Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Do Kyungsoo as Do Kyungsoo
Kim Ryeowook as Do Ryeowook (Kyungsoo umma)
Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo
Rating : PG-13
Disclaimer : Semua di cast ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~
a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
Chapter VIII : Pororo and Hello Kitty
Mendung masih menyelimuti kota Seoul di hari Minggu ini. Dan Baekhyun sekarang ada di depan rumah sahabatnya tersayang, Kyungsoo. Ada beberapa alasan kenapa Baekhyun ada di disana sekarang. Pertama, karena ia merindukan Ryeowook, umma Kyungsoo. Apalagi Baekhyun tau, semenjak Kyungsoo tiada, kini Ryeowook ajumma hanya tinggal di rumahnya seorang diri. Alasan kedua, karena Baekhyun ingin belajar cara bernyanyi yang baik dan benar. Ya, bakat menyanyi Kyungsoo memang menurun dari sang umma, dan Baekhyun harap Ryeowook ajumma mau membagi sedikit ilmu teknik vokalnya dan bisa memberi saran padanya tentang lagu apa yang akan dinyanyikannya besok.
Baekhyun membuka pagar pintu rumah Kyungsoo. Suasana hangat langsung terasa saat Baekhyun menginjakkan kaki disana. Rumah Kyungsoo memang tidak terlalu besar, tapi terlihat begitu nyaman. Halaman luar dipenuhi oleh beberapa tanaman dan satu pohon besar yang mulai menggugurkan daun-daunnya karena musim gugur. Baekhyun mendengar sayup-sayup suara seseorang yang sedang bernyanyi dan Baekhyun tau itu adalah suara nyanyian Ryeowook ajumma karena suaranya terdengar sangat merdu.
"Ajumma~" Baekhyun menyapa Ryeowook ajumma yang langsung meletakkan penyiram airnya di meja dan menatap Baekhyun tidak percaya. Mata yeoja paruh baya itu mulai berkaca-kaca dan Baekhyun langsung memeluk ajumma yang disayanginya itu.
"B-Baekhyunie.." lirih Ryeowook ajumma.
"N-ne ajumma.. " suara Baekhyun ikut bergetar namun masih berusaha keras untuk menahan air matanya. Keduanya cukup lama berpelukan sampai akhirnya Ryeowook ajumma melepaskan pelukannya dan meletakkan kedua tangannya di pipi Baekhyun.
"Baekhyunie, kenapa kau kesini sayang?"
"Ajumma, aku merindukan ajumma. Apa aku tidak boleh kesini?" Baekhyun memanyunkan bibirnya imut.
Ryeowook ajumma langsung terkekeh, dan sangat mengingatkan Baekhyun pada Kyungsoo yang sama persis dengan ummanya ketika tertawa, "Aniyo. Ajumma malah menunggumu dari kemarin, kenapa tidak datang-datang. Ajumma sangat kesepian disini kau tau?"
"M-mian.." Baekhyun semakin memanyunkan bibirnya karena merasa bersalah.
"Gwenchana Baekhyunie. Ajumma mengerti. Kau pasti sibuk dengan sekolahmu kan?" Ryeowook ajumma menjawil hidung Baekhyun dan membuat Baekhyun langsung terkekeh malu.
"Ne.. Eumm.. Ngomong-ngomong, umma menitipkan ini pada ajumma" Baekhyun memberikan plastik berisi kotak makan yang dibawanya. Sungmin umma memang sudah mengenal Ryeowook ajumma cukup lama dan keduanya menjalin hubungan yang sangat baik.
"Omo, kenapa jadi repot-repot begini."
"Gwenchana ajumma. Umma bilang ini sebagai ucapan kangennya pada ajumma. Umma ingin sekali bertemu dengan ajumma. Tapi tidak pernah ada waktu karna sibuk bekerja. Ah iya, umma juga menitipkan salam pada ajumma." jelas Baekhyun panjang lebar.
