Title : Kyungsoo Diary

Author : Purple Unicorn

Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Do Kyungsoo as Do Kyungsoo

Huang Zitao as Byun Zitao

Cho Kyuhyun as Byun Kyuhyun

Lee Sungmin as Byun Sungmin

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Chanyeol's appa)

Kang Sora as Park Sora (Chanyeol's umma)

Park Yoora as Park Yoora (Chanyeol's Nuna)

Kim Jonghyun as Kim Jonghyun

Pairing(s) : ChanBaek, slight! ChanSoo, slight!Kyumin, slight!TeukSo

Rating : PG-13

Disclaimer : semua cast di FF ini bukan milik author.. xoxo..

Warning :genderswitch, typo everywhere, dan ff yang sangat lumutan.. mianhae u,u

a/n :fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really bad story. Enjoy my FF ^_^

Song : Just One Day (하루만) by BTS

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

Chapter VII : Just One Day

'Haruman~ Neowa naega hamkkehal su itdamyeon~ Haruman~ Neowa naega sonjabeul su itdamyeon~'

Baekhyun tak henti-hentinya menyanyikan lagu berjudul Just One Day dalam perjalanannya pulang ke rumah. Ia melangkah dengan riang sambil mengeratkan jaket berwarna coklat tua yang sedang ia pakai sekarang. Hati yeoja itu memang sedang dipenuhi kebahagiaan dan yeoja itu juga merasa hangat karena jaket yang dipakainya saat ini. Jaket yang menjadi selimutnya saat ia tertidur di rumah tua tadi, dan itu adalah jaket milik Chanyeol. Jaket Chanyeol memang berukuran besar dan tebal sehingga bisa melindunginya di dinginnya udara petang ini.

Yeoja itu lalu menghela nafas panjang saat teringat masalah kotak bekal berwarna putih yang belum dikembalikan Chanyeol sampai sekarang. Dan lebih parahnya lagi kotak bekal hello kitty nya pun juga tidak pulang bersamanya hari ini. Kesimpulannya? Baekhyun benar-benar kehabisan kotak bekal sekarang. Kecuali kalau Baekhyun merelakan kotak bekal miliknya sekarang diisi oleh bekal untuk Chanyeol besok.

"Ah tidak tidak! Nanti bagaimana kalau dia lupa mengembalikannya lagi? Bisa-bisa aku tidak bisa membawa bekal ke sekolah" gumam Baekhyun.

Itu artinya Baekhyun tidak bisa membawakan bekal untuk Chanyeol besok. "Siapa suruh lupa mengembalikan padaku terus? Kecuali kalau dia mau makan bersama pakai kotak bekalku. Uh ya.. dan itu tidak mungkin.." Baekhyun memanyunkan bibirnya dan akhirnya yeoja itu sampai di rumah.

"Aku pulang~~~" sahut Baekhyun sambil membuka pintu. Sudah bisa ditebak, umma appanya pasti belum pulang. Dan saat sudah petang seperti ini, Zitao mungkin sudah pulang sekarang.

"Sudah pulang unn?" sahut seseorang dari ruang keluarga dan itu adalah suara Zitao.

"Ne Zizi.." Baekhyun langsung menuju ruang keluarga untuk menemui adiknya disana dan saat itu Baekhyun langsung membelalakkan matanya karena disambut pemandangan cukup mengenaskan. Adiknya itu sedang duduk di sofa, satu tangannya memegang cermin yang sedang ditatapnya, dan satu tangannya yang lain memegang kapas yang sepertinya ditetesi obat merah, lalu menekan kapas itu ke wajahnya yang sekarang dipenuhi luka lebam.

"Omona Zizi~ Apa yang terjadi denganmu?!" Baekhyun langsung berlari dengan dramatis dan duduk disebelah Zitao, memegang kedua pipinya, dan tentu saja hal itu membuat Zitao meringis kesakitan.

"Aaakkk unnie! Jangan pegang-pegang!" kata Zitao sambil meringis menahan perih.

"Apa yang terjadi denganmu?! Kau berkelahi eoh?! Siapa yang sudah membuatmu seperti ini?!" rupanya Baekhyun belum selesai dengan kepanikannya.

"Unnie ya.. Bisa tenang sebentar?" kata Zitao menenangkan Baekhyun, "Tarik nafas. Keluarkan. Tarik nafas lagi…" Baekhyun mengikuti instruksi Zitao dan akhirnya mulai tenang.

"Kenapa kau bisa seperti ini Zizi? Cepat ceritakan pada unnie.." kata Baekhyun sambil mengambil kapas dari tangan Zitao kemudian menempelkannya ke bekas lebam di sudut bibir Zitao.

