Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Do Kyungsoo as Do Kyungsoo
Park Jungsoo as Chanyeol appa
Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo
Rating : PG-13
Disclaimer : Semua di cast ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~
a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
CHAPTER X - Heart to Heart
Tempat pertama yang ingin dikunjungi Baekhyun usai audisi Smile Sunshine di sekolahnya adalah makam Kyungsoo. Ia merasa harus mengucapkan terima kasih, karena jika bukan karena Kyungsoo yang memintanya untuk mengikuti audisi tersebut, Baekhyun tidak akan merasakan kebahagiaan seperti ini. Ya, melihat semua penonton yang bertepuk tangan usai Baekhyun selesai bernyanyi tadi membuat Baekhyun merasa begitu bersyukur, karena suaranya tak seburuk yang ia kira selama ini.
Setelah membeli satu tangkai bunga matahari besar, Baekhyun langsung menuju makam. Namun apa yang dilihatnya setelah ia sampai ke makam cukup membuatnya terkejut.
Park Chanyeol.
Chanyeol ada disana sekarang, berlutut disebelah makam yeojachingunya. Baekhyun tidak bisa melihat wajah Chanyeol karena namja itu membelakanginya. Baekhyun menghela nafas panjang sesaat sebelum mendekati Chanyeol. Berdebat dalam pikirannya apakah harus menyapa namja itu atau tidak.
'Lebih baik aku menyapanya saja' gumam Baekhyun.
Langkahnya kembali terhenti, saat samar-samar terdengar suara seseorang yang sedang terisak. Isakannya begitu pelan. Dan saat ini, tidak ada orang lain di pemakaman tersebut selain hanya mereka berdua.
Baekhyun menelan ludahnya begitu menyadari kalau yang sedang terisak sekarang adalah Chanyeol. Baekhyun dapat melihatnya dari pundak Chanyeol yang terlihat naik turun tidak beraturan, seperti tidak bisa mengontrol tangisnya.
Ini adalah pertama kalinya Baekhyun melihat Chanyeol yang begitu terluka didekatnya. Selama ini Chanyeol bisa menutupinya lewat semua sikap dinginnya pada Baekhyun. Ya, mungkin Baekhyun bisa melihat Chanyeol yang menangis sesaat saat di rumah tua beberapa hari yang lalu, namun itu adalah pengecualian karena Chanyeol masih berusaha menahan tangisnya saat itu. Namun, tepat di saat ini, sikap dingin Chanyeol yang menjadi plester untuk menutupi luka di hatinya seakan terbuka lebar, dan Baekhyun dapat merasakannya dengan jelas.
Baekhyun memutuskan untuk tetap diam di posisi berdirinya sekarang, membiarkan Chanyeol mengeluarkan semua emosinya. Hatinya berdenyut sakit tiap isakan Chanyeol terdengar, seperti bisa merasakan luka yang menghujam Chanyeol ikut menghujamnya juga. Yeoja itu berusaha dengan keras menahan air matanya untuk keluar, sembari bertanya dalam hati, apakah seperti ini Chanyeol saat tak ada orang lain di pemakaman? Yang ia lakukan hanya menangis, menangis, dan menangis.
Cukup lama Chanyeol menangis, dan akhirnya sedikit demi sedikit mulai terhenti. Tubuhnya tak lagi bergetar hebat seperti tadi, dan nafasnya tak lagi berderu, namun Chanyeol masih setia berlutut disana, membelakangi Baekhyun.
Baekhyun kembali menghela nafas panjang lagi dan menggigit bibirnya, sebelum memutuskan untuk mendekati makam Kyungsoo. Meskipun dalam hati ia ingin berlutut disebelah Chanyeol dan mengusap punggungnya untuk menenangkannya, Baekhyun lebih memilih untuk berlutut di seberang Chanyeol.
Baekhyun tidak berani untuk menatap wajah Chanyeol sekarang. Ia hanya menunduk, lalu meletakkan bunga matahari diatas makam Kyungsoo dan langsung memejamkan matanya.
