Title : Kyungsoo Diary

Author : Purple Unicorn

Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Do Kyungsoo as Do Kyungsoo

Pairing(s) : ChanBaek, slight!Chansoo, slight!KyuMin

Rating : PG-13

Disclaimer : semua cast di ff ini milik Tuhan dan SM entertainment ^_^

Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~

a/n : fanfic kedua saya di ffn. Im sorry if it's really bad story.

Song : Gone (너만 없다) by JIN

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

Kyungsoo yah.. saranghamnida..

-Chanyeol

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

CHAPTER II - Gray Paper

Baekhyun berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. Appa dan ummanya sedang bekerja saat ini dan Zitao masih ada di sekolah, membuat suasana hening begitu terasa. Angin musim gugur di luar sedang berhembus kencang, membuat tirai kamar Baekhyun tersibak. Sang yeoja manis menatap keluar jendela, melihat langit yang mulai gelap karena diselimuti awan tebal.

"Bahkan langit pun kehilanganmu, Soo ie. Sepertinya sebentar lagi dia akan menangis.." kata Baekhyun pelan.

Yeoja manis itu tak pernah merasa sesepi ini sebelumnya. Mungkin karena Baekhyun baru saja kehilangan sahabat yang paling disayanginya sehingga keheningan yang dirasakannya sekarang membuatnya sesak.

"Soo ie.. Bogoshippo.." lirih Baekhyun sambil mendekap tubuhnya erat kala angin dari luar semakin berhembus kencang seperti ingin menusuk tulang. Angin kencang diluar membuat sebuah diary yang tergeletak di meja belajar Baekhyun terbuka, kertas-kertas di dalamnya tertiup angin menimbulkan suara mengisi keheningan di kamar dan menarik perhatian Baekhyun.

"Diary Kyungsoo.."

Baekhyun bangkit dari posisi berbaringnya saat melihat diary Kyungsoo terbuka. Diary itu memang belum disentuhnya dari tadi sejak pulang dari pemakaman, meskipun rasa penasaran untuk membaca diary itu terus berkecamuk di hatinya. Tapi Baekhyun juga takut takut jika harus membacanya, artinya dia sudah mengorek privasi Kyungsoo lebih jauh.

"Huff.. Eotoke?"

Baekhyun mendekat ke meja belajar dan akhirnya menutup kembali diary Kyungsoo, masih berusaha menahan diri untuk tidak membacanya. Baekhyun mengalihkan perhatiannya ke beberapa pigura foto yang diletakkannya diatas meja belajar, salah satunya adalah pigura berbentuk hello kitty yang didalamnya ada fotonya bersama Luhan dan Kyungsoo dengan pose peace dan senyum terkembang di bibir mereka. Yeoja manis itu duduk di kursi dan meraih pigura foto dan tanpa sadar senyumnya juga ikut terkembang kala melihat ekspresi lucu mereka di foto itu.

"Soo ie.. Baru ditinggal sehari aku sudah merindukanmu. Kau jahat sudah meninggalkanku secepat ini" lirih Baekhyun sambil mengelus sosok Kyungsoo yang sedang tersenyum manis dalam foto.

Angin kembali berhembus kencang dan membuat diary Kyungsoo terbuka lagi. Mata Baekhyun kembali mengarah ke diary bercover pororo itu. Dia meletakkan kembali pigura fotonya ke posisi semula dan akhirnya tidak bisa menahan diri lagi untuk membaca diary tersebut.

"Soo ie.. Bolehkah aku membaca diarymu? Karena sepertinya diary ini memanggilku terus ingin dibaca" kata Baekhyun pelan sambil memanyunkan bibirnya.

Krik.. Krik.. Krik..

Tak ada yang menjawab dan yeoja manis itu semakin memanyunkan bibirnya.

"Ne Baekie~ Kau boleh membacanya~"

Tentu saja itu bukan Kyungsoo yang menjawabnya tapi Baekhyun yang sengaja meniru suara Kyungsoo karena Baekhyun sudah penasaran tingkat akut ingin membaca diary digenggamannya sekarang.

"Ah ne. Kamsahamnida Soo ie.."

