Title : Kyungsoo Diary

Author : Purple Unicorn

Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Luhan as Luhan

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo

Rating : PG-13

Disclaimer : semua cast di ff ini milik Tuhan dan SM entertainment ^_^

Warning: genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~

a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really bad story. Enjoy my ff ^_^

song : EXO - Angel (너의 세상으로)

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

Chapter VI B – Memori Bukit Belakang Sekolah

Baekhyun baru saja sampai di kelasnya pagi ini dan saat sudah sampai disana yeoja itu heran karena di jam sepagi ini setengah siswa dari kelasnya sudah berada disana dan serius membaca buku pelajaran, termasuk Luhan yang saat ini sedang menggunakan kalkulatornya untuk menghitung sesuatu. Setelah Baekhyun melihat lebih dekat lagi ternyata Luhan sedang mengerjakan soal perhitungan Kimia. Baekhyun rasanya ingin bertanya pada Luhan kenapa tiba-tiba semua siswa dikelasnya serius belajar Kimia pagi ini, namun Baekhyun teringat hubungannya dengan Luhan sedang dalam kondisi kurang baik sekarang.

Tapi setelah Baekhyun pikir-pikir lagi tidak ada salahnya untuk bertanya, karena sisi hatinya yang lain ingin sekali menyapa sahabatnya itu, dan mencoba sedikit mencairkan suasana diantara mereka.

"Lulu annyeong.." sapa Baekhyun sambil memasang wajah seceria mungkin.

"Annyeong.." balas Luhan singkat sambil menggaruk kepalanya karena sepertinya bingung dengan soal yang dikerjakannya.

Baekhyun sedikit lega karena Luhan mau membalas sapanya, dan yeoja itu memberanikan diri untuk duduk disebelah bangku Luhan yang masih kosong sekarang. "Lulu…"

"Heum?" mata Luhan masih terfokus di soal Kimia yang dikerjakannya.

"Apa kau… Masih marah padaku?" Tanya Baekhyun gugup. Pandangannya ikut terarah ke soal Kimia yang sedang dikerjakan Luhan.

"Aniyo. Kapan aku marah padamu?" Luhan menghentikan kegiatan menulisnya dan kali ini menatap Baekhyun, membuat Baekhyun menatapnya balik.

"Kemarin" jawab Baekhyun polos sambil memanyunkan bibirnya. Luhan langsung terkekeh dan mencubit pipi Baekhyun yang semakin memanyunkan bibirnya sekarang.

"Aku tidak marah padamu Baby Baekie~"

"Jinjja?!" teriak Baekhyun.

"Aku hanya kesal karena kau tidak mau memberitahu rahasiamu padaku" Luhan memanyunkan bibirnya dan kembali mengerjakan soalnya.

"Marah sama kesal kan sama saja Lulu~" rengek Baekhyun, "Kalau begitu aku minta maaf. Jebal maafkan aku Lulu. Aku tidak mau kehilangan satu orang teman terbaikku lagi."

Luhan kembali menatap Baekhyun lagi dan kesedihan tampak jelas di wajah Baekhyun sekarang. Luhan tau kehilangan seorang sahabat yang sangat dekat itu sangat menyakitkan, persis dengan apa yang dirasakannya saat kehilangan Kyungsoo. Dan Luhan tau rasa kehilangannya mungkin tidak sebanding dengan Baekhyun rasakan. "Huff.. Ne Baby Baekie. Aku memaafkanmu~" Luhan kembali mencubit pipi Baekhyun lagi dan kali ini lebih menyakitkan sehingga membuat Baekhyun meringis kesakitan.

"Y-yah! Kau tulus tidak sih memaafkanku?!" kesal Baekhyun sambil mengelus pipinya yang tampak kemerahan sekarang.

Luhan menjulurkan lidahnya, "Pokoknya kau masih ada hutang untuk bercerita padaku soal Chanyeol."

"Huff.. Iya iya.. Kan aku sudah bilang dari kemarin, kalau aku sudah siap, aku akan menceritakan padamu. Seeemuanya…" Baekhyun merentangkan tangannya.

Luhan menghela nafas panjang, "Ne.. Baiklah. Aku tunggu. Eh ngomong-ngomong kau sudah belajar belum? Santai sekali kelihatannya" kata Luhan dan kembali serius mengerjakan soal.

Kata-kata Luhan barusan membuat wajah Baekhyun sedikit memucat, "J-jangan bilang kalau hari ini ada ujian Kimia"

"Baby Baekie!" Luhan melebarkan matanya tak percaya, "Apa kau tidak ingat?! Hari ini kan memang ada ujian Kimia!"

Baekhyun pun langsung kalang kabut saat teringat kemarin dirinya tidak belajar sama sekali karena galau seharian. Yeoja itu memukul kepalanya berulang kali karena bisa-bisanya lupa kalau hari ini ada ujian Kimia yang terkenal sangat sulit dan bisa membantainya jika tidak dipelajari dengan serius.

"Yah! Masih ada waktu 20 menit lagi! Lebih baik cepat belajar sekarang!" suruh Luhan dan Baekhyun cepat-cepat kembali ke bangkunya dan mengeluarkan buku pelajaran Kimia dari dalam tasnya. Dan saat itu juga sebuah kotak bekal berwarna pink mencolok dan bermotif hello kitty terlihat dari dalam tasnya dan Baekhyun lagi-lagi memukul kepalanya.

