Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Do Kyungsoo as Do Kyungsoo
Kim Jonghyun as Kim Jonghyun
Luhan as Luhan
Cameo : VIXX N as Cha Hakyeon
VIXX Leo as Jung Taekwoon
BAP Youngjae as Yoo Youngjae
TVXQ Changmin as Changmin seonsaengnim
Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo, slight!NEo, slight!DaeJae, ninja!JongKey
Rating : PG-13
Disclaimer : Semua di cast ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~
a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
Chapter IX : The Audition
Pagi hari di SMA Black Pearl….
Lapangan basket hari ini cukup berbeda seperti hari-hari biasanya. Sekumpulan siswa yang tergabung di ekskul basket sudah memulai kegiatan latihan mereka, sementara di sisi lapangan yang lain, teriakan yel – yel terdengar dari para siswi ekskul cheerleaders yang sedang memantapkan dance penyemangat mereka.
Baekhyun yang baru saja memasuki gerbang sekolah di pagi itu sedikit terkejut melihat siswa - siswi SMA Black Pearl yang sudah sibuk dengan kegiatan ekskul mereka masing-masing.
"Huh? Ekskul di pagi hari seperti ini?"
Di tengah kebingungannya Baekhyun mencoba mencari sesosok namja yang tergabung di ekskul basket. Senyuman cerah langsung muncul di wajah manisnya saat melihat sosok namja yang dicarinya sedang serius mencoba menghindari blokade lawan untuk memasukkan bola basket yang sedang dipantulkannya.
"Yeeyy~" Baekhyun tanpa sadar menjerit kegirangan saat Chanyeol, sosok namja yang dicarinya tadi, berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring. Baekhyun merasa lega, walaupun Chanyeol sempat absen latihan beberapa hari, namun hal itu tak menurunkan performanya dalam bermain basket.
"Baby Baek!"
Baekhyun dikejutkan oleh suara Luhan yang sedang memanggilnya dari sisi lapangan yang lain, Baekhyun lalu melambaikan tangannya, mengepalkan tangannya sambil berkata 'fighting!' kepada sahabatnya yang sedang sibuk berlatih cheerleaders itu.
Sang yeoja kemudian melirik jam tangannya, masih ada waktu beberapa menit sebelum jam masuk sekolah, dan akhirnya Baekhyun memutuskan menunggu di pinggir lapangan hingga latihan basket usai, tentu saja untuk memberikan bekal yang sudah disiapkannya untuk Park Chanyeol.
Pandangan Baekhyun teralih ke seorang yeoja yang sedang duduk tenang di kursi panjang di pinggir lapangan, sebuah kotak bekal berada di pangkuannya. Baekhyun langsung berpikir, mungkin yeoja itu juga ingin memberikan bekalnya ke sang namjachingu yang sedang berlatih basket saat ini. Baekhyun yang tak bisa menahan rasa ingin tahunya akhirnya memilih duduk di sebelah yeoja yang dari tadi tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lapangan basket itu.
"Annyeonghaseyo" sapa Baekhyun pada yeoja itu. Sang yeoja terlihat terkejut sesaat, mungkin karena tiba-tiba ada seorang yeoja aneh yang menyapanya, namun akhirnya membalas sapa Baekhyun.
"Oh annyeong" balasnya sambil tersenyum.
"Bolehkah aku duduk disini?" tanya Baekhyun, meskipun dirinya sebenarnya sudah duduk tepat disebelah yeoja itu.
"Tentu!" jawab yeoja itu sambil terkekeh.
Kemudian keduanya terdiam karena mungkin tak tahu apa yang harus akhirnya yeoja yang duduk disebelah Baekhyun itu terlihat cemas, saat salah seorang dari anggota tim basket berusaha merebut bola basket dari lawan.
"Taekwoon ah~ Kau pasti bisa~!"
Tiba-tiba yeoja disebelah Baekhyun itu berteriak membuat Baekhyun terkaget. Sepertinya namja yang sedang disemangati yeoja itu adalah namjachingunya. Kemudian namja yang dipanggil Taekwoon tadi berhasil mempertahankan bola basket di genggamannya sebelum akhirnya memasukkan ke dalam ring, dan ya, menghasilkan poin untuk tim mereka.
Baekhyun tersenyum geli, melirik yeoja disebelahnya, yang Baekhyun kira awalnya adalah seorang yeoja yang kalem, ternyata diam-diam seperti seorang fangirl, dan teriakan semangatnya barusan cukup memekakkan telinga Baekhyun.
"Oops mian" kata yeoja itu saat tersadar kalau dirinya tidak seorang diri berada disana.
"Tidak apa-apa" kata Baekhyun sambil tertawa kecil, "Pasti yang kau semangati tadi namjachingumu kan?" tanya Baekhyun membuat yeoja itu terlihat salah tingkah.
"Ah ne.. Eumm ngomong-ngomong kita belum berkenalan" kata yeoja itu mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh Byun Baekhyun imnida, dari kelas 2-1. Dan kau?"
