Dua


Malam sudah berganti pagi. Suara kicauan dari burung-burung gereja terdengar sangat jelas. Berusaha untuk membangunkan para manusia yang masih terbuai oleh mimpi-mimpi mereka.

Seorang gadis dengan surai merah muda membuka mata, menampakkan mata emerald yang terlihat begitu indah. Gadis itu terdiam. Terlihat seperti sedang berfikir, namun beberapa detik kemudian ia tertawa.

"Astaga aku bermimpi aneh. Obaa-san menghukumku tinggal di sakurasou. Bertemu dengan cowok-cowok aneh dan aku satu-satunya cewek di sakurasou. Haha.. memang mimpi yang aneh." Sakura tertawa sambil menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih.

Putih seputih salju.

Eh tunggu.

Putih?

Seingatnya langit-langit kamarnya berwarna biru langit.

Sakura langsung terduduk. Mata emeraldnya menyelusuri setiap sudut ruangan itu. Aneh! Ini seperti bukan kamarnya. Astaga dia dimana?

"Ngghh.. apa sudah pagi?" sebuah pertanyaan yang diawali dengan lenguhan yang berasal dari samping kanannya membuat Sakura otomatis menoleh.

Disana. Disamping kanannya. Sesosok makhluk bergender laki-laki terduduk di samping kanan Sakura dengan wajah yang terlihat masih mengantuk. Rambut eboninya terlihat acak-acakan khas orang yang habis bangun tidur. Namun hal itu tidak mengurangi ketampanannya, malah laki-laki itu terlihat makin tampan. Bahkan terlihat sangat seksi dengan kulit tubuh yang di hiasi keringat.

Sakura merona.

Sial, dia seksi banget kalo lagi telanjang gini. Ah itu sixpack yah? Gilaa! Inner milik Sakura berteriak heboh.

Eh, tapi tunggu!

Telanjang?

Emerald Sakura membulat. Wajah cantiknya memucat. Keringat mengucur dari pelipisnya.

"Ka..Kau?" Sakura tergagap.

Si cowok eboni menoleh. Ia tersenyum sehingga matanya menyipit. "Ahh.. Ohayou Sakura-san."

"Ohayou kepalamu! DASAR HENTAIIIII!"

Bugh!

Dan di pagi hari Sakura sudah sukses membuat seorang pria terkapar karena bogem mentahnya.

.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Adaptasi dari Anime berjudul Sakurasou no Pet na Kanojo dengan perubahan sana-sini

Chara :

Haruno Sakura and Male Chara

Rating : M untuk bahasa yang kasar

Warning : Sakura-centric, Reverense Harem, OOC, and Typo's.

(No Bashing Chara ini hanya tuntutan cerita :D)

Don't Like Don't Read !

Summary :

Hidup Sakura si yankee KIS berubah 180 derajat saat ia harus pindah ke Sakurasou. Asrama para anak bermasalah di tempatkan. Dan pertemuannya dengan para penghuni Sakurasou membuatnya frustasi sendiri akan perasaan aneh yang mulai muncul. / "Perempuan? Disini kan hanya kau saja yang perempuan. Itupun kalau kau memang tulen."/ "Hati-hati aja Sakura-chan, kalau udah malem gini cowok biasanya jadi ganas!"/ "KAMI-SAMA AKU NGGAK BETAH!"

.

.

.

Ruang makan asrama Sakurasou terlihat tenang. Bahkan suara sendok atau garpu pun tidak terdengar. Bahkan tak ada satu pun yang terlihat berbicara. Tak terkecuali Namikaze Naruto yang biasanya selalu berisik. Kali ini ia lebih memilih untuk diam dan menatap penghuni baru Sakurasou yang sejak tadi memelototi seorang Shimura Sai.

"Sakura, kenapa liatin Sai terus?" akhirnya karena tidak tahan, Naruto mulai berbicara- ah tidak, ia bertanya sambil menatap Sakura dan Sai bergantian lalu matanya membulat. Ia berteriak heboh. "Hei, Sai! Matamu kenapa? Kok ungu gitu?"

"Ditonjok badak betina yang ngamuk." Sai menjawab kalem. Ia menyeruput tehnya sambil matanya mengerling kearah Sakura.

