Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Do Kyungsoo as Do Kyungsoo
Kim Jongdae as Kim Jongdae
Cameo : Red Velvet Irene as Bae Joohyun
SJ Donghae as Donghae seonsaengnim
VIXX Leo as Jung Taekwoon
Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo
Rating : PG-13
Disclaimer : semua cast di ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~
a/n : fanfic kedua saya di ffn. I'm sorry if it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
Chapter XIII – Out of Mind
Chanyeol baru saja memasuki gerbang sekolah SMA Black Pearl. Ya, akhirnya namja itu masuk sekolah lagi hari ini, meskipun umma nya sempat melarang karena kondisi kesehatan Chanyeol masih begitu buruk. Tadi pagi Chanyeol masih mengalami mimpi yang sama dengan kemarin, namun Chanyeol tetap bersikeras untuk masuk sekolah, meskipun kepalanya terasa begitu pening.
Ia melangkah dengan begitu lunglai, sampai berkali-kali harus menabrak siswa lain yang juga baru memasuki gerbang. Sampai akhirnya Chanyeol menabrak seorang yeoja dan yeoja itu dengan refleks menahan tubuhnya.
"Chanyeol oppa gwenchana?" tanya yeoja itu. Chanyeol baru bisa melihat jelas wajah yeoja itu usai memfokuskan pandangannya, dan ia teringat kalau yeoja itu adalah yeoja yang mendatanginya saat ia sedang duduk sendirian di kantin beberapa hari yang lalu.
Bae Joohyun.
"Gwenchana" jawab Chanyeol sambil memegang kepalanya yang masih terasa pening lalu melepaskan diri dari Joohyun.
"Oppa sepertinya kau kurang sehat. Sebaiknya kita ke UKS dulu, ne?"kata Joohyun dan sekarang malah melingkarkan tangannya di lengan Chanyeol. Chanyeol rasanya ingin melepaskan tangan yeoja itu darinya dan membentaknya karena sudah berani-beraninya memegang tangannya seperti itu, bagaikan sepasang kekasih. Chanyeol menghela nafas kesal, dan tepat saat itu di sisi gerbang sekolah yang lain, Baekhyun baru saja tiba di sekolah. Baekhyun sempat memandang tepat ke arahnya, kemudian keduanya sempat menatap satu sama lain, dan Baekhyun adalah orang pertama yang mengalihkan pandangannya, sambil berlalu dengan cepat menuju kelasnya.
"Oppa~ Kajja~" suara yeoja disebelahnya menyadarkan Chanyeol.
"Sudah kubilang aku baik-baik saja!" Chanyeol akhirnya melepaskan diri lagi dari Joohyun dan meninggalkan yeoja itu begitu saja.
"Oppa~!" Joohyun hanya bisa menghentakkan kakinya dan menatap Chanyeol dengan kesal. "Awas saja. Kau tidak akan pernah bisa menghindar dariku."
XOXO
Kelas 2-1…
Saat ini pelajaran Biologi sedang berlangsung di kelas Baekhyun. Sebagian siswa memperhatikan penjelasan yang disampaikan seonsaengnim mereka dengan fokus, dan sebagian yang lain melayang dengan pikiran mereka masing-masing. Salah satu dari kelompok siswa yang melayang dengan pikiran masing-masing tersebut adalah Baekhyun. Ia daritadi hanya mencoret-coret buku tulisnya dengan tidak jelas, seperti ingin meluapkan emosinya disana.
'Dasar namja menyebalkan! Namja sialan! Namja tak tahu diri!' gumamnya berkali-kali sambil terus mencoret buku tulisnya.
Baekhyun tak tahu apa yang membuatnya semarah ini sekarang. Moodnya sudah dalam kondisi baik pagi tadi, tapi tidak sampai Baekhyun tiba di gerbang sekolah dan melihat pemandangan yang cukup membuatnya terdiam cengok.
'Katanya kemarin kau sakit! Tapi kenapa besoknya kau malah bermesraan dengan yeoja lain seperti itu! Apa gara-gara sakit kau sudah bisa melupakan Soo ie?!'
'Astaga Byun Baekhyun! Seharusnya kau sudah tidak peduli lagi pada namja sialan itu! Kenapa kau masih memikirkannya?!' pekiknya dalam hati kemudian membenturkan kepalanya beberapa kali di meja.
"Baekhyun sshi!"
Tiba-tiba suara Donghae seonsaengnim menggelegar di seluruh ruangan dan langsung membuat Baekhyun menghentikan aktivitasnya, "Apa yang sedang kau lakukan eoh?!"
