Judul: Zitao and I

Tokoh: Kim Minseok, Kim Zitao, Oh Sehun, Kim Jongdae, Kim Jongin, Kim Chanyeol, Do Kyungsoo, Kim Joonmyeon, Zhang Yixing, Byun Baekhyun (*perubahan marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita)

Kata pengantar:

1. Ddan ddan, akhirnya part 2-nya bisa dirilis setelah aku selesai ngetik part 6 dari ff ini (*aku selalu ngerasa ga tenang kalau belum nabung chapter selanjutnya) dan terima kasih untuk kalian yang menunggu ff ini =))

2. Terinspirasi dari berbagai sumber, pasti akan ada beberapa kesamaan cerita.

3. Ini Genderswitch (*dan aku yakin pembaca sudah tau siapa saja yg aku GS-kan)

4. Typo is still alive.

5. Selamat membaca

### Zitao and I ###

Aku tak tahu mana yang lebih menakutkan, Baekhyun yang sedang mengobrol dengan dukun yang kami datangi atau si hantu perempuan yang sedang asyik memperhatikan aksesoris si dukun. Yang pasti, aku sedang dalam keadaan yang sangat tak nyaman, dan seperti biasa, ini semua gara-gara ibuku. Andai ibuku percaya padaku dan mau menolongku, aku tak perlu menyeret Baekhyun ke tempat si dukun dan membuatnya merasa seperti bertemu teman lama. Sebenci-bencinya aku pada Chanyeol, aku tak ingin dia jadi korban santetnya Baekhyun.

"Seok-ie, kenapa diam saja, bukannya kamu yang mengajakku ke mari karena mau mengusir hantu? Kenapa sekarang malah diam saja?" tanya Baekhyun tanpa rasa bersalah. Padahal, andai Baekhyun tak memotong ucapanku tadi, aku yakin acara konsultasiku sudah selesai, yang artinya hantu itu sudah diusir jauh dari sisiku.

"Mengusir hantu? Ada hantu yang mengikutimu?" tanya si dukun panik. Huh panik?! Jangan bercanda, mana ada dukun yang takut pada hantu.

"Ya begitulah, dia mengikutiku sejak kemarin," jawabku enteng.

"Kamu bisa melihatnya?"

"Ya, aku bisa melihatnya bahkan aku bisa berinteraksi dengannya, sekarang dia ada di sebelah anda, karena sepertinya dia tertarik dengan jam tangan Gucci yang anda pakai," kataku pada si dukun. Dan tebak apa yang terjadi setelahnya?!

SI DUKUN PINGSAN! PINGSAN! Meninggalkan Baekhyun dan aku yang melongo dengan mulut menganga. Dan setelahnya kami langsung diusir oleh assisten si dukun. Dia menyalahkan kami yang membawa hantu ke tempat praktek si dukun, menurut si assisten, dukun yang pingsan tadi ternyata alergi hantu. Arghh, aku tak percaya ini, dukun macam apa yang alergi hantu?! Mulai sekarang aku tak percaya dengan dukun mana pun di muka bumi ini.

### Zitao and I ###

Hantu itu melayang ke arahku, dan dia mulai menatapku dari ujung kaki hingga ujung kepala. Dia lalu mendekat ke arah leherku, dan dia bilang, aku bau. Setelah itu dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan dia bilang, aku mirip Sohee, mantan anggota Wonder Girls. Dia lalu melayang mundur dan membungkukan badannya, dan memperkenalkan dirinya. "Hello, namaku Kim Zitao," katanya, "senang bisa bertemu denganmu, Minseok-eonni."

Gila! Aku pasti sudah gila karena memutuskan untuk membangun hubungan bisnis dengan si hantu yang ternyata bernama Kim Zitao ini. Tapi aku pikir, Zitao jadi hantu gentayangan karena dia memiliki hal-hal tertentu yang belum sempat dia sampaikan pada orang-orang terdekatnya. Jadi aku akan berusaha menyampaikan hal itu pada orang yang dimaksud, mungkin dengan begitu, Zitao akan berhenti mengikutiku dan pergi ke alam baka.

Tapi ternyata dugaanku salah, Zitao sendiri masih bingung, apakah dia sudah mati atau belum. Jadi aku simpulkan, Zitao bukan hantu, tapi arwah nyasar, yang anehnya sudah begitu yakin kalau 10 hari lagi dia pasti akan mati. Benar-benar arwah yang pesimistis.