"Bekal untuk namja menyebalkan itu. Aku belum memberikannya! Aish.."

"Kenapa lagi Baby Baekie~" sahut Luhan gemas dari bangkunya karena sampai saat ini Baekhyun belum belajar juga.

"Aku harus ke kelas Chanyeol sekarang mau memberikan bekal ini!" kata Baekhyun dan langsung melesat meninggalkan kelas, meninggalkan Luhan dan teman-temannya yang lain yang hanya bisa menatapnya cengok.

" Aigoo.. Tampaknya Baby Baekie memang ada apa-apa dengan Chanyeol"


Entah Baekhyun harus merasa lega atau tidak saat sudah sampai di kelas Chanyeol. Kelas namja itu masih sepi, belum ada seorang pun yang datang. Sejujurnya Baekhyun juga belum siap untuk bertemu dengan Chanyeol pagi ini karena masih terbayang wajah kesal Chanyeol kemarin. Ya, Chanyeol yang kesal lebih mengerikan daripada Chanyeol yang dingin. Baekhyun sudah mencatat hal itu dalam pikirannya dan bertekad tidak akan membuat Chanyeol kesal lagi nanti.

Baekhyun meletakkan kotak bekal berwana pink dan bermotif hello kittynya di atas meja Chanyeol. Kotak bekal itu adalah kotak bekal Baekhyun saat masih smp dan Baekhyun tidak pernah memakai kotak bekal itu lagi saat sudah sma. Namun Baekhyun mau tak mau harus memakai kotak bekal itu lagi karena kotak bekalnya yang berwarna putih belum Chanyeol kembalikan, tentu saja karena peristiwa di luar dugaannya kemarin.

Baekhyun jadi teringat kata-kata ummanya tadi pagi, "Bagaimana bisa kotak bekal itu belum dikembalikan? Bukannya kalian makan bersama?" dan saat itu Baekhyun hanya bisa tertawa sambil meringis, meskipun Baekhyun dalam hati bekata, 'Jangankan makan bersama, dia mau menerima bekal dari aku saja aku sudah sangat bersyukur.' Akhirnya Sungmin umma hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menyuruh Baekhyun untuk meminta kembali kotak bekal putihnya hari ini. "Kalau hari ini dia tidak membawanya bagaimana?" "Gampang. Tinggal ke rumahnya saja. Beres kan?" "Pfffttttt…"

Baekhyun benar-benar berharap Chanyeol membawa kotak bekal putihnya hari ini. Yeoja manis itu langsung mengeluarkan sticky note dari blazernya dan menuliskan sesuatu kemudian menempelkannya di tutup kotak bekal itu. Yeoja itu menyeringai saat teringat rencananya saat pulang sekolah nanti. "Daripada menganggur karena kau tidak latihan basket, lebih baik ke bukit belakang sekolah saja. Kita akan berduel nanti. Hoho~"

Setelah Baekhyun rasa kotak bekal itu sudah diletakkan dengan aman di laci meja Chanyeol,yeoja itu buru-buru kembali ke kelasnya karena 15 menit lagi ujian Kimia akan dimulai dan yeoja itu belum belajar sama sekali.

"Baekhyun ah!" suara seorang namja yang kurang begitu familiar menghentikan langkahnya. Dan saat Baekhyun mengarahkan pandangannya ke asal suara, Baekhyun disambut oleh senyuman charming seorang namja yang sedang berjalan ke arahnya. Senyuman yang membuat hati yeoja manapun berdesir saat melihatnya, termasuk Baekhyun saat ini. Dan senyuman manis juga ikut terulir di wajah Baekhyun.

"Jongdae oppa. Annyeong.." Baekhyun membungkukkan badannya hormat ke sunbaenim oppanya. Ne, namja dengan senyuman charmingnya tadi adalah Kim Jongdae.

"Ne annyeong…" balas Jongdae dengan ceria. Baekhyun tidak memungkiri ada perasaan tentram saat seorang namja membalas sapanya seperti ini, berbeda dengan hari-hari sebelumnya saat sapa Baekhyun hanya dibalas oleh ekspresi dingin.

"Oppa… Kenapa tiba-tiba memanggilku?" tanya Baekhyun yang tanpa sadar menautkan jarinya gugup.

"Tidak boleh ya?"

"Ah aniyeyo. Gwenchana oppa. Hanya saja jarang sekali seorang sunbaenim memanggilku, tau namaku saja mungkin tidak" jawab Baekhyun sambil terkekeh canggung.

"Haha.. Kyungsoo sering bercerita padaku tentangmu. Bagaimana aku tidak mengenalmu" kata Jongdae sambil tersenyum, meskipun Baekhyun melihat jelas ada sedikit kesedihan disana.

Apa mungkin sunbaenim dihadapannya itu juga merindukan Kyungsoo? Dan Bakhyun rasanya ingin menampar mukanya sendiri karena berpikir seperti itu. Tentu saja Jongdae sangat merindukan Kyungsoo, sama seperti yang dia rasakan.

Ada sedikit rasa iri saat mengetahui kenyataan itu. Begitu banyak orang yang sangat merindukan Kyungsoo. Baekhyun tiba-tiba berpikir, saat dirinya pergi nanti, akankah orang yang merindukannya juga sebanyak itu?

