Dag.. dig.. dug..
Saya baru menculik laptop saya permisah...
Habis saya sudah kebelet(?) ingin melanjutkan fanfic ini
Masih tetap dengan kegaringan dan kegajeannya
3. Wrong Time to Fight
"TIDAKKK!"
Teriakan itu menggema sekali lagi di SD Pulau Rintis. Oh ayolah, pasti sudah pada tau makna teriakan itu kan? Eh? Belum tau? Biar kuberi tau. Itu adalah teriakan frustasi murid-murid Papa Zola yang mendapatkan siksaan andalan dari Cikgu mereka tercinta. Apa lagi kalau bukan ulangan matematika dadakan?
Gopal : Papa Zola ni... dah 3 kali Cikgu kasih kitorang ulangan dadakan...
Papa Zola : APE KAU LUPA WAHAI ANAK MUDAAA!(sambil menyemburkan kuah original ciptaan Papa Zola yang tiada duanya) BUKANKAH CIKGU TELAH BAGI TAHUKAN DI TV AKAN ADA ULANGAN SUSULAN!(semburan kuah part 2)
Murid-murid mendongkol, percuma saja diberitahu akan ada ulangan dadakan kalau tidak diberitahu waktunya! Sedang khidmat-khidmatnya ulangan berlangsung tiba-tiba seruan datang dari halaman sekolah.
Adu du :BOBOIBOY! KELUARLAH KAU! AKU ADA KEJUTAN BAGUS UNTUK KAU! HWA HA HA!
Fang : Bagus... Si kepala kotak itu muncul lagi..
Boboiboy : Heh... ini dah ketiga kalinya dia buat kacau saat kita ada ulangan dadakan. Kenapa sih alien itu tak cari hari lain je!
Gopal : Dan dengan senang hati mereka akan menyampaikan protes kau.
Boboiboy dan Fang yang keheranan pun menoleh ke depan, dan disambut pemandangan horor di depan mereka.
Yaya dan Ying : (dengan aura hitam yang menyelimuti) JAGE KAU ADU DU!
Oh Tuhan...
4. Wrong Time to Fight Part 2
Guru Memasak : Anak-anak... *glek* hari ini pelajaran memasak kita adalah membuat biskuit.
Disusul sorakan penuh kegembiraan dari Yaya dan tatapan horor –aku akan mati hari ini- dari murid yang lain
Guru Memasak : (sesampainya di ruangan kelas memasak) Anak-anak, cikgu beri waktu 1 jam untuk buat biskut, dan biskut hasil masakan kalian akan dicicipi oleh cikgu dan teman-teman kalian.
All kecuali Yaya :Kenapa pula macam tu?
Guru Memasak :Aku tak nak mati sendirian lah...*guru yang buruk*
Yaya :Aku harus buat cikgu dan kawan kawan terkesan oleh recepi baru biskut aku!
Guru Memasak : (tulilit) Maaf ye anak-anak... Cikgu nak tengok pesan dulu..
Rupanya cikgu itu menerima pesan yang isinya "PENTING! Harap datang segera. Kalau tak cepat-cepat keburu basi!(?)". cikgu pun sujud syukur dalam hati,mendapat kesempatan untuk terhindar dari keharusan mencicipi biskut buatan salah satu anak didiknya yang manis. Namun tiba-tiba ada gempa bumi mendadak, dan (sekali lagi) terdengar suara dari luar.
Adu du :BOBOIBOY! KELUARLAH! KALAU TAK AKAN KUHANCURKAN SEKOLAH NI!
Biasanya murid-murid akan ketakutan jika alien itu masuk ke sekolah mereka, apalagi dengan ancaman mengerika seperti itu. Namun kali ini mereka bersyukur dalam hati, karena melihat kemungkinan terbebasnya mereka dari biskut radiasi Yaya. Namun...
Yaya : (dengan aura hitam di sekelilingnya) Kepala kotak itu! Bukan hanya dia selalu kacaukan ujian aku, sekarang dia nak ganggu aku buat biskut? TAK AKAN KUBIARKAN! (keluar dan langsung...) PUKULAN SUPER BERTUBI-TUBI!