"Hah, badak betina? Kok bisa?" Dan Naruto yang dasarnya kelewat polos atau emang ekhem bego seakan percaya.

Neji menyeringai. Ia menatap Sai, "Penyakitmu pasti kumat lagi yah, Sai?"

Satu alis Sakura terangkat bingung. Ia menyudahi acara 'melototi' Sai dan balik menatap Neji.

"Penyakit? Emang dia punya penyakit apa?" Sakura bertanya bingung.

"Bukan penyakit. Lebih tepat dibilang kelainan." Sasuke yang biasanya diam kini ikut berbicara.

"Heehh..kelainan?" Sakura makin dibuat bingung.

"Sleepwalking. "Sakura menatap Gaara yang barusan bersuara.

"Adalah sebuah kelainan dimana penderitanya selalu berjalan saat tidur. Dan untuk kasus Sai sedikit unik. Ia berjalan dalam tidurnya dan memasuki kamar orang lain lalu tidur di kamar tersebut bahkan tanpa memakai pakaian sekalipun." Jelas Kakashi membuat Sakura melongo.

"Jadi kau harus waspada, tinggal bersama laki-laki yang terlihat homo itu bahaya." Lanjut Kakashi

"Heeh? Siapa yang kau bilang HOMO, Baka Sensei?!" Naruto berteriak tak terima. Sedangkan yang lainnya hanya menatap Kakashi dengan tatapan membunuh.

Tiba-tiba Sakura menjatuhkan kepalanya ke meja membuat para pria penghuni Sakuarsou langsung menatapnya bingung. Kakashi yang berada di sebelah Sakura langsung bangkit menghampiri Sakura dengan wajah khawatir. Ia mengguncang-guncangkan tubuh murid perempuannya itu.

"Sakura hei Sakura kau kenapa?" Kakashi memanggil Sakura sambil terus mengguncangkan tubuh Sakura berharap Sakura menjawab.

"Sensei, aku ngga tahan."Sakura berkata lirih.

"Heehh?"Kakashi bingung. Yang lain pun ikutan bingung. Ngga tahan apa coba maksudnya?

"Aku ingin buang air.."

Tuing!

Dan para pria yang berada disana hanya bisa sweetdrop. Sakura no Baka!


Sakura berjalan dengan wajah lesu di sepanjang koridor sekolah menuju kelasnya. Ia sama sekali tak menghiraukan tatapan dari para murid KIS yang ada di sekitarnya. Cukup aneh-ah sangat aneh malah melihat Haruno Sakura yang notabene seorang yankee yang over hiperaktif kini malah terlihat dengan wajah kusut layaknya pakaian yang belum disetrika selama berminggu-minggu.

Tapi untuk hari ini tentu berbeda.

Mereka tentu sangat tahu apa alasan Sakura datang dengan wajah dan aura tak bersemangat seperti itu ke sekolah. Apalagi kalau bukan masalah hukumannya untuk tinggal di asrama sakurasou tempat anak-anak biang masalah.

Ah, mendengar nama asrama tersebut membuat mereka langsung mengeryit jijik. Bahkan sebagian besar dari mereka kini menatap Sakura dengan wajah puas. Tentu saja bagi mereka asrama sakurasou sangatlah cocok bagi seorang Haruno Sakurang yang merupakan cewek berandalan pembuat banyak onar.

"Ah, Sakura-chan. Hari terlihat sangat cerah lalu kenapa wajahmu mendung begitu?" sebuah pertanyaan diiringi nada yang terdengar menjijikan-di telinga Sakura berhasil menghentikan langkah kakinya. Sakura memutar matanya bosan. Dasar jalang menyebalkan!

"Tentu saja mendung Kin-chan. Sakura-chan pasti sangat frustasi tinggal di Sakurasou!Hahaha.."suara lain membalas diakhiri dengan tertawaan seluruh siswa disana.

Sakura mendengus. Ia berbalik dan menatap gerombolan gadis yang merupakan anak buah Karin-si setan merah berkacamata itu dengan pandangan jijik. Dia tersenyum sinis.

