Title : Kyungsoo Diary

Author : Purple Unicorn

Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Do Kyungsoo as Do Kyungsoo

Luhan as Luhan

Kim Jonghyun as Kim Jonghyun

Anonymous as 'Daehyunie'

Anonymous as 'YoungYoungie'

Anonymous as ahjussi penjual bunga

Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo

Rating : PG-13

Disclaimer : semua cast di ff ini milik Tuhan dan SM entertainment ^_^

Warning: genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~

a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really bad story. Enjoy my ff ^_^

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

"Bernyanyilah seakan tidak ada orang yang sedang menilaimu…

Bernyanyilah seakan kau bernyanyi di depan orang yang kau cintai…

Bernyanyilah dengan hati…"

-Baekhyun

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

CHAPTER IV – Tiga Baris Kalimat

Baekhyun mencoba menghapus kata menyerah dalam kamus kehidupannya. Yeoja manis itu masih berusaha untuk mencairkan hati sedingin es milik seorang Park Chanyeol, dan masih menggunakan diary Kyungsoo sebagai petunjuknya. Oleh karena itu, di hari berikutnya pagi-pagi sekali Baekhyun sudah berdiri di depan kelas Chanyeol, dengan kotak bekal berwarna putih di tangannya.

Sudah beberapa menit Baekhyun berdiri disana dan orang yang ditunggu belum datang-datang juga. Beberapa teman sekelas Chanyeol yang berdatangan melirik Baekhyun aneh karena tidak biasanya ada seorang yeoja berdiri di dekat pintu kelas mereka dengan membawa kotak bekal seperti itu. Baekhyun hanya tersenyum manis dan menyapa mereka, meskipun tak jarang senyuman manis dan sapaannya hanya dibalas dengan ekspresi yang aneh.

"Aishh.. Kau lama sekali Park Chanyeol~" kata Baekhyun sambil melirik jam tangannya. Lima menit lagi jam masuk. Dan jantung Baekhyun langsung berdegup kencang kala melihat sosok yang ditunggu-tunggu dari tadi mulai menampakkan batang hidungnya.

Baekhyun menarik nafas dalam sebelum tersenyum semakin manis dan menyapa Chanyeol dengan percaya diri, "Annyeong Chanyeol ah~~"

Sudah bisa ditebak, Chanyeol hanya mengacuhkannya seperti tidak ada seorang pun yang menyapanya barusan.

Baekhyun menghela nafas panjang menatap Chanyeol yang membelakanginya, "Kyungsoo pernah berkata kepadaku kalau dia sangat benci orang yang sombong"

Kalimat Baekhyun barusan berhasil menghentikan langkah Chanyeol yang beberapa inci lagi sudah akan masuk ke kelasnya. Baekhyun melihat tangan Chanyeol yang terkepal sebelum namja itu membalik badannya.

"Annyeong Chanyeol ah~" Baekhyun kembali menyapa Chanyeol dengan senyuman manis.

"Ne.." tanggap Chanyeol dengan ekspresi dingin seperti biasanya.

"Aku buatkan bekal lagi untukmu.." kata Baekhyun sambil menyerahkan kotak bekal putihnya ke Chanyeol dan Chanyeol kembali menatap kotak bekal itu tanpa minat.

"Aku tidak-"

"Isinya hamburger.. Aku tau kau suka hamburger. Benar tidak?" potong Baekhyun.

"Aku-"

"Dan kau tidak bisa menolak lagi dengan alasan kau alergi pada hamburger. Itu tidak mungkin, karena aku sering melihatmu makan hamburger dengan Kyungsoo di restoran cepat saji sehabis pulang sekolah.." potong Baekhyun lagi. Semakin mengurangi kesempatan Chanyeol untuk menolak bekal buatannya.

"Terserah kau mau memakannya atau tidak. Aku sudah susah payah membuatnya pagi-pagi Mungkin hamburgernya tidak seenak restoran cepat saji atau buatan Kyungsoo-"

Chanyeol mendengus kesal kemudian mengambil kotak bekal dari tangan Baekhyun sebelum Baekhyun menyelesaikan kalimatnya. Baekhyun menjerit kegirangan dalam hati karena akhirnya Chanyeol mau menerima bekal buatannya. Meskipun kecewa karena tak ada ucapan terima kasih keluar dari mulut Chanyeol.

