Pair Of Dragon Heir

Disclaimer :: Naruto & Highschool DxD

Naruto [Masashi Kishimoto] & Highschool DxD [Ichie Ishibumi]

Pair : [Naruto. U X Rias. G ], [Menma X Sakura], [Sasuke X Hinata]

Warning : AU, OOC, abal, gaje, typo, Dsb

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.


Chapter 2 : The Arrival Of TheLegend

- Di Markas Akatsuki -

"Zetsu, tolong kau cari informasi yang di katakan Deidara dan Sasori." kata seorang yang memakai baju hitam bercorak awan merah dengan memakai topeng spiral berwarna orange

"Baik!" kata Zetsu yang sudah masuk ke dalam tanah.

"Kurasa ada kemungkinan ia bisa bergabung dengan Akatsuki" Gumam Sosok itu

- Sedangkan di tempat Naruto -

Setelah penyelamatan Gaara tadi kini Naruto sedang berada di sebuah desa yang tidak jauh dari Sunagakure. mereka sedang menikmati makan malam karena sehabis bertarung tadi membuat mereka lapar walau sebenarnya dari pagi saat du dimensi DxD mereka belum memakan apapun

"Aku seperti ada yang mengawasi kita Tsuma" Ujar Naruto kepada Karin

"Sepertinya begitu Anata" Balas Rias

Setelah menghabiskan makannya Naruto dan Rias kemudian pergi ketempat yang sedikit luas dan tanpa aba-aba Naruto langsung menghantam tanah di bawahnya dengan pukulan berlapis tinju api emas, dan setelah itu muncul sosok setengah berwarna putih dan setengah berwarna hitam

"Siapa Kalian kenapa kau mengikuti kami?" Tanya Naruto kepada Zetsu dengan santai, belum Zetsu menjawab muncul lingkaran Vortex yang menampilkan sosok berjubah hitam menggunakan topeng berwarna oranger berpola spiral

"Namaku adalah Tobi dan ini Zetsu kami dari Akatsuki, kami ingin menawari kalian untuk bergabung dengan kami" Ujar Tobi kepada Naruto dan juga Rias

'Dari pakaiannya ia seperti yang menculik Gaara tadi, dan aku bisa menyimpulkan bahwa kelompoknya bukanlah kelompok baik' Batin Naruto

"Kami tidak akan bergabung dengan kelompok penjahat seperti kalian" Ujar Naruto kepada Tobi

"Kalau itu pilihan kalian aku tidak memaksa, tapi aku akan membunuh kalian karena kalian bisa menajdi batu sandungan untuk tujuan dari Akatsuki" Ujar Sosok itu yang merapal HandSeal

[Katon : Ryuuka No Jutsu]

Wush...

Sebuah naga api mengarah ketubuh Naruto, tapi kemudian Naruto menarik nafasnya

[Golden Fire Empiric Roar]

Wush...

Kedua serangan bertabrakan hingga menciptakan ledakan yang cukup besar

"Kau cukup hebat Uzumaki Naruto" Ujar Tobi kepada Naruto

"Biar aku yang mengurusnya Anata" Ujar Rias kepada Naruto, sedangkan Naruto hanya mengangguk kemudian mundur beberapa langkah

"Ohhhh... jadi sekarang kau yang akan menjadi lawanku?" Tanya Tobi meremehkan

"Kita lihat saja" Ujar Rias

[Tornado Slash]

Wush...

Sebuah Tornado berukuran cukup besar mengarah Ke Tobi tapi dia tidak menghindari seranan tornado tiu malah menyeringai di balik topengnya, dan betapa terkejutnya Naruto saat mengetahui serangan dari Rias hanya menembus Tubuh Tobi

"Hahahah... serengan seperti itu tidak akan bekerja padaku" Ujar Tobi meremehkan, sedangkan Rias yang melihat kecongakkan dari Tobi merasa geram

[Burning Dragon Balance Breaker]

[Burn]

Terdengar suara [Burn] yang cukup nyaring setelah itu Rias mengadahkan tangan kanannya kearah Tobi

