Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Do Kyungsoo as Do Kyungsoo
Park Jungsoo as Park Jungsoo (Chanyeol's appa)
Kang Sora as Park Sora (Chanyeol's umma)
Park Yoora as Park Yoora (Chanyeol's nuna)
Huang Zitao as Byun Zitao (Baekhyun's dongsaeng)
Lee Sungmin as Byun Sungmin (Baekhyun's umma)
Cho Kyuhyun as Byun Kyuhyun (Baekhyun's appa)
Luhan as Luhan
Kim Jonghyun as Kim Jonghyun
Kim Jongdae as Kim Jongdae
Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo, slight!TeukSo, slight!KyuMin
Rating : PG-13
Disclaimer : semua cast di ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~
a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
Chapter XII - Falling
Entry : Menyerah
Dear Krong,
Aku sebenarnya tidak ingin menulis diary malam ini… karena hatiku sangat sakit sekarang. Sakit sekali rasanya, jika semua hasil kerja kerasmu selama ini berakhir sia-sia. Sakit sekali rasanya, saat kenyataan yang terjadi tak sesuai harapan.
Ya… Tadi Chanyeol… tak tertarik sama sekali dengan syal yang sudah aku dan Soo ie buat dengan susah payah. Entahlah. Aku sudah tak tahan lagi dengan semua sikap Chanyeol. Mungkin dia memang sudah berkali-kali membuatku sakit tapi… Kurasa sikap Chanyeol tadi sudah terlalu kelewatan.
Aku tak tau harus menulis apa lagi. Aku merasa begitu bersalah pada pemilik diarymu, sekaligus sahabatku tersayang, Kyungsooie… Karena mungkin aku tak bisa memenuhi keinginannya lagi.
Aku sudah menyerah.
Aku benar-benar minta maaf, Krong. Mungkin aku akan ke makam Soo ie besok, untuk memberitahu hal ini. Kuharap diatas sana, Soo ie mengerti dengan apa yang aku rasakan.
Baekhyun menutup diary Kyungsoo dan meletakkannya di meja belajar, tak lagi membawanya ke tempat tidur seperti biasanya, karena ia memang sudah tak berniat untuk membaca isi diary itu lagi. Ia langsung berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamarnya dengan sorot mata yang dipenuhi perasaan pilu. Bahkan Baekhyun tak dapat menangis lagi sekarang. Ia hanya merasa hatinya begitu kosong, tidak dapat merasakan apa-apa, mungkin karena sakit hati yang sudah menimpanya bertubi-tubi belakangan ini.
"Tuhan, bisakah aku memohon satu hal saja padamu... Bantu aku melupakan dia. Dan jauhkan ia dariku. Kumohon…" lirih Baekhyun. Kemudian yeoja itu memejamkan matanya, dan bulir air mata pun terjatuh lagi.
XOXO
Chanyeol kembali berada di sebuah padang rumput yang sangat luas dan dipenuhi bunga yang bermekaran. Namun daritadi ia tak menemukan sosok yeoja yang begitu dicintainya, Do Kyungsoo, yang biasanya sedang memetik bunga disana.
"Kyungsoo yah…" Chanyeol mencoba memanggil nama sang pujaan hati dan berjalan di padang rumput yang luas itu, masih berusaha mencarinya. Senyuman lebar terkembang di bibir namja tampan itu saat ia akhirnya menemukan Kyungsoo, yang sedang duduk membelakanginya. Yeojachingunya itu masih memakai blouse panjang putih dan topi fedora berwarna senada . Chanyeol bisa membayangkan betapa manisnya Kyungsoo dengan topi fedora nya itu.
"Kyungsoo…"
"Hiks.. Hiks.."
