Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Kim Jongdae as Kim Jongdae
Luhan as Luhan
Park Jungsoo as Chanyeol's appa
Kang sora as Chanyeol's umma
Park Yoora as Chanyeol's nuna
Cameo : Zhang Yixing as Dokter Zhang
Shim Changmin as Changmin seonsaengnim
Pairing(s) : ChanBaek, slight!ChanSoo
Rating : PG-13
Disclaimer : semua cast di ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch, typo everywhere, and another short chapter. mianhae ~_~
a/n : I'm sorry, it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
Song : My Answer by EXO
Really, I Didn't Know by Chen & Baekhyun
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
Chapter XVI – My Answer
Baekhyun tak lagi bisa merasakan apa-apa. Sedari tadi ia hanya terduduk dengan pandangan kosong, di sebuah lorong, di dekat pintu besar yang tertutup rapat dan diatasnya tertulis kata 'Emergency Room'.
Ya, dialah sang yeoja yang menangis begitu tersedu, berteriak meminta pertolongan, saat mengetahui Chanyeol yang masih berdiri begitu tegap meraih gelar MVP pada pertandingan basket beberapa jam yang lalu tersungkur di tanah begitu saja dengan luka lebam dan darah di sekujur tubuhnya. Baekhyun memang saat itu berniat mengejar Chanyeol, ingin menjelaskan padanya bahwa semua ini hanya salah paham dan ia benar-benar mencintai Chanyeol tulus dari dalam lubuk hatinya.
Namun kenyataan berkata lain. Baekhyun terlalu lama berpikir, ragu-ragu apakah ia harus mengejar Chanyeol atau tidak, hingga semuanya menjadi terlambat.
Dan disinilah ia sekarang, di rumah sakit Phoenix, rumah sakit tempat Kyungsoo sempat dirawat. Dan Baekhyun yakin, appa Chanyeol juga pasti bekerja di rumah sakit ini.
Air matanya terkadang terjatuh membasahi mantelnya yang masih dipenuhi noda darah. Sementara itu, Luhan juga ada disana. Menangis hingga terisak tak terkendali. Mengucapkan maaf berulang kali pada Baekhyun, mengatakan bahwa ia begitu menyesal, kalau saja ia tidak terbuai emosi sampai mengeluarkan diary Kyungsoo dari dalam tas Baekhyun tadi, tentu tidak akan terjadi peristiwa seperti ini.
Tapi Baekhyun hanya terdiam. Ia tidak membutuhkan sama sekali permintaan maaf dari Luhan. Yang ia butuhkan adalah dokter yang segera keluar dari emergency room itu, memberitahukan mereka bahwa Chanyeol baik-baik saja.
Suara derap langkah yang terdengar begitu panik mulai mendekati tempat Baekhyun dan Luhan berada. Baekhyun mendongakkan kepalanya saat tiga orang dengan wajah panik dan khawatir berdiri di depan pintu emergency room, tidak sempat berpikir untuk duduk. Baekhyun bisa menebak pasti mereka adalah umma dan appa Chanyeol, dan yeoja cantik lain yang terlihat begitu mirip dengan Chanyeol, mungkin ia adalah nunanya. Appa Chanyeol terlihat memakai jas dokter, menandakan bahwa ia memang merupakan dokter di rumah sakit ini.
"A-annyeonghaseyo" Baekhyun mencoba menyapa mereka. Namun hanya nuna Chanyeol yang menanggapinya. Karena appa Chanyeol saat ini sedang sibuk menenangkan umma Chanyeol yang menangis begitu tersedu sambil berkata lirih, "Anakku… Anakku Park Chanyeol. Apa yang terjadi denganmu sayang?"
"Annyeong" sapa nuna Chanyeol pada Baekhyun. Ia berusaha tersenyum pada Baekhyun dan Luhan meskipun matanya terlihat sembab, "Apakah kalian teman Chanyeol?"
"A-ah ne. B-baekhyun imnida. Dan ini temanku, Luhan" jawab Baekhyun dengan suara begitu parau.
"Yoora imnida, nuna Chanyeol. Eum.. Apa yang terjadi dengan adikku? Tiba-tiba saja appa menelponku dan umma untuk segera kesini" tanya Yoora sedih.
"U-unnie mian. T-tadi saat terakhir kali menemuinya, dia sudah terbaring di tanah dengan kondisi pingsan. D-dan tubuhnya dipenuhi luka. Sepertinya Chanyeol habis dipukuli oleh beberapa orang."