"Ngomong-ngomong aku ingin mengingatkanmu. Kalau audisi Smile Sunshine akan diadakan hari senin nanti" kata Jongdae seketika membuyarkan lamunan Baekhyun.

"Berarti 3 hari lagi oppa?!" ekspresi Baekhyun mendadak panik. Ya, hari ini memang hari jumat dan Baekhyun sama sekali tidak sadar kalau audisi Smile Sunshine memang semakin dekat.

Kepanikan yeoja dihadapannya malah membuat Jongdae terkekeh, "Ne. Masih ada waktu beberapa hari lagi kok, jadi persiapkan dirimu dengan baik ne. Aku yakin, kalau kau benar-benar berusaha dengan baik kau pasti akan lolos audisi"

"Ne oppa! Kamsahamnida! Doakan aku!" sahut Baekhyun sambil membungkukkan badannya lagi.

"Aku pasti akan mendoakanmu. Kyungsoo disana pasti juga mendoakanmu" kata Jongdae sambil menepuk pundak Baekhyun dan kembali tersenyum dengan charmingnya.

Senyuman yang membuat hati Baekhyun kembali berdesir.


Baekhyun sadar, kalau masalah kepintaran, Baekhyun tidak akan pernah bisa mengalahkan Kyungsoo. Terbukti saat ujian Kimia tadi, Baekhyun sama sekali tidak bisa mengerjakan soal-soal yang tersaji di hadapannya meskipun yeoja itu sudah belajar. Belajar dengan waktu singkat lebih tepatnya.

"Huff.. Kapan aku bisa sepintar dirimu, Soo ie.." kata Baekhyun sambil berjalan melewati lorong kelas seorang diri. Luhan tidak bisa menghabiskan waktu istirahat bersamanya lagi karena harus menemui Yunho seonsaengnimnya di klub dance. Dan akhirnya Baekhyun memutuskan untuk melewatkan waktu istirahatnya dan ke klub dance juga, karena Baekhyun sudah sangat penasaran siapa namja yang disukai Luhan di klub dance sebenarnya.

Suara lagu dengan beat slow mulai terdengar saat Baekhyun mulai mendekati aula indoor sekolah yang dijadikan siswa-siswa ekskul dance untuk berlatih. Pintu aula itu terbuka sedikit dan Baekhyun membukanya lebih lebar lagi untuk melihat kegiatan apa yang sedang dilakukan di dalam.

Luhan memang ada disana saat ini, berbicara serius dengan seorang seonsaengnim yang Baekhyun rasa itu adalah Yunho seonsaengnim yang sering Luhan ceritakan padanya. Dan siswa-siswa ekskul dance sedang menghabiskan waktu istirahat mereka dengan makan bersama di dalam aula itu.

Lalu untuk apa musik dinyalakan saat tidak ada seorang pun yang berlatih dance?

Ternyata Baekhyun tadi kurang memfokuskan pandangannya pada seorang namja yang sedang berlatih serius di pojok ruangan. Dan saat Baekhyun semakin memfokuskan pandangannya lagi, namja itu adalah salah satu namja yang ditemuinya di gerbang sekolah kemarin. Baekhyun samar-samar mengingat namanya.

"Oh.. Oh.. Oh siapa ya?" Baekyun berusaha mengingat nama namja itu. Benar saja, meskipun Baekhyun sudah mencatat nama namja itu dengan baik di pikirannya kemarin, tetap otak Baekhyun yang masih pentium 1 membuatnya tidak bisa mengingat nama itu.

'Neoui sesangeuro~ Yeorin barameul tago~ Ne gyoteuro~ Eodieseo wannago~'

Tubuh namja itu bergerak mengikuti irama musik dan tidak ketinggalan ekspresinya. Terlihat serius dan tampan. Dancenya memang tidak terlihat begitu penuh energi, tapi gerakan tubuhnya begitu menyatu dengan beat lagu yang diputar, seperti sebuah melodi dan harmoni yang menyatu dengan indah.

KLIK!

Sesuatu mulai terbersit di pikiran Baekhyun dan yeoja itu mengarahkan pandangannya ke Luhan. Lebih fokus lagi. Dan ya, dugaan Baekhyun 100% benar. Luhan memang sedang berbicara di hadapan Yunho seonsaengnim sekarang, tapi Baekhyun bisa melihat jelas sesekali Luhan mengarahkan pandangannya ke namja yang sedang berlatih dance itu dan sesekali pula Luhan menggigit bibirnya seperti ingin menahan senyum. Mungkin kalau tidak berbicara dengan Yunho seonsaengnim, Luhan akan menjerit-jerit ala fangirl sekarang.

Seperti seorang detektif yang telah memecahkan teka-teki rumit kasusnya, Baekhyun tersenyum puas sambil menganggukkan kepalanya. Dirinya sudah tau siapa namja yang disukai sahabatnya itu sekarang. Dan Baekhyun rasanya tidak sabar, untuk melihat mereka bedua mengganti status facebook mereka dengan 'in a relationship' di profil mereka masing-masing nanti

Baekhyun mengambil handphone dari dalam blazernya dan membuka catatan dengan judul 'Sesuatu yang membuat orang-orang di sekitarku bahagia'.

Lalu Baekhyun menscroll handphonenya ke list nama Xi Luhan, dan menambahkan catatan disana.