Dari cerita Zitao, dia tak bisa menemukan tubuhnya setelah mengalami kecelakaan di jalan tol satu bulan yang lalu. Dia menunggu petunjuk tentang keberadaan tubuhnya selama tiga minggu di jalan tol serta beberapa rumah sakit di Seoul, sebelum akhirnya menyerah dan memilih tinggal di atap sekolahku. Zitao bilang dia memang tak pulang ke rumah, karena dia takut dan tak tahan dengan rasa bersalah jika melihat keluarganya menangis karena tak bisa menemukan Zitao.

Dan sekarang, aku tahu alasan Zitao begitu yakin akan mati, di 10 hari sisa waktu Zitao di bumi (Zitao hanya punya waktu 40 hari di bumi untuk menemukan tubuhnya), dia sudah menyerah untuk menemukan tubuhnya dan hidup kembali. Dia hanya tidak ingin keluarganya salah paham dengan kematian Zitao dan aku lah yang akan jadi perantaranya. Aku harus mengatakan pada keluarga Zitao bahwa dia tidak kabur ataupun diculik tapi terbawa sebuah mobil bak terbuka yang ditutupi terpal saat ia sedang bersembunyi dari kejaran fans gila adiknya (di bagian ini aku merasa senasib dengan Zitao) dan mengalami kecelakaan lalu meninggal. Dia juga bilang, karena yang membantu adalah aku, misinya akan lebih mudah.

"Kenapa?" tanyaku bingung.

"Karena kamu adalah kakaknya Chanyeol."

"Huh?" dengusku, karena baru kali ini ada yang menunjukkan padaku keuntungan menjadi kakak dari seorang Kim Chanyeol. "Chanyeol adalah sahabat adikku, Jongin," jelas Zitao. Dan penjelasan Zitao berhasil membuatku tersedak ludahku sendiri. Karena, jika Zitao itu kakak Jongin berarti Zitao adalah adik dari 'DIA'.

"Minseok-eonni, kamu baik-baik saja?"

"Y... y... ya."

### Zitao and I ###

Misiku dimulai pagi ini, pagi ini aku harus berhasil menarik perhatian Jongin atau 'dia'. Seperti rencanaku dan Zitao tadi malam, aku harus meyakinkan mereka kalau aku sudah kerasukan arwah Zitao, dengan begitu aku akan lebih mudah untuk masuk ke dalam keluarga Kim-nya Zitao dan menjelaskan semua yang terjadi pada Zitao. Ahh, kenapa sih aku tak bisa masuk ke dalam keluarga"nya" dengan cara yang lebih normal (T.T).

Pagi-pagi sekali Zitao sudah membangunkanku, dan lupakan wajah manis nan memelas Zitao tadi malam saat memintaku menolongnya. Hari ini hanya ada wajah Zitao yang sangat menyebalkan di mataku, namun sayangnya masih terlihat cantik (T.T). Bagaimana aku tidak sebal, si bocah hantu bermata panda ini terus-terusan mengomentari cara berpenampilanku. Dia bilang, parfumku bau dan rambutku terlihat seperti sapu, untungnya ada parfum beraroma kayu manis yang ibu berikan padaku saat natal, kata Zitao itu sedikit menolong penampilanku pagi ini.

Zitao benar-benar berhasil mengubah seorang Kim Minseok. Saat aku bercermin aku bahkan merasa bahwa aku bukan aku. Rambutku yang biasanya acak-acakan karena hanya ku sisir dengan jari, sudah ku ikat dengan pita yang Zitao temukan di salah satu laci lemariku (dan jujur aku sendiri tak tahu aku memiliki benda seperti ini), aku juga memakai make up yang selama ini hanya aku jadikan hiasan di meja riasku (yang ini tentu saja dengan banyak bantuan Zitao. Walaupun Zitao tak bisa menyentuh barang-barangku, tapi Zitao sangat ahli membuatnya melayang, jadi Zitao bisa melakukan hal-hal yang ia inginkan dengan mudah).

Saat aku turun dan memasuki ruang makan, ayah menganga melihat penampilanku, ibu bahkan sampai menyentuh dahiku dan bertanya, "kamu tidak demam kan?". Chanyeol juga mengejekku dengan bilang kalau aku kerasukan. Tapi anehnya aku malah senang mendengar ejekan Chanyeol, karena itu memberiku harapan bahwa misiku dan Zitao hari ini 90% pasti berhasil.

Aku sedang menikmati telur keduaku ketika suara klakson mobil 'KimJong' bersaudara membuat Chanyeol menghentikan sarapannya. Dan itu artinya, aku harus buru-buru menelan sarapanku dan mencoba menarik perhatian mereka. "Ibu, aku sudah selesai," kata Chanyeol sambil membersihkan mulutnya dari minyak dan saus omelette yang jadi menu sarapan kami pagi ini dan beranjak dari ruang makan.