"Cha Hakyeon imnida, dari kelas 3-3."
"Oh unnie! Josonghaeyo.." Baekhyun langsung membungkukkan badannya, karena tadi sudah berbicara informal dengan yeoja yang ternyata adalah seniornya itu.
"Gwenchana Baekhyunie" jawab Hakyeon.
"Unnie ya, ngomong-ngomong tumben siswa ekskul latihan basket sepagi ini. Memangnya ada apa?"
"Oh.. Nanti sehabis pulang sekolah akan diadakan audisi Smile Sunshine. Makanya semua ekskul sore dipindahkan ke pagi harinya" jelas Hakyeon.
"Ah benar juga!" Baekhyun memukul kepalanya sendiri, karena sampai lupa, padahal ia adalah salah satu peserta di audisi sore nanti.
"Apa kau akan mengikuti audisi nanti?"
"Eum.. Ne unnie" jawab Baekhyun malu-malu.
"Wah, fighting! Kau pasti bisa!" ujar Hakyeon memberikan semangat pada Baekhyun. "Taekwoonie… Eumm maksudku, namjachinguku setahun yang lalu mengikuti audisi itu, tapi sayangnya gagal. Akhirnya dia memilih mengikuti ekskul basket, dan ya, syukurlah dia menyukai ekskul yang diikutinya sekarang."
"Oh.." Baekhyun mengangguk mengerti. Untuk tergabung di paduan suara Smile Sunshine memang sangat sulit.
"Hei, kenapa wajahmu murung seperti itu? Aku yakin kau bisa lolos di audisi itu. Namjachingumu disana juga pasti akan datang menyemangatimu nanti kan?" kata Hakyeon sambil menunjuk ke arah lapangan, "Ngomong-ngomong namjachingumu yang mana?"
"A-ah unnie.. Aku belum memiliki namjachingu" wajah Baekhyun mendadak merah padam.
"Heum, tidak usah berbohong seperti itu. Aku yakin kau duduk disini sekarang, bukan tanpa alasan", goda Hakyeon lagi, "Pasti di dalam tasmu sekarang juga ada kotak bekal untuk namjachingumu kan~"
Baekhyun kali ini benar-benar mati kutu disana. Jika biasanya Baekhyun yang menggoda teman atau adiknya, sekarang Baekhyun lah yang digodai habis-habisan oleh seorang unnie yang baru saja dikenalnya beberapa menit yang lalu.
'Kalau tau begini, mending aku tidak usah duduk disebelah unnie ini saja' sesal Baekhyun dalam hati.
"Heum.. Biar kutebak, pasti namjachingumu yang-"
"Sudah kubilang Hakyeon ah, kau tidak perlu repot-repot kesini untuk membawakan bekal untukku" tiba-tiba seorang namja dengan suara lembut menginterupsi kata-kata Hakyeon barusan.
"Taekwoonie~ Kau sudah selesai latihan rupanya? Apa kau lelah? Aigoo tubuhmu dibanjiri keringat seperti itu! Sini aku lapkan keringatmu." Hakyeon yang tersadar kalau Taekwoon sudah selesai dengan latihannya langsung terlihat panik seperti berada di situasi yang darurat.
"Ugh Haekyeon ah.. Kita sekarang sedang berada di lapangan, oke? Dan aku bisa melap keringatku sendiri" kata Taekwoon pelan, namun Hakyeon tetap melap keringat Taekwoon dengan handuk putih kecil di tangannya.
Baekhyun akhirnya memilih menjauh dari pasangan yang sedang ber-lovey dovey itu. Baekhyun sedikit geli karena sang namja yang bernama Taekwoon tadi terlihat tak berdaya oleh yeojachingunya, namun Baekhyun tahu, keduanya saling mencintai. Bahkan Baekhyun sempat melihat Taekwoon yang tersenyum karena akhirnya tak bisa menghindar dari sapuan lap Hakyeon.
Baekhyun tak bisa memungkiri, di lubuk hatinya yang paling dalam, Baekhyun juga ingin merasakan seperti mereka. Betapa indahnya mencintai, dan betapa bahagianya dicintai, seperti beberapa pasangan kekasih yang telah dilihatnya selama ini.
Baekhyun terlalu terlarut dalam pikirannya hingga terlupa kalau ia harus memberikan kotak bekalnya ke Chanyeol. Yeoja itu melihat ke sekeliling lapangan dan tersenyum lega karena Chanyeol masih berada disana, di tengah lapangan seorang diri sambil memasukkan basket ke dalam ring.
Kali ini Baekhyun tak menyapa Chanyeol dengan sapaan ceria seperti biasanya, Baekhyun hanya berdiri disana, di dekat Chanyeol, sambil memperhatikan namja itu mendribble sambil memasukkan bola, tanpa meleset sekalipun.
Dribble bola Chanyeol terhenti saat tiba-tiba Baekhyun merebut bola basket itu dari Chanyeol, kemudian mencoba memasukkan ke dalam ring, sayangnya gagal karena berhasil dihadang oleh Chanyeol.
