chapter 3
Balik lagi ke kejadian sebelumnya. Dimana Asano-Nagisa-Karma yang lagi kencan trisum #duaak. Melihat sang kepala direktur sekolah sedang bersama ketua kelas E.
Penasaran 'Sedang apa mereka?' pikiran tiga orang tersebut teralihkan untuk mengikuti mereka berdua.
"Woi Asano kutu kupret! bapak lu pedo ya? Bawa - bawa si Isogai pakai gandengan tangan segala" Sahut Karma.
"Mana gue tau! Ya kali bapak gue pedo!" Lanjut Asano tanpa membantah ucapan Karma tentang ayahnya yang (pedo?)
Oke abaikan tiga serangkai yang sedang kencan, sekarang berubah kegiatan jadi penguntit (alias stalker). Kita pindah pada percakapan Asano Gakuhou dan Isogai sang ikemen kelas.
"A-ano... sir" Ucap Isogai terbata.
"Hm? ada apa Yuuma-kun?"
"Ta-tangan saya–"
"Mall ini terlalu besar, jadi saya takut kau hilang. Tak apa kan?" Balas sang Ketua Dewan tersebut, yang memang modus ingin menggandeng tangan Isogai.
Isogai dengan om dewan tersebut terus mengitari mall entah mencari apa, Isogai sendiri bingung sedari tadi ia dibawa kesana kemari tanpa tujuan yang jelas.
Seingat dia duapuluh menit lalu, yang ia ketahui dia hendak pulang dari rumah Maehara. Kemudian malah bertemu om tersebut mengenakan mobil hitamnya, lalu mengajaknya kesuatu tempat yang ternyata adalah 'Mall yang ia datangi sekarang'
"Anu... sir... kita kesini ngapain ya?"
"Hm? oh saya lupa bilang ya? Bagaimana kalau makan dulu?"
"Ta–tapi saya gak punya uang.."
"Tenang saya yang bayar"
Ditempat makan–
"Ayo pesan saja tak usah sungkan" Tawar sang kepala dewan tersebut, yang sedari tadi memandangi Isogai yang bingung melihat buku menu sambil garuk - garuk kepala. "Spageti saja deh... yang lain mahal - mahal banget" Isogai cengar cengir gak jelas sambil mengusap kepala belakangnya.
"Kau bisa pesan apa saja loh" Tawar om kepala dewan sekolah tersebut.
"Ti -tidak apa kok sir saya gak mau ngerepotin"
"Ngomong - ngomong tak usah terlalu formal sampai memanggil saya dengan sebutan sir segala, panggil saja saya Gakuhou"
"Ti-tidak bisa sir itu terlalu.. tidak sopan" Memang benar masa Isogai harus panggil orang yang lebih tua dengan nama depannya jelas ia gugup.
"Kalau begitu jangan panggil saya sir, terserah kamu asal jangan terlalu formal"
"Eh!? Ng..Um... Om?"
"Apa saya sudah setua itu?"
"Bu-bukan begitu saya–" Belum juga selesai bicara percakapan terpotong dengan datangnya pesanan makanan.
Balik lagi ke Karma–Nagisa–Asano, yang lagi nguping di belakang tempat duduk pelanggan.
"Bapak mu gak tau umur apa? Udah tua gitu gak mau di panggil om?"
"Sstt..! Berisik kau Karma! Nanti kita ketahuan! Ini kesempatan buat tau rahasia Bapak gue"
Nagisa cuma geleng - geleng kepala dengan tingkah dua lelaki dihadapannya itu.
.
.
Dua jam tiga serangkai tersebut membuntuti sang kepala dewan sekolah tersebut, yang sedari tadi putar puter gak jelas dengan Isogai.
"Nagisa pinjem HP mu" ucap Karma.
"Eh!? untuk apa?"
"sudahlah sini!"
Nagisa menyerahkan HPnya pada Karma yang entah mau digunakan untuk apa?
"Pinjem dulu HP-mu punyaku gak ada pulsa, mau telpon Maehara" Nagisa langsung cengo mendengar ucapan Karma.
pip
[Halo Mae? lu dimana?]
[Halo... Nagisa? Eh kok Karma? Ada apa?]
[Isogai lagi diserang beruang pedobear! Cepatan dateng ke mall Shizuku!]
[Hah?! Apa? Beruang?]
[Udah buruan! Sekarang udah mau malem! Emangnya mau si Isogai diambil malem pertamanya?]
[Woy– maksudnya apaan?! jelasin dulu?!]
Tusst tuut tuut... Telpon terputus.
Hanphone Nagisa pun di serahkan kembali. Kemudian Nagisa hanya bisa meratapi sisa pulsa di Hanphonenya yang bersisa seribu setelah digunakan Karma.
"Tenang Nagisa kubelikan kau pulsa lagi habis ini" Ucap Asano sambil menepuk nepuk punggung Nagisa.
"Woy Asano lu tanggung jawab ya! awas aja pak tua itu sampai hamilin si Isogai dia pacar temen gue" Karma dengan tatapan kesal, meremas pundak Asano dengan kencang.
.
.
Empatpuluh Menit kemudian, Maehara berhasil sampai ke mall Shizuku, sesuai permintaan Karma.
