Title : Kyungsoo Diary

Author : Purple Unicorn

Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Do Kyungsoo as Do Kyungsoo

Luhan as Luhan

Kim Jongdae as Kim Jongdae

Cameo : BAP Youngjae as BAP Youngjae

BAP Daehyun as Jung Daehyun

TVXQ Changmin as Changmin soensaengnim

Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo, slight Dae!Jae

Rating : PG-13

Disclaimer : Semua di cast ff ini bukan milik author yaa XD

Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~

a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^

Song : Miracles in December (12월의 기적) by EXO

Memory by VIXX

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

Chapter XI – Game Over

Baekhyun harus terlambat ke sekolah lagi hari ini. Semua karena semalam Baekhyun harus begadang hingga larut malam melanjutkan syal rajutan Kyungsoo, belum lagi PR Fisika dan Matematikanya yang harus dikumpul hari ini juga. Untungnya seonsaengnim tidak menghukumnya untuk lari keliling lapangan sekolah seperti yang pernah dialaminya. Baekhyun hanya disuruh menyanyi di depan kelasnya. Tapi tetap saja hal itu membuatnya malu teramat sangat.

"Ugh, Lulu! Kau sudah berbohong padaku!" kata Baekhyun sambil melepas gelang yang dipakainya. Gelang itu adalah gelang Cartier yang dipinjamkan Luhan sebelum audisi kemarin.

"Eh? Aku bohong apa Baby Baekie?" kata Luhan sambil mengaduk ddokbokkinya dengan sumpit. Keduanya memang sedang berada di kantin saat ini, menghabiskan istirahat mereka.

"Kemarin kau bilang kalau aku memakai gelang ini aku akan mendapat keberuntungan. Tapi apa buktinya? Aku malah terlambat. Huu…" Baekhyun memanyunkan bibirnya.

"Heum.. Ternyata memang benar…" gumam Luhan.

Tiba-tiba suasana menjadi hening karena Luhan hanya terdiam sambil memegang gelang Cartiernya dan memandangnya dengan sedih. Baekhyun langsung tersadar kalau ekspresi Luhan selalu berubah sedih tiap membicarakan tentang gelang itu. Sepertinya benda itu sangat berarti untuk Luhan. Merasa sudah salah bicara, Baekhyun langsung berdehem, untuk menyingkirkan suasana canggung saat ini.

"Ehem, Lulu. Sebenarnya ini salah aku juga sih. Aku begadang hingga larut malam."

"Begadang? Karena apa?" tanya Luhan, masih dengan ekspresi wajah yang sedih.

"Aku membuat syal untuk Chanyeol. Sebenarnya tidak sepenuhnya buatanku, karena setengahnya sudah dirajut oleh Soo ie"

"Oh, Tunggu! Tunggu sebentar!" Luhan kembali ke keadaan berlebihannya. Matanya melebar antusias. Dan Baekhyun sedikit bersyukur karena Luhan sudah teralihkan dari masalah gelang Cartier tadi. Tapi sepertinya Baekhyun harus menghadapi masalah baru sebentar lagi.

"Kau membuatkan syal untuk Chanyeol? Dan itu hasil rajutanmu dan Kyungsoo? Baekhyun, apa aku benar?"

"Ya Lulu. Kau benar. Dan ngomong-ngomong, aku sudah siap untuk menceritakan ini semua padamu."

"Oh okay!" Luhan tersenyum lebar, meletakkan kedua tangan di bawah dagunya, mengerjapkan matanya dengan begitu semangat menanti cerita Baekhyun yang sudah lama ia nantikan.

"Errrr Lulu. Tapi tidak sekarang."

"Yah? Waeyo?!" Luhan langsung memasang wajah protes.

"Lulu, jam istirahat itu hanya 30 menit. Dengan waktu sebanyak itu tidak cukup untuk menceritakan semuanya padamu. Jadi aku ceritakan padamu di rumahku saja ya, sehabis pulang sekolah. Eotoke?"

"Urrghh dasar Baby Baek! Senangnya membuat orang penasaran!" Luhan menggembungkan pipinya kesal.

"Hei, memangnya kau tidak? Ngomong-ngomong kau juga belum bercerita padaku tentang adik kelas yang kau taksir itu"

Pipi Luhan yang sedang menggembung langsung mengempis seketika dan dipenuhi semburat kemerahan.

"Pokoknya habis aku cerita tentang Chanyeol padamu, kau juga harus bercerita padaku soal adik kelas dan juga gelang Cartiermu itu, arasseo?"

"Yah tidak adil! Masa' aku memberitahumu dua cerita dan kau menceritakan padaku satu cerita saja?"

"Siapa bilang aku hanya cerita satu cerita saja nanti. Asal kau tau saja ya-"

"Hei Baby Baek. Lihat, itu Chanyeol!" Luhan tiba-tiba menunjuk ke arah Chanyeol yang sedang membawa nampan berisi makanan dan minuman yang baru dipesannya, dan sepertinya sedang mencari meja kosong.

"Eh?" Baekhyun langsung memutar posisi duduknya dan melihat Chanyeol memang ada di kantin sekarang, "Tumben dia mau makan disini." Dan saat itu Baekhyun baru ingat kalau dia memang tidak sempat memberikan bekalnya pada Chanyeol tadi pagi karena terlambat.

"Haruskah aku menyuruhnya untuk duduk disini?" tanya Luhan.

"Coba saja. Paling juga dia tidak mau"

Benar saja. Chanyeol lebih memilih duduk sendiri di meja kosong. Sepertinya tidak menyadari ada Baekhyun dan Luhan di dekatnya, atau mungkin pura-pura tidak tahu.

"Baby Baek, cepat habiskan makananmu. Sebentar lagi jam masuk" suruh Luhan, karena daritadi Baekhyun tidak bisa melepaskan pandangannya dari Chanyeol.

"Huff.. Baiklah" Baekhyun memutar kembali posisi duduknya dan kembali melanjutkan memakan makanannya. Suasana kantin berjalan seperti biasanya sampai Luhan membelalakkan matanya lebar ke arah meja Chanyeol. Baekhyun pun jadi ikut-ikutan memutar posisi duduknya lagi ke arah meja Chanyeol.

"Astaga…"

Apa yang dilihat Baekhyun saat ini mendadak membuat hatinya perih. Chanyeol tak lagi duduk sendiri di mejanya. Saat ini seorang yeoja cantik sedang duduk disebelahnya. Nampan berisi makanan dan minuman ada di depan yeoja itu, namun ia tak bisa melepaskan pandangannya dari Chanyeol. Baekhyun bisa melihat jelas yeoja itu mengatakan 'oppa~' seperti ingin menarik perhatian Chanyeol, sambil mengedipkan matanya dengan manja.