Tayuya yang melihat senyum sinis Sakura berjalan maju mendekati. Ia menatap Sakura kesal. "Berhenti tersenyum seperti itu di hadapanku, Sakura! Kau membuatku jijik!"

"Aku lebih jijik lagi berbicara denganmu." Sakura berkata sarkastik.

"KAU?!" Tayuya marah. Tangannya bersiap melayang ke wajah cantik Sakura namun sebuah tangan lain menghentikannya. Semua mata menoleh kearah pemilik tangan tersebut. Semua menahan napas saat mengetahui siapa pemilik tangan itu. Uchiha Sasuke. Si pangeran sekolah itu menggenggam lengan putih Tayuya dengan mata yang menatap Sakura dalam diam. Ia melepaskan tangannya pada lengan milik Tayuya membuat wajah gadis itu memerah. Sakura mendecih.

"Sasuke-kun?" Tayuya tersenyum semanis mungkin membuat Sakura terserang mual mendadak.

Sasuke menoleh. Ia menatap Tayuya dengan wajah datarnya. "Apa?"

"Ngg..pulang sekolah, kita pulang bersama yahh?" ajak Tayuya sambil bergelanyut manja di lengan kokoh Sasuke.

"Benar-benar wanita jalang!" gumam Sakura sambil berbalik melangkah pergi ke kelasnya.

Sasuke memandang kepergian Sakura dalam diam. Hingga Sakura menghilang di belokan menuju jurusan reguler.

"Sasu, bagaimana? Kita pulang bersama kan?"suara Tayuya menyadarkannya.

"Nggak, aku sibuk." Tanpa menoleh pada Tayuya ia melepaskan tangan Tayuya yang bergelanyut padanya dan langsung melengos pergi meninggalkan gadis itu yang kini terlihat begitu kesal.


"SAKURAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriakan dari seorang gadis berambut pirang memecahkan keheningan kelas 2-F. Semua pasang mata di kelas tersebut kini menatapnya kesal, namun gadis pirang tersebut tak memperdulikannya sama sekali. Ia terus berjalan menghampiri sosok gadis dengan rambut yang mencolok yang berada di meja paling pojok.

"Nande?" Sakura gadis berambut pink itu menatap malas si pirang.

"KAU CURANG SAKURA!" Ino- si cewek pirang berteriak sambil menunjuk Sakura membuat gadis musim semi itu mengerutkan dahi lebarnya.

"Hehh ..memangnya aku salah ap-"

"Kau salah! Kau curang! Kau meninggalkan aku sendirian dan kau pindah ke asrama Sakurasou yang dipenuhi pria-pria tampan? Astaga, jahat sekali kau, Jidat!"

"Berisik, Pig! Kau kira aku senang dipindahkan ke asrama itu dan bertemu dengan sekumpulan pria aneh yang kau maksud tampan tadi? Hell no. Aku lebih baik tinggal di gudang sekolah daripada harus tinggal di Sakurasou." Ketus Sakura.

Ino menghela napas lalu menarik kursi di samping Sakura dan duduk disana.

"Gomen. Sepertinya kau sangat tersiksa sekali yah?" Ino berkata pelan. Matanya memandang iba pada sahabat pinknya itu.

"Lebih dari tersiksa, Pig. Kau tahu si duo Namikaze yang menyebalkan itu benar-benar membuatku ingin menghajarnya. Si panda merah dan pantat ayam yang bergaya sok cool itu membuatku ingin muntah. Cowok jadi-jadian yang seorang stalker itu membuatku merinding setiap bertemu dengannya. Si nanas tukang tidur, sebenarnya aku tak ada masalah dengannya. Hanya saja dia suka tidur di kasurku membuatku harus tidur di ruang tamu dan lagi si senyum aneh yang ternyata mesum membuatku darah tinggi!" Sakura bercerita dengan berapi-api. Memorinya mengingat kembali masa-masa menyedihkannya bersama penghuni Sakurasou yang aneh itu.

