chapter 2
Nagisa yang pundaknya ditepuk oleh seseorang dibelakangnya, ia pun menoleh, orang tersebut yang tak lain adalah Karma.
"Karma–" Ucap nagisa terpotong oleh Asano.
"Sedang apa kau disini?" Tanyanya sinis
"Gak salah nih? Harusnya aku yang tanya! Kau berniat mengantar Nagisa pulang kan? Tapi kalian masih pakai baju seragam!" Sahut Karma kesal, seharusnya ia menarik teman birunya itu pulang waktu itu juga.
"Aku sedang nge-date dengannya apa salah bawa ketempat makan?" Ucap Asano dengan tatapan kesal.
"Heeh... terlambat banget ya! Ini tempat Nagisa dan aku nge-date berdua"
Nagisa berusaha jadi penengah, antar dua lelaki yang sedang ribut mempermasalahkan dirinya.
"Su–sudah ini tempat umum!" Nagisa berusaha melerai.
.
.
.
Kemudian saking ributnya dikafe Asano-Nagisa-Karma pun diusir karena mengganggu kenyamanan pelanggan.
"Kuantar Nagisa naik sepedah , kau pulang saja Asano dengan mobil mewahmu sendiri! Kalau ku biarkan kau, nanti Nagisa kau bawa ke love hotel lagi!"
Asano mendecih kesal, ia pergi menaiki mobilnya meninggalkan mereka.
Karma dan Nagisa pun pulang bersama dengan berboncengan sepedah.
"Kau tak diraba kan?"
"eh?" Sontak Nagisa terkaget mendengar ucapan Karma.
"kutanya kau gak dirabakan?" tanya Karma sekali lagi.
"TIDAK!" jawab Nagisa tegas.
"Hei Nagisa–"
"Apa?"
"Minggu nanti mau– pergi kencan gak?"
"Boleh" jawab Nagisa kalem.
.
.
.
Sesampainya dirumah Nagisa dicek oleh Karma bahwa tak ada luka goresan atau apa pun yang dilakukan Asano, memastikan dirinya betul - betul aman se–aman amannya, tapi yang jadi pelaku pelecehan, lebih tepatnya Perabaan malah Karma.
Hari minggunya, Karma tengah bersiap ke rumah Nagisa lebih pagi,lebih cepat,lebih awal. Itu lah niatnya dalam batin.
Se–sampainya di rumah Nagisa yang sanga–t pagi. Bisa dibilang farjar belum memunculkan dirinya. Karma pun memantau Nagisa menggunakan tropong yang ia bawa bersembunyi di balik semak melihat gordeng kamar yang terbuka, bisa disebut ini lah kegiatan Karma kalo janjian sama nagisa 'nguntit and ngintip' gorden kamar Nagisa selalu kebuka lagi pula. Jadi banyak kesempatan Karma liat tubuh polos atau gerak gerik Nagisa pagi hari.
Karma yang tak sadar bahwa hidungnya 'mimisan' akibat melihat Nagisa selesai mandi, Ia tak menyadari di sampingnya ada Asano dengan Teleskop sedang sama - sama mengintip Nagisa dan sama - sama mimisan.
Sontak Karma kaget bukan main, melihat Asano disampingnya. Kenapa ia dari tadi tak sadar ya? Ah mungkin karena terlalu terpukau dengan 'tubuh polos' Nagisa tadi.
"Mesum kau ngapain hah!? pakai teleskop super gede gitu mau ngintip ya?" Celoteh Karma padahal ia juga sama mengintip.
"Emang gue kek elu Kar teropong mah gak bakal puas ngintipnya! kek gue pake teleskop biar 'JREENG' " Balas Asano.
"Gue mikir situasi dan kondisi ya, segede gitu keliatan banget kek mau ngintip"
"Gak masalah bisa di kecilin lagi, lagian ini beli mahal bisa di ubah besar kecil!"
Sekatika 2 Sepatu melayang mengarah pada mereka berdua, tepat dari arah jendela kamar Nagisa.
"WOI TUKANG INTIP GAK TAU MALU DAN GAK TAU DIRI!" Teriak Nagisa di lantai atas kamarnya, yang sudah sadar dari tadi dirinya di intipi 2 orang lelaki pintar tapi rada goblok dan kelainan tersebut.
2 orang tukang intip pun di bawa masuk kedalam rumah Nagisa oleh sang Ibu, yang mendengar teriakan Nagisa saat memasak di dapur.
"Haa–halo tante–" Sapa Karma & Asano bersamaan terbata pada Ibu Nagisa.
"Jadi bisa di jelaskan? Ada maksud apa sampai mengintip Nagi-chan ku tercinta?"
"Itu–" Karma dan Asano kembali serempak tatapan sangar sang ibu kesal anak semata wayang yang imut,unyu - unyu, cantik, polos (?) diintipi 2 lelaki, ya Nagisa sendiri lelaki sih...
"Itu karena apa hah?! Tubuh polos Nagisa itu Mahal!" Bentak Ibu Nagisa kembali.
"AKU MENYUKAINYA!" Ucap pernyataan 2 orang lelaki kece tersebut. Entah sejak kapan dan kenapa Asano dan Karma jadi kompak.