Dalam hati ia berharap Chanyeol untuk segera pergi dari sana, meninggalkannya lagi tanpa ucapan selamat tinggal, seperti yang sering dilakukannya. Namun Baekhyun tak mendengar sedikitpun pergerakan dari Chanyeol. Dan suasana pun menjadi canggung.
Usai berbicara dalam hati pada Kyungsoo, mengucapkan terima kasih, dan berdoa untuknya, Baekhyun membuka matanya perlahan, mengharapkan keajaiban kalau Chanyeol segera menghilang dari sana. Namun keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, Chanyeol masih berlutut disana dan rasanya jantung Baekhyun hampir copot karena Chanyeol memandang tepat di matanya.
"C-Chanyeol annyeong.." sapa Baekhyun sambil berusaha tersenyum selebar mungkin meskipun jantungnya sedang berdegup kencang. Seperti biasa Chanyeol tak membalas sapanya, namun yang berbeda kali ini adalah Chanyeol yang terus memandangnya, tidak mengalihkan pandangan ke arah lain. Matanya terlihat begitu sembab, terlihat jelas kalau dia habis menangis.
"Sigh.." Chanyeol akhirnya menjadi orang pertama yang mengalihkan pandangannya dan langsung beranjak dari posisi berlututnya.
Chanyeol kembali membelakangi Baekhyun saat ia berdiri, "Ini sudah hampir petang, kenapa kau masih disini?" tanyanya dengan suara yang terdengar begitu parau.
"Aku.. Aku ingin ke makam Kyungsoo. Dan aku tak menyangka ternyata kau ada disini juga."
Suasana kembali sunyi karena Chanyeol tidak melanjutkan percakapan mereka.
Suara guruh mulai mengisi kesunyian disana. Sepertinya akan turun hujan sesaat lagi. Baekhyun mengalihkan pandangannya dari punggung Chanyeol ke atas langit. Langit mulai gelap, dan awan hitam yang tebal mulai menyelimutinya. Baekhyun langsung ikut beranjak darisana, tidak ingin terjebak di rumah tua menyeramkan di pemakaman itu lagi. Apalagi sekarang sudah hampir malam.
"Chanyeol, lebih baik kita pulang sekarang" kata Baekhyun lalu berdiri di sebelah Chanyeol.
"…."
"Kau tidak ingin pulang?"
"…."
"Hei…" Baekhyun mencolek lengan Chanyeol, namun Chanyeol tetap tak bergeming. Baekhyun memanyunkan bibirnya.
"Masa bodoh.." Baekhyun menjulurkan lidahnya ke Chanyeol dan pergi meninggalkannya, meskipun dalam hati merasa kasihan juga jika harus meninggalkan Chanyeol sendiri di tempat itu.
"Ooff.." Langkah Baekhyun terhenti karena Chanyeol menarik tangannya dengan keras.
"Makanlah bersamaku"
"N-ne?"
Chanyeol hanya diam dan menggandeng atau lebih tepatnya menggeret Baekhyun yang masih terdiam cengok karena masih tak percaya apa yang didengarnya barusan. Chanyeol benar-benar ingin mengajaknya makan malam?
"Y-yah! S-siapapun yang sedang merasuki tubuh Chanyeol sekarang keluarlah! Kau bukan Park Chanyeol yang aku kenal!" Baekhyun meronta-ronta sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Chanyeol.
"Diamlah yeoja menyebalkan"
"O-oke.. Kau benar-benar Park Chanyeol…"
XOXO
Baekhyun akhirnya percaya bahwa namja yang mengajaknya makan tadi adalah benar-benar Chanyeol, tapi Baekhyun masih tidak habis pikir apa yang membuat Chanyeol tiba-tiba mengajaknya makan malam. Berdua saja seperti ini. Chanyeol menggeretnya ke sebuah kedai makan yang menyajikan makanan galbi dan samgyeopsal.
