Birds of a feather flock together
Author's note : Pertama-tama, special thanks to Aiki Aeru-senpai atas saran dan pencerahannya :) Saya akan berusaha lebih baik lagi! Mohon dukungannya 'bowed'. Makasi juga buat Shiro-senpai yang senantiasa menemani saya di masa-masa sulit menjadi fans anti-mainstream :) kapan kita bobo bareng lagi di dorm? XD /salah fokus. Thanks juga yang sudah favorit fic gaje ini dan juga buat yang udah baca but not left response :)
Di fandom ini, saya akan lebih sering posting tentang KiriDai members karena saya adalah manager mereka :D hahahaha (maunya) karena KiriDai adalah tim favorit saya di Kurobas :)
Bagi yang belum tahu, peribahasa "Birds of a feather flock together" artinya kebanyakan orang suka menghabiskan waktu mereka bersama orang-orang yang mempunyai kesamaan dengan mereka. Entah kenapa Fujimaki-sensei 'memberikan' motto ini sebagai mottonya Hanamiya :) Jadi menurut hemat saya, tim Kirisaki Daiichi merupakan perwujudan dari Hanamiya's birds of a feather alias orang-orang yang punya kesamaan dengan Hanamiya khususnya dalam hal sadis dan curang :) Mereka satu-satunya tim yang semuanya kelas dua kan :D
Disclaimer : Kirisaki Daiichi sepenuhnya milik Fujimaki-sensei bukan punya saya :'(
Summary : Hanamiya's birds of a feather. Kirisaki Daiichi. Hanya sebuah kilasan cerita dan flashback tentang 'persahabatan' ala tim Kirisaki Daiichi yang terkenal sadis :D enjoy reading and feel free to review :)
Sore itu klub basket Kirisaki Daiichi memulai latihan mereka…
"Lari keliling lapangan 50 putaran!" Hanamiya memberi perintah kepada anak asuhannya untuk melakukan pemanasan. Dia pun ikut berlari di barisan paling belakang. Hanamiya adalah kapten dan juga pelatih mereka tapi bukan berarti dia duduk santai dan hanya menyuruh-nyuruh timnya melakukan porsi latihan yang melebihi porsi makan Kagami.
Dia juga melakukan pemanasan dan berlatih bersama mereka. Dia pulang paling belakangan untuk memastikan semuanya sudah beres dan rapi. Malah kadang dia masih berada di sekolah hingga pukul 10 malam hanya untuk mengasah teknik Floater Shoot. Pernah suatu malam, Yamazaki memergoki kaptennya itu tengah berlatih sendirian. Berulang kali melakukan floater shoot sampai dirinya bersimbah keringat dan napasnya tersengal-sengal tapi Hanamiya tidak berhenti. Dia tetap berlatih hingga Yamazaki berpikir kalau Hanamiya terlalu memaksakan diri.
Teknik Floater Shoot merupakan teknik yang sulit dan cukup beresiko menurut Yamazaki. Sebagai shooting guard, dia lumayan sering memperhatikan teknik-teknik shooting dari tim lain. Midorima Shintarou adalah yang terbaik. Tentu saja! Hanya monster yang bisa melakukan shooting dari jarak sejauh itu! Tapi Yamazaki mengakui floater shoot Hanamiya lumayan bagus.
Dibutuhkan lengan dan pergelangan tangan yang kuat dan stabil untuk melakukan floater shoot. Tak hanya itu, kau juga harus melompat cukup tinggi untuk menghindari blockingan dari center lawan. Terdengar mudah? Tentu saja tidak, karena kau harus melakukan Floater Shoot dengan satu tangan. Hal itu menjadi lebih sulit kalau tubuhmu jauh lebih kecil dari center lawan.
"Bener-bener deh! Ngakunya sih maen basket cuma buat seneng-seneng, tapi tetep dibela-belain latihan sekeras itu sampai larut malam begini" Yamazaki tersenyum. Sisi lain Hanamiya Makoto yang seperti malam itu mungkin tidak akan pernah ditunjukkannya didepan umum. Hanamiya yang bekerja keras melatih kemampuannya hingga wajahnya pucat seperti ingin muntah. Kau tidak akan pernah melihat Hanamiya yang seperti itu, kecuali malam hari saat latihan sudah lama selesai dan nilaimu cukup bagus untuk mendapat ijin berlatih disekolah hingga jam segitu.