"Ne.. Sama-sama.." kata Baekhyun dengan nada penuh sindiran. Chanyeol membalik badannya lagi untuk memasuki kelas dan Baekhyun kembali memanggilnya.

"Chanyeol ah.."

"Apa lagi?" dan kali ini ekspresi dingin Chanyeol berganti dengan ekspresi kesal.

"Apa kau ada latihan basket sepulang sekolah?"

"Tidak ada." Jawab Chanyeol singkat. Baekhyun mengernyitkan keningnya bingung karena setahu Baekhyun tidak ada jadwal libur untuk latihan basket. "Apa ada lagi yang kau tanyakan? Karena sebentar lagi jam masuk"

"Eumm.." Baekhyun menautkan jari-jarinya gugup, "Kalau begitu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat setelah pulang sekolah"

"Mian. Aku akan ke makam Kyungsoo setelah pulang sekolah"

"O-oh.." Baekhyun menggigit bibirnya karena rencanya untuk mengajak Chanyeol ke suatu tempat yang sudah direncanakannya sepertinya tidak berhasil untuk hari ini. Tapi mendengar rencana Chanyeol tadi, membuat Baekhyun juga ingin ke makam sahabatnya tersayang, Baekhyun benar-benar merindukan Kyungsoo, "Bolehkah aku ikut? Aku juga ingin kesana. Aku kangen Kyungsoo.." dan bersamaan dengan itu, bel masuk berbunyi. Suasana hening beberapa saat karena Chanyeol belum memberikan jawaban apakah Baekhyun boleh ikut atau tidak. Baekhyun hanya menundukkan kepalanya tidak juga beranjak dari tempatnya berdiri meskipun bel masuk sudah berbunyi, menunggu jawaban dari Chanyeol.

"Ne.. Ne kau boleh ikut." Baekhyun langsung mengangkat wajahnya lagi begitu mendengar jawaban Chanyeol, berusaha keras menahan diri untuk tidak memberikan pelukan terima kasih ke namja tampan dihadapannya, "Sebaiknya kau cepat kembali ke kelas karena jam pelajaran segera dimulai.." kata Chanyeol lalu membalik badannya lagi.

"Ah ne.. Gomawoyo Chanyeol. Kita bertemu lagi saat pulang sekolah nanti~" Baekhyun kembali ke kelasnya dengan langkah riang

"Soo ie.. Tunggu kami ne.."


Kelas 2-2..

Jam pertama dan kedua di kelas Chanyeol kosong karena seonsaengnim mereka berhalangan hadir. Siswa di kelas tersebut tidak bisa sepenuhnya bahagia karena seonsaengnim memberikan tugas dan harus dikumpul di akhir jam pelajaran. Namun bukan anak SMA namanya jika tidak membuat keributan di kelas.

Di tengah suasana keributan itu hanya beberapa orang yang duduk tenang sambil mengerjakan tugas dari seonsaengnim. Salah satunya adalah Chanyeol.

"Wah.. Rajin sekali.. Nanti aku lihat ya jawabannya" goda Jonghyun, teman sebangku Chanyeol.

Chanyeol hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya. Jonghyun pun memutar bola matanya, tahu benar sikap Chanyeol memang cuek seperti itu.

"Bekalnya tidak kau makan?" tanya Jonghyun lagi sambil menunjuk kotak bekal putih di laci meja Chanyeol.

Dan lagi-lagi Chanyeol hanya diam.

"Aku melihat seorang yeoja manis memberikannya padamu tadi pagi. Kalau tidak salah dia itu sahabat dekat Kyungsoo. Namanya Baekhyun. Byun Baekhyun. Benar tidak?"

Kali ini pertanyaan Jonghyun hanya dibalas dengusan Chanyeol. Wajar jika Jonghyun mengenal Baekhyun karena Kyungsoo sering menceritakan soal Baekhyun ke Jonghyun.

"Wah sayang sekali kalau bekalnya tidak dimakan. Mending buat aku saja" Jonghyun sudah hampir meraih kotak bekal di laci Chanyeol saat tangan Chanyeol mencengkeramnya dengan keras.

"Andwae" kata Chanyeol singkat.

Jonghyun mendesah kecewa, "Aku kira kau tidak mau makan"

"Aku memang tidak mau memakannya"

"Aigoo Chanyeol ah.. Kau itu benar-benar membingungkan. Kalau kau tidak mau memakannya kenapa kau tidak berikan saja padaku?!" kesal Jonghyun.

