Title : Kyungsoo Diary
Author : Purple Unicorn
Cast(s) : Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Park Jungsoo as Chanyeol's appa
Kang Sora as Chanyeol's umma
Park Yoora as Chanyeol's nuna
Cameo : Zhang Yixing as dokter Zhang
Pairing(s) : ChanBaek, slight!TeukSo
Rating : PG-13
Disclaimer : semua cast di ff ini bukan milik author yaa XD
Warning : genderswitch and typo everywhere. mianhae ~_~
a/n : I'm sorry, it's really a bad story. Enjoy my ff~~^^
oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo
Chapter XVIII – Forever… My Love
"Apakah kau benar-benar mencintaiku?"
Baekhyun rasanya ingin tertawa saat Chanyeol menanyakan itu padanya beberapa detik yang lalu. Sebenarnya Baekhyun ingin menjawab, "Bukankah sudah terlihat dengan jelas?", tapi Baekhyun sadar bahwa ia harus berhati-hati jika berurusan dengan Chanyeol yang masih diliputi keraguan akan cintanya itu. Ia pun sadar hati Chanyeol masih begitu rapuh, dan ia tidak boleh menghancurkannya lagi.
"Kau harus menghabiskan bubur ini dulu baru akan menjawabnya" kata Baekhyun sambil menyeringai.
"Really, Byun Baekhyun" Chanyeol menghela nafas kesal.
"Katakan AAA~~~" Baekhyun memegang sendok buburnya memainkannya seperti pesawat terbang dan mendekatkannya ke mulut Chanyeol. Chanyeol dengan kesal akhirnya membuka mulutnya dan memakannya walaupun sedikit., "Hufff.. Sedikit sekali" Baekhyun memanyunkan bibirnya.
"Aku sudah memakannya. Sekarang beritahu aku"
"Chanyeol ah, kan aku bilang kau harus menghabiskannya. Kau makan satu suap saja belum"
Chanyeol lagi-lagi menghela nafas kesal, dan seperti anak kecil yang penurut Chanyeol akhirnya memakan suapan demi suapan bubur yang diberikan Baekhyun. Sesekali Baekhyun harus menghapus sudut bibir Chanyeol dengan tissue karena sisa makanan yang ada disana. Baekhyun sebenarnya ingin berkata kalau Chanyeol begitu menggemaskan jika sedang memanyunkan bibirnya seperti itu, tapi lagi-lagi ia harus menahannya dalam hati agar tidak merusak suasana tenang diantara mereka.
"Aigoo charanda, Chanyeol ah" Baekhyun memuji Chanyeol layaknya seorang guru tk saat mangkuk bubur di tangannya sudah habis.
"Dasar ajumma"
"Tak peduli" Baekhyun menjulurkan lidahnya.
Usai memberikan Chanyeol segelas air putih, keduanya kembali terdiam. Chanyeol memilih untuk menatap vas bunga di dekat jendela yang sudah Baekhyun isi dengan satu tangkai bunga matahari. Baekhyun tahu Chanyeol masih menunggu jawabannya tanpa harus menanyakannya lagi. Bahkan saat sudah kembali ke kesadarannya seperti ini, Chanyeol masih sedikit angkuh padanya. Tapi setidaknya tidak separah seperti sebelumnya.
"Chanyeol ah…"
"…"
"Kau tadi bertanya apakah aku benar-benar mencintaimu bukan?"
"…"
"Bisakah kau menatapku saat aku berbicara?"
Chanyeol menatap wajah Baekhyun, dan Baekhyun sedikit menyesal karena sebenarnya akan lebih mudah jika Baehyun menyatakan cintanya tanpa Chanyeol menatapnya seperti ini. Tapi Baekhyun sangat ingin meyakinkan Chanyeol lewat sorot matanya, berharap Chanyeol bisa merasakan kesungguhan cinta Baekhyun padanya.
Baekhyun menghela nafas panjang dan meraih satu tangan Chanyeol, menggenggam tangannya erat, "Ya, aku benar-benar mencintaimu… Jauh di dalam lubuk hatiku. Aku benar-benar mencintaimu, Park Chanyeol" kata Baekhyun, mengatakan itu semua dari lubuk hatinya terdalam. Ia merasa sedikit lega karena akhirnya berhasil menyatakan cintanya ke Chanyeol.
Chanyeol hanya terdiam, meskipun Baekhyun sudah mengatakan padanya dengan jelas dan panjang lebar. Tatapannya kembali terarah ke jendela, "Jika seandainya Kyungsoo tidak pernah memberikan diary itu padamu, apakah kau masih berpikir untuk mencintaiku?"