"O-oh mianhamnida seonsaengnim." Baekhyun berkali-kali membungkukkan badannya dan menundukkan kepalanya.
"Sekarang tolong jelaskan sistem peredaran darah pada ikan!"
Baekhyun hanya bisa diam tak tahu harus menjawab apa, karena sudah jelas Baekhyun tak memperhatikan pelajaran dari tadi. Donghae seonsaengnim hanya bisa menatap Baekhyun dengan penuh emosi.
"Cepat keluar dan cuci mukamu" perintah Donghae seonsaengnim. Baekhyun membungkukkan badannya sekali lagi sebelum keluar kelas.
XOXO
"Byun Baekhyun, kapan kau akan sadar nak?"
Baekhyun berjalan menuju toilet dengan bibir yang terjulur manyun sambil berkali-kali merutuki dirinya sendiri.
"Fokus Byun Baekhyun. Fokus. Fo-kus!"
Yeoja itu terlalu sibuk memfokuskan pikirannya sampai tidak sadar ada namja yang berjalan dengan lunglai sambil memegangi kepalanya sedang berjalan menuju ke arahnya. Cara jalan namja itu membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah namja itu, dan rasanya Baekhyun ingin berbalik arah begitu mengetahui siapa namja didepannya sekarang.
Namun Baekhyun mengurungkan niatnya untuk berbalik arah. Ia sudah memantapkan dalam hatinya, untuk tidak peduli lagi pada Chanyeol. Meskipun sebenarnya hati kecilnya ingin berteriak, apa yang sedang terjadi dengannya sekarang? Kenapa dia seperti orang yang sedang sakit? Sakit apa dia sebenarnya?
Baekhyun mencoba bersikap biasa saja, menganggap bahwa namja itu tidak sedang berjalan kearahnya sekarang. Akhirnya keduanya berpapasan, tanpa saling memandang, tanpa saling meyapa satu sama lain, bagaikan orang asing dan tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka berdua.
Baekhyun menarik nafas panjang dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Mian…" langkah Baekhyun terhenti.
Suasana menjadi hening karena tak ada satupun dari mereka yang berbicara.
Baekhyun memberanikan diri untuk membalik badannya dan melihat Chanyeol yang masih membelakanginya. Ia masih tidak percaya apa yang didengarnya barusan. Chanyeol meminta maaf padanya, namun dengan suara yang begitu pelan, suara yang tidak akan terdengar jika suasana lorong sekolah tidak sesepi sekarang ini.
"Ne?" Baekhyun mencoba meyakinkan apa yang didengarnya sekali lagi.
"Aku sudah mengatakannya padamu."
Baekhyun mendengus. Bahkan untuk meminta maaf saja Chanyeol masih begitu angkuh padanya.
"Mianhae Park Chanyeol-nim. Tapi aku benar-benar tidak mendengar apa yang barusan kau katakan."
Chanyeol terdengar menghela nafas kesal lalu membalik badannya, menatap ke arah Baekhyun. Tangannya sempat mengepal sesaat. "Mianhae…"
"Huh? Kau bicara apa?" dan Baekhyun sepertinya masih ingin bermain dengan keangkuhan Chanyeol meskipun Chanyeol sudah mengatakan maafnya dengan jelas. Entahlah. Baekhyun sepertinya ingin membalas semua kekesalannya pada namja itu atas semua sikap kasarnya pada Baekhyun.
Baekhyun hanya bisa meringis kesakitan saat tiba-tiba Chanyeol mendekat kearahnya dan mencengkeram pundaknya. Tidak ada satupun yang dapat menolong Baekhyun sepertinya, karena kondisi lorong yang sepi. Tentu saja karena kegiatan sekolah masih berlangsung.
"Harus berapa kali aku mengatakan maaf sampai kau mau memaafkanku?" desis Chanyeol. Dan dari jarak sedekat ini, Baekhyun bisa melihat jelas kalau wajah Chanyeol begitu pucat. Sepertinya namja itu memang benar-benar sedang sakit.
Baekhyun menelan ludahnya melawan rasa takut, walaupun jantungnya sedang berdegup kencang sekarang. "Setauku jika orang meminta maaf, dia akan meminta maaf dengan tulus. Tapi aku tidak merasakannya sama sekali darimu Chanyeol! Sekarang lepaskan aku atau aku akan berteriak!"