"Huh aku kenal yeoja itu… Dia juniorku di ekskul cheerleaders" kata Luhan, namun Baekhyun terlalu sibuk memperhatikan Chanyeol dan yeoja itu.

"Namanya siapa, Lulu?" tanya Baekhyun namun pandangannya tetap mengarah ke meja Chanyeol.

"Seingatku namanya Bae Joohyun. Aiisshhh… Dia sangat cantik, ya?"

Dan saat Luhan mengatakan hal itu, keributan kecil terjadi di meja Chanyeol, membuat semua perhatian siswa yang ada di kantin tersebut menuju ke arah mereka. Ya, Chanyeol tiba-tiba saja membanting sumpitnya diatas meja dengan wajah yang terlihat begitu terganggu dan kesal, kemudian meninggalkan yeoja bernama 'Bae Joohyun' tadi begitu saja.

Teman-teman Joohyun langsung berlari ke meja yang ditinggalkan Chanyeol tadi dan langsung menenangkan Joohyun yang saat ini sudah menangis.

"Kasar sekali Chanyeol. Bahkan yeoja secantik Joohyun saja sampai dia tolak. Kyungsoo benar-benar sudah membuat hatinya tertutup rapat" Luhan menggelengkan kepalanya.

Baekhyun hanya bisa menghela nafas panjang, 'Lulu, bahkan aku sudah mengalami hal yang lebih parah daripada itu' gumam Baekhyun dalam hati.

XOXO

Jam pulang sekolah,

Hati Baekhyun berdegup kencang saat ia sudah sampai di ruang musik. Sebentar lagi pengumuman audisi. Walaupun Baekhyun tak terlalu yakin akan lulus audisi, tapi ia tak bisa begitu saja berhenti berharap jika ia akan menjadi salah satu yang diterima di paduan suara Smile Sunshine nanti. Namun sebenarnya tak hanya hal itu yang membuatnya gugup.

Sms dari Jongdae semalam, yang memintanya untuk bertemu sehabis pengumuman nanti membuatnya gugup sekaligus penasaran. Untuk apa Jongdae menemuinya? Apakah yang ingin dibicarakan Jongdae adalah sesuatu yang penting? Atau tentang Smile sunshine? Atau malah berhubungan dengan Kyungsoo?

"Baekhyun sshi", suara yeoja mengagetkan Baekhyun.

"Ohh, Youngjae sshi. Annyeong" Baekhyun tersenyum lebar saat mengetahui bahwa yeoja yang memanggilnya tadi adalah Youngjae.

"Annyeong", Youngjae langsung duduk di kursi kosong di sebelah Baekhyun, "Ngomong-ngomong aku sangat suka dengan penampilanmu kemarin. Kau benar-benar mengagumkan!"

"Ah gomawo. Tapi kurasa penampilanmu lebih mengagumkan daripada aku. Bahkan aku melihat Changmin seonsaengnim tidak bisa menutup mulutnya usai kau bernyanyi. Sepertinya ia begitu terpesona karena suaramu" kata Baekhyun membuat Youngjae terkekeh.

"Baekhyun sshi kau berlebihan. Tapi kau yakin kan akan lulus audisi juga?"

"Huuff.. Sejujurnya aku tidak terlalu yakin. Karena yeoja disebelahku ini lebih pantas untuk berada di jejeran paduan suara Smile Sunshine nanti."

"Baekhyun sshi. Jebal…" Youngjae lagi-lagi tergelak.

Tiba-tiba seorang namja mendekati mereka dan langsung duduk di sebelah Youngjae. Baekhyun ingat, dia adalah namjachingu Youngjae.

"Youngyoungie daritadi aku mencarimu. Aku pikir kau belum berada disini." Kata namjachingu Youngjae dengan wajah begitu khawatir.

"Uhh mian. Aku ingin bertemu Baekhyun sshi terlebih dulu."

"Annyeong. Byun Baekhyun imnida," tanpa basa-basi Baekhyun langsung memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya ke namja itu.

"Jung Daehyun imnida," kata Daehyun membalas jabatan tangan Baekhyun. Baekhyun langsung merasakan tangan Daehyun yang begitu dingin. Usai berjabat tangan dengan Daehyun, Baekhyun langsung menyuruh Youngjae mendekat padanya dan membisikkan sesuatu.

"Hei.. Sepertinya kali ini namjachingumu yang gugup."

"Kenapa? Kau tau darimana?" Youngjae ikut berbisik ke Baekhyun.

"Tangannya begitu dingin."

"B-benarkah?" Youngjae langsung menggenggam satu tangan Daehyun dengan begitu erat, seperti ingin menenangkannya. "Daehyunie… Aku tidak apa-apa"

"Ne YoungYoungie" Daehyun tersenyum, meskipun wajahnya masih tampak begitu gugup.

Baekhyun sedikit memperlebar jarak duduknya dengan Youngjae, membiarkan pasangan itu menenangkan diri masing-masing.

Tak berapa lama kemudian, Changmin seonsaengnim, yang merupakan salah satu juri untuk audisi kemarin, sibuk mengetes microphone, sebelum akhirnya menyapa semua peserta audisi di ruangan itu. Usai berbasa-basi menyapa seluruh peserta audisi, seonsaengnim itu langsung mengumumkan keputusan mereka.

"Ya, pada intinya kalian sudah menampilkan performa kalian dengan begitu mengagumkan. Namun akhirnya kami hanya memilih satu namja dan satu yeoja yang akan menjadi anggota paduan suara Smile Sunshine periode kali ini. Bagi yang tidak lolos audisi, saya berpesan agar kalian lebih berusaha keras untuk mengasah kemampuan bernyanyi kalian. Dan jangan pernah menyerah, karena selalu ada kesempatan lain yang akan datang dan menanti kalian."

"Ne algesseumnida" sahut Baekhyun dan peserta audisi lainnya.

"Baiklah" Changmin seonsaengnim berdehem sambil membuka lipatan kertas di tangannya. "Peserta audisi yang lolos adalah…."

Baekhyun menelan ludah gugup, Youngjae semakin menggenggam tangan Daehyun erat.

"Kim Jonghyun dari kelas 2-2"

Tepuk tangan langsung bergemuruh di ruangan tersebut disambut teriakan Jonghyun yang begitu membahana karena merasa begitu bahagia lolos audisi tersebut. Changmin seonsaengnim langsung mendeathglare Jonghyun, dan Jonghyun harus membungkukkan badan 90 derajat karenanya.