"Karena yeoja itu memberikannya padaku. Dan sekarang terserah aku mau memakannya atau tidak"

"Asdfghjklasdfghjkl" Jonghyun hanya bisa menggerutu dan dapat melihat dengan jelas seringai di wajah Chanyeol. 'Sial'


Baekhyun membaca ulang kembali seluruh data diri yang dia isi di formulir pendaftaran untuk audisi paduan suara Smile Sunshine. Yeoja itu hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat ada kotak kosong yang tidak terisi di formulir itu. Ya, kotak itu harusnya terisi dengan prestasi-prestasi untuk lomba menyanyi yang pernah diikuti. Baekhyun teringat, setahun yang lalu Kyungsoo juga mengisi formulir yang sama dan kotak itu terisi penuh dengan prestasi Kyungsoo di bidang tarik suara, sangat berbanding terbalik dengan apa yang ada di formulir pendaftaran Baekhyun saat ini.

Saat ini jam istirahat dan Baekhyun sedang dalam perjalanan ke ruang musik untuk mengumpulkan formulir tersebut. Seorang diri. Kemana Luhan yang selalu tidak terpisahkan dan selalu menempel padanya bagaikan amplop dengan perangko itu?

"Aku ada urusan dengan seseorang di klub dance. Dan ini sangat penting. Kau ke ruang musik sendiri saja ya" begitu kata Luhan tadi dan langsung melesat tanpa babibu meninggalkan Baekhyun yang cengok.

"Tumben Lulu ke klub dance.. Ada urusan apa ?" gumam Baekhyun.

Baekhyun memelankan langkahnya saat melihat seorang namja dan seorang yeoja berdiri di sebelah kotak kaca berisi formulir pendaftaran audisi di dekat ruang musik. Baekhyun tidak begitu mengenal mereka, namun Baekhyun tahu kalau sang namja adalah salah satu anggota paduan suara Smile Sunshine. Baekhyun sering melihat namja itu di barisan paduan suara, bernyanyi bersama Kyungsoo dan anggota paduan suara lain saat kompetisi.

Dari gerak gerik mereka Baekhyun bisa menebak kalau mereka adalah sepasang kekasih. Sang yeoja memasang wajah begitu gugup dan mengundang rasa penasaran Baekhyun untuk menguping pembicaraan mereka. Baekhyun memutuskan untuk bersembunyi di balik dinding, tak jauh dari sepasang kekasih itu berdiri.

"Uwaa~ aku gugup Daehyunie.." kata sang yeoja sambil menggembungkan pipinya. Yeoja itu berpipi tembam dan Baekhyun terkekeh melihat pipinya yang semakin terlihat tembam kala yeoja itu menggembungkan pipinya, namun Baekhyun mengakui kalau justru pipi tembamnya lah yang membuat wajahnya tampak begitu imut. Namja yang dipanggil Daehyunie tadi langsung mencubit pipi tembam yeoja itu dengan gemas.

"Aigoo YoungYoungie baru mengumpul formulir pendaftaran saja kau sudah gugup. Apalagi saat audisi nanti" kata 'Daehyunie'. Yeoja yang dipanggil YoungYoungie tadi hanya bisa menundukkan kepala dan kali ini memanyunkan bibirnya.

"YoungYoungie.. Chu~" Baekhyun tersentak saat 'Daehyunie' mengangkat wajah 'YoungYoungie' dan langsung mengecup bibirnya dengan cepat. Dan dari jarak sedekat itu Baekhyun bisa melihat pipi tembam sang yeoja yang mulai dipenuhi semburat kemerahan.

"Aku tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Saat kau gagal audisi hanya karena kau gugup." Kata 'Daehyunie' menatap yeojachingunya dengan pandangan yang menurut Baekhyun begitu teduh. "Bernyanyilah seakan tidak ada orang yang sedang menilaimu. Bernyanyilah seakan kau bernyanyi di depan orang yang kau cintai"

"Bernyanyilah dengan hati.." kalimat barusan digumamkan Baekhyun dengan pelan, bersamaan dengan apa yang diucapkan 'Daehyunie' pada yeojachingunya.