Ya, walaupun Baekhyun sedikit merasa bersalah sudah membuka diary Kyungsoo, namun tampaknya rasa penasaran yang menang kali ini. Tapi Baekhyun sudah bertekad untuk membaca beberapa halaman saja, karena Baekhyun sadar diary adalah privasi, jadi dia tidak boleh membaca semua rahasia yang ada didalamnya.

Baekhyun membuka halaman pertama dan tersenyum melihat tulisan yang sangat rapi dan indah di diary itu. Rupanya Kyungsoo menulis diary ini di hari pertamanya masuk sekolah.

Entry : First day~ First day~

Dear Krong~^^

"Haha.. Krong?" Baekhyun terkekeh karena Kyungsoo menamai diarynya Krong, salah satu tokoh kartun di pororo.

Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah dan aku sangat gugup. Dan akhirnya di dalam kelas aku hanya bisa duduk diam, tidak tahu harus berbuat apa. T_T Aku kira aku akan duduk sendirian, karena tidak ada satupun yang mau duduk di bangku disebelahku. Tapi tiba-tiba seorang yeoja duduk disebelahku, mengulurkan tangannya padaku dan mengajakku berkenalan. Namanya Byun Baekhyun. Entah kenapa setelah dia duduk disebelahku, rasa gugupku semakin berkurang karena dia terus mengajakku mengobrol banyak hal. Baekie, ah iya, dia juga memintaku untuk memanggilnya dengan Baekie karena Baekhyun ssi terlalu formal baginya.. Hmm.. Dia yeoja yang sangat manis dan lucu. Kau harus menemuinya Krong^^

"Ah Soo ie.. Kenapa kau jadi membicarakanku?" Baekhyun terkekeh karena Kyungsoo malah membicarakan tentang dirinya di halaman pertama diary itu.

Baekie sangat berbeda denganku, dia sepertinya yeoja yang tidak bisa diam.. kkkk.. sampai namja yang duduk tidak jauh dariku.. errr.. aku agak lupa namanya, Chan-yeol? Nee.. Chanyeol. Aku mendengarnya menghela nafas berkali-kali.. kkkk..

"Oh.." Baekhyun memanyunkan bibirnya. "Bahkan di hari pertama kita bertemu saja kau sudah tidak suka padaku.. Dasar Park Chanyeol"

Mungkin jika tidak ada Baekie, hari pertamaku masuk sekolah tidak akan menjadi menyenangkan seperti ini. Mulai sekarang aku akan menempatkan Baekhyun di list pertama sahabat terbaikku^^

Kalimat terakhir di halaman pertama itu membuat senyum teruntai kembali di bibir Baekhyun, "Gomawoyo Soo ie. Kau juga sahabat terbaikku." ujarnya lalu membuka halaman yang lain secara random.

Entry : Smile Sunshine ^^

Dear Krong~^^

Hari ini begitu banyak kejadian yang menyenangkan^^ Aku diterima di paduan suara sekolah Smile Sunshine!^^ Wuaaa~~ Aku tidak menyangka aku bisa lolos audisi, padahal saat audisi kemarin aku tidak yakin akan diterima karena standar sekolah yang sangat tinggi untuk menjadi anggota di paduan suara ini _ Aku sudah tidak sabar bernyanyi bersama anggota paduan suara Smile Sunshine yang lain..^^ Semoga saja dengan kehadiranku, paduan suara SMA Black Pearl akan menjadi yang terbaik di setiap kompetisi yang kami ikuti.

"Smile Sunshine memang tidak pernah terkalahkan kan sejak kehadiranmu?" Baekhyun tersenyum bangga mengingat beberapa kali paduan suara Smile Sunshine memenangkan kompetisi paduan suara antar sekolah, "Tapi... aku tidak yakin Smile Sunshine akan memenangkan kembali kompetisi setelah ini, anggota terbaiknya sudah pergi" senyum Baekhyun memudar. Yeoja itu menghela nafas dan kembali membaca kalimat berikutnya.