Dan sekarang giliran Baekhyun yang terdiam. Sebuah pertanyaan yang sangat sulit baginya. Karena Baekhyun harus mengakui, jika bukan karena diary Kyungsoo yang dititipkan padanya dan surat abu-abu yang terselip disana, Baekhyun tak akan pernah berpikir untuk mengejar cinta Chanyeol.
"Kau ragu…" kata Chanyeol pelan usai Baekhyun tak juga menjawab pertanyaannya. Kata-kata Chanyeol barusan entah kenapa sedikit menaikkan emosi di diri Baekhyun.
"Chanyeol ah, apakah kau tau? Kalau aku sudah mencintaimu jauh sebelum Kyungsoo balas mencintaimu? Apakah kau tau rasa sakit di hatiku tiap kali aku melihatmu dan Kyungsoo bersama? Apakah kau tau kalau aku begitu menyayangi Kyungsoo, sahabatku, sehingga aku tak sampai hati untuk merebutmu darinya? Apakah kau tau bagaimana rasa sakitnya menyimpan cinta yang tak bisa tersampaikan?" Baekhyun menelan ludahnya yang terasa pahit, "Bisakah sekali saja untuk tidak egois mementingkan perasaanmu, dan ikut merasakan apa yang ada di hatiku? Sekali saja, Chanyeol ah. Sekali saja. Dan kau akan mengerti," akhirnya yeoja itu mengeluarkan semua yang dipikirkan di kepalanya. Semua yang ingin disampaikannya ke Chanyeol sedari dulu.
Chanyeol kembali menatap wajah Baekhyun, dan sedikit terkejut karena Baekhyun mengatakan itu semua dengan begitu tegar. Tanpa diselingi oleh tangisan yang biasanya ia lakukan jika sedang meluapkan emosinya pada Chanyeol.
"Dan bisakah sekali saja kau berhenti untuk menyakiti dirimu sendiri dengan menutup hatimu seperti itu?", tanpa sadar Baekhyun semakin menggenggam tangan Chanyeol erat. "Park Chanyeol… Aku benar-benar mencintaimu. Dan kuharap kau juga merasakan hal yang sama."
"Baiklah jika kau memang benar-benar mencintaiku…" akhirnya Chanyeol bersuara, tangannya balas menggenggam tangan Baekhyun erat, "…bantu aku untuk membuka hatiku kembali."
Baekhyun tersenyum haru, karena akhirnya Chanyeol mengerti apa yang ada di dalam hatinya. Baekhyun tidak menyesal untuk mengeluarkan semua isi hatinya pada Chanyeol, dan tentu saja ia sangat bersedia untuk membantu Chanyeol membuka hatinya kembali. Karena Baekhyun tau, Chanyeol pantas untuk mendapatkan cinta, dan Chanyeol harus bisa merasakan tiap cinta dan kasih sayang yang diberikan untuknya.
XOXO
Ujian akhir sedang berlangsung di SMA Black Pearl, sehingga siswa kelas 1 dan 2 di sekolah tersebut diminta untuk belajar di rumah, dengan kata lain mereka diliburkan. Baekhyun lebih banyak mengisi waktu liburnya untuk menjenguk Chanyeol. Sesekali ia membawa buku pelajaran untuk mengerjakan tugas yang diberikan untuk hari libur bersama-sama. Baekhyun juga mencoba mengajari Chanyeol materi pelajaran yang tertinggal karena ia tak bisa masuk sekolah, walaupun justru lebih banyak Chanyeol yang harus mengajari Baekhyun.
Selang infus tak lagi terpasang di tangan Chanyeol, sehingga ia bisa lebih bebas bergerak, untuk kedua tangannya saja sebenarnya. Namja itu masih merasa kesulitan jika harus berjalan cukup jauh, karena luka benturan di pinggangnya terkadang menimbulkan rasa sakit. Hal itu yang membuatnya masih harus tinggal beberapa lama di rumah sakit, untuk mendapatkan terapi untuk pinggangnya.
Terkadang Baekhyun menemani Chanyeol berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, untuk terapi penyembuhannya. Terkadang pula Baekhyun harus rela mendapat death glare dan umpatan dari Chanyeol, karena Baekhyun mengatainya seperti ibu-ibu hamil karena selalu memegang pinggangnya saat merasa sakit setelah berjalan cukup jauh.
Dan akhirnya sampailah hari libur terakhir sebelum Baekhyun kembali ke sekolah.
"Aku ingin ke bukit belakang sekolah. Dan kau harus ikut" kata Chanyeol, usai Baekhyun kembali menyuapinya dengan bubur.
"Chanyeol ah… Bukit belakang sekolah cukup jauh dari sini. Pasti appa dan umma-mu tidak mengizinkan."