"Ugh.. Tadi aku berkelahi dengan gerombolan preman di taman kota"

"Bagaimana bisa?!"

"Aakk unnieee! Pelan-pelan~!" protes Zitao karena Baekhyun menempelkan kapasnya terlalu keras, "Tadi setelah ekskul wushu, aku pergi ke kedai bubble tea karena haus. Ternyata saat sampai disana, penjual bubble tea sedang ditodong gerombolan preman itu. Lalu aku menghajar mereka. Dan hasilnya seperti ini…"

"Aigoo Zizi. Kenapa kau tidak langsung pergi dari sana saja tadi?"

"Aniya~ Kata pelatih wushuku, wushu adalah ilmu bela diri yang sangat berguna, tidak hanya untuk membela diri tapi juga untuk menolong orang lain yang sedang dalam bahaya. Tadi aku lihat penjual bubble tea itu dalam bahaya, dan saat itu instingku berkata, harus menyelamatkan penjual bubble tea yang malang itu sekarang juga!"

"Hoaammm.. Ya ya ya~~" tanggap Baekhyun sambil memutar bola matanya meskipun adiknya menceritakan semua kejadian itu dengan ekspresi bak seorang pahlawan.

"Ya, dan akhirnya aku berhasil mengalahkan semua dengan mudah dan aku bilang pada mereka jangan coba-coba membuat keributan disini lagi atau kalian akan berurusan denganku!"

"Oho~" Baekhyun menganggukkan kepalanya sambil terus menempel luka lebam Zitao dengan kapas.

"Dan akhirnya, penjual bubble tea memberikan empat bubble tea gratis untukku sebagai ucapan terima kasih."

"Ya ampun.. Banyak sekali Zizi" komentar Baekhyun sambil melirik plastik berisi bubble tea di meja.

"Ne. Untukku, appa, umma, dan unnie. Dan sepertinya dia mengenalmu unn. Apa unnie sering membeli bubble tea disana?"

"Ah tunggu. Apa.. Penjual bubble tea yang kau maksud, yang di taman kota itu?" tanya Baekhyun sambil mengambil plastik bubble tea di meja.

"Nee.. Tadi kan aku sudah bilang unnie, kalau aku berkelahi dengan preman di taman kota" dengus Zitao. Sepertinya penyakit telmi unnienya itu memang sangat sulit untuk disembuhkan.

"Oh~" Baekhyun menganggukkan kepalanya saat melihat label bertuliskan Galaxy Bubble Tea di plastik penutup gelas.

"Mungkin kalau tidak ada aku, penjual bubble tea itu sudah babak belur dihajar preman disana.."

"Hahaa.. Lucu sekali. Seharusnya namja yang melindungi yeoja, ini malah sebaliknya" tanggap Baekhyun sambil tergelak, membayangkan oppa penjual bubble tea meringkuk ketakutan sementara Zitao sibuk melawan gerombolan preman. Zitao hanya mengendikkan bahunya sambil mengambil kapas yang ditetesi obat merah dan mengobati lukanya sendiri lagi karena Baekhyun masih sibuk dengan bubble tea di meja. Yeoja bermata panda itu sudah hampir menyuruh Baekhyun untuk mengganti seragamnya saat menyadari ada sesuatu yang baru di tubuh unnienya petang itu.

"Eh unnie. Ngomong-ngomong itu jaket siapa?"

"Eh?" Baekhyun mendadak gugup, "A-ah ini.."

"Sepertinya bukan jaket seorang yeoja…" kata Zitao sambil memicingkan matanya penuh kecurigaan dan mengendus aroma parfum di jaket yang dipakai Baekhyun sekarang. "Aigoo! Unnie memakai jaket namja ya?!"

"A-aniyo. Tadi unnie.."

"Unnie ya! Kau sudah memiliki namjachingu?! Kenapa tidak memberitahukannya padaku! Bagaimana orangnya? Apakah dia tampan? Dia baik padamu kan? Awas saja kalau tidak, akan aku wushu dia.." kata Zitao sambil memasang ekspresi serius tapi bagi Baekhyun malah terlihat seperti ekspresi preman yang sangat mengerikan.

"Sshhh.. Tenang Zitao. Ini memang jaket namja. Tapi dia teman unnie.."

"Yahhh.." Zitao melengos kemudian menatap Baekhyun serius lagi, "Unnie ya.. apa jangan-jangan namja pemilik jaket ini yang sering kau bawakan kotak bekal tiap pagi?"

"Errmm.." Baekhyun tidak bisa berkata apa-apa dan semakin terlihat salah tingkah.