Chanyeol akhirnya melepaskan tubuh Baekhyun dari cengkeramannya, dan akhirnya Baekhyun bisa bernafas dengan lega. Baekhyun masih sedikit meringis sambil memegang lengannya yang masih terasa sakit.
"Baiklah." Kata Chanyeol, "Baiklah jika kau tidak mau memaafkanku."
Kemudian namja itu meninggalkan Baekhyun, dan sepertinya berjalan menuju UKS. Ada sedikit rasa kasihan saat melihat Chanyeol dalam kondisi seperti itu, namun Baekhyun langsung membuang rasa itu jauh-jauh.
XOXO
Chanyeol menghabiskan waktunya di sekolah seharian ini hanya dengan berisitirahat di UKS dan melewatkan semua mata pelajaran. Mungkin terdengar begitu menghabiskan waktu, karena seharusnya Chanyeol lebih baik di rumah saja jika seperti itu. Namun sebenarnya tujuan Chanyeol ke sekolah hari ini bukan untuk belajar, melainkan untuk mengikuti ekskul basket. Hari Minggu besok turnamen basket sudah berlangsung, dan tentu saja Chanyeol tidak ingin mendapatkan posisi sebagai pemain cadangan.
Saat jam pulang sekolah, Chanyeol langsung bergegas ke lapangan basket. Namun ia sedikit bingung karena siswa ekskul basket sudah terlihat tidak berlatih lagi dan hanya sebagian saja yang sedang berlatih basket.
Salah satu dari mereka menghentikan kegiatan bermain basketnya saat melihat Chanyeol berjalan ke arah mereka.
"Yo Chanyeol ah!" kata namja itu sambil memberi high five pada Chanyeol, "Bagaimana keadaanmu? Aku dengar kau kemarin sakit?"
"Gwenchana Taekwoon hyung.", jawab Chanyeol pada namja yang ternyata bernama Taekwoon itu, "Lagipula hari ini aku sudah baikan."
"Heum syukurlah"
"Hyung, kemana siswa ekskul basket yang lain? Kenapa mereka tidak latihan hari ini?" tanya Chanyeol. Dan seketika ekspresi Taekwoon langsung berubah. Karena Taekwoon tahu benar, Chanyeol begitu menginginkan berada di tim inti. Namun…
"Mian Chanyeol ah. Sebenarnya pemain inti sudah ditentukan kemarin oleh pelatih. Dan… Karena kau sempat beberapa kali absen, dan kemarin kau juga absen, kau harus rela menjadi pemain cadangan. Tidak apa-apa kan?" Taekwoon menepuk pundak Chanyeol, seperti ingin menyemangatinya.
Chanyeol bisa merasakan pening dikepalanya semakin menjadi usai mendengar apa yang Taekwoon katakan tadi. Ya, semua yang ada di lapangan basket saat ini adalah pemain inti yang akan bertanding besok. Itu sebabnya tidak semua siswa ekskul basket ada disana hari ini.
"Chanyeol ah gwenchana?" tanya Taekwoon karena daritadi Chanyeol hanya terdiam. Nafasnya berderu. Tangannya mengepal. Seperti sedang menahan emosi. "Chanyeol ah?"
Taekwoon hanya bisa menghela nafas panjang saat Chanyeol langsung pergi begitu saja meninggalkan lapangan basket, tentu saja dengan emosi yang begitu meluap.
XOXO
"Aku bilang juga apa. Jika dilatih secara terus menerus, maka kemampuan bernyanyimu akan semakin membaik. Kau bisa mendengar sendiri kan?" kata Jongdae sambil memperdengarkan rekaman suara nyanyian mereka di latihan hari ini pada Baekhyun. Baekhyun menganggukkan kepalanya sambil merasa kagum, mendengarkan suaranya sendiri disitu, dan bisa dibilang tidak terlalu buruk.
"Ne oppa" kata Baekhyun sambil tersenyum ke arah Jongdae. Jongdae pun balas tersenyum, merasa bahwa pilihannya untuk memilih Baekhyun sebagai partner duetnya adalah hal yang sangat tepat.
"Baiklah, karena hari ini kita sudah berlatih dengan keras, bagaimana kalau sehabis latihan kita pergi ke kedai bubble tea?" tawar Jongdae dan seketika membuat mata Baekhyun berbinar-binar.
"Kedai bubble tea?!"
"Ne. Kyungsoo bilang itu adalah tempat favoritmu dan dia. Benar tidak?"
Baekhyun menganggukkan kepalanya dengan begitu bersemangat sampai membuat Jongdae terkekeh.