"Aigoo Sungminie.." Ryeowook menggelengkan kepalanya sambil tergelak, "Baekhyunie, bilang pada umma mu itu, lain kali kalau kesini tidak usah membawakan apa-apa. Cukup kehadiranmu disini sudah membuat ajumma senang. Dan sampaikan salam kangen ajumma juga pada umma mu ne?"
"Ne ajumma!"
"Ya sudah lebih baik cepat masuk"
Ryeowook mengajak Baekhyun masuk ke rumahnya dan menyuruhnya menunggu di kamar Kyungsoo, sementara Ryeowook ajumma membuatkan cheese stick di dapur. Kudapan tersebut adalah kudapan kesukaan Kyungsoo, dan lama-lama menjadi kudapan favorit Baekhyun juga karena seringnya Baekhyun kesana.
Baekhyun membuka pintu kamar Kyungsoo. Aroma pengharum ruangan yang sangat lembut mulai menyeruak, memberi suasana nostalgia pada Baekhyun. Saat-saat Baekhyun dahulu sering berada di kamar ini untuk mendapat les privat khusus dari Kyungsoo atau sekedar untuk bermain, mendengarkan segala curhatnya tentang Chanyeol. Baekhyun tersadar, di dalam curhatnya Kyungsoo tak pernah sekalipun mengeluh tentang sakit yang dideritanya, dan Baekhyun hanya bisa tersenyum penuh penyesalan. Andai saja saat itu Baekhyun bisa lebih peka.
Baekhyun duduk di tepi tempat tidur Kyungsoo sambil mengelus spreinya yang sangat lembut. Baekhyun tau sprei ini pasti sudah diganti oleh Ryeowook ajumma, karena saat terakhir kali Baekhyun kesana, sprei di kamar Kyungsoo berwarna merah muda, dan sekarang diganti dengan warna coklat muda, sangat pas dengan suasana musim gugur kali ini.
Yeoja manis itu memperhatikan sekeliling ruangan. Kamar Kyungsoo memang sangat rapi dan didominasi oleh pernak-pernik Pororo. Baekhyun lalu mendekati meja belajar Kyungsoo dan duduk disana. Tempat yang ia duduki sekarang adalah tempat dimana Kyungsoo mencurahkan segala isi hati ke dalam diarinya. Tak berbeda jauh dengan meja belajarnya di rumah, di meja belajar Kyungsoo juga terdapat beberapa pigura foto. Fotonya bersama Baekhyun dengan pose dan ekspresi yang sangat lucu, fotonya bersama sang umma, dan fotonya bersama Chanyeol.
Baekhyun tersenyum saat melihat foto Kyungsoo bersama Chanyeol, disitu Kyungsoo sedang tersenyum manis, Chanyeol ada disampingnya dengan posisi wajah bersentuhan dan sangat dekat, dan sedikit mengerucutkan bibirnya agar bisa mencium pipi Kyungsoo. Foto yang terlihat sangat manis dan menggemaskan di mata Baekhyun. Tapi saat Baekhyun teringat tulisan-tulisan di diary Kyungsoo yang begitu berantakan dan basah karena noda air mata saat dirinya bercerita soal Chanyeol, Baekhyun bisa membayangkan, Kyungsoo menulis diarynya, menangis sesenggukan sambil melihat fotonya berdua dengan sang kekasih.
Baekhyun lalu beranjak dari meja belajar Kyungsoo, menelusuri sudut-sudut kamar Kyungsoo yang lain. Yeoja itu kini tepat berdiri di hadapan sebuah cermin besar, dan Baekhyun kembali membayangkan Kyungsoo berdiri di hadapan cermin itu setiap harinya untuk berdandan, bersiap pergi ke sekolah atau kencan dengan Chanyeol. Baekhyun bisa melihat ekspresi wajahnya yang berubah menjadi sedih dari refleksi cermin dihadapannya.