Tiga baris kalimat tadi begitu familiar bagi Baekhyun. Ya, karena tiga baris kalimat tadi memang pernah diucapkannya sendiri pada Kyungsoo setahun yang lalu, saat yeoja itu juga gugup sebelum audisi dimulai. Kalimat yang dibuatnya dengan asal karena Baekhyun sudah tidak sanggup lagi menahan rasa kesal akibat Kyungsoo yang tidak bisa mengontrol rasa gugupnya. Dan ajaibnya, usai Baekhyun mengucapkan tiga baris kalimat tadi, Kyungsoo langsung naik ke atas panggung dengan begitu percaya diri, menanyikan lagu dengan tone suara nyaris sempurna. Baekhyun masih mengingat jelas wajah terpukau para seonsaengnim usai Kyungsoo menyelesaikan nyanyiannya, dan baru tersadar setelah Kyungsoo mengucapkan kata kamsahamnida dari atas panggung.

Baekhyun kembali mendengar tiga baris kalimat tadi dan kali ini orang lain yang mengucapkannya. Membuat kepala Baekhyun diisi dengan pertanyaan. Darimana 'Daehyunie' mendengar tiga baris kalimat tadi? Apa Kyungsoo pernah mengatakan tiga baris kalimat itu padanya? Entah Baekhyun harus merasa kesal atau terharu karena Kyungsoo sudah mengcopas tiga baris kalimatnya itu tanpa izin.

"Aku tahu kau bisa. Suaramu adalah suara terindah yang pernah kudengar.." bisik 'Daehyunie' pada yeojachingunya.

"Eung.." bibir manyun di wajah 'YoungYoungie' tadi berganti dengan senyum sumringah membuat 'Daehyunie' juga tersenyum lega. Kemudian sepasang kekasih itu bergandengan tangan meninggalkan ruang musik.

Baekhyun tersenyum memandang sepasang kekasih itu. Bukankah menyenangkan memiliki seseorang yang selalu mendukungmu dan meyakinkanmu bahwa kau bisa saat kau merasa tidak sanggup untuk melakukannya?

"Yeoja manis dilarang melamun di tengah jalan!"

"Huaaa!" Baekhyun menjerit kaget saat seorang namja menepuk bahunya dari belakang membuyarkan lamunannya.

"Bahahaaa.. Mian.. Peace ya agasshi~" namja itu mengacungkan dua jarinya membentuk pose peace sambil tersenyum garing.

"Heh.. Siapa kau? Mengagetkan orang sembarangan saja!" kesal Baekhyun.

"Oh perkenalkan Kim Jonghyun imnida. Kau bisa memanggilku dengan Jjong. Jonghyunie juga boleh.." Baekhyun memutar bola matanya, "Dan kau pasti Byun Baekhyun.."

"Darimana kau tau namaku?!" Baekhyun langsung memasang wajah gugup seolah namja didepannya adalah seorang stalker.

"Dari name tagmu.. Duh.." Baekhyun langsung membulatkan mulutnya membuat Jonghyun terkekeh kasihan melihat wajah babo yeoja dihadapannya, "Aniya. Sebenarnya aku juga mengenalmu karena aku teman sekelas Chanyeol yang namjachingunya Kyungsoo. Dan aku juga mengenal Kyungsoo, begitupula dengan Kyungsoo yang juga mengenalku. Kyungsoo sahabat dekatmu kan?"

"Ahhh.. Nee.." Baekhyun menganggukkan kepalanya. Sebagian kepalanya masih meloading apa yang diucapkan Jonghyun barusan.

"Ngomong-ngomong kenapa kau berdiri sendirian disini?" tanya Jonghyun.

"Aku ingin mengumpulkan formulir ini" jawab Baekhyun sambil menunjukkan formulir pendaftarannya.

"Wah kebetulan sekali. Aku juga mengikuti audisi Smile Sunshine!" sahut Jonghyun bersemangat. "Ta-dah…" Jonghyun mengeluarkan formulir dari kantong celananya.

"Heumm.." Baekhyun melirik formulir pendaftaran Jonghyun. Dan kotak prestasi menyanyi Jonghyun terisi walaupun hanya sedikit. Meskipun hanya sedikit, entah kenapa Baekhyun merasa kansnya untuk lolos audisi semakin menciut.

'Apa sebaiknya aku tidak ikut audisi saja..'

"Waeyo?" tanya Jonghyun begitu melihat ekspresi Baekhyun yang diliputi keraguan.