"Kalau Menma dan Naruto sih udah nggak aneh, mereka kan biangnya masalah sama sepertimu. Aku kira kalian bertiga akan cocok." Sakura melotot membuat Ino terkekeh. "Lalu Gaara-kun dan Sasuke-kun, kan mereka emang cool bukannya sok cool. Emangnya kau enggak tau? Fans girlsnya mereka kan yang paling banyak. Apalagi Sasuke-kun."

"Aku yakin kau salah satunya." Sakura menatap Ino curiga membuat si pirang tertawa.

"Oh ayolah, dear. Sasuke-kun itu kan pangeran sekolah. Tentu saja aku salah satu fansnya."

"Astaga, jangan sampai kau menjadi semaniak Tayuya. Gadis jalang yang menyedihkan."

"Jangan samakan aku dengan si murahan itu dong!" Ino mendengus sebal. "Ah, tadi siapa yang kau panggil cowok jadi-jadian?"

"Tentu saja Hyuuga Neji. Siapa lagi siswa disini yang punya rambut panjang bak bintang sampoo gitu?"

"Astaga Sakura. Haha.. kau kejam sekali. Neji kan tampan malah kau panggil begitu. Kau bisa dibunuh oleh fansgirlsnya tau!"

"Bodo. Kau pikir aku peduli?"

"Yeah, mana peduli Sakura terhadap begituan."

"Itu kau tau."

Bibir Ino mengkerut. Dia memang selalu kalah bicara jika dengan Sakura. "Lalu yang kau maksud si senyum aneh yang ternyata mesum itu siapa?"

"Shimura Sai. Masa tadi pagi dia bangun di kasur bersamaku."

"HAAAAAAAHHHH? KAU TIDUR SAMA SAAAAAII?" dan lagi teriakan seorang Ino membuat semua pasang mata menatapnya. Tapi kali ini disertai pandangan curiga yang ditunjukkan pada Sakura.

Sakura menepuk jidat lebarnya. Sial! Bisa-bisa jadi gossip baru. Ino bodoh! Sakura segera melayangkan pandangan membunuhnya pada Ino yang hanya disambut cengiran. Haah, Sakura hanya berharap semoga besok tidak ada gossip apapun tentangnya dengan para penghuni Sakurasou.


Bel istirahat sudah berbunyi sekitar lima menit yang lalu. Hampir semua smurid telah meninggalkan ruangan kelasnya dan berkumpul di kantin untuk saling berburu makanan pengisi perut. Namun berbeda dengan Sakura, disaat semua orang bergerombol di kantin gadis yang identik dengan bunga kebangsaan Jepang itu kini malah berjalan menuju atap. Kaki jenjangnya melangkah menaiki tangga.

Sakura mendorong pintu atap tersebut, namun bukannya masuk ia memilih diam. Emeraldnya kini terfokus pada sosok laki-laki yang sedang tertidur di sana. Nara Shikamaru, nama laki-laki itu kini sedang memejamkan mata dengan posisi tidur yang menyender pada salah satu tiang di sisi atap. Wajahnya terlihat tampan membuat Sakura terpikat untuk beberapa saat.

"Kenapa diam disana?" Mata Sakura mengerjap saat suara Shikamaru menyadarkannya. Mata hitam itu kini sudah terbuka dan menatapnya.

Sakura melangkah mendekat dan berhenti di sisi kanan Shikamaru. "Kau enggak masuk kelas lagi?" Sakura memulai pembicaraan. Ia menatap Shikamaru. Hijau dan hitam bertemu.

"Yah, aku malas. Lebih baik tidur saja disini." Balas Shikamaru masih terus menatap Sakura.

"Aku merasa aneh padamu. Padahal kau enggak pernah masuk ke kelas tapi kau tetap pintar."

"Itu anugrah dari Kami-sama."

"Lalu kenapa enggak kau manfaatkan?"

"Untuk apa melakukan hal yang enggak kau suka?"

Sakura terdiam. Otak jeniusnya berusaha mencerna kata-kata pria di nanas tersebut. Namun tetap saja di tak menumukan maksudnya.

Shikamaru tersenyum saat melihat Sakura yang sedang berfikir atas kata-katanya. Lalu ia pun bangkit dari posisi setengah tidurnya. Ia menatap wajah Sakura yang terhalangi poni, dan tanpa sadar tanganya bergerak untuk membenarkan poni si gadis merah muda membuat mata Sakura membulat.

