Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Do Kyungsoo as Do Kyungsoo
Luhan as Luhan
Kim Jongdae as Kim Jongdae
Pairing(s) : ChanBaek, slight!Chansoo
Rating : PG-13
Disclaimer : semua cast di ff ini milik Tuhan dan
SM entertainment ^_^
Warning : genderswitch and typo everywhere.
mianhae ~_~
a/n : fanfic kedua saya di ffn. Im sorry if it's
really bad story.
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
CHAPTER III - Luka
Pagi hari yang dingin di kota Seoul dan angin musim gugur masih berhembus kencang menusuk tulang. Baekhyun semakin merapatkan blazer seragam sekolahnya dan menenggelamkan wajahnya di syal putihnya. Yeoja itu sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya.
"Wuah~ Ternyata udara pagi itu sangat segar" kata Baekhyun dengan nada ceria. Ya, yeoja itu baru pertama kali merasakan sejuknya udara pagi dan betapa santainya perjalanan ke sekolah karena dirinya tidak terlambat bangun hari ini. Biasanya Baekhyun akan berlari kencang menuju sekolahnya karena terlambat. Namun pagi ini Baekhyun –secara mengejutkan- bisa bangun sendiri, tanpa dibangunkan sang umma terlebih dahulu. Kamarnya yang seperti kapal pecah itu kini sudah tersusun rapi membuat Sungmin umma sampai meneteskan air mata terharu melihat perubahan cukup drastis pada putrinya, Kyuhyun appa tersenyum bangga dan berkata 'teruskan Baekhyunie', sementara Zitao, adiknya, langsung ternganga lebar dan mengucek-ngucek matanya berulang kali karena saking tidak percayanya.
Ternyata berubah menjadi lebih baik itu cukup mudah, pikir Baekhyun.
"Pokoknya Byun Baekhyun harus berubah demi Soo ie. Byun Baekhyun fighting!" kata Baekhyun sambil mengepalkan tangannya ke atas dan semakin mempercepat langkahnya, tidak memperdulikan tatapan aneh orang-orang yang sedang mengarah padanya.
~ლ~
Ternyata tak hanya appa, umma, dan adik Baekhyun yang dibuat terpukau karena perubahan Baekhyun, penjaga sekolah dan teman-teman sekelasnya pun hampir tidak percaya melihat dirinya yang tidak terlambat sekolah pagi ini. Bahkan masih ada waktu beberapa menit sebelum jam masuk.
"Pagi Lulu~" sapa Baekhyun pada Luhan yang sedang mengikir kukunya. Melihat Baekhyun dihadapannya sepagi ini hampir membuat jantung Luhan copot.
"Baby Baekie! Kau tidak terlambat pagi ini?!"
"Nee~" jawab Baekhyun sambil meletakkan tas hitamnya di bangku. Senyumnya memudar saat melihat bangku kosong disebelahnya yang sudah pasti tidak akan terisi lagi.
"Baby Baekie.. Gwenchanayo?" tanya Luhan yang mengerti apa yang dirasakan oleh Baekhyun. Tentu saja, karena Luhan juga merasakan kehilangan yang sangat mendalam.
Baekhyun menggelengkan kepalanya, menampakkan senyum cerianya lagi pada Luhan, "Gwenchana~" jawab Baekhyun. Kemudian yeoja itu mengambil kotak bekal berwarna putih dari dalam tasnya.
"Tumben kau membawa bekal" kata Luhan.
"Ah anii.. Ini bekal untuk Chanyeol" jawab Baekhyun santai.
"M-mwo?! Chanyeol?" mata rusa milik Luhan melebar. Baekhyun sudah cukup membuatnya kaget hari ini karena tidak terlambat, dan sekarang Baekhyun membawakan bekal untuk Chanyeol. Chanyeol.. Namja yang setau Luhan sangat dibenci oleh Baekhyun.
"Nee.. Aku ke kelasnya dulu yaa~ Annyeong~" kata Baekhyun sambil berlalu.
"Baby Baek.. Kau sedang tidak kerasukan arwah Baby soo kan?" gumam Luhan.