"Ah anii.. Aku.. Aku sepertinya tidak jadi mengumpul formulir ini saja"

"Eh?"

"Jaljayo Jonghyun.." Baekhyun langsung membalik badannya mengacuhkan Jonghyun dan berniat membuang formulir itu di tempat sampah.

Namun baru beberapa langkah Baekhyun pergi..

"Wah Baekhyun, lihat ada piring terbang!" Baekhyun langsung menengadahkan kepalanya keatas dan kesempatan itu digunakan Jonghyun sebaik-baiknya untuk merampas formulir dari tangan Baekhyun dan langsung memasukkannya ke kotak pendaftaran.

"Yaakk! Jonghyun! Kau!" kesal Baekhyun sambil mengehentakkan kakinya seperti anak kecil. Baru sadar kalau dia sudah dikerjai namja yang baru dikenalnya beberapa menit yang lalu.

"Mian.. Formulir yang sudah dimasukkan tidak dapat diambil kembali. Sekian dan terima kasih~" Jonghyun langsung berlari meninggalkan tempat itu sebelum terkena lemparan sepatu kets milik Baekhyun.


Chanyeol berbohong.

Begitulah yang ada di pikiran Baekhyun saat Luhan memberitahunya bahwa ada latihan cheerleaders saat pulang sekolah. Latihan cheerleaders dan latihan basket adalah dua latihan yang tidak terpisahkan, artinya jika latihan basket libur tentu saja latihan cheerleaders juga diliburkan. Tapi nyatanya latihan cheerleaders tetap dijalankan sepulang sekolah, dan rasanya Baekhyun ingin memborbardir Chanyeol dengan bom molotov karena sudah membohonginya. Ne, Chanyeol dengan jelas mengatakan padanya kalau tidak ada latihan basket sepulang sekolah. Itu artinya Chanyeol sudah berbohong padanya.

Ingin rasanya Baekhyun bertanya alasan namja yang sedang berjalan disebelahnya itu tidak latihan basket hari ini. Namun sedari tadi, Chanyeol hanya diam seribu bahasa, tidak mengajaknya berbicara sama sekali, seakan Baekhyun tidak ada disana. Saat ini mereka berdua memang dalam perjalanan menuju pemakaman, tempat makam Kyungsoo berada.

Baekhyun sadar menanyakan soal latihan basket akan memperburuk keadaan, jadi lebih baik dia memilih menutup mulutnya rapat-rapat.

Suasana hening seperti ini membuat yeoja yang kelebihan energi seperti Byun Baekhyun lama-lama tidak tahan juga untuk mengajak sang namja dingin berbicara.

"Chanyeol ah..Bagaimana bekal buatanku tadi? Enak tidak?"

"…"

"Apa kau menghabiskannya? Kau tidak menyisakannya kan?"

"…"

'Ya.. Terus saja diam.. Anggap aku tidak ada~' Lanjut Baekhyun dalam hati. Baekhyun sebenarnya tahu berbicara dengan Chanyeol tidak ada gunanya. Baekhyun menghela nafas panjang dan berjalan sedikit cepat mengimbangi langkah panjang Chanyeol.

"Chanyeol ah.."

"…"

" Tidak terasa sudah dua hari Kyungsoo meninggalkan kita.."

Entah ini perasaan Baekhyun saja atau Chanyeol memang memelankan langkahnya sekarang.

"Aku benar-benar merindukannya. Apa kau merindukannya Chanyeol ah?" tanya Baekhyun sambil menatap Chanyeol. Rahang Chanyeol mulai mengatup rapat dan namja itu memejamkan matanya sesaat.

"Jangan tanyakan pertanyaan bodoh seperti itu Byun Baekhyun.." kata Chanyeol lalu mempercepat langkahnya, berhasil membungkam mulut Baekhyun sepanjang perjalanan.


Sebelum ke pemakaman, Chanyeol dan Baekhyun mampir sebentar ke toko bunga tak jauh dari pemakaman itu berada. Chanyeol langsung membeli sebuket bunga baby's breath sementara Baekhyun masih diliputi kebingungan bunga apa yang akan diletakkan di makam Kyungsoo nanti.