"Seandainya aku juga sempurna seperti dirimu, tentu saja keinginanmu agar aku bisa meluluhkan hati Chanyeol sudah bisa terwujud sekarang" gumamnya pelan sambil mendekati cermin dihadapannya. Beberapa foto Kyungsoo dan Chanyeol juga terselip di cermin itu dan Baekhyun bisa menebak kalau foto-foto itu diambil saat mereka berfoto di photobox.
Baekhyun menelusuri sudut kamar Kyungsoo yang lain, lemari pakaian Kyungsoo menjadi objek rasa penasarannya kali ini. Isi lemari pakaian Kyungsoo juga tak jauh berbeda dengan isi lemari pakaian milik Baekhyun. Hanya saja warna pakaian Kyungsoo lebih didominasi warna-warna pastel yang lembut, sangat menggambarkan kepribadiannya yang tenang dan cenderung tertutup, berbeda dengan pakaian Baekhyun yang lebih didominasi warna terang, seperti mini dress berwarna kuning cerah dan cardigan berwarna merah muda yang sedang dipakainya saat ini, menggambarkan kepribadiannya yang begitu ceria.
Baekhyun sudah hampir menutup lemari Kyungsoo saat satu boneka besar yang masih terbungkus plastik bening menarik perhatiannya. Boneka itu adalah boneka Hello Kitty dan diletakkan begitu saja di bagian terdalam lemari Kyungsoo, sepertinya Kyungsoo tidak menginginkan boneka itu. Lalu Baekhyun mengambil boneka itu sambil memanyunkan bibirnya.
"Ugh Soo ie! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau punya boneka Hello Kitty sebesar ini?!" kata Baekhyun lalu memeluk boneka itu dengan gemas. Ya, jika Kyungsoo adalah maniak Pororo, maka Baekhyun sangat terobsesi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Hello Kitty.
"Ehem.. Baekhyunie?" suara Ryeowook ajumma seketika membuat Baekhyun melepaskan pelukan gemasnya dengan boneka Hello Kitty milik Kyungsoo.
"A-ajumma.. Mian.." Baekhyun buru-buru memasukkkan boneka Hello Kitty itu ke dalam lemari. "Mian aku tak bermaksud membongkar isi lemari pakaian Kyungsoo" kata Baekhyun sambil membungkukkan badannya berulang kali sambil menggigit bibirnya. Ryeowook ajumma hanya terkekeh dan menyuruhnya untuk duduk bersamanya di tempat tidur Kyungsoo. Sebuah nampan berisi satu cangkir teh dan satu piring cheese stick juga diletakkan Ryeowook ajumma disebuah meja kecil didekat tempat tidur.
"Gwenchana Baekhyunie. Ini, ajumma sudah membuatkan cheese stick untukmu. Dimakan ya" kata Ryeowook ajumma. Baekhyun hanya terkekeh malu, mengucapkan terima kasih sambil mengambil satu cheese stick.
"Heumm.. jeongmal mashita~" ujar Baekhyun dan hanya dibalas oleh senyuman Ryeowook ajumma yang senang karena Baekhyun menyukai cheese stick buatannya.
Baekhyun dan Ryeowook ajumma membicarakan banyak hal setelah itu, salah satunya tentang Baekhyun yang akan mengikuti audisi Smile Sunshine besok, dan Ryeowook ajumma begitu kaget saat mendengarnya. Ryeowook ajumma lalu meminta Baekhyun menyanyikan beberapa bait lagu dan Baekhyun dengan malu-malu menyanyikan lagu berjudul Open Arms, lagu favoritnya dan Kyungsoo. Ekspresi Ryeowook ajumma begitu terpana usai Baekhyun menyanyikan lagu itu, dan apa yang didengar Baekhyun dari Ryeowook ajumma saat itu cukup menumbuhkan rasa optimis dalam dirinya.