"Aigoo" Yoora hanya bisa menutup mulutnya syok, seperti tidak bisa membayangkan kejadian mengenaskan yang baru saja dialami oleh adiknya. "Siapa yang tega berbuat seperti itu pada Chanyeol? S-salah apa adikku hingga ia diperlakukan seperti itu?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan. Ia juga tidak tahu apa yang membuat Chanyeol sampai dihabisi seperti itu. Air matanya kembali terjatuh, dan ia segera menghapusnya. Tidak ingin membuat suasana menjadi semakin sedih. "Un-unnie, Chanyeol akan baik-baik saja bukan?"
"Tentu. Tentu ia akan baik-baik saja Baekhyun. Chanyeol adalah namja yang kuat. Pasti dia akan bisa melewati ini. Sekarang kita berdoa saja, ne?"
Baekhyun mengangguk, kemudian memejamkan matanya dan mengaitkan tangannya. Berdoa yang terbaik untuk namja yang begitu dicintainya.
Beberapa saat kemudian, pintu emergency room terbuka. Seorang dokter yang masih terlihat begitu muda keluar dari sana sambil melepas maskernya.
Umma Chanyeol langsung memintanya untuk menemui putra kesayangannya, dan dokter itu mengizinkan, meskipun hanya dibatasi dua orang, dan Yoora memilih untuk ikut masuk.
Baekhyun menggigit bibirnya karena sebenarnya ia juga ingin sekali masuk ke ruangan itu, memastikan bahwa Chanyeol baik-baik saja. Tapi Baekhyun sadar, keluarga dari Chanyeol lah yang lebih penting untuk saat ini.
"Dokter Zhang, bagaimana keadaan putra kami?" tanya appa Chanyeol dengan raut wajah begitu khawatir.
"Dokter Park, kami sudah berusaha semampu kami. Tapi…"dokter Zhang memotong pembicaraannya saat menyadari Baekhyun dan Luhan juga memandang kearahnya ingin tahu, "Dokter Park, sebaiknya kita bicarakan hal ini di ruanganku saja."
XOXO
"Dokter Zhang, kurasa kau hanya membohongiku kan? Kau adalah salah satu dokter hebat disini dan aku begitu mempercayaimu."
Appa Chanyeol, Park Jungsoo, hanya bisa terduduk lemas di kursinya saat Zhang Yixing, dokter spesialis bedah itu mengatakan bahwa Chanyeol bisa tertolong, namun sekarang berada dalam kondisi koma.
"Josonghamnida Dokter Park. Chanyeol memang mengalami luka benturan parah di bagian kepala dan wajah. Dan yang paling parah adalah di bagian pinggangnya, kemungkinan besar karena dihantam oleh sebuah benda tumpul. Hal itu sempat membuatnya berada dalam kondisi kritis, dan akhirnya koma."
Jungsoo rasanya ingin menutup telinganya saat dokter Zhang semakin memperjelas kondisi yang dialami putranya. Dokter Zhang pun merasakan apa yang dirasakan oleh dokter senior dihadapannya, terlebih Chanyeol adalah anak laki-laki satu-satunya, tentu Jungsoo sangat menyayanginya.
"Dokter Park, jangan khawatir. Kami masih akan terus berusaha semampu kami untuk merawat Chanyeol. Dan kami juga akan berusaha agar Chanyeol segera tersadar dari komanya."
Jungsoo tiba-tiba langsung turun dari kursinya, berlutut di depan kursi dokter Zhang dan seketika membuat dokter Zhang terkesiap, bagaimana bisa dokter Park Jungsoo, sang dokter senior sekaligus kepala Rumah Sakit Phoenix, berlutut didepannya, yang bahkan pengalaman kerjanya belum bisa dibilang apa-apa.
"Sembuhkan putra kami Park Chanyeol. Kami sangat menyayanginya… Aku benar-benar memohon padamu, dokter Zhang"
"Dokter Park"
"A-aku rela membayar berapa saja asalkan putra kesayangan kami segera sembuh."
"Dokter Park. Tenanglah" dokter Zhang akhirnya ikut berlutut di hadapan Jungsoo, menenangkan sang dokter senior yang terlihat begitu sedih dan terpukul.