'Bunga kesukaan Kyungsoo apa ya kira-kira?' gumam Baekhyun. Lalu secara tak sengaja pandangan Baekhyun mengarah ke bunga berwarna kuning terang di sudut toko bunga itu. Bunga berwarna paling mencolok dan berukuran paling besar diantara bunga yang lain. Bunga itu adalah bunga matahari.

'Bunga matahari.. Sunflower.. Sunshine..'

"Smile Sunshine!" Tiba-tiba Baekhyun berteriak membuat penjual toko bunga termasuk Chanyeol terkejut. Baekhyun langsung memegang belakang lehernya sambil tersenyum malu menyadari tingkah anehnya barusan.

Bunga matahari yang terlihat begitu cerah dengan warna kuningnya mengingatkan Baekhyun pada indahnya matahari terbit di pagi hari. Dan seperti indahnya matahari terbit di pagi hari adalah senyuman Park Chanyeol bagi seorang Do Kyungsoo.

"Eumm.. Mian ajussi.. Aku beli bunga matahari itu saja ya.. Satu tangkai"

Ahjussi menganggukkan kepalanya kemudian menyerahkan bunga matahari itu ke Baekhyun.

"Berapa harganya ahjussi?"

"Tidak usah. Untukmu gratis" kata ahjussi sambil tersenyum.

"Ah jinjjayo?" Baekhyun melebarkan matanya tidak percaya.

"Ne.. Kau adalah orang pertama yang membeli bunga matahari hari ini jadi aku memberikannya gratis" ujar ahjussi panjang lebar.

"Aigoo.. Kamsahamnida ahjussi.. Jeongmal kamsahamnida.." kata Baekhyun sambil membungkukkan badannya berapa kali.

"Ne.. Sudah sudah.. Lebih baik sekarang kau pergi. Namjachingumu sudah menunggu lama.."

"E-eh?" Chanyeol dan Baekhyun sama-sama terkejut, dan Baekhyun lah yang terihat paling gelagapan. "A-ani.. Kami hanya-"

"Aish sudah cepat keluar.. Disini panas karena ada kalian berdua.." usir ahjussi sambil mengibaskan tangannya. Chanyeol dan Baekhyun membungkuk sekali lagi dengan penuh rasa canggung kemudian meninggalkan toko bunga itu. Ahjussi langsung menggelengkan kepalanya usai Baekhyun dan Chanyeol meninggalkan toko bunga itu.

"Aigoo.. mereka cocok sekali.. Young love~"gumam ahjussi sambil tersenyum.


Chanyeol dan Baekhyun akhirnya sampai di makam Kyungsoo. Usai meletakkan bunga baby's breath diatas makam, Chanyeol langsung duduk berlutut dan memejamkan matanya disebelah makam Kyungsoo. Sepertinya namja itu sedang berdoa. Akhirnya Baekhyun juga ikut duduk bersimpuh di seberang Chanyeol.

'Kyungsooie.. Annyeong~' sapa Baekhyun dalam hati. 'Bagaimana kabarmu di surga? Apa di surga sangat menyenangkan? Sepertinya sangat menyenangkan ya.. Buktinya kau betah disana..' Baekhyun memanyunkan bibirnya.

'Hei lihat.. Aku datang bersama siapa sekarang..' Baekhyun melirik ke arah Chanyeol dan namja itu masih serius memejamkan matanya. 'Soo ie.. Dia sedang berbicara apa padamu?'

Tanpa sadar Baekhyun terus memandangi wajah tampan diseberangnya, begitu terlarut dengan ketampanan yang dimiliki sang namja, 'Heumm.. Saat sedang serius seperti itu, Chanyeol kita terlihat sangat tampan ya'

Chanyeol akhirnya membuka matanya dan Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tidak lucu kan kalau Chanyeol tahu kalau Baekhyun daritadi menatap wajahnya seperti seorang fangirl yang sedang mengagumi poster oppa tampan di dinding kamarnya?

"Chanyeol ah.. Apa kau langsung pulang?" tanya Baekhyun saat melihat Chanyeol mulai beranjak dari posisi berlututnya.

"Ne"

"Heumm.. Ya sudah" Baekhyun memanyunkan bibirnya karena sudah pasti dia akan pulang seorang diri. Tentu saja, karena pulang bersama dengan Chanyeol bagaikan mengharap matahari diatas sana berubah warna menjadi ungu.

Chanyeol mulai berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih bersimpuh disana tanpa mengucapkan selamat tinggal.