Flashback
"IQ 160? Seriusan? Apa kau sepintar itu?" Yamazaki berseru gak percaya saat teman sekelasnya, Seto mengatakan padanya kalau IQnya 160. Selama ini Yamazaki emang sedikit 'amaze' pada teman mainnya itu karena biarpun hobi tidur di kelas dan jarang ngerjain PR, tapi kalo ulangan nilainya selalu bagus. Cowo berambut oranye itu pun menyangka kalo Seto selalu nyontek pas ulangan, tapi nyatanya Seto gak keliatan ngebet dibuku atau nyontek dengan cara apapun. Seto si pemalas mesum akan berubah 180 derajat menjadi Seto yang serius saat menghadapi ulangan dan selalu keluar sebagai pemilik nilai tertinggi.
"Yoi~ Level kita beda, bro" sahut Seto cuek. Dia gak bermaksud meremehkan Yamazaki hanya saja dia seneng ngeledekin temennya yang gampang emosian itu.
"Teme!" tuh kan Yamazaki langsung membentak Seto karena menganggapnya bodoh.
"Tapi ada yang jauh lebih pinter dari gue. Noh si alien!" ujar Seto sambil menunjuk Hanamiya yang sudah berjalan beberapa meter mendahului mereka karena kebelet pipis. "Haaah?" Yamazaki melongo kemudian bertanya dengan polos.
"Kenapa kau memanggil Hanamiya dengan sebutan alien?"
"Karena dia memang alien. Pulang larut malam setelah latihan tapi masih bisa datang pagi-pagi ke sekolah tanpa mengantuk sedikitpun. Apa namanya kalau bukan alien?!" Seto berkata dengan nada serius dengan ekspresi yang serius pula, berusaha meyakinkan Yamazaki.
"Iya bener. Hanamiya juga menggunakan bahasa alien. Coba saja kau pinjam buku catatan kimianya. Dia menulis dengan bahasa aliennya yang kita gak ngerti. Mungkin aja kan dia sedang merencanakan strategi untuk menyerang bumi kita. " Furuhashi yang juga berjalan bersama mereka ikut menimpali perkataan Seto dengan serius. Padahal Hanamiya hanya menulis catatannya dengan rumus kimia yang sudah ia hapal luar kepala. Tapi kedua cowo itu emang pengen ngisengin Yamazaki aja yang gampang banget diboongin jadi mereka sengaja melebih-lebihkan semuanya.
"Ah masa? Kalian jangan boongin aku yaa?!" Yamazaki masih setengah gak percaya omongan teman-temannya tentang Hanamiya. Tapi kalo dipikir-pikir bener juga sih, meski pulang malam setelah latihan, Hanamiya sudah datang pagi-pagi ke sekolah untuk berjaga didepan gerbang sekolah mengawasi murid yang telat datang. Sejak Hanamiya jadi anggota komite kedisiplinan, tampang imut dengan alis ulat bulunya yang beradu terbukti cukup ampuh menurunkan tingkat keterlambatan para murid. Darimana dia punya kekuatan seperti itu yaa? Benarkah Hanamiya memang alien? Yamazaki menoleh kearah Seto dan Furuhashi, keduanya mengangguk dan masih memasang tampang serius.
"Beneran! Apa kau pernah melihatnya makan? Engga kan?! Hanamiya cuma makan coklat, karena di planetnya hanya ada pohon coklat. Dia akan sekarat kalo makan nasi" sahut Hara yang tiba-tiba datang dari belakang Yamazaki. Dia sejak tadi diam-diam mendengarkan pembicaraan ketiga temannya itu tentang Hanamiya dan memutuskan untuk ikut berpartisipasi mengusili Yamazaki.
"Eh bener juga sih!" Yamazaki kembali mengingat-ingat kalau dirinya gak pernah melihat Hanamiya makan sesuatu selain coklat. Dia makan kue coklat, biskuit coklat, pudding coklat bahkan minumannya pun masih ada rasa coklatnya. Beneran alien kali yaa! Yamazaki Hiroshi berhasil ditipu oleh teman-temannya. Ketiga temannya tersenyum… puas karena berhasil mengerjai Yamazaki.
Kemudian Yamazaki berlari menghampiri Hanamiya dan tanpa disangka-sangka oleh si Akudo maupun teman-temannya, Yamazaki mencubit kedua pipi Hanamiya dengan keras yang tentu saja mendapat protes keras dari sang pemilik pipi.