"Baiklah kita kesana. Karena sejujurnya aku belum pernah mencoba bubble tea sebelumnya. Dan aku juga penasaran rasanya seperti apa."
"Ne oppa. Dan aku yakin kau pasti akan menyukainya!"
"Baiklah. Tahan dulu semangatmu itu, karena kita harus membereskan dulu tempat ini dulu sebelum pergi" kata Jongdae sambil membereskan barang-barang bawaannya.
"Eung oppa!"
Baekhyun merasakan bahagia yang tidak bisa diungkapkannya sendiri dengan kata-kata. Ini adalah pertama kalinya seorang namja mengajaknya untuk pergi bersama ke suatu tempat di akhir pekan seperti ini. Mungkinkah ini sama dengan kencan? Baekhyun langsung blushing sendiri ketika mengeja kata kencan dipikirannya.
"Kajja!" Jongdae mengulurkan tangannya ke arah Baekhyun usai mereka membereskan ruangan tersebut, dan Baekhyun dengan malu-malu akhirnya mengenggam tangan Jongdae. Meskipun cuaca masih begitu dingin, namun tangan Jongdae yang sedang menggenggam tangannya erat sekarang cukup membuatnya merasa hangat.
Keduanya baru saja meninggalkan gerbang sekolah, dan Baekhyun sedikit terkejut saat melihat Chanyeol ada disana. Terlihat seperti sedang menunggu Baekhyun? Ya, karena setelah itu Chanyeol menarik tangan Baekhyun membuat genggaman tangan Baekhyun terlepas dari Jongdae.
"Yah! Chanyeol ah waegurae?!" Baekhyun berteriak ke arah Chanyeol yang masih saja terus menggeretnya.
"Ikutlah denganku" kata Chanyeol, namun dengan gigi yang bergemeretak menahan emosi.
"Untuk apa?! Chanyeol lepaskan aku!" Baekhyun meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman erat Chanyeol di pergelangan tangannya. "Chanyeol!"
BUG!
Baekhyun membelalakkan matanya lebar karena akhirnya cengkeraman erat Chanyeol ditangannya sudah terlepas, namun tubuh Chanyeol sekarang sedang dihempaskan ke dinding oleh Jongdae yang menatapnya dengan marah.
"Apa yang sedang kau lakukan pada Baekhyun?!" kata Jongdae dengan nada penuh emosi. Dan ini adalah pertama kalinya bagi Baekhyun melihat seorang Kim Jongdae yang biasanya terlihat tenang menjadi penuh emosi seperti ini.
Chanyeol sadar bahwa namja yang sedang menatapnya tajam sambil mencengkeram kerah bajunya itu adalah seniornya, dan Chanyeol tahu benar siapa Kim Jongdae. Namun ia hanya menatap Jongdae dengan tersenyum penuh ejekan, "Huh? Kau siapa?"
BUG!
Chanyeol meringis kesakitan karena tubuhnya lagi-lagi dihempaskan ke dinding sampai membuat Baekhyun tidak tahan sendiri melihatnya, "J-jongdae oppa…"
"Leave" perintah Jongdae telak.
Chanyeol memutar bola matanya. Jika namja itu bukan seniornya, Chanyeol mungkin sudah menghabisi Jongdae sekarang, "Fine!"
Jongdae menghempaskan tubuh Chanyeol sekali lagi sebelum melepaskan Chanyeol, dan akhirnya Chanyeol meninggalkan Baekhyun dan Jongdae, meskipun Chanyeol sempat menatap ke arah Baekhyun sesaat. Baekhyun hanya bisa menundukkan wajahnya sambil menggigit bibirnya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
"Baekhyunie, kau tidak apa-apa?" kata Jongdae sambil memegang pundak Baekhyun.
"N-ne oppa." jawab Baekhyun masih menundukkan wajahnya.
"Jangan khawatir. Kau tidak akan diganggu olehnya lagi." Jongdae menggenggam tangan Baekhyun lagi dan mengajaknya pergi darisana.
Kata 'Jangan khawatir' dari Jongdae tadi malah membuat Baekhyun semakin merasa khawatir. Khawatir pada Chanyeol lebih tepatnya.
XOXO
Bukit belakang sekolah mulai diselimuti salju karena musim dingin telah tiba. Chanyeol mengambil bola basket yang juga telah diselimuti oleh salju, membersihkannya, sebelum mendribblenya dan mencoba memasukkannya ke dalam ring, namun meleset. Chanyeol menggelengkan kepalanya dengan keras, mendribble bola basket itu lagi, dan melemparnya lagi ke dalam ring, namun lagi-lagi meleset. Chanyeol tidak menyerah dan mencoba melemparnya sekali lagi, lagi, dan lagi, dan tak pernah satupun ada yang berhasil.