'Xi Luhan : mungkin yang membuat Lulu bahagia adalah jika berhasil mendapatkan hati namja yang nama depannya 'Oh' itu. Cara untuk membuatnya mendapatkan kebahagiaan itu? Menjadi comblangnya. Kkkk~'


Chanyeol merasa bahwa dirinya bukan dirinya yang biasanya hari ini. Semenjak Jonghyun berkata padanya bahwa ekspresinya seperti seorang suami yang sangat bahagia karena diberikan bekal oleh istrinya, Chanyeol terus mengumpat pada Jonghyun dan merutuki dirinya sendiri. Apa yang terjadi dengan pikirannya saat ini? Karena yeoja bernama Byun Baekhyun seperti ingin memenuhi pikirannya dan seperti memaksa Chanyeol untuk menggusur ruang-ruang di pikirannya yang sudah terisi penuh dengan nama Do Kyungsoo.

'Aniya Kyungsoo yah. Aniya.. Kau akan tetap selalu ada dalam pikiranku..' Chanyeol kembali meyakinkan dirinya sendiri.

Tapi Byun Baekhyun kembali memenuhi pikiran Chanyeol saat tersadar kemana langkah kakinya melangkah sekarang.

Bukit belakang sekolah.

Tidak. Chanyeol ke bukit belakang sekolah bukan karena ingin memenuhi permintaan Baekhyun, tapi ini berhubungan dengan kehormatannya sebagai seorang namja. Baekhyun dengan jelas menulis di sticky notenya tadi jika Chanyeol tidak datang ke bukit sekolah maka Baekhyun akan menganggapnya namja yang cemen. Dan jelas Chanyeol tidak ingin dianggap seperti itu oleh Baekhyun.

Oh.. Baekhyun lagi.

Dan Chanyeol rasanya ingin membenturkan kepalanya ke dinding agar pikirannya tentang Baekhyun segera menghilang. Dan lagipula sejak kapan anggapan Baekhyun tentang dirinya menjadi sangat penting. Bukankah Chanyeol menganggap kalau yeoja itu tidak punya kepentingan sama sekali dalam hidupnya?

Tapi Chanyeol tidak bisa memutar balik langkahnya untuk kembali karena dirinya sudah sampai di bukit belakang sekolah sekarang. Dan yang membuat Chanyeol semakin tidak bisa pergi dari tempat itu lagi, Byun Baekhyun sudah ada disana, dan sebuah bola basket berada di genggamannya.

"Akhirnya datang juga~" kata Baekhyun sambil menyeringai dan memainkan bola basket di tangannya.

Chanyeol hanya diam dan mendengus melihat Baekhyun yang tidak biasanya memasang ekspresi seperti itu. Sangat berbeda 360 derajat dengan ekspresi yang dilihatnya saat di kedai bubble tea kemarin.

"Kau melewatkan latihan basketmu lagi hari ini kan?" Baekhyun masih memainkan bola basket di genggamannya. Melemparnya, kemudian menangkapnya lagi.

"Ne" jawab Chanyeol singkat seakan hal itu hanyalah sesuatu yang tidak penting.

"Kau sadar turnamen basket akan dimulai seminggu lagi?"

"Ne. Dan lagi, ini bukan urusanmu" jawab Chanyeol. Mencoba melawan rasa kesal di hatinya. Entah kenapa pembicaraan soal basket selalu membuat emosinya akan meledak kapan saja.

"Joha.." Baekhyun semakin menyeringai, sepertinya malah terlihat bahagia karena berhasil membuat Chanyeol kesal seperti sekarang.

"Apa urusanmu mengajakku kesini? Kau sudah membuang waktu-" Chanyeol sedikit terkejut saat tiba-tiba Baekhyun melempar bola basketnya ke arah kepala Chanyeol, seperti ingin benar-benar sengaja melemparkan basket itu ke kepalanya, dan untung saja instingnya sebagai seorang pemain basket membuat Chanyeol dengan sigap menangkapnya.

"Kita duel. Satu lawan satu," kata-kata Baekhyun barusan membuat Chanyeol tertawa keras dengan nada meremehkan yeoja dihadapannya.

"Mwoya?" Chanyeol memberikan Baekhyun tatapan aneh, dan menganggap yeoja itu hanya bercanda.

"Ne…" dan ternyata Baekhyun benar-benar serius, "Jika kau menang, kau boleh melakukan apa saja yang kau mau. Dan jika aku yang menang," Baekhyun menyeringai, "Kau harus kembali ke ekskul basketmu berlatih kembali disana. Siapa yang berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring paling banyak dalam waktu 10 menit dialah pemenangnya." Jelas Baekhyun panjang lebar sambil menyalakan timer di handphonenya.

Dan lagi-lagi Chanyeol tersenyum remeh, "Ok.."

Jadi Baekhyun mengajaknya ke bukit belakang sekolah untuk mengajaknya bertanding basket satu lawan satu. Chanyeol sebenarnya bingung darimana Baekhyun tau kalau di bukit belakang sekolah ada tempat untuk bermain basket, namun Chanyeol mencoba untuk menghapus kebingungannya sekarang dan fokus mendribble bolanya, lalu melempar ke ring basket didepannya.

Shoot!

Meleset. Dan Chanyeol mengumpat karena kemampuan bermain basketnya mendadak menurun.