Oh iya Krong.. Heumm.. Apa kau ingat dengan Chanyeol? Ne, namja yang sangat tampan yang terus saja mendekatiku. Namja yang saat tersenyum, seperti indahnya matahari yang terbit di pagi hari.. kkk.. Saat pulang sekolah tadi, dia.. dia.. ah aku sampai malu menulisnya.. ^/^

Eumm.. Dia tiba-tiba saja mengajakku ke gang sempit. Aku sudah hampir berteriak ketakutan karena mengira dia akan melakukan hal yang buruk kepadaku, tapi dia malah memelukku dan mengatakan sesuatu. Sampai sekarang aku mengingatnya Krong, dia bilang, "Do Kyungsoo, saranghae. Maukah kau menjadi yeojachinguku?" Wuaaaa~~ Tentu saja aku kaget. Bagaimana bisa namja setampan itu bisa jatuh cinta pada yeoja sepertiku?

"Babo Soo ie.. Tentu saja bisa. Siapa namja yang tidak jatuh cinta pada yeoja perfect sepertimu?"

Tapi... ^/^ akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya. Cinta bisa dijalani terlebih dahulu bukan? Dan aku harap dia bisa menjadi namjachingu yang baik untukku.^^

Karena hari pertama kami resmi berpacaran juga bersamaan dengan hari pertama aku diterima di paduan suara Smile Sunshime, aku akan memberi Chanyeolie julukan.. Aku akan menjulukinya Smile Sunshine juga.. kkk .. My Smile Sunshine Chanyeolie..Saranghae^^

"Kau menjuluki Chanyeol dengan smile sunshine? Tapi dia tidak pernah memberi senyuman seperti itu padaku.." Baekhyun terkekeh meskipun yang keluar adalah kekehan pahit. Baekhyun kembali membuka halaman lain secara random, dan salah satu satu halaman menarik perhatiannya. Tulisan di halaman itu tidak terlihat rapi seperti biasanya. Sangat berantakan dan tintanya sedikit memudar karena basah.

Entry : Sick

Dear Krong :'(

Aku sedih karena tidak bisa masuk sekolah hari ini. Aku benci sakit. Aku benci tiap jantungku tidak mau berkompromi padaku, dan akhirnya aku harus terbaring di rumah sakit seperti ini. :'( Kenapa? kenapa aku harus menderita penyakit seperti ini? Umma sudah sangat sedih ditinggal appa.. Dan aku menderita penyakit yang sama. Aku harus bagaimana? :'( Aku tidak ingin membuat umma sedih.. Aku harus bagaimana Krong? :'(

Aku juga merindukan Chanyeolie, Baekie, dan Lulu.. Dan aku juga tidak ingin membuat mereka sedih :'( Apa sebaiknya aku tidak akan memberitahu hal ini ke mereka?

"Aniyo Soo ie.. Seharusnya kau memberitahu kami dari awal." lirih Baekhyun. Baekhyun jadi tahu kenapa tulisan di halaman ini berantakan dan tintanya sedikit memudar bekas terkena air. Pasti karena Kyungsoo sedang menangis saat menulis halaman itu. Dan yang lebih membuatnya miris, Kyungsoo tidak ingin memberitahu penyakit yang dideritanya hanya karena tidak ingin membuat orang-orang disekitarnya menjadi sedih.

Tulisan Kyungsoo semakin terlihat berantakan di halaman-halaman berikutnya. Tak jarang Baekhyun juga melihat tinta yang memudar. Baekhyun seperti bisa merasakan apa yang dialami Kyungsoo lewat goresan penanya, sahabat tersayangnya itu pasti sangat sedih dan terpukul. Diary adalah satu-satunya tempat Kyungsoo mencurahkan emosinya, wajar jika Kyungsoo seperti itu saat menulis diarynya.

Nafas Baekhyun mendadak tercekat kala melihat judul di salah satu halaman diary Kyungsoo.

"First kiss?" katanya sambil membaca judul itu. Tidak bisa diabaikan lagi, first kiss yang dimaksud pastilah first kiss dengan Chanyeol. Baekhyun ingin melewati halaman itu, namun lagi-lagi rasa penasaran yang menang kali ini. Baekhyun membaca halaman itu sambil menggigit bibirnya, mengabaikan denyut sakit di hatinya.

Entry : first 'kiss'

Dear Krong..

Aku sudah masuk sekolah hari ini. Bertemu Baekhyunie dan Lulu membuatku kembali semangat. Aku bersyukur mereka tidak menanyaiku macam-macam, meskipun mereka terlihat khawatir.