'Tapi apakah kau tau, setengah dari syal ini dirajut oleh seseorang yang begitu mencintaimu…'
Air mata mulai berjatuhan di pipi Chanyeol seiring rasa sakit yang kembali menyeruak di dadanya. Lagi-lagi mencoba mendribble bola basket itu dan melemparnya ke dalam ring. Dan…
'Aku membencimu!'
…Meleset.
Chanyeol akhirnya hanya bisa terduduk lemas, membiarkan bola basket yang dipegangnya tadi terpantul begitu saja, lalu menggelinding ke suatu tempat. Ia mengikuti arah bola basket itu sampai akhirnya terjatuh ke dasar bukit.
Namja itu menghapus air matanya lalu berjalan ke tepi bukit, melihat pemandangan yang begitu indah dari sana, pemandangan yang juga menjadi favorit Kyungsoo. Chanyeol selalu memeluknya dari belakang dengan begitu proteketif saat Kyungsoo sedang menikmati pemandangan itu, karena tepi bukit yang sangat curam, dan tentu saja Chanyeol tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada yeojachingunya.
Chanyeol menelan ludahnya saat mengalihkan pandangannya ke bawah bukit, bola basketnya sudah tidak lagi terlihat, karena dasar bukit yang begitu dalam dan gelap. Nafas Chanyeol kembali berderu dan jantungnya berdegup dengan kencang. Air mata terjatuh sekali lagi dari matanya sebelum namja itu membuka mantelnya, kemudian memejamkan matanya.
"Kyungsoo yah, aku sudah tidak tahan lagi. Aku merindukanmu. A-aku ingin bertemu denganmu…" katanya pelan kemudian melangkahkan satu kakinya ke tepi bukit.
XOXO
Kencan seharusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan, terutama bagi seseorang yang baru merasakan indahnya jatuh cinta. Namun tidak bagi Baekhyun. Daritadi pikiran yeoja itu hanya dipenuhi oleh perasaan tidak enak. Bahkan taro bubble tea favoritnya pun terasa hambar sekarang.
Seseorang yang telah menyakitinya berulang kali, seseorang yang ingin dibuang jauh-jauh dari pikirannya, seseorang yang sudah tidak ingin dipedulikannya lagi, mendadak memenuhi pikirannya. Tanpa sadar Baekhyun meraba bekas cengkeraman Chanyeol di pergelangan tangannya yang masih terasa perih.
"Baekhyunie?" panggil Jongdae, dan Baekhyun dapat melihat dengan jelas ekspresi Jongdae yang begitu khawatir. Baekhyun merasa bersalah karena sudah mengacuhkan namja yang sudah begitu baik padanya itu.
"A-ah ne oppa. Mian"
"Apa kau masih terpukul karena kejadian tadi?"
"A-ani. Gwenchana. Gwenchana oppa" Baekhyun mencoba tersenyum ke arah Jongdae, dan berharap senyumannya bisa meyakinkan namja didepannya kalau ia tidak apa-apa. "Oppa, bagaimana rasa bubble teanya? Enak tidak?" tanya Baekhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ne. Aku menyukainya. Lain kali kita kesini lagi, okay?"
"Eung oppa" Baekhyun menganggukkan kepalanya, lagi-lagi mencoba menunjukkan senyumannya. Setelah itu suasana menjadi hening kembali, dan ekspresi Baekhyun kembali berubah. Ekspresi itu adalah ekspresi yang Jongdae lihat sehabis ia menyuruh Chanyeol pergi tadi.
"Kau tidak bisa membohongiku, Baekhyun. Ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu bukan?" kata Jongdae. Baekhyun lagi-lagi hanya bisa menundukkan wajahnya sambil melipat jari-jemarinya, seperti orang yang sedang gugup.
"M-mian oppa. Aku hanya…" Baekhyun memejamkan matanya, kemudian menggelengkan kepalanya dengan keras.
'Sekarang bukan saatnya memikirkan Chanyeol, apalagi peduli padanya. Ingat sudah berapa kali ia menyakitimu. Dan kini kau harus membalasnya.'