~ლ~
Kelas 2-2…
Akhirnya Baekhyun sampai di kelas Chanyeol. Sebuah kotak bekal berwarna putih berisi roti selai kacang masih tergenggam erat ditangannya. Baekhyun memang membawakan bekal roti selai kacang untuk Chanyeol pagi ini setelah mendapatkan referensi dari diary Kyungsoo. Hal terbaik untuk melelehkan hati seorang namja yang dingin adalah memberikan sesuatu yang dia sukai dan roti selai kacang adalah makanan yang biasa Kyungsoo buatkan untuk Chanyeol setiap paginya. Kesimpulannya? Tentu saja Chanyeol menyukai roti selai kacang.
Dari luar kelas, Baekhyun melihat Chanyeol yang sedang duduk di bangkunya di dekat jendela. Namja itu sedang serius membaca buku. Baekhyun menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melangkahkan kaki ke bangku Chanyeol dan menyapanya.
"An-annyeong Chanyeol~" sapa Baekhyun gugup. Namun yeoja itu masih berusaha menampakkan senyuman manisnya.
Chanyeol hanya menatap Baekhyun sesaat, kemudian mengalihkan pandangannya ke buku lagi dan membalik halaman berikutnya. Baekhyun menggigit bibirnya, merasa sakit karena Chanyeol sama sekali tidak membalas sapaannya.
'Sabar Baekie.. Kata Soo ie dia kan memang namja yang dingin'
"Ermm.." Baekhyun duduk di bangku di sebelah Chanyeol yang masih kosong, "Chanyeol.. Apa kau sudah sarapan?"
Chanyeol hanya menghela nafas panjang dan membalik halaman berikutnya.
"Aku membawa bekal kesukaanmu, roti selai kacang.."
BREK!
Chanyeol menutup bukunya dengan keras dan membuat Baekhyun sedikit tersentak. Kemudian menatapnya serius. "Sedang apa kau disini?"
"A-aku membuatkan sarapan untukmu. Roti selai kacang. Kesukaanmu kan?" kata Baekhyun sambil menggeser kotak bekalnya ke meja Chanyeol kemudian membuka tutupnya. Aroma selai kacang langsung menyeruak begitu saja.
Chanyeol sempat melihat bekal itu sesaat, membuat Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya penuh harap. Namun, "Gomawo. Tapi aku alergi pada kacang. Lebih baik jauhkan itu dariku" tanggap Chanyeol dingin.
'Tidak mungkin.' Pekik Baekhyun dalam hati. Semalam Baekhyun membaca dengan jelas di diary Kyungsoo kalau roti selai kacang adalah roti kesukaan Chanyeol.
"Oh kalau begitu.. Coba yang selai coklat saja. Kebetulan itu buat aku, tapi untukmu tidak apa-apa" Baekhyun masih berusaha tersenyum manis. "Ini.." Baekhyun menyerahkan roti berisi selai coklat ke Chanyeol. Chanyeol lagi-lagi menghela nafas, namun akhirnya menggigit kecil roti itu. Baekhyun menjerit kegirangan dalam hati karena usahanya untuk membuat bekal sarapan pagi-pagi sekali akhirnya terbayarkan. Namun hati Baekhyun langsung hancur berkeping-keping saat namja itu tiba-tiba berdiri dan meludahkan gigitan rotinya keluar jendela.
"Aku sudah memakannya. Sekarang silahkan pergi.." Chanyeol membuka bukunya lagi.
Baekhyun rasanya ingin menangis, tapi yeoja itu tersadar sang namja adalah namja yang diminta oleh sahabatnya untuk menemaninya.
"Ne Chanyeol. Gomawo sudah memakan bekal buatanku" Baekhyun membungkukkan badannya dan pergi sambil menahan rasa sakit di dadanya.
Sepanjang jam pelajaran pertama dan kedua di kelas, Baekhyun terus memasang ekspresi gloomy di wajahnya. Luhan akhirnya tidak tahan juga menanyakan hal itu pada Baekhyun saat jam istirahat.