Nagisa yang telah selesai berpakaian pun turun melihat Karma dan Asano yang lagi diceramahin Ibunya bisa dibilang diomenin. "Ibu sudah.." Ucap Nagisa yang baru selesai berpakaian dengan kaus biru muda + sweeter merah dan celana pendek, serta rambut yang masih basah tergerai.
"He-hei– Nagisa... Aku cuma mau ngejemput- buat kencan hari ini.." Ucap Karma yang masih ngeri melihat tatapan Ibunya Nagisa.
"Ka-kalau aku– rencana ajak Nagisa belanja... jadi pagi - pagi kesini" Lanjut Asano, sama - sama masih ngeri melihat tatapan sang Ibu seperti Karma.
"Lalu kenapa kalian kompak banget bawa teropong?" Lanjut Nagisa. Sang Ibu tersenyum Lebar berbeda dengan tatapan sebelumnya, kali ini tampak senang.
"Nagi-Chan rapikan rambut dan pakaianmu! Pakai baju yang Ibu pilihkan, ayo balik ke kamar" Sang ibu menarik Nagisa kedalam kamar. Karma dan Asano masih berlutut kaku diruang tamu penuh dengan keringat dingin.
30menit berlalu Nagisa kembali dengan Ibunya kali ini dengan pakaian berbeda, Karma Asano cengo melihat tampilan Nagisa yang dipermak sang Ibu "Nagi-Chan kawaii kan? iya kan?" Ucap sang ibu dengan tingkah berbeda 180° dari sebelumnya.
Tatapan Asano dan Karma terfokus pada Nagisa yang super menggoda batin mereka berdua. Tampilannya sangat manis ikat dua yang di beri pita merah, baju ala perempuan berwarna hitam, kardingan berwarna putih, rok pendek warna pink, dan stocking putih dengan sepatu highheels berwarna merah. "I..Ibu.. Pakaian ini memalukan" Ucap Nagisa sambil menutupi rona merah wajahnya.
"Kalian bertiga mau kencankan? Sudah sana pergi!" Ibu Nagisa mendorong mereka bertiga hingga keluar pagar rumah.
.
.
.
Karma-Nagisa-Asano, tak berkata sepatah kata pun. Hingga sang supir pribadi Asano berbicara memecah kehaningan. "Tuan muda sekarang jadi pergi kemana?".
"Karma sorry ya, Asano yang duluan janjian kan aku! Jadi sekarang juga kami mau pergi" Karma menarik tangan nagisa berniat pergi. Tentu saja Asano gak tinggal diam ia menarik tangan Nagisa sebelahnya, kejadian itu malah udah kek tarik tambang (?) dengan tangan mungil Nagisa yang berperan jadi tambang (?)
"SAKIT! STOP!" Nagisa memecah keributan tersebut. "Udah! gini aja! kita pergi bertiga!" Lanjutnya.
"Tapi–" Ucap karma yang terhenti melihat wajah kesal nagisa, ia tak jadi meributkan soal pergi bertiga tersebut.
Didalam mobil Asano, mareka duduk di belakang bertiga dengan urutan Asano–Nagisa–Karma. "Heh tuan muda! Didepan aja sono! Kasian supirmu duduk sendiri!" Sahut karma
"Sorry ya! Kau aja sana turun dari mobil mahal gue!"
Keduanya kembali ribut, hingga nagisa menggenggan tangan kedua pemuda tersebut kiri–kanan, mereka menjadi tenang.
.
.
.
Sesampainya dimall mewah nan megah pilihan Asano, mereka pun makan di restoran yang ada disana. Lagi - lagi urutan kursi yang mereka ambil sama dengan Nagisa di posisi tengah.
.
.
.
Selesai makan Nagisa pun kebelet ke toilet, lagi - lagi Karma dan Asano ribut untuk nganterin Nagisa. Pada akhirnya keputusan Nagisa bulat, ia pergi sendiri dengan pesan 'jangan ribut selagi aku ketoilet' pesannya dengan tegas.
Setelah Nagisa pergi, Karma dan Asano pun ikut menyusul masuk ketoilet namun di setiap toilet tak ada Nagisa, lalu masuk toilet mana dia (?) pikir kedua pemuda itu.
Setelah beberapa menit Karma dan Asano yang berada ditoilet laki - laki menyerah mencari Nagisa, yang ternyata Nagisa sudah balik ke tempat makan semula.
Selesai makan dengan 'keributan', mereka bertiga mengelilingi mall kembali. Sontak ada hal yang membuat tiga orang tersebut kaget. Mereka melihat Isogai yang sedang bersama om kepala direktur Asano Gokuhou yang tak lain ayah Asano sendiri.
'Sedang apa mereka berdua?' pikir Nagisa dan Karma.
Sementara Asano berfikir. 'Sedang apa ayahku dengannya?'
TBC.
Stres sendiri bikin cerita banyak pairnya. X"D maaf kalo kata katanya jelek ciri khas nulis saya kek gini dan saya bukan tipe yang tau banyak kata berbau bau puitis.
