Chapter 5 – Pantai.

Oke balik lagi nginget kejadian sebelumnya : Maehara, Isogai, Karma, dan Nagisa serta nyempil OTePe baru Terasaka dan Itona. Yang menginap dipenginapan berosen.

Hari ke dua kali ini mereka pergi ke pantai! Uhuuyy topless... Woohh #autorhebohsendiri

Btewe saya mau minta maaf nih lama gak di update jujur lagi gak ada pemikiran buat bikin fic akibat episode baru ansatsu yang bikin saya fangirl-an sama Karma karena epsnya adalah yang ditunggu author XD posting ini pun saya rencana minggu depan. (takut lupa makannya saya percepet)

Oke chap 5 happy reading minna!

.

.

Hembusan angin laut yang menyejukan. Panas matahari bersinar cerah cetar membahana bak jambul katulistiwa syahrini dicampur dinginnya air laut tak mengalahkan antusias untuk tetap berenang atau pun bermain air.

"Pantai...! Isogai mau lomba renang siapa yang paling jauh?" Teriak Maehara yang terlihat sangat antusias untuk berenang. Lari sana sini kek cacing kepanasan.

"Mae! Tunggu! Kita gelar tikarnya dulu!" Sahut Isogai dari kejauhan yang nampak lelah dengan sifat kekanakan sang kekasih.

Oke kita abaikan dulu dua orang pasangan tersebut yang nampak dimabuk laut (?) #renangajabelom Kita balik liat si merah dan sibiru dulu. Kali ini kelihatannya Nagisa lah yang lebih repot dari pada Isogai. Soalnya–

"Karma! Sudah kubilang gak mau! Ya gak mau!" gerutu Nagisa yang sedari tadi di paksa oleh Karma mengenakan baju bikini renang yang si merah perlihatkan padanya semalam.

"Ayo lah Nagisa ..." paksa Karma.

"Kubilang gak! Ya enggak" Nagisa pun langsung pergi menjauh sebelum ia benar - benar harus mengenakan baju mermaid tersebut. Karma yang ditolak permintaannya pun pundung sambil mengorat oret pasir pantai dengan gak jelasnya.

BTW mari kita cek Terasaka dan Itona yang berada di pinggir pantai berjarak 20 meter dari lokasi pantai yang Karma, Nagisa, Isogai, dan Maehara tempati. Nampaknya kedua pasangan tersebut sulit untuk dimabuk laut (?) maksudnya dimabuk kasmara. Terasaka sama Itona bukannya asyik bersenang -senang buat berenang. Tapi malah main tarik - tarikan (bukan tarik tambang loh ya) terlihat Terasaka yang berusaha menarik - narik tubuh Itona yang ngejongkrok diatas pohon kelapa.

"Hoi! Itona! Mau berenang gak sih?" keluh Terasaka. Ia sudah mulai lelah menarik tubuh mungil namun kuat tersebut untuk turun dari atas pohon.

"Gak mau! Kau mau aku mati! Lihat airnya! Itu lebih dari sebak mandi!"

"MANA ADA PANTAI ISINYA SEBAK MANDI!? ORANG GANTIAN SATU - SATU GITU RENANGNYA?!"

"Gak mau! Kalau dipaksa aku gak cinta sama Terasaka lagi nih!"

Mendengar itu Terasaka tiba- tiba langsung diem ditempat gak narik - narik Itona lagi. Sementara Itona masih nangkring diatas pohon kelapa.

"Aku akan beliin apa pun deh yang manis - manis! Buatmu!"

"Eh?"

"Asal jangan putusin aku!"

Itona langsung kicep dengan pernyataan Terasaka, siapa juga yang mau mutusin orang dia gak mau renang kena air. Lalu sementara itu–

.

.

"Mae! Mae! Lihat aku dapet ikan lumayan buat dimasak!" Ucap Isogai membawa sebuah ikan ditangannya.

"Gimana bisa dapet ikan tanpa tali pancing?" Maehara heran sekaligus bingung.

"Gak tau juga sih ikannya ngedeketin gitu aja" Okeh nampaknya julukan ikemen tersebut nyata untuk Isogai, ikan pun mau mendekati sosok ikemen beratena dua tersebut.

"Dari pada itu ikan justru lebih banyak ngegerubungin Nagisa loh" Ucap Isogai yang kemudian mengarahkan jari telunjuknya pada tengah laut. Nampak dari kejauhan Nagisa yang terlihat sedang diseret - seret ikan.

"Woooh...! Ikan kampret...! Nagisa milik gue!" Karma yang melihat itu gak pikir panjang langsung nyebur ngejar ikan yang culik Nagisa (?) okeh ini makin gaje dan lagi para reader pasti bingung ini dipantai apa diempang ya? #Abaikan.

.

.

Waktu berjalan dengan cepat. Hari terlihat semakin siang Karma dan Maehara tak terlihat lelah sama sekali mereka bolak - balik balapan renang. Sementara itu Isogai dan Nagisa sibuk siapin panggangan serta persiapan makan siang yang mungkin bakal berubah jadi persiapan makan sore atau malah malem mungkin? Orang yang ngerjain masakan cuma mereka berdua, dua orang pria tampan yang harusnya ngebantu malah asyik renang dan main istana pasir dengan gak elitnya.

"Isogai ikan ini mau dibakar aja?" Tanya Nagisa yang nampak membersihkan isi ikan yang masih basah dan segar tersebut sebelum dimasak.

"Bumbunya gak lengkap.. Hm..." Isogai berfikir sejenak. "Mae! Karma! Sini sebentar deh" panggil sang surai coklat itu pada dua lelaki yang nampak gak bosen - bosennya main air sama pasir.