"Chanyeol, sekedar informasi untukmu, uang sakuku sudah habis" Baekhyun memanyunkan bibirnya sambil memandangi daging yang dibolak-balik oleh Chanyeol diatas panggangan. "Tempat ini kan mahal. Kau tega melihatku kelaparan seperti ini? Sedangkan kau makan enak disitu."
"…."
"Hufff… kalau aku tidak membayarnya bisa-bisa aku disuruh mencuci semua piring kotor di kedai ini nanti."
Tanpa kata-kata Chanyeol meletakkan beberapa lembar daging yang telah dipanggangnya dengan matang ke piring Baekhyun.
"C-Chanyeol?"
"Aku yang mentraktirmu" kata Chanyeol, dengan ekspresi yang dingin seperti biasanya.
"JINJJA?!" mata Baekhyun langsung berbinar-binar.
"Diam dan makanlah" perintah Chanyeol telak.
"Ah ye! Jalmokgetseumnida!"
Baekhyun langsung memakan galbinya dengan lahap, tidak menyadari kalau Chanyeol terkekeh sesaat karena merasa yeoja didepannya sangatlah norak.
"Ya ampun! Enak sekali Chanyeol ah! Bagaimana kau bisa memanggang daging sesempurna ini? Apa ummamu yang mengajarimu?"
Chanyeol tak menjawabnya dan melanjutkan memanggang lembaran daging lagi.
"Eh? Bukan? Atau appamu?"
"Huh? Appa?" Chanyeol langsung terkekeh, namun kekehannya terdengar begitu getir.
"Ya. Appamu. Apakah appamu yang mengajarimu?" mata Baekhyun membulat penasaran.
"Bahkan sejak aku kecil namja itu tak pernah mengajariku apa-apa." kata Chanyeol pelan. Lagi-lagi terkekeh pahit.
"Chanyeol…" Baekhyun langsung dihinggapi penyesalan karena merubah mood Chanyeol menjadi buruk lagi.
"Namja itu selalu mementingkan tempat kerja tidak pentingnya itu. Sungguh brengsek"
"Park Chanyeol!" Baekhyun tanpa sadar memukul meja dengan keras, mengundang perhatian pengunjung disana, namun Baekhyun tak peduli. Ia menatap Chanyeol dengan begitu terkejut, bagaimana bisa seorang anak laki-laki seperti Chanyeol mengatai ayahnya sendiri sebagai laki-laki brengsek seperti itu.
"What? Surprised? Tapi itulah kenyataannya" Chanyeol juga memilih tidak peduli sambil mengunyah galbinya.
"Tapi aku tak bisa mempercayainya. Aku yakin appamu begitu menyayangimu. Kenapa kau mengatainya brengsek?"
"Kau tidak tau apa-apa tentang namja itu"
Baekhyun menggelengkan kepalanya, "Dari tadi kau selalu menyebutkan appamu dengan 'Namja itu.. Namja itu..' Dia appamu, Park Chanyeol!"
"Dia bukan appaku. Titik."
"Mwo?!"
"Kita tidak berada disini untuk membicarakan namja itu, okay?!" suara Chanyeol sedikit meninggi dan Baekhyun hanya bisa terdiam. Bibirnya semakin terjulur manyun karena tak bisa lagi berdebat dengan Chanyeol.
Keduanya sempat terdiam sambil memakan makanan mereka masing-masing. Usai meneguk air putihnya, Baekhyun kembali menatap Chanyeol yang sedang memandang gerimis diluar. Tatapannya begitu kosong, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Chanyeol.."
"…"
"Tau tidak, kalau appaku dan ummaku sangat sibuk. Mereka jarang sekali menghabiskan waktu denganku dan adikku. Bahkan terkadang aku hanya bisa menemui mereka saat sarapan pagi saja karena mereka harus lembur bekerja." Baekhyun tiba-tiba bercerita tentang appa dan ummanya ke Chanyeol. Bukan karena apa, tapi Baekhyun hanya sedang ingin menyadarkan Chanyeol tentang appanya. Jauh dalam hatinya terdalam, sebenarnya Baekhyun ingin bercerita tentang yang Kyungsoo rasakan saat appanya tiba-tiba pergi meninggalkannya untuk selamanya karena penyakit jantung yang dideritanya. Tapi Baekhyun sadar, kata 'Kyungsoo' adalah kata terlarang yang harus dihindari jika ia sedang berbicara dengan Chanyeol.