Adu du : TIDAAK! (terlempar jauh dan menjadi bintang diiringin bunyi "cling" *kaya pokemon*)
Yaya : Nah penggangu dah pergi! Ayo kita sambung buat biskut! (dengan wajah tanpa dosa)
Guru Memasak : O ya ya, tentu! Waktu tinggal 30 menit lagi! (Kalo aku hentikan pelajaran ni, dia akan bunuh aku...)
Kalau kamu, lebih suka dibunuh biskuit Yaya atau pukulan Yaya? ^_^
5. Keajaiban Koko Tok Aba (sequel dari WTTF part 2)
Setelah 1 jam berlalu...
Guru memasak : Enak sekali biskut kau Iwan! Nah sekarang tinggal... *glek*.. Yaya, bawa beberapa biskut kau kemari dan sisanya bagikan ke kawan-kawan kau.
Yaya : Siap Cikgu!( mulai membagikan biskuitnya ke kawan-kawan dengan wajah riang)
Sementara itu, Guru Memasak dan murid yang lain membatin "oh Tuhan.. inilah akhir hidupku?". Mereka melakukan gigitan pertama mereka dengan hati-hati. Sensasi aneh menyembur di lidah mereka. Mereka pun terkejut karena rasa biskut Yaya benar-benar... enak
Yaya : Macem mane rasanya cikgu? Kawan-kawan?
All kecuali Yaya : Sedap! (dengan suara riang seakan terbebas dari hukuman mati)
Yaya : Yey! Recepi baru aku berhasil!
Gopal : Kau buat recepi baru rupanye! Apa saje bahannya?
Yaya : Tepung, mentega, gula, telur (hmm..hmm) jeruk nipis, sirih, rempah kurma(WHATT! *beberapa ada yang mencoba muntah*) dan bahan-bahan lainnya. (masih dengan suara riang dan wajah tanpa dosa).
Ying : Mustahil! Pasti ada bahan lainnya!
Yaya : O ya.. Serbuk koko Tok Aba pun aku masukkan juga! Terima kasih telah ingatkan aku Ying..
Seketika semuanya menatap penuh kagum ke kaleng koko yang berda di meja Yaya, yang serbuk kokonya menciptakan keajaiban, tidak hanya mampu mengaktifkan robot, tapi juga mampu mengubah rasa biskut mematikan Yaya.
-Bonus-
Siapa teman Boboiboy yang berbangsa Cina, berkaca mata, dan bersifat cuek? Siapa lagi kalo bukan Fang dan Ying. Ini bukan cerita cinta lho pemirsa.. hanya secuplik kejadian heboh yang terjadi karena kecuekan mereka satu sama lain. Suatu hari di ruang kelas...
Fang : Aduh! (setelah bertubrukan dengan seorang wanita dan mengakibatkan kacamatanya terlempar)
Ying : Kau kah yang kutabrak Fang? Maaf ye!
Kemudian mereka pun memakai kacamata di tangan mereka dan melanjutkan perjalanan ke arah yang berlawanan. Ketika Fang berjalan beberapa pasang mata memandanginya sambil menahan tawa.
Fang : Kenapa mereka? Apa ada yang salah denganku?
Ying pun merasakan hal yang sama, beberapa murid yang berpapasan dengannya tersenyum geli dan menahan tawa.
Ying :Mungkin aku salah pakai baju ya...
Mereka pun megecek badan mereka, namun tak ada keanehan apa-apa. Setelah itu dengan cueknya masing-masing melanjutkan berjalan.
OH SIAPA YANG BISA MENYADARKAN MEREKA KALAU KACAMATA MEREKA TERTUKARR!
*silahkan bayangkan Fang memakai kacamata bulatnya Ying dan Ying memakai kacamatanya Fang*
Aduhhh...
Kok malah jadi ngaco!
Aku padahal rencananya mau buat cerita yang berhubungan dengan Boboiboy musim 3 ep 16, tapi malah keterusan dan buat cerita yang gak ada hubungannya sama sekali!
Dan aku mengucapkan terima kasih bagi yang telah review untuk ceritaku... jangan bosan-bosan ya...
Insyaallah klo ada kesempatan akan kusambung (klo aku bisa nyulik laptop lagi)
