Ettoo~~~.. gomenn lama publishnyaa. Kangen ya sama author?(nggakk!). ekhemm,, akhirnya setelah pertempuran sengit author dengan yang bernama Ujian Nasional (sumpah ngetik dua kata keramat ini,tangan saya gemetar) saya bisa melanjutkan fanfic gaje nan gila ini..happy reading!
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi-sensei lah yang punya Kuroko No Basket.
Pairing : Kise & Generasi Keajaiban.
Genre: Humor & Friendship
Rated : masih T
Title: Balada anggota OSIS kisedai. Chp 3
Warning: Gaje, humor garing krenyes-krenyes,OOC,Typo bertebaran.
-merek dan lirik lagu yang terkandung di fanfic ini bukan milik saya.
*semoga anda-anda sekalian tidak bosan membaca nya,, happy reading \\^o^!/
CHAPTER 3
.
.
.
Hari Neraka itu tiba. Kise menggunakan segenap jiwa dan raganya agar terlihat tegar (bukan penyanyi cilik) tapi apa mau dikata raga dan jiwanya sudah lelah. Tak hanya Kise,semua anggota juga terlihat lelah,terlihat dari raut wajah yang kusam,lecek,dan dekil (pengecualian Aomine yang dari awal memang sudah dekil). Ditambah Akashi hanya memberikan waktu yang minim untuk pulang kerumah,sekedar untuk makan siang,mengganti baju dan meminta tambahan uang saku.
.
.
Plesbek 24 jam yang lalu
.
"waktunya tigapuluh menit." Anggota mendelik.
"haa? Mana bisa secepat itu?!."
"Aku harus menghabiskan snack ku, sebelum mereka kadaluarsa, aka-chin."
"Aku ada jadwal pemotretan-ssu."
"jarak rumah kami semua tidak sama,nanodayo."
"Kami ke sekolah hanya naik kendaraan umum,bukan seperti mu yang diantar jemput pakai limousine dan lamborgini!."
Sudah pasti aturan yang dibuat (dengan semena-mena) oleh Akashi menuai kontroversi dari pihak terkait. Bahkan Midorima yang biasa nurut sampai buka suara.
"Akashi-kun."
"ada apa,Tetsuya?"
"Nih.."
Kuroko memberikan snik*rs.
"kenapa?"
"Akashi-kun resek kalo lagi laper."
Semua cengo,sweatdrop ditempat (Murasakibara ngiler pengen snik*rs nya)
"Duhhh, berasa déjà vu –ssu*1."
"Tetsu,kamu korban iklan?."
"…"
Akashi diam,seakan menjanjikan kematian yang menyakitkan.
Dan pada akhirnya mereka menurut,dibawah ancaman gunting sakti.
.
Plesbek End.
Kise harus mempercepat makan siang nya,menunda jadwal pemotretan nya,dan meminta lebih uang saku kepada ibu nya , anak yang berbakti sekali. Kise menggunakan sepeda untuk kesekolah,itu lebih baik dari pada menunggu angkutan umum, bahkan beberapa kali Ia nyaris menabrak kucing yang sedang melahirkan akibatnya kucing itu batal melahirkan (?).
"HUAAAAA! WAKTUNYA HABISSSS-SSUU!".
Kise panik melihat arlogi nya yang menunjukkan pukul 3.27 . tiga menit lagi maka hukuman terlambat Kise jadi berlipat (jangan lupakan denda yang berlaku). Keasyikan melihat arlogi terus menerus Kise lupa memperhatikan jalan
"ehh,, AWASSSSS!"
BRAAKKK..
"Cihh, kau ini kenapa sih?!". Yang terserempet misuh-misuh tidak jelas.
"aaaa Gomenasaiii-ssu.*2"
"Tunggu,, seragam itu, kamu dari SMP Teiko?."
"aah iya." Kise cengengesan,Ia baru ingat kalo Ia lupa ganti seragam sekolah. Kise memperhatikan kembali arlogi nya.
"SATU MENIT LAGIII!."
"URUSAII!*3"
"ahh gomennn, aku duluann-ssuuu." Kise melesat pergi.
"Cihh, apa-apaan orang itu?!".
.
.
.
.
"hahhhh~ tepat waktu-ssu.. haaahhh,hahhh~".
"Ryouta, kau telat sepuluh detik".