"Aku pikir kau adalah anak manja. Yang hanya bisa menyusahkan appa dan ummamu" tanggap Chanyeol.
"Ya, aku memang anak yang seperti itu. Dulu umma selalu memarahiku karena kamarku yang tidak pernah rapi, appa juga memarahiku karena nilai mata pelajaranku banyak sekali yang jelek dan aku juga sering terlambat sekolah"
Chanyeol terkekeh penuh ejekan, seperti ingin bilang, 'Aku benar kan?'
"Aku juga sempat kesal karena appa dan umma selalu sibuk, tidak pernah ada waktu di rumah. Aku dan adikku begitu kesepian. Aku selalu berharap appa dan umma menghabiskan waktu dirumah sebentar saja untuk kami. Namun suatu saat, beberapa hari sebelum hari ulang tahunku, appaku sakit karena terlalu lelah saat bekerja. Mau tak mau ummaku jadi ikut cuti bekerja karena harus merawat appa. Aku begitu khawatir sekali saat itu" kata Baekhyun sedih. "Aku tiap hari berdoa agar appa cepat sembuh."
"Appamu sembuh kan akhirnya?"
"Ya…" Baekhyun terkekeh, "Appa langung meminta maaf padaku, karena sakit, appa jadi tidak bisa membelikanku hadiah ulang tahun. Tapi aku tidak kecewa sama sekali karena tidak mendapat hadiah apa-apa, aku malah senang, karena kehadiran appa di rumah saat hari ulang tahunku lebih berharga dari hadiah apapun. Heum.. Sejak saat itu, aku tak lagi mengeluh jika appa dan umma harus sibuk bekerja. Karena aku tau, mereka bekerja demi aku dan adikku. Dan aku harus bersyukur karena mereka begitu menyayangi kami…"
"Baguslah" jawab Chanyeol singkat.
"Appamu… juga sibuk kan? Aku dengar appamu adalah seorang dokter. Apa itu yang membuatmu sangat kesal padanya? Karena ia tak pernah menghabiskan waktunya untukmu?"
Baekhyun mendengar Chanyeol yang menghela nafas panjang, "Itu salah satunya."
"Itu semua demi kau. Kau sudah dewasa, pasti kau mengerti kan kalau appamu-"
"Dia sudah membunuh Kyungsoo."
Kata 'Kyungsoo' akhirnya keluar dan Chanyeol sendiri yang mengucapkannya.
"M-mwo?"
"Dia sudah membunuh Kyungsoo, dan sejak saat itu aku sudah tak ingin menganggapnya sebagai appaku lagi."
"Chanyeol.. Kau mabuk" kata Baekhyun, menyadari kalau Chanyeol sudah menghabiskan tiga gelas soju.
"Aku tidak mabuk. Ini kenyataan…" Chanyeol kembali terkekeh pahit.
"Aku tau appamu adalah dokter yang merawat Kyungsoo, tapi tidak mungkin seorang dokter membunuh pasiennya sendiri. Apalagi Kyungsoo adalah yeojachingumu"
"Sekali lagi, kau tidak mengerti apa-apa tentang masalah ini Byun Baekhyun. Hahaha. Bodoh" kali ini Chanyeol tertawa begitu keras.
"Kau benar-benar mabuk." Baekhyun memicingkan matanya. Dalam hatinya bersyukur karena tidak memesan soju karena Baekhyun sadar dirinya masih dibawah umur dan tentu saja tidak akan mabuk seperti Chanyeol sekarang.