"Iya kan unn? Cepat mengaku!" desak Zitao.

"A-Ahh sudah. Unnie mau ganti baju. Unnie kehujanan tadi" Baekhyun mengacak rambut Zitao dan langsung melesat ke kamarnya, meninggalkan Zitao yang hanya bisa dibuat cengok.


Chanyeol baru sampai rumahnya pukul setengah 7 petang. Namja itu menggigil kedinginan karena tidak ada satupun yang menghangatkannya, ditambah seragamnya yang masih sedikit basah membuat cuaca dingin diluar terasa semakin menusuk. Seharusnya hal seperti sekarang ini bisa dihindari jika namja itu tidak menjadikan jaketnya sebagai selimut untuk Baekhyun.

Entahlah. Saat melihat wajah Baekhyun yang sedang terlelap tadi namja itu langsung mengeluarkan jaket dari tasnya dan menyelimutinya. Chanyeol sendiri baru sadar kenapa dia bisa menjadikan jaket itu sebagai selimut untuk yeoja yang ingin disingkirkan jauh-jauh dari pikirannya. Wajah Baekhyun tadi begitu polos, dan mengingatkannya pada Kyungsoo, yang juga sama polosnya ketika sedang tertidur. Dan saat itu juga Chanyeol selalu menyelimuti sang yeojachingu sebelum pergi meninggalkannya.

Chanyeol lalu meyakinkan dirinya, bahwa yang dilakukannya pada Baekhyun tadi bukan karena perhatian atau peduli, tapi hanya kasihan. Namja itu tidak ingin bertanggung jawab jika yeoja itu sampai sakit demam besok.

"Yah.. Semoga saja kau tidak demam besok.."gumamnya.

Saat membuka pintu rumahnya Chanyeol tidak mengucap salam apapun karena Chanyeol tau itu tidak penting. Umma dan nunanya mungkin sudah makan malam sekarang. Dan appanya.. Chanyeol tidak peduli.

Dugaan Chanyeol setengah benar. Umma dan nunanya memang sedang berada di ruang makan sekarang, tapi sepertinya belum memulai makan malam mereka. Dan…

Ada appanya disana.

"Chanyeol ah.. Kau sudah pulang?" Appa Chanyeol, Jungsoo, menyambutnya dengan senyuman. Namun senyuman itu malah ingin membuat Chanyeol ingin menonjok wajah appanya sendiri.

Chanyeol hanya diam.

"Aigoo Chanyeol ah.. Kau kehujanan? Kenapa kau tidak memakai jaket?" kali ini giliran Sora, umma Chanyeol yang membuka suara. Raut khawatir terlihat jelas di wajah cantiknya.

Chanyeol pun tetap terdiam dan sepertinya tidak terlalu mendengar pertanyaan sang umma. Dirinya saat ini sedang sibuk menahan perasaan berkecamuk dalam hatinya.

'Bagaimana bisa namja itu duduk makan bersama dengan umma dan nunaku sekarang? Bukankah seharusnya dia masih berada di tempat kerja tidak pentingnya itu..'

"Chanyeol ah.. Lebih baik kau cepat mandi dan ganti bajumu. Kemudian kembali lagi kesini untuk makan bersama. Jarang-jarang kan appamu bisa menyempatkan diri untuk makan bersama seperti ini? Kebetulan seluruh pasiennya sudah ditangani hari ini.." jelas Sora umma panjang lebar sambil tersenyum melirik Jungsoo appa.

"Aniya. Umma dan nuna tidak perlu menungguku. Aku tidak lapar.." kata Chanyeol kemudian bergegas menaiki tangga.

Namun baru beberapa langkah, suara menggelegar sang appa langsung mengagetkan seisi rumah.

"Park Chanyeol! Kemana sopan santunmu yang sudah orang tuamu ajarkan selama ini eoh?!"

Chanyeol terdiam di posisi berdirinya sekarang, namun tidak sedikitpun membalik badannya untuk menatap sang appa.

"Umma mu sudah lelah memasak untuk kita semua hari ini. Dan kau dengan entengnya bilang kau tidak lapar?!" bentak Jungsoo appa.

Chanyeol menarik nafas sesaat sambil mengepalkan tangannya, "Ne aku memang sangat lapar sekarang. Tapi.. Aku hanya tidak ingin duduk disebelah namja yang sudah membunuh orang yang sangat kucintai.."

"YAH! PARK CHANYEOL! KAU-" Jungsoo appa langsung berdiri dan memukul meja sementara Chanyeol langsung bergegas ke kamarnya dan membanting pintunya dengan keras.