"Aku tau Kyungsoo sering duduk disana, hanya bisa duduk dan memperhatikanmu bermain basket," kalimat Baekhyun barusan berhasil membuat Chanyeol lengah dan bola basket di genggaman Chanyeol berhasil direbut oleh Baekhyun. Chanyeol lagi-lagi mengumpat dan berusaha merebut kembali bola basket itu namun Baekhyun tidak sedikitpun memberi kesempatan Chanyeol untuk merebutnya. Keduanya terlibat perebutan bola basket yang sengit.

"Dan…"

Shoot! Baekhyun melempar bola basket itu kedalam ring dan ajaibnya bola basket itu bisa masuk dengan tepat disana. Skor 1-0 untuk Baehyun. Chanyeol tidak diberi kesempatan untuk menangkap bola itu, karena Baekhyun dengan gesitnya menangkap bola basket itu kembali dan mendribblenya. Mencoba menghindari Chanyeol yang siap kapan saja untuk merebut bola basket itu. Nafas Chanyeol berderu dan keringat mulai mengucur membasahi wajahnya, padahal baru beberapa menit saja mereka bermain basket.

"Hosh.. Apakah kau tau Chanyeol ah.."

Shoot!

2-0

"Hosh.. Kyungsoo ingin sekali.. Hosh.. bertanding basket seperti ini denganmu. Hosh.. Sayangnya.."

Shoot!

3-0

"Jantungnya yang lemah.. hosh.. menghalanginya untuk.. hosh.. melakukan hal itu.."

Shoot!

3-0

Lemparan Baekhyun kali ini meleset karena tubuh tinggi Chanyeol berhasil menghalanginya. Bola basket kali ini berada di genggaman Chanyeol dan Chanyeol mendribble bola basket itu sekarang dengan hati yang berdenyut sakit. Nafasnya semakin berderu, dan namja itu tidak bisa berpikiran jernih lagi karena pikirannya sudah dipenuhi luapan emosi sekarang.

"Dan.. Hosh.. Apakah kau tagi lagi Chanyeol ah?! Hosh.." Baekhyun mencoba menghalangi Chanyeol untuk memasukkan bola basket itu ke dalam ring, namun…

Shoot!

3-1, karena bola itu berhasil masuk.

Dribble.. Dribble.. Dribble.. Bola basket masih berada di genggaman Chanyeol.

"Kyungsoo bilang.. Hosh.. Dia sangat suka melihatmu.. Hosh.. Saat bermain basket!"

Shoot! Shoot!

Chanyeol melakukan double shot kali ini dan berhasil membuat kedudukan skor mereka sama, 3-3.

Usai Chanyeol melakukan double shotnya, handphone Baekhyun berbunyi menandakan waktu mereka sudah habis. Sepuluh menit memang waktu yang sangat singkat, namun itu sudah membuat keduanya kehabisan nafas karena lelah, terutama Baekhyun yang saat ini langsung membaringkan tubuhnya di lapangan dan entah kenapa yeoja itu langsung terkekeh geli.

Chanyeol akhirnya ikut membaringkan tubuhnya di lapangan karena lelah, dengan posisi tubuh berlawanan dengan Baekhyun.

"Hei.. Dengan skor kita yang sama sekarang.. hosh.. siapa yang menang kalau begini?.. hosh.." Baekhyun masih terkekeh geli dan berusaha mengatur nafasnya.

"Huff.. Molla.. Bagaimana bisa.. hosh.. Kau bermain basket seperti itu" Chanyeol mendengus.

"Hosh.. Aku hebat kan? Kau tidak tau saja aku pernah mengikuti ekskul bakset saat smp.." kata Baekhyun dengan nada bangga.

Keduanya lalu terdiam sambil mengatur nafas masing-masing. Pandangan Chanyeol terarah ke langit mendung diatasnya, "Yah Byun Baekhyun.."

"Heum?"

"Yang kau katakan tadi.."

"Ne?"

"Apa itu benar?"

"Yang mana?"

Chanyeol mengepalkan tangannya lagi karena hatinya kembali berdenyut sakit, "Kyungsoo sangat suka melihatku latihan basket.."

"Tentu saja."

"Wae? Apa alasan Kyungsoo mengatakan seperti itu?"

Tepat saat Chanyeol menyakan hal itu, tetesan air dari langit mulai turun membasahi mereka. Ya, hujan deras tiba-tiba saja turun dan Baekhyun langsung bangkit dari posisi berbaringnya. Dan Chanyeol memilih untuk tidak peduli.

"Yah Chanyeol ah! Michyeoso?! Cepat bangun, kau mau sakit karena kehujanan?!" Baekhyun harus menaikkan volume suaranya karena hujan turun begitu deras dan berusaha menarik lengan Chanyeol untuk berdiri.

"The hell Byun Baekhyun! Kau belum menjawab pertanyaanku!" Chanyeol mulai membentak Baekhyun lagi. Dan entahlah sepertinya air mata juga mulai turun membasahi wajahnya entah karena apa, dan Chanyeol berharap hujan menyamarkan air matanya itu.

"Tidak sebelum kita berlindung di tempat yang aman!" tubuh Baekhyun juga sudah basah kuyup sekarang dan masih berusaha menarik Chanyeol.


