Kuroko mencoba menerka-nerka. Apakah kelakuan kucing di minggu atau bulan-bulan ke depan bisa dilihat dari cara mereka menyusu? Ah … jujur ia tidak tega melihat Momonyan menyusui kelima anaknya yang … begitulah: warna warni. Seakan tidak peduli bentuk perut sang emak kucing yang menggundal-gandul bekas mengangkut kelimanya selama kurang lebih dua bulan serta nenen yang menggelayut turun karena terus dikenyot, anak-anak yang kini akan menginjak usia 3 minggu terus memijit payudara dan memerah susu si merah muda.

Momonyan berbaring pasrah dengan mata membuka lebar, entah hendak mengutarakann apa. Dia hanya membuka lebar-lebar dada serta perut untuk kelima buah hati, memberi asupan gizi. Kucing pertama Kuroko ini ternyata tipe sayang anak manjain anak. Ada 1 waktu ketika sang majikan memberikan makanan basah rasa ayam di sebuah piring khusus. Baru juga memasukkan kembali kaleng makanan ke dalam kulkas dan menutup pintunya, Momonyan sudah raib dari pandangan.

Kemanakah si kucing betina itu? Ditelurusi, ekor sikat kamar mandinya melambai-lambai nampak menuju ruang keluarga, di mana memang telah Kuroko sediakan keranjang tempat keenamnya bobo bareng. Momonyan berjalan anggun menuju 'rumahnya', membawa piring masih berisi makanan dengan moncongnya, untuk ia bagikan pada anak-anaknya tercinta.

Ah~ so sweet.

?

?

Batal so sweet karena anak-anaknya terlalu bengal untuk menyadari cinta sang mama. Koganei pernah mengatakan usia 3 mingguan anak-anak kucing sudah memiliki nafsu makan, tapi sepertinya belum berlaku pada kelima anak kucing di hadapannya ini. Piring bawaan Momonyan tak digubris, terbalik begitu saja di tengah keranjang karena diinjak si ungu, Muranyan. Satu persatu justru mengerubungi kaki Momonyan, mengeong dan mengangkat kelapa tinggi-tinggi. Tentu saja, berebut puting dan meminta jatah susu.

Momonyan berkedip cantik sekali pada Kuroko, seakan mengatakan "Tetsu-kun, piringnya tolong singkirkan, aku jadi enggak bisa netekin anak-anak".

Piring diambil si majikan dan pemandangan lima versus satu kembali terjadi. Setelah menjilati kepala anak manapun yang dapat diraih lidah kasarnya, Momonyan akan berputar di dalam keranjang untuk mencari posisi paling wenak lalu berbaring miring. Menyerahkan sepenuh hati tubuhnya demi para jagoan kecil.

"Meoow…"

.

KuroBasu © Fujimaki Tadatoshi

Kisah Kucing ch.2 © cnbdg1004150230

Warn: kucing, kucing, dan kucing

.

1 - Kinyan: si kuning terbuli.

Kuroko ingat anak inilah yang pertama ngeberojol. Dia berisik, hobinya menggeong sampai kayak-kayaknya pita suara bakalan putus dan laparan. Rambutnya yang gimbal menyerupai Momonyan berantakan tak beraturan, apalagi bila sudah dijilati sang mama, basahnya membuat siapa pun akan iba. Namun menjadi si tertua, bukan berarti menjadi yang paling dihormati. Justru sebaliknya, Kinyan adalah bahan bulian, setidaknya itu yang Kuroko tangkap. Kinyan itu nyaris selalu tidak kedapatan jatah nenen. Dia ditendang, ditinju, disingkirkan dari kumpul nyusu. Dia mengeong kelaparan, berpindah mulai dari dada Momonyan, pindah ke perut, bahkan hingga menyelusup melalui antara dua kaki belakang ibunya. Gagal melulu. Dia pasti ditendang oleh salah satu saudaranya. Sudah dapat puting susu, selalu ada yang mendorong pergi. Kasihan. Ujung-ujungnya, juga berlandaskan keberisikan eongan cemprengnya, Kuroko akan turut andil dalam mempertemukan mulut kecil Kinyan ke gundukan kecil pemancar ASI.