"Oh.." Chanyeol tiba-tiba membalik badan kemudian merogoh isi tasnya dan mengeluarkan kotak bekal putih milik Baekhyun. "Ini kotak bekalmu" Chanyeol melempar kotak bekal ke arah Baekhyun dan untung saja Baekhyun dengan sigap langsung menangkapnya.

"Ne~ Sama-sama Chanyeol ah~" lagi-lagi Baekhyun mengucapkan kata itu seolah Chanyeol sudah mengucapkan terima kasih padanya. Chanyeol hanya acuh dan kembali berjalan meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun sedikit mengernyitkan keningnya karena kotak bekalnya menjadi lebih ringan dari tadi pagi. Dan yeoja itu langsung menggigit bibirnya menahan senyum saat melihat kotak bekalnya sudah kosong dan sebuah sticky note tertempel di dalam kotak bekal.

'Yah.. Burgermu enak. Tapi tidak akan pernah bisa mengalahkan buatan Kyungsoo' –PCY

"Chanyeol ah kau benar-benar menyebalkan~!"teriak Baekhyun, meskipun yeoja itu sadar dimana dirinya berada. Namun Baekhyun tidak peduli, karena hatinya sedang diliputi kebahagiaan sekarang. "Gomawoyo karena sudah menghabiskan bekal buatanku! Besok aku akan membuatkannya lagi~~~" teriak Baekhyun lagi meskipun Chanyeol sudah semakin menjauh dari pandangannya.

Baekhyun tersenyum lebar dan kali ini mengarahkan pandangannya ke makam Kyungsoo lagi.

"Soo ie~ Tolong katakan pada Tuhan, aku berterima kasih padaNya karena Chanyeol kita menghabiskan bekal buatanku hari ini", kata Baekhyun pelan sambil meletakkan bunga matahari yang dari tadi berada di pangkuannya ke atas makam Kyungsoo.


Malam harinya, Baekhyun kembali mencurahkan isi hatinya di diary Kyungsoo tentang apa yang dirasakannya hari ini. Kemudian seperti biasanya yeoja itu berbaring di tempat tidurnya dan membaca diary sahabatnya tersayang. Baekhyun membuka halaman secara random, dan salah satu judul menarik perhatiannya karena nama pangilannya tercantum disana.

Entry : Baekie gomawo :')

Dear krong~^^

Hari ini adalah salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupku. Paduan suara Smile Sunshine kembali memenangkan kompetisi paduan suara antar sekolah. Yeyyy~~^^ aku tidak bisa menuliskan kebahagiaanku dengan kata-kata. Pokoknya aku sangat bahagiaaaa sekali^^Ini semua juga berkat usaha keras semua anggota paduan suara Smile Sunshine dan seonsaengnim yang tidak pernah lelah untuk melatih kami. Kamsahamnida :')

Tapi kau tau tidak Krong.. Siapa yang benar-benar paling berjasa atas kemenangan ini? Ne.. Byun Baekhyun lah yang sebenarnya membuat kami bisa memenangkan kompetisi ini.^^

Baiklah.. Aku akan bercerita sedikit tentang kompetisi tadi. Kami adalah peserta terakhir, dan paduan suara lain yang tampil terlebih dahulu sebelum kami menampilkan performa mereka dengan begitu luar biasa. Akhirnya beberapa anggota paduan suara Smile Sunshine mulai kehilangan semangat dan pesimis usai melihat penampilan peserta yang lain. Melihat mereka seperti itu, aku juga mulai ragu. Mungkin untuk kompetisi ini kami akan kalah.

Rasa pesimisku membawaku melayang ke masa lalu.. saat aku audisi untuk masuk paduan suara Smile Sunshine dan betapa tidak yakinnya aku untuk lolos audisi. Aku masih ingat Baekie menatapku dengan kesal kemudian berkata 'Soo ie! Suaramu bagus! Kau tidak mungkin tidak lulus audisi. Kalau sampai kau tidak lulus audisi para seonsaengnim itu mungkin akan aku ajak ke dokter THT" dan aku langsung terkekeh meskipun masih diliputi gugup. Akhirnya Baekie memegang pundakku, menatapku dengan tatapan mata yang begitu meyakinkan, kemudian mengucapkan tiga baris kalimat.

