berbentuk bulatan kecil perlahan berubah menjadi Vertikal dengan irisnya yang menyala.
Dan setelah sampai didepan sebuah rumah kumuh dan tak terpakai lagi, dirinya cukup terkejut melihat apa yang terjadi di tempat yang tak jauh darinya.
Dimana saat ini dia tengah melihat pembunuhan-tidak, lebih tepatnya pembantaian yang dilakukan oleh seorang yang belum jelas Gendernya karena seluruh tubuhnya ditutupi oleh Jubah bertudung berwarna hitam polos pada beberapa Iblis Liar.
Kyuubi agak terkejut saat melihat bagaimana sosok tersebut dengan ganasnya menyayat, menebas, memotong, dan membelah tubuh para iblis liar tersebut dengan Katana tipis yang agak panjang di genggamannya. Sehingga dengan waktu yang cukup singkat, Sosok tersebut selesai dengan Pembantaian yang dilakukannya.
Saat ini, di sekeliling sosok tersebut Kyuubi bisa melihat, puluhan potongan-potongan tubuh serta organ-organ dalam yang berserakan, tanah disekitar sosok tersebut juga sekarang dibanjiri oleh Darah berwarna merah kehitaman.
Kyuubi yang sudah selesai mengamati sosok itu pun membalikkan badannya berniat untuk pergi dari sana karena dia merasa tidak punya urusan dengan sosok tersebut.
"Berhenti!"
Kyuubi pun berdecak kesal karena sosok itu melihatnya dan menyuruhnya berhenti. Dengan malas, Kyuubi menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kearah sosok tersebut.
"Ada apa?" tanya Kyuubi Malas.
Flashback End.
"..Setelah itu kami berdua berbicara banyak hal hingga aku tau kalau dia ini Combatant sepertimu dan dia juga sedang mencarimu. Yah, karena aku tak merasakan adanya niat buruk darinya, aku bawa saja kesini." Ujar Kyuubi panjang lebar.
Sub-Zero yang mendengar cerita Kyuubi itu pun ber Oh ria. Lalu pandangan sang pengasa Wasteland itu beralih kearah Frost, "Nah karena semuanya sudah jelas. Bisakah kau memualainya Frost?" ujar Sub-Zero.
"Baiklah, aku mulai dari awal, saat setelah Perang besar kita dulu (Aremagedon War). Waktu itu, tepatnya di puncak perang itu, yang mashi hidup hanyalah Shao Kahn dan Raiden yang bertarung untuk memperebutkan Elder God. Di akhir pertarungan mereka, Shao Kahn berhasil mengalahkan dan membunuh Raiden serta mengambil seluruh kemampuannya. Namun tak disangka, salah satu dari Combatant yang ikut andil dalam perang tersebut tiba-tiba muncul dibelakang tubuh Shao Kahn dan langsung membunuh Shao Kahn dengan sisa-sisa kekuatannya." Jelas Frost panjang lebar.
Sub-Zero yang mendengar itu cukup terkejut, pasalnya dia tidak menyangka akan apa yang terjadi diwaktu perang besar mereka dulu.
Tentu saja dia mengetahui hal itu sekarang karena waktu perang dulu, dia mati di tengah-tengah perang tersebut. Ya, dulu dia mati saat berhadapan dengan Scorpion. Diakhir pertarungannya dengan mantan anggota terakhir Shirai Ryuu Clan itu, mereka sama-sama mengeluarkan kemampuan tertinggi mereka secara bersamaan. Dan hasilnya, mereka berdua mati disaat yang bersamaan juga.
Baik, kita lanjutkan kecerita.
Sangat banyak pertanyaan yang muncul dikepala sang penguasa Wasteland saat mendengar cerita dari kekasihnya itu. Namun pertanyaan yang paling menonjol sekarang adalah..
"Siapa? Siapa yang membunuh Shao Kahn?" pertanyaan itulah yang pertama kali Sub-Zero ucapkan.
"Quan Chi, Quan Chi lah yang membunuh Shao Kahn. Tak hanya membunuh Shao Kahn saja, Quan Chi juga menyerap seluruh kekuatan Shao Kahn termasuk kekuatan Raiden yang di ambil Oleh Shao Kahn." Jawab Frost.
