Title : Kyungsoo Diary

Author : Purple Unicorn

Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Do Kyungsoo as Do Kyungsoo

Luhan as Luhan

Huang Zitao as Byun Zitao

Lee Sungmin as Byun Sungmin

Cho Kyuhyun as Byun Kyuhyun

BAP Zelo as Choi Junhong

Oh Sehun as Oh Sehun

Anonymous as oppa penjual bubble tea

Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo

Rating : PG-13

Disclaimer : semua cast di ff ini milik Tuhan dan SM entertainment ^_^

Warning: genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~

a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really bad story. Enjoy my ff ^_^

Song : EXO – My Turn To Cry

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

Chapter V – The Quarrel

Di sebuah taman yang sangat indah dan dipenuhi rumput hijau yang terhampar luas dan bunga yang bermekaran, seorang yeoja yang sangat manis sedang memetik bunga dan seorang namja tampan sedang duduk memperhatikannya. Namja itu seakan tidak pernah bosan untuk memandang yeoja yang ada di hadapannya sekarang. Blouse putih panjang yang dikenakan sang yeoja tersibak tertiup angin. Dan sesekali yeoja itu memegang topi fedoranya agar tidak terbang .

"Chanyeolie.. Kenapa kau menatapku terus?" pout terbentuk di bibir heart shaped sang yeoja. Sang namja, Chanyeol, berusaha menahan diri sekuat tenaga untuk tidak membuat yeoja pujaan hatinya itu kehabisan nafas sekarang.

"Aniya.. Aku hanya ingin memandangmu. Tidak boleh?" tanya Chanyeol, dan kali ini merangkak mendekati sang yeoja.

"Tidak boleh~" sang yeoja menggelengkan kepalanya, dan saat tersadar Chanyeol semakin mendekatinya, yeoja itu terkekeh geli dan langsung beranjak dari posisi berlututnya tadi dan mulai berlari meninggalkan Chanyeol.

"Yah! Kyungsoo yah! Kenapa kau malah berlari?" Chanyeol akhirnya mengejar sang yeoja, Kyungsoo. Chanyeol bisa mendengar jelas suara tawa renyah Kyungsoo karena berhasil mengerjainya.

"Tangkap aku kalau bisa~" teriak Kyungsoo dan yeoja itu berlari semakin jauh dari pandangan Chanyeol, sampai akhirnya yeoja itu tidak terlihat lagi.

"K-kyungsoo yah!" Chanyeol yang mulai merasa bahwa ini bukan sebuah permainan kejar-kejaran lagi mulai panik karena Kyungsoo tiba-tiba menghilang. "Kyungsoo yah! Kau dimana?! Ini bukan saatnya untuk bercanda!" Chanyeol terus mencari dan mencari yeojachingunya namun tak juga menemukannya.

Sampai akhirnya Chanyeol berlari ke sebuah taman yang dipenuhi bunga matahari dan menemukan Kyungsoo. Namun Kyungsoo yang ditemukannya.. sudah terbaring kaku dengan satu tangan mengatup di dadanya, dan setangkai bunga matahari tergenggam disana.

Chanyeol hanya bisa berdiri disana dengan mata terbelalak lebar. Kakinya berusaha melangkah mendekati tubuh yeoja yang sangat dicintainya itu, namun langkahnya terasa sangat berat, seperti ada sesuatu yang menahannya.

"Kyungsoo yah! A-Andwae.. Hiks.. Kyungsoo yah.. irreona!" Chanyeol terus berusaha sekuat tenaga menggerakkan kakinya yang sekarang terasa seperti batu, dan berusaha membangunkan Kyungsoo lewat teriakannya. Seperti orang yang sangat depresi. Akhirnya Chanyeol terduduk lemas karena usahanya sia-sia.

"Andwaeyo~ It's my turn to cry~ Naega halgeyo~ Geudaeye nunmul moa~" sayup—sayup suara nyanyian seorang yeoja tiba-tiba terdengar tepat di telinga Chanyeol. Suara yang sangat merdu. Tapi bukan.. Itu bukan suara nyanyian merdu Kyungsoo yang biasa dia dengar. Ini suara yeoja yang lain, yang anehnya.. Juga bisa menenangkan hatinya.

Entah bagaimana caranya, namun Chanyeol menemukan dirinya sekarang, sedang berada di pelukan seseorang,seorang yeoja yang masih bersenandung dengan suara yang menenangkan hatinya tadi. Pelukan yang sangat hangat, dan tanpa sadar Chanyeol menyenderkan kepalanya di pundak sang yeoja. Jika biasanya aroma stroberi yang Chanyeol rasakan saat Kyungsoo memeluknya, kini yang Chanyeol rasakan adalah aroma permen kapas manis yang sangat lembut dan lagi-lagi menenangkannya. Yeoja itu membelai rambut Chanyeol dan terus bersenandung merdu. Namun pandangan Chanyeol masih terarah ke tubuh yeojachingunya, yang masih terbujur kaku tak jauh darinya.

"Kyungsoo yah.. Irreona.. Jebal.." lirih Chanyeol.