"K-kyungsoo…" Wajah Chanyeol mendadak dipenuhi ekspresi panik saat mendengar suara isakan, dan Chanyeol tahu benar itu adalah isakan Kyungsoo. Ia lalu mendekati Kyungsoo, namun baru selangkah ia mendekatinya…
"Jangan dekati aku.. Hiks…"
"Kyungsoo yah. Kau kenapa?!" Chanyeol memilih tidak peduli dan tetap mendekati Kyungsoo, berlutut di hadapannya, dan langsung mengangkat wajah yeojachingunya itu. Betapa terkejutnya Chanyeol karena wajah manis yeojachingunya itu dipenuhi air mata, dan Kyungsoo menatapnya dengan tatapan begitu marah.
"Aku membencimu!" kata Kyungsoo dan langsung menepis tangan Chanyeol di wajahnya. Kyungsoo langsung berdiri dan berlari meninggalkan Chanyeol dengan begitu cepat.
"KYUNGSOO YAH!" Chanyeol berusaha berlari mengejar Kyungsoo, namun anehnya, sekuat apapun Chanyeol berlari, ia masih tak dapat mengejarnya, dan Kyungsoo kembali menghilang tanpa jejak.
Sampai akhirnya Chanyeol sampai ke sebuah tempat yang dipenuhi oleh bunga matahari. Seperti mengetahui apa yang terjadi setelah ini, Chanyeol hanya bisa terduduk lemas. Benar saja, yang ada di hadapannya sekarang adalah Kyungsoo, yang sudah terbujur kaku, dan satu bunga matahari tergenggam di dadanya. Chanyeol kembali menangis karena ia tahu, sekeras apapun ia menggerakkan tubuhnya ataupun berteriak, ia tetap tidak akan bisa mendekati tubuh Kyungsoo dan membangunkannya.
Rasanya begitu hampa. Ada sesuatu yang hilang dan Chanyeol menyadari hal itu. Karena seharusnya saat Chanyeol menangis di padang bunga matahari, akan ada seorang yeoja yang tiba-tiba memeluknya dan menyanyikan lagu dengan suara begitu merdu dan menenangkan hatinya. Namun daritadi Chanyeol hanya sendiri disana, bersama tubuh kaku yeojachingunya.
Chanyeol kali ini terbangun dengan air mata yang begitu mengalir deras. Tubuhnya bergetar hebat, jantungnya berdenyut sakit, hatinya begitu pilu. Isakannya begitu keras, karena sekuat apapun Chanyeol berusaha menahannya, Chanyeol seperti tak dapat lagi mengontrol tubuhnya sendiri, seperti hal yang terjadi dalam mimpinya. Chanyeol tak tahu apa yang membuatnya terbangun dengan begitu menyakitkan seperti ini, apakah karena Chanyeol masih tidak bisa membangunkan yeojachingunya yang sudah terbujur kaku, atau sosok yeoja yang menenangkan hatinya lewat suara merdunya itu kali ini tidak hadir dalam mimpinya.
"Chanyeol ah! Buka pintunya!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dan gedoran pintu kamarnya yang terdengar begitu keras. Chanyeol tahu itu adalah suara ummanya. Ia berusaha menggerakkan tubuhnya untuk membuka pintu, namun ia mengumpat dan menangis lebih keras karena lagi-lagi ia tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri dan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.
"Yoora, tolong carikan kunci cadangan kamar adikmu. Palli!" Chanyeol kembali mendengar suara dari luar, dan kali ini suara itu terdengar begitu berat. Suara seorang namja. Mungkinkah itu appanya?
"Ne appa..." terdengar suara derap langkah seperti berlari, mungkin Yoora nuna nya sedang mencari kunci cadangan kamarnya sekarang. Dan itu semua karena perintah appanya.
Ya, appa Chanyeol.
Tak berapa lama kemudian, pintu kamar Chanyeol akhirnya berhasil terbuka. Sora umma langsung duduk di tepi tempat tidur Chanyeol, menghapus keringat yang mengucur dengan deras di kening Chanyeol.
"Chanyeolie.. Bangun sayang…" lirih Sora umma, sambil terus mengelus pipi Chanyeol, menghapus air matanya yang masih mengalir deras.