"Aku bisa memakai mobil appa-ku untuk kesana"
Baekhyun memutar bola matanya, "Kau belum punya SIM"
"Tidak peduli"
"Chanyeol ah, kenapa kau ini begitu keras kepala sih?"
Chanyeol tetap bersikeras ingin pergi ke bukit belakang sekolah. Dan tentu saja umma Chanyeol melarangnya, namun tiba-tiba appa Chanyeol memberikan kunci mobilnya ke Chanyeol, mengizinkannya untuk pergi.
"Pergilah. Tapi kau harus berhati-hati," kata Jungsoo appa.
Chanyeol hanya mengangguk, masih belum bisa menatap wajah sang appa, dan kemudian menarik tangan Baekhyun untuk pergi darisana, meninggalkan Jungsoo appa dan sora umma.
Jungsoo appa langsung meyakinkan Sora umma yang sebenarnya masih belum rela untuk membiarkan Chanyeolnya pergi, "Tenanglah. Ada Baekhyun bersamanya."
"Ne yeobo"
"Appa…" tiba-tiba Chanyeol menghentikan langkahnya saat hampir menuju ke pintu keluar dan memanggil appanya.
Jungsoo sedikit tidak percaya karena Chanyeol akhirnya memanggilnya, meskipun masih tak menatap wajahnya. Tangan Chanyeol masih menggenggam tangan Baekhyun erat dan berkata dengan pelan, "Gomawo…"
Jungsoo appa hanya bisa tersenyum haru, sementara disampingnya, Sora umma sudah meneteskan air matanya.
"Ne, Chanyeol ah. Ne…"
XOXO
Akhirnya Chanyeol dan Baekhyun sampai di bukit belakang sekolah.
Ada sedikit rasa sakit yang menyeruak di hati Baekhyun saat sudah menginjakkan kakinya disana. Karena dua memori kelam di tempat itu, Chanyeol yang hampir mengakhiri hidupnya disana dan ciuman pertamanya dan Chanyeol yang berakhir dengan begitu pahit.
Tapi Baekhyun berusaha melupakannya. Ia tak lagi memikirkan masa lalu. Yang ia pikirkan adalah saat ini. Saat ini, ia kembali berada disini, dengan Chanyeol. Dan Baekhyun ingin menikmati suasana ini dengan tenang.
Chanyeol kembali berjalan mendekati tepi bukit, dan Baekhyun mengikutinya. Dalam hati sedikit was-was jika tiba-tiba Chanyeol kembali melakukan tindakan bodoh.
"Aku bertemu Kyungsoo dalam mimpiku" kata Chanyeol yang mengarahkan pandangannya ke pemandangan yang begitu indah dihadapannya.
"Oh ya? Dia berbicara apa padamu?" tanya Baekhyun yang ikut memandang pemandangan itu sambil mengeratkan mantelnya. Angin mulai bertiup dengan kencang menusuk tulang lagi.
"Dia bilang… kalau kau mencintaiku"
Baekhyun tersenyum, "Dan kau percaya padanya kan?" tanyanya lagi dan Chanyeol tidak menjawab. Baekhyun mulai berjalan mendekati Chanyeol, membuat pandangan Chanyeol tak lagi teralihkan ke pemandangan indah disana. Sampai akhirnya Baekhyun semakin mendekat dan keduanya saling berhadapan, menatap satu sama lain.
"Aku mencintaimu, Park Chanyeol" Baekhyun menyatakan cintanya sekali lagi dan lagi-lagi Chanyeol hanya diam.
"Chanyeol ah?" Baekhyun mengerjapkan matanya karena sedari tadi Chanyeol hanya terus memandangnya tanpa berkata apa-apa.
Chanyeol ikut mengerjapkan matanya, sebelum menutup matanya, dan mendekatkan wajahnya ke Baekhyun. Seperti sudah mengetahui apa yang akan Chanyeol lakukan padanya sesaat lagi, Baekhyun ikut memejamkan matanya, jantungnya mulai berdegup kencang saat Chanyeol kembali melumat bibirnya lagi.
Sangat berbeda dengan ciuman pertamanya, kali ini Chanyeol melumat bibir Baekhyun dengan pelan, tidak dipenuhi dengan emosi, dan Baekhyun merasakan kupu-kupu berterbangan di perutnya, karena Chanyeol seperti ingin memberikan jawaban ke Baekhyun, kalau ia juga begitu mencintainya.