"Aku sudah gagal menangani satu pasienku, satu pasien yang begitu dicintai oleh putraku, dan sampai sekarang aku masih dipenuhi rasa bersalah. Kumohon dokter Zhang, jangan sampai rasa bersalah itu juga terjadi padamu. A-aku mohon…"
Dokter Zhang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sedih. Ia teringat, Jungsoo sempat bercerita padanya, bahwa ia merindukan Chanyeolnya yang dulu, sosok yang begitu mengagumi appanya. "Tidak ada dokter yang sempurna di dunia ini. Pasti mereka juga pernah melakukan kesalahan, Dokter Park."
Dan air mata terjatuh di wajah Jungsoo karena sang dokter senior tidak dapat menahannya lagi.
Sementara itu di luar ruangan, Baekhyun, yang ternyata memberanikan diri untuk menguping pembicaraan mereka juga ikut terduduk lemas di lantai.
Koma.
Chanyeol dalam keadaan koma.
Dan hanya keajaiban yang bisa menyadarkannya kembali.
XOXO
Keesokan harinya…
Berita tentang seorang siswa yang dihajar hingga babak belur terdengar di seluruh SMA Black Pearl. Dan kabar lain bahwa seorang siswi dari SMA Black pearl, dan beberapa siswa dari SMA lain sedang ditahan di kepolisian. Bahkan berita lain menyebutkan bahwa siswi yang ternyata bernama Bae Joohyun itu terancam akan dikeluarkan dari SMA Black Pearl jika ia terbukti melakukan kesalahan fatal.
Kegiatan sekolah di SMA Black Pearl berjalan seperti biasanya meskipun suasana terlihat begitu berbeda. Para guru mengajar seperti biasanya meskipun mereka tidak bisa menyembunyikan raut wajah terpukul atas kejadian yang mencoreng nama baik SMA Black Pearl itu. Sementara itu para siswa, terutama yang kenal dekat dengan Chanyeol tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan kekhawatiran mereka.
Dan dari itu semua, Baekhyun adalah salah satu siswa yang paling terpengaruh atas kejadian ini. Walaupun begitu, Baekhyun masih berusaha untuk berkonsentrasi mengikuti tiap mata pelajaran. Sadar bahwa ia harus mementingkan materi – materi pelajarannya karena sebentar lagi ujian kenaikan kelas akan tiba.
Saat pulang sekolah, Baekhyun kembali menemui Jongdae di ruang musik. Jongdae yang sudah mengetahui semua kejadian-kejadian itu hanya bisa memeluk Baekhyun begitu erat. Karena saat baru saja tiba di depan pintu tadi, Baekhyun sudah memasang wajah ingin menangis.
Seragam Jongdae begitu basah karena air mata Baekhyun yang tak henti-hentinya mengalir, dan Jongdae pun tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa mengusap punggung Baekhhyun, membisikkan kalimat 'gwenchana Baekhyunie' berulang kali.
"Oppa.. Hiks.." lirih Baekhyun di tengah tangisnya.
"Ne Baekhyunie?"
"A-aku ingin menjenguk Chanyeol.. hiks.. Bolehkah aku absen latihan hari ini?"
"Baekhyunie…" Jongdae melepas pelukannya, menghapus air mata Baekhyun dan menatapnya, "Mianhae. Tapi, kompetisi menyanyi tinggal dua hari lagi dan besok kita sudah harus melakukan gladi bersih di concert hall."
"Oppa.." Baekhyun memohon sekali lagi dan menggigit bibirnya, seperti memaksa Jongdae untuk mengizinkannya absen. Jongdae menghela nafas panjang dan berpikir sejenak.
"Huff… Baiklah. Kau boleh absen hari ini."
"B-benarkah oppa?" Baekhyun kembali tersenyum, membuat Jongdae terkekeh karena ekspresi Baekhyun bisa berubah secepat itu. Jongdae menganggukkan kepalanya. "Tidak apa-apa kan oppa?"
"Tidak apa-apa Baekhyunie… Tapi sehabis menjenguknya, kau harus beristirahat, agar besok kau bisa mempersiapkan dirimu dengan baik. Arasso?"
"Arasso oppa. Jeongmal gomawoyo"
"Ne…" Jongdae tersenyum sambil mengacak rambut Baekhyun. Dalam hati sebenarnya ia masih menyimpan perasaan pada Baekhyun, yang saat ini masih terus menatapnya sambil tersenyum begitu manis. Tepatnya ia masih penasaran, bagaimana perasaan Baekhyun sebenarnya padanya. Ia menarik nafas dalam sebelum menyatakan cintanya sekali lagi.