Sora umma berusaha mengangkat tubuh Chanyeol, hingga namja itu berada dalam posisi setengah berbaring, dan kemudian Sora umma memeluk putra kesayangannya, dan Chanyeol balas memeluknya dengan begitu erat.
"U-umma… Umma…"
"Ssshhh.. Tidak apa-apa, Chanyeolie… Kau mimpi buruk hmm?" kata Sora umma sambil mengelus punggung Chanyeol, berusaha menenangkan Chanyeol yang tubuhnya masih bergetar hebat. Sementara Yoora hanya bisa berdiri kaku dengan segelas air di tangannya. Ia sebenarnya berniat memberikan air itu ke sang adik, namun melihat kondisi Chanyeol sekarang, Yoora hanya bisa berdiri diam disana, tidak tahu harus berbuat apa. Yoora tahu jika adiknya itu begitu berubah drastis saat ditinggal yeojachingunya. Adiknya itu terlihat begitu patah hati dan tidak punya semangat hidup. Yoora memang sering melihat Chanyeol yang menangis dengan begitu keras, tapi itu dulu, saat mereka masih kecil, karena Yoora ingat benar kalau Chanyeol kecil sangatlah cengeng. Namun sejujurnya ini adalah kali pertama setelah bertahun-tahun, ia melihat Chanyeol tidak dapat menahan tangisnya lagi seperti ini.
Karena tak sanggup lagi melihat sang adik yang begitu terluka,Yoora mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Yoora baru sadar, rupanya Jungsoo appa dari tadi disana, berdiri membelakangi mereka.
"Appa…" panggil Yoora. Namun Jungsoo appa tak merespon. Yoora hanya melihat dua tangan sang appa yang terkepal begitu erat, sebelum meninggalkan kamar Chanyeol.
XOXO
"Selamat pagi appa~ selamat pagi umma~ Selamat pagi dan selamat hari pertama di musim dingin~"
Magnae keluarga Byun, Byun Zitao, menyapa appa dan ummanya yang sudah duduk di ruang makan dengan begitu semangat. Ia nampak begitu imut dengan syal tebal bermotif panda yang yang terikat dengan rapi di lehernya.
"Selamat pagi Zitao sayang~ Ayo duduk dan cepat sarapan" balas Sungmin umma sambil mengambil cangkir berisi susu coklat panas untuk Zitao.
"Gomawo umma… Baek unnie mana?" tanya Zitao setelah duduk di kursi.
"Unniemu sedang menyiapkan bekal di dapur"
"Heuumm.. Pasti sedang membuat bekal untuk namjachingunya lagi." Kata Zitao sambil menyeringai.
Tak beberapa lama kemudian Baekhyun keluar dari dapur, namun hanya ada satu kotak bekal di tangannya.
"Pagi appa, pagi umma, pagi Zizi" sapa Baekhyun sambil tersenyum, namun dengan senyuman yang tak semanis biasanya.
"Pagi" balas Kyuhyun appa dan Sungmin umma.
"Pagi un-unnie…" Zitao hampir terdiam cengok karena melihat ekspresi unnienya yang tak seperti biasanya. Baekhyun tampak begitu murung, dan terlihat jelas kalau senyumnya tadi sangat dipaksakan. "Cieee unnie, hari ini kau hanya membuat bekal untuk namjachingumu saja? Bekal untukmu mana?" goda Zitao, sengaja untuk membuat unnienya itu kembali cerewet seperti sedia kala.
"Siapa bilang itu bekal untuk namjachingu unnie? Itu bekal untuk unnie sendiri" jawab Baekhyun sambil mengacak rambut Zitao, kemudian duduk disebelahnya. Zitao memanyunkan bibirnya sesaat karena respon unnienya hanya seadanya.
"Yah! Biasanya kan unnie tiap pagi membawa dua bekal? Apa unnie sudah putus?"