"HAH?!".
"tapi aku beri dispensasi Karena kau menggunakan sepeda,kau juga pasti lelah". Akashi memberikan poc*ri swe*t.
Kise memperhatikan Akashi, 'ternyata akashicchi baik-ssu'
"oh ya,Jangan lupakan hukuman telat mu yang dulu".
'ah sangat baik untuk tidak melupakan hukumanku-ssu'.
Akashi melenggang pergi. Kise mengekor dibelakang.
Kise memperhatikan sekitarnya,sudah ramai oleh anggota OSIS dari berbagai sekolah salah satunya adalah orang misuh-misuh yang ditabrak kise tadi. "itu kan orang yang ta—" yang dimaksud menoleh,
"Ooii kamu yang nabrak tadi ya?!" pria beralis tebal menggunakan seragam yang bertulis 'SMP KAIJO' dan kaos kaki selutut seperti perempuan,emosi nya bahkan melebihi wanita datang bulan.
"ah iyaa etto, gomenasaii-ssu". Kise salah tingkah
"kamu disini sebagai apa?tukang gulung kabel?" tatapan nya sinis,nyaris merendahkan lawan bicara.
Kise sweatdrop sebentar lalu membalas, "bukan lah,tapi anggota OSIS di SMP TEIKO ini-ssu". Kise membusungkan dadanya dan merasa bangga menyebut dirinya dengan label 'anggota OSIS SMP TEIKO', kepercayaannya meningkat seratus delapan puluh derajat.
"oh,."
"…"
"kenapa?".
"hanya itu?".
"trus mau apa lagi?". Pria beralis tebal itu mulai jengah dengan kehadiran Kise.
"nggak bilang 'ihh keren,kamu dari SMP Teikou. pasti susah ya kalo jadi siswa terkenal?', gitu?". Kise mengharap.
"enggak tuh, biasa aja". Pria yang emosinya setara wanita datang bulan itu melenggang pergi. Meninggalkan Kise yang sedang diterpa angin sore dalam kesendirian dan kegalauan.. Wajah nya nelangsa bak anak anjing yang terbuang sedang meminta makan pada ibu kantin, Mari kita menundukkan wajah sejenak untuk mengheningkan cipta atas gugurnya sodara Kise..
Ironi,,
Bukan?..
.
.
.
Oke,kita akhiri kegaje-an ini.
Beberapa detik setelah kejadian 'narsis-yang-gagal' Kise memutuskan untuk pergi,sekedar cari udara dan… pelarian.
Kise berjalan tak tau arah arah jalan pulang,aku tanpa mu,, butiran Debu~(author nyanyi)
Ekhemmm~ kembali ke plot cerita.
Kise berjalan tak tau arah,entah ke Ruang Neraka itu atau ke toilet. Tau-tau Kise sudah berada di depan kantin,kalo ini mungkin karena bawaan dari hati kecil(author juga sering gitu). Sore itu kantin masih ramai,entah itu dari OSIS Teikou atau OSIS dari sekolah tetangga,atau bahkan yang sedang sibuk menggoda ibu kantin agar mendapat jajan gratis. Sibuk lihat-lihat, kise tak sengaja melihat sekumpulan mahluk warna-warni yang berkumpul di satu tempat. Alih-alih bersenang-senang,mereka saja makan gorengan sepiring ber-lima kecuali Akashi,mahluk Merah itu bisa saja membelikan se-gudang gorengan untuk mereka. Murasakibara sempat brontak ingin menambah,tapi tak ada dana. Maklum,tanggal tua..
"Oii,Kise!". Si Dekil hitam itu memanggil.
"ke sini,Kise-chin". Titan itu melambaikan tangan besarnya,mengharap Kise datang dengan secercah harapan akan membelikannya gorengan. Dan Kise mau tak mau harus ke tempat sekumpulan mahluk kekurangan uang saku itu.
.
.
.
"jadi,,ada apa?". Kise mengesap es jeruk nya dengan wajah lempeng.
"tak ada apa-apa,hanya mendiskusikan tentang Festival Budaya ini,nanodayo". Midorima dengan elegan mengesap es melon yang ditraktir Kise.