"Saranghae… Baekhyunie"
Baekhyun terlihat terkejut dan terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab,
"G-gomawo oppa. T-tapi…"
"Sssttt…", Baekhyun terdiam saat sebuah telunjuk menempel di bibirnya. "Aku tahu. Aku hanya sedang mengujimu."
"Oppa?"
"Dan sekarang aku yakin kalau kau benar-benar mencintainya." kata Jongdae lagi. Hatinya sedikit merasa sakit, tapi setidaknya dia tahu untuk siapa hati Baekhyun sebenarnya. Dari awal ia memang merasa kalau Baekhyun hanya menyimpan rasa kagum pada dirinya, tidak sampai ke cinta.
"Op-oppa darimana kau tau kalau aku mencintai C-chan… Maksudku namja itu?" tanya Baekhyun sambil tertunduk malu.
Jongdae tersenyum, "Jika kau tidak mencintainya, kau tidak akan memasang wajah begitu khawatir dihadapanku saat pertama kali kita ke kedai bubble tea. Dan… Kau tidak akan meninggalkanku dan berlari sekencang itu" jelasnya dan membuat wajah Baekhyun semakin memerah.
"Op-oppa... Aku minta maaf karena tidak bisa membalas cintamu" kata Baekhyun yang merasa begitu bersalah.
"Tidak apa-apa. Seperti yang pernah kau bilang, masih banyak yeoja lain diluar sana yang menanti cinta dariku, iya kan?"
"Tentu!" Baekhyun kembali menatap Jongdae dan tersenyum meyakinkannya, membuat Jongdae kembali terkekeh.
Baekhyun berjanji sekali lagi untuk kembali latihan besok, lalu pamit untuk pergi. Rasa sakit itu masih terasa di hatinya, namun Jongdae menghela nafas lega, setidaknya ia tak lagi dibayangi rasa penasaran atas perasaan Baekhyun padanya.
XOXO
Rumah Sakit Phoenix…
Bip… Bip… Bip…
Suara mesin monitor detak jantung terdengar saat Baekhyun memasuki kamar 1992, tempat Chanyeol dirawat. Namja itu akhirnya sudah dipindahkan ke kamar biasa. Namun selang infus masih terpasang di tangannya dan masker oksigen menutupi mulut dan hidungnya.
Baekhyun berusaha untuk menahan tangisnya setelah melihat Chanyeol semakin dekat. Luka lebam masih terlihat jelas disekujur tubuhnya, dan beberapa jahitan juga terlihat menutupi luka goresnya. Luka lebam juga terlihat jelas di wajah Chanyeol seakan ingin merusak wajah tampannya, meskipun bagi Baekhyun, Chanyeol tetap saja masih terlihat tampan di balik masker oksigennya.
Wajahnya begitu tenang, seperti tertidur sangat dalam. Baekhyun lalu duduk disebelah tempat tidur Chanyeol, hanya bisa menatapnya dengan tatapan sedih.
"Chanyeol ah annyeong" sapa Baekhyun, dan lagi-lagi hanya suara mesin monitor detak jantung yang terdengar.
Baekhyun menggigit bibirnya dan berkata lirih, "Kenapa kau belum bangun juga?", sambil meraih tangan Chanyeol yang dipasang dengan jarum infus.
"Chanyeol ah.. Bangun… Hiks.."
Baekhyun akhirnya menangis sambil terus menggenggam erat tangan Chanyeol.
Ada banyak hal sebenarnya yang ingin ia katakan pada namja yang sedang tertidur sangat dalam itu.
Bahwa ia benar-benar mencintainya, ia benar-benar merindukannya, ia menyesal, ia ingin meminta maaf. Ia juga ingin memberitahu Chanyeol kalau umma dan nunanya begitu khawatir, dan satu hal yang paling penting, bahwa appa Chanyeol ternyata begitu menyayanginya. Sangat jauh berbeda dengan apa yang Chanyeol pernah katakan padanya.
Dalam tangisnya Baekhyun tak henti-hentinya berdoa, agar Chanyeol segera terbangun dari tidur panjangnya. Berharap agar Tuhan tidak mengambil orang yang begitu disayanginya lagi.