Dan Chanyeol… Chanyeol kembali merasakan rasa manis dari permen kapas manis saat melumat bibir yeoja yang juga begitu manis itu. Permen kapas manis yang menjadi candu untuknya, dan Chanyeol tidak akan pernah lepas darinya selamanya. Tanpa sadar ia tersenyum saat Baekhyun membalas ciumannya, seperti benar-benar merelakan semua yang ada di dirinya untuk Chanyeol.
Keduanya hampir kehabisan nafas saat Chanyeol melepaskan tautan bibirnya, namun setelah merasa bahwa asupan oksigen kembali memenuhi paru-parunya, Chanyeol memilih untuk melumat bibir Baekhyun lagi dan lagi hingga kedua insan itu terbaring di bukit yang dipenuhi salju. Tubuh Chanyeol yang begitu tinggi menutupi tubuh Baekhyun yang jauh lebih kecil darinya, seperti ingin memberinya kehangatan dan ingin melindunginya dari segala hal yang ingin menyakitinya.
"C-chanyeol hentikan" lirih Baekhyun saat ia sudah tak tahan lagi menahan nafasnya.
Chanyeol sedikit tidak rela melepaskan tautan bibirnya, mengatur nafasnya dan menyenderkan kepalanya di leher Baekhyun, kembali menyesak aroma permen kapas manis disana. Apa yang dilakukan Chanyeol saat ini pada tubuhnya membuat Baekhyun melenguh pelan.
"C-Chanyeol…" lirih Baekhyun lagi.
"Baekhyun.. B-Baekhyunie…"
Jantung Baekhyun semakin berdegup kencang saat Chanyeol memanggilnya, bukan lagi dengan Byun Baekhyun atau Baekhyun, tapi Baekhyunie, nama panggilan yang sudah lama ia mimpikan untuk disebutkan oleh namja yang sedang menindih dan menggenggam kedua tangannya dengan sangat erat.
Chanyeol akhirnya mengangkat wajahnya dari leher baekhyun, dan Baekhyun melepaskan genggaman tangan Chanyeol kemudian memegang kedua pipi sang namja, mengelusnya lembut dengan ibu jarinya.
Bagi Chanyeol di jarak sedekat ini, Baekhyun terlihat begitu manis. Peluh memenuhi keningnya, rambut berwarna coklat madunya itu sedikit berantakan, pipinya begitu memerah karena mungkin sudah tidak bisa mengatur nafasnya tadi. Warna kemerahan juga memenuhi bibir Baekhyun, dan ada sedikit bangga di diri Chanyeol karena yang menyebabkan itu semua adalah dirinya. Rasa posesif dan ingin memiliki Baekhyun seutuhnya mulai menguasai hati dan pikirannya. Jangan sampai ada namja lain yang melihat Baekhyun seperti ini. Jangan sampai ada namja lain yang membuat Baekhyun seperti ini.
Cukup Chanyeol.
Hanya Chanyeol.
"Saranghae…" tanpa sadar Chanyeol mengungkapkan kata itu lagi pada Baekhyun.
Baekhyun membelalakkan matanya lebar, menunggu dalam diam, takut jika kejadian itu terulang lagi,saat Chanyeol malah menyebutkan nama yeoja lain selain dirinya.
Namun Chanyeol tak melanjutkan kalimatnya dan kembali mencium Baekhyun lagi, dan Baekhyun hanya bisa memejamkan matanya dan menerimanya dengan pasrah.
"Saranghae…" kata Chanyeol lagi usai mencium Baekhyun untuk kesekian kalinya, "Saranghae… hiks… Saranghae"
"Chanyeol…" air mata Chanyeol mulai membasahi wajah Baekhyun, dan Baekhyun sendiri tidak tau apa yang membuat Chanyeol menangis lagi seperti ini.
"Saranghae… Baekhyunie…"
Dan rasanya seperti mimpi.
Rasanya seperti mimpi saat Chanyeol mengatakan hal itu padanya. Rasanya seperti mimpi saat Chanyeol benar-benar menyebutkan namanya dalam pernyataan cintanya. Namun nafas hangat Chanyeol di bibirnya seakan ingin meyakinkan Baekhyun bahwa ini semua bukan mimpi. Air mata Chanyeol yang kembali membasahi wajahnya pun seakan ingin meyakinkan Baekhyun bahwa memang benar, Chanyeol juga mencintainya.
Dan Baekhyun tak perlu ragu akan hal itu.
Baekhyun langsung duduk dan memeluk Chanyeol, membawanya ke dalam pelukannya, mengusap punggungnya pelan. Ia tersenyum saat akhirnya tak bisa menahan air matanya lagi, menenggelamkan wajahnya di pundak Chanyeol, sang namja, yang kini telah menjadi namjachingunya.
"Nado saranghae, Chanyeol ah. Jeongmal saranghae…"
Yeongwonhalge… My love.