Dan saat Chanyeol membuka matanya, dirinya sudah berada di tempat lain lagi, yaitu kamarnya sendiri. Namja itu memang bermimpi tadi. Mimpi yang terus datang semenjak Kyungsoo pergi meninggalkannya. Mimpi yang selalu sama, tentang Kyungsoo yang tiba-tiba meninggalkannya dan seorang yeoja lain yang memeluknya. Chanyeol tak pernah bisa melihat bagaimana rupa yeoja itu karena yeoja itu selalu memeluknya dalam mimpinya itu.

Siapa yeoja itu sebenarnya? Chanyeol membuang rasa penasarannya jauh-jauh dan tak pernah berniat untuk mencari tahu dan menganggap mimpi itu hanyalah bunga tidur. Karena Chanyeol tak akan membiarkan yeoja lain menggantikan Kyungsoo dalam hatinya.

Chanyeol mengerjapkan matanya lagi dan tetes air mata terjatuh dari pelupuk matanya. Saat itu barulah Chanyeol tersadar kalau bantal yang ditidurinya basah. Mungkin Chanyeol menangis saat tertidur tadi. Namja itu meremas selimutnya, merutuki dirinya sendiri, sejak kapan dirinya menjadi namja secengeng ini. Chanyeol buru-buru menghapus air matanya, meraih handphone di meja kecil di sebelah tempat tidurnya, mengelus sebentar foto Kyungsoo yang sangat manis yang menjadi wallpaper handphonenya, kemudian mengirim sms ke nomor handphone Kyungsoo.

To : My Kyungsoo

Annyeong.. Selamat pagi Kyungsoo yah.. Semoga harimu menyenangkan.. Saranghae..

Air mata Chanyeol menetes lagi seperti ingin mengejeknya saat sebuah notifikasi muncul di handphonenya. Dan Chanyeol hanya bisa meremas handphonenya, berharap handphone itu hancur di tangannya, sehancur hatinya saat ini.

-Message send : failure-


Rumah keluarga Byun,

Si magnae Byun Zitao sedang bercerita tentang pelatih wushunya yang dia taksir, ternyata sudah mempunyai yeojachingu. Cerita yang tak sempat diceritakannya kemarin, karena umma dan appanya pulang larut malam karena lembur bekerja

"Syukurlah dia sudah memiliki yeojachingu, kalau tidak bagaimana nasib putri manisku ini kalau sampai punya suami pelatih wushu.. Ewww~" tanggap Sungmin umma yang disambut protes Zitao.

"Yah umma~! Kok malah bersyukur sih! Harusnya umma sedih dong.. Soalnya pelatih wushunya ganteng sekali.. Huhuu.."

"Iya.. Ganteng sih ganteng.. Cuma pekerjaan pelatih wushu kan gajinya sedikit. Nanti kalian mau makan apa? Makan daun?"

"Umma kok berbicara seperti itu. Tidak apa-apa walaupun kami hidup menderita nanti, kami kan merasakan derita itu berdua. Dan saat derita ditanggung bersama dengan orang yang kita sayangi pasti akan terasa lebih ringan.." kata Zitao, sepertinya sudah terpengaruh dengan kata-kata di drama picisan yang biasa dia tonton.

Sungmin umma memutar bola matanya mendengar perkataan putrinya barusan. Sementara Kyuhyun appa seperti biasanya hanya mendengar pembicaraan mereka dibalik koran yang dibacanya.

"Umma sama appa harus lihat deh yeojachingunya seperti apa. Mukanya aneh. Terus suka senyum-senyum sok manis gitu, mungkin biar lubang di pipinya itu muncul kali ya. Ihh sok imut pokoknya.." Zitao terus meluapkan kekesalannya. Kyuhyun appa terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.

"Zizi~ Itu bukan lubang di pipi. Tapi dim~ple.."kata Baekhyun yang baru keluar dari dapur sambil meletakkan kedua kotak bekal di tangannya ke meja makan. "Dan setau unnie, yeoja yang punya dimple di pipinya memang manis.."

"Ugh! Umma, appa, unnie saja! Bukannya menghibur, tapi malah membuatku tambah patah hati. Huhuhu~"rengek Zitao. Baekhyun yang sekarang sudah duduk disamping adiknya itu langsung membelai rambut Zitao dengan sayang.

"Zizi.. Sudahlah. Tidak usah dipikirkan lagi. Semua ada hikmahnya. Mungkin saja suatu saat kau malah bisa menemukan namja lain yang lebih baik dari namja yang kau taksir itu." Kata Baekhyun dengan bijak. Tak hanya Zitao, Sungmin umma dan Kyuhyun appa menatap Baekhyun takjub karena tak seperti biasanya Baekhyun berkata sebijak itu. Dan Zitao sendiri agak merinding karena tak biasanya juga unnie nya itu membelai-belai rambutnya seperti yang dilakukannya sekarang..