[Explosion]

[Dragon Shoot]

Sebuah Laser mengarah ke Tobi tapi Tobi hanay diam karena sudah dipastikan serangan itu akan menembusnya, tapi pemikirannya meleset karena serangan itu telak mengenai Tobi hingga pakaiannya berubah menjadi compang-camping

'Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa serangannya tidak menembus' Batin Tobi kaget karena serangan itu mengenai dirinya

[Reset]

"Seranganku mengenaimu karena aku menghilangkan kekuatanmu selama 1 menit, dan selama satu menit itu kau tidak akan bisa menggunakan kekuatanmu termasuk serangan anehmu yang dapat menembus itu" Ujar Rias yang kini sudah mereset armornya

'Sialan, ternyata kekuatannya cukup besar. jika begini aku harus mundur dulu untuk membuat rencana yang matang' Batin Tobi kemudian menghilang dalam lingkaran vortex di udara

"Kau tidak apa-apa Tsuma?" Tanya Naruto kepada Istrinya

"Aku tidak apa-apa Anata, hanya saja aku merasa mereka tidak akan berhenti sampai disini saja hanya karena ini" Ujar Rias kepada Naruto

"Kau memang benar, dan aku memiliki firasat buruk bahwa dia bisa membawa kehancuran bagi umat manusia" Balas Naruto

"Kau benar"

"kalau begitu mari, kita lanjutkan perjalannya" Ujar Naruto yang mendapat anggukand dari Rias kemudian berjalan melanjutkan perjalanannya

- Di Markas Akatsuki -

Muncul lingkaran Vortex yang menampilkan sosok yang memakai baju compang-camping a.k.a Tobi

"Ada apa denganmu Tobi?" Tanya sosok bermbut jingga dengan mata berpola riak air

"Ternyata kekuatan mereka lebih besar dari perkiraan kita, bahkan perempuan itu bisa menghilangkan kekuatan selama satu menit" Ujar Tobi

"Jadi begitu, kurasa mereka akan menjadi batu sandungan" Ujar sosok itu

0.0

Team Kakashi kini sudah kembali ke Konoha karena Kazekage mereka telah kembali, tapi mereka kembali bukan dengan senang, malah mereka kembali ke Konoha dengan rasa sedih terutama Menma yang mendengar kabar adiknya yang sempat singgah di Sunagakure. Menmapun kembali ke rumahnya langsung dan tidak ingin ikut bersama teamnya untuk melaporkan misinya

"Tadaima!"

"Okaeri," kata suara seorang wanita cantik berambut merah darah panjang a.k.a Kushina Uzumaki

"Ah, kau sudah pulang Menma? Bagaimana misinya?" tanyanya tapi bukan jawaban yang ia dapat tapi bungkaman dari Menma yang melenggang ke kemar dan itu membuat Kushina cemas karena tidak biasanya Menma bersikap seperti itu

Sedangkan Menma kini berada di jendela menatap langit sore yang membuatnya semakin merindukan adik satu-satunya itu

'Maafkan Niisan Naru, Apa kau menderita di luar sana Naru? Maafkan Niisan karena Niisan kau jadi seperti ini' Batin Menma sedih mengingat apa yang terjadi pada adik kembarnya ini

"Menma" Terdengar lenguhan feminim tanpa bertanya ia sduah tahu bahwa itu suaru ibunya. Kushina yang tidak mendapat jawabanpun masuk kekamar Menma

"Kau kenapa Menma?" Tanya Kushina karena melihat pundak anaknya ini bergetar, sedangkan kini menma berbalik memperhatikan ibunya dengan Intens

"Katakan Kaasan! Kau lebih memilihku atau Naru?" Tanya Menma kepada Kushina

"Tentu saja aku akan memilihmu Menma" Jawab Kushina membuat Menma merasakan sesak didadanya dan tangisnya sudah tidak bisa di tahan lagi, dan melampiaskan amarahnya dengan memukul tembok hingga retak dan ditangan menma muncul setitik darah, membuat Kushina khawatir