"APA! Bajingan itu yang membunuh Shao Kahn? Itu tidak mungkin!" suara Scorpion langsung saja menggema diruangan itu setelah mendengar apa yang Frost katakan sebelumnya.
"Ya, setelah menyerap seluruh kemampuan Shao Kahn. Entah apa yang terjadi, Quan Chi tiba-tiba saja menghilang di Medan perang secara Misterius." Ucap Frost lagi.
"Apa yang terjadi dengan Bajingan itu? Dan darimana kau tau semua itu Frost?" kembali suara Scorpion menggema di ruangan itu. Dari nada suaranya, semua yang ada diruangan itu bisa merasakan kalau sekarang Scorpion sedang geram dan marah karena kalau dia mengingat Quan Chi, dia langsung teringat dengan kejadian itu.
"Quan Chi berpindah Dimensi waktu itu. Dan darimana aku tau hal itu? Itu karena dulu aku masih mempertahankan kesadaranku dan melihat semua yang terjadi saat itu. Memang dulu saat kejadian itu aku sudah sekarat dan hampir meregang nyawa akibat luka tusukan yang dibuat Mileena di perutku. Aku meregang nyawa setelah beberapa saat setelah kepergian Quan Chi."
Mendengar penjelasan Frost barusan, Sub-Zero menaikkan sebelah alisnya. Dia bingung, pasalnya darimana kekasihnya itu tau kalau Quan Chi berpindah dimensi. Frost yang seakan mengerti dengan raut wajah Sub-Zero itu kembali membuka mulutnya.
"Aku tau semua itu karena Jiwaku juga selama ini mengambang sama seperti kalian, Jiwaku selama beberapa juta tahun ini terus mengambang kesana kemari, dari dimensi satu ke dimensi lain. Dan tanpa sengaja saat aku singgah di salah satu Dimensi yang aku tempati, disana aku melihat sesuatu yang mengejutkan." Jelas Frost lagi.
"Apa yang kau lihat?" penjelasan Frost barusan langsung di respon oleh pertanyaan yang dikeluarkan oleh Sub-Zero melalui mulut Generasinya.
"Dimensi itu sudah kacau balau, aku sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan karena kondisi Dimensi itu sendiri sudah tak layak untuk ditinggali. Disana aku melihat jutaan mayat-mayat bergelimpangan dengan keadaan yang sangat mengerikan, bahkan sangat banyak diantara mayat-mayat itu sudah membusuk. Tak salah lagi kalau Dimensi itu telah terjadi perang besar. Dan diantara mayat-mayat itu, aku melihat ratusan bahkan ribuan mayat dari golongan.. Trakatan." Kata Frost dengan nada bicara yang terkesat menakutkan.
"Trakatan? I-itu berarti—"
"Benar, Baraka dan Pasukannya sudah singgah ditempat itu. Kau tau apa artinya itu?" Ucap Frost cepat dan memotong perkataan Sub-Zero.
"Quan Chi. Dia lah yang sudah melakukan itu semua. Hanya dialah satu-satunya Combatant yang bisa menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati. Dan jika dugaanku benar, dia juga sudah menghidupkan combatant-combatant lain selain Baraka." Ujar Sub-Zero lagi.
"Benar, setelah melihat-lihat di sekitaran dimensi itu. Jiwaku kembali mengambang meninggalkan dimensi itu dan pergi ke dimensi yang lainnya. Dan kau tau apa yang aku lihat saat aku sudah sampai di dimensi yang aku tuju selanjutnya? Di sana aku melihat Kakakmu ,Bi-Han (First Sub-Zero)."
Deg!
Sub-Zero langsung membulatkan matanya disertai tubuh yang menegang akibat Syok atas apa yang didengarnya barusan dari Kekasihnya itu.
"B-bi-Han?" ujar Sub-Zero terbata saking terkejutnya.
Tentu saja dirinya terkejut saat Frost membicarakan Kakaknya. Dia terkejut lantaran Kakaknya yang sudah mati di tangan Scorpion dan kembali dihidupkan lagi oleh Quan Chi dulu dalam bentuk Noob Saibot yang juga ikut andil dalam perang besar mereka dulu dan memihak kubu Shao Kahn, kini kembali dibangkitkan? Permainan macam apa ini! Itulah yang saat ini ada difikiran Sub-Zero.
"Benar, aku melihatnya dalam bentuk Noob Saibot tengah membantai ratusan ribu umat manusia dengan sangat brutal bersama beberapa Combatant lainnya."