"Baekhyunie…" terdengar suara Jongdae yang memanggilnya lagi, namun Baekhyun tetap memejamkan matanya. Pikirannya terasa begitu campur aduk. Ia mencoba memikirkan hal lain selain Chanyeol. Tapi Chanyeol tetap tidak bisa pergi dari pikirannya.
"Jika kau rasa kau harus menemuinya sekarang, pergilah. Temui dia" kata Jongdae membuat Baekhyun membuka matanya.
"Op-oppa…"
Jongdae hanya tersenyum kearahnya, seperti mengizinkannya untuk pergi.
"Mian oppa…"
"Tidak apa-apa Baekhyunie. Hati-hati"
Baekhyun membungkukkan badannya sekali lagi meminta maaf karena kencan pertamanya dengan Jongdae harus batal. Ia sudah bertekad untuk mengganti acara kencan itu di lain waktu, karena ada masalah yang lebih penting baginya kali ini. Entah sejak kapan Chanyeol menjadi hal yang penting baginya lagi.
Setelah meninggalkan tempat kencannya tadi ia hanya berlari dan terus berlari dan Baekhyun sendiri tidak tahu kemana kakinya membawanya melangkah. Dalam pikirannya yang dipenuhi kekalutan seperti itu, tiba-tiba sebuah cerita dari Kyungsoo tentang Chanyeol terngiang di pikirannya.
'Chanyeolie… memang terlihat seperti namja yang kuat jika dilihat dari penampilan fisiknya. Tapi apakah kau tau, Baekie? Jauh di dalam hatinya, Chanyeolie adalah namja yang mudah sekali terluka. Pada awalnya, dia memang akan berusaha menutupinya… Tapi jika luka itu sudah tidak tertahankan lagi, maka… Dia bisa kehilangan kendali. Dan itu adalah hal yang paling kutakutkan jika terjadi padanya.'
Dan sekarang Baekhyun mengerti, kenapa Kyungsoo memintanya untuk menjaga Chanyeol dan menggantikan posisinya untuk mencintai Chanyeol. Karena cinta adalah satu-satunya hal yang bisa membuat Chanyeol bertahan. Dan tanpanya…
Baekhyun menggelengkan kepalanya lagi dengan keras dan semakin berlari dengan kencang, sampai akhirnya yeoja itu sampai di suatu tempat. Lagi-lagi Baekhyun tidak tahu apa yang membuatnya bisa sampai di tempat ini.
Bukit belakang sekolah.
Saksi bisu cinta Chanyeol dan Kyungsoo.
Jantung Baekhyun mulai berdenyut dengan sakit, dan rasanya tubuh Baekhyun sudah mati rasa. Ia bahkan sudah hampir tidak bisa bernafas karena dadanya terasa begitu sesak. Namun nafasnya semakin terasa tercekat saat melihat sosok yang familiar berdiri di tepi bukit yang curam.
Park Chanyeol.
Persetan dengan janjinya untuk tidak peduli lagi pada Chanyeol apapun situasinya, karena Baekhyun langsung berlari dan memeluk Chanyeol dari belakang, sebelum namja itu sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya disana.
"Bodoh! Hiks…"
"…"
"Hiks… Kenapa kau begitu bodoh Park Chanyeol, hiks…"
Tangan Chanyeol mencoba melepaskan pelukan Baekhyun di tubuhnya, namun Baekhyun semakin memeluk tubuhnya dengan erat, tidak merelakan sedikitpun Chanyeol lepas dari pelukannya. Sekarang punggung Chanyeol terasa basah karena air mata Baekhyun begitu mengalir deras.
"Aku ingin bertemu dengan Kyungsoo…" kata Chanyeol, dan di telinga Baekhyun terdengar begitu lirih.
"Hiks… Kau tidak akan bertemu dengannya jika kau mati dengan cara seperti ini. Tuhan akan begitu membencimu karena kau tidak menghargai jiwa yang diberikan olehNya. Dan kau… Hiks… akan langsung dibuang Tuhan ke neraka. Hiks…"
Tubuh chanyeol bergetar, entah karena kedinginan atau tertawa.
"Yah Byun Baekhyun lepaskan aku."
"A-andwae.. Hiks…"
"Lepaskan"
"Andwe!"
"Byun-"
"Diam! Hiks…"
Keduanya berada dalam posisi itu cukup lama. Sampai akhirnya Chanyeol menyerah dan memilih mundur dari tepi bukit. Meskipun saat ini mereka sudah tidak lagi berada di tepi bukit, Baekhyun tetap memeluk Chanyeol dari belakang, tidak berniat melepaskannya.