"Zitao cepat habiskan sarapanmu" tiba-tiba Kyuhyun appa menyela pertanyaan Zitao. Zitao kembali memanyunkan bibirnya dan sesekali melirik ke arah Baekhyun yang masih terlihat murung.
"Baekhyunie sayang.. Kau tidak apa-apa kan? Apa kau ada masalah di sekolah?" naluri ibu seorang Sungmin akhirnya keluar juga begitu menyadari putrinya tak seceria biasanya.
"Tidak apa-apa umma"
"Apa kau tidak enak badan? Kalau ya, umma akan langsung menelpon ke sekolahmu untuk meminta izin" kata Sungmin umma lagi, sambil mellirik Kyuhyun appa. Kyuhyun appa mengangguk setuju.
"Aku tidak apa-apa, umma, appa," jawab Baekhyun, lagi-lagi dengan senyum yang begitu dipaksakan, "Lagipula hari ini aku harus bertemu dengan Jongdae oppa untuk latihan bernyanyi."
"Baiklah. Tapi jika ada apa-apa, langsung hubungi appa, umma, dan adikmu, arasso?"
"Ne, arasso umma."
Setelah itu keluarga Byun melanjutkan sarapan mereka dalam diam. Zitao sebenarnya dari tadi ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan unnienya yang biasanya cerewet itu, tapi dia takut jika Kyuhyun appa memarahinya lagi.
'Soo unnie, apa kau tau kenapa unnieku terlihat begitu berbeda hari ini?'
XOXO
Teman-teman Baekhyun di sekolah pun merasakan perbedaan yang begitu nyata yang terjadi dengan Baekhyun hari ini. Mereka begitu merasa kehilangan sosok Baekhyun yang selalu ribut dan tak bisa diam di kelas. Hari ini Baekhyun lebih banyak menghabiskan waktunya di bangkunya seorang diri, sambil membaca buku pelajaran atau sesekali menelungkupkan kepalanya di meja.
"Hei Baby Baek, kau kenapa?" tanya Luhan saat jam kosong di kelas. Yeoja itu langsung duduk di bekas bangku Kyungsoo di sebelah Baekhyun.
"Aku heran. Kenapa semua orang mengkhawatirkanku hari ini. Aigoo, aku baik-baik saja" jawab Baekhyun sambil terkekeh. Dan Luhan sadar benar kalau kekehan Baekhyun tadi sangatlah palsu.
"Tapi kau berbeda. Wajahmu tampak begitu murung. Seperti ada masalah besar yang baru saja menimpamu. Jangan bilang ini semua karena Chanyeol. Karena pagi ini aku sama sekali tidak melihatmu menemui Chanyeol untuk memberikannya bekal" ujar Luhan panjang lebar. Luhan bisa mendengar Baekhyun yang menghela nafas panjang. Kemudian yeoja itu menyandarkan kepalanya ke meja. "Benar kan?"
"Kalau aku jawab iya, memangnya kenapa?" tanya Baekhyun yang masih menyandarkan kepalanya di meja.
"Astaga! Apa yang Chanyeol lakukan padamu! Ughh aku harus ke kelasnya sekarang dan menendangnya ke luar galaksi saat itu juga!" kata Luhan berapi-api sampai mengundang perhatian teman-teman sekelasnya.
"Lulu, sudah aku bilang, berhenti bersikap berlebihan, atau Sehun tidak akan jatuh cinta padamu"
"Pffftttt"
Luhan 0 – Baekhyun 1
"Baby Baek… Jangan bilang kalau kau sudah menyerah" ujar Luhan, mencoba kembali ke topik semula.
Baekhyun tidak menanggapi Luhan.
"Iya kan? Kau sudah menyerah? Huh… Aku bilang juga apa."
Baekhyun langsung bangun dari posisi menyandarkan kepalanya di meja dan menatap Luhan serius, "Iya Luhan. Aku sudah menyerah. Puas?"
Luhan sebenarnya ingin menanggapi Baekhyun, namun Luhan tahu kondisi hati Baekhyun pasti sangat kacau sekarang.