XOXO
Seluruh siswa kelas 1 dan 2 SMA Black Pearl menjerit kegirangan di hari terakhir ujian kenaikan kelas mereka. Mereka akhirnya bisa menikmati libur musim dingin mereka dengan tenang sekaligus bisa merayakan natal yang sebentar lagi akan tiba.
Sementara Chanyeol harus mengerjakan soal ujiannya di rumah sakit. Rasanya sangat tidak enak jika mengerjakan ujian sendiri dan diperhatikan oleh guru seperti itu.
Namun hari ini adalah pengecualian. Yang datang untuk mengawasi ujiannya adalah Baekhyun.
"Di ujian biologi kali ini, aku yang mengawasimu Park Chanyeol ssi" kata Baekhyun sambil membenarkan kacamata berbingkai tebalnya yang entah dipinjamnya dari siapa.
"Waeyo?" tanya Chanyeol.
"Diam dan kerjakan" perintah Baekhyun sambil meletakkan lembaran soal di meja, menyuruh sang namjachingu untuk segera mengerjakannya.
Chanyeol menghela nafas panjang dan akhirnya mengerjakan soal itu.
"Kau menatapku terus Byun Baekhyun ssi" kata Chanyeol setelah beberapa menit mengerjakan soal meskipun pandangannya tetap terarah ke lembar jawabannya. Baekhyun langsung gelagapan karena ketahuan. Ya, daritadi Baekhyun memang tidak mengawasi Chanyeol, ia malah menatap wajah Chanyeol terus menerus seperti tidak pernah bosan, karena bagi Baekhyun, Chanyeol yang sedang serius seperti itu terlihat sangat tampan melebihi siapapun.
"A-ani.." Baekhyun memanyunkan bibirnya, "Aku kan memang ditugaskan untuk mengawasimu!"
Chanyeol terkekeh pelan, "Ngomong-ngomong kenapa Donghae seonsaengnim yang menyuruhmu mengawasiku?"
"Karena kata Donghae seonsaengnim aku tidak mengerti sama sekali tentang biologi. Jadinya aku tidak mungkin memberitahumu jawabannya. Huff… Apa aku begitu bodoh di mata seonsaengnim menyebalkan itu?"
Chanyeol akhirnya tertawa sampai menampakkan dimplenya yang begitu manis, dan entah kenapa mendengar tawa renyah Chanyeol membuat senyum terulir di bibir Baekhyun.
'Kyungsoo-ie… Kali ini aku benar-benar percaya kalau senyuman Chanyeol kita seperti indahnya matahari terbit di pagi hari…'
'Smile Sunshine yang membuatku jatuh cinta pada Chanyeol kita, lagi dan lagi…'
XOXO
Setelah sekitar beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Chanyeol diperbolehkan untuk pulang. Dokter Zhang tetap mengingatkan Chanyeol untuk menjaga kesehatannya, dan Chanyeol tak lupa mengucapkan terima kasih padanya. Ia juga mengungkapkan keinginannya agar suatu hari bisa menjadi dokter yang hebat seperti dokter Zhang.
Dokter Zhang tersenyum, menepuk pundaknya, dan berkata, "Chanyeol ah, aku dulu juga sepertimu, bercita-cita menjadi seorang dokter yang hebat. Dan kau tau siapa dokter yang begitu menginspirasiku sehingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini?"
Chanyeol menggelengkan kepalanya.
"Appa-mu," jawab dokter Zhang dan membuat Chanyeol menatapnya tak percaya. "Belajarlah dari appa-mu, Chanyeol ah. Aku yakin suatu saat kau juga bisa menjadi dokter yang hebat. Bahkan mungkin bisa lebih hebat dariku. Aku yakin itu"
"N-ne.. Ne dokter Zhang"
Di luar kamar rawat Chanyeol, Jungsoo appa yang menunggu putranya diluar, kembali menahan tangis harunya. Dan Baekhyun yang melihat hal itu sebenarnya juga ingin menangis, karena ia bisa merasakan rasa sayang yang begitu luar bisa dari seorang ayah untuk anaknya. Baekhyun berharap, hubungan Chanyeol dengan sang appa akan semakin membaik dan membaik lagi.
Usai keluar dari rumah sakit, Chanyeol meminta izin pada ummanya untuk pergi ke makam Kyungsoo terlebih dahulu bersama Baekhyun. Ummanya mengizinkan, namun Chanyeol harus segera pulang setelah itu.
"Jangan terus-terusan berpacaran. Kau harus membantu appa-mu dan nuna-mu untuk menghias pohon natal di rumah" wanti Sora umma.
