Tittle : Kamjjong!
Cast : Kim jongin [Kai], Oh Sehun and Other
Genre : Romance and other
Rate : T
Disclaimer: Cast yang pasti punya Tuhan YME, orang tuanya, entertainment, dan fans.
Warning : typo(s), BL.
NO BASH! NO PLAGIAT!
Note: ff ini asli dari otak ku sendiri, bukan hasil PLAGIAT!
walau ff nya abal dan gaje, tapi ini tetap ff murni dari otak ku!
.
.
Happy Reading
.
.
.
Sehun duduk santai di sofa sambil memperhatikan televisi yang menampilkan acara vearity show kesukaannya. Ia menonton sambil ditemani oleh satu toples cookies di tangannya dan segelas jus jeruk.
Sehun menonton sambil sesekali tertawa. Ia tidak menyadari-atau sama sekali tidak peduli- kalau seseorang sudah duduk disampingnya.
"sehun," panggil Kai. Namun Sehun tidak menanggapinya, ia hanya sibuk tertawa dan sesekali memakan cookiesnya. Tidak peduli dengan orang disampingnya. Dia sangat malas melayani orang itu berbicara.
"YAK! Oh Sehun!" panggil Kai lagi dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Sehun yang sudah merasa risih pun, langsung menoleh kepada Kai. "ada apa? Kau menganggu saja." Omel Sehun sambil meletakkan toples cookiesnya diatas meja didepannya lalu meminum jus jeruknya pelan.
"apa kau tidak memasak? Aku sudah lapar, sejak tadi aku belum makan siang. Dan sekarang sudah menunjukkan jam 3 sore. Aish, jeongmal." Oceh Kai.
Sehun hampir saja tersedak minumannya karena mendengar perkataan Kai.
"Hei, Jongin-ssi! Memangnya aku pembantumu, huh? Enak saja kau menyuruhku memasak. Kalau tidak bias memasak, kenapa tidak cari saja makanan diluar, aku sedang malas." Sehun kembali mengalihkan pandangannya pada televisi.
Kai mendengus kasar. "ck, dasar bodoh. Kalau dirumah bisa makan, mengapa harus pergi keluar untuk mencari makan? Kau boros sekali. Kau memang sudah terbiasa mengorder dari luar ya? Cih, dasar anak manja." Ucapan Kai membuat Sehun langsung menoleh menatapnya.
"mworago! YAK! Kim Jongin! Bisakah kau tidak mengangguku barang sehari atau sedetik saja? Kau itu sangat menjengkelkan!" pekik Sehun.
Kai hanya menutup matanya mendengar pekikan Sehun yang lumayan memekakkan telinga. "ya sudah. Kalau kau tidak mau ku ganggu lagi, maka nya buatkan aku makan siang, aku sudah menunggu sejak tadi. Aku kira kau memasak makan siang." Ucap Kai santai yang membuat Sehun makin dongkol dengan namja tan ini.
"lalu kalau kau tidak memasak sendiri, biasanya siapa yang memasak makan siang dan malam apabila eomma mu tidak dirumah? Apa kau mencari makanan keluar? Huft, aku tau, anak manja itu memang boros, selalu saja menghabiskan uang orang tua nya, ckckckck" Kai menggeleng-geleng prihatin.
Sehun sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Kkamjong ini sudah merusak moodnya (lagi). Jinjha! Kapan namja ini akan kembali kerumahnya?! Sehun sudah sangat muak, walau namja ini masih sehari di rumahnya, tapi… arggh, Sehun sangat frustasi dengan ini!
"baiklah! Aku akan memasak! Aku akan membuktikan bahwa aku bukan anak manja seperti yang kau katakan! Dasar kkmjong!" sehun berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju dapur dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Setibanya didapur, Sehun langsung mengambil apron, memakainya dan langsung memulai acara masaknya.
Kai tersenyum menang. Ia beranjak dari sofa lalu menghampiri Sehun yang sedang memasak entah apa itu. Kai mengintip masakan Sehun, ternyata namja manis itu sedang memasak nasi goreng. Kai akui, Sehun memang pandai memasak. Melihat caranya memasak saja, seperti seseorang yang sudah pro. Seperti Kyungsoo.
"wah, dugaan ku salah ternyata. Kau pandai masak juga ternyata. Aku kira kau hanya melihat eomma mu memasak." Kai mengangguk kagum. Sehun hanya berdecih sambil melirik Kai sekilas.
"kalau begini aku yang berfikir, apa kau yang anak manja?" ucap Sehun dengan nada mengejek. Kai yang tadi sedang mencomot sedikit masakan Sehun pun langsung menatap Sehun dengan dahi berkerut.
"apa maksudmu?" kata Kai. "ya, kalau kau tidak memasak sendiri, biasanya siapa yang memasak makan siang dan malam apabila eomma mu tidak dirumah? Apa kau mencari makanan keluar? Aku tau anak manja memang selalu menghabiskan uang orang tua nya, ckckckck" Sehun berkata persis seperti apa yang Kai katakana padanya barusan, tetapi dengan nada yang lebih mengejek lagi. Kai membeku.
'ck, dasar! Aku berkata seperti itu tadi karena aku ingin membuat dia panas lalu memasakkan sesuatu untukku! Tapi mengapa aku yang kena batunya lagi! Bodoh!' batin Kai.