"Yah! Aku tidak mabuk!" bentak Chanyeol. Namun Baekhyun tetap menganggap bahwa apa yang Chanyeol katakan barusan karena ia sedang mabuk.
Mendadak handphone Chanyeol diatas meja berdering. Baekhyun bisa melihat jelas tulisan 'Namja Brengsek' di handphone Chanyeol, menandakan bahwa orang tersebut menelponnya.
"Lihat. Bahkan namja brengsek itu menelponku sekarang" Chanyeol mengayunkan handphonenya di hadapan Baekhyun lalu membuang handphonenya begitu saja di meja.
"Jangan bilang kalau itu appamu"
Chanyeol hanya mengendikkan bahunya dan kembali melanjutkan meminum soju, mengabaikan dering handphonenya. Baekhyun menggelengkan kepalanya tidak percaya dan memberanikan diri untuk mengangkat telpon dari appa Chanyeol.
"Yah!"
"Yeoboseyo…" sapa Baekhyun lalu meletakkan telunjuknya didepan bibir, menyuruh Chanyeol untuk diam.
"Yeoboseyo? Kau siapa?" tanya appa Chanyeol.
"Ah josonghaeyo tuan Park, Byun Baekhyun imnida. Aku temannya Chanyeol."
"Chanyeol sedang bersamamu sekarang?"
"Ne." Baekhyun melirik Chanyeol yang menatapnya dengan begitu emosi, "Dia sedang bersamaku sekarang."
"Bisakah kau menyuruhnya untuk cepat pulang? Ini sudah malam. Ummanya sangat khawatir"
"Ah ne. Baik tuan Park. Jangan khawatir. Sebentar lagi dia akan pulang."
"Baiklah."
Appa Chanyeol langsung memutuskan sambungan telponnya, Baekhyun menyeringai sambil menyerahkan handphonenya ke Chanyeol. "Appamu bilang ummamu begitu khawatir karena kau belum pulang. Tapi lucu, aku bisa mendengar nada khawatir yang begitu jelas dari appamu, atau ini hanya perasaanku saja"
Chanyeol langsung merampas handphonenya dari genggaman Baekhyun, "Bayar sendiri makananmu" ujarnya lalu meninggalkan Baekhyun begitu saja, lagi dan lagi tanpa ucapan selamat tinggal.
"YAH PARK CHANYEOL SIALAN! KAU BILANG KAU MAU MENTRAKTIRKU!"
XOXO
Baekhyun pulang ke rumah dengan wajah yang begitu menyedihkan. Bisa ditebak, Baekhyun tak bisa membayar makanan dan minuman di kedai tadi karena Chanyeol membatalkan janjinya untuk mentraktir Baekhyun. Alhasil pemilik kedai sempat menyuruhnya untuk mencuci semua piring kotor disana. Namun ketika menyadari bahwa tangan Baekhyun dipenuhi goresan bekas luka dan wajah Baekhyun yang terlihat begitu lelah, pemilik kedai akhirnya menyuruhnya untuk pulang dan kembali kesana besok, untuk membayar semua pesanannya. Dan jam tangan Baekhyun lah yang menjadi jaminannya.
"Huhu.. Itu kan hadiah dari appa. Dan harganya sangat mahal. Dasar Park Chanyeol sialan. Ugghh!"
Usai makan malam (lagi) bersama Zitao, karena Zitao merengek untuk menemaninya makan malam dan menyuruhnya untuk menceritakan saat audisi tadi siang, Baekhyun langsung masuk ke kamarnya dengan tubuh yang terasa remuk redam. Ia langsung membaringkan diri di tempat tidur walaupun perutnya masih terasa penuh. Terlalu banyak kejadian yang dialaminya hari ini.
"Ya ampun!" Baekhyun memukul kepalanya karena masih ada beberapa tugas yang harus ia selesaikan. Mengerjakan PR, menulis diary, membaca diary Kyungsoo, dan menjahit syal abu-abu untuk Chanyeol. Dan dari semua tugas itu, menjahit syal adalah yang paling penting baginya.