"Neee~ jadi gimana tentang ide ku tadi? Kita buka maid cafee". Mata Momoi berkaca-kaca,mengharap teman pelanginya setuju akan ide-ide dari otak fujoshinya. Momoi sudah merancang siapa saja yang akan mengenakan baju maid dengan bandana telinga kelinci dan kucing di kepala,bahkan sempat ada air terjun merah saat Momoi membayang Tetsu-kun nya yang menggunakan. Dasar fujoshi (author gak sadar diri)
"DITOLAK!". Si Dim dekil berkicau(?) seraya menyomot satu gorengan dari piring yang isinya tinggal setengah,jangan Tanya gorengan itu berasal dari mana. Dengan bujukan,rayuan,keringat dan air mata Murasakibara akhirnya Kise (dengan terpaksa) membelikan mereka satu piring penuh gorengan. Itu karena sang ibu kantin sangat keras hatinya,sehingga rayuan seperti apapun tak akan mempan. Apalagi bagi yang sudah langganan bon,biasanya itu anggota OSIS Teikou. Tampang boleh elit,otak boleh encer tapi kantong malah kering. Kalaupun tebel isinya daftar bon semua..
Ini baru Ironis..
Mungkin mereka harus buat web site 'koin peduli OSIS Teikou'.
Random abis..
.
"heee, kan seruu. Aku yakin banyak yang akan datang kalo kita buka 'maid café Teikou'". Masih tak kalah dengan ide fujonya,Momoi ikut menyomot dua gorengan sekaligus. Cantik boleh,nafsu makannya juga ikutan 'cantik'. Melihat isi piring tinggal sedikit,dengan antusias Muraskibara mengamankan piring naas itu. Kise yang menglihat tingkah laku teman ajaib nya itu hanya sweatdrop.
"ano.."
"kalau pun ada yang datang,paling hanya teman-teman mu saja,momo-chin". Kise berkomentar,sebenarnya ia setuju dengan ide itu tapi rasa setujunya sirna saat melihat senyuman licik dibalik paras cantik Momoi. Apa pun itu,pasti merugikannya.
"t-tapi kan pasti ada juga dari siswa lain,". Masih mempertahankan pendapatnya. Momoi ingin menyomot gorengan lagi,tapi apa daya piring yang tadinya ada dihadapannya sudah perpindah tempat. Udah,jangan Tanya piringnya ada dimana..
"Sekali TIDAK ya TIDAK!kau ini tuli atau budek sih?" mahluk redup ini tak kalah mempertahankan penolakannya. Padahal tidak ada yang menanyakan pendapatnya,salah besar jika mereka menanyakan pendapat dari mahluk mesum ini. Hasilnya kalau gak gaje atau mesum,bukan Aomine namanya..
"sumimasen.."
"Aomine-kun BAKA!kau hanya menolak tapi tidak memberi ide. Cih!". Momoi mulai risih dengan om-om dekil ini. Andai dia memiliki sharinggan,sudah dilemparnya mahluk Dim kurang ajar ini ke dimensi (dunia) lain.
"aku setuju dengan Momoi. Kalau kau menolak seharusnya kau memberi saran,nanodayo" Midorima membenarkan posisi kacamatanya yang sama sekali tak bergeser dari tempatnya. Tujuan nya? Entah,sekedar mempertahan image mungkin. Siapa sih yang gak klepek-klepek sama tsundere dingin yang tamvan dan berani?(author: *ngelirik temen author*)
"nahh.. jadi Midorin setuju dengan usul ku?" mata Momoi berbinar-binar. Mengharap jawaban 'iya' dari lawan bicara.
"tidak."
"….."
"TUNGGU,MOMOI AKU BISA JELASKAN! JANGAN HANCURKAN LUCKY ITEM KU,NANODAYO!". Seketika image Midorima hancur.
Momoi meletakkan kembali celengan penguin bertopi merah di lantai. Wajahnya terkesan biasa saja,namun kelima orang yang disekitarnya tau betul. Ada niat membunuh disela-sela wajah tanpa ekspresi itu. Tunggu, berarti ada enam orang disana—
"PERMISI!"
Semua menghentikan aktivitas mereka. Murasakibara sempat berhenti mengunyah dengan gerak slowmotion.