"Balas dendam eoh?" kata Baekhyun sambil menyeringai.
"Bisa dibilang seperti itu" jawab Chanyeol sambil tersenyum kecut dan memasukkan bola lagi ke dalam ring.
"Aku mengerti. Sekarang sepertinya Park Chanyeol sudah siap bergabung di tim basket inti SMA Black Pearl" kata Baekhyun lagi. Chanyeol hanya diam, seperti yang sudah Baekhyun duga sebelumnya. Tapi Baekhyun tahu, dalam hati Chanyeol pasti berteriak, 'Tentu saja!'
"Lebih baik kau segera masuk ke kelasmu, sebentar lagi jam masuk" kata Chanyeol sambil mendribble basketnya lagi.
"Hei, harusnya aku yang berkata seperti itu tuan Park Chanyeol. Kau bahkan belum mengganti baju basketmu dengan seragam sekolah. Memangnya kau mau mengikuti pelajaran dengan baju bau keringat seperti itu?"
"Aku tak peduli" jawab Chanyeol acuh.
"Aigoo Park Chanyeol-nim! Uggh!" Baekhyun hampr berteriak kesal, namun segera tersadar kalau ia masih berada di tengah lapangan, dan tentu saja akan mengundang perhatian siswa disana nanti. Ditambah siswi ekskul cheerleaders belum selesai dengan latihan mereka dan Baekhyun bisa melihat dari kejauhan sesekali Luhan melirik ke arah mereka.
"Ngomong-ngomong dimana tasmu?" tanya Baekhyun dengan nada kesal.
"Kau mau apa?"
"Aku mau memasukkan bekal untukmu kesana."
Chanyeol – lagi-lagi – hanya diam dan terpaku lagi dengan kegiatannya mendribble dan memasukkan bola.
"Ugh ya sudah biar aku cari sendiri!"
"Yah! Jangan-"
"Auucchhh…" Baekhyun tiba-tiba meringis kesakitan, saat merasakan tangannya digenggam oleh Chanyeol, karena melarangnya untuk pergi mencari tasnya.
Meskipun Chanyeol hanya terdiam dan tidak mengucapkan maaf sama sekali, namun Baekhyun bisa melihat tatapan Chanyeol yang sedikit ngeri melihat telapak tangannya dipenuhi oleh bekas luka.
"Kotak bekalnya letakkan disini saja" kata Chanyeol dengan nada dingin, "Aku akan memasukkan sendiri ke dalam tas."
"Nee.." jawab Baekhyun pelan karena masih merasa sakit di bagian telapak tangannya. Baekhyun meletakkan kotak bekal itu di lapangan, dan bergegas pergi meninggalkan Chanyeol.
"Kenapa tangannya penuh luka seperti itu?" gumam Chanyeol sebelum mengambil kotak bekal untuknya kemudian meninggalkan lapangan.
XOXO
Chanyeol benar-benar merasakan mood yang begitu buruk hari ini. Ekskul basket yang seenaknya dipindahkan jadwalnya begitu saja ke pagi hari, membuatnya harus bangun pagi-pagi sekali. Bangun pagi bukanlah sebuah masalah besar untuk Chanyeol, hanya saja Chanyeol sangat benci jika harus sarapan satu meja dengan sang appa. Biasanya Chanyeol memilih bangun agak siang, menunggu appanya berangkat ke rumah sakit untuk bekerja, sebelum akhirnya turun untuk sarapan.
Sebenarnya Chanyeol bisa saja melewatkan kegiatan ekskul basket seperti yang dilakukannya kemarin-kemarin, namun kali ini Chanyeol lebih memilih rela sarapan semeja dengan appanya, ketimbang bolos ekskul basket lagi. Mungkin ini pengaruh dari kata-kata Baekhyun beberapa hari lalu? Saat mereka terjebak di rumah tua di bukit belakang sekolah, saat ia mengatakan jika Kyungsoo sangat senang melihatnya bermain basket. Tidak. Sekali lagi, Chanyeol menjadikan Kyungsoo sebagai alasannya untuk kembali berlatih basket, bukan karena Baekhyun.
'Hello~ Hello~ Nareumdaero yonggil naessoyo~'
Suara nyanyian Jonghyun membuyarkan pikiran Chanyeol. Saat ini jam istirahat, dan kedua namja itu sedang berada di atap sekolah. Ini semua karena Jonghyun yang memintanya untuk menemaninya disana berlatih menyanyi. Ya, jika tidak karena terpaksa dan puppy eyes Jonghyun, tentu Chanyeol tidak berada disini sekarang, berdua saja dengan Jonghyun bagaikan sepasang kekasih.
"Bagaimana suaraku Chanyeol ah? Bagus tidak? Bagus tidak?" tanya Jonghyun usai menyanyi beberapa bait lagu.
"Heum" jawab Chanyeol singkat sambil menggigit sandwich isi daging dan mayonaise buatan Baekhyun.