Karena beberapa hari lagi adalah ulang tahun Chanyeol.
Meskipun sudah dibuat kesal karena Chanyeol dengan tega meninggalkannya begitu saja di kedai, namun Baekhyun tidak bisa menghapuskan ingatannya begitu saja tentang Chanyeol yang menangis tersedu di makam Kyungsoo tadi.
Dan ya, untuk kesekian kalinya perasaan Chanyeol lebih penting dari apa yang Baekhyun rasakan.
Akhirnya dengan tubuh yang begitu lelah, Baekhyun berusaha melanjutkan rajutan syal abu-abu Kyungsoo untuk Chanyeol. Lagi-lagi ia harus meringis karena sesekali jarum yang digunakannya untuk merajut melukai tangannya. Baekhyun memang tidak begitu ahli dalam merajut, namun demi Kyungsoo dan Chanyeol, Baekhyun tetap melanjutkan rajutannya.
"Tuhan, aku sudah berusaha keras menyelesaikan rajutan ini. Aku harap, Chanyeol akan menyukainya nanti" harap Baekhyun. Membayangkan wajah Chanyeol yang tersenyum bahagia saat menerima syal rajutan darinya (dan setengah dari Kyungsoo) membuatnya begitu semangat melanjutkan rajutan itu.
Suara notifikasi pesan yang masuk harus menginterupsi rajutan Baekhyun. Baekhyun sempat mengira kalau sms itu dari Chanyeol yang memarahinya masalah appanya tadi, namun ternyata sms itu adalah sms dari nomor yang tidak dikenal.
From : xxx
Annyeong Baekhyun. Maaf mengganggumu malam-malam. Sekedar ingin mengingatkanmu kalau besok adalah pengumuman audisi Smile Sunshine. Kau bisa datang ke ruang musik usai pulang sekolah untuk mendengarkan hasil pengumumannya.
Jongdae Oppa
p.s : temui aku di ruang musik usai pengumuman audisi ;)
Tanpa sadar, Baekhyun tersenyum usai membaca sms tersebut.
Merasakan hatinya yang kembali berdesir.
TBC
Annyeong readerdeul~ happy new year 2015! ^_^
Hwkwkwkwk.. padahal tahun barunya udah lewat banget yaa X'D
Setelat updetan ff ini.. X'D
Sekali lagi author gak pernah bosen buat minta maaf karena ff ini semakin gaje dan updetannya yang lamaaaaaaaaaaaaaaaaa bangeeettt..
Author juga gak pernah bosen buat ngucapin jeongmal kamsahamnida sedalam-dalamnya buat readerdeul yang masih setia ngikutin ff ini.. terspesial buat reader yang sudah review kemarin..
neli amelia, parkbyun0627, sarah, indrisaputri, narsih. hamdan, Lala Maqfira (ganti penname yaa? :3 ), shindhiro, cahayaanjanie, Sniaanggrn, ermaputri93, JonginDO, kyungsoodo, nur991fah, Chan Banana, ChanBaekLuv, ariviavina6, chapira. dwii, Guest, elwishavana, GreenAradirachta, parkdobiCY, and ICHA
Mian gak bisa bales review kalian lagi. Author pokoknya senang banget baca reviewnya, dan review kalian selalu jadi semangat buat author untuk melanjutkan ff ini ^_^ untuk masukan dan kritik kalian udah author tampung niih.. author bakal berusaha keras(?) supaya ff ini jadi makin seru n makin cetar membahana(?) Hihii,, ^_^ sekeras perjuangan Baek buat mencairkan hati Chanyeol :"3
Jeongmal kamsahamnida new readers and welcome to my ff ^_^
Jeongmal kamsahamnida juga buat silent readers yang udah baca ff ini.. author masih menantikan review dari kalian loo :3
Okeee.. Sekian cuap2 gaje dari author..
See u in next chapie.. jaljayooo^^
p.s : coming soon.. exo comeback as ot10.. :')