"Dan pengumuman selanjutnya adalah untuk peserta yeoja. Ya, sejujurnya inilah yang paling sulit. Karena kami sempat kebingungan memilih antara dua kandidat ini. Kemampuan mereka dalam menyanyi begitu luar biasa. Tapi setelah perdebatan cukup panjang, kami akhirnya memilih siswi satu ini."

Kali ini keringat dingin bercucuran di kening Baekhyun. Ia tak lagi bisa berpikir apa-apa. Disampingnya Youngjae menundukkan kepalanya sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Peserta yang lolos audisi adalah…."

….

….

….

….

"Yoo Youngjae dari kelas 2-2"

Dan… Rasa gugup yang dari tadi menghantui Baekhyun hilang begitu saja. Nafasnya tak lagi sesak seperti tadi. Baekhyun sendiri tak bisa mendeksripsikan apa yang dirasakannya sekarang.

Sedih? Tidak. Karena Baekhyun sedang tersenyum lebar sekarang.

Kecewa? Mungkin. Tapi itu hanya sedikit.

Senang? Bahagia?

Ya. Baekhyun langsung menganggukkan kepalanya saat mengeja kata bahagia di pikirannya. Rasa kecewa karena ia tidak lolos audisi tidak sebanding dengan rasa bahagia yang ia rasakan.

Terlebih lagi saat melihat Youngjae yang menangis di pelukan Daehyun. Dan setelah itu, Youngjae memeluk Baekhyun dengan begitu erat.

"Gomawo Baekhyun sshi. Gomawo. Ini semua berkatmu. Hiks.. Gomawo"

"B-berkatku?"

"Ya. Jika bukan karena kau yang menyemangatiku sebelum audisi kemarin, aku pasti tidak akan lolos audisi lagi hari ini. Gomawo. Jeongmal gomawo"

Di tengah pelukannya dengan Youngjae, Baekhyun bisa melihat Daehyun yang juga tersenyum kearahnya, kemudian mengucapkan kata terima kasih. Baekhyun menganggukkan kepalanya, "Sama-sama Daehyun sshi"

Tanpa sadar, Baekhyun ikut meneteskan air matanya. Seseorang telah merasakan kebahagiaan karena dirinya. Baekhyun memang tak bisa memenuhi permintaan Kyungsoo untuk menjadi anggota paduan suara Smile Sunshine, namun ia sudah membuat orang lain bahagia berkatnya.

"Soo ie, hari ini aku berhasil membuat satu orang bahagia. Atau mungkin dua? Hehe.. Dan kali ini aku benar-benar percaya kata-katamu, jika kita membuat orang lain bahagia, maka kita pun akan merasa bahagia. Bahkan lebih bahagia dari yang orang lain rasakan."

XOXO

Ruang musik mulai sepi. Peserta audisi yang memenuhi ruangan itu tadi sudah pulang, dengan ekspresi wajah mereka masing-masing. Ada yang begitu kecewa, ada yang biasa saja, dan ada yang begitu bahagia. Dan tentunya yang bahagia adalah Jonghyun dan Youngjae, peserta yang lolos audisi. Bahkan Baekhyun sempat mendengar obrolan Jonghyun ke yeojachingunya, kalau ia akan mengajak yeojachingunya itu ke Lotte world untuk merayakan keberhasilan audisinya. Sungguh pasangan yang begitu manis.

Baekhyun melirik jam tangannya, sudah pukul 4 sore. Sebentar lagi ekskul cheerleaders selesai. Namun Baekhyun masih mempunyai janji untuk menemui Jongdae di ruangan itu, dan daritadi Jongdae belum datang juga. Baekhyun mencoba mengusir kebosanan dengan melihat ke arah jendela yang mengarah ke lapangan.

Di lapangan, Baekhyun bisa melihat sekumpulan siswa ekskul basket yang sepertinya sedang istirahat dari latihan mereka. Ekspresi lelah sangat terlihat di wajah mereka satu persatu. Baekhyun jadi ingat kata Luhan saat di kantin jam istirahat tadi, turnamen basket akan dimulai hari Minggu nanti, dan sekarang sudah hari Selasa, artinya sudah tinggal beberapa hari lagi. Itu sebabnya siswa ekskul basket dan cheerleaders semakin intens dengan jadwal latihan mereka.

Seperti biasanya Baekhyun mencari sosok Chanyeol diantara para siswa tersebut. Tak sulit mencari namja itu, karena Chanyeol lebih memilih menepi sendiri, tidak bergabung bersama teman-temannya yang lain yang sedang tergelak karena canda tawa mereka.

"Hufff.. Apa kau tidak bosan selalu sendirian seperti itu, Chanyeol ah?"

"Ehem.. Baekhyun. Kau bicara dengan siapa?"

Suara seorang namja yang baru masuk ke ruangan tersebut mengagetkan Baekhyun. Dan itu adalah suara namja yang sudah ditunggu-tunggu Baekhyun dari tadi.

"O-oh.. Jongdae oppa. Annyeonghaseyo" Baekhyun langsung membungkukkan badannya dengan canggung.

"Annyeong. Maaf sudah menunggu lama, Baekhyun ah. Aku tadi harus bertemu seonsaengnim sebentar" kata Jongdae sambil menunjukkan senyumnya yang ramah.

"Ah gwenchana oppa. Eumm, kenapa oppa mengajakku untuk bertemu disini?" tanya Baekhyun yang sudah dirundung rasa penasaran. Jongdae hanya terkekeh dan menyuruh yeoja itu untuk duduk di kursi piano yang terdapat di ruangan itu, kemudian Jongdae mengambil posisi duduk disebelahnya.

"Sebelumnya aku ingin minta maaf karena kau tidak lolos menjadi anggota Smile Sunshine. Aku masih belum percaya saat mendengar keputusan ini kemarin"kata Jongdae sedih.

"Gwenchana oppa. Mungkin aku memang harus mengasah kemampuan vokalku lebih keras lagi. Aku akui, aku tidak mempunyai persiapan apa-apa untuk mengikuti audisi kemarin"

"Heum. Kau tau, kemarin para seonsaengnim itu sempat berdebat antara dirimu dan Youngjae sshi, siapakah diantara kalian yang harus diterima. Tapi setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya Youngjae sshi yang terpilih."

Baekhyun rasanya hampir terbang usai mendengar perkataan Jongdae barusan. Tidak menyangka, diantara peserta-peserta yang lain, ia sempat menjadi perdebatan, dan ia hampir lolos audisi tersebut. Apakah itu berarti suaranya hampir sebagus Youngjae?