"Kau pasti akan lulus audisi besok, Baekhyunie" ujar Ryeowook ajumma. Dan entah ini perasaan Baekhyun saja, namun mata Ryeowook ajumma terlihat berkaca-kaca. Baekhyun berpikir mungkin tiba-tiba Ryeowook ajumma merindukan Kyungsoo, lalu Baekhyun mencoba mengalihkan perhatian Ryeowook ajumma dengan bertanya bagaimana cara menyanyi yang baik dan Ryeowook ajumma dengan senang hati membagi ilmunya untuk Baekhyun.
Baekhyun mendengarkan semua yang dikatakan oleh Ryeowook ajumma dan mengangguk mengerti, merasa lega karena berhasil mengalihkan perhatian Ryeowook ajumma untuk saat ini.
"Ne arasso ajumma" Baekhyun tersenyum. Ryeowook ajumma ikut tersenyum dan kali ini tangannya mengarah ke kepala Baekhyun, membelainya dengan sayang, kemudian turun ke pipi Baekhyun dan kembali mengelusnya dengan lembut.
Baekhyun memejamkan matanya sesaat, merasakan belaian lembut tangan Ryeowook ajumma di pipinya. Ajumma yang sudah dianggap sebagai ummanya sendiri.
"Bagaimana kabar Chanyeol, Baekhyunie?"
Baekhyun langsung membuka matanya saat Ryeowook ajumma menanyakan hal itu.
"N-ne?"
"Chanyeol. Dia baik-baik saja bukan?" Ryeowook ajumma melepaskan tangannya dari pipi Baekhyun. Senyum hangat di wajahnya berganti dengan senyuman sedih.
"N-ne ajumma. Dia.." Baekhyun bingung harus menjawab apa. Sejujurnya Chanyeol terlihat sangat tidak baik-baik saja semenjak Kyungsoo pergi. Namun Baekhyun juga tidak ingin membuat Ryeowook ajumma sedih karena Baekhyun tau, Ryeowook ajumma juga menyayangi Chanyeol, sebesar rasa sayangnya ke Kyungsoo. "D-dia.. Chanyeol.." Baekhyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena dadanya terasa begitu sesak. Air mata mulai berjatuhan di wajahnya. Air mata yang sebenarnya sudah ingin dikeluarkannya dari tadi sejak bertemu Ryeowook ajumma, karena Baekhyun benar-benar merasa kehilangan. Karena jika Baekhyun bertemu Ryeowook ajumma, selalu ada Kyungsoo di dekat mereka dengan semua tingkah manjanya pada sang umma. Dan sekarang Kyungsoo sudah tidak ada. Sebenarnya Baekhyun dengan sekuat tenaga masih bisa menahannya, namun pertanyaan Ryeowook ajumma tentang Chanyeol barusan cukup meruntuhkan dinding pertahanan di hati Baekhyun, entah karena apa.
"Gwenchana Baekhyunie" ujar Ryeowook ajumma lalu memeluk Baekhyun dengan sangat erat. "Gwenchana.."
"Mian ajumma. M-mian.."
"Sssshhh.. Gwenchana. Ajumma yang minta maaf, ne?"
Untuk beberapa saat Baekhyun menangis di pelukan Ryeowook ajumma, sedikit merutuki dirinya dalam hati, karena sudah begitu merepotkan Ryeowook ajumma hari ini, ditambah sudah membasahi baju Ryeowook ajumma saat ini.
"Ngomong-ngomong diary Kyungsoo masih kau jaga dengan baik kan?" tanya Ryeowook ajumma saat merasa Baekhyun sudah mulai tenang di pelukannya.
Baekhyun akhirnya melepaskan pelukan Ryeowook ajumma, sedikit tidak rela karena masih ingin merasakan hangatnya pelukan umma sahabatnya itu, "Ne ajumma. Lihat" Baekhyun mengeluarkan diary Kyungsoo dari tas selempang yang dibawanya. "Masih bagus kan?"