Chanyeol memutar bola matanya, namun setelah itu mencium pipi sang umma.
Chanyeol dan Baekhyun akhirnya pergi ke makam Kyungsoo, dan sebelumnya mereka pergi ke toko bunga untuk membeli bunga yang akan diletakkan di makam Kyungsoo nanti. Ahjussi penjual bunga menjerit kegirangan saat melihat Chanyeol dan Baekhyun memasuki toko bunganya sambil bergandengan tangan, layaknya sepasang kekasih. Ya, walaupun mereka memang benar-benar sepasang kekasih sekarang.
"Ahjussi benar kan? Kalian berdua itu memang benar-benar jodoh!"
"Ahjussi~" wajah Baekhyun memerah dan Chanyeol lagi-lagi tertawa saat Baekhyun menyembunyikan wajahnya di dada Chanyeol.
Keduanya kali ini membeli bunga yang sama yaitu bunga matahari, dan ahjussi penjual bunga kembali menjualnya secara gratis karena terlalu bahagia melihat Chanyeol dan Baekhyun akhirnya bersama. Dan wajah Baekhyun pun memerah lagi.
Saat sudah sampai di makam Kyungsoo, Chanyeol berlutut disana dan memejamkan matanya seperti biasanya, dan Baekhyun, yang kali ini berlutut di sebelahnya ikut memejamkan matanya sambil tersenyum.
'Kyungsoo-ie annyeong~ Sudah lama aku tidak menyapamu lagi. Kau masih baik-baik saja disana bukan? Aku harap kau selalu baik-baik saja, karena disini aku juga baik-baik saja.'
'Kyungsoo-ie.. Lihat siapa yang berlutut disebelahku sekarang? Chanyeol kita yang tampan… Kondisinya juga semakin membaik dan akhirnya hari ini Chanyeol kita boleh pulang dari rumah sakit. Tolong sampaikan rasa terima kasihku pada Tuhan ya.'
'Kyungsoo-ie… Kau sudah tahu kan kalau aku dan Chanyeol sekarang adalah sepasang kekasih. Aku begitu bahagia karena Chanyeol kita akhirnya mau membalas cintaku. Terima kasih untuk diarymu, Krong, yang selalu menemaniku saat aku sedang sedih. Yang selalu menguatkanku jika aku merasa hampir menyerah. Yang selalu menginspirasiku untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.'
'Kyungsoo-ie.. aku berjanji. Selamanya akan menjaga Chanyeol kita dengan baik. Selamanya tak akan pernah menyakitinya. Selamanya akan melindunginya. Selamanya akan mencintainya dengan begitu tulus dari dalam hatiku. Pegang janjiku ini Soo ie'
'Kyungsoo ie-'
"Kyungsoo yah… Bolehkah jika sekarang Baekhyun tak lagi menyebut diriku sebagai Chanyeol kita?" Chanyeol tiba-tiba bersuara, membuat Baekhyun membuka matanya, disampingnya Chanyeol memang seakan sedang berbicara Kyungsoo, namun matanya menatap Baekhyun dengan begitu teduh, "Bolehkah… jika Baekhyun menyebut diriku sebagai 'Chanyeol-ku?'"
Baekhyun tersenyum meskipun bibirnya bergetar menahan tangis.
"Karena aku tak ingin cintaku dan Baekhyun selalu terbawa oleh bayang-bayang dirimu. Maafkan aku Kyungsoo yah… Kau memang tetap berada di lubuk hatiku yang terdalam, tapi… Baekhyun sekarang sudah mengisi seluruh ruang di hatiku, dan tak akan bisa tergantikan oleh siapapun lagi."
"C-Chanyeol…" akhirnya Baekhyun tak dapat lagi menahan tangisnya.
"Dan aku berjanji akan terus mencintainya, selamanya, sampai kapanpun," lanjut Chanyeol sambil menggenggam tangan Baekhyun erat, "Saranghae Baekhyunie…"
Baekhyun balas menggenggam tangan Chanyeol erat, "Nado… Nado Saranghae Chanyeol ah…", dan dibalas lagi oleh kecupan Chanyeol di tangannya.
Chanyeol dan Baekhyun lalu meletakkan bunga matahari mereka diatas makam Kyungsoo, dan Chanyeol memilih untuk beranjak dulu dari sana. Menanti Baekhyun yang masih setia berlutut disebelah makam Kyungsoo.
'Kyungsoo-ie.. Gomawo…'
"Baekhyunie…" panggil Chanyeol. Baekhyun mendongakkan kepalanya, melihat namjachingunya yang tampan tersenyum kearahnya, mengulurkan tangannya, mengajak Baekhyun untuk beranjak dari sana.