"Aku sempat memohon pada Changmin seonsaengnim agar kau saja yang lolos, tapi keputusan para seonsaengnim tidak bisa diganggu gugat. Dan ya, kalau ditanya apakah aku kecewa atau tidak kau gagal lolos audisi, aku akan menjawab, aku sangat-sangat kecewa" Jongdae menghela nafas kesal.

"Oppa~ Aku yang gagal, kenapa kau yang kecewa" Baekhyun terkekeh pelan, "Jujur aku juga merasa sedikit kecewa. Tapi entahlah oppa, aku merasa Youngjae lah yang lebih pantas untuk diterima di audisi itu. Dan aku harus masih banyak belajar. Mungkin oppa berbaik hati mau membantuku belajar bernyanyi yang baik?" kata Baekhyun, meskipun ia hanya bercanda.

"Tentu!"

"E-eh?"

"Tentu aku akan mengajarimu cara menyanyi yang baik."

"G-gomawo oppa" Baekhyun langsung terkekeh canggung, karena tidak menyangka Jongdae mau mengajarinya bernyanyi.

"Dan sebenarnya Baekhyun ah, aku mengajakmu bertemu karena ingin membicarakan hal ini."

"Hal apa oppa?" tanya Baekhyun.

"Sekitar 1 bulan lagi, akan diadakan kompetisi menyanyi antar pesertanya bukan grup, melainkan duet."

"Duet? Maksud oppa?"

"Iya. Duet. Hanya bernyanyi berdua saja. Kebetulan Changmin seonsaengnim memintaku untuk mengikuti lomba tersebut."

"Jinjja oppa? Wah, fighting! Kau pasti akan memenangkan kompetisi itu" kata Baekhyun sambil mengepalkan tangannya.

"Ne gomawo. Ya, Dia memintaku untuk mencari partner duet yeoja untuk kompetisi itu. Dan…", Jongdae menggenggam salah satu tangan Baekhyun, "Aku berharap kau mau menjadi partner duetku."

"M-mwo? A-aku?" Baekhyun mendadak dipenuhi keringat dingin lagi. Dan Baekhyun tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu, karena Jongdae memintanya untuk menjadi partner duetnya atau tangan Jongdae yang sedang menggenggam tangannya erat.

"Ya, kau Baekhyun. Beberapa hari ini aku begitu bingung, siapa yeoja yang pantas untuk menjadi partner duetku. Mungkin jika Kyungsoo masih ada disini, aku tidak perlu berpikir untuk mencarinya. Tapi saat audisi kemarin, saat kau bernyanyi dengan begitu merdu, aku sudah memutuskan bahwa kau yang akan jadi partner duetku nanti." jelas Jongdae panjang lebar.

"T-tapi oppa, apa Changmin seonsaengnim setuju kalau aku yang jadi partner duetmu? Aku kan tidak lolos audisi," kata Baekhyun, setengah pikirannya masih tidak percaya apa yang didengarnya barusan.

"Jangan khawatir. Aku sudah berbicara dengan Changmin seonsaengnim, dan dia bilang boleh-boleh saja", mata Baekhyun langsung melebar, "Asalkan kita harus berlatih dengan begitu keras untuk kompetisi nanti."

"Ne oppa! Ne! Aku akan berlatih dengan keras. Kamsahamnida oppa. Jeongmal kamsahamnida" Baekhyun balas menggenggam tangan Jongdae begitu erat dan Jongdae langsung tergelak.

"Baiklah. Ku harap kita bisa segera mencari waktu yang tepat agar kita berdua bisa segera mulai latihan. Rasanya sudah tidak sabar untuk berlatih denganmu, Baekhyun ah"

"Baik oppa. Aku juga sudah tidak sabar untuk mulai berlatih denganmu," kata Baekhyun lalu tersenyum begitu lebar. Rasa kecewa karena tidak lolos audisi tadi tergantikan dengan kesempatan yang sangat langka. Mengikuti kompetisi menyanyi antar sekolah bersama seorang namja yang menjadi ketua paduan suara di sekolahnya. Paduan suara yang sudah menyumbangkan begitu banyak prestasi untuk sekolah mereka. Baekhyun tidak bisa melukiskan kebahagiaan yang ia rasakan.

"Kyeopta" Jongdae tergelak melihat Baekhyun yang begitu bersemangat dan langsung mengacak rambut Baekhyun.

Baekhyun yang baru pertama kali merasakan tangan seorang namja yang mengacak rambutnya seperti itu hanya bisa terdiam kaku. Merasakan hawa panas yang mulai menjalar ke pipinya dan rasa geli di dalam perutnya, seperti ada kupu-kupu yang berterbangan disana.

"Baby Baek! Kau disini rupanya! Aku mencarimu!" Dan Luhan datang seperti ingin menghancurkan momen kebahagiaan seorang Byun Baekhyun, "Eh ada Jongdae oppa. Annyeong~" sapa Luhan, yang masih memakai seragam cheerleaders.

"Annyeong" Jongdae melambaikan tangannya ke arah Luhan.

"Oppa, sepertinya aku harus pulang sekarang. Tidak apa-apa kan?" pamit Baekhyun.

"Baiklah. Sampai jumpa nanti."

Keduanya lalu berpisah di depan ruang musik. Dan Luhan langsung terkekeh begitu melihat jelas wajah Baekhyun di dekatnya.

"Hahahaha… Baby Baek, wajahmu seperti kepiting rebus"

XOXO

Setelah pulang sekolah, dengan Luhan yang menggoda Baekhyun habis-habisan di perjalanan pulang, mereka akhirnya sampai di rumah Baekhyun.

"Annyeong~ Eh? Tidak ada orang ya? Sepi sekali Baby Baek" Luhan memanyunkan bibirnya saat baru saja sampai di rumah Baekhyun.

"Ya seperti biasa. Appa dan ummaku masih di kantor, dan adikku mulai sibuk dengan ekskul wushunya. Ayo ke kamarku saja" ajak Baekhyun.

Luhan baru tau kalau rumah Baekhyun begitu sepi, mungkin saat latihan cheerleadersnya sudah usai nanti, Luhan akan sering-sering berkunjung ke rumah Baekhyun untuk menemaninya.

Usai mencuci kaki dan tangan, Luhan langsung merebahkan diri di tempat tidur Baekhyun, sedangkan Baekhyun memilih untuk duduk di tepi tempat tidurnya sambil memeluk tasnya erat.

"Lulu, apa kau sudah siap untuk mendengar ceritaku?"