Ternyata mereka juga merindukanku :') Mereka bilang kelas sangat sepi tanpa kehadiranku. Aku tidak percaya dan bilang kalau mereka bohong. Tapi mereka bilang tidak. Bahkan Baekie bilang, dia ingin menjadi orang yang baik sepertiku, dan orang baik itu tidak boleh berbohong.

Aigoo.. :'( Padahal mereka tidak tau, aku juga sudah berbohong pada mereka. Aku tidak sebaik yang mereka kira. Mianhae Baekie.. Lulu.. Aku harus menyembunyikan penyakitku ini pada kalian. :'(

Dan Chanyeolie..

Aku bertengkar hebat dengannya hari ini :'( Dia sudah tau tentang penyakitku. Dia kesal. Dia bilang aku sudah membohonginya. Dia kecewa karena aku tak pernah memberitahukan ini padanya :'( Dan aku hanya bisa menangis saat dia membentakku seperti tadi :'(

"Huh Chanyeol.. Demi apa, yeojachingumu sedang sakit! Dan kau membentaknya!" kesal Baekhyun.

Aku hanya bisa menunduk, tidak berani memandang wajah kesalnya. Dan dia mengangkat wajahku, seperti ingin memaksaku untuk melihatnya. Dan apa yang kulihat saat itu benar-benar ingin membuatku berteriak. Mata Chanyeolie memerah, seperti menahan tangis.

Andwae..

Sesakit itu kah Chanyeolie karena perbuatanku? :'( Aku sudah menjadi yeojachingu yang gagal, Krong.. :'(

Aku sempat berpikir, lebih baik jantungku berhenti berdetak saja sekarang daripada mendengar Chanyeolie harus memutuskanku. Tapi... Semua terasa bagaikan mimpi saat Chanyeolie semakin mendekatkan wajahnya padaku dan-

Baekhyun langsung membalik ke halaman berikutnya sebelum sempat membaca halaman itu sampai habis. Merasa bahwa dia sudah mengorek privasi Kyungsoo terlalu jauh. Meskipun jauh di lubuk hatinya, sebenarnya Baekhyun tidak ingin membayangkan lebih jauh lagi kejadian yang dibacanya barusan.

Baekhyun akhirnya memutuskan untuk langsung membuka halaman terakhir Kyungsoo menulis diarynya. Tulisan yang sama berantakannya dengan tulisan semenjak Kyungsoo sakit, bahkan Baekhyun hampir tidak bisa membacanya karena terlalu banyak tinta yang sudah memudar di halaman itu. Kali ini hanya beberapa baris kalimat yang tertulis didalamnya. Baekhyun teringat ini adalah hari terakhir dia bertemu Kyungsoo.

Entry : Mianhae Baekie :'(

Dear Krong :'(

Jantungku semakin sakit.. Tapi rasanya hatiku yang lebih sakit sekarang. :'( Baekie..Sahabatku tersayang akhirnya tau aku menderita penyakit ini. Umma bilang dia terlihat sangat sedih tadi, bahkan menangis. Mianhae Baekie :'(

Aku sudah tidak tahan lagi, Krong.. Aku sudah membuat banyak orang sedih. Apa lebih baik aku pergi? Agar aku tidak membuat mereka sedih lagi? :'(

"Aniya Soo ie.. Justru kepergianmu yang membuat kami sedih.. K-kenapa kau harus menyerah? Hiks.." dan air mata kembali menetes di wajah manis Baekhyun, menambah noda air mata di lembar diary Kyungsoo.

"Soo ie.. Bogoshippo.. J-jeongmal bogoshippo.." lirih Baekhyun sambil terisak. Baekhyun sudah hampir menutup diary itu karena tidak ingin membuat diary Kyungsoo semakin basah karena air matanya. Dan sudah tidak berniat untuk membaca halaman yang lain lagi. Namun selembar kertas berwarna abu-abu yang terselip di diary kembali menarik perhatiannya.

"Apa ini?"

Lalu Baekhyun membuka halaman itu, dan diatas kertas abu-abu itu tertulis kalimat, "Letter For Baekie"

"S-surat untukku?" Baekhyun cepat-cepat menghapus air matanya dan mulai membaca surat tersebut.