Baekhyun balas tersenyum dan meraih tangan Chanyeol, sebelum akhirnya berdiri, memeluk Chanyeol untuk sesaat, merasakan kehangatan disana.
Keduanya lalu meninggalkan makam Kyungsoo, berjalan beriringan, dengan Chanyeol yang merangkul pundak Baekhyun dengan begitu protektif, seakan ingin membuat yeojachingunya selalu hangat dalam pelukannya.
Angin musim dingin kembali bertiup, namun terasa begitu sejuk. Sungguh berbeda dengan angin musim dingin yang biasanya sangat dingin menusuk tulang. Baekhyun tersenyum, sekan bisa merasakan, jika disana, Kyungsoo juga tersenyum dengan sangat bahagia.
'Jeongmal gomawoyo…'
Dan inilah kisah cinta Byun Baekhyun dan Park Chanyeol, menyakitkan di awal, dan berakhir dengan begitu manis pada akhirnya. Seperti manisnya senyuman yang terulir di bibir mereka saat ini.
Seperti dua buah kalimat terakhir yang tertulis di surat abu-abu Kyungsoo untuk Baekhyun.
Park Chanyeol cinta Byun Baekhyun selamanya.
Byun Baekhyun cinta Park Chanyeol selamanya.
THE END
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong readerdeul~~
Sesuai janji author di chapie sebelumnya author mo bales review readerdeul satu2 dulu yahhh.. cekidot~
AnggyeEXOnBTS : ini sudah dilanjut.. semoga endingnya gak mengecewakan yaa :') gomawo untuk reviewnya^^
baekhyunina : yeyyy~~~ chanyeol nya gak amensia kan akhirnya… fyuuhhh~~ /author lap keringet(?)/.. gomawo untuk reviewnya yaa.. dan semoga endingnya gak mengecewakan^^ fighting!
neli amelia : bahahahaa mian udah buat kamu keganggu ama TBC X'D ini sudah diupdate.. semoga endingnya gak mengecewakan.. gomawo untuk reviewnya yaa^^ hwaiting!
ariviavina6 : waah author seneng dehh kalo kamu suka sama alurnya^^hahhaa.. ini udah end kan? Moga gak kecewa ya sama endingnya.. dan gomawo juga untuk reviewnya^^
Phyro : hahahaa… miaaannn.. tapi ini udah author updet cepet kan? Semoga endingnya gak mengecewakan yaa… gomawo juga untuk reviewnya^^ #fighting!
anoncikiciw : waahh banyak bgt ketinggalannya hihii X'D tapi gak apa2 deehh.. yang penting kamu masih setia baca epep author yang gaje ini :') yeppp dan akhirnya chanbaeknya udah 100%.. eotoke? Semoga gak kecewa sama endingnya yaa.. huhuu.. dan gomawo untuk reviewnya^^
realbyun: hayooowww..chanyeol udah ngebales perasaan baek di chapie ini kan? Hihiii.. semoga gak kecewa sama endingnya.. dan gomawo juga untuk reviewnya^^
BaebyYeolliePB : sebenarnya chapie kemarin udah scene terakhir ama kyungsoo kok.. hahahaa.. mangkanya author kasi warning nya tebel2.. moga gak kecewa sama endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya yaa^^
Lala Maqfira : tau kamu review itu.. rasanya kayak rasa bahagia author pas tau akhirnya koko lay update instagramnya lagi :') /abaikan juga/ X'D hahaaa.. aamiin aamiiinnnn.. dan akhirnya terkabul di chapie ini kan? :3 semoga endingnya gak mengecewakan yaa buat lala. Dan gomawo untuk reviewnya^^ /ikutan kibar banner/
park ayu : chanyeol : "okesiippp ayu ssi :* " tuhh udah dibales chanyeol XDD wihii.. gimana lovey dovey chanbaek di chapie ini? Semoga endingnya gak mengecewakan yaa.. dan gomawo juga untuk reviewnya^^ semangat juga buat kamu^^
artiosh : akhirnya chanbek bersatu~~~~~ eotoke? XD semoga endingnya gak mengecewakan.. dan gomawo untuk reviewnya^^
SyiSehun : Yeyyy~~~^^ /author ikutan seneng(?) dan gimana dengan ending di chapie ini? Moga gak mengecewakan yaa :') gomawo untuk reviewnya^^
ChanHunBaek : iya deehh author minta maap :') /tebar kisseu dari chanbaek/ ini udah fast update^^ dan semoga gak kecewa sama endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya^^
ByunViBaek : duuhh.. iya tuuhhh author juga ikutan KZL ini ckckkcck… /gigit kitkat/ tapi di chapie ini chanyeol nya udah gak ngeselin kan? :') moga gak kecewa ya sama endingnya, dan gomawo untuk reviewnya^^ nado saranghae and fighting!