"AKU MENYESAL PERNAH LAHIR DARI RAHIM KAASAN! AKU DAN NARU ITU SAMA LAHIR DARI RAHIM KAASAN TAPI KENAPA KALIAN TIDAK PERNAH MELIHAT NARU! APA NARU BUKAN ANAK KALIAN" Teriak Menma Khalap karena ibunya

"Menma..." Kushina kini mengalirkan air matanya karena ucapan dari Menma

"Apa Kaasan tidak tahu bahwa Naru yang selama ini selalu menemani Kaasan saat Tousan sedang pergi ke desa lain" Ujar Menma kemudian berjalan ke samping ranjangnya untuk mengambil sesuatu di dalam laci dan itu adalah foto kemudian memberikannya kepada Kushina

Kemudian Kushina melihat foto di dalamnya dan terlihat sosok Naruto saat 12 tahun mengecup kening ibunya yang sedang terlelap tidur, dan di balik foto itu terdapat tulisan

Aku menyayangi Kaasan walau Kaasan tidak melihatku ada, jaga diri Kaasan baik-baik dan jangan tidur terlalu malam saat menunggu Tousan karena itu tidak baik untuk Tousan, karena mulai sekarang tidak ada yang menyelimuti Kaasan karena malam ini Naru akan pergi dalam kehidupan kalian

Maaf bila naru masuk dalam kehidupan kalian. aku menyayangk kalian

Setelah membaca tulisa dibalik foto itu Kushina jatuh tertunduk tidak kuasa menahan tangisnya, dan menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan dengan anak bungsunya

'Apa yang sudah aku lakukan kepada Putraku? Kami-sama maafkan aku beri aku kesempatan sekali saja untuk bersama anakku kembali, kumohon kembalikan ia kepadaku aku menyesal' Batin Kushina

- Di Tempat Naruto -

Tiba-tiba Naruto memegang dadanya yang terasa sangat sesak entah kenapa dirinya meraskan dadanya sesak sekali sepergi habis mengis tersedu-sedu, dan itu membuat Rias khawatir dengan suaminya

"Kau kenapa Anata?" tanya Rias kepada Naruto menunjukan wajah cemasnya

"Aku juga tidak tahu Tsuma, tapi tiba-tiba aku emrasa dadaku sangat sesak" Jawab Naruto yang masih memegang dadanya karena sesak yang ia alami di dadanya

"Duduklah terlebih dahulu" Ujar Rias kepada Naruto yang menuntun suaminya untuk duduk di bawah pohon

- Di tempat Team Kakashi minus Menma yang pulang -

Kakashi kini masih berjalan ke kantor hokage untuk melaporkan misi yang telah di jalaninya, tapi bukan itu yang menjadi masalah. Kakashi masih mengingat jelas ucapan dari Gaara sang Kazakage

[Flashback]

Kini Gaara dan Kakashi sedang berada di puncak gedung Kazgake dan seperti sang Kazegake ingin membicarakan suatu hal kepada Kakashi

"Ada apa Kazagake-sama?" Tanya Kakashi dengan sopan

"Tadi aku sempat bertemu dengan Naruto, dan dia bilang kepadaku bahwa sampaikan salamnya kepada kedua orang tuanya dan kakaknya, dan dia berpesan bahwa Naruto merindukan mereka" Jawab Gaara, membuat Kakashi terkejut karena muridnya itu tidak sedikirpun membenci kedua orang tuanya karena telah membuat mimpinya hancur

"Ha'i Kazekage-sama, pasti saya akan memberikan salam dan pesan ini kepada Hokage sama" Balas Kakashi

"Dan yah satu lagi Kakashi, katakan pada Yondaime Hokage bahwa dirinya tidak layak menjadi kage dengan sifatnya selama ini, mungkin dia hokage yang de segani tapi sebagai ayah dia orang yang gagal dan dia tidak pantas meyandang nama ayah. Dan jika Yondaime tidak terima dengan ucapanku dan ingin berperang aku akan melayaninya. Demi teman pertamaku aku akan melakukan apapun karena Naruto yang menyelamatkanku dari neraka kesepian" Ujar Gaara penjang lebar membuat Kakashi terkejut karena ucapan Gaara