"Tentu saja!" Luhan langsung bangkit dari posisi berbaringnya, mengambil boneka Hello Kitty Baekhyun dan memeluknya, sudah siap mendengar cerita Baekhyun.

"Tapi kau harus berjanji satu hal padaku"

"Eheum?" Luhan menganggukkan kepalanya.

"Tidak akan menceritakan ini semua ke Chanyeol."

"Okay!"

"Dan satu hal lagi. Kau harus menceritakan padaku tentang gelang Cartiermu, dan juga tentang adik kelas yang kau taksir"

"Huuff.. Baiklah."

"Baiklah." Baekhyun ikut menganggukkan kepalanya. Yeoja itu lalu merogoh isi tasnya, mengeluarkan diary bercover pororo. Diary Kyungsoo.

Dan setelah itu, Baekhyun menceritakan semuanya ke Luhan.

XOXO

"Baby baek.. Hiks.. A-aku tidak menyangka. Hiks.. Aku tidak menyangka Baby Soo, seorang yeoja yang aku kira sangat manis dan baik hati ternyata begitu jahat padamu." ujar Luhan sambil berurai air mata.

Baekhyun tak menyangka ceritanya barusan, tentang diary Kyungsoo, tentang surat abu-abu dari Kyungsoo, tentang Kyungsoo yang memintanya untuk menggantikan posisinya untuk menjadi yeojachingu Chanyeol, tentang semua sikap Chanyeol padanya, membuat Luhan begitu emosional. Dan bukankah seharusnya Baekhyun yang menangis saat ini? Namun, mungkin karena sudah terlalu sering merasakan sakit karena semua sikap Chanyeol padanya, Baekhyun bisa menceritakan itu semua dengan begitu tegar.

"Lulu, kenapa kau bisa mengatakan Soo ie seperti itu?"

"D-dia.. Dia seenaknya saja menyuruhmu menggantikannya untuk menjadi yeojachingu Chanyeol! Seharusnya Baby Soo, ugghhh.. Kyungsoo, seharusnya Kyungsoo tau Chanyeol bukanlah namja yang mudah untuk didekati yeoja selain dirinya. Hiks.. Ya ampun, kenapa Kyungsoo bisa begitu egois. Aku-"

"Lulu, tenanglah." Baekhyun mendekat ke arah Luhan yang mulai menangis tak terkendali kemudian memeluknya erat.

"Aku hanya tidak suka melihatmu diperlakukan seperti itu oleh Chanyeol. Hikss.."

"Lulu…"

"Dan kau juga begitu bodoh!" Luhan melepaskan pelukan Baekhyun, dan menatapnya dengan kesal, "Kenapa kau mau-mau saja disuruh Kyungsoo menjadi korban perasaan seperti ini? Kalau aku jadi kau, aku tidak akan menggubris sama sekali permintaannya!"

"Lu… Aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan hal ini. Aku, aku merasa harus membalas semua kebaikan Kyungsoo, yang selama ini belum pernah aku blaas. Dan mungkin dengan cara ini, aku bisa membalas semua kebaikannya."

"Jadi, kau rela, dibentak, diacuhkan, diperlakukan kasar seperti itu oleh seorang namja dingin seperti Park Chanyeol, hanya demi Kyungsoo? Baekhyun, kau terlalu polos atau apa?!"

"Lulu…"

"Kau melakukan ini agar kau bisa membalas semua kebaikan Kyungsoo padamu. Kau rela perasaanmu diinjak-injak seperti itu oleh Chanyeol. Dan lebih bodohnya lagi, kau ingin Chanyeol balas mencintaimu, sedangkan kau melakukan ini semua hanya demi Kyungsoo."

"Lulu, aku tidak mengerti yang kau katakan."

"Jika kau ingin Chanyeol membalas cintamu, seharusnya kau juga mencintai Chanyeol. Kau seharusnya mencintai Chanyeol, tulus dari dalam hatimu. Bukan karena Kyungsoo, bukan karena siapa-siapa."

Baekhyun hanya bisa terdiam, bibirnya mulai bergetar karena ingin menangis.

"Byun Baekhyun, sekarang katakan padaku, apakah kau melakukan ini semua, karena kau mencintai Park Chanyeol?"

Baekhyun tak bisa menjawab karena sejujurnya ia juga tak pernah bisa menjawab jika seseorang menanyakan hal itu padanya. Contohnya saja, saat Ryeowook ajumma menanyakan hal itu beberapa hari yang lalu.

"Apa kau mencintai Park Chanyeol, tulus dari dalam hatimu?"

Air mata Baekhyun mulai menetes.

"Byun Baek-"

"Ya, aku mencintainya, Luhan!" Baekhyun tiba-tiba berteriak dengan begitu kencang. "Aku mencintainya, aku begitu mencintainya, sampai sakit sekali rasanya. Kau bahkan tidak tahu, aku sudah mencintainya jauh sebelum Kyungsoo menjadi miliknya. Dan aku hanya bisa mengubur cintaku dalam hati karena Chanyeol lebih memilih Kyungsoo daripada aku."

Kali ini gliran Luhan yang terdiam.

"Aku berusaha keras untuk melupakan Chanyeol, tapi tidak bisa. Karena setiap hari dia selalu ada, tepat didepan mataku, bermesraan dengan yeoja lain, yaitu sahabatku sendiri…"

"Baek…"

"Hiks.. dan sekarang Kyungsoo memintaku untuk mencintai Chanyeol. Salahkah aku jika sekarang aku harus mencintai Chanyeol demi sahabatku sendiri?"

"Hiks…"

"Luhan, jika aku tidak mencintai Chanyeol tulus dari dalam hatiku… Aku sudah menyerah. Aku sudah menyerah saat ia memuntahkan roti selai coklat yang sudah aku buat dengan susah payah. Atau saat dia membentakku dengan begitu kasar di kedai bubble tea. Atau dengan tatapannya yang begitu dingin padaku seakan aku bukan siapa-siapa. Hiks… Dan apakah kau masih bertanya apakah aku mencintai Chanyeol atau tidak?"

"Ya, aku mengerti. Kau mencintai Chanyeol, Baek."

"Hiks…"

" Kau benar-benar mencintai Chanyeol…"

Keduanya berpelukan cukup lama, membasahi seragam sekolah mereka dengan air mata mereka. Keduanya merasakan sakit yang begitu mendalam. Hanya karena satu orang sahabat yang sangat mereka sayangi, yang sekarang sudah tidak ada bersama mereka lagi.

"Aku pernah membaca sebuah kutipan, Baby Baekie…" kata Luhan, saat melepaskan pelukan mereka dan menghapus air mata Baekhyun.