"Ah ne. Kyungsoo pasti senang karna kau merawat diarynya dengan baik. Lalu apa kau sudah membaca isi surat yang Kyungsoo selipkan disana?"
"A-ajumma?" Baekhyun menatap Ryeowook ajumma tidak percaya. Jika Ryeowook ajumma tau tentang surat abu-abu yang diselipkan di diary Kyungsoo, lalu apa dia juga tau isi surat itu, tentang Kyungsoo yang memintanya menggantikan posisinya untuk mencintai Chanyeol?
"Ajumma tau." Ryeowook ajumma kembali membelai rambut Baekhyun, seperti menjawab semua pertanyaan yang menyeruak dalam pikiran Baekhyun. "Dan dilihat dari tangisanmu yang begitu kencang tadi, ajumma bisa menebak, hubungan kalian masih jauh dari kata baik bukan?"
"Ajumma mian-"
"Ssshhh.. Apa kau tidak capek mengucapkan kata maaf terus eum?" Ryeowook mencubit pipi Baekhyun pelan. "Semua memang butuh waktu, Baekhyunie. Kau tidak bisa begitu saja meluluhkan hati Chanyeol. Ajumma sangat mengerti. Ajumma tau perasaan Chanyeol terhadap Kyungsoo itu seperti apa."
Baekhyun menghela nafas panjang.
"Kau tau boneka Hello Kitty besar yang kau temukan di dalam lemari tadi dari siapa?"
"Tidak tau ajumma. Tapi aku rasa, itu bukan dari ajumma karena Soo ie tidak mungkin menyimpan pemberian dari ummanya ke dalam lemari. Dan tentu saja itu bukan dari Chanyeol karena Soo ie pasti akan menjadikan boneka itu sebagai teman tidurnya. Kalau dari aku juga tidak mungkin karena seingatku aku juga tidak pernah memberikan boneka itu, Soo ie kan maniak Pororo. Jadi jawabannya, mungkin dari seseorang yang dia benci?"
Ryeowook ajumma terkekeh mendengarkan jawaban panjang lebar dari Baekhyun.
"Ajumma~ jawabanku benar kan? Boneka itu dari seseorang yang dia benci? Makanya dia menyimpan boneka itu jauh-jauh ke dalam lemari?" Baekhyun memanyunkan bibirnya.
"Sayangnya boneka itu bukan dari seseorang yang dia benci, namun dari seseorang yang justru sangat-sangat disayanginya."
"N-nugu?"
"Chanyeol."
"C-Chanyeol?!" Baekhyun buru-buru menutup mulutnya karena mendadak berteriak kencang saking kagetnya.
Ryeowook ajumma kembali terkekeh, "Ne. kau pasti tidak percaya kan?"
"N-ne ajumma. Tidak mungkin. Ap-apa ajumma membohongiku?" tanya Baekhyun yang masih tidak percaya.
Ryeowook ajumma menggelengkan kepalanya. "Boneka itu memang dari Chanyeol. Kau pasti bertanya kenapa Kyungsoo menyimpan boneka itu dalam lemari kan?"
Baekhyun mengangguk.
"Ajumma juga tidak tau kenapa, tapi sepertinya.. karena Kyungsoo cemburu."
"C-cemburu? Maksud ajumma?"
"Ajumma ingat saat itu hari ulang tahun Kyungsoo, tepat jam 12 malam, Chanyeol ke rumah ini sambil membawakan boneka Hello Kitty besar itu. Tapi tiba-tiba saja Kyungsoo langsung marah dan menangis. Kemudian menyuruhnya pergi."
"Jinjja? Wae ajumma?"
"Dia bilang, kalau hari itu adalah hari ulang tahunnya. Bukan hari ulang tahunmu, Baekhyunie" jelas Ryeowook ajumma.