"Ternyata kau cantik juga. Aku baru sadar."

Pessssssssshhhhhhh….

Merah. Panas. Wajah Sakura terasa terbakar akibat ucapan seorang Nara Shikamaru. Ia membuang muka, agar Shikamaru tak melihat rona merah di sekitar wajahnya. Masa iya gara-gara dipuji, yankee seperti Haruno Sakura bisa langsung merah? Kan enggak banget gitu kesannya.

Deg.

Tangan besar Shikamaru menyentuh sisi wajah Sakura, memaksa agar Sakura menatapnya.

Deg.

Jantung Sakura berdetak dua kali lebih cepat saat Shikamaru tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada wajah Sakura. Oke, Sakura gugup. Wajahnya panas tingkat maksimal. Tubuhnya mati rasa.

Lima centimeter, ah tidak itu bahkan kurang. Sakura langsung nutup mata saat hidungnya dan Shikamaru bersentuhan.

Kami-sama help me!

Brugh.

Sakura sontak membuka mata saat merasa bahu kanannya terasa berat. Ia mendengus saat mengetahui bahwa Shikamaru tertidur dalam posisi enggak wajar di bahunya.

"Shikamaru sialan!"


"Tadaima.." Ucap Sakura sambil memasuki rumah yang merupakan asrama barunya. Alis merah mudanya mengerut saat tak ada tanda-tanda keberadaan orang di asrama Sakurasou. Bahkan lampu-lampu di asrama tersebut tak ada satu pun yang menyala. Ia meraba-raba mencari saklar lampu, tidak sulit mencari karena ia sudah hapal benar seluk-beluk Sakurasou.

Ceklek.

"KEJUTAAAAAAAAAAAANNNN!" teriakan yang didominasi oleh duo Namikaze pun terdengar bersama dengan lampu yang menyala. Emerald Sakura melebar saat Naruto menerjangnya dengan pelukan yang erat.

"Ba..baka..sesak!"Sakura sekuat tenaga berusaha melepaskan pelukan Naruto yang seakan membunuhnya. Ia menatap orang-orang dibelakang Naruto dengan wajah memelas.

"Kau bisa membunuhnya, Dobe!" Dingin dan datar khas seorang Uchiha membuat Naruto langsung mengendorkan pelukannya. Ia menoleh dengan wajah cemberut.

"Kau mengganggu, Teme. Kan kapan lagi bisa meluk yankee manis kaya Sakura-chan." Katanya polos tanpa dosa. Ia tak menyadari bahwa Sakura yang kini dipeluknya sudah memerah marah.

"DASAR DUREN HENTAIIIII! "

Bugh!

"Ittai Sakura-chan. Kenapa kau menonjokku?"Ringis Naruto sambil memegangi pipinya yang berwarna biru. Matanya berkaca-kaca.

"Itu kan salahmu sendiri. Dasar duren bodoh. Makannya jangan seenaknya meluk orang!" Balas Sakural sinis

"Yare-yare, kenapa malah berantem sih?" Kakashi yang tadinya diam kini mulai bersuara.

"Mendokusei.. Naruto jangan kacaukan acara penyambutan Sakura dong!" Kata Shikamaru sambil menatap malas Naruto.

Sakura menatap kearah para laki-laki di hadapannya dengan bingung. "Acara penyambutanku?"

Sai tersenyum. Senyum palsu yang aneh tentu saja. "Benar Sakura-san. Ini acara penyambutan karena kau sudah resmi menjadi bagian dari Sakurasou."

"Eeehh?" Sakura bengong.

"Asrama Sakurasou mempunyai tradisi." Suara rendah Neji terdengar membuat Sakura menatapnya. "Akan ada perayaan untuk menyambut anggota baru asrama Sakurasou. Seperti pesta kecil-kecilan. Dan itu wajib dilakukan." Ujarnya menjelaskan.

"Nah, kalo begitu bagaimana jika kita langsung merayakannya?" Tanya Naruto sambil menarik Sakura kearah dapur. Emerald Sakura membulat saat melihat semua makanan yang terhidang di sana. Air liurnya hampir saja menetes.