"C-combatant lain s-selain Bi-Han? S-siapa yang kau maksud?" Sub-Zero kembali bertanya dengan nada yang masih sama karena semakin terkejut setelah mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dilakukan olehnya Kakaknya.
"Ya, para Combatant yang dulunya memihak kubu Shao Kahn. Tidak semuanya sih, diantaranya Sector, Sindel, Mileena, Reptile, Ermac, dan Kano."
Sub-Zero kembali membulatkan Matanya setelah mendengar Informasi barusan. Dia tidak habis fikir dengan apa yang didengarnya itu, begitu juga dengan Scorpion yang sedari tadi terdiam untuk meredamkan amarahnya setelah mendengar nama Combatant yang paling dibencinya sambil menyimak apa yang di katakan oleh Combatant yang memegang gelar Princess of Wasteland tersebut.
"Apa yang sebenarnya Quan Chi inginkan? Kenapa dia kembali menghidupkan para mesin pembunuh yang sangat berbahaya seperti mereka itu?"
"Menurutku, tentu saja kekuasaan. Quan Chi ingin menjadi penguasa semua dimensi yang ada di seluruh alam semesta. Itu yang aku dapat setelah membaca sendiri semua memory dan ingatan para Combatant tersebut. Dan juga cepat atau lambat, Quan Chi beserta para combatant lainnya akan datang ke dimensi ini. Oleh sebab itulah aku berkeliling dimensi untuk mencari kalian Para Combatant yang memihak Eartherrealm Alliance. Mungkin jiwa para Combatant dari Eartherrealm Alliance mengambang seperti jiwa kita sebelumnya" Frost kembali bersuara. "Aku bisa berspekulasi seperti itu karena aku sama sekali tidak menemukan Combatant dari Eartherrealm Alliance yang dihidupkan oleh Quan Chi, dan keyakinanku semakin kuat saat melihat kalian yang ber Generasi sepertiku."
"Haahh, aku sudah pusing memikirkannya." Ucap Sub-Zero menghela Nafas. Lalu pandangannya beralih kearah dimana Kyuubi yang sedari tadi diam. "Eh? Ternyata dia sudah tidur ya, pantas saja aku tak mendengarnya dari tadi." Ucapnya lagi setelah melihat Kyuubi yang ternyata ketiduran di tempat duduknya.
Yah, mendengar dan menyimak cerita yang disampaikan oleh Frost tadi membuatnya lupa kalau kekasih generasinya itu ketiduran ditempat. Menghela nafas dengan pelan, Sub-Zero kembali memandang Kekasihnya.
"Lalu apa kau berhasil menemukan menemukan teman-teman kita?" tanya Sub-Zero lagi.
"Ya, aku menemukan satu rekan kita yang juga bergenerasi. Aku menemukannya saat aku singgah di Dimensi Generasiku ini dan juga Generasiku ini adalah sepupu dari Generasinya."
"Siapa maksudmu?"
"Kung Lao. Ya, dialah yang aku temukan. Dan bersama dialah aku kesini untuk mencari kalian para Combatant dari Earthrrealm Alliance."
Sub-Zero lagi-lagi cukup terkejut mendengar salah satu rekannya dari pihak Eartherrealm Alliance juga bergenerasi, tepatnya si Topi Besi itu (Sebutan dari Sub-Zero kepada Kung Lao).
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Zero lagi.
"Saat kami sampai di Dimensi ini kemarin, kami berpisah untuk menuju ke asal beberapa Aura dari kalian. Aku pergi mencari kalian dan Kung Lao pergi ketempat dimana asal Aura dari Liu Kang."
"Ohh, jadi kalian juga merasakan Aura Shaolin itu ya. Sebenarnya Aku dan Scorpion juga ingin menemuinya tapi tidak jadi karena kami sibuk melatih Generasi Kami selama ini."
"Kau benar. Dan juga, mulai dari sekarang, Kalian berdua harus Extra keras melatih Generasi kalian itu. karena mungkit tak lama lagi, para Combatant dari Pihak Quan Chi atau mungkin Quan Chi sendiri akan yang akan datang kesini muntuk mengambil alih dimensi ini."
"Ya-ya, kami mengerti. Ah iya, aku belum tau siapa nama dan latar belakang Generasimu itu? bisa kau beritahu aku?"