"a-ada apa,Tetsu?" Da(i)ki yang posisinya paling dekat dengan Kuroko merasa paling shock dengan suara kejutan yang terlontar dari mulut Kuroko. Istilah lainnya,serangan jantung kecil. Sama rasanya ketika melihat seorang pacar yang tiba-tiba menggandeng tangan orang lain,lalu tersadar bahwa dia sudah menjadi mantan #SeranganJantungKecil.(pray for author. Readers: turut berduka untuk author-san).
"akhirnya kalian mendengarkan ku. Ekhemm" kuroko berdehem sebentar sebelum melanjutkan kalimatnya. Sangking keponya dengan kelanjutan kalimat Kuroko,Kise menganga lebar mempersilahkan lalat untuk masuk kedalam mulut kise yang beraroma sejuk*dalam artian lain*.
"bagaimana kalau—"
Aa~ tsuyoku naritakute
Tada atsuku naritakute
Nai tari warattari shite teniireta
Wow wow~
Mada chippoke dakedo kore ga bokura no yuuki
Believe in myself
Ima wo ikite ike we can do it
Bokura no yell..*4
.
"handphone siapa sih yang bunyi?".
"ahhh~ gomenn. Itu handphone ku." Momoi menjawab panggilan dari handphone nya. Yang lain sibuk sweatdrop.
.
"aah so ka? Wakatta*5." Momoi memutuskan panggilan. Entah kenapa atmosfirnya berubah menjadi tegang.
"a-ada apa,Momo-chin?".
"Akashi-kun meminta kita untuk segera berkumpul".
"okeh,feeling ku mulai buruk". Bulu kuduk mereka merinding. Seakan bisa membaca masa depan. Membayangkan tempat itu saja sudah mengerikan. Seperti tanah lapang yang terdapat banyak gunting(?) yang menancap disertai rembesan darah segar dengan bau anyir bak tembaga yang bisa mengganggu indra penciuman. Imajinasi mereka berlebihan.
.
.
.
.
DI RUANG OSIS (NEREKA,IBLIS,DAN SEBAGAINYA)
Bocah pelangi itu berkumpul diruangan yang paling mereka hindari disekolah. Disana sudah banyak yang berkumpul,baik dari Teikou sendiri maupun dari sekolah tetangga (bukan selimut loh ya). Dan bisa dibayangkan bagaimana keadaan didalam ruang itu. OSIS Teikou sendiri memiliki anggota sekitar dua puluh Sembilan orang termasuk Nijimura,itupun mereka masih mengeluh kesempitan. Bayangkan saja ruangan itu menampung puluhan manusia yang beringas,dan tak bisa diam. Diantara mereka ada yang mengeluh kelaparan(Murasakibara: itu bukan aku). Akashi yang melihat keadaan ini mulai jengah,terlihat dari wajah nya yang mulai menampakan amarah. Kise dan kawan-kawan yang melihat tanda-tanda akan terjadi erupsi gunung itu(?),mereka dengan sigap meminta agar mahluk jahannam yang ada diruang itu bisa diam. Setidaknya dapat menutup mulut mereka,sebelum mulut itu 'ditutup' oleh Akashi,dan mereka menutup usia.
"ettoo, bisakah kalian diam?ketua kami ingin menyampaikan sesuatu-ssu".
"minnasan, tolong kerjasamanya ya~".
"ya ampun,suruh mereka diam,Mido-chin".
"aku juga berusaha menenangkan mereka,nanodayo!".
"Aomine-kun,tolong beritahu mereka supaya diam".
"Zzzzz". Lawan bicara malah tidur,terlalu kenyang mungkin sampai ketiduran.
BRAKKK!
Semua terdiam,ternganga,termenung(?).
Krikk..krikk..krikk
"ekhem,bisa kita mulai rapat ini?". Akashi berbicara,mereka cengo. 'apa-apaan dengan nada sopan seperti itu?!' batin Kiseki no sedai,untuk midorima ada tambahan nanodayo.
"tentu saja". Balas sesosok mahluk berkacamata dengan logat Osaka yang kental,jangan lupa dengan senyuman licik setipis benang yang terhias di wajah mahluk itu.
"bisa kita memperkenalkan diri dulu?,mulai dari nama, sekolah dan jabatan. Kita mulai dari ketuanya terlebih dahulu". Akashi mulai serius,tatapan menghunus bagi siapa saja yang melihatnya.