"Chanyeol ah…" lirih Baekhyun sekali lagi lalu mengecup tangan Chanyeol yang terasa begitu dingin, "Saranghae…"
…..
"Saranghae… Hiks…" lirihnya sekali lagi, berharap pernyataan cintanya membuat Chanyeol sadar. Tapi hanya suara mesin monitor detak jantung yang lagi-lagi terdengar, dan Chanyeol masih setia menutup matanya.
'The answer is you…'
'My answer is you…'
'Nae modeun gol da boyeo jwo basseo..'
'You are my everything..'
'Neomu hwaksinhaeso…'
Baekhyun menanyikan sebuah lagu sambil terisak, namun ia mencoba menyanyikan lagu itu hingga selesai. Berharap perasaannya tersampaikan ke Chanyeol lewat nyanyiannya, setidaknya di alam bawah sadarnya.
'You are my everything…'
'Yeongwonhalge… My love…'
'Oh I'm nothing...'
'Tteonajima…'
'Geunyang ne gyeoteman itge haejwo..'
'Amuri saenggakhaedo.. Nan neoraseo…'
'It's you..'
'It's you…'
Ia begitu terlarut dalam nyanyiannya, tak menyadari bahwa monitor denyut jantung Chanyeol menunjukkan sesuatu yang berbeda.
XOXO
Hari berganti hari. Dan kali ini giliran concert hall yang dipenuhi oleh penonton yang ingin menyaksikan kompetisi duet yang akan diadakan hari ini. Baekhyun dan Jongdae dari tadi sudah bersiap di belakang panggung, melakukan pemanasan suara agar tidak terdengar fals saat di panggung nanti.
Changmin seonsaengnim menemui mereka dan memberikan mereka semangat terutama untuk Baekhyun. Karena Changmin seonsaengnim tau, ada masalah yang sedang mengganggu pikiran Baekhyun sekarang. Changmin seonsaengnim berpesan padanya untuk melupakan sejenak permasalahan itu dan memintanya untuk fokus.
"Ne algesseumnida seonsaengnim" jawab Baekhyun. Meskipun ia harus mengakui jika dirinya masih dipenuhi perasaan kalut sekarang, namun ia berusaha untuk profesional.
"Baekhyunie kau bisa!" kata Jongdae usai Changmin seonsaengnim meninggalkan mereka . Ia terlihat tampan dengan setelan kemeja berwarna hitam dilapisi blazer berwarna senada. Lengan blazernya digulung menampakkan jam tangannya yang juga berwarna hitam, membuat ia tampil begitu stylish.
"Gomawo Baekhyunie. Kau juga terlihat semakin manis dengan dandananmu hari ini."
"A-ah ne gomawo oppa" meskipun Baekhyun sudah yakin bahwa hatinya bukan untuk namja dihadapannya itu, tapi tetap saja pujian Jongdae selalu berhasil membuatnya tersipu malu.
Beberapa peserta mulai dipanggil ke atas panggung. Mereka menyanyikan lagu mereka dengan begitu apik. Kebanyakan dari mereka menyanyikan lagu ballad yang sendu, berisi tentang rasa rindu teramat dalam dan rasa kehilangan, ataupun cinta tak terbalas, membuat Baekhyun kembali merasa sedih. Teringat pada Chanyeol yang masih terbaring koma di rumah sakit.
Jongdae menyadari hal itu saat mendengar isakan pelan dari Baekhyun, "Baekhyunie gwenchana?" tanyanya khawatir.
"G-gwenchana oppa. Mian…"
Jongdae menggenggam tangannya erat, "Sehabis ini giliran kita. Hapus air matamu, ne? Dan yakinkan dirimu bahwa Chanyeol akan baik-baik saja."
Baekhyun mengangguk kemudian menghapus air matanya.
Chanyeol akan baik-baik saja. Ia akan segera tersadar dari komanya. Kembali menjadi Park Chanyeol, namja yang dari luar tampak begitu dingin, namun sebenarnya ia adalah namja yang sangat peduli dan penuh kasih sayang. Dan Baekhyun bersumpah akan terus mencintainya.
Ya… Fokus. Ia harus fokus.