"Hmm, namanya adalah Asuka Kazama, Generasiku ini masih berumur 17 tahun. Generasiku ini sangat berbakat untuk menjadi Combatant seperti kita. Dimana dia berhasil menguasai tekhnik beladiri, beberapa Fatality dan Mutality yang aku ajarkan padanya dalam waktu yang cukup singkat. Sifatnya cukup ramah dan murah senyum, namun sifatnya akan berbanding terbalik saat berada didepan musuhnya. Dia akan menjadi sosok pembunuh berdarah dingin, dia tak akan segan-segan dan tanpa mengenal kasihan untuk membunuh siapapun yang berani membuat masalah dengannya." Ucap Frost menjelaskan tentang Generasinya.
"Hmm, menarik." Komentar Sub-Zero sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. " Tapi bincang-bincang kita sampai disini dulu, malam sudah semakin larut, aku takut nanti Naruto dan juga Bijuu-Hime itu terlambat ke sekolah mereka." lanjutnya lalu kemudian berdiri diikuti oleh Frost.
"Hey! Kau belum menceritakan apa yang terjadi dengan kalian kan, kenapa kalian bisa Bergenerasi ke satu orang sekaligus, kenapa Kau dan Scorpion terlihat akrab yang nyatanya dulu kalian saling bermusuhan. Banyak sekali yang ingin aku ketahui dari kalian." Ucap Frost protes.
"Haahh, sudah ku bilang malam semakin larut, besok kan bisa. Kau selalu tak sabaran ya." Ucap Sub-Zero lagi.
Frost yang mendengar itu pun menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya, lalu dia memperhatikan wajah Naruto secara mendetail entah kenapa. "Jadi Namanya Generasi kalian Naruto ya? Nama yang unik." Kata Frost lagi.
"Ya, namanya Namikaze Naruto. Baiklah, karena kau kelihatannya masih belum mempunyai tempat tinggal. Mulai sekarang kau dan generasimu itu tinggal disini."
"Eh, Bolehkah?" tanya Frost agak terkejut.
"Tentu saja Frost-san, kau dan generasimu itu boleh tinggal di sini kok." kali ini suara Naruto lah yang terdengar setelah sedari tadi terdiam menyimak pembicaraan kedua Combatant itu.
"Baiklah, terima kasih untuk kebaikanmu Naruto-kun." Balas frost sambil tersenyum senang.
Wuuussshhhh!
Tubuh Sub-Zero tiba-tiba di selimuti oleh cahaya berwarna Biru laut yang cukup untuk membuat Frost menutup kedua matanya. Beberapa saat setelahnya, Frost kembali membuka kedua matanya setelah merasa kalau cahaya yang menyelimuti tubuh kekasihnya itu sudah menghilang.
Frost cukup kagum melihat rupa Naruto yang saat ini sudah kembali mengambil alih tubuhnya dan dia juga sedikit bingung saat melihat Naruto yang saat ini menatapnya dengan Intens.
"Ada apa kau melihatku seperti itu Naruto-kun?" tanya Frost agak gugup.
Naruto yang mendengar ucapan barusan langsun saja tersadar dari lamunannya dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Kyuubi. Melihat kekasihnya yang ketiduran membuat dirinya tentu saja mendekat kearah sang Bijuu Qween lalu membawanya kedalam gendongan ala Bride Stylenya dan kembali menengok kearah Frost.
"Karena saat ini sudah tengah malam, lebih baik anda Istirahat Frost-san. Anda bisa memakai kamar kosong yang ada disebelah kamar kami." Setelah mengucapkan kalimat barusan Naruto berjalan kearah Kamarnya.
Setelah melihat Naruto dan Kyuubi sudah menghilang dibalik pintu kamar mereka. tubuh Frost mengeluarkan pendar berwarna sama seperti yang dikeluarkan tubuh Naruto sebelumnya.
Beberapa saat setelahnya, pendar itu menghilang dengan cepat dan sekarang terliatlah seorang Gadis cantik nan manis. Iris Madunya saat ini mengarah ke pintu Kamar Naruto dan Kyuubi. Surai yang tadinya terlihat terbuat dari Es kini berubah menjadi Surai berwarna Coklat sepundak.
Setelah beberapa detik melihat Pintu kamar Naruto, gadis itu atau sebut saja Asuka berjalan kearah Kamar yang terletak di sebelah Kamar Naruto.