"Baka! Apa yang kau lakukan?!" bentak Hanamiya yang kaget setengah mati karena tiba-tiba Yamazaki mencubit pipinya. Yamazaki melakukan itu untuk memastikan kalau Hanamiya bukan alien seperti yang dibilang teman-temannya. Tapi dia malah tertarik dengan pipi Hanamiya,
"Wah~ pipimu halus sekali Hanamiya. Seperti p****t bayi" kata Yamazaki innocent. Meski gampang emosian tapi Yamazaki cukup penyabar kalau berurusan dengan anak kecil khususnya bayi karena dia punya banyak keponakan. Hehehe Tapi dia kaget juga, kulit Hanamiya terasa halus dan lembut seperti kulit bayi. Hanamiya kan cowo!
End of flashback…
Yamazaki suka ketawa sendiri kalo mengingat hal itu. Sialan! gue dikerjain sama mereka! Yamazaki kesel juga jadi sasaran jail. Tapi biarin deh. Hehehe. Alhasil, dia dan teman-temannya sering menyebut Hanamiya 'alien' karena keanehannya.
Berbeda dengan Seto dan Furuhashi yang bergabung dengan klub basket karena diajak Hanamiya, Yamazaki sudah bergabung dengan klub basket sejak awal dan sudah sering berlatih dengan si Akudo. Meskipun dia harus rela menjadi second-string karena kemampuannya pas-pasan.
Kesan pertama Yamazaki terhadap Hanamiya tidak terlalu baik. Dia menganggapnya sombong seperti sebagian besar orang menilai Hanamiya. Yamazaki juga menganggapnya aneh karena jarang berbicara kecuali bila disapa. Itu pun jarang, karena gak pernah ada yang sudi menyapa Hanamiya duluan! Selebihnya, Hanamiya hanya menjalankan latihan seperti biasa tanpa banyak bicara.
Hingga suatu ketika, pandangan Yamazaki terhadap Hanamiya mulai berubah. Malam itu Yamazaki pulang telat karena setelah latihan basket dia harus mengikuti remedial matematika. Saat hendak pulang, dia melewati court indoor tempatnya berlatih dan mendapati lampunya masih menyala. Terdengar pantulan bola basket di lantai menandakan masih ada yang berlatih.
"Eh siapa yang masih berlatih selarut ini? Bukankah pelatih melarang kita berlatih sampai larut malam" Yamazaki pun bergegas menuju court dan betapa kagetnya ia saat melihat Hanamiya masih berlatih. Sendirian pula. Yamazaki mengamatinya diam-diam, Hanamiya berlatih teknik dasar basket seperti dribble dan shooting berulang kali padahal dirinya sudah dibanjiri keringat. Kenapa orang itu berlatih sekeras itu? Itulah yang menjadi pertanyaan dibenak Yamazaki.
Dia pikir Hanamiya hanya bisa bermain kasar dan curang dan sama sekali gak punya 'passion' apapun terhadap basket. Tapi apa yang sedang ia saksikan didepan matanya sangat berbeda jauh. Hanamiya tetap berlatih bahkan berlatih sekeras itu untuk meraih tujuannya. Dia tetap berusaha, dia tetap berjuang untuk mendapatkan keinginannya. "He's one of a kind, yah walaupun agak aneh sih" Yamazaki tersenyum senang, seperti melihat sosok jagoan favoritnya dalam manga.
Tak lama kemudian Hanamiya pun menyelesaikan latihannya. Dia mengambil handuknya yang tergeletak di bench kemudian membasuh tubuhnya yang sudah bermandikan keringat. Dia lantas mencari botol minum cadangannya didalam tas. "Shit!" umpatnya saat mengetahui dirinya lupa memasukkan botol minum cadangan tadi pagi.
"Nih!" Yamazaki menyodorkan sebotol air mineral yang tadi ia beli di kantin saat jam istirahat. Masih tersegel karena Yamazaki ternyata gak membutuhkannya. Akhirnya ia berikan kepada Hanamiya yang terlihat sangat kehausan sehabis latihan. Hanamiya mengangkat sebelah alisnya, agak terkejut melihat Yamazaki masih berada disekolah selarut ini. Tapi dia lantas mengambil botol itu,
"Thanks" katanya pelan kemudian meminumnya hingga setengah botol. Yamazaki duduk di bench, masih mengamati Hanamiya yang sedang mengatur napasnya. Wajah cowo itu terlihat pucat but so far dia keliatan baik-baik saja karena masih terlihat sedikit semu merah muda dipipinya.