"Fyuh dasar. Aku tau kau daritadi tidak mendengarku menyanyi" kata Jonghyun sambil memanyunkan bibirnya, "Kalau saja Kibummie tidak sibuk dengan kegiatan OSISnya, lebih baik aku menghabiskan waktu istirahat bersamanya saja" lanjut Jonghyun.
"Oke, kalau begitu aku pergi-"
"Yah! Jangan tinggalkan aku sendiri disini. Begitu saja marah" cegah Jonghyun sebelum Chanyeol beranjak dari sana. Chanyeol hanya mendengus kesal dan akhirnya pasrah duduk disebelah namja cerewet itu lagi.
"Ngomong-ngomong itu pasti bekal dari Baekhyun lagi kan? Tumben kau mau memakannya" kata Jonghyun sambil mencomot sandwich dari kotak bekal Baekhyun. Sayangnya Chanyeol tak membiarkan sedikitpun sandwich untuknya itu diambil Jonghyun.
"Siapa yang mengizinkanmu mengambilnya?" kata Chanyeol dengan tatapan dingin dan membuat Jonghyun merinding karenanya.
"Iya iya. Maaf." Kata Jonghyun lalu mengembalikan sandwich itu kembali ke kotak bekal meskipun sedikit tidak rela. "Huff.. Bicara tentang Baekhyun, dia nanti akan mengikuti audisi Smile Sunshine juga sore ini."
Chanyeol rasanya hampir tersedak sandwich yang sedang dikunyahnya saat mendengar kalimat Jonghyun barusan.
"Smile Sunshine?"
"Ya, paduan suara yang diikuti Kyungsoo" Jonghyun langsung menutup mulutnya saat seketika ekspresi Chanyeol berubah muram. "Oops.."
"What the hell.." umpat Chanyeol.
"Ap-apa kau akan datang sore nanti? Ya, untuk memberi semangat padaku juga. Kau kan sahabat dekatku" tanya Jonghyun mencoba mengalihkan perhatian Chanyeol.
"Ya, dalam mimpimu" kata Chanyeol yang langsung beranjak dari tempat itu tanpa bisa dicegah oleh Jonghyun.
"Oke, sepertinya aku salah bicara lagi"
XOXO
Jam pelajaran di sekolah telah usai. Namun Baekhyun tidak bisa merasakan kegembiraan seperti siswa - siswi lainnya karena satu jam lagi, ia akan mengikuti audisi untuk bergabung di paduan suara Smile Sunshine. Hanya ada rasa gugup yang ada di diri Baekhyun saat ini.
"Baby Baek gwenchana?" tanya Luhan pada Baekhyun disampingnya, di perjalanan mereka dari kelas menuju hall sekolah tempat audisi berlangsung nanti.
"Ternyata seperti ini yang Soo ie rasakan saat akan mengikuti audisi setahun yang lalu. Pantas wajahnya terlihat gugup sekali" gumam Baekhyun.
"Hey, kau dari tadi tidak mendengarkanku?" kata Luhan lalu menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Baekhyun membuat yeoja itu tersadar.
"Yah! Jangan mengagetkanku! Aku sedang gugup!" kesal Baekhyun pada Luhan sambil menyingkirkan tangannya.
"Baby Baek tenanglah. Kau seperti akan dieksekusi mati saja"
"Ugghh kau tau Lulu, rasanya bahkan lebih parah dari itu!"
Luhan langsung menghentikan langkahnya dan berdiri di hadapan Baekhyun, lalu memegang pundaknya.
"Bernyayilah seakan tidak ada orang yang sedang menilaimu. Bernyanyilah sekan kau bernyanyi di depan orang yang kau cintai. Bernyanyilah dengan hati."
Kalimat Luhan barusan berhasil membuat Baekhyun terdiam untuk beberapa saat.
"Tiga baris kalimat itu adalah kalimat yang kau ucapkan pada Baby Soo setahun yang lalu bukan?"
Baekhyun mengangguk pelan.
"Jika ia bisa, kenapa kau tidak bisa? Ayolah Baby Baek, yang perlu kau lakukan hanya menyanyi di depan para juri itu. Urusan kau lolos audisi atau tidak itu tidak usah dipikirkan. Yang penting kan kau sudah berani untuk mencoba" kalimat panjang lebar Luhan barusan langsung dibalas oleh perukan erat Baekhyun.
"Aww Lulu~ Aku tidak menyangka kau bisa berbicara bijak seperti itu!"
"Hmpphh Baby Baek sesak~~!" jerit Luhan dalam pelukan Baekhyun. Baekhyun langsung melepaskan pelukannya, mencubit pipi Luhan dan kembali membuat Luhan menjerit kesakitan.
"Terima kasih untuk kata-kata semangatnya Lulu. Jika tidak ada kau, mungkin aku tidak akan bisa mengatasi rasa gugupku sekarang."
"Yah, itulah gunanya teman" kata Luhan sambil balas mencubit pipi Baekhyun dan sekarang giliran Baekhyun yang meringis kesakitan. "Oh iya sebentar.." Luhan merogoh sesuatu di dalam tasnya dan membuat Baekhyun mengernyitkan keningnya penasaran.