'Kau tau Asuka, pemuda itu terlihat tampan dan sepertinya dia cocok menjadi pasanganmu.' Ucap Frost yang muncul dikepala Asuka.
Asuka yang mendengar itu tentu saja terkejut dan mengeluarkan semburat tipis di pipi putihnya. Memang benar, bahkan dia mengakui kalau pemuda bernama Naruto itu tampan, sangat tampan malah. Tapi kalau menjadi pasangannya, sepertinya itu tidak mungkin.
'Memang benar sih kalau dia tampan. Tapi kalau untuk menjadikannya sebagai pasanganku itu tidak mungkin.' Balas Asuka dalam hati.
'Kenapa tidak asuka? Apa karena dia sudah mempunyai kekasih?' tanya Frost lagi.
Cklek!
Asuka tidak menghiraukan ucapan Frost barusan karena dia sudah sampai didepan kamarnya, lalu dia membuka pintu kamarnya dan setelah melihat isi kamarnya, kesan pertamanya adalah.
"Kamar yang bersih dan rapi." Gumam Asuka sambil berjalan dan duduk di sisi ranjang kamar tersebut.
'Hey, kau belum menjawab pertanyaanku.' Suara Frost kembali berdengung dikepalanya.
'Entahlah Frost. Aku akui memang kalau sepertinya aku menyukainya. Dan aku juga bingung akan hal itu. baru kali ini aku merasakan hal seperti itu, sebelumnya aku tak pernah merasakannya. Dan untuk pertanyaan kedua, kau benar. Hahh, memikirkan itu membuatku bingung saja.' Batin Asuka sambil merebahkan tubuhnya ke ranjang empuknya itu.
Setelah beberapa menit dalam keheningan, akhirnya Asuka terjun kedunia mimpinya meninggalkan Frost yang saat ini tersenyum didalam tubuhnya.
"Kau tau Asuka, kau bisa menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya karena kau dan pemuda itu telah terikat satu sama lain. Sama hanya dengan ikatanku dengan Zero-kun" gumam sang Princess of Wasteland didalam tubuh Generasinya.
ǁǁ
ǁǁ
ǁǁ
[To Be Continue]
Hallo everyone! Ketemu lagi dengan Neon. Gimana chapter ini? Bagus? Jelek? Semoga bagus ya, hehe.
Oke, di chap ini ada beberapa hal yang masih belum terungkap. Mulai dari :
Kenapa Scorpion membenci Quan Chi yang nyatanya adalah rekannya dimasa lalu. Kenapa Sub-Zero dan Scorpion bisa menjadi Partner yang nyatanya mereka saling bermusuhan dimasa lalu, kenapa Zero-Scorpion bergenerasi ke satu orang saja, siapa generasi Liu Kang dan Kung Lao, etc.
Semua itu akan terungkap di chapter-chapter berikutnya. Tapi disini Jalan cerita Mortal Kombat sedikit berbeda dengan Canonnya, jadi yang sudah tau jalan cerita aslinya, jangan heran kalau nanti alur MK di fic ini berbeda ya.
Untuk siapa generasi Liu Kang dan Kung Lao, ada saran?
Well, pair kedua Naruto sudah Neon tentukan, yaitu Asuka Kazama. Jadi kalo ada diantara anda semua yang miih Ada Wong, mohon maaf karena pilihan kalian tidak jadi pair naruto ya. Hehe.
Oh iya, Updatenya jadi lebih cepat dari jadwal. Yah, karena fic ini sudah jadi sejak 2 hari yang lalu bersamaan dengan selesainya pengerjaan Bajang Bejigar chap 2. Dan juga karena hari ini Neon gak ada kerjaan dan lagi males pergi sekolag, jadi Updatenya sekarang dah. Cuma Fic The Knight Of Black Thunder yang masihbelum selesai dan bakalan up date akhir bulan nanti.
Oke, Neon undur diri dulu. Ahh sebelum itu, Neon mengharapkan Review dari anda semua mengenai chapter ini, entah itu pertanyaan, saran, Kritik, atau yang lain. Jadi sebelum anda semua meninggalkan Page Story ini, sempatkan beberapa waktu anda untuk menulis dan memberikan Review untuk Fic ini.
Baiklah, sekian dari Neon.. SEE YAA !