Akhirnya dengan perjuangan begitu berat, Baekhyun berhasil menarik tubuh Chanyeol dan menggeretnya ke sebuah rumah kosong, yang sepertinya sudah lama tidak dihuni. Baekhyun mencoba mengusir rasa takutnya karena aura angker rumah itu begitu terasa, namun kesehatan mereka berdua lebih penting kali ini.

Chanyeol duduk bersender di dinding sambil menundukkan wajahnya. Tubuhnya basah kuyup, sama seperti Baekhyun. Dan ditengah guyuran hujan yang masih turun dengan begitu deras, Baekhyun masih bisa mendengar jelas suara isakan Chanyeol, meskipun yeoja itu tau Chanyeol berusaha keras menahannya agar tidak terlihat sedang menangis dihadapan Baekhyun.

Baekhyun pun tau, Chanyeol adalah namja yang sangat menjunjung tinggi kehormatannya sebagai seorang namja, tentu saja Chanyeol sedikitpun tidak ingin terlihat lemah dihadapan siapapun. Akhirnya setelah menutup pintu, Baekhyun memilih untuk ikut duduk bersender di dinding, sedikit jauh disebelah Chanyeol, menatap tetesan-tetesan air dari jendela rumah yang sudah berdebu sambil mendekap tubuhnya sendiri yang terasa begitu menggigil sekarang.

"Ne Chanyeol ah.." kata Baekhyun pelan, "Kyungsoo sangat suka melihatmu bermain basket. Dia bilang kau sangat tampan saat bermain basket.. Ah aniyo. Dia bilang bahkan saat kau tidak bermain basket saja kau sudah tampan." Kata Baekhun lalu terkekeh.

Hujan yang mengguyur masih juga belum reda namun tidak sederas seperti tadi. Dan Baekhyun mengalihkan pandangannya ke Chanyeol, namja itu masih setia dengan posisinya, duduk sambil menundukkan wajahnya.

"Sekarang saat kau mengetahui kenyataan itu, apa kau ingin kembali berlatih basket?" tanya Baekhyun, berharap Chanyeol akan berkata ya atau setidaknya menganggukkan kepalanya. Namun yang Baekhyun lihat hanya Chanyeol yang mengusap matanya pelan, seperti sedang menghapus air matanya.

"Pelatih basketku sangat membenciku kau tau.." kata Chanyeol dan suaranya terdengar begitu parau. "Dia bilang, aku tidak boleh mencampur urusan pribadiku dengan latihan. Kau melihatnya sendiri kan?" Chanyeol terdengar menggertakkan giginya.

"Ne..", Baekhyun masih mengingat jelas peristiwa itu, saat Chanyeol dimarahi pelatih basketnya karena tidak bisa fokus saat latihan. "Jadi gara-gara itu kau tidak berlatih basket lagi? Cih.. Cemen sekali" Baekhyun berkata dengan nada penuh ejekan dan entah kenapa melihat tangan Chanyeol yang kembali mengepal menahan emosi malah membuat Baekhyun semakin mengejek Chanyeol.

"Aku yakin teman-teman di tim basketmu sekarang sedang menertawaimu karena baru dimarahi begitu saja kau langsung berhenti berlatih. Yang aku tau, seorang pemain basket sejati itu tidak menjadikan bentakan yang diberikan oleh pelatihnya untuk membuatnya down, tapi hal itu dijadikan cambuk semangat baginya untuk berlatih basket lebih keras lagi. Buktikan pada pelatih basketmu Chanyeol ah, bahwa kau bisa! Buktikan bahwa dia salah! Buktikan kalau kau tidak pantas untuk ditempatkan di bangku pemain cadangan saat turnamen nanti!" kata Baekhyun dengan nada penuh emosi di akhir kalimatnya. Karena sebenarnya Baekhyun juga kesal pada pelatih basket itu, yang sepertinya tidak punya hati nurani sama sekali untuk merasakan apa yang Chanyeol rasakan saat itu. Mungkin saja pelatih basket itu belum merasakan rasanya kehilangan seseorang yang dia cintai.

"Jebal Chanyeol ah. Ini juga demi Kyungsoo. Kembalilah berlatih basket lagi…" Lanjut Baekhyun dengan nada penuh harap.

Chanyeol hanya diam. Tangannya tidak lagi mengepal seperti tadi, namun tatapannya masih terlihat kosong.

"Seandainya aku adalah Kyungsoo, mungkin aku sudah menangis sekarang. Lalu berkata seperti ini, 'Chanyeolie.. Jebal.. Hiks.. kembalilah berlatih basket lagi.. Hiks'" Baekhyun menirukan suara Kyungsoo lengkap dengan ekspresinya saat sedang menangis, dan entah karena gagal atau terlalu mirip dengan yeojachingunya Chanyeol akhirnya terkekeh."Kyungsoo selalu menangis saat sudah terpojok, benar tidak? Itu seperti sudah menjadi senjata ampuh untuknya. Aku pun kadang tidak tahan kalau sudah melihatnya menangis seperti itu.." kenang Baekhyun sambil tersenyum sedih.

Hujan masih turun, Chanyeol masih menundukkan wajahnya, dan Baekhyun melanjutkan monolognya.