"Kenapa kau berlatih sampai selarut ini?" Yamazaki memberanikan diri bertanya. Jujur baru kali itu dia berbicara berduaan dengan Hanamiya. Entah kenapa jantung Yamazaki mulai berdegup kencang.
"Bukan urusanmu!" itulah jawaban yang ada dipikiran Yamazaki. Tapi ternyata, jawaban Hanamiya berbeda,
"Aku hanya menghabiskan waktu" itulah jawaban Hanamiya. Napasnya sudah teratur kemudian menghabiskan air minum yang tadi diberikan Yamazaki.
"Kau aneh Hanamiya! Katanya kau gak ingin menang, tapi ternyata kau tetap berlatih keras seperti ini" Hanamiya tersentak dengan perkataan Yamazaki yang sangat blak-blakan. Kalau Seto yang mengatakannya mungkin dia gak akan heran, tapi ini orang lain. Orang yang bahkan baru berbicara padanya secara pribadi menyebutnya aneh. Lucunya, Hanamiya gak tersinggung. Malah dia mulai sedikit tertarik dengan Yamazaki.
"Semua orang pasti akan bekerja keras untuk mewujudkan keinginannya kan?!" sahut Hanamiya sambil menyeringai tipis dan memandang Yamazaki lewat sudut matanya. Cowo bermata sipit itu tampak berpikir sejenak untuk mencerna kata-kata Hanamiya. Dia berdeham sedikit.
"Ehm. Iya sih. Walaupun keinginannya rada sadis seperti keinginanmu" Yamazaki menjawab polos. Tidak terdengar ngeri atau benci saat mengatakan kata sadis tentang keinginan Hanamiya. Membuat Hanamiya jadi semakin tertarik. Dia pun berusaha membuat Yamazaki mengeluarkan pendapatnya lagi, membuat cowo itu berterus terang.
"Jadi menurutmu keinginanku itu sadis?" mata hitam keabuan Hanamiya menelisik tajam memandang Yamazaki. Biasanya orang lain akan merasa ngeri bila ditatap begitu olehnya tapi diluar dugaan, Yamazaki terlihat rileks.
"Iyalah. Boong namanya kalo aku bilang engga. Tapi setiap orang bebas mempunyai keinginannya masing-masing sih. Aku gak terlalu mempedulikan hal itu" lagi-lagi jawaban polos dari Yamazaki. Si Akudo jadi bingung sebenernya dia sedang berhadapan dengan murid SMU atau murid SD sih! Yamazaki bersikap santai sekali saat semua orang bersikap menjauhinya karena takut atau segan. Entah karena bodoh atau emang polos nih anak.
"Jadi kau gak keberatan dengan keinginan sadisku?" Hanamiya kembali bertanya pada Yamazaki, berusaha memahami karakternya.
"Engga" Yamazaki menjawab singkat. Hanamiya tertawa. Orang yang menarik, batinnya. Polos, gak sabaran dan mudah emosi, bukan tipe orang bodoh favorit Hanamiya sebenarnya. Tapi orang ini cukup unik karena dia sama sekali gak keberatan dengan kesadisan Hanamiya. Dan keesokan harinya, Yamazaki Hiroshi resmi bergabung dengan first-string tim basket Kirisaki Daiichi.
"Woi! Banguuun!" Yamazaki berteriak cukup keras berusaha membangunkan Seto yang sedang bobo cantik di bench saat mereka tengah latihan.
"Kau hanya buang-buang tenaga. Dia gak akan bangun, kecuali Hanamiya atau Miss Robin yang membangunkannya" kata Matsumoto datar. Seto hanya akan bangun bila disuruh Hanamiya atau bila mencium wangi parfum Miss Robin. Selain itu, sekalipun ada bom nuklir, dia tetap gak akan bangun.
Tadinya Matsumoto menganggap Hanamiya gak waras karena memasukkan Seto Kentarou si tukang tidur dan Furuhashi Koujirou si kutubuku bermata dead fish ke tim first-string. Pertama, Seto itu pemalas yang kerjaannya tidur doang dan keliatan banget gak punya passion dibasket. Passionnya hanya untuk hal-hal berbau hentai. Kedua, Furuhashi si kutubuku, he's really can't play basketball! Matsumoto harus mengajarinya selama seminggu penuh. Untungnya anak itu bisa menguasai teknik-teknik dasar dengan cepat. Apa yang diliat Hanamiya pada kedua orang aneh itu? Matsumoto rasanya ingin meremas-remas rambutnya tapi sayangnya dia gak punya rambut. Jadi makin keki bawaannya!