Tiga baris kalimat yang akhirnya aku ucapkan juga ke semua teman-temanku di Smile Sunshine. Dan akhirnya kembali menumbuhkan semangat dan keyakinan kami dan mengantarkan kami memenangkan kompetisi paduan suara antar sekolah tahun ini :')

Mungkin Baekie tidak akan pernah membaca tulisan ini ya Krong.. kkkk.. Tapi bolehkah aku mengucapkan sesuatu padanya di lembaran ini?

Nee.. Gomawoyo Baekie..

Kemenangan ini.. Rasa bahagia ini.. Ini semua berkatmu..^^

Aku harap semangatmu yang kau berikan pada orang lain juga kau gunakan untuk dirimu sendiri. Kadang aku bingung, kau suka pesimis pada dirimu sendiri, sedangkan untuk menyemangati orang lain kau sangat bisa melakukannya kenapa begitu, Baekie? Apa kau butuh orang lain untuk menyemangatimu juga?

Mungkin aku tidak pandai merangkai kalimat yang bisa menumbuhkan semangatmu, tapi kau harus tau.. aku akan selalu ada disampingmu.. mendukungmu.. meyakinkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang menurutmu tidak mungkin.

Cause nothing's impossible.. Right? ;)

Gomawo.. Saranghae My Baekie :')

Entah kenapa air mata Baekhyun menetes usai membaca salah satu halaman diary Kyungsoo tadi. Tiga baris kalimat yang diucapkan 'Daehyunie' tadi memang dari Kyungsoo. Dan Baekhyun tidak menyangka tiga baris kalimat asal-asalannya itu bisa mengantarkan Smile Sunshine meraih kemenangannya.

"Aniya.. Ini bukan karena aku.. Tapi ini karena kau yang mengucapkannya pada mereka" kata Baekhyun sambil menghapus air matanya.

Dan yang membuat Baekhyun hanya bisa tersenyum miris adalah saat membaca baris terakhir di halaman itu. Bahwa Kyungsoo akan selalu disampingnya, mendukungnya dan meyakinkannya bahwa ia bisa melakukan sesuatu hal yang menurutnya tidak mungkin.

"Tapi sekarang kau tidak ada disini, Soo ie.." lirih Baekhyun.

"Sekarang saat kau tidak ada disini, siapa yang akan meyakinkanku kalau aku bisa mencintai Chanyeol?" air mata Baekhyun kembali menetes.

"Soo ie.. Nan neomu bogoshippo.." lirih Baekhyun membawa diary Kyungsoo dalam dekapannya dalam tidur hingga yeoja itu terlelap.

TBC

Annyeong readerdeul~ author mo balas ripiu dulu nih :3

SyJessi22 : wahh.. reviewnya panjang bingit chinguu.. kkk :3 nee.. baekie berubah demi kyungsoo.. hehee.. gomawo buat semangatnya untuk baekie^^ dan gomawo juga udah nyempetin buat r n r^^

Byunbaekhyunwon : yahh.. jangan nangis dong chingu :_: /sodorin tissue/ Nee gomawo udah r n r^^

Wlwyf : maapin chanyeol ya chingu.. maklum lagi labil #plak Ini udah diupdate chingu :3 Gomawo udah r n r^^

Delayciouslaymontea : nahahaa.. mian chingu.. soalnya author stuck ama epep ini.. bingung mo ngelanjutnya gimana ;_; gomawo udah r n r^^

Cozalou laya : entahlah chingu hati baekie terbuat dari apa XD kkkk.. ini updateannya.. moga gak mengecewakan :3 gomawo for r n r^^

Nur991fah : annyeong.. salam kenal balik yaa^^ nee.. gomawo semangat untuk baekienya :" dan gomawo juga udah r nr^^

And last for silent reader, jeongmal kamsahae udah baca epep icikiwir(?) ini :* *emang ada yang baca thor -_-v*

Huahahaaa.. dan chapie ini semakin gaje pemirsahh XD *kkaebsong~*

Mian yahh.. soalnya author juga udah gak semangat buat ngelanjutin epep ini lagi ;_; *kkaebsong~*

Tapi author masi menunggu dengan setia review dari readers.. please let me know.. epep ini musti dilanjut apa gak ;_; *kkaebsong~*

Jangan lupa reviewnya lagi readers^^

Jaljayong~ :*

#numpangpromo polow twitter author unicornnwind , pasti author polbek^^

Salam kkaebsong~~