"Hati-hati Chanyeol, dan Minseok, kamu mau ke mana?" kata ibu yang aneh melihatku juga beranjak mengikuti Chanyeol meninggalkan ruang makan.

"Aku ada janji dengan Baekhyun pagi ini, karena tugas kelompok yang kemarin kami kerjakan belum selesai," (uhh, dua kebohongan sekaligus, andai ibu tahu apa yang aku lakukan kemarin dengan Baekhyun).

"Oh baiklah, kamu juga hati-hati ya Minseok," kata ibu yang percaya begitu saja dengan kebohonganku.

Ah ibu, maafkan aku, aku janji setelah masalah dengan Zitao selesai, aku akan kembali jadi Kim Minseok yang tak pernah berbohong padamu. Tunggu, kenapa aku jadi mellow begini?! Aku tak punya waktu untuk ber-mellow-mellow ria, aku harus segera ke depan rumah bahkan harus lebih cepat dari Chanyeol yang saat ini sedang mengambil tasnya di kamar atas. Untung aku punya Zitao, dia sudah menyimpan tasku di sebelah sepatu sekolah, jadi setelah ini aku bisa langsung mencoba menarik perhatian... SEHUN?! Huh, kenapa bisa ada Sehun saat aku membuka pintu rumahku?! (Mari abaikan Jongin yang juga ada di sana).

"Ternyata Minseok-noona benar-benar kakaknya Chanyeol ya?"

"Hah?" aku tak mengerti pertanyaan Sehun, tapi ada hal lain yang membuatku lebih penasaran, "dari mana kamu tahu rumahku?"

"Maafkan aku, tapi kemarin aku mengikuti Minseok-noona. Dan jujur saja aku kaget ketika noona masuk ke rumahnya Chanyeol, karena Chanyeol juga tak pernah bercerita kalau dia punya kakak perempuan," jawab Sehun dengan nada menyesal yang terselip di tiap kata yang dia ucapkan.

"Apa itu penting?" balas Chanyeol yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangku. Dan aku hampir menangis mendengarnya. Jika fans Chanyeol selalu menyakiti badanku, maka Chanyeol selalu menyakiti hatiku. Dasar penjahat!

"Heh, aku tak suka drama keluarga seperti ini, ayo pergi!" celetuk Jongin (yang dari tadi diabaikan) sambil berlalu meninggalkan Chanyeol, Sehun dan aku. Melihat Jongin, keinginanku untuk menangis langsung hilang dan diganti dengan keinginan untuk melemparnya dengan tiang. Aku yakin Jongin lah yang membawa pengaruh buruk sehingga Chanyeol tak mau mengakuiku (karena seingatku, waktu SMP, Chanyeol masih mau mengakuiku walau sedikit), atau memperlakukan kakak dengan buruk sedang jadi tren di kalangan remaja saat ini?! Ah lupakan, aku tak peduli dengan itu, aku hanya peduli pada Jongin yang akan masuk daftar orang yang ku benci setelah ini.

Kesal pada Jongin membuatku kehilangan niat untuk menarik perhatian mereka. Jadi aku memutuskan untuk buru-buru pergi dari sana, sampai tiba-tiba Sehun menahan tanganku dan meminta 'dia' untuk mengizinkanku ikut dengan mereka, "Jongdae-hyung, Minseok-noona bisa ikut dengan kita kan? Dia satu sekolah denganku."

OMO! Aku tidak tahu harus apa jika 'dia' mengatakan ya. Tapi aku berharap 'dia' akan mengatakan 'ya', supaya aku bisa merasakan semobil dengannya, merasakan diantarkan sekolah olehnya, serta memandangi wajahnya sepuasnya.

Dan aku hampir melompat ketika 'dia' benar-benar mengatakan 'ya', walaupun hanya diwakili kepalanya yang mengangguk pelan. Setelah itu 'dia' menyuruh Chanyeol untuk lebih merapatkan duduknya, lalu Sehun menyuruhku untuk duduk di antara dia dan Chanyeol.

Perjalanan ke sekolah pagi ini terasa cepat, mungkin karena aku yang tak peduli pada sekelilingku dan hanya fokus pada 'dia' (ah, sampai sekarang aku belum berani menyebut namanya) yang serius mengemudikan mobilnya. Sampai-sampai Chanyeol harus menepuk pundakku dengan keras untuk menyadarkanku bahwa Sehun dan aku sudah sampai di SM High School. Setelah keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih, Sehun meminta izin untuk pergi lebih dulu karena ada PR-nya yang belum selesai. Jadi sekarang hanya ada Zitao dan aku.