Sama seperti Yamazaki, Matsumoto sudah bergabung dengan klub basket sejak awal. Kemampuannya sebagai center cukup bagus meski perawakannya tidak terlalu tinggi. Dia pun langsung direkrut menjadi first-string bersama Hanamiya. Dia gak peduli dengan obsesi sadis Hanamiya terhadap Kiyoshi ataupun lawan-lawannya yang lain. Cowo gundul itu mengerti kalo olahraga gak melulu tentang sportifitas atau hal-hal semacamnya. Basket tak lebih hanya sebuah game yang hanya ada kalah atau menang. Dan dia gak peduli bagaimana caranya kemenangan itu didapat. For him, it's just a game. Kalah atau menang itu biasa. So, dia hanya ingin enjoy melakukannya.
Sejak awal Matsumoto mengakui kemampuan Hanamiya dan keseringan berlatih juga bertanding dengannya, membuat Matsumoto jadi cukup mengerti jalan pikiran Hanamiya. Dia gak keberatan bermain kasar dan curang, basket hanya sebuah permainan dan jujur saja Matsumoto menemukan sedikit kesenangan dan tantangan saat bermain kasar dan curang tapi selalu lepas dari pengawasan wasit. Tapi bukan itu yang membuat dirinya'mengikuti' Hanamiya.
Hanamiya gak pernah mengajari Matsumoto atau rekan-rekan timnya yang lain melakukan semua tindak kekerasan itu. Kalau kau menyadari, kau bisa lihat Hanamiya gak pernah melukai lawannya secara langsung. Tentu saja dia gak bisa melakukannya. Hanamiya memang sadis, tapi lengannya yang lembek dan kurus itu mana bisa melukai para center lawan yang tubuhnnya bisa mencapai tiga kali ukuran tubuh si Akudo. Makanya Hanamiya membutuhkan 'bidak' untuk menjalankan rencana kejinya, salah satunya adalah Matsumoto.
Flashback
"Jadi caranya terserah aku?" Matsumoto masih kurang paham saat Hanamiya menjelaskan taktik kotornya untuk melawan Seirin saat mereka masih first year. Hanamiya mengangguk kemudian mengulangi penjelasannya lagi kepada Matsumoto dan seluruh anggota first-string,
"Iya. Terserah kalian bagaimana caranya. Aku hanya memberitahu taktik untuk menghindari pengawasan wasit saat kalian melakukan rough screen, block, atau mendesak lawan melakukan kesalahan. Semacam itulah" Seluruh anggota first-string tampak berpikir kemudian saling berpandangan. Selain Matsumoto dan Hanamiya, tiga anggota first string lain adalah para senpai. Mereka tampak berdiskusi sejenak dan akhirnya mengangguk. Matsumoto bisa melihat sedikit keraguan di wajah para senpai tapi Hanamiya terlihat tenang. Berarti strateginya tidak terlalu beresiko baginya dan juga bagi tim.
Mereka pun berhasil melakukan strategi Hanamiya dan membuat Kiyoshi keluar dari lapangan dengan cedera lutut yang parah. Meski kalah, Hanamiya menyeringai puas karena berhasil melukai Kiyoshi. Dan dia melakukannya tanpa mengotori tangannya sendiri. Dia secara gak langsung menyuruh Matsumoto dan para senpai melakukan perbuatan sadisnya, 'memaksa' mereka melakukan tindakan beresiko tinggi. Bisa saja kan rencana Hanamiya gagal dan Kirisaki Daiichi langsung diskors karena dianggap sengaja melukai Kiyoshi. Tapi untung aja engga. Matsumoto bernapas lega. "Nih orang nyalinya gede juga!" batin Matsumoto girang.
Saat pelatih mereka mengundurkan diri dan para senpai juga hiatus karena sudah kelas tiga, Hanamiya berinisiatif mengambil posisi sebagai kapten dan juga pelatih. Anehnya, pihak sekolah menyetujuinya tanpa banyak komentar. Matsumoto mengira kalau Hanamiya akan membentuk tim-tim sadisnya, satu, dua atau bahkan tiga tim untuk memuaskan obsesinya yaitu menghancurkan lawan-lawan mereka terutama Seirin dan Kiyoshi Teppei. Tapi perkiraan Matsumoto tidak sepenuhnya benar.