"Lama banget sih kau Mae?!" Sahut Karma pada Maehara yang baru datang, terlihat tergesa - gesa penuh keringat.
"Gila kau! Aku ngebut di jalan pakai sepedah terus naik kereta, karena katanya Isogai diserang beruang! Mana?"
"Noh Beruang super menakutkan dari pada beruang lain didunia" Karma menunjukan jari telunjuknya itu pada target yang ia maksud yaitu Asano Gakuhou.
Maehara langsung merinding ngeri seketika. Ternyata benar Isogai sedang bersama dengan seekor beruang.
"WOI! Itu bapak gua!" Sahut Asano yang terlihat jengkel ayahnya dihina. (Yah walau pun Asano benci ayahnya tetap saja ada sedikit rasa sayang–sedikit)
Oke cukup obrolah para penguntit tersebut. Balik pada target utama yang mereka untit.
"A..ano om... sa..saya gak butuh ini itu kok.. Kenapa sampai belanja banyak banget?"
"Ada satu lagi belanjaan yang kurang"
"Apa itu om?"
Tangan Isogai ditarik oleh sang kepala dewan tersebut seketika. Sang kepala dewan merogok kantongnya mengeluarkan sebuah kado kotak kecil, dan menempatkannya pada telapak tangan pemuda tersebut.
"Kotak mencurigakan." Ucap Karma.
"Apa maksudmu Karma?" Tanya Nagisa.
"Soalnya kalau aku yang jadi om itu pasti isi kotaknya cincin buat ngelamarmu Nagisa!"
Asano langsung terlihat kesal dengan ucapan Karma, tapi ia hanya diam karena penasaran dengan apa maksud ayahnya yang memberikan kotak kecil merah tersebut dan apa isinya (?).
"A..ano.. tapi om... saya udah punya pacar gak bisa nerima hadiah ini..." Tolak Isogai.
"Saya tahu itu, ini cuma hadiah kecil lagi pula, Tapi walau kau punya pacar saya tetep gak akan nyerah"
Dengan gugup Isogai membuka kotak merah kecil tersebut. Terlihat cincin perak berkilau.
"Will you merry me?" Ucap Asano Gakuhou
"MUKA GILE! MATI SONO BAPAK GAK TAU UMUR...! GUA KAGAK MAU EMAK BARU!" Spontan Asano yang mendengar ucapan ayahnya itu langsung menendangnya dengan fabulous kick tanpa ragu.
Isogai sontak kaget melihat sahabat - sahabatnya ada di sana.
"Isogai kau gak apa?" Maehara langsung menarik Isogai kebelakang.
"Mae? Karma, Nagisa...? kenapa ada disini?" Tanya Isogai yang masih bingung kenapa para sahabatnya ada disitu.
"Huwaaa gue bersyukur! Isogai belum di apa apain! Karma makasih banget udah nelpon" Maehara memeluk tubuh Isogai sangat erat."Isogai lu gak nerima cinta om om itukan?" lanjutnya.
.
.
Kemudian setelah itu Asano, Karma, Nagisa, Isogai, Maehara berkumpul, di restoran untuk meminta penjelasan Isogai. sedangkan pak kepala dewan tersebut sudah pulang duluan. (Ada urusan katanya).
Isogai pun menceritakan kenapa ia bersama dengan ayah Asano. Dan hal - hal yang pernah terjadi menyangkut dirinya dengan Asano Gakuhou, yang tak ada hubungan apa pun.
"Begitulah Mae aku udah nolak kok! Cuma dia masih sering kasih hadiah sih..." Jelasnya.
"Isogai! will you merry me!?" Ucap Mehara sepontan dengan wajah sok kegantengannya.
"kita masih dibawah umur!" Balas Isogai
"Umur itu gak masalah Isogai! Contohnya... Nagisa maukah kau menikah denganku?" Lanjut Karma pada Nagisa dengan senyuman sok handsome.
"Gak! Nagisa menikahlah denganku!" ucap asano kemudian.
Nagisa tidak membalas apa pun ia malah tersenyum manis, Sangat manis. Membuat hati Karma dan Asano malah makin tersentuh, dan makin cinta.
TBC.
omake
"Nee Nagisa... kenapa kau pakai baju perempuan?" Tanya Maehara.
Nagisa diam mematung dengan wajah memerah.
"Hahaha Mae kau cemburu Isogai gak semanis Nagisa?" lanjut karma
"Hm... Mumpung ada toko crossdress bagaimana kalau kita coba pakaikan baju dress cosplay pada Isogai dan Nagisa?" Ucapan Asano tersebut langsung membuat Isogai dan Nagisa menucat. Sementara Karma dan Maehara tersenyum lebar memegang kamera.
"TIDAK...!" Tolak Nagisa dan Isogai bersamaan.
[oh ya ada yang penasaran cincin om gakuhou diapain setelah insiden tadi? Isogai tetep nyimpen tuh cincin (mungkin lumayan buat dijual lagi (?)) dengan satu alasan om gakuhou gak mau nerima lagi barang yang sudah dikasih]
okeh ide cerita ini makin buat saya bingung :') mungkin nanti saya buat squel cerita Asano Gakuhou sama Isogai pas nolak cinta si om (Ditunggu aja entah kapan okay?) Lanjutan dari ini adalah Maehara x Isogai see you.