"Ha'i Kazekage-sama pasti saya sampaikan" Jawab Kakashi kemudian mohon undur diri

'Ini tidak ada apa-apanya di banding dengan apa yang kau lakukan kepadaku Naruto' Batin Gaara\

[Flashback off]

Sesampainya di ruang hokage Kakashi menyampaikan laporan misi, dan juga menyampaikan apa yang dikatakan oleh Gaara, dan itu membuat Hokage marah dengan ucapan Gaara itu, sedangkan Kakashi yang mendengar umpatan dari Yondaime Hokage naik pitam dan kemudian membranikan diri untuk menggebrak meja Hokage

"Apa yang kau lakukan kakashi?" Tanya Minato menaikkan tekanan suaranya

"Masih belum sadar hah? yang dikatakan Gaara itu memang benar anda tidak layak meyandang nama Kage. Anda menyandang gelar ayah saja tidak bisa menjalankan tugasnya yang semestinya apalagi sebagai Kage anda sangatlah tidak layak. Tidak akan ada ayah yang bersikap seperti anda yang hanya karena ramalan bodoh itu mengorbankan anakknya" Ujar Kakashi menunjukan wajah marahnya, sedangkan Minato hanya bisa diam seribu bahasa karena tidak tahu

"Dan satulagi Uzumaki Naruto adalah Murid kebangganku saya, dan sebagai gurunya saya berhak ikut campur" Ujar Kakashi kemudian melenggang keluar dari ruang Hokage tanpa mengucapkan sepatah katapun yang meninggalkan minato dengan wajah penuh penyesalannya

"Apa yang sudah aku lakukan selama ini? Maafkan Tousan telah membunuh impianmu menjadi Hokage dan maaf atas perlakuan Tousan selama ini hanya karena ramalan bodoh itu aku sampai menelarkanmu. Maafkan Tousan Naruto" Gumam Minato yang menundukan wajahnya dengan air mata yang menggenang dipipinya

0.0

Sedangkan Naruto dan Rias kini sedang berjalan di sebuah desa tapi kemudian perhatian mereka berpindah karena mendengar teriakan perempuan dari sebuah Onsen, dan tak lama kemudian muncul sosok laki-laki berumur 50-an tahun dengan sekujur tubuhnya babak belur. Naruto yang melihat sosok orang itupun langsung mengenalnya walau tidak bertemu selama 5 tahu tapi dirinya masih jeli untuk mengetahui sosok Jiaraiya yang terlampau mesum ini

"Tak berubah juga kau Ero-sennin, 5 tahun sudha berlalu tapi sifat mesummu itu masih jelas" Ujar Naruto dengan tawanya, sedangkan Jiraiya yang mendengr gelarnya sayangnya yang hanya di berikan oleh muridnya dulu kemudian menengok untuk memastikan

"N-Naru-To" Ujar Jiraiya terbata menyebut nama Naruto

"Yah ini aku Naruto Ero-sennin, dan perkenalkan ini Istriku Rias Uzumaki" Ujar Naruto memperkenalkan istrinya

"Apa? Kau sudah menikah?" Tanya Jiaraiya kaget, dan kemudian Naruto memberikan selembar foto kepada Jiraiya yang tidak lain adalah foto pernikahannya dengan Rias

"Simpanlah foto itu, anggap saja hadiah dariku Ero-Sennin" Ujar Naruto sedangkan Jiraiya hanya mengangguk kemudian Jiariya meminta Naruto dan Istrinya untuk mampir di penginapannya yang mendapat anggukan dari keduanya. Kemudian saat di penginapan mereka berbincang-bincang

"Maaf Naruto, karena ucapanku tentang ramalan bodoh itu k-..." Ucapan Jiraiya terpotong oleh Naruto