Kedua lelaki tersebut menoleh lalu kemudian menghampiri. "Ada apa?" tanya mereka serempak.

"Begini.. Kita mau buat acara manggangkan? Bumbunya kurang.. Kalian beli gih ke supermarket terdekat" pinta Isogai yang sekaligus menyuruh dua orang pria tampan itu buat belanja.

"Kok kita sih? Aku masih–" Maehara belum melanjutkan ucapannya ia langsung patuh begitu melihat Isogai tersenyum serigai lebar sambil menggenggam pisau yang penuh dengan darah (inget darah ikan kok ya...)

"KAMI PERGI...!" Keduanya langsung berlari menuju supermarket terdekat. Walau pun kayaknya mereka sebenernya gak tau dimana supermarketnya (orang baru pertama liburan dimari)

"Nagisa ikannya sudah dibersihin?" Tanya Isogai yang berfokus kembali pada bahan masakan yang belum komplit tersebut.

"Um.. Lalu tugasku apa lagi?"

"Kau potong aja sayurannya aku mau buat tusukannya sama siapin arang dulu" Keduanya pun lanjut dengan pekerjaan masing - masing. Nampaknya kedua sejoli ini sangat cocok jadi istri (?) idaman ya?

Beberapa jam berlalu Karma dan Maehara pun balik membawa beberapa kantong belanjaan besar.

"Ini nih!" Ucap Maehara yang nampak tubuhnya dipenuhi keringat.

"Kalian kok kayak abis lari maraton sampai mandi keringet gitu ada apa?" tanya Nagisa

"Wooh... Supermarket jauh.. Mana siang panas pula! Gimana gak nyiksa?" keluh Karma yang juga nampak dipenuhi keringat.

"Kalian masak apa?" tanya Itona yang tiba - tiba saja muncul entah dari mana ada dibelakang bersama Terasaka.

"Uwaaa... ITONA...!?" Semua kaget serempak, termasuk Itona yang langsung nyumput dibelakang Terasaka.

"A..aku cuma be..bertanya kok" Itona terbata ia masih kaget dengan teriakan keempat temannya tersebut.

"Ki... Kita sedang bakar ikan kau mau?" tawar Nagisa.

"Mau! Mau!" Itona langsung tersenyum manis ditambah dengan mulutnya yang tampak ngiler.

Okeh Bumbu kelar, ikan kelar, api siap ya sekarang tinggal bakar! Melihat persiapan yang sudah matang. Semua nampak antusias sekali walau pun hari sudah mulai terlihat sore.

"Enak!"

"Terasaka! Terasaka Aaaaa..." Itona menoel - noel tangan Terasaka dan kemudian membuka mulutnya, nampaknya si surai abu - abu kebiruan ini sedang ingin disuapi. Terasaka yang melihat ekpresi Itona cuma bisa nahan jantungnya yang hampir mau melompat keluar saking terlalu menggodanya.

"Woy lah mentang - mentang baru jadian lu! Ampe mesra banget!" seru kedua pria tampan yang nampak terlihat gak dimanja sama para pujaan hati mereka.

Acara bakar - bakar pun selesai Maehara dan Karma lah yang jadi pesuruh kali ini untuk beres - beres panggangan dan alat masak lainnya.

"Kalian mau main belah semangka? Gak?" tawar Terasaka yang membawa - bawa satu buah semangka ukuran besar.

"Wah.. Boleh tuh!" sahut Maehara.

"Terasaka.. Kau gak malingkan?" ucap Karma senyum miring.

"Gak lah!" bantah Terasaka.

"Lalu darimana itu?" tanya Isogai.

Terasaka pun memjelaskan bahwa semangka yang ia bawa bukanlah hasih curian "Ini kubawa dari rumah tadi rencananya mau aku jadiin penutup sekaligus pencuci mulut sih dipenginapan" jelasnya.

Dalam permainan belah semangka Karma lah yang menjadi kucingnya. Bukannya belah semangka dia malah mukul kepala Terasaka. Akhirnya Itona lah yang dapat melakukannya dengan benar, tapi dia langsung nangis liat semangka yang hancur berantakan karnanya. Acara makan - makan pun benar - benar selesai Karma dan Maehara balik lagi buat beres - beres. Kemudian–

"Tampaknya anak - anak muridku sedang asyik liburan ya?" ucap seseorang yang suaranya sangat dikenal oleh Nagisa cs.

Mendengar suara tersebut Nagisa, Isogai, Terasaka pun menoleh. Karma dan Maehara dari kejauhan bergidik ngeri dengan wajah putih memucat alat masak yang mereka pegang sukses terjun ketanah. Itona sih cuma asyik makan jagung bakar.

[Kenapa pak kepala dewan sekolah itu ada disini?] ucap semuanya serempak dalam hati mereka.

TBC

A/N : om gakuhou muncul lagi XD tenang om saya gak bakal jahat kok cuma munculin di satu Chapter! OTP di cerita ini kebanyakan saya yang bikin aja lier sama alur absurd bikinan sendiri (kurangin satu jangan ya?). Btw karakter itona saya ambil pas masih punya tentakel kayak dianimenya walau pun dimanga itona udah gak punya sih... (sengaja) Oke sekarang rasanya setiap chapter terasa garing ya? Maaf ya saya sendiri juga bukan tipe humoris. Silahkan review saya abis pulang tur beberapa hari lebih tepatnya minggu lalu kali ya? dan saya gak sempet buat bikin fanfic pas pulang karena tiba - tiba liburan dipenuhi acara reuni dan kemudian manggang - manggang (kok malah curhat ya?) lanjutan mungkin 'agak lama' saya mau nikmati liburan dulu dan fokus ke ujian masuk SMA (doakan ya!)