Unnienya memang sudah berubah semenjak Kyungsoo ,unnie yang juga sangat disayanginya selain Baekhyun, pergi. Dan Zitao bahagia karena Baekhyun sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi sosok yang lebih baik. 'Gomawoyo Soo unnie..' kata Zitao dalam hati.

"Ehem.. Uri Baekhyunie membuat dua bekal lagi.." kata Sungmin umma sambil menyikut lengan Kyuhyun appa. Kyuhyun appa ikut-ikutan melirik dua bekal di meja makan. Baekhyun berdehem mencoba tidak memperdulikan seringai seluruh anggota keluarganya.

"Sudah unnie mengaku saja. Itu bukan buat teman unnie kan~" goda Zitao. Baekhyun memang selalu berkata kalau bekal yang satu lagi untuk seorang teman. Tapi Baekhyun tidak pernah menjelaskan siapa teman yang dimaksud.

"Nee.. memang untuk teman unnie kok. Appa, umma, Zizi tidak usah memasang wajah seperti itu" kata Baekhyun sambil mengunyah sandwichnya.

"Iya.. 'Teman yang unnie taksir' lebih tepatnya" kalimat Zitao barusan membuat Baekhyun langsung tersedak dan akhirnya terbatuk-batuk. Sungmin umma sampai harus beranjak dari kursinya dan memberikan Baekhyun segelas air putih dan mengelus punggung Baekhyun.

"Tuh kan benar.." kata Zitao lagi, tidak merasa bersalah sama sekali karena sudah membuat Baekhyun menderita pagi-pagi seperti ini.

"Sudah sudah Zitao.. Kasihan tuh unniemu sampai tersedak." Akhirnya Kyuhyun appa bersuara.

"Nee mian unnie.." kata Zitao sambil mengelus pundak Baekhyun. Baekhyun mengangguk, tidak bisa bersuara karena sensasi sakit akibat tersedak masih terasa.

"Jangan menggoda unniemu seperti itu lagi. Biarkanlah dia jatuh cinta.." rupanya appa masih melanjutkan kalimatnya, dan Baekhyun akhirnya terbatuk lagi, lebih parah dari yang barusan.

Sungmin umma langsung tertawa geli sambil mengelus punggung Baekhyun lagi. Sementara Zitao hanya tersenyum sambil memandang unnienya tersayang.

'Baek unnie.. Aku menarik kata-kataku soal kau yang akan susah dapat jodoh. Mulai saat ini.. Aku berharap agar kau cepat bertemu jodohmu. Semangat mengejar cintamu Baek unnie~'


Baekhyun memberikan bekal sandwich untuk Chanyeol pagi ini di pintu gerbang sekolah. Kebetulan keduanya bertemu disana saat berangkat sekolah dan Baekhyun tidak membuang kesempatan untuk langsung menemui Chanyeol. Dan seperti kemarin Chanyeol kembali menerima nya tanpa ucapan terima kasih.

"Kuharap kau mau memakan bekal buatanku lagi seperti kemarin" kata Baekhyun dan Chanyeol mengendikkan bahunya.

"Eumm.. Kau.. Kau latihan basket hari ini?" tanya Baekhyun sambil menggigit bibirnya. Berharap Chanyeol akan berkata ya, karena Chanyeol sudah melewatkan latihannya kemarin.

"Tidak ada. Apa urusanmu?" tanggap Chanyeol. Baekhyun bisa melihat ekspresi kesal Chanyeol karena lagi-lagi dia menanyakan pertanyaan ini. Dan Baekhyun tak bisa memungkiri rasa kecewa karena Chanyeol akan kembali melewatkan latihan basketnya.

"A-ani. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat , kemarin kan sempat tertunda karena kita berdua ke makam Kyungsoo"

Chanyeol hanya diam seperti tidak tertarik dengan ajakan Baekhyun.

Baekhyun kembali menggigit bibirnya, "Apa kau bisa? Tempat ini.. Kau belum pernah mengunjunginya. Dan aku yakin kau pasti menyukainya" kata Baekhyun sambil berusaha tersenyum meyakinkan Chanyeol. Chanyeol sempat terdiam beberapa saat sambil memandang wajah Baekhyun, dan Baekhyun menundukkan wajahnya seperti biasa sambil berdoa dalam hati.

"Terserah kau saja.." Chanyeol membalik badannya dan meninggalkan Baekhyun tanpa ucapan selamat tinggal seperti biasanya juga.

"Y-yah! Apa itu berarti jawaban ya?!" teriak Baekhyun, mengundang perhatian siswa-siswa yang juga berada disana. " Aku anggap itu jawaban ya! Pokoknya aku akan menunggumu disini saat pulang sekolah!"

Baekhyun mencoba berpikiran positif, karena Baekhyun yakin, pikiran positif akan membuatnya mendapatkan hal yang positif juga.


"Akhirnya kita makan ditempat ini lagi~" kata Luhan saat dirinya dan Baekhyun sampai di suatu tempat yang ramai dengan para siswa saat jam istirahat. Baekhyun langsung memperhatikan sekeliling tempat itu sambil menghirup aroma berbagai macam masakan khas korea yang disajikan disana.