Dear My Dear Baekie..^^

Kalau kau sedang membaca surat ini, berarti aku bertaruh kau sudah membaca diaryku tadi. Hmm.. Ketahuan.. kkkk :p

"Aniii.. Aku kan hanya membaca sebagian!" Baekhyun sedikit kesal karena Kyungsoo masih sempat-sempatnya menulis kalimat seperti itu.

Baekie, sahabatku yang manis. Apa sekarang kau sedang kesal padaku? :')

"Ne.." kata Baekhyun pelan seolah sedang berbicara langsung dengan Kyungsoo.

Kalau begitu aku benar-benar minta maaf.. Aku memang bukan sahabatmu yang baik. Aku sudah membuatmu sedih. Mianhae Baekie :'(

Kalau kau tidak mau memaafkanku tidak apa-apa :') Tapi kau harus tau.. Bagiku, kau adalah seorang sahabat yang selalu ada di list paling pertama sahabat terbaikku :') Jeongmal kamsahamnida Baekie :'D

"Huh.. Iya.. Iya Soo ie.. aku memaafkanmu" kata Baekhyun sambil menghapus air mata yang kembali menetes.

Oh iya.. Umma bilang padaku.. Kalau kau iri padaku. Kau ingin aku mengajarimu bagaimana caranya menjadi sepertiku? Apa Byun Baekhyun sudah sadar dan ingin berubah menjadi lebih baik? kkkk :p

"Eung.." Baekhyun mengangguk.

Baiklah.. Aku akan memberi taumu sesuatu.. Kau tidak perlu menjadi sepertiku untuk membuat dirimu menjadi orang yang baik, yang perlu kau lakukan hanyalah membuat orang-orang disekitarmu tersenyum dan bahagia^^ Dan kau tau tidak, dengan melihat orang lain bahagia, maka kau akan merasakan kebahagiaan juga, bahkan lebih bahagia dari yang lain rasakan^^

Hei.. Tapi apa kau sadar.. Aku juga diam-diam iri padamu. Aku ingin menjadi sepertimu. Mungkin kalau kau sudah membaca diaryku kau akan tau kenapa..

Baekhyun hanya bisa menatap tulisan Kyungsoo dengan ekspresi bingung. Kenapa malah Kyungsoo yang bagi Baekhyun hidupnya sudah sempurna itu yang iri padanya? Tapi Baekhyun tersadar kalau dia memang baru membaca diary Kyungsoo sebagian, sehingga dia tidak tau apa yang membuat Kyungsoo iri padanya.

Mungkin kau bingung kenapa aku menitipkan diary ini padamu. Ne, aku memang memintamu untuk menjaga diaryku.. Karena aku yakin di tangan Byun Baekhyun, Krong akan terjaga dengan baik.. kkk.. Tapi.. Maukah kau melakukan satu hal lagi selain menjaga Krong? :')

Baekie.. Tolong jaga Chanyeolku, ah aniyo.. Maksudku, Chanyeol kita :') jaga dia dengan baik ne..

"C-Chanyeol k-kita?"

Jangan berpikir kalau aku tidak tau apa yang kau rasakan pada Chanyeol.. Kau mencintainya bukan? Lucu ya.. Kita mencintai namja yang sama.. Dan entahlah.. Sekarang aku malah merasa bahagia. :')

"Y-Yah! Soo ie.. Kau gila! Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?!" wajah Baekhyun mulai memerah.

Aku sungguh sangat mencintai Chanyeol, Baekie..

Seandainya takdir bisa diubah, maka aku akan memilih untuk tidak pernah bertemu dengannya saja, jika tau akhirnya akan seperti ini :'(

Tapi semua sudah terjadi dan aku harus meninggalkannya..

Aku berpikir bagaimana nantinya dia tanpa aku.. Aku takut dia begitu terpukul karena aku sudah meninggalkannya seperti ini. Membayangkannya saja sudah membuatku sakit :'(

"Kau benar.. Dia begitu kehilanganmu.." kata Baekhyun, mengingat kembali saat di pemakaman tadi, Chanyeol terlihat begitu kehilangan dan patah hati.