"Ne Lulu?" Baekhyun ikut menghapus air mata Luhan dan keduanya terkekeh untuk sesaat.

"Be careful when trying to fix a broken person for you may cut yourself on their shattered pieces.."

Baekhyun yang tidak terlalu mahir berbahasa inggris itu hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya cengok.

"Artinya, berhati-hatilah saat kau sedang menyembuhkan orang yang sedang patah hati, bisa-bisa kau juga ikut teriris oleh luka mereka"

Baekhyun menganggukkan kepalanya, meskipun sejujurnya masih tidak mengeti apa yang dikatakan Luhan barusan.

"Jangan terlalu memaksakan dirimu Baby Baek. Ada saatnya kau harus beristirahat jika kau lelah. Ada saatnya kau harus rela untuk menyerah, karena sesuatu yang kau inginkan itu tidak mungkin kau dapatkan, meskipun kau sudah berusaha dengan begitu keras. Mungkin diatas sana, Tuhan sudah mempersiapkan hal yang lebih baik lagi padamu?"

Baekhyun menggelengkan kepalanya, "Tapi aku belum merasa lelah. Dan aku tidak akan menyerah."

"Baiklah nona keras kepala!" Luhan menoyor kepala Baekhyun dan Baekhyun langsung memanyunkan bibirnya protes.

"Karena aku masih mempunyai satu tugas"

"Tugas?"

"Ne…" Baekhyun beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil syal rajut abu-abu di meja belajarnya. Akhirnya dengan kerja keras Baekhyun semalam, syal itu jadi juga.

"Waaahh, ini syal yang kau bilang untuk Chanyeol itu? Wah bagus sekali!" kata Luhan sambil meraba syal rajutan itu. Baekhyun menganggukkan kepalanya, "Bahkan aku tak bisa membedakan yang mana rajutan baby Soo, yang mana rajutanmu. Semuanya terasa begitu halus"

"Hihi.. Gomawo" kata Baekhyun malu-malu, "Aku benar-benar berharap Chanyeol akan menyukainya."

"Pasti. Kalau sampai dia tidak menyukainya, aku tidak akan menendang dia sampai planet Mars, tapi aku akan menendangnya sampai keluar galaksi."

Baekhyun langsung tergelak, "Lulu. Berhenti bersikap berlebihan, okay?"

"Baiklah. Kalau dia tidak mau syal ini, berikan saja padaku. Bagaimana?"

"Tidak mau!" Baekhyun langsung mengambil syal rajutannya dan langsung menyimpannya dengan aman di lemari.

"Huu dasar pelit!"

"Tidak peduli!" Baekhyun menjulurkan lidahnya, "Oia, tadi aku sudah menceritakan semuanya padamu. Sekarang giliran kau yang harus bercerita padaku!" sekarang giliran Baekhyun yang duduk dengan begitu bersemangat diseberang Luhan.

"Huuff baiklah… Kau mau aku menceritakan yang mana?"

"Bagaimana jika dimulai dari gelang Cartiermu?"

"Okay…"

XOXO

Dua hari berlalu…

Dan hari ini adalah tanggal 27 November, tepat hari ulang tahun Chanyeol. Dua hari kemarin berjalan seperti biasanya. Baekhyun masih memberikan Chanyeol bekal tiap pagi, Chanyeol menerimanya tanpa ucapan terima kasih dan masih dingin seperti biasanya, kemudian siang harinya saat pulang sekolah, Chanyeol mengembalikan bekal itu ke Baekhyun kembali tanpa ucapan terima kasih dan meninggalkan Baekhyun tanpa ucapan selamat tinggal.

Baekhyun juga belum bisa memulai kegiatan latihan menyanyinya dengan Jongdae karena Jongdae masih sibuk dengan try out ujian akhirnya.

Pagi harinya di sekolah, saat memberikan bekal ke Chanyeol, Baekhyun tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun sambil menyanyikan lagu untuknya.

"Saengil Chukkahamnida~ Saengil Chukkahamnida~ Saranghanenun Chanyeolie~ Saengil Chukkhamnida~"

Chanyeol, seperti biasa, hanya menatapnya dengan tatapan dingin.

"Hari ini hari ulang tahunmu, bukankah seharusnya kau bahagia?"

"Hari ulang tahun seperti hanya mengingatkanmu kalau kematianmu semakin mendekat karena jatah umurmu berkurang." tanggap Chanyeol dingin, kemudian (lagi dan lagi) meninggalkan Baekhyun begitu saja.

"Dasar namja aneh" gumam Baekhyun.

Sejujurnya Baekhyun sudah tidak sabar untuk memberikan syal rajutannya ke Chanyeol. Tapi ia sudah memutuskan untuk memberikannya nanti malam. Ini semua karena ia membaca salah satu lembaran diary Kyungsoo. Rupanya Chanyeol dan Kyungsoo sudah merencanakan untuk merayakan hari ulang tahun Chanyeol cukup lama.

Sambil menunggu jam masuk, Baekhyun membuka lagi diary Kyungsoo, di halaman dimana ia menceritakan tentang rencananya untuk merayakan hari ulang tahun Chanyeol.

Entry : Chanyeolie birthday, soon?!

Dear Krong~

2 bulan lagi adalah hari ulang tahun Chanyeolie. Aku mulai bingung hadiah apa yang harus aku berikan ke Chanyeolie nanti. Saat ulang tahunnya setahun yang lalu aku sudah membelikannya gitar, dan ia sangat menyukainya^^ aku harap tahun ini Chanyeolie menyukai hadiah pemberianku lagi. Krong, tolong bantu aku untuk berpikir hadiah apa yang harus aku berikan padanya nanti. T_T

Tadi siang saat Chanyeol ke rumahku sehabis pulang sekolah, ia kembali membawa gitarnya dan menyanyikan satu lagu untukku. Suara Chanyeolie begitu menenangkan, membuat aku hampir terlelap. Chanyeolie lalu meletakkan gitarnya dan mendekapku, menyandarkan kepalaku di bahunya, menggenggam tanganku dan rasanya begitu nyaman sekali.

Dia bilang padaku, kalau dia masih ingat gitar itu adalah hadiah ulang tahunku untuknya dan dia sudah tidak sabar menunggu hadiah apa lagi yang akan aku berikan tahun ini. Chanyeolie lalu memintaku untuk menemuinya di halaman concert hall, di malam ulang tahunnya nanti.