Sudah lama Baekhyun tidak ke tempat ini. Tempat yang biasa ia kunjungi bertiga dengan Luhan dan juga Kyungsoo. Tempat yang menjadi saksi bisu canda tawa mereka.

Kantin sekolah.

Baekhyun memang berusaha menghindari tempat ini semenjak Kyungsoo pergi, karena kantin sekolah hanya membuat Baekhyun semakin merindukan Kyungsoo, saking terlalu banyaknya kenangan mereka disana. Namun Luhan mengajaknya untuk makan fish cake dan ddokboki hari ini, karena Luhan bilang sudah saatnya move on, berhenti bersikap gloomy karena kepergian Kyungsoo. Mau tidak mau Baekhyun memenuhi permintaan Luhan, karena sejujurnya Baekhyun juga merindukan makanan favoritnya sekantin sekolah itu.

Sambil menunggu pesanan mereka datang, Baekhyun memperhatikan Luhan yang sedang senyum-senyum sendiri bertopang dagu sambil memandang ke suatu tempat. Baekhyun ikut-ikutan mengikuti arah pandangan Luhan dan menemukan kumpulan beberapa namja disana yang sedang asyik mengobrol. Dari penampilan mereka Baekhyun bisa menebak kalau mereka adalah siswa kelas 1 SMA di sekolah ini.

"Yah! Lulu! Kenapa kau senyum-senyum sambil memandang kumpulan adik kelas kita seperti itu?" tanya Baekhyun seketika membuyarkan Luhan.

"Ah aniyo! S-siapa yang memandang mereka" jawab Luhan gugup dan langsung memalingkan pandangannya ke meja. Dan kegugupan Luhan hanya semakin membuat Baekhyun menggoda yeoja dihadapannya.

"Oww~ Lulu sedang jatuh cinta pada adik kelas rupanya. Aigoo~~"

"Aniyo~~ Baby baekie~ Apa-apaan sih.."

"Jangan-jangan kau ke klub dance kemarin karena ada urusan dengan salah satu namja disana eum?" goda Baekhyun lagi dan membuat wajah Luhan semakin memerah.

"Anii! Aku menemui Yunho seonsaengnim masalah koreo cheerleaders disana. Tidak ada hubungannya.. Huu.." Luhan menjulurkan lidahnya.

"Iya.. Selain menemui Yunho seonsaengnim kau juga mengambil kesempatan untuk melihat namja yang kau taksir berlatih dance disana~ Iya kan~~ seekor rusa manis sedang jatuh cinta~" rupanya Baekhyun tidak juga berhenti menggoda Luhan.

"Ugh! Baby baekie hentikan!" kesal Luhan membuat Baekhyun malah tergelak.

"Lulu.. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau ada namja yang sedang kau taksir? Dasar pelit!" Baekhyun kali ini memanyunkan bibirnya.

"Kau saja belum memberitahuku kenapa sekarang setiap pagi kau memberikan bekal pada Chanyeol. Bahkan tadi pagi aku melihatmu memberikannya di gerbang sekolah" kata Luhan, dan Baekhyun langsung terdiam. "Jangan bilang kalau kau sedang jatuh cinta pada Chanyeol"

Baekhyun tidak tahu harus menjawab apa ke Luhan. Baekhyun benar-benar bingung apakah dia harus menceritakan semua pada Luhan,tentang diary Kyungsoo dan tentang Kyungsoo yang memang meminta Baekhyun menggantikan dirinya untuk mencintai Chanyeol, karena dirinya masih mencari waktu yang tepat untuk menceritakan itu semua pada Luhan.

"M-mian Lulu. Tapi aku benar-benar belum bisa menceritakan padamu sekarang.."

"Ya sudah terserahmu saja. Jangan seenaknya mengataiku pelit, karena kau juga pelit tidak mau membagi ceritamu padaku"

Dan suasana di kantin saat jam istirahat diantara mereka mendadak suram. Baekhyun hanya bisa menatap ddokboki yang baru saja diantarkan di mejanya tanpa minat. Dan Luhan langsung memakan makanan pesanannya tanpa mengajak Baekhyun berbicara lagi.

'Lulu mianhae..'


Baekhyun benar-benar diliputi kesedihan sepanjang jam sekolah hari ini, karena Luhan tak lagi menegurnya. Bahkan saat jam pulang sekolah barusan, Luhan langsung pergi tanpa pamit pada Baekhyun untuk latihan cheerleaders seperti biasanya. Baekhyun menyesal, kalau tahu akhirnya akan seperti ini Baekhyun tidak akan menggoda Luhan habis-habisan saat di kantin tadi.

Dan Baekhyun berdiri di depan gerbang sekolah sekarang, berharap Chanyeol tidak menambah kesedihannya hari ini dengan tidak menepati janji untuk menemuinya di gerbang sekolah saat jam pulang.