"Byun Baekhyun…" Chanyeol mencoba memanggil Baekhyun sekali lagi, yang masih terdengar sesenggukan di punggungnya.
"Apa yang membuatmu sampai berpikiran seperti ini, Chanyeol? Hiks…"
"Karena hidupku sudah tak berguna lagi"
"Hiks…"
"Semua orang membenciku."
"Hiks…"
"Dan tak ada lagi yang peduli denganku. Untuk apa aku hidup? Huh?"
Baekhyun melepas pelukannya dari Chanyeol, membuat Chanyeol membalik badannya dan menatap Baekhyun. Wajahnya memerah dan matanya terlihat begitu sembab.
"Tapi apa kau tidak berpikir, bagaimana perasaan keluargamu jika kau meninggalkan mereka dengan cara seperti tadi?"
Chanyeol hanya terdiam.
"Hiks… Dan bagaimana dengan Kyungsoo? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya? Hiks…"
Air mata Chanyeol terjatuh lagi, begitupun dengan air mata Baekhyun.
"Dan… Dan bagaimana dengan aku?! Hiks…"
"…"
"Karena sebenci apapun aku padamu, aku tetap tidak akan bisa menyingkirkanmu dari pikiranku, Park Chanyeol… Hiks…"
'Karena sebenci apapun aku padamu, aku tetap tidak akan bisa menyingkirkanmu dari pikiranku, Chanyeolie… Hiks…'
"Karena aku begitu mencintaimu…"
'Karena aku begitu mencintaimu…'
"Tolong jangan lakukan hal bodoh seperti ini lagi, Chanyeol… Hiks…"
'Tolong jangan lakukan hal bodoh seperti ini lagi, Chanyeolie… Hiks…'
"M-mian…" suara Chanyeol terdengar begitu lirih, "Mianhae…"
Chanyeol kembali mengatakan kata maaf. Dan begitu berbeda dengan permintaan maafnya saat di lorong sekolah tadi. Baekhyun bisa merasakan penyesalan yang begitu dalam, bahkan rasa sakit karena tak sanggup menahan penyesalan itu.
Baekhyun hanya bisa terdiam sambil menundukkan wajahnya, saat tangan Chanyeol terulur ke wajahnya, menghapus air mata yang dari tadi tidak bisa berhenti berjatuhan.
"Jeongmal mianhae…" lirihnya sekali lagi.
Dan rasanya seperti mimpi saat tiba-tiba Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun.
"C-chanyeol…" Baekhyun membelalakkan matanya lebar karena bibir Chanyeol kali ini tinggal sepersekian mili dari bibirnya.
"Chan- hmpphh"
Namun Baekhyun tak bisa lagi untuk protes ataupun menghindar. Karena Chanyeol sudah melumat habis bibirnya.
Mencuri ciuman pertama Baekhyun.
Ciuman yang sebelumnya Baekhyun ingin berikan pada orang yang benar-benar dicintainya, dan kali ini harus rela diberikannya pada Chanyeol, namja yang dilubuk hatinya paling dalam juga masih dicintainya.
Baekhyun hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya. Karena semuanya sudah terjadi.
Baekhyun sedikit melenguh pelan saat Chanyeol menggigit bibir bawahnya sedikit keras, seperti ciuman seorang namja yang sedang dipenuhi emosi yang begitu mendalam. Lagi-lagi Baekhyun hanya bisa pasrah dan kali ini melingkarkan tangannya ke leher Chanyeol, semakin membuat Chanyeol memperdalam ciuman mereka, dan Baekhyun pun memberanikan diri untuk melakukan hal yang sama, membalas ciuman itu, meskipun tidak seagresif Chanyeol.
Baekhyun rasanya sudah hampir kehabisan nafas karena daritadi Chanyeol begitu terlarut dalam luapan emosinya. Setelah beberapa detik Chanyeol akhirnya melepaskan tautan bibirnya, dan menyandarkan keningnya di kening Baekhyun dengan nafas yang masih berderu. Baekhyun tak bisa menahan senyum yang terkembang di bibirnya yang sudah nampak begitu kemerahan akibat gigitan kecil Chanyeol tadi.
Inikah rasa ciuman pertama? Sebuah rasa yang lagi-lagi tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena yang Baekhyun rasakan hanya perasaan bahagia. Rasa sakit hati dan rasa bencinya pada Chanyeol menghilang begitu saja, berganti dengan rasa bahagia dan rasa lain yang Baekhyun yakini adalah cinta.