2 – Midonyan: si hijau kalem

Midonyan jelas oposit dari Kinyan. Selain dari 'nyaris tidak pernah mengeong', si hijau yang memiliki spot putih di kedua matanya serta berambut tak selebat Momonyan ini pun selalu saja mendapat jatah susu tanpa perlu bersusah. Momonyan rebahan, Midonyan pasti anteng segera dengan puting di depan mulut. Kenyot kenyot dan kenyot, tidak ada gangguan. Dapat dikatakan Midonyan adalah anak paling beruntung. Tetapi tidak dengan ekornya. Ekornya pernah terjepit sela-sela keranjang dan Midonyan menangis seharian walau sudah lepas.

3 – Aonyan: si biru preman.

Di antara kelima anak-anak Momonyan, Aonyan yang memiliki rambut terpendek alias rambut tipis kecuali di bagian kepala. Istilahnya mohawk, walau Kuroko lebih suka menyebutnya kepala ayam. Berwarna biru dongker dan mata sipit mengerikan. Di kalangan para fashionista, Aonyan diyakini bakal menjadi kucing keren dambaan betina. Itupun bila tak menilai perangainya. Aonyan, si dongker yang lagak-lagaknya mendapat gen paling banyak dari si ayah yang entah siapa itu, adalah si pembuli utama Kinyan. Dia paling hobi meninju muka lucu saudara kuningnya, mengklaim nenen yang sudah lebih dulu Kinyan kenyot. Kuroko yakin, ia akan mendapat banyak 'bencana' dari si jarang mengeong banyak tingkah ini.

4 – Muranyan: si ungu bongsor.

Tidak banyak kelakuan aneh-aneh, tidak membuat membuat gerakan berlebih, hanya menyusu dan bobo kerjanya. Dengan kata lain, si ungu yang mengenakan kaos kaki hitam di kaki kiri belakangnya ini adalah tipe pemalas. Ketika yang lain kadang coba-coba memanjat keranjang, Muranyan memilih bobo, melingkarkan tubuh yang memang sedikit lebih besar dibanding keempat saudaranya dengan anteng sembari memeluk ekor lebatnya. Baru ketika Momonyan memasuki keranjang, dia akan gelagapan membuka mata, mengeong sekali-dua kali, ambil tempat dan klaim nenen, lalu slurp.

5 – Akanyan: si merah mungil.

Akanyan dapat dipastikan adalah jiplakan sempurna sang mama. Kelebatan rambut, bentuk mata, panjang ekor. Hanya iris mata serta warna rambutnya yang berbeda. Si bungsu yang dapat dipastikan bertubuh paling kecil ini adalah terberuntung kedua setelah Midonyan perihal susu-menyusu. Sebab ia memiliki Muranyan sebagai si penjaga. Tubuh gempal saudara ungunya tersebut selalu mudah untuk Akanyan susupi. Dia akan menyelusup melalui sela di bawah tubuh gempal Muranyan lalu mengenyot nenen yang sepertinya sengaja Muranyan 'tag' demi si bungsu. Sayang, Akanyan sama bengalnya seperti Aonyan dalam dunia pembulian Kinyan.

.

Tingkah warna-warni jelas tidak mengurangi cinta Momonyan. Termasuk sayang Kuroko sebagai sang majikan pada keenamnya. Pemuda surai langit selalu menyisakan waktu untuk mengelus masing-masing dengan sayang, kadang dipangku di atas pahanya sambil menyaksikan tayangan malam, walau sering kali berakhir dengan Momonyan memanjat dan menggendong balik anak-anaknya kembali ke dalam kandang. Ah~ mama posesif.

Well, usia baru tiga minggu, masih mungil dan lucu-lucunya apalagi untuk difoto dan disebar ke media sosial. Tetapi, cerita tidak melulu manis, apalagi bila mereka telah mengenal yang namanya memanjat keluar keranjang, makan, buang air, lompat meja acak-acak taplak, dan ikut bobo di atas kasur.

Momonyan selalu memiliki tempat strategis untuk beristirahat di kamar Kuroko: atas karpet. Sedang yang lain? Menempel pada sang majikan.

Kinyan di area leher, kadang bertingkah seperti syal dengan melingkarinya. Akanyan dan Muranyan berpelukan lucu di atas dada. Lalu Aonyan berpose tidur aneh-aneh di atas perut. Dan terakhir Midonyan yang memilih mengganggu area ketiak.

Rasanya … pegal, berat, dan gerah.

Berharap saja tidak ada yang kegencet, ya.


Pojok CN: hm… ada ga sih di antara temen2 yang membayangkan kucing2 di sini sebagai manusia-kucing? Soalnya aku mendadak membayangkan adegan keambiguan nih, lol. Makasih sudah mampir dan sampai jumpa di CN's diary of cats selanjutnya XD