"Yeobo.." "Appa.." Sora umma dan Yoora, nuna Chanyeol, hanya bisa menenangkan Jungsoo appa yang terlihat begitu emosi sekarang.

Chanyeol tak sanggup lagi menopang tubuhnya karena kepalanya terasa begitu pening sekarang. Akhirnya namja itu terduduk dibalik pintu sambil memegang kepalanya yang berdenyut sakit. Mungkin karena kehujanan dan juga lapar. Ya, sejujurnya Chanyeol memang benar-benar merasa sangat lapar karena dari tadi siang belum ada makanan satupun yang masuk.

Tok.. Tok.. Tok..

"Chanyeol ah.." suara seorang yeoja, memanggil namanya dari luar, dan itu adalah Yoora. "Chanyeol ah, buka pintunya.."

Namun Chanyeol lagi-lagi memilih untuk tetap diam.

"Chanyeol ah.. Kau benar-benar tidak ingin makan malam bersama kami? Umma dan appa menunggumu dibawah.."

Meskipun Chanyeol mendengar dengan jelas nada khawatir dari suara sang nuna, namun Chanyeol tetap tidak mempedulikan Yoora. Chanyeol benar-benar ingin sendiri dan berharap Yoora mengerti apa yang diinginkannya sekarang.

"B-Baiklah. Nuna pergi. Jika kau lapar… Kau bisa langsung turun kebawah. Nuna akan bilang ke appa dan umma untuk menyisakan makan malam untukmu.."

Dan akhirnya Yoora meninggalkannya seiring suara langkah kaki yang terdengar menjauhi kamarnya.

Growl~

Chanyeol memegang perutnya yang barusan berbunyi dengan keras mengisi kesunyian disana. Namja itu langsung teringat sesuatu kemudian merogoh isi tasnya, mengambil kotak bekal bermotif hello kitty milik Baekhyun yang belum dibukanya sama sekali hari ini. Aroma selai stroberi langsung menyeruak saat Chanyeol membuka kotak bekal dan ada sticky note yang ditempelkan dibagian dalam tutupnya.

'Annyeong Chanyeol ah^^ Hari ini aku membawakan bekal roti lagi untukmu. Ah iya.. Karena kau bilang alergi pada kacang dan sepertinya kau juga tidak suka selai coklat, jadi aku mengoleskan selai stroberi saja. Semoga kau suka ya~^^

Entah kenapa Chanyeol terkekeh sehabis membaca sticky note itu. Kemudian menghabiskan roti selai stroberi buatan Baekhyun dalam hitungan detik karena rasa laparnya yang tidak tertahankan. Setidaknya roti itu bisa menjadi pengganjal isi perutnya untuk malam ini.

Dan untuk pertama kalinya, di malam itu, Chanyeol merasa berterima kasih pada Baekhyun.

'Seandainya kau tau, aku tidak benar-benar alergi pada kacang.'


Pagi harinya di rumah keluarga Byun….

Seperti yang sudah Baekhyun duga, Sungmin umma marah besar begitu tau kotak bekal milik Baekhyun belum juga kembali. Ditambah satu kotak bekal lagi yang tidak ikut pulang bersamanya.

"Pokoknya entah bagaimana caranya, hari ini dua kotak bekal itu harus kembali."

"I-iya umma.."

"Sungminnie.. Itu hanya kotak bekal. Kenapa kau begitu mempermasalahkannya?" Kyuhyun appa ikut nimbrung.

Sungmin umma berdecak kesal, "Kotak bekal itu dibeli dengan uang, dan masih bisa dipakai. Aku tidak ingin uang kita berkurang hanya untuk membeli kotak bekal.."

Kyuhyun dan Baekhyun sama-sama memutar bola matanya karena Sungmin umma begitu sensitif masalah pengeluaran.

"Dan kau Byun Zitao.. Kenapa wajahmu lebam-lebam sekarang?"

Kuping Baekhyun sudah panas akibat omelan non stop Sungmin umma dan akhirnya yeoja itu lebih memilih memfokuskan pandangannya ke televisi yang sedang menayangkan berita.

"Tidak terasa sebentar lagi bulan November akan berakhir, Sungjong ssi…"

"Ne Howon ssi. Dan itu artinya musim gugur juga akan berakhir dan berganti dengan musim dingin di bulan Desember nanti. Ah pantas saja beberapa hari ini turun hujan terus.."

"Benar sekali. Itu artinya kita sudah harus mengeluarkan jaket tebal dan syal tebal dari dalam lemari untuk musim dingin nanti."