"Tapi dia juga tidak berjanji padaku tadi.. Aish jinjja.. Kasihan sekali dirimu Byun Baekhyun.."Baekhyun mengasihani dirinya sendiri. Baekhyun tetap setia menunggu Chanyeol sambil memperhatikan siswa-siswa yang pulang sekolah. Ada yang sendiri, bersama teman-teman, atau bersama kekasih. Baekhyun tersenyum sedih mengingat kenangan masa lalu, saat pulang sekolah selalu ada Kyungsoo dan Luhan disampingnya. Sekarang Kyungsoo sudah pergi dan Luhan bahkan tidak mau menegurnya lagi.

"Aku harus minta maaf ke Lulu.."

"Yah! Kau benar-benar tidak sadar ada nuna-nuna yang suka memperhatikanmu saat kau latihan?"

"Mwo? Nugu?"

"Iya. Kalau tidak salah dia itu salah satu anggota cheerleaders. Dan ugh.. Cantik sekali."

"Jinjja?"

Di tengah kesedihannya, Baekhyun melihat dua orang namja yang baru saja melewatinya terlihat sedang terlarut dalam pembicaraan mereka. Baekhyun tidak terlalu mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, namun Baekhyun mengingat jelas kalau keduanya ada di kumpulan namja yang dilihat Luhan saat di kantin tadi.

"Kalian berdua berhenti~" Baekhyun merentangkan kedua tangan mereka dihadapan dua namja itu. Dua namja itu langsung kebingungan karena tiba-tiba ada seorang nuna tidak jelas menghalangi langkah mereka.

"Uh nuna.. Mian.. Nuna menghalangi langkah kami.." kata seseorang diantara mereka. Baekhyun memperhatikan name tagnya. Choi Junhong namanya, dan Baekhyun harus mendongakkan kepalanya ketas karena tubuh namja-namja dihadapannya yang sangat tinggi seperti tiang listrik.

"Aku ada urusan dengan kalian sebentar.." kata Baekhyun. Baekhyun kali ini membaca name tag namja disebelah Choi Junhong, dan disana tertulis nama Oh Sehun.

"Uruthan apa nuna?" tanya namja yang bernama Oh Sehun, dan Baekhyun mengernyitkan keningnya.

"Kau bicara apa?"

"Ehem.. urus-san apa nuna?" tanya Sehun lagi, dan Baekhyun sempat melirik Junhong yang terkikik.

"Apa salah satu dari kalian ada yang ekskul dance?"

"Kami berdua tergabung di ekskul dance.." jawab Junhong.

"Errr.." Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya karena tidak bisa menebak siapa namja yang disukai Luhan. Keduanya sangat tampan. Tapi bagi Baekhyun pribadi, Sehun lah yang lebih tampan. Kalau Junhong juga tampan, tapi wajahnya yang sangat imut menutupi ketampanannya.

"Lalu siapa diantara kalian yang merasa suka diperhatikan seorang nuna saat latihan dance?" tanya Baekhyun tanpa pikir panjang, karena Baekhyun benar-benar penasaran siapa namja yang disukai Luhan sebenarnya.

Belum sempat Junhong atau Sehun menjawab, Baekhyun mendengar deheman seorang namja dan itu adalah Chanyeol.

Dunia sekarang terasa seperti slow motion bagi Baekhyun.. Chanyeol.. Park Chanyeol.. Ada disana sekarang, memenuhi janjinya.

Junhong dan Sehun buru-buru membungkukkan badan mereka ke senior hyung di dekat mereka sebelum meninggalkan senior nunanya yang masih berdiri seperti patung disana.

"Kita jadi pergi atau tidak?" tanya Chanyeol melipat kedua tangannya di depan dada, dan tidak ada respon dari Baekhyun.


Butuh beberapa menit bagi Baekhyun untuk sadar dari kecengokannya. Itu setelah Chanyeol menyuruh penjaga sekolah untuk menyadarkan Baekhyun dengan menepuk bahunya. Dan Baekhyun yang latah langsung berteriak, "Chanyeol gomawo!" dan wajahnya langsung memerah seperti udang rebus usai menyadari tingkahnya.

Dan Baekhyun harus kecewa karena belum bisa mengetahui siapa namja yang ditaksir Luhan. Namun Baekhyun sudah mencatat nama kedua namja itu dalam pikirannya. Dan sepertinya hidup Choi Junhong dan Oh Sehun tidak akan tenang untuk beberapa hari ke depan.

"Kita sampai~" kata Baekhyun usai mereka berdua sampai di tempat yang kata Baekhyun tadi pagi Chanyeol pasti sangat menyukainya.

"Oh.." hanya itu jawaban Chanyeol sambil menatap sekelilingnya. Mereka berdua sekarang berada di taman kota, dan Baekhyun mengajaknya ke kedai bubble tea langganannya dan Kyungsoo disana. Ya, Baekhyun memang membaca di diary Kyungsoo dua hari yang lalu, kalau Chanyeol sangat ingin pergi ke kedai bubble tea bersama Kyungsoo, namun tak pernah ada waktu karena Chanyeol semakin sibuk dengan ekskulnya.