"Ta-Dah~" Luhan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"Lulu, itu apa?"
"Ini gelang cartier, dan aku harap kau memakainya saat audisi nanti" kata Luhan sambil menyerahhkan gelang berwarna silver itu ke Baekhyun.
"Eh? Kenapa aku harus memakainya?"
"Kata orang yang pernah memberiku gelang itu, jika kau memakainya kau akan mendapatkan keberuntungan" jelas Luhan. Entah kenapa Baekhyun menangkap raut kesedihan dari wajah Luhan meskipun hanya sekilas.
"Baiklah. Tapi, jika gelang ini membawa keberuntungan, kenapa kau tidak pernah memakainya?"
Senyuman sedih di bibir Luhan langsung berubah menjadi seringai jahil, "Beritahu dulu kenapa setiap pagi kau memberikan Chanyeol bekal!"
"Haisshhh Lulu, kan sudah kubilang-"
"Ya sudah. Aku akan memberitahumu sesudah kau memberitahuku rahasiamu itu" potong Luhan lalu menjulurkan lidahnya.
"Sigghh baiklah rusa jelek!"
"Yah! Apa kau bilang? Kau-"
"Para peserta audisi Smile Sunshine harap memasuki concert hall sekarang untuk mempersiapkan diri karena audisi akan dimulai beberapa saat lagi"
Terdengar suara pengumuman dari dalam hall sekolah menginterupsi pertengkaran tidak jelas dua yeoja di tengah jalan itu.
"Good luck Baby Baek! Aku mendukungmu!" Luhan mengepalkan tangannya, memberikan semangat untuk Baekhyun.
"Ne, doakan aku Lulu" kata Baekhyun sambil memasang gelang cartier dari Luhan tadi, dan Luhan baru tersadar jika telapak tangan Baekhyun dipenuhi bekas luka.
"Baby Baek, tanganmu kenapa?" tanya Luhan dengan raut wajah khawatir.
"Aah ini. Tidak apa-apa. Aku harus segera masuk ke dalam. Annyeong Lulu~" kata Baekhyun yang langsung melesat masuk ke dalam gedung.
XOXO
Baekhyun saat ini sudah berada di dalam gedung tempat audisi akan berlangsung. Yeoja itu duduk di barisan peserta yang jumlahnya bisa dibilang tidak sedikit. Yeoja itu mencoba menyingkirkan rasa gugup dan sesekali juga memandang ekspresi peserta yang lain. Beberapa ada yang gugup seperti dirinya, dan sisanya terlihat begitu percaya diri. Baekhyun bisa melihatnya di ekspresi Jonghyun yang saat ini duduk bersama peserta namja yang lain. Jonghyun yang menyadari Baekhyun sedang melihat ke arahnya mengepalkan tangannya sambil mengucapkan 'fighting', dan Baekhyun membalasnya dengan pose yang sama.
Baekhyun melihat ke ekspresi peserta yang lain, dan pandangannya teralih ke seorang yeoja yang dimata-matainya di depan ruang musik beberapa hari yang lalu. Yeoja itu terlihat mengatur nafas berkali-kali seperti ingin menenangkan diri.
"Mungkin karena dia sama gugupnya denganku" gumam Baekhyun.
Baekhyun memicingkan matanya untuk melihat name tag yeoja itu dengan jelas, dan disana tertulis nama Yoo Youngjae. Youngjae pasti juga memiliki keinginan besar untuk masuk di paduan suara Smile Sunshine kali ini, dan tidak ingin mengulang kegagalan yang sama seperti tahun lalu. Entah kenapa Baekhyun diam-diam berharap agar Youngjae bisa lolos audisi, agar ia tak lagi merasakan kekecewaan yang sama, dan tentu saja membuat namjachingunya juga bahagia.
Audisi akhirnya dimulai, dan satu persatu bangku peserta mulai kosong karena peserta tersebut sudah dipanggil untuk menunjukkan kemampuan tarik suara mereka. Baekhyun hanya bisa menunggu dengan sabar, mungkin saja namanya adalah nama yang paling terakhir untuk audisi kali ini. Penampilan peserta-peserta sebelumnya cukup membuat nyali Baekhyun kembali menciut. Mereka menampilkan performa mereka dengan sangat baik, seperti sudah disiapkan dengan matang sebelumnya. Bahkan Jonghyun cukup membuat satu ruangan terdiam cengok karena suaranya yang begitu memukau, ditambah nada-nada tinggi yang berhasil dinyanyikannya dengan baik.
Peserta yang lain dipanggil, dan kali ini hanya tersisa Baekhyun dan Youngjae di kursi peserta. Youngjae kali ini tidak bisa menahan rasa gugupnya dan hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seperti ingin menangis.
"Hey.. Kau kenapa?" tanya Baekhyun, memberanikan diri untuk duduk di sebelah Youngjae.