"aomine-kun,bangun!akashi-kun sudah memulai rapat". Kuroko membangunkan cahayanya yang lebih gelap dari bayangan itu. Aomine sendiri mendengar nama kramat 'akashi' langsung bangun,bahkan langsung segar bugar.
"kita mulai dari.." Akashi melihat kertas yang dipegangnya,berisi daftar nama sekolah yang akan berkerjasama dengan sekolah Teikou. "SMP Kaijou"
Pria berkaus kaki selutut itu berdiri.
"Kasamatsu Yukio,jabatan Ketua". Tatapannya dingin,dan menunjukkan wibawa sebagai ketua. Meskipun saat sedang marah lebih mirip ibu-ibu datang bulan.
'ouh, jadi namanya Kasamatsu Yukio. Namanya seperti hasil transgender gitu?'. Kise Masih menyimpan rasa sakit sepertinya.
"oke,selanjutnya".
"Moriyama Yoshitaka,jabatan wakil ketua". Mahluk yang bernama Moriyama ini cari mati rupanya. Bukannya menghadap ke Raja Agung Akashi Seijurou,Moriyama malah menghadap ke Momoi.
"h-hai!" yang ditatap jadi salah tingkah.
"ekhem". Akashi berdehem. Membuat atmosfir diruang menjadi sesak dan mencekam.
"a-a-ahh sumimasen,Akashi-san". Merasa bersalah,Moriyama membungkukkan tubuhnya. Itupun setelah diberi komando 'minta-maaflah-sebelum-ada-gunting-melayang' dari Kisedai.
"…" Akashi masih diam tak bergeming. Yang lain gemetar, bahkan Aomine sampai berkeringat.
"hahhh~sudahlah Akashi. Kalau kau ngamuk,kapan acara ini selesai?". Nijimura menenangkan,dengan hati-hati juga tentunya. Takut-takut kalau dia yang ditikam Akashi.
"Nijimura-san,kau terlalu baik". Akashi menatap Nijimura yang duduk disampingnya dengan tatapan sendu.
"a-a-apa?!". Yang ditatap salah tingkah.
"…." Akashi masih menatap Nijimura.
"…."
"Kita lanjutkan lagi,nanodayo". Midorima datang mengganggu keromantisan NijiAka yang sedang LIVE.
"Midorin,baka!". Satu-satunya bangsa fujo merasa terganggu. Kapan lagi coba nonton live nya langsung?gratis lagi.
"ekhem.. selanjutnya SMP Touo". Akashi kembali ke mode normal.
Mahluk berkacamata dengan wajah sinis itu berdiri.
"Imayosi souichi,jabatan ketua".
"Sa-sakurai ryo desu!sumimasen,sumimasen!". Tak ada angin,tak ada badai anak ini minta maaf tanpa sebab.
"jabatan mu?".
"Sekretaris,sumimasen!".
Yang lain sweatdrop.
"selanjutnya,dari SMP Shuutoku".
Gorilla berbadan kekar berdiri.
"Taisuke Otsubo,jabatan Ketua". Dengan hormat,gorilla ini membungkukkan tubuhnya. Entah cari formalitas atau cari aman.
"Kiyoshi Miyaji,jabatan wakil ketua". Kali ini tanpa acara membungkukkan tubuh. Entah berani entah cuek.
"selanjutnya SMP—"
"Tunggu! Masih ada aku, Takao Kazunari jabatan Bendahara". Ternyata ada member yang terlupakan.
"kalian mengirim tiga orang?". Tanya Akashi. Dimata nya tertulis 'JAWAB ATAU MATI?!'.
"disuratnya tertulis maksimal membawa tiga orang dari masing-masing organisasi". Jawab Miyaji. Dengan wajah pede seraya memampangkan kertas undangan.
"ohh begitu kah?". Akashi menatap Momoi yang tengah ber-tehe ria. Alasan Momoi sendiri menulis maksimal tiga orang adalah agar mereka tidak berkerja sekeras apa yang Baginda Akashi titahkan. Lumayan mengurangi hasil ekskresi dari kulit.
"untuk hari ini ada SMP Kaijou,SMP Touo dan SMP Shuutoku, sisa bala bantuannya besok akan datang". Akashi menutup kertas itu.
"bisa kita akhir ini segera? Aku lapar!".
Kisedai menatap Murasakibara."itu bukan aku".