"Heuumm… Ya sudah"
Baekhyun lagi-lagi menghela nafas panjang dan kembali menyandarkan kepalanya di meja, mengira kalau Luhan tak akan lagi mengajaknya berbicara. Namun….
"Yah! Karena kau sudah menyerah, kau harus mencari namjachingu lagi Baby Baekie!"
"Pfffffttttttttt!"
Luhan 123456789 – Baekhyun 1
XOXO
Jam istirahat sekolah pun tiba…
Kali ini Baekhyun dan Luhan tidak pergi ke kantin sekolah, karena keduanya membawa bekal hari ini. Dan mereka berdua memilih untuk duduk di bangku taman sekolah dan menikmati bekal mereka.
"Kshajnjsknjndskdjayol?" tanya Luhan dengan mulut yang terisi penuh.
"Lulu, jorok! Telan dulu makananmu baru bicara!" protes Baekhyun, karena ia juga kecipratan tempura yang sedang dikunyah Luhan.
Terdengar suara 'glup!' saat Luhan menelan makanannya, dan melanjutkan pertanyaanya dengan wajah tanpa dosa, "Kau tidak membawakan bekal untuk Chanyeol?"
Ekspresi wajah Baekhyun langsung berubah, "Lulu, aku merasa begitu bodoh jika masih membawakan bekal untuknya hari ini."
"Aku tau…" Luhan ikut memasang wajah sedih, "Memangnya apa sih yang Chanyeol lakukan padamu sampai-sampai seorang Byun Baekhyun yang keras kepala dan pantang menyerah ini akhirnya menyerah juga?"
"Dia…"
"Hai gadis-gadis!" sapa seorang namja yang menginterupsi jawaban Baekhyun, dan Luhan langsung memberikannya tatapan paling mengerikan yang pernah namja itu lihat.
"Kau siapa eoh?!"
"Lulu, dia itu-"
"Aigooo.. Kau tidak tau siapa aku? Aku Kim Jonghyun, namja yang baru saja diterima secara resmi menjadi anggota paduan suara Smile Sunshine. Dan aku teman sekelasnya Chanyeol. Baekhyun juga mengenalku. Benar tidak Baekhyun?" kata Jonghyun sambil mengedipkan satu matanya ke arah Baekhyun.
Luhan dan Baekhyun sama-sama memutar bola matanya.
"Jjong… Kenapa kau kemari?" tanya Baekhyun.
"Oh! Apa hari ini kau membawakan satu bekal untuk Chanyeol?"
"Eum.. Tidak. Kenapa memangnya?"
Jonghyun langsung memanyunkan bibirnya.
"Hari ini dia tidak masuk. Aku pikir kau membawakan bekal untuknya hari ini, jadi kan bisa ku minta. Kau tau, yeojachingu itu kadang-kadang lupa membawakanku bekal. Dan uang sakuku juga sudah sekarat, jadi aku tidak bisa pergi ke kantin."
Baekhyun terkejut, bukan karena uang saku Jonghyun yang habis, tapi karena sepertinya baru kali ini seorang Park Chanyeol absen. Rasanya Baekhyun ingin bertanya, kenapa ia tidak masuk? Namun Baekhyun sadar, ia sudah memilih tidak peduli lagi pada namja itu, apapun situasinya.
"Kenapa dia tidak masuk sekolah?" dan Luhan akhirnya menanyakan hal itu. Baekhyun benci untuk mengakui hal ini, namun ada perasaan lega saat Luhan akhirnya menanyakan hal itu pada Jonghyun.
"Kalau aku lihat dari suratnya, sepertinya ia dia sakit."
"S-sakit?" akhirnya Baekhyun bersuara. Namun Baekhyun buru-buru menutup mulutnya, merutuki dirinya sendiri.
'Aniya Baekhyun! Kau tidak boleh peduli lagi pada Chanyeol!'