"A-aku gugup. Aku tidak yakin akan lolos audisi. Aku pasti akan gagal dan mengecewakan Daehyunie lagi. A-aku-"
"Kenapa kau berbicara seperti itu? Meskipun aku belum pernah mendengar suaramu, tapi aku yakin kau pasti akan lolos audisi kali ini. Tentu saja jika kau bisa mengatasi rasa gugupmu."
"K-kenapa kau begitu yakin aku akan lolos?" tanya Youngjae tidak percaya.
Sebenarnya Baekhyun ingin menjawab 'Karena kata namjachingumu, suaramu adalah suara paling terindah yang pernah dia dengar' namun karena takut ketahuan sudah memata-matai mereka, Baekhyun hanya menjawab singkat, "Insting.." kata Baekhyun sambil mengedipkan matanya.
"Gomawo.. Baek-hyun sshi" kata Youngjae sambil membaca tulisan di name tag Baekhyun, lalu menunjukkan senyuman manisnya.
"Sama-sama. Kau pasti bisa!"
"Kau juga pasti bisa" kata Youngjae, bersamaan dengan suara gemuruh tepuk tangan penonton karena peserta yang telah selesai dengan penampilannya.
"Baiklah, peserta selanjutnya adalah Yoo Youngjae dari kelas 2-2. Untuk Youngjae sshi silahkan naik ke atas panggung"
"Youngjae yah, fighting!" kata Baekhyun pada Youngjae sebelum naik ke atas panggung. Youngjae mengangguk dan kemudian naik ke atas panggung. Dan ya, Baekhyun memang menjadi peserta audisi yang terakhir.
Waktu terasa berjalan begitu cepat, karena akhirnya Youngjae telah selesai menyanyikan lagu berjudul 'Rain Sound". Dan Baekhyun memang harus mengakui apa yang pernah ia dengar dari namjachingu Youngjae. Baekhyun tak lagi begitu berharap untuk lolos audisi. Ia teringat kata-kata Luhan sebelumnya, untuk urusan lolos audisi itu urusan belakang, yang penting ia sudah berani menjadi peserta audisi, dan paling tidak ia juga bisa merasakan apa yang Kyungsoo rasakan setahun yang lalu.
Baekhyun menarik napas panjang saat mendengar namanya akhirnya dipanggil untuk naik ke atas panggung. Dan dari atas panggung sekarang, Baekhyun bisa melihat semua mata juri dan penonton yang tertuju ke arahnya. Baekhyun bisa melihat Luhan yang sedang meneriakkan yel - yel penyemangat bersama teman-temannya yang lain. Baekhyun juga bisa melihat Jongdae sunbaenim yang tersenyum kearahnya seperti ingin memberikan semangat juga. Hanya ada satu orang yang dikenalnya yang saat ini tidak ada di barisan penonton.
'Chanyeol..' gumamnya dalam hati.
Sejujurnya Baekhyun juga tidak terlalu berharap Chanyeol untuk hadir menyaksikan penampilannya, apalagi Baekhyun juga tidak pernah memberitahu Chanyeol kalau ia akan mengikuti audisi. Hanya saja, entahlah, Baekhyun seperti merasa ada yang kosong. Saat audisi tahun lalu, Chanyeol ada disana, karena Kyungsoo tentunya.
Baekhyun kembali menarik nafas panjang sambil memejamkan matanya sebelum akhirnya membukanya. Sekarang bukan saatnya memikirkan Chanyeol.
"Annyeonghaseyo Byun Baekhyun imnida.." kata Baekhyun memperkenalkan diri lalu membungkukkan badannya, dan dibalas riuh tepuk tangan dari penonton.
"Byun Baekhyun sshi, lagu apa yang akan kau nyanyikan untuk audisi kali ini?" tanya Changmin seonsaengnim, salah satu dari tiga juri yang akan menilai penampilannya nanti.
"Lagu Missing You dari grup Fly To The Sky" jawab Baekhyun dengan percaya diri.
"Eheum, Baiklah. Kami berharap agar kau bisa menyanyikan lagu ini dengan baik."
"Ne algesseumnida seonsaengnim!"
Lampu panggung berubah menjadi redup. Dan suara piano dengan melodi sendu mulai terdengar di hall sekolah yang mulai hening. Sebelum akhirnya Baekhyun menyanyi untuk pertama kalinya di hadapan semua orang.
XOXO
Suasana sekolah begitu sepi, dan Chanyeol sadar akan hal itu. Tentu saja karena sebagian besar siswa saat ini berada di hall sekolah, untuk mengikuti audisi Smile Sunshine atau sekedar untuk menyaksikan penampilan peserta yang mengikuti audisi. Chanyeol memilih tidak peduli dan lebih memilih kembali ke lapangan basket, bermain basket seorang diri.
Audisi Smile Sunshine hanya mengingatkannya pada sosok Do Kyungsoo, yeojachingunya. Dimana pada saat itu, suara merdu Kyungsoo benar-benar membuatnya semakin jatuh cinta dan Chanyeol tidak membuang kesempatan untuk segera menyatakan cintanya, satu hari setelah audisi itu usai.