"Kau tau Chanyeol ah, aku jadi teringat cerita lucu yang berhubungan dengan Kyungsoo yang menangis dan hujan yang turun dengan deras seperti ini sekarang. Heum.. Waktu itu sehabis pulang sekolah aku dan Kyungsoo sedang ke toko buku. Tiba-tiba saja handphone Kyungsoo berdering dan ternyata ada sms yang masuk dari Jongdae oppa. Jongdae oppa bilang, Kyungsoo harus kembali ke sekolah sekarang karena ada latihan paduan suara mendadak karena kompetisi menyanyi antar sekolah dimajukan keesokan harinya. Kau bisa membayangkan kan betapa paniknya Kyungsoo saat itu? Ne, hujan turun dengan sangat deras dan tidak ada satupun dari kami yang membawa payung. Dia menelponmu berulang kali ingin meminta bantuan dan sayangnya kau tidak mengangkatnya. Sepertinya kau sedang sibuk…" Baekhyun melirik Chanyeol, ekspresi sesal terlihat jelas di wajahnya.

"Yup, akhirnya Kyungsoo menangis sambil berkata,'Hiks.. Baekie.. Eotoke.. Baekie.. Hiks.. Eotoke..' di dalam toko buku dan beberapa pengunjung mulai melihat ke arah kami. Aku tidak tau lagi harus berbuat apa karena tidak bisa menenangkan Kyungsoo sama sekali. Dia malah menangis semakin keras.." Baekhyun menggelengkan kepalanya, "Sampai tiba-tiba ada seorang namja, sepertinya dia pegawai di toko buku itu, mendekati kami dan langsung memberikan payungnya ke Kyungsoo. Aku sendiri sampai bingung dari mana namja itu tau kalau Kyungsoo sedang butuh payung." Kata Baekhyun sambil terkekeh. Baekhyun kembali mendengar Chanyeol yang juga ikut terkekeh meskipun hanya sesaat.

"Heum.. Mungkin kalau aku yang ada di posisi Kyungsoo saat itu, meskipun aku menangis seperti dia, tidak ada satupun yang akan memberikan payungnya padaku.."

"Kenapa kau berpikiran seperti itu?" akhirnya Chanyeol membuka suaranya setelah monolog panjang lebar dari Baekhyun.

"Ne. Karena aku bukan Kyungsoo. Yang bisa menaklukkan orang-orang di sekitarnya hanya dengan air matanya.." kata Baekhyun dengan nada iri.

"Do you think so?" Chanyeol terkekeh pahit, "Terkadang aku memang takluk dengan air matanya. Tapi… Hanya ada satu hal, satu hal Kyungsoo tidak akan pernah menaklukkanku meskipun ia menangis darah sekalipun.." kata Chanyeol serius.

"Mworago?" tanya Baekhyun penasaran.

Chanyeol hanya diam dan tidak menjawabnya. Namja itu kali ini tidak lagi menundukkan wajahnya dan mengalihkan pandangannya ke jendela berdebu yang dari tadi ditatap oleh Baekhyun, memperhatikan tetesan-tetesan hujan diluar, dan butiran-butiran air di kaca karena percikan hujan.

"Hufff.." Baekhyun tau menunggu jawaban dari Chanyeol tidak ada gunanya karena Chanyeol sudah pasti tidak akan menjawab pertanyaannya. Yeoja itu berharap Kyungsoo menulis hal itu di dalam diarynya agar Baekhyun segera mengetahui apa yang dikatakan Chanyeol barusan.

Suasana begitu sunyi sekarang, karena Baekhyun sepertinya sudah lelah untuk berbicara terus menerus dan respon yang diterimanya dari Chanyeol hanya seadanya. Suara hujan diluar seperti melodi baginya dan membuat matanya kian begitu berat. Dan tak berapa lama kemudian akhirnya yeoja itu tertidur.

Baekhyun terbangun saat hujan diluar sudah reda. Meskipun seragamnya masih terasa basah, namun Baekhyun merasakan kehangatan saat ini, dan Baekhyun baru sadar sebuah jaket tebal berwarna coklat tua menjadi selimutnya sekarang.

"Mungkinkah…" Baekhyun mengarahkan pandangannya ke tempat Chanyeol duduk dan namja itu sudah tidak ada lagi, mungkin namja itu sudah pulang lebih dulu saat yeoja itu tertidur. Baekhyun sama sekali tidak melihat Chanyeol memakai jaket itu. Apa memang Chanyeol membawa jaket hari ini namun hanya disimpannya di dalam tas dan tidak dipakainya sama sekali saat hujan deras mengguyur tadi?

"Babo!" Baekhyun terkekeh sambil semakin memeluk jaket di tubuhnya erat, menghirup aroma maskulin Chanyeol di jaketnya. "Kenapa kau tidak memakai jaket ini dari tadi? Babo!" rutuk Baekhyun namun tidak bisa menahan rasa bahagia karena Chanyeol diam-diam peduli padanya, setidaknya untuk saat ini.

"Gomawoyo Chanyeol ah…"

Namun ditengah rasa bahagianya yeoja itu teringat sesuatu.

"Aigoo! Kotak bekal hello kittyku! Chanyeol ah!"

Dan bertambah satu kotak bekal Baekhyun yang tidak kembali hari ini. Dan entah Baekhyun harus berkata apa pada ummanya nanti.