"Sudah berapa kali aku bilang, itu bukan salahmu Sensei dan lebih baik kita ambil saja hikmahnya. Jika kau tidak mengatakan ramalan itu tidak mungkin aku menikah dengan Rias dan memiliki Partner seperti Ddraid dan Albion" Ujar Naruto kepada Jiraiya, sedangkan Jiraiya yang mendegar itu hanya kagum kepada muridnya yang dengan tegarnya menerima semua ini tanpa mengeluh

'Semoga kau menyesal Minato telah mengacuhkan Naruto, kau tidak tahu betapa tegarnya putramu ini' batin Jiraiya

"Tapi bagaimana keadaanmu selama ini?" tanya Jiraiya

"Mengerikan, pelatihan nerakan lima tahun bersama Tousan benar-benar menakutkan beruntung aku bisa melewati masa-masa itu" Ujar Naruto menceritakan pengalamannya berlatih dengan Igneel

"Tousan?" Tanya Jiraiya bingung

"Igneel adalah ayah angkat Anata yang mengajarkan kekuatan naga kepada Anata" Jawab Rias kepada Jiraiya

"Igneel? Naga?" Tanya Jiraiya tidak mengerti

"Ahhh sudahlah yang terpenting untuk sekarang aku buklanlah Shinobi melainkan Dragon Slayer sekaligus Sekiryuutei dan Hakuryuukou. intinya seperti Menma Niisan yang memiliki Kyuubi didalam tubuhnya aku juga memiliki yaitu dua ekor naga surga Welsh Dragon dan Vanishing Dragon" Ujar Naruto menjelaskan kepada Jiraiya, sedangkan Jiraiya hanya mengangguk-angguk

"Kau mengeri Ero Sennin?" Tanya Naruto

"Kagak!" Jawab Jiraiya dengan pose seperti Wak-waw membuat Naruto dan Rias sweatdrop

Setelah itu Naruto dan Rias memasuki kamarnya untuk melakukan kegiatan mereka, dan kegiatan mereka tidak sengaja di dengar oleh Jiraiya bahkan sampai menetskan darah dengan deras dari hidungnya karena desahan erotis mereka, dan karena tidak ingin kehabisan darah ia memilih untuk meninggalkan mereka dengan kegiatan mereka

'Sial kau Gaki, ternyata kau hibat juga dalam permaianan ranjang. Kau benar-benar murud yang membanggakan' batin Jiraiya

- Di Kamar Naruto dan Rias -

"aaahhh, aaahhh, ooohhh, Anata, aaahhh, lebih cepat, ooh lebih keras"desah Rias dengan keras

"aahh Tsuma, vaginamu sempit Tsuma aaahhh,"desah naruto karena penis naruto terasa dijepit dan diremas oleh vagina Rias

"ooohhh Anata, lebih cepat, aku akan keluar!"desah Rias

"aaahhh, Tsuma aku juga akan keluar!

Gerakan pinggul naruto semakin cepat dan bertambah liar, tangan Rias memegang pinggul naruto mencoba mempercepat gerakan pinggul naruto.

"aaahhh, Anata!, aku keluar! Aaahh!"teriak Rias, teriakan tersebut membuat otot-otot vagina terasa meremas dan memijat penis naruto.

"Tsuma aku juga keluar aaahhh!"

Croot... Croot

Begitu banyaknya semprotan sperma naruto, hingga melumer keluar dari vagina Rias, dengan perlahan naruto menarik penisnya dan merebakan badannya disisi Rias

"ennggh"Rias mengerang ketika penis naruto ditarik keluar dari vaginanya

Mereka berdua mengatur nafas mereka, dan juga keringat yang membasahi kedua sejoli yang sedang telanjang bulat.