Aku heran, kenapa harus merayakannya di tempat seperti itu. Hufff.. Chanyeolie tidak menjawab pertanyaanku! :( Aku begitu penasaran. Rasanya aku ingin cepat –cepat ulang tahun Chanyeolie tiba agar aku bisa tahu apa yang direncanakannya di malam ulang tahunnya nanti. Dan lebih baik aku segera memikirkan hadiah ulang tahun Chanyeolie.

Huhuu, krong. Bantu aku.. T_T

"Halaman concert hall, jam 7 malam.", gumam Baekhyun, "Kuharap Chanyeol ada disana nanti."

XOXO

Suasana halaman concert hall di malam hari dipenuhi oleh orang-orang berlalu lalang menikmati dinginnya malam dan hiasan lampu-lampu yang begitu indah yang bergemerlapan disana, dan tak jarang beberapa pasangan juga ada disana menikmati keindahan tersebut. Dan Chanyeol ada disana. Chanyeol terlihat begitu tampan, dengan rambut hitamnya yang di-style sedemikian rupa dengan gel penata rambut, dan dengan kemeja putih dilapisi jaket kulit berwarna hitam dan celana panjang dengan warna senada. Untuk apa Chanyeol berpenampilan begitu tampan di malam ini? Ya, karena Chanyeol sedang menunggu seseorang. Dari tadi ia memainkan sebuah kotak kecil di tangannya, sambil duduk menyender di salah satu jendela concert hall.

Karena bosan yeoja pujaan hatinya tak kunjung datang, Chanyeol mulai membuka kotak kecil itu. Didalamnya terdapat dua cincin berwarna silver, satu berukuran besar dan satu lagi berukuran kecil. Chanyeol mengambil cincin berukuran besar, ia tersenyum saat membaca nama Do Kyungsoo di ukiran cincin berukuran besar itu, lalu memakainya di jari manis kanannya. Chanyeol mengambil satu lagi cincin berukuran kecil, dan memakainya di kelingking kanannya. Kemudian kembali tersenyum, membayangkan cincin berukuran kecil itu ada di jemari yeojachingunya nanti. Ya, Chanyeol memang berniat melamar Kyungsoo tepat di malam ulang tahunnya.

Sebenarnya Chanyeol tau, hal itu adalah hal yang mustahil. Kyungsoo tidak mungkin datang kesana. Tapi Chanyeol tetap memutuskan untuk pergi kesana, menunggu, meskipun yeojachingu pujaan hatinya tak kunjung datang. Karena di dalam pikiran Chanyeol, Kyungsoo akan selamanya ada, tidak pernah pergi meninggalkannya.

"Chanyeol…"

Chanyeol terkejut saat seorang yeoja memanggil namanya. Mungkinkah itu Kyungsoo? Chanyeol buru-buru memasukkan cincin yang dipakainya kembali ke kotak kecil di genggamannya.

"Kyung-" Senyum sumringah di wajah Chanyeol sirna begitu saja saat yang datang bukan yeojachingu yang telah ia tunggu daritadi, melainkan Baekhyun.

"Annyeong.." Baekhyun tersenyum lebar dan berjalan mendekati Chanyeol. Malam itu ia memakai sweater tebal berwarna abu-abu yang hanya disampirkan begitu saja dipundaknya.

"Untuk apa kau kesini?" wajah Chanyeol berubah menjadi dingin.

"Karena aku tau kau sedang menunggu seseorang disini"

"Dan tentu saja itu bukan kau"

"Ya. Aku kesini karena ingin memberikan sesuatu untukmu, Chanyeol ah. Sekali lagi selamat ulang tahun," Baekhyun menyerahkan kotak persegi panjang berwarna ungu yang sudah ia bungkus dengan rapi, lengkap dengan pita.

Seperti yang sudah Baekhyun duga, Chanyeol hanya menatap kotak hadiah dari Baekhyun tanpa minat.

Baekhyun menarik nafas panjang, masih berusaha untuk tegar, dan akhirnya menjalankan rencana B, membuka kotak hadiah itu sendiri, mengeluarkan syal rajutan hasil kerja kerasnya disana.

"Aku membuatkan syal rajut untukmu. Kau tau sebentar lagi musim dingin akan tiba, bahkan ramalan cuaca tadi pagi memperkirakan sudah akan turun salju malam ini."

"Huh? Kau tidak perlu repot-repot membuatkanku benda itu, aku bisa membelinya sendiri. Bahkan lebih bagus dari buatanmu."

DEG!

"A-aniyo.. Kau harus mencobanya dulu, Chanyeol ah. Kurasa syal ini cocok untukmu" kata Baekhyun, lalu memakaikan syal itu ke Chanyeol. Tubuhnya mulai bergetar, begitupula dengan bibirnya, dan Baekhyun berharap itu karena cuaca dingin. Bukan karea hatinya yang mulai berdenyut sakit.

"Lihatlah, kau begitu tampan" kata Baekhyun usai mengikatkan syal itu ke leher Chanyeol. Chanyeol menghela nafas panjang, dan uap dingin keluar dari mulutnya, "Bagaimana menurutmu?"

Chanyeol sempat menggenggam syal itu sesaat, dan Baekhyun berharap setidaknya Chanyeol mengatakan sesuatu tentang syal yang dipakainya. Namun Baekhyun tak pernah menyangka kalau Chanyeol langsung membuka ikatan syal di lehernya dan mengembalikannya ke Baekhyun.

"Aku tidak membutuhkan syal jelek seperti ini" ujarnya acuh.

DEG!

Baekhyun hanya bisa menundukkan kepalanya, tangannya menggenggam erat syal yang baru saja dikembalikan Chanyeol tadi. Tubuhnya yang sedari tadi sudah bergetar kini mulai bergetar hebat.

Chanyeol mengetahui hal itu. Dan sepertinya memang sudah biasa melihat Baekhyun menangis dihadapannya. Ia memilih untuk membiarkan Baekhyun. Lagipula itu juga bukan urusannya.

"Jika seandainya, Kyungsoo yang membuat syal itu, dan memberikannya padamu, apakah kau masih mengatakan bahwa kau tidak membutuhkan benda jelek seperti ini?" tanya Baekhyun dengan suara yang ikut bergetar, kepalanya masih menunduk, bahkan Chanyeol tidak bisa memastikan apakah Baekhyun sedang menangis atau tidak.

"Huh? Kau bicara apa?"

"Jawab aku Park Chanyeol"

"Apa kau bercanda? Kyungsoo tidak akan memberikan aku syal jelek seperti itu."

Dan kini tubuh Baekhyun kembali bergetar, namun bukan tangisan yang didengar Chanyeol, melainkan suara tawa Baekhyun yang begitu kencang. Namun kegetiran terdengar jelas di tawanya.