"Dan yang paling penting, kita juga harus menjaga tubuh kita agar tetap fit."

"Akhir November ya.." gumam Baekhyun. Akhir November terasa begitu familiar baginya. Baekhyun teringat setahun yang lalu Kyungsoo memintanya untuk menemani membeli sesuatu yang spesial untuk Chanyeol.

"Ulang tahun Chanyeol!"

Pandangan Kyuhyun appa, Sungmin umma, dan Zitao langsung mengarah pada Baekhyun.

"Chanyeol?" kata Kyuhyun appa, Sungmin umma, dan Zitao bersamaan.

"A-aniyo!" Baekhyun langsung menutup mulutnya, merutuki diriya sendiri yang selalu saja kelepasan berbicara jika teringat sesuatu.

"Yah! Baekhyun ah. Siapa Chanyeol?!" Sungmin umma menatap Baekhyun penuh selidik. Kyuhyun appa yang biasanya terpaku dengan korannya, kini meletakkan korannya diatas meja dan ikut menatap Baekhyun serius, sedangkan Zitao.. Ne, yeoja ini langsung menyeringai karena sepertinya mengetahui siapa namja yang dimaksud.

Dan seperti kemarin petang, Baekhyun tidak menjawab dan langsung buru-buru pamit pergi sekolah dan kali ini giliran Kyuhyun appa dan Sungmin umma yang dibuat cengok. Namun Kyuhyun appa menyadari seringai evil turunannya di wajah magnae keluarga Byun yang sangat menyiratkan sesuatu dan tentu saja Byun appa yang jenius satu ini langsung mengerti maksudnya.

"Jadi Zitao ah, apa sudah ada seorang namja yang membuat uri Baekhyun jatuh cinta?" tanya Kyuhyun appa.

"Positif!" jawab Zitao.

Appa dan magnae Byun saling bertatapan dan menyeringai, tidak menyadari kalau masih ada satu orang yang belum tersadar dari kecengokannya.


SMA Black Pearl..

Baekhyun berencana untuk menemui Chanyeol hari ini meskipun tidak bisa membawakan bekal untuk namja itu. Tentu saja Baekhyun ingin meminta dua kotak bekalnya kembali. Baekhyun berharap, sebenci apapun Chanyeol pada dirinya, Chanyeol berbaik hati untuk membawakan dua kotak bekalnya ke sekolah meskipun Baekhyun tau hal itu sangat merepotkan.

Sayangnya Baekhyun sama sekali tidak melihat keberadaan Chanyeol sebelum jam masuk sekolah, bahkan sampai bel masuk sekolah dibunyikan. Yeoja itu langsung diliputi rasa khawatir dan tidak bisa konsentrasi di sepanjang jam pelajaran, berharap Chanyeol tidak sakit akibat kehujanan kemarin.

Saat jam istirahat rencana Baekhyun untuk menemui Chanyeol juga harus tertunda karena saat ini seluruh siswa yang akan mengikuti audisi paduan suara Smile Sunshine sedang berkumpul di ruang musik untuk mendengarkan penjelasan audisi di hari Senin nanti.

Baekhyun lagi-lagi tidak bisa menahan rasa khawatirnya dan tidak mendengar sama sekali apa yang sedang Jongdae jelaskan saat ini.

"Baekhyun ah.." bisik Jonghyun pelan sambil menyikut lengan Baekhyun yang duduk manyun disebelahnya.

"Heum?"

"Kau kenapa?"

"Kenapa apanya?"

"Dari tadi kau terlihat sedih."

"A-ani. Gwenchana" Baekhyun menggigit bibirnya.

"Kau pasti sedang memikirkan sesuatu kan? Aku bahkan sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali kau menggigit bibirmu dan ekspresimu terlihat begitu khawatir."

"Yah! Jadi kau dari tadi memperhatikanku?!" desis Baekhyun sambil mendeathglare Jonghyun. Namun yeoja itu langsung menundukkan kepalanya saat menyadari Jongdae sedang menatap ke arah mereka berdua sekarang.

"Peace?" Jonghyun tersenyum garing pada Baekhyun saat pandangan Jongdae tidak lagi mengarah ke mereka.

"Ugh.." Baekhyun langsung mendengus kesal dan mencubit lengan Jonghyun dengan keras.

"Awww. Mian. Habis dari tadi kau terlihat khawatir. Aku kan juga ikut khawatir" bisik Jonghyun lagi sambil meringis kesakitan akibat cubitan maut Baekhyun tadi.

"Jonghyun ah.. Kau sekelas dengan Chanyeol kan?" tanya Baekhyun sambil menundukkan kepalanya dan lagi-lagi menggigit bibirnya.