Sakura langsung menyumpit ramen yang sejak tadi menarik perhatiannya. Gilaa ini benar-benar enak! Sakura langsung lupa daratan saat memakan ramen tersebut. Tak peduli banyak pasang mata yang menatapnya.

"Kau pasti akan ketagihan dengan ramen tersebut, Sakura-chan!" Ucap Menma sambil mengambil ramen yang sama dengan Sakura lalu memakannya.

"Sasuke-san memang hebat dalam memasak." Kata Sai membuat Sakura langsung menghentikan kunyahannya.

"Sasuke?" Sakura membeo.

"Tentu saja. Teme kan paling jago masak disini. Jadi dia yang setiap hari memasak untuk kita" ujar Naruto.

Sakura manggut-manggut, ia menatap Sasuke yang duduk di hadapannya sambil mengacungkan jempolnya. "Kau benar-benar hebat, Sasu-chan!"

Sasuke melotot. "Jangan panggil aku dengan panggilan menjijikan itu!"

Sakura cengengesan. Yang lainnya hanya tertawa kecil. Sepertinya gadis pink ini memang membuat warna baru di Sakurasou.

Tiba-tiba Kakashi berdiri dari kursinya lalu berlari kearah ruang tengah membuat semua orang menatapnya bingung. Apalagi dengan suara-suara benda-benda yang jatuh karena di lempar. Tak sampai dua menit, Kakashi kembali dengan tiga buah botol yang berada di genggamannya.

"Apa itu sensei?" Naruto bertanya bingung. Sedangkan Kakashi hanya tersenyum aneh di balik maskernya.

"Pemeriah acara, Naruto. Kau akan menikmatinya." Jawab Kakashi sambil berjalan mendekati meja makan. Ia menuangkan air yang berada di botol tersebut pada gelas-gelas kosong yang sudah ia sediakan sebelumya. Setelah semua gelas-gelas itu terisi ia menyerahkan pada Sakura, Naruto, Menma dan lainnya.

Sakura mencium air itu terlebih dahulu sebelum meneguknya sedikit, namun langsung ia muntahkan lalu menatap Kakashi. "Yaikss.. Kau ingin membunuhku Sensei?"

"Sake enggak akan membunuhmu Sakura." Ucap Kakashi sambil membuka maskernya membuat Sakura melotot saat mengetahui wajah asli guru freak yang satu ini. Sakura bener-bener speechless saat melihat wajah Kakashi yang gantengnya melebihi Kenichi Matsuyama si actor kece yang ia idolakan.

"Engga usah sampai terpesona gitu Sakura. Aku tahu wajahku tampan" Kata Kakashi percaya diri membuat Sakura langsung sadar akan kebodohannya.

"Aku engga terpesona sama Sensei!" Sakura merona, ia langsung memalingkan wajahnya. Sedangkan Kakashi hanya tertawa.

Sialan!

"Aku..hiks..baru..hiks sadar kalau..hiks kau memang cantik.." Suara dari seberang mejanya membuat Sakura menoleh. Emeraldnya melebar mengetahui sosok Uchiha dihadapannya kini benar-benar aneh. Dengan wajah yang dihiasi rona merah, mata sayu, dan ekspresi menggoda membuat Sakura terbengong.

'Nih cowok kenapa lagi?' Sakura bertanya dalam hati.

"Sudah kuduga Sasuke enggak akan kuat sama sake." Ucap Gaara datar. Ia menatap Sasuke yang sudah benar-benar mabuk.

"Dan dengan bodohnya dia tetap aja minum." Tambah Sai polos.

"Saku..ra..hiks..aku..hiks..menyukai..hiks..jidat lebarmu."

Jleeger!

Sakura melotot.

Kakashi melongo.

Yang lainnya syok.

Seorang Sasuke menyatakan bahwa ia menyukai Sakura-jidat lebarnya lebih tepatnya. Ah apa jika sedang mabuk begini Uchiha Sasuke benar-benar kehilangan 'Keuchihaannya'?