Akhirnya nama Kim Jongdae dan Byun Baekhyun dipanggil untuk segera tampil. Riuh tepuk tangan penonton membahana saat mereka berjalan ke atas panggung. Saat mereka berdua sudah disana, Baekhyun dan Jongdae membungkuk dan memberikan sapa ke penonton dan juri. Setelah itu Jongdae menjelaskan tentang lagu yang akan mereka bawakan sesaat lagi, sementara Baekhyun kembali menatap ke kursi penonton. Ia tersenyum saat mengetahui jika umma, appa, dan adiknya ada disana memberi dukungan. Ada juga Luhan, Jonghyun, Youngjae dan seluruh anggota paduan suara Smile Sunshine yang lain serta teman-temannya yang lain yang berteriak begitu semangat mendukungnya. Baekhyun memejamkan matanya sesaat, kemudian membukanya lagi, kembali membayangkan ada Kyungsoo disana, memberikan senyuman manis padanya, dan juga Chanyeol. Ia membayangkan Chanyeol yang terlihat begitu tampan dengan blazer birunya dan rambut yang distyle begitu rapi, memberikan dukungan padanya.
'Chanyeol ah… Kuharap lagu ini bisa segera membuatmu terbangun lagi. Saranghae…'
Suara musik mulai terdengar.
Baekhyun dan Jongdae menyanyikan lagu berjudul Really, I Didn't Know dengan begitu merdu dan menghayati isi lagu yang mereka bawakan.
Mereka begitu terlarut dalam lagu itu, lagu tentang seseorang yang merasa patah hati dan begitu kehilangan, berharap cintanya akan kembali. Baekhyun berkali-kali harus menundukkan wajahnya dan menggigit bibirnya agar tak sampai menangis diatas panggung, namun ia masih berusaha agar suaranya tetap terdengar stabil.
Lagu mulai mendekati bait terakhir, dan Jongdae akhirnya berhasil menutup lagu itu dengan nada tinggi yang begitu sempurna. Riuh tepuk tangan penonton mulai terdengar menutup penampilan mereka.
"Kamsahamnida" ujar mereka, menutup penampilan yang begitu luar biasa dimata seluruh penonton yang berada disana.
Baekhyun menghela nafas lega karena berhasil menjalankan tugasnya untuk mendampingi Jongdae sebagai partner duetnya dengan baik. Sekarang tinggal menunggu saat pengumuman.
Dan Baekhyun berharap mereka akan mendapatkan hasil terbaik nanti.
Sementara itu di Rumah Sakit Phoenix…
Pasien kamar 1992 kembali berada dalam kondisi kritis.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong readerdeul~~
Author udah siap nih dapat protes kalo chapie ini pendek banget X'DD iya.. chapie ini memang pendek banget, tapi jangan khawatir, chapie depan bakal penuh kejutan.. ditunggu aja yaaa hohohooo /author smirk gaje/
Oh iyaaa. Udah lama author gak bales review readerdeul satu-satu, di chapie ini author mo bales review satu-satu dulu ah~ cekidot^^
Baekhyunina : udah tau kan cewe yang mukulin chanyeol siapa? Eheuuww.. dan yang nolongin chanyeol emang baekhyun. Nee, semoga chanbaeknya cepat bersatu yaa.. dan gomawo untuk reviewnya^^ fighting fighting!
1004baekie : yang mukulin chanyeol udah ketauan di chapter ini.. hehee.. gomawo untuk reviewnya yaa^^
Sojuyeolb : heyoowww~ endingnya kalo sesuai target author tinggal beberapa chapter lagi.. sabar nee^^ gomawo untuk reviewnya^^
nova. k : duhh ini gimana mo lovey dovey, chanyeolnya masi atit tuhh T_T tapi ditunggu aja yaa, siapa tau ntar author kepentok tiang abis itu bikin chanbaek langsung pacaran X'D nee, semangat juga buat kamu dan gomawo untuk reviewnya^^ kamu juga atuh dijaga kesehatannya. fighting!