Para junior dan beberapa second years berlatih seperti biasa. Hanya porsi latihannya yang sedikit lebih banyak dan lebih berat. Tapi secara keseluruhan mereka berlatih seperti klub basket biasa. Tidak ada permainan kasar dan curang. Strategi yang diberikan Hanamiya kepada point guard lain pun tidak menunjukkan indikasi curang, tapi tetap brilian as usual.
"Kukira kau akan membentuk tim-tim sadis untuk melakukan taktik kotormu, seperti yang kau lakukan waktu itu" kata Matsumoto saat dia berdiri disebelah sang kapten yang sedang mengamati para junior bertanding. Hanamiya hanya menyeringai seperti biasa,
"Tidak semua orang mampu dan mau melakukan hal seperti itu, Matsumoto" timpal Hanamiya tanpa menoleh kearah temannya.
"Eh? Apa maksudmu?" Matsumoto tampak belum paham. Hanamiya kemudian membalikkan tubuhnya hingga mereka saling berhadapan.
"Saat melakukannya dengan para senpai, mereka masih meragukan strategiku dan masih merasakan kekhawatiran karena takut rencanaku gagal. Mereka mampu melakukannya tapi mereka belum sepenuhnya mau melakukannya" Hanamiya menjelaskan dengan singkat. Matsumoto terlihat mengerti. Dia tak memungkiri para senpai masih waswas dan ragu saat itu. Memang dibutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan mental 'crushing' untuk membentuk tim sadis yang seperti Hanamiya inginkan. Tapi diatas semua itu, ada satu hal utama yang paling dibutuhkan yaitu kepercayaan.
Hanamiya tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan mental 'crushing' kalau dia hanya memerlukan kedua hal itu, dia bisa saja merekrut para preman di jalanan Shinjuku dan mendandani mereka seperti anak SMU. Tapi Hanamiya butuh lebih dari itu. Dia butuh orang-orang yang bisa ia percaya mampu dan mau melakukan hal itu tanpa paksaan tanpa beban, sehingga mereka tidak akan mengkhianatinya.
Dia butuh orang-orang yang bisa mempercayainya sepenuhnya, mempercayai strategi dan kemampuannya, mempercayai dirinya tidak akan menjatuhkan mereka. Hanamiya membutuhkan orang-orang yang memahami obsesi kejamnya, yang tidak akan keberatan dengan itu, yang mungkin bahkan malah ikut menikmatinya. Matsumoto Itsuki lah orang pertama yang memenuhi persyaratan Hanamiya.
End of flashback
Matsumoto tersenyum sendiri melihat tingkah para first-string, ahh tidak Matsumoto lebih suka menyebut mereka 'Birds of a feather' yang memang 'flock together'. Dia sudah mengerti sekarang, kenapa Hanamiya memilih mereka. Seto merupakan anak jenius meski otaknya lebih banyak dipenuhi hal-hal hentai. Dia satu-satunya orang yang bisa membantu Hanamiya menggunakan Spider Web dengan menggabungkan kecerdasan mereka. Furuhashi mempunyai pengamatan yang luas dan detail terhadap keadaan di sekitarnya. Mereka yang paling memahami pemikiran dan sikap sadis Hanamiya karena entah kenapa, Matsumoto merasa mereka juga memiliki sisi sadis yang sama meski gak separah si Akudo.
Kalo Hara sih, yang ada diotaknya hanya 'having fun', bermain kasar dan curang merupakan salah satu caranya untuk bersenang-senang. Hanamiya cenderung membiarkannya 'having fun' saat bermain karena sikap Hara yang carefree saat bermain kasar bisa memprovokasi lawan dan membuat mereka marah sehingga bisa memudahkan Hanamiya membaca taktik mereka. Hara menjalankan perannya dengan sangat baik. Dan Yamazaki, dia adalah penyegar suasana. Karena tanpa dia, klub basket Kirisaki Daiichi akan terasa hampa :)
FIN
Gaje dan OOC banget yak?! Hehehe. But I really enjoyed 'spending time' with these boys. Matsumoto Itsuki adalah center KiriDai sebelum digantiin sama Seto. Karena dia duduk disebelah Hanamiya pas mereka nonton pertandingan Seirin vs Senshinkan jadi saya pikir mereka berteman dekat :D