"Eheum.." Jonghyun menganggukkan kepalanya, "Wae?"

"Apa dia masuk sekolah hari ini?"

"Ne" jawab Jonghyun dan rasa khawatir yang dari tadi menyeruak di hati Baekhyun kini menguap begitu saja berganti dengan rasa lega. "Tapi tadi dia terlambat."

"Ah ne. Syukurlah. Arasso.." Senyuman lebar nan manis milik Baekhyun kembali terulir di wajahnya. Jonghyun sendiri sampai menahan diri untuk tidak tergelak karena perubahan drastis dari ekspresi yeoja yang duduk disebelahnya.

"Jadi dia yang dari tadi membuatmu khawatir? Aigoo jeongmal. Aku pikir karena apa" kekeh Jonghyun. Wajah Baekhyun mendadak memerah dan akhirnya Jonghyun tidak bisa menahan diri lagi untuk tergelak.

"Ehem.." deheman Jongdae seketika menghentikan tawa Jonghyun.


Di jam pelajaran berikutnya setelah istirahat, lagi-lagi Baekhyun tidak bisa berkonsentrasi dan terus melirik jam dinding di kelas, berharap jam pulang segera tiba. Baekhyun memang tidak sabar untuk menemui Chanyeol saat jam pulang sekolah nanti. Entahlah, baru sehari saja tidak melihat Chanyeol hati Baekhyun sudah diliputi rasa rindu seperti ini.

Rindu?

Baekhyun langsung menghantupkan kepalanya ke meja berulang kali ketika mengeja kata satu itu di pikirannya. Bagaimana bisa Baekhyun merindukan namja yang sangat dingin padanya dan menyakiti hatinya berulang kali itu? Tapi hatinya tak bisa berbohong. Ada rasa yang hilang saat Baekhyun tidak bertemu dengan Chanyeol hari ini.

'Soo ie.. Apakah seperti ini yang kau rasakan saat tidak bertemu dengan Chanyeol sehari saja?'

Waktu yang ditunggu Baekhyun akhirnya datang juga. Bel pulang sekolah baru saja berbunyi dan seperti biasa Luhan langsung berpamitan padanya untuk ekskul cheerleaders. Baekhyun sebenarnya ingin berbicara pada Luhan masalah 'namja bernama Oh' yang dilihatnya di aula sekolah kemarin, namun sepertinya Baekhyun baru bisa membicarakan hal itu lain kali karena keduanya sibuk dengan urusan masing-masing seharian ini. Baekhyun langsung membereskan semua alat tulisnya dengan cepat dan bergegas ke kelas Chanyeol.

Jantung Baekhyun berdegup kencang seiring langkahnya yang semakin cepat. Dan rasanya jantung Baekhyun semakin berdegup di luar kendali saat melihat Chanyeol, seseorang yang sangat ingin ditemuinya hari ini baru saja keluar dari kelasnya dan memandang tepat ke arah Baekhyun.

Baekhyun pun langsung berandai-andai, seandainya sehari saja Baekhyun diberi kesempatan untuk menjadi Kyungsoo, maka Baekhyun akan semakin mempercepat langkahnya, bahkan berlari, lalu memeluk Chanyeol, memukul dadanya berulang kali, kemudian berkata dengan nada manja, "Kau kemana saja hari ini? Apa kau tau aku benar-benar merindukanmu?"

Tapi kenyataan tetaplah kenyataan.

Baekhyun saat ini sudah berdiri di hadapan Chanyeol yang seperti biasa memberikan tatapan dingin dan tidak tertarik. Baekhyun mengatur nafasnya sesaat sebelum menyapa Chanyeol dengan sapaan ceria, "Annyeong Chanyeol ah~"

"Ne.." Balas Chanyeol dingin dan menatap ke arah lain.

Chanyeol mengerutkan keningnya karena Baekhyun hanya diam dan akhirnya menatap Baekhyun lagi, "Ada apa?"

"A-ah aku.. Sebenarnya.. Eum.." Baekhyun menggigit bibirnya sambil menautkan jarinya, "Apa kau membawa dua kotak bekalku hari ini? Kau belum mengembalikannya kan?"

"Sigh.." Chanyeol mendengus lagi kemudian merogoh isi tasnya. Mata Baekhyun langsung berbinar penuh kelegaan saat melihat kantong plastik yang baru saja dikeluarkan dari tas Chanyeol dan Baekhyun sangat yakin plastik itu berisi dua kotak bekalnya.

Chanyeol langsung memberikan plastik itu ke Baekhyun tanpa menatapnya dan juga tanpa ucapan terima kasih.