"Eonni, kamu menyukai Chen-ge?" tanya Zitao yang melayang di sebelahku yang sedang berjalan menuju ruang kelas di lantai 3. Untung sekolah masih lumayan sepi, jadi tidak ada yang menatapku aneh karena aku mengobrol sendiri.

"Huh? Siapa itu Chen?"

"Ah~~ Chen itu panggilan Jongdae-oppa jika di rumah. Karena ibuku itu orang China, kami punya panggilan-panggilan tertentu saat berkomunikasi dengan bahasa china," jelas Zitao.

"Owh," kataku sambil mengangguk-anggukan kepalaku.

"Jadi benar eonni menyukai Chen-ge?"

"Kesimpulan dari mana itu?!"

"Dari kepalamu, aku tahu apa yang eonni pikirkan," katanya percaya diri, "yang paling ku ingat: aku tidak tahu harus apa jika 'dia' mengatakan ya. Tapi aku berharap 'dia' akan mengatakan 'ya', supaya aku bisa merasakan semobil dengannya, merasakan diantarkan sekolah olehnya, serta memandangi wajahnya sepuasnya."

Aku yakin wajahku sudah semerah kepiting rebus sekarang, dan si bocah hantu bermata panda langsung tertawa dengan sangat puas. Sepertinya aku juga harus memasukan Zitao ke dalam daftar orang yang ku benci, itupun kalau dia masih bisa dikategorikan sebagai orang. Arghhhh, aku benci!

Aku mempercepat langkahku, tak ku pedulikan tawa Zitao yang begitu keras, bahkan aku tak peduli ketika Zitao berkata bahwa dia akan mendekatkanku dengan 'dia', tapi aku peduli ketika Zitao bilang kalau dia akan mendekatkan oppa-nya itu dengan Kai, jika aku tak mau dibantu olehnya. "Siapa itu Kai?" tanyaku pada Zitao.

"Akui dulu kalau eonni menyukai Chen-ge," tawarnya padaku.

"Baik, aku memang suka Kim Jongdae, kamu puas?!"

"Hha, ya aku puas!"

"Sekarang, siapa Kai?"

"Kai itu..." aku mendengarkannya dengan baik-baik, bagaimana jika si Kai itu adalah perempuan can...

"anjing betina di rumah kami. Hha!"

Rasanya aku ingin melemparkan sepatuku ke arah Zitao. Tapi itu hanya akan jadi hal yang sia-sia, karena sekeras apapun aku melemparnya, dia tak akan merasakan sakit. Jadi, abaikan saja. Anggap saja amalan, karena membuat Zitao tertawa sebelum dia pergi ke alam baka.

### T.b.c ###

Sebelum pamit, aku mau membalas beberapa review yang masuk. Ich liebe dich so sehrrrrrrr :**

Kim XiuXiu Hunnie: terima kasih reviewnya =))

kthk2: terima kasih reviewnya... nanti juga bakal ketahuan Sehun itu siapanya Zitao. Sabar yaaa dan Minseok di sini emang aku gs-kan, jadi dia perempuan =))

Kirei TheLittleThieves: terima kasih, dan ff-nya sudah dilanjutkan =))

Wuziper: terima kasih reviewnya... uhmmm, Zitao bukan hantu dan semua yang kamu tanyain bakalan terjawab di episode(?) selanjutnya... semoga aku ga bingung lanjutin ceritanya =))

Aiko Michishige: terima kasih dan ff-nya sudah dilanjutkan =))

Deer baozi: terima kasih reviewnya dan yup yup yup Zitao yang jadi hantu, eh, arwah nyasar deng =))

Ko Chen Teung: terima kasih reviewnya... dan aku kaget pas kamu nyamain Zitao sama kuntilanak xD pertanyaan kamu yang lainnya bakal terjawab di episode(?) yang akan datang... dan yg jadi perempuan: Minseok, Zitao, Kyungsoo, Yixing sama Baekhyun =))

Nei-chan: terima kasih reviewnya... Zitao belum mati sih, tapi apa aku buat mati aja?! (*malah nanya) =))

Hellotaeng: terima kasih reviewnya... Zitao emang perempuan kok, arwah perempuan lebih tepatnya =))

Celindazifan: terima kasih reviewnya... dan iya, ini gs, soalnya lagi seneng bayangin Tao sama Xiumin jadi cewek (*plakk) =))

Ditunggu review, kritik dan sarannya!

See you next time! =))