"O-oh.. u-ulang tahunku?" Baekhyun membulatkan mulutnya cengok. Dan akhirnya menjawab pertanyaannya, kenapa Kyungsoo terlihat sangat badmood di hari ulang tahunnya setahun yang lalu, bahkan mengacuhkan dirinya. Tentu saja karena Kyungsoo sangat tahu Baekhyun adalah penggemar berat Hello Kitty, mungkin hal itu membuat Kyungsoo sedikit salah paham karena Chanyeol memberikan boneka Hello Kitty padanya.
"Kemudian esoknya, Chanyeol kesini, untuk meminta maaf. Kyungsoo sempat tidak ingin keluar dari kamarnya, namun setelah ajumma cukup lama membujuknya akhirnya dia mau menemui Chanyeol."
"Lalu, apa yang mereka bicarakan saat itu ajumma?"
Ryeowook ajumma terkekeh karena Baekhyun tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, sebelum melanjutkan ceritanya.
::Flash Back::
Ruang tamu keluarga Do, setahun yang lalu..
"Kalau umma tidak memaksaku, aku tidak ingin duduk di dekat namja menyebalkan sepertimu sekarang" kata Kyungsoo, sambil memasang wajah yang terlihat begitu kesal, mengacuhkan Chanyeol yang wajahnya terlihat begitu kuyu. Matanya begitu sembab, entah karena jarang tidur atau terlalu sering menangis.
"Kyungsoo yah. Mianhae. Jebal mianhae. Sudah berkali-kali aku bilang padamu, aku tidak tau kalau kau suka Pororo. Aku membelikanmu Hello Kitty karena aku pikir semua yeoja menyukainya. Bukan karena Baekhyun." kata Chanyeol dengan nada memelas.
"Ya, dan aku berbeda dengan yeoja yang lainnya. Menggelikan bukan?" Kyungsoo tertawa getir.
"Aniya Kyungsoo yah. Jangan berkata seperti itu. Dan bisakah kita hentikan salah paham ini? Kau tau, beberapa hari ini hidupku begitu kosong, saat kau tidak ada bersamaku. Aku merasa seperti orang bodoh."
Kyungsoo masih mengalihkan wajahnya, namun Chanyeol menyadari air mata mulai berjatuhan di wajah Kyungsoo. Chanyeol memberanikan diri untuk duduk mendekat ke sebelah Kyungsoo, mengalihkan wajahnya ke pandangannya dan menghapus air mata Kyungsoo dengan ibu jarinya.
"Harus dengan cara apa agar kau bisa memaafkanku Kyungsoo yah? Harus dengan cara apa agar kau kembali mencintaiku?"
Kyungsoo hanya terisak dan mengggelengkan kepalanya pelan.
"Kyungsoo-"
"Putuskan aku."
::End of Flash Back::
"Lalu saat itu Chanyeol memeluk Kyungsoo dengan sangat erat. Sangat erat sampai Kyungsoo sepertinya begitu sesak. Ajumma sudah hampir kesana, melepaskan pelukan kencang Chanyeol. Namun Chanyeol saat itu juga menangis. Ajumma bisa mendengar dengan jelas kata-katanya saat itu, 'Aniya. Aniya. Aku tidak akan memutuskanmu. Aku tidak akan pernah memutuskanmu. Aku mencintaimu dan aku tidak akan pernah memutuskanmu, bahkan sampai kau menangis darah sekalipun.'"
Baekhyun menutup mulutnya. Dan tak hanya tangan yang sedang menutup mulutnya yang bergetar, bahkan seluruh tubuhnya juga ikut bergetar.
Chanyeol mengatakan hal yang persis sama padanya saat mereka terjebak hujan di sebuah rumah tua dua hari yang lalu.
"L-lalu bagaimana ajumma? Apa yang terjadi setelah itu?"
"Kyungsoo akhirnya memaafkan Chanyeol. Ajumma tau, jauh di lubuk hati Kyungsoo, dia juga tidak bisa berhenti mencintai Chanyeol begitu saja."