"Merepotkan saja" Baekhyun mendengar Chanyeol menggumam pelan.

"Mian Chanyeol ah. Terima kasih karena kau sudah mau membawakan kotak bekalku hari ini. Meskipun aku tau itu sangat merepotkanmu" kata Baekhyun sambil tersenyum lebar. "Besok aku akan membawakan bekal untukmu lagi"

"Ne ne.. Sebaiknya kau cepat pulang. Aku akan ekskul basket sebentar lagi" kata Chanyeol acuh sambil memakai tasnya lagi kemudian mulai bergegas meninggalkan Baekhyun yang sepertinya saat ini sedang melebarkan matanya tidak percaya.

"T-tunggu!" Baekhyun menahan lengan Chanyeol, dan lagi-lagi Chanyeol mendengus kesal dan menatap Baekhyun. "K-kau berkata apa tadi?"

"Aku akan ekskul basket. Bisakah kau melepaskan aku sekarang?" kata Chanyeol dengan nada kesal.

Baekhyun masih memegang lengan Chanyeol dan tangannya yang satu lagi kini mengarah ke kening Chanyeol, "Kau sedang tidak demam karena kehujanan kemarin kan?" tanya Baekhyun tidak percaya.

"Yah!" Chanyeol membentak Baekhyun dan seketika Baekhyun melapaskan pegangannya di lengan Chanyeol dan langsung menundukkan kepalanya, "Kau ini kenapa? Sepertinya kau yang demam."

"M-mian. Hehe. Aku hanya tidak percaya dengan apa yang kudengar tadi." Baekhyun terkekeh garing. Baekhyun memang tidak percaya dengan apa yang ia dengar karena akhirnya Chanyeol akan kembali ekskul basket lagi hari ini. Perjuangannya untuk menyuruh Chanyeol kembali latihan basket akhirnya tidak sia-sia.

"Dasar yeoja aneh" Chanyeol menggelengkan kepalanya kemudian meninggalkan Baekhyun. Langkahnya terhenti saat mendengar Baekhyun memanggilnya lagi.

"Chanyeol ah.."

"..."

"Kau tau, Kyungsoo pasti sangat bahagia karena akhirnya bisa melihatmu latihan basket lagi dari atas sana"

Baekhyun hanya mendengar Chanyeol bergumam 'Bodoh' kemudian melanjutkan langkahnya lagi.

"Chanyeol ah.."

Dan langkah Chanyeol kembali terhenti saat Baekhyun kembali memanggilnya.

"Ngomong-ngomong terima kasih karena kau menyelimutiku dengan jaketmu kemarin. Mian aku belum bisa mengembalikannya karena jaketmu belum aku cuci. Tapi tenang saja, hari Senin nanti akan ku kembalikan"

Chanyeol menghela nafas sesaat sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya dengan cepat, kembali meninggalkan Baekhyun tanpa ucapan selamat tinggal. Baekhyun ikut menghela nafas panjang sambil menatap Chanyeol yang kian menjauh.

"Soo ie.. Sebenarnya Chanyeol kita adalah namja yang sangat peduli bukan?" gumam Baekhyun sambil tersenyum haru.


Entry : Miracles in November.. Kkkkk..

Dear Krong..

Ya, aku tau judul tulisanku kali ini terdengar aneh dan seperti judul sebuah lagu tapi… aku benar-benar merasakan keajaiban-keajaiban yang datang padaku hari ini. Dan itu berhubungan dengan Chanyeol.

Tadi sepanjang jam pelajaran di sekolah aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku tidak menemuinya sama sekali sebelum jam masuk, aku benar-benar khawatir. Aku pikir namja sok cool itu tidak masuk sekolah karena demam T_T Untung saja saat jam istirahat Jonghyun memberitahuku kalau Chanyeol ternyata masuk sekolah namun terlambat. Hei.. saat aku menulis ini aku tiba-tiba jadi kepikiran kenapa Chanyeol bisa terlambat. Kenapa aku tidak bertanya pada Jonghyun ya tadi? Huh.. Babo. T_T

Aku bertemu dengan Chanyeol saat jam pulang sekolah. Mungkin terdengar saat berlebihan tapi… Rasanya saat melihat wajahnya tadi aku langsung ingin memeluknya kencang. Krong, beritahu aku, apa ini semua karena aku memang benar-benar merindukannya?