ParkByun : hai haiii… ini udah author secepat kilat.. mumpung naganya kris lagi gak mogok XDD ehh? Nama kamu ada kok hihiii.. coba dicek lagi yaa^^ gomawo untuk reviewnya^^
ariviavina6 : alloo allooo ~ alloo aloooo~ tell me what u want right nowww~~ /author malah nyanyi/ untuk endingnya kyungsoo diary tinggal beberapa chapter lagi, itu kalo sesuai target author juga sih XD btw kamu reader pertama yang berbaik hati memberikan rekomendasi ff untuk author huhuu T_T /hugs/ makasi yaa^^ dan makasi juga untuk reviewnya^^
parkchanni : akh(?) saengie ini udah diupdate XDD okayyy.. makasi untuk recommend ffnya dan makasi juga untuk reviewnya^^
ifhachanchan : Ya Tuhan, benarkah? X'DD author ngefly lohh iniii.. kamu ngapain muji2 author? Pasti ada maunya ya inii? hayooo~~~ /author dilempar sandal swallow/ nee fighting! Maaf untuk chapie ini belum bisa author panjangin, moga gak kecewa yaaa huhuu T_T gomawo untuk reviewnya^^
cheonsa92 : aaaa iyaaaa udah update lagi niihh^^ di chapie ini baeknya udah nyanyi… gimana suaranya? Bagus kan? Hoho^^ target author untuk ff ini dari awalnya gak sampe 12 chapie, sekarang nambah jadi gak lebih dari 20 chapie XDD moga kali ini benar2 tercapai targetnya huhuuu T_T nee gomawo untuk reviewnya^^
realbaekhyunne : bahahahaaa tetap aja baper yee kalo komen X'D noh udah ketauan siapa yang mukulin chanyeol hwkwkwk salam baper yaa lilly^^ n gomawo untuk reviewnya^^
xanyeol : kapan chanyeol bersatu? Kasitau gak eaaaa? :33 #plak! wihiiiiii banyak binggow recommendnya.. makasi banyak yaa xanyeol sshi^^ dan gomawo juga untuk reviewnya^^
Riyoung06 : annyeong~~^^ nee gwenchana^^ di chapie ini udah banyak belum chenbaek momentnya? Moga suka yaa^^ gomawo untuk reviewnya^^
pzsehun27 : ecieeee yang udah kebal gak mo mewek lagi.. ecieeeee yang cintanya ama sehun tulus… eciieeee… hwkwkwk XDD /author dilempar panci emak dyo/ yuupppp… anda benar! Kok kayaknya cuma kamu doang yaa yang tau yang mukulin chanyeol itu siapa XDD /keprok2 heboh/ gomawo untuk reviewnya yaa^^
byunnie : hello byunnie~ ini udah author bales yaa reviewnya^^ yang mukulin chanyeol itu mba2 cantik di rv itu lohh.. tau kan? Hhiiww :3 nee semangat juga buat kamu.. dan gomawo untuk reviewnya^^ fighting!
anaknya cabe : kalo karakter luhan di ff ini emeng sengaja author bikin kayak gitu.. tipikal cewe2 lebay tapi sebenarnya haus kasih sayang dan sangat peduli pada teman2nya #apadaahh untuk cewe yang mukulin chanyeol udah ketauan kan di chapie ini hehee.. gomawo untuk reviewnya yaa^^ hwaiting! btw author ngakak nihh baca uname kamu XD
parkbaekyoda92 : tetoott(?)~ jawaban anda salah XDD #plak! bahahahahaaa author ngakak guling2 nihh gara2 kamu ngatain baekhyun kayak polisi india X'DDD siippp… gak discontinued kok^^ gomawo untuk reviewnya yaa^^
ByunViBaek : ihh kamu juga jahat.. masa' chanyeol nya di haha in :'(( kan author cediihh T_T gomawo untuk reviewnya yaa! Fighting! Saranghae^^
AnggyeEXOnBTS : ini fb author Mytha Zyx .. monggo di add hihi^^ waahhh author seneng kalo kamu suka ama chapie kemarin.. moga chapie ini juga gak mengecewakan yaa.. gomawo untuk reviewnya^^ fighting!
cassiewol : SIIPPPP~~~ gomawo untuk reviewnya^^
Fionny13 : ya dong~~ harus adil mihihiw :3 sipp ff ini bakal terus lanjut kok :3 makasi untuk recommend ffnya dan makasih juga untuk reviewnya^^
Lala Maqfira : wawww reviewnya panjang bgt T_T heheee soalnya review untuk dua chap sekaligus yaa? Kaka suka banget ama cara kamu deskripsiin perasaan Chanyeol gimana.. kayaknya ngerti banget dehh ama karakter chanyeol di ff ini T_T lala dae to the bak deh pokoknya!^^ yang kerjasama sama anak2 bangtan udah ketauan kan di chapie ini muehehehee :3 dan yappp, yang terproyeksi di sekat antara sadar dan tidaknya chanyeol itu mbak yuni(?).. makasi untuk recommend ffnyaaa.. waahh kaka baru tau kalo kamu juga author.. neee pasti bakal kaka baca, ditunggu aja hihiii :3 gomawo juga untuk reviewnya^^ fighting!