"Ya, sakit. Jarang-jarang ya namja itu sakit. Padahal hari minggu nanti kan turnamen basket sudah akan dimulai", Jonghyun mengendikkan bahunya, "Heum ya sudahlah. Aku mau ke kelas yeojachinguku saja. Semoga hari ini dia tidak lupa membuatkanku bekal. Kalau sampai dia lupa lagi, bisa mati kelaparan aku disini. Asdfghjkl" Jonghyun terus menggerutu sambil berlalu meninggalkan Baekhyun dan Luhan.
"Baby Baek gwenchana?" tanya Luhan dengan nada khawatir karena wajah Baekhyun terlihat begitu pucat pasi. Namun Baekhyun segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah Luhan.
"Aku baik-baik saja, Lulu. Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja…" kata Baekhyun mencoba untuk meyakinkan Luhan. Walaupun di mata Luhan, Baekhyun terlihat seperti sedang meyakinkan dirinya sendiri.
XOXO
Jam pulang sekolah…
Hari ini adalah hari pertama Baekhyun latihan bernyanyi dengan Jongdae. Mereka sengaja memilih berlatih saat jam pulang sekolah, karena status Jongdae adalah siswa tingkat akhir, tentu saja jadwal sekolahnya sangat padat. Bahkan Jongdae sendiri sebenarnya sempat bingung, karena Changmin seonsaengnim masih menyuruhnya ikut kompetisi bernyanyi meskipun sebentar lagi ia akan menghadapi ujian akhir.
"Lagu itu memang bagus, tapi sepertinya kurang cocok untuk duet" kata Jongdae saat mereka membicarakan tentang lagu apa yang akan dinyanyikan untuk duet mereka nanti.
"Heummm.. Padahal itu lagu favorit Soo ie" tanggap Baekhyun sedikit kecewa.
"Soo ie?"
"O-oh, maksudku Kyungsoo"
Jongdae terkekeh, "Kau sepertinya dekat sekali dengan Kyungsoo ya?"
"Ne… Kami begitu dekat. Jadi kami memiliki nama panggilan satu sama lain," kenang Baekhyun, "Oppa juga dekat dengan Kyungsoo kan?"
"Bisa dibilang begitu. Sayangnya aku tak bisa terlalu dekat dengannya", senyum ramah Jongdae sedikit memudar.
"Eh? Waeyo?"
"Karena Kyungsoo saat itu sudah memiliki namjachingu. Dan kau tau, tiap hari aku bisa merasakan deathglare dari namjachingunya tiap kali aku dekat dengan Kyungsoo."
"Wow, namjachingunya kan memang seperti itu…", tanggap Baekhyun. 'Tidak heran…' lanjutnya dalam hati.
"Oh! Aku jadi teringat sesuatu. Kyungsoo sering sekali bercerita padaku kalau suaramu begitu merdu saat bernyanyi. Bahkan dia sempat iri." kenang Jongdae dan membuat Baekhyun menatapnya tak percaya.
"Iri? Ya ampun, suaraku tidak ada apa-apanya dibandingkan suara Kyungsoo, oppa." Baekhyun terkekeh canggung.
"Tapi Kyungsoo sendiri yang mengatakan hal itu. Dan menurutku, suara kalian itu memang memiliki ciri khas sendiri. Aku tidak bisa bilang yang mana yang lebih merdu. Ya, karena semuanya terdengar begitu merdu"
"G-gomawo oppa" Baekhyun langsung menundukkan wajahnya seketika, berharap wajahnya tidak terlihat seperti kepiting rebus sekarang. Karena jujur saja, mendengar pujian seperti itu dari seorang namja secharming Kim Jongdae cukup membuatnya hampir terbang ke awan.
"Ha ha ha.. Pembicaraan kita sampai melenceng kemana-mana. Jadi sebaiknya lagu apa yang akan kita nyanyikan nanti?"
"E-eum.. A-aku benar-benar tidak tau, oppa…" jawab Baekhyun yang masih menundukkan wajahnya.
"Mwo?"