"Heumm.." Baekhyun tersenyum lega, "Tapi ajumma, kalau Kyungsoo benar-benar mencintai Chanyeol, kenapa saat itu Kyungsoo meminta putus darinya? Maksudku.. Hanya karena sebuah boneka? Aku yakin Kyungsoo tidak sebodoh itu, memutuskan Chanyeol hanya karena sebuah boneka." Ujar Baekhyun. Ryeowook ajumma mengangguk pelan, seperti mengiyakan apa yang Baekhyun barusan katakan.
"Kau pasti juga tidak percaya jika mendengar ini, tapi.. Kyungsoo ingin memutuskan Chanyeol karena Kyungsoo mencintainya."
"M-maksud ajumma?"
"Kau tau kan.. Kyungsoo menderita penyakit yang kapan saja bisa merenggut nyawanya. Dan.. Kyungsoo tidak ingin menyakiti Chanyeol jika suatu saat Kyungsoo pergi meninggalkannya. Kyungsoo selalu berusaha mencari waktu yang tepat. Waktu dimana Chanyeol melakukan kesalahan padanya, dan Kyungsoo langsung bisa memutuskannya. Tapi, waktu itu hampir tidak pernah datang, Baekhyunie."
Baekhyun menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya. Sangat paham dengan yang Ryeowook ajumma katakan. Dan sangat bisa memahami apa yang Kyungsoo rasakan. Sebuah dilema yang sangat berat. Disatu sisi Kyungsoo begitu mencintai Chanyeol, tapi disisi lain Kyungsoo juga tidak ingin Chanyeol terlarut begitu dalam oleh cintanya, karena Kyungsoo tau waktunya untuk hidup sangatlah sebentar. Namun Chanyeol yang sangat keras kepala tidak bisa menerima kenyataan itu. Dan lihatlah yang terjadi sekarang.
"Ajumma.." lirih Baekhyun setelah mereka berdua terdiam untuk beberapa saat.
"Ne Baekhyunie?"
"Apa aku bisa menggantikan posisi Kyungsoo untuk mencintai Chanyeol?"
Ryeowook ajumma hanya tersenyum usai mendengar pertanyaan dari Baekhyun.
"Waktu yang akan menjawabnya Baekhyunie"
Ryeowook ajumma kembali terkekeh saat melihat Baekhyun yang memanyunkan bibirnya usai mendengar jawabannya. "Kau pasti tau kalimat ini kan, tentang seseorang yang akan mendapat keberhasilan jika sungguh-sungguh mengerjakannya? Ajumma juga sudah pernah mengatakan hal ini padamu bukan?"
"Eumm.." Baekhyun menganggukkan kepalanya.
"Apa kau mencintai Chanyeol?"
"Ajumma~" Baekhyun memanyunkan bibirnya, dan semburat kemerahan mulai muncul di kedua pipimya.
"Jika kau benar-benar mencintainya, tulus dari dalam hatimu, ajumma yakin, Chanyeol juga akan merasakan ketulusan itu. Kau pasti bisa Baekhyunie…"
Baekhyun mengangguk pelan. Rasa menyerah untuk mencintai Chanyeol yang sudah membuncah beberapa hari ini seperti hilang begitu saja saat mendengar kata-kata Ryeowook ajumma barusan. 'Ya, pelan namun pasti, aku pasti bisa meluluhkan hati Chanyeol.' Yakinnya dalam hati.
"Oh iya Baekhyunie.. Apa ajumma boleh meminta tolong satu hal lagi padamu?" pinta Ryeowook ajumma.
"Ne ajumma. Minta tolong apa?"
"Sebentar"
Ryeowook ajumma membuka salah satu laci Kyungsoo dan mengeluarkan sebuah syal abu-abu gelap dari sana. Syal itu masih setengah jadi.