"Jika kau mengatakan kalau syal ini jelek di depan Kyungsoo, aku yakin dia akan langsung menangis dan memutuskanmu."

"Maksudmu?"

"Syal ini…", Baekhyun kali ini menatap Chanyeol, dan Chanyeol sedikit terkejut karena mata Baekhyun begitu merah dan berkaca-kaca, sepertinya yeoja itu berusaha keras menahan air matanya, "Syal ini…hiks..", dan akhirnya air mata Baekhyun kembali jatuh untuk kesekian kalinya di depan Chanyeol, "Memang aku yang membuatnya.. Hiks.."

"Sudah kuduga" dan Chanyeol masih bertahan dengan sikap angkuhnya.

"Aku membuatnya dengan susah payah. Tanganku sampai teriris, hiks… Dan aku harus terjaga hingga larut malam hanya untuk menyelesaikan syal yang kau bilang jelek ini…" Baekhyun semakin terisak tak terkendali.

"Bodoh, aku tidak memintamu membuat syal itu untukku. Dan sekarang kau menangis seperti ini? Kau ingin menyalahkanku?!"

"Bukan itu yang membuatku menangis.. Tidak apa-apa jika kau sama sekali tidak menghargai kerja kerasku. Dan aku tidak menyalahkanmu. Tapi… Apakah kau tau? Setengah dari syal ini dirajut oleh seseorang yang begitu mencintaimu…"

DEG!

Kali ini giliran hati Chanyeol yang mulai berdenyut sakit. Seperti sudah mengetahui kemana arah pembicaraan Baekhyun setelah ini.

"Setengah dari syal ini.. Yang merajutnya adalah yeojachingumu sendiri. Ryeowook ajumma sendiri yang bilang padaku dan menyuruhku melanjutkannya…"

Chanyeol menelan ludahnya, namun tenggorokannya kian terasa kering.

"Kyungsoo merajut syal ini sebagai hadiah ulang tahunmu. Dia berusaha merajutnya saat dirawat di rumah sakit, tapi rajutannya tidak selesai, Chanyeol…" Baekhyun tersenyum ke arah Chanyeol, tersenyum dengan wajah begitu memilukan lebih tepatnya.

"…."

"Aku tidak tau apa yang ada di pikiranmu sekarang. Sampai-sampai kau tidak bisa merasakan cinta yang Kyungsoo berikan di tiap rajutan syal jelek ini. Aku bisa merasakannya, tapi kenapa kau tidak?"

Untuk pertama kalinya, di hadapan Baekhyun, Chanyeol tidak bisa berkata apa-apa. Ya, dia memang selalu diam jika Baekhyun mengajaknya berbicara, namun diam Chanyeol kali ini merupakan sesuatu yang berbeda. Ia seperti berada di permainan catur, dan mendapatkan skak mat dari Baekhyun, orang yang sudah dianggapnya lemah selama ini.

Ia baru saja mengatai syal buatan yeojachingunya sendiri sebagai benda yang jelek. Yeoja yang selalu dibanggakannya di depan semua orang. Yeoja yang sangat dicintainya. Yeoja yang tak pernah bisa pergi dari pikirannya.

"Aku menyerah, Park Chanyeol."

Baekhyun kembali melipat syal itu dan mengembalikannya ke dalam kotak. Sebelum Baekhyun menutup kotak itu, sisa-sisa air matanya yang dari tadi mengalir dengan deras membasahi syal itu dan Baekhyun buru-buru menghapus air matanya, lalu menutup kotak itu.

Baekhyun sempat menatap Chanyeol sesaat. Mungkin ini adalah terakhir kalinya Baekhyun akan berdiri sedekat ini dengan Chanyeol. Ya, karena Baekhyun sudah mengatakan dengan jelas tadi ke Chanyeol, bahwa ia sudah menyerah.

Sedangkan Chanyeol masih tetap terdiam di posisinya. Berdiri kaku dengan pandangan begitu kosong.

"Aku rasa, ini semua sudah berakhir? Ne, Berakhir. Jaljayo, Chanyeol"

Dan kali ini giliran Baekhyun yang meninggalkan Chanyeol. Namun Baekhyun masih berbaik hati untuk mengucapkan kata selamat tinggal untuknya.

Suara derap langkah Baekhyun samar-samar masih terdengar. Chanyeol merasakan sesuatu yang lembut mulai menghujani tubuhnya. Rupanya salju sudah mulai turun.

Chanyeol membuka tangannya dan satu butir salju jatuh di telapak tangannya, kemudian menggenggam butiran salju itu. Saat ia membuka telapak tangannya, salju itu sudah mencair dengan begitu cepat.

Chanyeol baru sadar Baekhyun seperti salju yang jatuh di telapak tangannya tadi. Datang dengan tiba-tiba, namun menghilang dengan begitu cepat. Dan itu semua karena dirinya.

"Mian…"

Chanyeol tak tahu ia sedang meminta maaf ke siapa sekarang. Yang ia tahu, hatinya dipenuhi penyesalan begitu dalam. Butiran salju jatuh dari langit, begitupula dengan bulir-bulir air mata yang mulai jatuh membasahi wajahnya.

"Mianhae…."

TBC

Huahahahahaaaaa… updetan kali ini udah cepat belum? Semoga chapter ini gak mengecewakan yaa X'D

Jeongmal gomawo buat yang sudah review chapie kemarin,

Lala Maqfira, narsih556, Himura Hana, Guyliner, indrisaputri, Sniaanggrn, nurul cynkeomma , neli amelia, Guest, BaekYeollie25, GreenAradirachta, sarah, Hanbyeol267, nur991fah and amibaekyeol461

Review kalian semangat untuk author..jangan lupa review lagi yaa untuk chapie ini ^_^

For silent readers, gomawo udah mo baca ff gaje ini. author juga masih menunggu review dari kalian^^

Daannn…

Akhirnya EXO sudah comeback lewat konser EXOluXion! Author tadi ngedit ff ini sambil ngelirik te-el juga.. kkkk…

Lagu-lagu barunya keren banget gak sih? She's dangerous, El Dorado, 'Call Me Daddy'?, dll kkkkk.. tapi author suka banget niihh sama El Dorado.. wahh jadi makin gak sabar nunggu album terbaru EXO rilis!^^

Tapi tapi tapi.. author sempat mewek pas liat updetan Chanyeol nangis di akhir konser.. dan kayaknya dia nangis kejer banget yaa T_T uljima chanyeol ah T_T

Anyway, sekian cuap2 dari author..see ya in next chapie^^

Jalja~~^^