"Aku benar-benar tidak tau…"
"Aku benar-benar tidak tau?"
"Ya…" Baekhyun memanyunkan bibirnya.
"Kurasa lagu itu cocok untuk kita nyanyikan berdua nanti!"
"E-eh?" Baekhyun akhirnya mengangkat wajahnya.
"Kau benar-benar jenius, Baekhyunie!" Jongdae mengacak rambut Baekhyun dan langsung mengeluarkan handphone dari kantongnya, mencari lagu yang akan mereka nyanyikan nanti.
Sementara itu Baekhyun lagi-lagi menundukkan wajahnya, semburat kemurahan kali ini benar-benar memenuhi kedua pipinya.
''Baekhyunie'.. Jongdae oppa barusan memanggilku 'Baekhyunie'… Apa aku tidak salah dengar?' gumamnya berulang kali dalam hati.
XOXO
Baekhyun menepati janjinya untuk pergi ke makam Kyungsoo usai pulang sekolah. Namun kali ini ia tak sendiri, ada Jongdae yang juga ikut menemaninya kesana. Ya, usai berlatih bernyanyi tadi, Jongdae menanyakan apakah Baekhyun akan langsung pulang atau tidak, dan Baekhyun menjawab akan pergi ke makam Kyungsoo. Tanpa pikir panjang, Jongdae memilih untuk ikut dengan Baekhyun, karena terakhir kali Jongdae ke makam Kyungsoo adalah saat hari pemakaman Kyungsoo.
Keduanya membeli bunga yang sama, yaitu bunga matahari, karena Jongdae menanyakan pada Baekhyun juga, apa bunga yang Kyungsoo suka. Lalu keduanya berlutut disebelah makam Kyungsoo.
Baekhyun tersenyum sambil meletakkan bunga matahari diatas makam Kyungsoo, mengeratkan mantelnya terlebih dahulu karena angin musim dingin mulai bertiup kencang, kemudian memejamkan matanya.
'Kyungsoo-ie, annyeong… Walaupun sudah cukup lama kau meninggalkan sahabatmu yang paling manis ini, tapi aku masih merasakan perasaan yang sama. Aku masih begitu merindukanmu. Sangat-sangat merindukanmu…'
'Kyungsoo-ie, apakah kau tau? Semalam… Aku pergi menemui Chanyeol kita di halaman concert hall, dia terlihat tampan sekali. Lalu aku memberikannya syal abu-abu hasil rajutanmu yang sudah kau rajut dengan susah payah, dan setengahnya hasil dari rajutanku. T-tapi… Kau pasti sangat sedih jika harus mendengar hal ini. Chanyeol kita… Dia tidak mau menerima syal itu. Aku mendengarnya dengan begitu jelas, dia bilang kalau syal rajutan kita itu jelek. Maaf aku harus mengatakan ini semua dengan jujur, karena itulah kenyataannya…'
'Kyungsoo-ie, kumohon jangan menangis. Surga akan begitu bersedih kalau salah satu bidadari cantiknya menangis. Hapus air matamu itu, ne…'
'Kyungsoo-ie, aku tau ini menyakitkan, tapi aku harus memberitahu satu hal lagi padamu. Mulai detik ini aku tak akan lagi menyebut Chanyeol dengan 'Chanyeol kita'… Tidak apa-apa kan kalau sekarang aku menyebutnya dengan 'Chanyeol mu?'… Ya, karena Park Chanyeol hanyalah milik Do Kyungsoo seorang… Itu sudah ketentuan, Soo ie.. Tolong jangan melanggarnya…'
'Kyungsoo-ie, berhentilah menangis.. Hapus air matamu itu.. Aku mohon…'
'Kyungsoo-ie… Mian… jeongmal mianhae… Aku sudah menyerah. Ternyata Byun Baekhyun tidak sekuat dan setegar yang kau bayangkan. Kuharap kau mengerti. Kuharap kau menerimanya, Soo ie. Maaf aku tak bisa memenuhi permintaanmu untuk menjaga Chanyeol kita, heum.. Maksudku Chanyeol mu. Aku sudah memutuskan untuk mencari namjachingu yang lain saja… Mianhae…'
Baekhyun merasakan sesuatu yang begitu hangat menyelimuti tubuhnya ditengah hawa hari pertama musim dingin yang menusuk tulang. Saat Baekhyun membuka mata, sudah ada Jongdae disampingnya yang sepertinya memakaikan mantel tebal miliknya ke tubuh Baekhyun.