"Sudah kuduga. Pasti dia tidak mau makan roti selai kacang buatanmu kan?" tanya Luhan sambil menggigit roti selai kacang Baekhyun. Baekhyun mendengus.
"Ne.. Masa' dia bilang alergi pada kacang.. Huff.." kata Baekhyun dengan bibir yang manyun, "Setelah itu aku mencoba memberikan roti selai coklat yang sebenarnya adalah bekalku, eh malah dimuntahkan keluar jendela"
"Aigoo. Benar-benar namja yang kejam! Kalau dia bukan namjachingu baby Soo pasti aku sudah menendang dia sampai planet mars.." geram Luhan.
"Ssshh.. Biasa saja Lulu.." Baekhyun memutar bola matanya, "Dia kan memang namja yang dingin. Dan setelah Soo ie pergi, sepertinya dia menjadi semakin dingin.."
"Heum.." Luhan menganggukkan kepalanya sedih, "Eh ngomong-ngomong kenapa tba-tiba kau membuatkan bekal untuk Chanyeol sih?" tanya Luhan yang memang dari tadi pagi sudah dibuat penasaran.
"Ceritanya panjang. Nanti kalau aku sudah ada mood untuk cerita, akan kuceritakan padamu.."
"Huff.. Ya sudah" Luhan menggembungkan pipinya. Kedua yeoja itu melanjutkan memakan roti dan seorang namja tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Annyeong~" sapa namja itu sambil tersenyum.
"Eh.. Jongdae sunbaenim. Annyeonghaseyo~" Luhan dan Baekhyun membungkukkan badan mereka. Namja itu adalah Kim Jongdae, senior mereka yang tergabung di paduan suara Smile Sunshine sekaligus menjadi ketua disana.
"Panggil oppa saja.." katanya ramah.
"Ah nee.." jawab Baekhyun dan Luhan bersamaan.
"Oppa.. Ada perlu apa menemui kami?" tanya Luhan.
"Eumm.. Kedatanganku kesini.. Untuk memberitahu kalian kalau Smile Sunshine sedang membuka pendaftaran baru untuk siswa yang ingin masuk kesana.."
"Untuk menggantikan Kyungsoo?" tanya Luhan lagi tanpa babibu. Baekhun langsung menyikut lengan Luhan pelan saat menyadari ekspresi muram di wajah Jongdae meskipun hanya sekilas.
"Nee.. Kami harus mencari anggota baru"
"Ohh.." Baekhyun menganggukkan kepalanya.
"Nee begitulah. Jadi diantara kalian ada yang berminat mendaftar?" tanya Jongdae, senyuman kembali tampak di wajahnya.
"Mian oppa. Aku sudah sibuk di ekskul cheerleaders. Mungkin yeoja ini saja. Dia tidak punya kegiatan ekskul sama sekali." Kata Luhan sambil menunjuk Baekhyun.
"Yah!" protes Baekhyun sambil mendeathglare Luhan. Tapi yeoja itu langsung tersadar kalau dia memang belum pernah mengikuti kegiatan ekskul sama sekali, "Eh tapi benar juga sih.."
Jongdae terkekeh dan langsung menyerahkan formulir pendaftaran ke Baekhyun.
"T-tapi oppa.. Aku tidak bisa bernyanyi. Selama ini aku hanya menyanyi di kamar mandi.." kata Baekhyun sambil tertunduk malu.
"Kau kan belum mencoba. Tidak ada salahnya untuk ikut.." kata Jongdae meyakinkan Baekhyun. Disebelah Baekhyun, Luhan mengangguk-anggukan kepalanya setuju.
"Ne. Baiklah oppa.. Aku akan mencobanya"
"Baiklah. Isi semua data dirimu di formulir ini, kemudian formulir ini bisa dikumpul di ruang musik. Audisi akan diumumkan beberapa hari lagi. Jadi persiapkan diri dengan baik, arasso?" jelas Jongdae.
"Ne arasso oppa.."
"Kalau begitu oppa kembali ke kelas."
"Ne oppa~
Usai meninggalkan Baekhyun dan Luhan, Jongdae tersenyum lebar dan langsung menghela nafas lega.