H luv : nggak kok.. malah author masukin Chanyeolnya kerumah sakit. tenang tenaannggg :') gomawo untuk reviewnya yaa^^
Hanbyeol267 : author juga ikutan nangis huuee T_T #plak! tarik ulur jadi inget emak dyo yang hobi main layangan :| endingnya tinggal beberapa chap lagi yaa.. sabaarr hihii.. gomawo untuk reviewnya^^
narsih556 : yeeppp :3 cewenya udah ketauan di chapie ini, udah taukan siapa? Hwkwkwk.. ceyeee disuruh bangun tuuhh :') gomawo untuk reviewnya yaa^^
BaebyYeolliePB : ini sudah dilanjut.. moga gak mengecewakan lagi yaa.. gomawo untuk reviewnya^^
SyiSehun : betul betul betul.. masa' mo senang mulu? Eh tapi gak boleh sedih mulu juga sihh XDD #plak! ini sudah diupdate.. moga suka^^ gomawo untuk reviewnya yaa^^
sPARKlingYEOL : bangun yeeooll bangun :'|| cewenya udah pernah muncul di ff ini walaupun sekilas doang siihh hihiwwww.. emang tuhh Luhan ckckckck gomawo untuk reviewnya yaa^^
neli amelia : huhuuu bener bangeettt T_T channn dengerin tuhh kata neli T_T cewe yang mukulin chanyeol udah author kasitau di chap ini yaahh ;)) gomawo untuk reviewnya^^ hwaiting!
Phyro : haiii.. salam kenal jugaa^^ bahahahaaa author ngakak deh baca review kamuu.. ini udah author updet.. moga suka yaa^^ gomawo untuk reviewnya^^
ShellaZhafa18 : nee fighting!^^ gomawo untuk reviewnya^^
Afrilia Faskah Yunisha : hai haiii new reader~^^ waahh author seneng banget karena ff author jadi salah satu ff chanbaek yang dibaca sama kamu :3 yang mukulin chanyeol udah ketauan kan di chapie ini :') n yupp yang nangis itu uri baekhyun.. gomawo untuk reviewnya yaa^^
baekyeol : hehe iyaa author beneran gpp kok^^ aigooo author yakin bgt review kamu juga tulus dari lubuk hati kamu paling dalem setulus cinta author sama umma appa author sama koko Lay juga #plak! huhuu.. thankyou baekyeol sshi for ur review also ur support.. fighting!
unicorn08 : waaa ampuunn.. jangan begal author plisss.. ntar gak ada yang masakin buat koko Lay lagi T_T gomawo untuk reviewnya yaa^^
nur991fah : yaahh semoga konflik2 ini cepat berakhir :") dan author minta maaf banget karna jarang banget nampilin sweet chanbaek mmnt disini /bow 180 derajat/ gomawo untuk reviewnya yaa^^
baekyiol : wuaaaahhhh another long review :') annyeong baekyiol nim~ makasi banget udah bersedia memberikan ringkasan (?) review dari chap awal sampai chap sekarang.. author ampe megap2 niihh bacanya hwkwkwkwk jeongmal gomawo untuk review yang juga kece-binggow ampe bikin author klepek2 berasa dikisseu koko Lay ini.. nee hwaiting!
bbhyvn : wuuaaa kayaknya author bakal kena kripik(?) pedes lagi dahh niihh karna chapie ini pendek binggoo X'DD jeongmal mianhae nee bbhyvn sshi T_T ini author udah berusaha update cepet.. moga gak terlalu mengecewakan yaa :') gomawo untuk reviewnya^^
Nanas RabbitFox : uwaaaaaa eotoke eotokeee? XDD nee moga ceye kita tersayong cepet sembuhh yaa :')) semoga chapie ini juga berhasil masuk ke hati kamu lagi X'D /author ikutan alay/ gomawo untuk reviewnya^^
Artiosh : ini udah author updet.. moga gak mengecewakan yaa^^ gomawo untuk reviewnya^^
YOOOSSHHHH~~
Sekian balasan review dari author..
See ya in next chapie~^^
Jalja~~~