TBC

Annyeong~ author mo balas ripiu dulu nee^^

rimaristina :iyahh.. kasian banget ya baekhyun nya disini nangis mulu.. tapi bagi author baekhyun tetep manis kok.. kkk^^ channie jahat kayak gitu sama baekie karena masih dalam masa2 labil abis ditinggalin yeojachingunya T_T Kita berdoa aja ya semoga channie cepet sadar. Gomawo chingu udah r n r^^

Dragonius Meidi Lee : Ne saeng~~^^ wahh eonni seneng banget kalo kamu suka ama chapie kemarin.. kkk..itu si Channie cemburu kali yaa soalnya kan bias saeng aka Jongdae deket juga ama Kyungsoo.. begitu saengie.. hohoo.. ini udah di update. Mian yah kalo lama. Semoga chapie ini gak mengecewakan. Nado neomu neomu bogoshippo saengie~~~ :* /cipok pake bibir jongdae/

Shouda Shikaku : jiahahahaaa.. again review kamu berhasil bikin author senyum2 gaje.. ehh itu boleh tau kenapa orang ketiganya gak boleh Kriseu? Kalo Jongin sih author tau kenapa gak boleh.. myehehehee~ wahhh author juga tau tu lagunya FT island yang madly.. nyesek banget dah ;_; heumm.. bisa dijadiin referensi lagu baekie buat nyanyi di audisi nanti nihh.. shika ada referensi lagu lain gak yang lebih nyesek gitu? XDD nee.. gomawo udah r n r^^ moga chapie ini gak mengecewakan. Salam chanBaek shipper~~^^ #kibarinkolorchannie p.s : cheonmaneyo XD , p.s.s : wahh mian kalo updatenya lumayan lama T_T , p.s.s : nado saranghae from chanbaek :* jiahahaa.. kenapa emangnya kalo lebih dari 12 chapie?

Meriska-Lim : di chapie ini channie udah gak kejam lagi kan? ^_^ amiinn.. moga aja cepet jadian. Gomawo chingu udah r n r^^

Delayciouslaymontea : nee.. bahagia bingit pastinya^^ gomawo chingu udah r n r^^

Xioluuu : miaann u,u author terkendala ide mangkanya updatenya lama. Tapi author akan berusaha update ASAP. Btw ini updateannya. Moga gak mengecewakan ya chingu. Gomawo udah r nr^^

RapByun : Nyahahaa.. keliatannya emang udah tobat chingu.. gomawo udah r n r^^

Park Oh InFa Faro : heumm.. chanbaek kisseu moment? We'll see yah chingu.. kkkk.. gomawo udah r n r^^

SyJessi22 : nyahahaaa.. author ngakak loo baca review chingu gara2 chingu ngatain Baekie kayak orang gila XDD iyahh.. chansoo emang gak pernah kisseuan.. sedih gak sihh u,u*jess : biasa aja XD* n author kembali ngakak ama review chingu soal channie.. hahahaa.. emang ambigu banget tuh si yeolo di chapie kemarin.. nee.. ini udah diupdate^^ moga gak mengecewakan yaaa.. wahh asiikk ketemu sesama gorjess^^ salam gorjess /eh?/ gomawo udah r n r^^

Nur991fah : iya duunngg.. baekie kan yeoja yang kuat.. emangnya kyungie yang apa2 musti mewek /author dibakar kyungsoo stan/ chingu pengen jambakin channie? Sini author bantuin.. /ehh XD/ gomawo chingu udah rn r^^

anu :wah wahh mianhae udah buat chingu mewek :'( ini author ada kolornya baekie silahkan dipake buat lap air matanya :'D ini udah diupdate chingu. Mian kalo lama. Gomawo udah r n r^^

parkbyun0627 : nyesek yaa.. iyahh.. baekkie emang bakal tetep mencintai channie meskipun itu nyakitin.. kita cuma bisa kasi support aja dari sini u,u nee.. udah diupdate^^ gomawo chingu udah r n r^^

bieparkbyun : annyeong new reader^^ heumm… berdoa aja semoga gak sad ending.. hahaa.. /ketawa epil/ harap dimaklumi yah chingu kenapa channie bisa begitu, bisa dibilang si channie ini masi belum rela kyungsoo ninggalin dia, trus channie juga kan udah nutup hatinya buat yeoja manapun. N kenapa kyungie mo ngebagi channie buat baekie, mungkin chingu bisa baca ulang suratnya kyungie buat baekie.. kkkk #plak! nee.. ini udah diupdate.. author pasti bakal semangat kalo dapat review dari reviewers kayak chingu.. kkk.. moga chapie ini gak mengecewakan nee.. gomawo udah r n r^^

silent readers : gomawo udah nyempetin buat baca epep gaje ini.^^ Ayoo sekali2 ninggalin jejak duungg u,u

YOSH~

Akhirnya part b dari chapie 6 ini udah diupdate. Mian kalo misalnya lama updateannya. Author hanyalah manusia biasa *ett dahh bahasa lu thor -_-v* yang tidak bisa lepas dari yang namanya writer's block. Tapi demi readerdeul semua author bakal berusaha ngelanjut epep ini ampe end kok.. tenang tenang.. hahaaa.. *author dilempar sandal ama jongdae*

Author masih menunggu dengan setia review dari readerdeul.. kalo perlu kritik sekalian dehh.. gak pa2 demi kelangsungan epep ini.. *ngomong apa sih thor -_-v*

Yaudah.. sekian bacotan dari author. Tunggu bacotan author yang lain lagi di next chapie..

Salam kkaebsong~

Jaljayong~^^

p.s : are u ready for EXO comeback?^^