"Kyungsoo, oppa sudah penuhi permintaaanmu.."
~ლ~
Lapangan basket SMA Black Pearl masih disibukkan oleh aktivitas siswa-siswa disana meskipun jam sekolah telah usai. Turnamen basket antar SMA yang akan diadakan beberapa minggu lagi membuat tim basket SMA Black Pearl harus latihan ekstra untuk meningkatkan performa mereka. Begitupula dengan ekskul cheerleaders yang sibuk dengan koreo baru mereka untuk menyemangati tim saat pertandingan nanti.
Saat ini tim basket SMA Black Pearl sedang mengadakan pertandingan antar anggota tim. Seluruh anggota tim berusaha menunjukkan performa terbaiknya agar tidak berakhir di bangku cadangan saat turnamen basket antar SMA nanti. Namun hanya satu orang yang dari tadi tidak terlihat fokus dalam pertandingan tersebut. Berkali-kali bola basket digenggamannya berhasil direbut oleh lawan. Berkali-kali pula dia gagal memasukkan bola basket tersebut ke dalam keranjang. Teman-teman satu timnya sampai mengernyitkan kening mereka bingung karena tidak biasanya dia seperti itu.
PRIITT!
Peluit dari pelatih basket berbunyi di tengah-tengah pertandingan, menandakan pertandingan mereka harus terhenti. Pelatih basket tersebut menyuruh mereka berbaris di tengah lapangan dan wajahnya terlihat begitu kesal.
"Jika performa kalian seperti tadi, saya yakin juara turnamen basket antar SMA yang biasanya dipegang oleh SMA kita akan direbut oleh lawan tahun ini" kata pelatih basket. Seluruh anggota tim menundukkan kepalanya. Dan beberapa ada yang sedikit heran karena mereka telah menunjukkan performa mereka sebaik mungkin.
Pelatih basket tersebut berjalan, mengelilingi tim asuhannya satu persatu. Kemudian terhenti di hadapan salah satu anak asuhnya yang terlihat paling tidak fokus tadi.
"Terutama kau Chanyeol ssi" kata pelatih basket yang kali ini berdiri di hadapan Chanyeol, "Performamu yang paling buruk diantara mereka semua. Dan jika tidak ada peningkatan performa di latihan berikutnya, jangan kaget kalau kau akan berakhir di bangku cadangan nanti. Kau mengerti?"
"Ne.." Chanyeol menundukkan kepalanya dengan tangan terkepal.
"Ne? Dan kau hanya menjawab dengan ne?!" bentak pelatih basket.
"Ne..Algesseumnida!"
"Bagus! Dan untuk yang lain, jangan mencampur masalah pribadi dengan latihan kalian. Kalian pemain yang profesional.."
"Ne.. Algesseumnida!" sahut seluruh anggota tim.
"Latihan berakhir"
Seluruh anggota tim menghela nafas lega, dan beberapa ada yang menepuk pundak Chanyeol, menenangkannya. Dan sekarang hanya tersisa Chanyeol yang berdiri di tengah lapangan, masih dalam posisinya saat dibentak oleh pelatih basket tadi, kepala tertunduk dan tangan terkepal.
Dan Byun Baekhyun ternyata ada disana, duduk di kursi penonton, menyaksikan itu semua sambil menggigit bibirnya. Kebetulan, Baekhyun memang sedang menemani Luhan ekskul cheerleaders tadi. Cukup lama Baekhyun melihat Chanyeol dalam keadaan seperti itu. Meskipun sudah dibuat kesal karena insiden roti selai kacang tadi pagi, melihat Chanyeol sekarang hanya ingin membuat Baekhyun mendekati namja itu dan memeluknya, berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Namun langkahnya seperti tertahan, dan Baekhyun hanya bisa memandang Chanyeol dari kejauhan seperti ini. Dan mungkin karena merasa ada seseorang yang sedang memandangnya, Chanyeol langsung mengarahkan pandangannya, tepat ke arah Baekhyun. Baekhyun langsung salah tingkah dan langsung menundukkan wajahnya. Dia menundukkan wajahnya lama, dan saat Baekhyun melihat ke arah Chanyeol berdiri tadi, namja itu sudah tidak ada lagi.