"Kulihat kau begitu kedinginan, Baekhyunie. Kuharap mantelku bisa menghangatkanmu…" kata Jongdae, senyuman ramah masih terpasang di wajahnya, walaupun ekspresi khawatir terlihat begitu jelas. Lalu tangan Jongdae terulur ke wajah Baekhyun, dan saat itu Baekhyun baru sadar kalau bulir air mata terjatuh di wajahnya.
"Op-oppa…" Baekhyun merasakan tangan Jongdae yang begitu dingin, menandakan bahwa namja itu juga kedinginan, dan bodohnya, ia malah memakaikan mantel tebalnya itu ke tubuh Baekhyun. Tanpa pikir panjang, Baekhyun langsung menarik tubuh Jongdae untuk berdiri dan memeluknya erat.
"Baekhyunie…" Jongdae hanya bisa membelalakkan matanya lebar.
"Aku tau kau juga begitu kedinginan, oppa. Biarkan aku memelukmu, agar kita berdua hangat…" kata Baekhyun lalu menenggelamkan wajahnya di dada Jongdae, karena tak ingin air matanya terlihat lagi oleh namja dipelukannya.
'Dan agar Kyungsoo tau, untuk siapa hatiku sekarang…'
'Mianhae Soo ie..'
'Mianhae.. Chanyeol…'
TBC
Haiiii readerdeul tercinta~~~~~~ wuaaaa! Jangan lemparin author pake sandal jepit doonggg, iya iyaaa.. Maapin author karena updetannya lelet pake banget X'D apa daya author hanya seorang mahasiswa berotak pas2an yang harus belajar dengan mati2an karena sekarang lagi musim tugas sama ujian X'D ditambah lagi otak author yang juga masih pas2an kalau ngelanjutin penpik(?) ini.. jeongmal mianhae /bow 180(?) derajat/
Gak lupa dan gak pernah bosen juga author mo ngucapin neomu neomu kamsahamnida sedalam-dalamnya untuk readerdeul yang berbaik hati meninggalkan jejaknya untuk chapie kemarin…
Lala Maqfira, Guest, oneofcandies, baekhyunina, Guest, indrisaputri, sniaanggrn, karnitanova, Guest, ebellfiks, attiwijayya, narsih556, neli amelia, lilly, baekhaann, BaekYeollie25, BaebyYeolliePB, vivinovi38, amibaekyeol461, MbemXiumin, 1004baekie, Guest, nur991fah, ifhafifah17, baekyeol, cblove, queenbrilliant57, Guest, AnggyeEXOnBTS, SyiSehun, deta, GreenAradirachta, Nanda Yusri, BF, baek,Hapdee61, hanna2711, ariviavina6, ChanBaekLuv, baeksn, dan sparkhun
Buat new readers, selamat datang dan selamat menikmati(?) ff ini.. jangan bosen2 untuk review juga yaaa^^
Dan buat silent readers, gomawo juga udah nyempetin buat baca ff author yang gak seberapa(?) ini.. author juga gak pernah bosen buat nunggun review kalian :')
Yoosshh author gak akan berpanjang lebar untuk cuap2 kali ini :') /padahal yang barusan udah panjang lebar/… see ya in next chapie~~^^
Jaljayo~~~
p.s : ada yang tau judul lagu yang bakal chenbaek nyanyiin di kompetisi duet nanti? Yang tau author kasi album exodus :3 /dalam mimpi/