Dan disinilah, saat kau harus mengisi kekosongan di hatinya.. :') Karena aku yakin di tangan Byun Baekhyun, Chanyeol kita juga akan terjaga dengan baik :')

Aku yakin kau bisa mencintai Chanyeol, sama seperti aku mencintainya.. Bahkan sepertinya kau bisa lebih mencintainya daripada aku.. kkkk.. :'D

"Itu tidak mungkin.." Baekhyun tanpa sadar mengenggam surat dari Kyungsoo semakin erat.

Mungkin dia namja yang sangat dingin pada orang lain, tapi aku yakin suatu saat kau bisa mencairkan es di hatinya itu.

Karena kau adalah Byun Baekhyun.

Yeoja yang sangat cantik, lucu, manis dan baik hati, yang bisa menarik hati namja manapun hanya dengan bernyanyi satu bait lagu.. kkkk..

"Huh.. Itu kan kau Soo ie.. Bukan aku.."

Ugh.. Sebenarnya aku ingin menulis lebih banyak lagi, tapi jantungku tidak mau bekerja sama denganku :'(

Mianhae Baekie.. Aku akan sangat-sangat merindukanmu..

Titipkan salamku pada Lulu dan oppa-oppa genit penjual bubble itu yaa.. kkk..

Baekhyunie annyeong~

Saranghae^^

p.s : sisa lembaran kertas di diary ini masih banyak. kau boleh menulis di diary ini kalau mau^^

p.p.s : semua kesukaan Chanyeol ada di diary ini.. Kau tau kan maksudnya apa? ;)

p.p.p.s : Park Chanyeol Byun Baekhyun forever, Byun Baekhyun Park Chanyeol forever :'D

Baekhyun terkekeh pahit melihat kalimat terakhir di surat itu "Park Chanyeol cinta Byun Baekhyun selamanya? Apa maksudmu? Apa yang sedang kau pikirkan saat menulis surat ini, Soo ie? Kau sedang tidak mabuk kan?!" ujar Baekhyun dengan emosi berkecamuk di hatinya. Hanya karena satu lembar surat yang sepertinya ingin mengubah kehidupannya 360 derajat.

Hening..

"Yah Do Kyungsoo! Jawab aku!"

Dan lagi-lagi hening. Tidak ada yang merespon.

"Kalau untuk menjaga diarymu aku bisa. Tapi untuk menjaga Chanyeol.. Aisshh.. Jinjja.." Baekhyun menundukkan kepalanya di meja. "Kenapa harus aku? Kenapa kau begitu yakin aku bisa menjaga Chanyeol? Aku bingung Soo ie.."

Baekhyun memang pernah memiliki perasaan spesial pada Chanyeol.

Catat.. Per-nah.

Tapi itu jauh sebelum Kyungsoo menjadi yeojachingu Chanyeol. Dan sampai sekarang, Baekhyun sudah mengubur dalam-dalam perasaan cinta itu dalam hatinya.

Park Chanyeol adalah milik Do Kyungsoo seorang.

Seorang sahabat yang baik tidak boleh mencintai namjachingu sahabatnya sendiri.

Itu adalah dua baris kalimat yang sudah tergores dalam dengan tinta merah di hati Baekhyun.

Dan takdir seperti ingin bermain dengannya saat ini. Kyungsoo memintanya untuk menjaga Chanyeol. Lebih tepatnya, Kyungsoo memintanya untuk menggantikan posisinya untuk mencintai Chanyeol.

"Apa yang harus kulakukan?" Baekhyun mengangkat wajahnya dan kembali meraih salah satu pigura foto di meja belajarnya. Masih foto bertiga, dan ada dirinya dan Kyungsoo disana, namun dengan orang ketiga yang berbeda. Seorang namja tinggi dengan senyuman cool ada di tengah Baekhyun dan Kyungsoo di foto itu. Tangannya merangkul pundak Kyungsoo protektif, dan Kyungsoo tersenyum manis dalam pelukannya. Sedangkan disisi lain sang namja ada Baekhyun yang juga tersenyum disana, dengan dua tangan membentuk peace, namun ada sedikit jarak antara sang namja dengan dirinya. Jarak yang bisa membuat foto itu terlihat lebih baik jika hanya Kyungsoo dan namja itu saja yang ada difoto itu. Bahkan jika bagian Baekhyun dicrop pun, foto itu malah akan terlihat semakin baik.