"Nee.. Ini adalah kedai bubble tea. Kau belum pernah mencobanya kan? Kajja~" Baekhyun memegang lengan Chanyeol dan menariknya masuk kedalam kedai.

"Annyeong ~ Selamat datang di kedai bubble tea Baekhyunie yang bertambah manis setiap harinya~ dan oh siapa disana~" sapa oppa penjual bubble tea dengan ceria. Chanyeol langsung bergidik ngeri melihat namja yang menurutnya sangat aneh itu.

Melihat Chanyeol yang tidak merespon oppa penjual bubble tea, Baekhyun langsung memperkenalkan namja cuek disampingnya, "Annyeong oppa~ Kenalkan.. Ini Park Chanyeol."

"Oh Chanyeolie.. Annyeong.." Oppa penjual bubble tea membungkukkan badannya, dan Chanyeol semakin bergidik karena baru kenal saja oppa penjual bubble tea itu sudah memanggilnya dengan nama seperti itu.

"Oh dingin sekali.." kata oppa penjual bubble tea, sedikit tidak suka dengan sikap cuek Chanyeol dan Baekhyun langsung meletakkan telunjuknya di bibir, memberi isyarat pada oppa penjual bubble tea untuk menjaga bicaranya.

"Baiklah untuk customer baru kita hari ini, kau mau memesan apa Chanyeolie?"

Chanyeol terlihat berpikir sebentar sambil melihat daftar menu dihadapannya. Gambar-gambar bubble tea yang menggugah selera ada disana.

"Taro bubble tea.." kata Chanyeol sambil menunjuk menu yang dipilihnya. Oppa penjual bubble tea dan Baekhyun tiba-tiba terdiam cengok sambil menatap Chanyeol. Chanyeol sampai rasanya ingin menampar wajahnya sendiri. Ada apa dengan orang-orang yang tiba-tiba cengok karena perkataannya sepanjang hari ini. "Kenapa diam?"

"Err.. Chanyeolie boleh tau alasan kau memesan bubble tea yang ini?" tanya oppa penjual bubble tea yang sadar duluan dari kecengoannya sambil menunjuk gambar taro bubble tea.

"Karena namanya aneh. Itu saja. Dan kalian juga aneh" kata Chanyeol, mengeluarkan beberapa lembar won untuk membayar bubble tea pesanannya dan langsung pergi meninggalkan kedai itu.

"B-baekhyunie kau mendengar itu?" tanya oppa penjual bubble tea yang entah kenapa ekspresi wajahnya malah semakin cengok.

"N-ne.."

"Dia bilang tadi.. Dia memesan taro bubble tea karena rasanya yang aneh.. Bukankah.. itu alasan yang sama dengan yang kau ucapkan saat pertama kali kau kesini bersama Kyungsoo?" tanya oppa penjual bubble tea lagi. Baekhyun menganggukkan kepalanya pelan dan masih memasang ekspresi cengok. Saat Baekhyun pertama kali ketempat itu dia memang memesan taro bubble tea karena menurut Baekhyun namanya aneh. Dan sampai sekarang taro bubble tea menjadi bubble tea favorit Baekhyun karena ternyata rasanya sangat enak.

"Itu berarti.. berarti.. BERARTI KALIAN JODOH! Ciee Ciee Cieeee~~" heboh oppa penjual bubble tea sambil menepuk tangannya.

"Op-oppa~~~" Baekhyun rasanya ingin membekap mulut oppa penjual bubble tea di hadapannya saking malunya. Iya, kira-kira sudah ada dua orang yang menganggap mereka jodoh, ahjussi penjual bunga kemarin dan sekarang oppa penjual bubble tea.

"Oppa.. Dia itu, namjachingunya Kyungsoo.." kata Baekhyun pelan, dan kehebohan oppa penjual bubble tea langsung terhenti saat itu juga.

"Ap-apa?"

"Ne.. Chanyeol adalah namjachingu Kyungsoo, oppa.."

"O-oh.." mendadak oppa penjual bubble tea langsung gloomy karena teringat Kyungsoo. Salah satu customer yang juga disayanginya.

"Oppa.. aku pesan taro bubble tea juga ya seperti biasa.." kata Baekhyun berusaha mengembalikan aura keceriaan oppa penjual bubble tea.

"Ne.. Siap Baekhyunie~" dan Baekhyun bersyukur karena aura keceriaan oppa penjual bubble tea sudah kembali. "Uhh.. By the way kenapa kyungsoo bisa mendapatkan namjachingu seperti itu? I mean.. Dia itu kan namja yang begitu dingin, sangat berbeda dengan Kyungsoo yang selalu cerah ceria" ujar oppa penjual bubble tea sambil memasukkan milk tea kedalam gelas.

"Namanya saja cinta kan bisa datang pada siapa saja. Benar tidak oppa?" kata Baekhyun sambil menunggu pesanan bubble teanya dengan sabar.

"Ne.. Tapi.. Menurutku dia sangat tidak cocok dengan Kyungsoo," komentar oppa penjual bubble tea lagi. "And well, he's not my style.."

"Op-oppa.."

"Heung?"

