Chapter 4 ^_^
Ok ini cerita special ada pair baru nongol yaitu, Terasaka x Itona. hm... TeraIto mungkin sebutannya?
Ok cukup pair utama cerita kali ini MaeIso (Maehara x Isogai) rada nyerempet ke pairing lain loh. Kali ini kedua Asano (Gakushuu dan Gakuhou) gak ada dulu biarkan lah OTP kali ini tak terganggu oleh cinta segitiga!
Happy reading minna!
Hari minggu setelah insiden hari sabtu kemarin. Maehara mengajak Isogai jalan - jalan kepantai dan menginap di penginapan berosen 3 hari 2 malam, karena ia tak sengaja mendapat hadiah undian untuk berempat dua lagi sih sudah dikasih ke Karma dan Nagisa.
Pagi harinya tepat pukul 8 pagi Maehara sudah menjemput sang kekasihnya tersebut didepan rumahnya.
"Maaf Maehara lama nunggu?" Tanya Isogai sang pemilik rumah berjalan menghampiri orang yang menunggunya dibalik pagar rumah kecilnya.
"Hm... baru 5 menit sih. Tampaknya Karma dan Nagisa sudah duluan pergi berdua"
Tanpa pikir panjang mereka pun pergi dengan tangan yang saling menggenggam erat satu sama lain.
.
.
Satu jam perjalanan menaiki kereta menuju penginapan sungguh lumayan membuat tubuh kelelahan.
"Yo Maehara! Isogai! Disini!" Panggil surai merah melambai lambaikan tangannya.
"Karma! loh mana Nagisa?" Sahut Isogai menghampiri bersamaan dengan Maehara.
"Oh... itu.. Nagisa melarangku masuk kamar karena katanya dia mau ganti baju" Balas Karma dengan nada sedikit menggerutu.
"Ah... aku mengerti–" Lanjut sang cassanova dan ikemen kelas E tersebut dengan tangan yang disilangkan didada dan anggukan kepala serempak.
"Ah aku berhutang padamu Maehara atas jalan - jalan ini! Bersyukur banget gak ada si lipan Asano"
"Hm? loh bukannya itu Terasaka dan Itona?" Telunjuk Isogai mengarah pada meja resepsionis.
Itona yang menyadari itu langsung menoleh pada arah teman sekelasnya tersebut.
"Itona sedang apa kau disini?" Tanya Maehara yang terlebih dahulu menghampiri sebelum kekasih dan sahabatnya menyusul.
"Terasaka yang mengajakku... Sebenarnya aku tak mau karena tentakelku bisa membengkak kalau kena air.."
"Hoo... benar juga..." Lanjut Karma
"Tapi aku juga ingin sekali merasakan pemandian air panas." Itona tersenyum manis kemudian langsung menggandeng tangan Terasaka dan pergi menuju ruang kamar mereka.
.
.
Kamar 69 itulah kamar tempat Karma, Nagisa, Maehara, dan Isogai. Kebetulan Terasaka dan Itona ada dikamar sebelah 70.
Nagisa sudah selesai mengenakan yukata khas penginapan tersebut, kali ini rambutnya ia biarkan tergerai tanpa karet atau pun pita.
Isogai dan Maehara berganti pakaian bersamaan sementara Karma pergi bersama Nagisa membeli jus.
"Hei– nanti malam mau..."
"A..apa sih Mae? kita masih belum cukup umur!"
"Kalau begitu boleh aku menciummu?"
Isogai menganggukan kepalanya yang artinya ia memperbolehkan kekasihnya tersebut mencium bibirnya.
Beberapa menit berciuman bersamaan dengan permainan lidah yang mereka lakukan. Isogai semakin sesak karena kekurangan pasokan oksigen ia pun berusaha berpaling untuk menjauhkan ciuman Maehara. Kemudian–
"Maaf menunggu Nagisa sedang pesan makanan. Aku bawa jus–" Karma yang asal masuk kamar tanpa ketuk pintu pun langsung tersentak kaget dengan perbuatan kedua sahabatnya itu. Ya, mereka memang bertitel pacaran sih jadi wajar saja.
...
...
...
"Maaf mengganggu silahkan lanjutkan–" Karma tersenyum serigai lebar. terkekeh dengan sedikit tertawa menutup kembali pintu geser itu perlahan.
15 menit kemudian Nagisa kembali setelah selesai memesan makanan untuk makan malam nanti, ia justru bingung melihat Karma yang senyum senyum sendiri. Sementara kedua wajah Maehara dan Isogai memerah padam.
"Ada apa?" tanyanya
"Tidak... tak apa... aku dan Isogai mau mandi duluan" Balas Maehara terbata canggung. Lalu pergi menarik tangan Isogai kepemandian.
"Hoi! inget! jangan begitu begitu pas mandi loh!" Teriak Karma yang justru membuat Nagisa bingung penuh tanda tanya apa yang sebelumnya terjadi saat ia pergi?
Dipemandian Maehara yang mukanya sudah tidak memerah padam lagi langsung berlari menuju kolam dan menghangatkan diri. Sementara Isogai masih malu mengingat kejadian memalukan tadi.
"Hei– jangan lari - larian Mae!"
Sementara itu terlihat jelas di sisi lain kolam. Itona ragu - ragu menceburkan dirinya pada air, sedangkan Terasaka sudah berendam diair.