Oke.. Sebaiknya part itu kita lewatkan saja. Karena setelah itu Chanyeol mengembalikan kotak bekalku hari ini. Tidak hanya satu, tapi Chanyeol mengembalikan dua sekaligus. Ajaib bukan? Seorang Park Chanyeol, namja dingin dan cuek itu mau repot-repot membawakan dua kotak bekalku sekaligus? Kkkkk… Dan…Keajaiban lainnya.. Chanyeol akhirnya ikut ekskul basket lagi hari ini.

Yap.. Ekskul basket.

Saking tidak percayanya aku sampai memegang keningnya mengira dia sedang meracau karena sakit demam. Akhirnya aku dibentak lagi. Huhuuu.. T_T

Aku bahagia sekali karena Chanyeol akhirnya kembali ekskul basket. Aku bahagia karena akhirnya dia mau mendengarkan kata-kataku. Aku bahagia karena sedikit demi sedikit kebenciannya padaku berkurang. Atau ini hanya perasaanku saja? Kkkk.. Tapi aku harap suatu hari nanti Park Chanyeol berhenti bersikap dingin padaku lagi.

Baiklah… Sepertinya hanya itu saja yang bisa kuceritakan padamu hari ini.

Jalja Krong~^^

Seperti biasa usai menulis diary, Baekhyun meletakkan pulpen hello kitty nya di meja dan membawa diary Kyungsoo ketempat tidur. Menatap langit-langit kamarnya, mendengar tetes gerimis di luar dan jam dinding kamarnya yang berdetak.

Suara gerimis di luar mengingatkannya pada musim gugur yang sebentar lagi akan berakhir.

"Akhir November dan sebentar lagi musim dingin.. Waktu berjalan dengan begitu cepat" gumamnya sambil melirik kalender di dindingnya.

"Audisi Smile Sunshine hari Senin nanti.." Baekhyun kembali menggumam pelan sambil membaca sesuatu di kalendernya yang di lingkari dengan lingkaran besar berwarna merah.

"AUDISI SMILE SUNSHINE!" Baekhyun mendadak bangun dari posisi berbaringnya sambil membelalakkan matanya lebar. "Aigooo.. Ini sudah hari Sabtu dan aku belum menyiapkan apa-apa! Eotoke?!"

Baekhyun memukul kepalanya berulang kali karena memang saat briefing audisi Smile Sunshine di jam istirahat tadi Baekhyun sama sekali tidak memperhatikan Jongdae karena kepikiran Chanyeol.

"Tenang Baekhyun.. Tenang.." Baekhyun menghela nafas berulang kali, mengatur nafasnya. "Masih ada waktu sehari lagi dan besok hari Minggu.." Baekhyun melirik kalendernya lagi.

"Ah! Aku punya ide bagus!" Baekhyun tersenyum lebar sambil menjentikkan jarinya kemudian mendekati kalendernya, mengambil spidol berwarna pink dan melingkari tanggal di kalendernya untuk hari Minggu besok. Kemudian menuliskan keterangan di bawahnya.

Minggu, 23 November : pergi ke rumah Soo ie~^^

TBC

annyeong readerdeul~~

uwaaaaaaaaa X'D *author teriak geje*

setelah hampir 6 bulan menghilang(?) akhirnya author kembali lagi dengan chapter baru di ff yang gak kalah geje nya dengan author yang nulis ff ini..

xoxo..

banyak banget kejadian yang uri EXO alami bukan? :')

apapun itu.. kita harus tetap support uri EXO.. hehee..

anyway.. author seneng banget karena fandom EXO akhirnya punya nama..

EXO-L! chukkahamnida^^

dan buat reader yang masih setia menunggu ff geje ini author mo ngucapin jeongmal jeongmal kamsahaeyo :') /XOXO satu2/

especially buat yang sudah review chapie kemarin :

Shouda Shikaku, Meriska-Lim, linerbyun, RapByun, rizqibilla, SyJessi22, Park FaRo, stitchun, Dragonius Meidi Lee, nur991fah, parkbyun0627, anu, HyunJae Park, liJunYi, deerxbear, SyiSehun, lativa. akatsuki,dan Sniaanggrn

mian gak bisa bales review kalian satu2.. tapi author harap kalian gak berhenti review cuma sampai di chapie kemarin aja, tapi juga untuk chapie ini.. karena review kalian selalu jadi motivasi author untuk melanjutkan ff ini^^

terakhir untuk silent reader.. author juga butuh komen kalian untuk kelangsungan(?) ff ini.. kkkk.. saran dan kritik akan selalu author terima dengan tangan terbuka(?)^^

Ohorat~

Sekian cuap2 dari author tergeje di muka bumi ini..

see u in next chapie~^^

jaljayong :*

#NP : mampir ke blog author juga di exofanfictionyaoi . wordpress . com