"Kazunari,jaga tata karma mu di sekolah lain". Baru hari pertama Takao sudah dapat saran 'istimewa' dari Yang Mulia Akashi.
Ternyata yang mengeluh kelaparan adalah Takao Kazunari. Maklumi saja,jarak rumahnya lah yang paling jauh dari Teikou diantara teman-temannya. Nasibnya juga sama seperti mahluk pelangi kekurangan dana itu,dan sekali lagi maklumi tanggal tua.
"baiklah,dari pihak kami sendiri perkenalkan Akashi Seijurou,jabatan Ketua". Nijimura memperkenalkan (uke) Akashi.
"Midorima Shintaro,jabatan wakil ketua,nanodayo". Midorima berdiri menenteng celengan penguin bertopi merah yang nyaris Momoi hancurkan tadi.
"cih,apa-apan itu ditangannya. Bhahak". Ejek takao dengan suara kecil. Dibilang kecil pun sebenarnya tak bisa,karena pihak yang terkait pun mendengar ejekan spesial di hari pertama bertemu Takao Kazunari.
"Momoi satsuki desu. Jabatan Sekretaris, mohon kerjasamanya".
"hooo~ jadi Titisan Bidadari ini bernama Momoi? Nama yang cocok untuk mu,lady". Moriyama tebar pesona. Kasamatsu yang berada disampingnya,langsung menjaga jarak. 'aku gak kenal dia,aku gak kenal dia' batin kasamatsu.
"Kise Ryouta desu—"
"ayo kita mulai rapat ini".
"tunggu akashicchi! Aku belum memperkenalkan diri-ssu!". Kise mengacungkan kedua tangannya,member tanda 'stop' kepada Akashi.
"kamu kan bisa aja kenalan sama mereka nanti. Toh,mereka belum tentu mau kenalan sama kamu,Kise". Nijimura datang membantu Kise agar Kise bisa duduk dan diam ditempatnya. Pasangan NijiAka kalau bertemu susah dilawan,apalagi ditentang.
Akhirnya Kise mengalah dan kembali duduk ke pangkuan Yang Maha Kuasa—ekhem maksudnya ke tempat duduknya.
"jadi...Siapa yang punya usul untuk festival Budaya ini?".
Semua berfikir dengan kapasitas otak masing-masing. Bahkan saat Momoi ingin mengajukan usul,dihentikan oleh Aomine. Lebih baik mereka buat festival bertema kuburan dari pada membuat festival dengan tema dari otak fujoshi seorang Momoi Satsuki.
Semua masih berfikir..
"anoo"
.
.
.
.
TBC
TL(Translate): *1. Déjà vu itu semacam mengalami sebuah kejadian dan lupa entah seperti pernah jadi pacar kamu,tapi lupa kapan(author berdelusi egen,masih tertular virus Me*me/apa yang disensor?/)
*2. Gomennasai itu artinya maaf,sama seperti sumimasen tapi kadang dipakai untuk artian 'permisi'. Saya yakin rata-rata readers pada tau.. :v
*3. Urusai itu berisik,atau bising, atau gaduh atau semacamnya.
* ini lagu papolit(favorite) author judulnya Asu e no YELL dari Hey!Say!JUMP . author lagi kesengsem sama salah satu membernya yang bernama Nakajima Yuto 3.
*5. Aah so ka?wakatta. itu artiannya seperti ooh begitu kah?dimengerti/aku mengerti/mengerti..
AN: sebelumnya gomenn, karena gak bisa balas satu-satu ripiuw-an kalian T_T . tapi saya sangaattt berterima kasih sekali dengan para readers yang udah nge-ripiuw,nge-pollow,sama nge-papolit (R.I.P English) fanfic aneh ini.. di chapter berikutnya kemungkinan ada OC dan ada pairing baruu~,khusus di chapter ini NijiAka,walau aslinya gak kentara banget pairingnya. Karena lagi mood dan sayanya juga NijiAka shipper jadilah seupil scane mereka,,. Bagi yang anti atau tidak suka boleh melampiaskan nya di ripiuw,saya akan terima flame (semacam marah-marah ato emosi gitu deh) kalian. Bagi yang ingin pairing favorite nya nongol silahkan hubungin no dibawah ini,(maksudnya ripiuw).. thanks yang udah baca,yang belum baca harus baca!(maksa)..