Suara sayup-sayup hingar bingar dari hall sekolah terdengar hingga lapangan basket tempat Chanyeol berada. Sebenarnya Chanyeol bisa saja pulang sekarang, namun seperti ada sesuatu yang menahannya untuk tetap berada di sekolah. Chanyeol sendiri tidak tahu karena apa.
"Peserta selanjutnya adalah Byun Baekhyun dari kelas 2-1. Untuk Baekhyun sshi silahkan naik ke atas panggung"
Kali ini yang terdengar adalah suara mc yang memanggil nama Baekhyun untuk ke atas panggung. Chanyeol kembali melempar bola basketnya ke dalam ring, namun dengan lemparan yang begitu keras.
XOXO
Hanbonman ne mamul durojwo
every day every night I am missing you
ne gyothe obsodo ijen bol su obsodo
onjena ne mameun togathun noingol~
Baekhyun begitu terlarut dalam lagu yang dinyanyikannya. Tidak berpikir tentang bagaimana suaranya yang saat ini terdengar oleh juri atau penonton. Dia mencoba menerapkan tiga baris kalimat yang diucapkannya pada Kyungsoo. Dia mencoba berpikir jika penampilannya sekarang tidak sedang dinilai oleh tiga juri yang memasang wajah begitu serius di hadapannya. Dia juga berusaha menyanyikan lagu itu dari lubuk hatinya yang paling dalam, merasakan rasa sakit karena kehilangan dan rasa rindu yang teramat sangat mendalam. Dan terakhir, saat mata Baekhyun kembali tertuju ke bangku penonton, ia membayangkan ada Kyungsoo disana, dengan senyuman manis di bibir heart shaped-nya memberikan kata – kata semangat padanya. Disebelahnya ada Luhan yang juga melakukan hal yang sama. Appa, umma, serta Zitao, adiknya, tersenyum dengan wajah begitu terpukau. Dan seseorang yang memenuhi pikiran Baekhyun selama beberapa hari ini, seseorang yang telah membuat perasaannya begitu campur aduk tidak menentu, Park Chanyeol, juga ada disana. Tepat menatap ke arah matanya dan mendengarkan suara nyanyian Baekhyun. Bukan ekspresi dingin yang ditunjukkannya, melainkan ekspresi seseorang yang begitu terlarut dalam lagu yang sedang dinyanyikannya.
Betapa Baekhyun berharap bahwa apa yang sedang dibayangkannya itu adalah hal yang nyata.
Yeoja itu akhirnya tersadar kalau air mata mulai mengalir di wajahnya mendekati bait terakhir lagu. Namun Baekhyun berusaha keras agar suaranya tetap stabil saat bernyanyi.
Negen nomanun tokathun noingol~
Suasana hening untuk sesaat usai Baekhyun menyelesaikan penampilannya. Yang terdengar hanya deru nafas Baekhyun yang terdengar jelas dari microphone di depannya. Baekhyun seperti mengalami de javu. Karena hal ini juga terjadi setahun yang lalu, saat Kyungsoo selesai dengan penampilannya.
Clap.. Clap.. Clap..
Dan Jongdae menjadi orang pertama yang memberikan tepuk tangan ke Baekhyun sambil berdiri dari kursinya. Suara tepuk tangan Jongdae akhirnya disambut tepuk tangan penonton yang lain. Dan sama seperti Jongdae, beberapa dari mereka, termasuk Luhan dan teman-teman sekelasnya, juga berdiri dari kursi mereka sambil berteriak memuji penampilan Baekhyun barusan. Juri yang menilainya juga menunjukkan wajah yang cukup terpukau, berbeda dengan ekspresi bosan dan tidak tertarik yang dilihat Baekhyun sebelum Baekhyun tampil tadi. Baekhyun benar-benar tak bisa berkata apa-apa selain berkali-kali membungkukkan badannya dan menghapus air matanya yang semakin deras mengalir.
Yang Baekhyun belum sadari, seseorang baru saja masuk ke gedung itu. Nafasnya juga berderu akibat berlari kencang. Kemudian berdiri mematung, menyaksikan semua orang yang sedang berada disana sedang bertepuk tangan, seperti sangat mengagumi apa yang ditonton mereka barusan.
"Tidak mungkin.. Ini tidak mungkin…." kata seseorang itu berkali-kali sebelum akhirnya menjauh meninggalkan tempat itu.