"Kau gay?"

Taro bubble tea di tangan oppa penjual bubble tea jatuh berceceran.


Baekhyun akhirnya harus membayar dua taro bubble tea sekaligus, karena yang satunya untuk mengganti rugi taro bubble tea yang jatuh berceceran. Baekhyun tidak bisa menyalahkan sepenuhnya oppa penjual bubble tea karena Baekhyun sadar pertanyaannya tadi cukup menohok sang oppa. Dan Baekhyun harus belajar bahasa inggris lebih keras lagi.

"Heumm~Manis~" kata Baekhyun usai menyedot taro bubble tea di genggamannya, tidak sadar kalau hal itu membuat Chanyeol langsung menatapnya. "Eumm.. Kenapa kau tidak meminum bubble teamu?" tanya Baekhyun. Chanyeol memang dari tadi tidak meminum bubble teanya dan hanya memukul-mukulkan sedotannya di gelas bubble tea.

" Waeyo?" tanya Chanyeol balik.

"Tidak apa-apa. Hanya saja bubble teamu nanti jadi tidak enak karena sudah tidak dingin lagi"

Chanyeol hanya diam kemudian menusukkan sedotannya ke atas penutup gelas bubble tea kemudian menyedotnya. Ekspresi Chanyeol terlihat begitu lucu usai menyedot bubble teanya, mungkin karena baru pertama kali Chanyeol meminum minuman semanis itu.

"Enak kan~" tanya Baekhyun.

"Aku tidak menyangka Kyungsoo menyukai minuman seperti ini.. Rasanya manis sekali"

"Heum.. Asal kau tau saja. Kyungsoo memang tidak suka yang taro bubble tea, tapi Kyungsoo lebih suka yang choco bubble tea."

Chanyeol langsung terdiam seperti memikirkan sesuatu. Pandangannya langsung mengarah ke gelas bubble tea yeoja dihadapannya dan namja itu baru sadar kalau Baekhyun juga memesan bubble tea yang sama. Namja itu langsung menggelengkan kepalanya.

"Waeyo?" tanya Baekhyun.

"Aniya.."

Baekhyun memanyunkan bibirnya dan melanjutkan meminum bubble teanya. Dalam pikirannya masih terbersit pertanyaan kenapa Chanyeol tidak latihan basket lagi hari ini. Mungkin kalau sekali absen kemarin saja tidak apa-apa, tapi Chanyeol sudah dua kali absen. Dan Baekhyun tidak bisa menahan diri lagi untuk menanyakan hal itu ke Chanyeol

"Chanyeol ah.. Kau tau saat aku menunggu di depan pintu gerbang tadi, aku melihat siswa ekskul basket sedang berlatih basket. Sebenarnya.. Kau ada latihan kan hari ini?" tanya Baekhyun. Mencoba melawan rasa gugup.

"Iya. Memang ada." Jawab Chanyeol sambil memegang gelas bubble teanya dengan kencang.

"Kau.. Kenapa kau berbohong padaku?"

"Kenapa? Masalah?"

Baekhyun menelan ludahnya menahan emosi, "Iya. Karena setauku Park Chanyeol bukanlah namja seperti itu."

Dan Chanyeol hanya diam.

"Park Chanyeol yang sering diceritakan Kyungsoo adalah Park Chanyeol yang tidak pernah berbohong. Entahlah.. mungkin diatas sana Kyungsoo sedang menangis karena kecewa padamu.."

Gelas bubble tea di tangan Chanyeol semakin tergenggam kencang.

"Dan sekarang aku minta kau jawab dengan jujur. Kenapa Chanyeol ah? Kenapa kau melewatkan latihan basketmu hari ini dan kemarin?" tanya Baekhyun, entah kenapa merasakan emosi dari namja dihadapannya malah semakin membuat dirinya terbakar emosi.

"Ini urusanku Byun Baekhyun, dan kau tidak usah ikut campur." tanggap Chanyeol masih berusaha menampakkan ekspresi dingin meskipun emosinya mulai meledak.

"Oh.. Ya.. Ini memang bukan urusanku." Baekhyun terkekeh pahit, "Tapi aku ingin memberitahumu satu hal, Park Chanyeol. Kyungsoo.. Suatu hari dia pernah datang padaku sambil menangis." Mata Baekhyun mulai berkaca-kaca, "Aku bertanya, 'kau kenapa Soo ie? Siapa orang yang sudah membuatmu menangis? Biar aku beri pelajaran'.. dan kau mau tau apa jawaban Kyungsoo saat itu?"

Chanyeol hanya diam. Gelas bubble tea di tangannya sudah rusak dan isi bubble tea didalamnya keluar membasahi jari-jari Chanyeol akibat genggamannya yang terlalu kencang.