Rias memeluk tubuh naruto, dan membenamkan wajahnya kedada bidang naruto kemudian mereka terlelap oleh tidurnya

0.0

Pagi harinya Jiraiya ingin kembali ke konoha dan ia mengajak Naruto untuk pulang ke konoha dan menyadarkan kedua orang tuanya tapi dirinya menolak dan lebih memilih untuk berkelana terlebih dahulu

"Sudahlah, jadi apakah kau mau ikut bersamaku kembali ke konoha?" Tanya Jiraiya kepada Naruto

"Tidak aku masih belum ingin pulang karena pasti Tousan dan Kaasan tidak akan senang dengan kepulanganku" Jawab Naruto lirih, membuat Jiraiya sedih merutuki apa yang sudah ia ucapkan dulu tentang ramalan itu

"Apa kau yakin Naruto?" Tanya Jiraiya memastikan

"Benar, dan salamkan salamku pada semuanya, kalau begitu aku pamit dulu Jiraiya-sensei, Ayo Tsuma" Ujar Naruto

"baiklah Anata" Jawab Rias kepada Naruto

[Divine Dividing]

[Burning Gear : Dragon Wings]

Kemudian mereka melesat keudara dengan sayap mereka masing-masing Naruto dengan sayap Hakuryuukounya sedangkan Rias dengan saya naganya

'Semoga kau mendapat kabahagiaanmu sendiri Naruto' batin Jiraiya

"Yah, sekarang bagaimana reaksi Minato dan Kushina kalau melihat foto ini" Gumam Jiraiya melihat foto dimana hari berlangsungnya pernikahan Naruto dan Rias

0.0

Naruto dan Rias menghentikan acar terbabg mereka karena untuk mengisi perut mereka yang kosong, dan kemudian melihat uang di kantong yang tadi sempat di berikan oleh Jiraiya karena bagaimanapun juga mereka butuh makan juga dan Jiraiya memberikan sedikit uang kepada mereka sebagai bekal

Kemudian Naruto dan Rias keliling kota untuk mencari kedai makanan, melihat kesana kemari berbagai kedak makanan. Akhirnya menemukan kedai makanan yang membuat matanya berbinar-binar. Kedai makanan yang menjual ramen, walaupun mungkin rasanya tidak seenak Ramen Ichiraku tapi itu nampaknya cukup melepas rindu makanan favoritenya itu, sedangkan Rias mengangguk setuju untuk makan ramen

Naruto pun masuk ke dalam kedai ramen yang diikuti oleh Rias dan duduk untuk memesan ramen. "Paman, ramennya 1 mangkok besar dan satu ukuran sedang." kata Naruto

"Segera saya sediakan." kata pemilik kedai ramen kepada Naruto

Tak sampai lima belas menit ramen yang mereka pesan sudah jadi, dan tak pakai lama mereka memakan ramennya, Rias memandang cara makan suaminya yang terlihat tidak makan beberapa bulan, dan itu menimbulan lengkungan keatas dari bibirnya, tak lama Rias memandang cara makan Naruto, Naruto-pun tersedak karena makan terlalu cepat, sedangkan Rias menepu-nepuk punggung Naruto

"Kalau makan pelan-pelan Anata, kita tidak dalam keadaan tererburu-buru jadi santai saja makannya" Ujar Rias kepada Naruto yang mendapat anggukan dari Naruto kemudian memelankan sedikit makannya

- Sedangkan di Konoha -

Konoha kini sedang mempersiapkan misi karena mata-mata memberitahu bahwa Anggota Akatsuki akan mengadakan pertemuan dengan Salah satu anak buah Orochimaru di jemabatan Kanabi

"Yamato bawalah Team Kakashi untuk misi yang akan datang. Karena kita tidak tahu rencana apa yang akan mereka lakukan. dan pastinya rencana mereka akan berhubungan dengan tujuan mereka" Ujar Minato kepada salah satu Anbunya

"Ha'i Hokage-sama, saya akan menajalankan misi dari anda" Jawab Anbu yang bernama Yamato itu

"Kalau begitu, kau beritahukan dulu kepada Kakashi bahwa kau akan mengambil alih kepemimpinan team Kakashi saat misi itu" Ujar sang Hokage yang mendapat anggukan dari Anbu itu, kemudian menghilang dalam gumpalan asap

"Hah, aku merindukanmu Naru, semoga kau cepat kembali" Gumam Minato yang merindukan putra bungsunya