TBC
Annyeonghaseyo readerdeul~~~
Di chapter ini author mo balas review reader satu2 dulu yaa.. okee cekidot^^
neli amelia : annyeong neli~^^ hehe gak pa2 kok baru review sekarang, untuk chapie selanjutnya ditunggu reviewnya lagi yaa.. ahooii :p nee, moga bang chanchan segera membuka hatinya. Untuk orang ketiga, author tampung dulu ya usulannya^^ makasi reviewnya~~^^
Shouda Shikaku : yeeyyy~~ akhirnya update hahahaaa.. ehh emang berasa apa pas ff ini update? XD suka banget ama review kamu, kayaknya ngerti banget sihh apa yang dirasain chanyeol ama baekhyun.. awww :') oiaa, makasi banget udah ngusulin author lagu2 buat dinyanyiin baek di audisi. Tapi akhirnya author mutusin buat pake lagu fly to the sky yang missing you.. hehee.. gpp ya? Yaahhh.. jangan ngambek duungg shouda-chan :"( usulan untuk orang ketiganya author tampung lagi yaa, biar surprise :p makasi reviewnya.. keep review juga ya^^
narsih. hamdan : wuaaahhh.. makasih banget udah review di semua chapter^^ ditunggu lagi yaa reviewnya^^
mamik :hiyaaa~ kenapa pake lap ingus di baju author, ni kan baju dari koko lay huhuhuhuuu T_T /lap ingus juga di baju mamik/ mian yaa kyungsoo nya udah author bikin metong(?) disini, tapi author tetap sayang sama bebeb kyungsoo kok :") makasi reviewnya~^^
Guest : hahahaa gak pa2^^ makasi untuk semangatnya. Dan makasi juga yaa udah mo review^^
b :huueeee miaaann, naganya kris mogok niihh.. jadi authornya ngaret lagi.. huhuu T_T maapkan author yaaakkk T_T di chap ini udah author kasi secuil(?) chanbaek kan? Moga suka yaa~ dan makasi juga untuk reviewnya^^
septhaca : miaann T_T nanti author panggilin dokter chanyeol ya untuk kamu :'3 makasi reviewnya^^
ariviavina6 : annyeong reader baruuu~~^^ huahahaa mian kalo kurang panjang, moga di chapie ini udah rada panjangan ya XD eh? Ada yang tertarik sama cerita tao ternyata^^ heuumm tunggu aja surprise dari author kkkk.. makasi yaa reviewnya^^ moga chapie ini bisa direview lagi hehe :3 /ngaarep/
rizqibilla : pengen boneka hello kitty nya? Minta izin ama kyungsoo dulu yaaaa :p makasi reviewnya^^
jongindo : yeyyy~~ makasi reviewnya^^ /bales bow/
hi : AAAA ini udah diupdateeeee kkkkk… mian updatenya telat banget. Tapi moga masi tetep dibaca yaaa :') makasi reviewnya^^
nur991fah : hahahahaaa gimana nyanyian baek di chapie ini? Udah semerdu burung perkutut belum? :3 makasi reviewnya^^
monica. maulyana : awwww gomawo :') ini sudah diupdate.. moga suka yaa.. makasi reviewnya^^
MbemXiumin : updated already dear^^ hope u like it..thanks for ur review^^
Chan Banana :hihiiii.. author seneng deehh kalo ada reader yang juga bisa ngerasain apa yang karakter author rasain :') di chapie ini udah ada chanbaek momentnya kan? Kkkk moga suka ya^^ makasi reviewnya^^ p.s : I love your uname :p
Baekhaaan : huueeee miaaann kyungsoo harus pergi secepat ini T_T maaf yaa udah bikin sesek dan makasi juga untuk reviewnya :')
cahayaanjanie : nee gwenchana^^ wuaahh jinjja?:') hiyaaa tolongiinn~ author rasanya pengen terbang niihhh XDD Author malah ngerasa masih harus banyak belajar.. hihii^^ sekali lagi makasi banget udah mo review.. semoga suka sama chapie ini^^ semangat juga buat kamu!^^
ChanBaekLuv : yaaa hidup dengan bayang2 masa lalu itu emang gak enak X'D heeuummm moga aja yaa cinta mereka itu tulus moga suka yaa ama chapie ini.. makasi udah review^^
YOOSSHHH~~~~
Sekian balasan review dari author^^ walaupun yang review makin lama makin sedikit /huueeee :'(/ tapi author seneng banget karna masi ada beberapa reader yang masih setia memberikan review untuk ff ini.. dan makasih juga untuk reader baru yang udah follow, favorite, dan review ff ini juga^^ moga gak bosen yaa untuk baca dan memberikan masukan untuk kelangsungan ff ini^^
Kalo boleh curcol(?),author sempet bingung lagu apa yang Baekhyun bakal nyanyiin di audisi tadi.. author sempet galau(?) antara Kyuhyun – At Gwanghwamun, Winner – Color Ring, Fly To the Sky – Missing You, dan masih banyak lagi lagu2 galau yang lain.. tapi akhirnya setelah nonton remake mv koko Lay berulang-ulang author mutusin buat pake lagu missing you.. hehee.. semoga reader gak kecewa yaa sama lagu yang author pilih :'p
Nee.. sekian cuap2 dari author^^ author kali ini gak bisa janji untuk update cepet, yahh walopun author sekarang lagi banyak waktu luang karena liburan /dilempar bata/ tapi moga author gak ngalamin writer's block jadi bisa update cepet.. ff ini susah banget buat ditulis heuheu :')
Annyeong readerdeul~~ and happy holiday!^^
p.s : udah dengerin lagu EXO yang december,2014? It's just- /speechless/