"Kau tau kan kalau sebentar lagi ulang tahun Chanyeol?" tanya Ryeowook ajumma usai kembali duduk disebelah Baekhyun.
"Ne ajumma."
"Syal ini sebenarnya adalah hadiah yang akan Kyungsoo berikan di hari ulang tahun Chanyeol. Saat di rumah sakit dia berusaha menyelesaikannya, tapi…"
"N-ne. Aku mengerti ajumma" potong Baekhyun saat melihat mata Ryeowook ajumma mulai berkaca-kaca.
"Bisakah kau melanjutkan merajut syal ini? Untuk hadiah ulang tahun Chanyeol?"
Baekhyun berpikir sesaat sambil meletakkan jari-jarinya di syal rajutan Kyungsoo yang begitu halus, dan Baekhyun bisa merasakan tiap cinta yang Kyungsoo curahkan ke dalam rajutan syalnya untuk sang namjachingu.
"Ne ajumma. Aku akan melanjutkannya." Kata Baekhyun sambil tersenyum. Ryeowook ajumma mengucapkan terima kasih berulang kali sebelum akhirnya Baekhyun berpamitan untuk pulang. Ryeowook ajumma memintanya untuk berhati-hati dalam perjalanan pulang dan jangan sungkan-sungkan untuk datang kerumahnya lagi. Tidak lupa Ryeowook ajumma juga menyemangatinya untuk audisi besok.
Senyuman manis tidak henti-hentinya terulir di wajah manis Baekhyun saat perjalanan pulang. Teringat permintaan Ryeowook ajumma untuk melanjutkan syal rajutan Kyungsoo untuk hadiah ulang tahun Chanyeol. Baekhyun akan melanjutkannya, dan akan mmemberikan itu di hari ulang tahun Chanyeol.
Hadiah ulang tahun dari Kyungsoo dan Baekhyun.
TBC
Hai hai hai readers~~~ T_T
Waahhhh author lagi2 harus ngebow 90 derajat karna udah ninggalin epep ini terlalu lama. Moga masih ada yang ingat ya X'DD
Author juga gak yakin sama chapie ini tapi semoga readers suka kkkk…
Alur ff ini menurut author memang sangat lambat, so buat readers yang udah gak sabar buat nunggu audisi nyanyi baekhyun, author minta untuk tetap bersabar hahahhaaa X'D /author dilempar sandal swallow ijo sehun/ kemungkinan audisinya di next chapie, itupun kalo readers masi mau ff ini dilanjut T_T
Dan buat reader yang minta ada pihak ketiga buat chanbaek.. heeuumm author masi pikir2 dulu yaaa XD tapi kemungkinan ada.. lihat aja nanti^^
And gak lupa author mo ngucapin jeongmal kamsahamnida buat yang udah mau baca ff ini, terutama yang udah review di chapie kemarin :
Sniaanggrn, Shouda Shikaku, rachel suliss, Guest, septhaca, SyJessi22, KimChanBaek, Hanbyeol267, Meriska-Xi, lativa. Akatsuki, nanshin92, welcumbaek, rizqibilla, baekkiepyon, nur991fah, indah sari, Name Yeollie, indahrahma, ChanBaekLuv, yeolla. Hanyani, aiyanijaya, SyiSehun, kyungsoodll
Sekali lagi terima kasih banyaaaakkkk :'))))
Maaf author gak bisa bales satu2 (lagi), tapi as always, review kalian selalu jadi penyemangat author untuk tetap melanjutkan ff ini^^
Dan buat silent readers, author tetap setia nunggu review dan masukan dari kalian loohh.. siapa tau aja kalau kalian review updetannya jadi makin cepet.. hahahhaa XD /modus lu thor -_-/
Okaayy.. Kayaknya cukup sekian dulu bacotan dari author..
Next chapie akan berusaha author update secepat kilat kayak naganya kris(?)..
Bubbye~~~^^
p.s : Happy Birthday to Park Chanyeol /love love love/