~ლ~
Entry : Annyeong~
Dear Krong..
Annyeonghaseyo.. Byun Baekhyun imnida ^_^ Aku adalah sahabat baik pemilikmu sebelumnya, Do Kyungsoo. Oh apa mungkin kau sudah mengenalku? Dia sering menulis tentangku disini bukan? Kkkk...
Aku tidak pernah menulis diary sebelumnya. Jadi apa yang harus kutulis? Heumm.. Apa yang terjadi hari ini?
Oh.. Hari ini aku sudah membuat banyak orang terpana karena perubahanku. Umma, appa, Zizi, Lulu, penjaga sekolah.. Nyahahahaa.. Ekspresi mereka lucu sekali.
Heumm.. Tapi krong, ada kejadian yang membuatku agak sedih juga. Chanyeol.. Ah kau juga sudah pasti tahu namja (sok) cool ini -_- Dia tega-teganya membuang roti buatanku yang sudah aku buat pagi-pagi. Terus dia juga bilang alergi selai kacang? Hel to the lo~ Hello~ Bukannya Soo ie menulis kalau dia sangat suka roti selai kacang. Soo ie tidak mungkin salah menulis kan? Apa aku yang salah baca? Tidak mungkin! Yang lebih anehnya lagi dia juga memuntahkan roti selai coklat buatanku juga. Jadi sebenarnya dia tidak suka selai kacang apa selai coklat sih? -_-
Kesal sekali rasanya.. Tapi kok kasihan juga ya melihat dia dimarahi pelatih basket tadi. Iya, Chanyeol tadi kena marah karena tidak terlihat fokus saat latihan basket tadi. Apa mungkin dia masih kepikiran Soo ie? Tentu saja iyaa.. :'|
Ugh.. Dasar pelatih basket tidak punya perasaan! -_-"
Ah hampir lupa~~ tadi Jongdae oppa, anggota paduan suara Smile Sunshine mengajakku untuk bergabung. Apa aku bisa? Tunggu tulisanku yang berikutnya~ ^_^
Jaljayo Krong~
"Fyuhh.. Ternyata menulis diary capek juga.." kata Baekhyun usai menulis di diary Kyungsoo. Tapi Baekhyun tidak memungkiri ada perasaan lega usai mencurahlan segala isi hatinya di diary itu. Baekhyun meletakkan pulpen hello kittynya di meja sebelum membaringkan tubuhnya di tempat tidur sambil memeluk diary Kyungsoo.
Baekhyun menatap langit-langit kamarnya dan wajah terluka Chanyeol untuk kedua kalinya saat dimarahi pelatih basket tadi kembali melintas di pikirannya. Entah kenapa hati Baekhyun langsung berdenyut sakit, seperti bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Chanyeol.
"Kata Soo ie, aku harus membuat orang di sekelilingku bahagia" gumam Baekhyun, semakin mendekap erat diary Kyungsoo, "Chanyeol pasti sangat sedih tadi. Heumm.. Kalau begitu aku akan berusaha membuatnya tidak sedih lagi besok. Aku akan terus berusaha untuk membuatnya bahagia. Ne, semoga aku berhasil. Byun Baekhyun fighting!"
Baekhyun kembali membuka diary Kyungsoo, mencari apa lagi kesukaan Chanyeol. Senyuman lebar teruntai dibibirnya saat membaca salah satu halaman di diary Kyungsoo.
"Baiklah.. aku akan mengajaknya ke tempat ini besok.."
TBC
Annyeong readers~
Author balik lagi.. mian updatenya lama banget dan ceritanya makin gaje.. kekeke..
Dan jeongmal gomawo buat readers yang udah review di chapter kemarin*hug reader atu2*
Jongdae datang~~^^ kira2 baekie bakal lulus audisi(?) gak ya?
tunggu chapie berikutnya ;)
Dont forget to r n r^^