- Di sebuah tempat -

Terlihat 5 sosok berpakaian seperti orang kerajaan yang menatap pemandangan di depannya

"Jadi mereka berada disini? kali ini kupastikan akan menangkap ketiga naga surgawi itu" Ujar sosok bermabut silver dengan jenggot tipi memakai jubah

"Ya, aku sudah menemukan Koordinat keberadaan mereka. Dan sudah di pastikan mereka berada disini Kakek" Ujar Sosok berambut silver satu lagi

"Kau memang bisa di andalkan Vali, dengan menggunakan kekuatan ketiga naga surgawi aku pasti akan bisa menguasi dunia hahahaha" Ujar sosok yang di panggil kakek tadi oleh Vali

"Itu sudah pasti Lucifer, kita akan menagkap Uzumaki Naruto" Ujar satu-satunya perempuan di kelompok itu

"Dengan kita menggunakan kekuatan ketiga naga surgawi bahkan kekuatan dari Fraksi Malaikat dan Malaikat jatuh hanya kekuatan kecil" Jawab sosok yang di panggil Lucifer tadi

- Di tempat Naruto dan Rias -

Naruto dan Rias yang sedang menikmati perjalanannya kemudian terbelalak karena meraskan kekuatan besar dan yang membuatnya terkejut adadalah ini bukanlah kekuatan chakra tapi sihir dan ini bukanlah sihir kelas rendahan tapi ini kelas tinggi yang hanya dimiliki oleh pemimpin Fraksi

"Apa kau merasakannya Tsuma?" Tanya Naruto kepada Rias

"Ya, aku merasakan aura kekuatan besar dan ini tidak salah lagi ini adalah kekuatan sihir dari Katerea Leviathan, Creuserey Asmodeus, Shalba Beelzebub, dan... Rizevim Livan Lucifer yang merupakan petinggi aliasi Yondai Maou Fraksi Iblis dan kekuatan mereka tidak bisa di anggap remeh, bahkan di rumorkan orang yang bisa melukai Rizevim Livan Lucifer adalah orang yang paling beruntung dari orang yang paling beruntung" Ujar Rias kepada Naruto

"Dan apa tujuan mereka datang kesini?" Tanya Naruto kepada Rias

"Mereka ingin menguasai dunia sana dengan mengalahkan Fraksi Malaikat dan Malaikat jatuh menggunakan kekuatan dari ketiga naga surgawi dan kita mau tidak mau harus mengalahkan mereka disini" Ujar Rias kepada Naruto

"Hah, sepertinya kita akan terlibat pertarungan besar" Balas Naruto

"Sepertinya juga begitu Anata, tapi kita harus bersiap dengan kemungkinan terburuknya" Ujar Rias kepada Naruto

"Ya, dan apapun yang terjadi aku akan melindungimu Rias, akupun sudah mendengar kekuatan Rizevim Livan Lucifer dari Igneel bahkan Igneel mengaku pernah bertarung dengannya dan Igneel berkata kekuatan dari Rizevim Livan Lucifer benar-benar luar biasa" Ujar Naruto yang mendapat anggukan dari Rias

"Semoga kita bisa menang melawan mereka, karena ini akan menjadi masalah besar jika Rizevim Livan Lucifer tetap berada disini, ia bisa menjadi masalah besar bagi dunia Shinobi jika ia mengacau disini, belum lagi kekuatan dari Maou yang lainnya pasti ini akan merepotkan" Lanjut Naruto

-TBC-


Yo Mungkin Fiction ini mengalami banyak Flame dan ketidak sukaan, dan saya memutuskan untuk tidak meniru seperti di Salamander no Naruto, dan dengan ini untuk selanjutnya saya akan berusaha melanjutkan Fiction ini hingga selesai... dan musuh selanjutnya yang akan di hadapi Naruto dan Rias adalah Old Satan Faction tapi itu bukan berarti akhir jika Naruto mengalahkannya

dan saya tidak akan membalas Review terlebih dahulu sampai chap 4 dan Fiction ini akan up setiap hari sampai chap.4. Jaa ne