Park Chanyeol, seseorang yak tak akan pernah bisa diraihnya, seseorang yang tak akan pernah bisa didekatinya, adalah sang namja ditengah foto.

Baekhyun tersenyum pahit mengingat kenyataan itu. Ia kembali mengelus lembut sosok Kyungsoo dalam foto dengan ibu jarinya. Melihat senyum manis Kyungsoo di foto membuatnya terkenang kembali kenangan-kenangan indah bersama sahabatnya. Kyungsoo yang selalu membantunya dalam kesulitan, Kyungsoo yang rela menginap di rumahnya karena membantunya mengerjakan tugas yang belum selesai dan harus dikumpul keesokan harinya, Kyungsoo yang dengan sabar menjelaskan ulang seluruh materi pelajaran karena Baekhyun tidak mengerti sama sekali apa yang seonsaengnimnya jelaskan didepan hari itu, Kyungsoo yang dengan tulus mendengarkan segala keluh kesahnya dan membantu menyelesaikan masalahnya, Kyungsoo yang berniat membelikannya alarm super nyaring hanya karena tidak ingin melihatnya terlambat lagi, dan masih banyak kebaikan-kebaikan Kyungsoo yang belum bisa Baekhyun balas karena Kyungsoo sudah pergi.

Baekhyun baru sadar kalau dia sudah merepotkan Kyungsoo sepanjang hidupnya. Kyungsoo bahkan tidak pernah meminta balasan apapun. Dan saat ini, Kyungsoo hanya memiliki dua permintaan sederhana, menjaga diary dan menjaga Chanyeol.

Sang yeoja manis pun diliputi kebimbangan sekarang. Memenuhi permintaan Kyungsoo, tapi dengan resiko harus sakit hati jika Chanyeol menolaknya -dan Baekhyun yakin hal itu pasti terjadi-, atau tidak memenuhi permintaan Kyungsoo, dan Byun Baekhyun akan menjalani kehidupan seperti biasanya, dan mencari namja lain untuk menjadi namjachingunya.

Di tengah kebimbangannya itu, Baekhyun baru sadar jika ibu jari yang digunakan untuk mengelus sosok Kyungsoo tadi sudah bergeser ke sosok Chanyeol.

Ekspresi terluka seorang Park Chanyeol saat di pemakaman tadi kembali melintas di pikiran Baekhyun.

"Chanyeol.."

'Yang perlu kau lakukan hanyalah membuat orang-orang disekitarmu tersenyum dan bahagia..'

'Dan disinilah saat kau harus mengisi kekosongan di hatinya.'

'Kau pasti bisa, Baekhyunie. Asal kau mau berusaha untuk menjadi lebih baik'

"Baiklah Soo ie.. Aku akan berusaha untuk mencintainya.."

~ლ~

Seorang namja sedang bermain basket di lapangan rumahnya seorang diri. Meskipun sudah memasukkan bola basket kedalam keranjang berkali-kali dan keringat sudah bercucuran membasahi wajahnya dan seluruh kemeja hitam yang dikenakannya, namun namja itu seperti tidak memiliki rasa lelah. Ia terus dan terus saja mendribble dan melemparkan bola basketnya ke dalam keranjang berulang kali.

Awan tebal semakin bergulung diatas sana, angin semakin berhembus kencang, dan guntur mulai bersahutan. Namun lagi-lagi hal itu tidak bisa menarik perhatian sang namja dan ia terus saja bermain.

Tapi manusia juga memiliki batas rasa lelah sekuat apapun fisiknya, hingga akhirnya namja itu terbaring kelelahan di lapangan. Bola basketnya yang masih memantul terabaikan dan menimbulkan suara pantulan yang cukup keras sebelum akhirnya suara pantulan itu semakin pelan dan akhirnya terhenti.

Kini yang terdengar hanya suara nafas sang namja yang berderu.

Mata bulat sang namja mengarah ke awan tebal diatasnya. Dan..

Tes.. Tes..

Tetes demi tetes air hujan yang mulai turun membasahi wajah tampan sang namja.

Namja itu tidak menghapusnya dan membiarkan air itu membasahi wajahnya.

Tes.. Tes..

Wajah sang namja semakin basah terkena tetesan air. Disaat yang sama, ada tetesan lain juga yang membasahi wajahnya. Dan itu adalah tetesan air yang jatuh dari pelupuk matanya.