Sehun menatap wajah Kai yang sedikit merona, lalu ia terkikik. "makanya, jangan mengatai orang seperti itu, kau yang kena batunya lagi kan?" Sehun berjalan ke meja makan dengan dua piring nasi goreng di kedua tangannya, meninggalkan Kai yang masih berdiri di dekat kompor tempat Sehun memasak tadi.
Sehun merasa Kai tidak mengikutinya ke meja makan, ia pun menoleh pada Kai, lalu tertawa mengejek melihat ekspresi Kai.
"Hey! Mau sampai kapan kau akan berdiri disana? Nanti jatah mu kumakan!" Sehun sudah duduk di meja makan dengan garpu dan sendok di kedua tangannya. Kai pun tersadar dari lamunannya, lalu berjalan menuju meja makan.
.
.
.
"Hunnie, ireona. Ini sudah pagi, kau harus berangkat sekolah," Mrs. Oh sedikit mengguncang pundak Sehun yang masih bergelung di bawah selimut tebalnya. Sehun pun membuka matanya pelan lalu menguceknya.
"arraseo eomma," ia bangkit dari ranjangnya lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada satu ruangan dengan kamarnya.
.
.
Seoul High School, adalah tempat dimana Sehun dan Kai bersekolah.
Sekolah ini lumayan bergengsi di Korea Selatan. Banyak yang menginginkan sekolah di tempat ini, namun yang masuk di SHS ini harus disaring terlebih dahulu. Tidak sembarang murid saja yang memasuki sekolah ini.
Sehun berjalan masuk kearah gerbang SHS. Pagi ini suasana hatinya sangat cerah seperti cuaca pagi ini, cerah.
Ia berjalan dengan senyuman indah yang bertengger di wajah manisnya. Namun, senyuman itu tidak berlangsung lama saat sebuah motor berhenti tepat disampingnya membuat Sehun berhenti berjalan. Ia memandang si pengendara motor tersebut, lalu memutar kedua matanya bosan saat melihat siapa si pengendara.
"hey, anak manis! Kau berjalan kaki ke sekolah?" ucap Kai setelah sebelumnya menaikkan kaca helm nya. Sehun hanya melirik Kai sekilas lalu mulai berjalan lagi menuju gedung sekolahnya.
"HEY! KAU KEBIASAAN SEKALI MENGACUHKAN KU SAAT BERBICARA! OH SEHUN!" teriak Kai. Sedangkan Sehun hanya diam dan terus berjalan.
Kai pun berdecak kesal, lalu membawa motornya untuk di parker di parkiran sekolah.
.
.
"Sehun-ah, hai!" sapa seorang namja bersurai pirang dan mata yang mirip dengan panda. Sehun pun menoleh menatap siapa yang menyapanya. Wajahnya yang tadi ditekuk akibat si Kkamjong tadi, berubah menjadi sedikit cerah dan senyuman manis tersemat lagi di wajah putihnya.
"oh, Hai Tao!" Sehun menghampiri Tao. Tao membalas senyuman Sehun lalu mengacak gemas surai Sehun. "Bogoshipeo~" ucap Tao. Sehun mengangkat kedua alisnya. "merindukanku? Untuk apa? Kita kan hanya sehari kemarin tidak bertemu, begitu cepatnya kau merindukanku." Ucap Sehun sambil berjalan menuju kelasnya diikuti Tao.
"entah mengapa aku merindukanmu begitu cepat, Hun-ah. Mungkin karna perasaan… sahabat kepada sahabatnya?" Tao merangkul pundak Sehun menarik namja manis itu agar lebih dekat padanya. Sehun hanya tertawa mendengarnya, dan sedikit menyikut pinggang Tao dengan sikunya.
Tak jauh dari belakang Sehun dan Tao yang sedang tertawa bersama, terdapat Kai yang sedang melihat mereka dengan pandangan datarnya.
.
.
.
PUK
Sebuah kertas jatuh tepat di atas buku catatan sejarah Korea milik Sehun yang terbuka. Sehun kaget lalu mengambil remukan kertas itu dan mengendarkan pandangannya pada penjuru kelas. Mencari pelaku yang melempar kertas tersebut.
Kedua hazelnya jatuh pada Kai yang sedang menunjuk kertas yang Sehun pegang lalu mengisyaratkan dengan kedua tangannya seolah berkata 'buka dan baca!'. Sehun mengernyit tapi tangannya tetap mengikuti apa yang disuruh Kai.
' Anak manis, Kau nanti harus pulang denganku! Eomma mu yang memintanya! Tidak ada penolakan!' Sehun kembali menatap Kai yang sedang memainkan pena nya sambil menatap Sehun. Sehun berucap 'wae?' tanpa suara, ia tidak ingin saem yang sedang menulis di papan itu menegurnya lalu berakhir dia yang berdiri di depan kelas sampai pelajaran namja paruh baya itu selesai.
Kai menjawab Sehun hanya dengan kedikan bahu nya, lalu mulai menatap ke depan. 'aish, bagaimana janjiku dengan Tao? Ck! Kkamjong itu pasti sengaja membatalkannya, dia kan tidak menyukai Tao! Aish, aku harus mengatakan apa pada Tao nanti?' batin Sehun resah.
.
.
.
TBC
Sip! Chap 2 selesai! Gak bosan kan bacanya? Hehehe
Semua yang review dan baca, gomawo^^ jiki seneng banget sama review kalian semua, aku jadi semangat buat lanjutannya.
Tapi, maaf ya? Review kalian gak bisa jiki balas satu-satu.
Pokoknya makasih semuanya! Tunggu next chap nya ya? ^^
Review please…