"Saranghae…"
Bibir Baekhyun semakin terkembang dengan lebar saat akhirnya Chanyeol menyatakan cinta padanya. Ya, inilah akhir dari kisah cinta Baekhyun dan Chanyeol, meyedihkan dan menyakitkan di awal namun berakhir dengan manis dan itu sudah hampir membalas pernyataan cinta Chanyeol, ia berkali-kali berlatih mengucapkan 'nado saranghae' dalam hatinya dan akhirnya mengungkapkannya,
"Na-"
"…Kyungsoo yah."
Hati Baekhyun yang telah retak, kini hancur berkeping-keping.
TBC
dan setelah itu karena merasa sakit hati, Baekhyun langsung mendorong Chanyeol ke tepi bukit dan Chanyeol metong(?) seketika. THE END.
Hwkwkwkwkwkwk XDD /author dibakar fans chanyeol rame2/
Becanda becanda XD
Author gak akan setega itu kok sama Chanyeol.. tapi gak tau deh di chapie2 selanjutnya #eehhh
Sampai lupa nyapa readerdeul nih…
Annyeong readerdeul~~^^
Moga suka ya sama updetan kali ini. Author sudah berusaha untuk update secepat mungkin, moga gak mengecewakan reader lagi :3
Jeongmal kamsahamnida untuk readerdeul yang sudah meninggalkan jejaknya di chapie kemarin
Farsya, kuro91, neli amelia, Sniaanggrn, Taman Coklat, chanichen, vivinovi38, indrisaputri, Hanbyeol267, Nanas RabbitFox, nova. k, Lala Maqfira, clouds, ifhachanchan, YeolSoo, narsih556, ParkByun, Yulyul, nyonyapark, Guest, MbemXiumin, 1004baekie, Nayunda, BF, H Luv. Parkbaekyoda92, BaebyYeolliePB, baekyeol, AnggyeEXOnBTS, anaknya cabe, anon, lilly, Fionny13, byunkaebb, bilabee, queenbrilliant57
Review kalian selalu jadi semangat untuk author. Dan makasi juga untuk semangatnya buat author^^ Jangan bosen untuk review lagi yaa^^
Chukkae juga untuk yang udah jawab pertanyaan author dengan benar. Yup lagu yang bakal Jongdae dan Baekhyun bawain nanti itu lagu yang pernah mereka nyanyiin pas di Immortal Song 2, judulnya Really, I Didn't Know.
Chukkae~~ hadiahnya udah author paketin di mimpi masing2 yaahh XDD
Untuk yang udah request lagu lain kayak My answer, A whole new world, Some, Jonghyun ft. Taeyeon (Breath bukan judulnya?), dsb, tunggu aja di chapter2 berikutnya, siapa tau ntar author selipin hihii :3 /reader : cabe kali thor diselipin hih -,,,-/ #PLAK
Oia.. Author baca beberapa review yang pengen Jongin jadi orang ketiga di ff ini. Miaan, tapi author sebenernya juga gak rela Jongin nya dipasangin ama Baek :( #kibarinbenderakaisoo Malahan author sempet pengen bikin side story Kyungsoo pas di surga. Jadi pas Kyungsoo lagi jalan2 di surga, terus tiba2 dia papasan sama Jongin yang ternyata malaikat penjaga(?) neraka gitu.. terus dua2nya langsung jatuh cintrong(?) gitu :3.. tapi itu masih jadi rencana author aja siihh.. reader jangan terlalu ngarep yaa buat dibikinin XD /reader : diihh siapa juga yang minta dibikinin thoorr thor -,,,-/
Buat anon, yang penasaran sama cerita Luhan sama gelang cartier nya, author udah ada rencana untuk bikin side story nya Hunhan.. Tapi mungkin gak author masukin di ff ini.. Ditunggu aja yaa^^
Dan buat YeolSoo, wuaaa annyeong LeoN shipper~ Nee, requestnya ditampung dulu yaa. Ditunggu aja dehh ff LeoN nya :3
Buat new readers, annyeong^^ selamat datang dan selamat menikmati ff ini.. Jangan lupa kritik dan sarannya yaa^^
Buat silent readers,gomawo udah baca ff ini^^ sekali2 review yuk biar bikin author tambah semangat :3
YOOSSHHH~~
Sumpah ini kayaknya lebih panjang cuap2nya daripada ffnya XD sekian dulu yaa cuap2 author..
See ya in next chapie.. jalja~~^^
p.s : Happy Birthday buat uke tersayang biasnya author, Luhan~~ Love love Love~