Wajah Sakura memerah. Ah kata sacral yang diucapkan oleh seorang Uchiha Sasuke membuat Sakura mendidih. "KAU BERANINYAAA MENGEJEK JIDATKU!"Sakura sudah bersiap dengan bogem mentahnya. Namun sebelum bogeman itu mengenai wajah ganteng milik Sasuke, Kakashi menahannya.

"Sasuke enggak sadar Sakura. Dia mabuk!" Ucap Kakashi membuat Sakura mendengus.

"Ini semua salahmu, Sensei. Kenapa kau ngasih sake sama si pantat ayam ini?" Sakura ngomel.

"Ahh, gomen gomen Sakura." Kakashi tersenyum tanpa dosa. "Boleh enggak aku minta tolong antarkan Sasuke ke kamarnya?"

"HAAAAHHHHHH? KENAPA AKU?"Sakura berteriak heboh dengan hujan lokal yang menyembur kesana-sini.

"Karna kami semua sudah pernah berurusan dengannya saat mabuk seperti ini. Jadi sekarang giliranmu!" Suara Menma yang menjawab membuat Sakura mengerutkan dahinya.

"Memang kalau mabuk dia kenapa?" Tanya Sakura sambil menunjuk Sasuke yang sudah tergetak tak bergerak di kursinya.

"Kau cari tahu saja, Sakura-chan. Kan lumayan kau bisa tau aib dari seorang Uchiha Sasuke sang pangeran sekolah " Balas Naruto sambil terus memakan ramennya.

Sakura kini tersenyum aneh. Ah benar, disini dia akan tau aib aib para cowok ganteng yang selalu diidolakan oleh banyak orang. Dengan sejuta rencana yang ada di kepala merah jambunya ia menghampiri Sasuke yang sudah benar-benar mabuk lalu memapahnya menuju kamar Sasuke.

'Khu..khu..khu..akan aku abadikan aib si Uchiha ini lalu kusebar ke seluruh madding sekolah dan internet.'

Tanpa Sakura tau semua cowok yang ditinggalnya di ruang makan kini sedang menatapnya dengan senyum aneh yang terlukis di wajah tampan mereka masing masing.


Sakura memasuki kamar Sasuke yang didominasi oleh warna biru itu. Dengan susah payah ia melangkah kea rah ranjang King size yang berada disana lalu melemparkan tubuhnya dan Uchiha Sasuke ke ranjang. Ia menghela napas lelah.

'Sialan si pantat ayam ini berat juga ternyata.' Sakura membatin kesal.

Ia pun bangkit dari posisi tidurnya untuk menjelajahi ruangan si pantat ayam yang kini sedang tertidur akibat mabuk. Ia pandangi sekilas wajah tampan Sasuke sebelum melancarkan aksinya untuk mencari aib salah satu pangeran KIS tersebut.

Sakura pun mulai mencari barang barang yang menurutnya merupakan aib Uchiha Sasuke. Ia mulai kesal saat tak menemukan apapun di laci meja, lemari, bahkan kolong tempat tidur Sasuke. Bahkan saking fokusnya mencari, ia tidak sadar bahwa Sasuke sudah bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan linglung mendekatinya.

Grep.

Wajah Sakura pucat saat sepasang tangan memeluknya erat. Bahkan ia dapat merasakan hembusan napas yang menerpa kulit lehernya. Bulu kuduknya merinding saat ia merasakan sebuah benda tak bertuulang tetapi basah menjilat telinganya.

"Sa..su..ke." Sakura tergagap. Apalagi kini ia bisa merasakan benda basah itu menjilati lehernya.

"Aahh.."Sakura mendesah saat benda yang merupakan lidah Sasuke itu mengecup lehernya. Astaga, tubuh Sakura mendadak lemas.

Set.

Tiba-tiba tubuh Sakura berputar. Kini wajahnya berhadapan dengan wajah tampan Sasuke. Bibirnya bertabrakan dengan bibir Sasuke. Mata emeraldnya terbelalak, saat bibir Sasuke menciumnya dengan penuh gairah.

'Tidaaaakkk ciuman pertamaku direnggut oleh seekor ayam!'Sakura berteriak heboh didalam hati.