Parkbaekyoda92 : wuahhahahaaa abis authornya demen nonton sinetron sihh.. jadinya ya gituuu :3 /author ikutan baekhyun sembunyi di dada chanyeol/ ini udah fast update.. semoga gak kecewa sama endingnya yaa.. gomawo juga untuk reviewnya^^
MbemXiumin : gimana dengan chanbaek moment dan ending di chapie ini? Semoga gak mengecewakan yaa.. dan gomawo untuk reviewnya^^
Guest : dan akhirnya ff ini tamat juga! :3 eotoke? Moga gak kecewa sama endingnya yaa.. dan gomawo untuk reviewnya^^
narsih556 :uhuhuhuuu(?) :') ecieee author berhasil buat satu reader ngakak wkwkwk X'D #plak! ini udah dilanjut~ moga gak kecewa yaa sama endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya^^
byunkaebb : aaaa~~~ eotoke? Udah gak dag dig dug jdeer lagi kan? X'D #plak! dan author udah ngasi full chanbaek moment disini.. moga suka yaa.. dan moga suka juga dengan endingnya.. gomawo untuk reviewnya^^
Hana Bee : hihiii author udah nambahin tuh chanbaek momentnya :3 semoga kamu johayo(?) lagi^^ gomawo untuk reviewnya yaa^^
Byunnie : yeyyyy~~~ hahahahaaa X'DD author ikutan seneng kalo chanyeolmuuu –eh maksud author chanyeolnya baekhyun akhirnya nggak amnesia :') haduuhhh, ini author ngakak beud deh baca review kamu pake bawa2 ombak segala.. wkkwkw… ini udah author bales dung reviewnya :3 moga suka yaa sama endingnya.. dan gomawo juga untuk reviewnya^^
Nanas RabbitFox : yeyyy~~ chukkae jongdae~~~~^^ hihiii ini udah author updet.. moga endingnya gak mengecewakan.. dan gomawo untuk reviewnya^^ pffftttt~ XD
Edifa : he eh he ehh.. banyak banget pertanyaannya.. hahahaa.. semua pertanyaan kamu udah terjawab disini.. dan moga gak kecewa yaa sama endingnya.. gomawo juga untuk reviewnya^^
CB : ahahahhaaaaaa maap2… kamu jangan merasa lelah lagi yaa.. ini tbc nya udah diganti the end kok X'D moga gak kecewa sama endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya^^
novithasary59 : hai haiii sider.. gak apa2 kok.. yang penting kamu udah nongol di chapie ini.. makasi yaa udah nyempetin kasi review untuk author.. author seneng bgt deh pokoknya^^ ini udah diupdet dengan cepet.. moga gak kecewa yaa sama endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya^^ FIGHTING!
nengsofiah. latifah : ahayyy~~~ author ngakak dehh pas kamu bilang chap nangis2an X'DD dan maaf sudah merasa terganggu dengan tulisan Besar dan Tebal TBC disana X'D dan semoga tulisan The End di chapter ini gak mengganggu kamu lagi X'DD semoga gak mengecewakan yaa.. dan gomawo untuk reviewnya^^
Guest : ihihihiii chanbaeknya udah bersatu kan? :3 gomawo untuk review dan semangatnya. Semangat juga buat kamu^^
Realbaekhyunne : siapa dulu dunnggg.. baekhyun nya author~~~~~ #plak! #gedebug! #pletak! /author digebukin ala chanyeol/ di chap ini chanyeol nya udah nyadar kan? :') moga gak kecewa yaa sama endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya^^
Kim haena elfish : nee.. ini udah diupdate.. moga gak kecewa dengan endingnya.. dan gomawo untuk reviewnya^^
Yulyul: huwaaa author juga ikutan seneenggg mumumu^^ hahaa maap yaahh udah bikin emosi.. tapi moga the end di chapter ini gak bikin kamu emosi.. :') gomawo untuk reviewnya^^
YOOSSHHH~~~\
Akhirnya ff Kyungsoo Diary telah mencapai tahap the end.. dan author udah bisa ganti status on-going di ff ini jadi complete.. /author tebar confetti/
Anywayyy~~ ff ini emang udah the end.. tapi masih ada epilog yang akan menjadi chapter pamungkas(?) untuk menutup ff gaje ini dan sebelum author pamit secara resmi dari dunia perffan di ffn.. hikseu :')
Okeyyy~~
Sekian cuap2 dari author.. see ya in epilog^^
Jalja~~~