Tes.. Tes..

Hujan turun semakin deras dan akhirnya seluruh tubuh sang namja juga ikut basah karena terguyur hujan.

Sang namja tetap berbaring di lapangan meskipun hujan turun dengan sangat deras. Entahlah.. Namja itu merasa lebih baik mati. Untuk apa hidup jika satu-satunya alasannya untuk hidup sudah pergi.

"Kyungsoo yah! Wae?!" teriaknya ditengah hujan.

"Kenapa kau meninggalkanku?!" teriaknya lagi dan kali ini bersamaan dengan guntur yang menggelegar di langit.

"Waeyo.." suara sang namja terdengar parau karena tidak sanggup untuk berteriak lagi.

"Kyungsoo yah.. saranghamnida.." dan suara sang namja terdengar semakin lirih.

Do Kyungsoo sudah pergi.

Do Kyungsoo, sudah pergi dengan membawa hatinya, karena sang namja sudah memberikan seluruh hatinya hanya untuk Do kyungsoo seorang.

Dan sekarang saat Do Kyungsoo pergi, sang namja sudah tidak memiliki hatinya lagi.

Hati untuk merasakan cinta.

Dan hari itu, dibawah guyuran hujan, sang namja, Park Chanyeol, bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta lagi.

TBC

annyeong~ author geje is back ^^ *kisseu reader satu2 pake bibir koko lay*

author mo balas review satu2 dulu nihh.. langsung ne :D

- zoldyk : aww.. thankseu^^

- Jessica807 : kkk.. gomawo^^ nee.. ini emang cerita yang author comot dari ftv :D ini chapter lanjutannya chingu. moga suka yahh^^

- BaekYeolShip : gomawo chingu^^ isi diary kyungsoo sebagian udah direveal di chapie ini nih.. :) dan bakal di reveal banyak di chapie2 selanjtnya.. ditunggu nee^^

- Kang Hyun Yoo : huee.. mianhae.. soo eomma harus pergi T_T *mewek bareng kkamjong* #pletak! ehehee.. kira2 siapa menurut chingu penjual bubble teanya? :3

chanbaek jadian? ditunggu aja nanti :p gomawo reviewnya^^

- awlia : iyaa.. authornya demen banget ftv nihh.. xoxo XD gomawo reviewnya^^ ini chapie lanjutannya moga suka nee^^

- indaahcqupp: wuahhh.. author senyum2 sendiri nih baca review chingu.. ehehee.. gomawoo pujiannya.. author jadi malu.. *sembunyi dibelakang chan2*

author juga lupa nih ftv yang mana.. *eh?* tapi kayaknya ftv yang chingu bilang dehh.. xoxo.. oia, untuk request2nya chingu akan berusaha author kabulkan(?) eheheee.. ditunggu aja nee^^

- uwiechan92 : ah nee^^ gomawo untuk sarannya chingu.. author akan berusaha bikin fic ini gak ngebosenin.. xoxo.. ditunggu saran yang lain chingu, author masih harus banyak belajar nihh T_T ini chapie lanjutannya chingu^^ moga sukaaaa :D *dugeun.. dugeun.. dugeun..*

- Deer Panda : wahh jinjja? udah lama banget nee berarti.. wkwk.. #authorsotoy . gomawo chingu^^ n ini chapie lanjutannya^^ moga suka nee ;)

- Hanamizuki : huhuuu.. jangan nangis chingu.. *sodorin tissue* chap ini udah gak sedih lagi kok.. hehee.. gomawo reviewnya chingu^^

bonggogi: wuaahh.. mianhae.. ini author sodorin bantalnya xiumin deh biar bisa digigitin ama chingu.. gomawo reviewnya^^ ini chapie lanjutannya chingu.. moga suka nee^^

sekali lagi jeongmal kamsahamnida buat yang udah review fic ini^^

mian kalo chapie ini malah makin gaje n ancur ;_;

author masih butuh saran dan kritik readerdeul untuk ngelanjutin fic ini :_:

yaudah, author mo pamit dulu mo nonton ftv bareng koko lay.. XD

jaljayo.. saranghaeyo^^

mind to r n r? :3