"Dia menjawab.. 'Chanyeolie..' Ne, kau Park Chanyeol. Kau adalah orang yang membuatnya menangis. Lalu aku tanya lagi 'Kenapa? Apa yang sudah dia perbuat padamu?' karena dalam pikiranku saat itu kau adalah namja yang sangat menyayangi Kyungsoo.. Dan kau tak mungkin membuatnya sampai menangis seperti itu" Baekhyun menggigit bibirnya sesaat menahan sensasi pilu yang menyeruak di dadanya, "Dan dia menjawab lagi, 'Chanyeolie.. Melewatkan latihan basketnya karena ke rumahku kemarin.. aku memang memintanya untuk datang kerumah, menemaniku karena badanku kurang begitu sehat. Dan tiba-tiba aku merasa begitu egois. Chanyeolie lebih memilih aku daripada latihan basketnya. Kalau aku tau dia ada latihan basket , mungkin aku tidak akan memintanya untuk menemaniku ..'" dan akhirnya Baekhyun kembali menangis untuk kesekian kalinya usai mengucapkan apa yang pernah Kyungsoo ucapkan padanya, peristiwa itu masih segar di pikiran Baekhyun karena baru terjadi beberapa minggu yang lalu.

Sekarang gelas bubble tea di tangan Chanyeol ikut bergetar seiring kepalan tangannya yang kian menguat.

Baekhyun menghapus air matanya, "Lihat. Kyungsoo bahkan lebih memilihmu untuk latihan basket daripada menjaganya yang sedang sakit. Karena dia tau, kau sangat mencintai basket. Kau begitu terobsesi untuk menjuarai turnamen basket antar sekolah bersama timmu, dan kau juga memiliki keinginan yang terpendam untuk meraih gelar MVP. Benar kan? Dan apa yang terjadi sekarang?" Baekhyun menggertakkan giginya, "Kau melewatkan latihan basketmu.. Dan sekarang kau bilang ini bukan urusanku. Ya.. Ini memang bukan urusanku. Tapi aku tidak bisa membiarkan Kyungsoo menangis diatas sana karena tingkahmu yang seperti ini.."

Baekhyun hanya bisa terlonjak dari tempat duduknya saat Chanyeol tiba-tiba berdiri dan membuang gelas bubble tea di genggamannya dengan kasar, "Just shut up Byun Baekhyun! Shut up!" kata Chanyeol. Kemudian kembali meninggalkan Baekhyun tanpa ucapan selamat tinggal.

Baekhyun hanya bisa menundukkan kepalanya diatas meja. Dan oppa penjual bubble tea yang ternyata melihat keributan itu dari tadi hanya bisa mendekati Baekhyun dan langsung memeluknya, membiarkan kemeja kerjanya basah karena air mata Baekhyun yang kian mengalir deras.

TBC

annyeong yeorobeun~~ mian updatenya telat lagi T_T

author mo balas review satu-satu dulu yaa~^^

SyJessi22 : hihii.. kemajuan banget emang si chanyeol mo makan bekal buatan baek.. xoxo.. Yup.. kyungsoo tetep dukung baekie dari surga kok^^ fighting fighting baekie~~ _ gomawo uda yah chingu^^

.77 : wuaahhh.. author mewek coba baca review kamu T_T gak nyangka ff ini sampe bikin efek segitunya di kamu.. kkk.. mian yah chingu.. nih author sodorin tissue X'D Nee.. semoga chan segera sadar kalo baek mencintainya.. *jiahh XD* nee gomawo semangatnya untuk baekie dan gomawo udah r n r^^

Park FaRo : kkk.. gomawoo^^ nado saranghamnida~ gomawo udah r n r^^

Meriska-Lim : jeongmal mianhe chingu T_T nih udah di update. moga gak mengecawakan yaa.. gomawo udah r n r^^

Cozalou laya : hehe iyaa chingu.. mian yahh. Kalo gitu author akan berusaha untuk melanjutkan cerita ini ampe tamat^^ gomawo untuk semangatnya.. hiks.. *terharu biru* gomawo juga udah r n r^^ nee semangat~~~

nur991fah : kalo ntar baek beku ntar chingu langsung angetin aja.. kkkk.. nee.. ini udah diupdate chingu~ moga chingu suka. gomawo udah r n r^^

uwiechan92 : bahahaa mian XDD abis author ngaret banget updatenya.. kkaebsong~ kayaknya cuma kamu yang nyadar ada daejae moment disini.. wkwkk.. ini udah diupdate chingu.. moga gak mengecawakan.. dan gomawo udah r n r^^

parkbyun0627 : huhuuu.. mian yah chingu T_T *sodorin tissue* ini udah diupdate. silahkan dibaca n semoga gak mengecawakan.. kkk.. gomawo udah r n r^^

dan buat silent readers sekalian~ jeongmal kamsahamnida udah nyempetin buat baca epep gaje ini.. ayo dong sekali2 review~ gak pa2 kok gak digigit author malahan ntar dapat kisseu dari chanbaek *ehh XDD*

semoga chapie ini gak mengecewakan yaa^^

dan author sekali lagi minta maaf karna update nya lama.. jujur bikin epep ini susah dan kemampuan menulis author juga sangat minim XDD *kkaebsong~*

ditunggu lagi reviewnya dari para readers sekalian^^

jaljayo~~