"Itona! masuk saja sudah!" Terasaka langsung menarik kaki Itona yang langsung berhasil membuat itona tercebur sukses masuk ke air panas.
"Te..terasaka kau jahat..." ucap Itona dengan tubuh yang sudah basah semua dengan malu malu dan semburat kemerahan dipipi.
"Ma.. maaf a..aku tak sengaja Itona" Tersaka langsung tak tega dan merasa bersalah, akibat raut wajah Itona yang membuat jantungnya hampir copot karena saking manisnya. Bahkan terlalu MANIS pikirnya.
"I..itona... bisa juga memberi ekspresi seperti itu..." Isogai langsung menenggelamkan dirinya disamping sang cassanova sedari tadi malah main air kayak anak kecil berenang ke sana sini.
Beberapa menit kemudian Karma dan Nagisa menyusul masuk pemandian.
"Nee... Nagisa sini!" Sahut Isogai dari kolam.
"Lama banget kalian ditunggu ngapain aja?" Tanya Maehara
Karma yang mendengar pertanyaan Maehara langsung tertawa terbahak bahak, sementara Nagisa cemberut menundukan kepalanya terlihat kesal.
"Hahaha... Sebenarnya i..itu... tadi Nagisa.. kami hendak masuk osen tapi bibi penjaga pemandian melarang Nagisa masuk bersamaku karena dikira cewek"
"Puas ketawanya" Nagisa semakin kesal mengingat kejadian tadi. Ia memalingkan wajahnya dari Karma.
Kejadian sebelumnya–
"Maehara dan Isogai sudah menunggu Nagisa ayo–"
"Maaf bak pemandian wanita disebelah sana" ucap sang penjaga osen menunjuk pemandian bertanda biru bertuliskan 'wanita'
"Ta–tapi... saya bukan perem–"
"Tenang bi! Malaikat ini bukanlah perempuan dia punya batang dibawahnya"
Mendengar cerita tersebut langsung membuat Maehara dan Isogai tertawa. Sementara Nagisa menenggelamkan kepalanya dalam air.
.
.
Asyik berbincang sang cassanova menoleh pada sisi kolam melihat Terasaka dan Itona yang masih ada disana kemudian memanggilnya.
"Terasaka! Itona! gabung sini yuk!" panggil Maehara pada dua sejoli tampak asyik berendam berdua.
"Loh? ada Terasaka? dan Itona" Nagisa baru tahu karena sebelumnya ia tak tahu karena sedang berganti pakaian.
.
.
"Terasaka jangan - jangan kau jadian dengan Itona ya?" Maehara membuka topik karena dari tadi kumpul bareng malah terdengar hening.
"Kami tak pacaran kok..." Balas Terasaka.
"Heeh... yakin nih? Nanti Itona manismu bisa direbut orang lain loh" Sahut Karma.
"Se..sekarang sih belum.." Lanjut Terasaka.
"Ehem Itona mau gak tuh sama si sanggar Terasaka?" Dehem Maehara pada sang pemilik tentakel dikepala yang bersembunyi dibalik tubuh Nagisa.
"A..aku tak menolak.." Jawab Itona menutupi rona merahnya di balik punggung surai biru alias Nagisa.
"Ciee...! pajak jadian lah Terasaka!"
Terciptalah Pairing baru #bukan maksudnya pasangan baru, dalam cerita ini.
Setelah 20 menit berendam mereka pun kembali ke kamar inap mereka masing masing sementara Terasaka dan Itona pergi ketempat bermain penginapan tersebut.
"Nee Nagisa coba kau pakai ini aku beli 1 minggu lalu pakaian suster" Karma melebarkan pakaian suster wanita pada Nagisa yang ia keluarkan dalam tas besarnya.
"Karma... Kau masih membeli hal - hal itu?! Minggu lalu kau memaksaku memakai baju maid sekarang suster!?"
"Ah di pantai besok aku bawa bikini dan costum mermaid"
"TAK AKAN PERNAH KU PAKAI ...!"
Maehara dan Isogai yang rasanya penat dengan aura cinta kasih Karma, Nagisa. Mereka pun pergi berjalan - jalan keluar hendak mengitari pantai.
"Hei– soal om waktu itu... Maaf ya Isogai aku masih belum punya uang buat beli cincin atau sejenisnya" Maehara memalingkan pandangan menatap sang ikemen dihadapannya yang menggenggam erat tangannya.
"Aku tak perlu itu. Aku suka Maehara yang apa adanya"
"Suatu hari nanti aku berjanji membelikanmu cincin untuk menikahimu"
Isogai mengecup pipi sang kekasih sebari berbisik pada telinganya "Akan kutunggu hingga hari itu tiba"
Kedua mata saling bertatapan dengan intensnya wajah Isogai memerah padam. Perlahan bibir pasangan kekasih itu saling mendekat. Ciuman hangat ditemani cahaya bulan dan hembusan angin laut menemani kedua insan tersebut.
.
.
TBC
Fuah cuapek ⊙﹏⊙ saya sebenernya sedang down loh bikin ini. Jujur aja karena gak ada ide asal masukin pairing baru TeraIto hahaha #ketawa nista. Ok bye bye cin ketemu lagi di chapter berikutnya yang entah kapan saya lanjutin. Tetapi berkat semangat cinta kasih para OTP membuat saya membara walau gak ada ide ╰( ̄▽ ̄)╭ ok saya akhiri disini see you! berikutnya mungkin gak secepat kek kemaren karena saya mau tur dulu