Sakura berusaha melepaskan diri dari Sasuke, namun sia-sia. Bahkan kini Sasuke memeluk tubuh mungil Sakura erat. Membuat Sakura tak bisa bergerak leluasa, bahkan ia tak bisa mengeluarkan bogem mentahnya.

"Akhh!" Tubuh Sakura mengejang saat tangan Sasuke meremas buah dada kanannya. Ia lemas seketika. Perlahan tubuhnya merosot ke bawah bersama Sasuke yang masih saja setia menciumnya. Sakura merasa tak bertenaga. Ia pasrah saat tangan Sasuke melepas satu-satu persatu kancing seragamnya.

Bugh.

Sasuke langsung pingsan di bahu Sakura. Gaara pelaku pemukulan hanya menatap datar. Bahkan dari raut wajahnya ia sama sekali tak merasa bersalah.

"Mendokusei, Sasuke memang berbahaya saat mabuk!" Shikamaru berucap malas. Ia melangkah mendekati Sasuke yang pingsan di bahu Sakura lalu memapahnya ke ranjang.

Sakura yang masih dirundung syok hanya bisa terdiam. Menma menghampiri Sakura.

"Doujobu desuka?" Pertanyaan Menma membuat Sakura lansung tersadar dan sontak menoleh.

"Ahh.. doujobu." Jawabnya pelan. Ia tak yakin apa ia bisa dikatakan baik-baik saja. Ia pun bangkin dengan perlahan. Menma pun langsung membantu Sakura berdiri lalu membenahi baju seragam Sakura yang tak terkancingi.

"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, Menma-kun!" Sai berucap santai. Ia tersenyum aneh pada Sakura membuat Sakura bingung. Sakura menatap Menma yang sedang mengancingi seragamnya, dahinya berkedut.

"JANGAN CARI KESEMPATAN BODOHHH!"

Bugh.

"Ittai.." ringis Menma lalu menatap Sakura marah. "Apa yang kau lakukan, Pink bodoh!"

"Itu hukuman untuk cowok enggak tau moral seperti kau! Jangan kira aku enggak tau. Dasar cowok hentai!" Balas Sakura sinis.

"Yare-yare, lebih baik aku tidur saja deh daripada melihat kalian bertengkar." Ujar Kakashi sambil melangkah pergi diikuti oleh Neji, Shikamaru, Sai dan Gaara.

"Ne, Menma kau enggak papa kan?" Tanya Naruto menghampiri Menma yang meringis kesakitan.

"Enggak papa. Aku mau ke kamar." Jawab Menma jutek lalu ikut meninggalkan kamar Sasuke.

Naruto menatap bingung Menma yang kini sudah menghilang di balik pintu kamar Sasuke. Mata safirnya kini menatap wajah jutek Sakura.

"Apa?" Sakura bertanya jutek saat Naruto menatapnya.

"Enggak, aku cuma mau bilang." Sakura menaikkan alis menanti kata-kata Naruto selanjutnya. "Hati-hati aja Sakura-chan, kalau udah malem gini cowok biasanya jadi ganas!" Kata Naruto langsung berlari meninggalkan kamar Sasuke.

What the?

Tadi dia bilang apa?

Kalau udah malem cowok biasanya jadi ganas?

Astaga, Sakura benar-benar ingin mati saja kalau begini. Satu atap dengan kumpulan cowok aneh membuatnya benar-benar frustasi.

"KAMI-SAMA AKU NGGAK BETAH!" Dan teriakan frustasi dan putus asa dari seorang Haruno Sakura terdengar di setiap penjuru asrama Sakurasou.


A/N : Ahhhhhh…seneng banget baca review dari kalian semua. Arigatou hontou ni Arigatou *tebar cium ke reader

Aku seneng ficku ada yang baca, apalagi direview. Bagi aku review itu adalah sebuah bentuk penghargaan sekaligus penyemangat aku buat bikin fic ini. Pokoknya makasih banget yah

Ahh iya gomen enggak bisa ngebalesin reviewnya bagi yang gak login. Tapi sama aku udah dibaca, makasih semuanya. terus bagi yang login aku bales lewat PM silahkan dibaca saja. Ahh engga tau mau ngomong apa lagi, kalo boleh sihn review lagi yaahhh :*