lama banget saya biarkan fic ini kena writer block dari beberapa bulan yang lalu jadi otak saya gak jalan *digebukin massa . Udahlah daripada curcol gini mending lanjut aja.
London Skyline
.
.
.
By : Shirokuro hime
2 menit,2 menit lagi bom ini akan meledak. Itu lebih dari cukup!
Raka membuka kap bom berbentuk tabung itu,terdapat kabel-kabel warna-warni didalamnya. Dengan lihai,Raka menggigit kabel berwarna merah tetapi hitung mundur masih berjalan.
"Ini aneh..biasanya bom selalu mati dengan cara ini..apa sudah dimodifikasi?"Batin Raka.
2 menit itu sangat lama bahkan Raka pernah menjinakkan bom hanya dengan waktu 30 detik . Maka karena itu,ia masih bisa santai memikirkan bagaimana bom ini harus dijinakkan.
Tetapi kalau misalnya dia terlambat dan 2 menit sudah berlalu apa yang harus dilakukannya?ada sungai Thames di depannya,tetapi sedikit tidak mungkin untuk melemparkannya langsung dari lantai 9 .Dan butuh waktu juga untuk menuruni tangga,lari untuk melemparnya.
30 detik sudah berlalu.
"Sial,aku harus mengambil resiko"Ia mulai mengotak-atik secara hati-hati bom itu. Ia tidak mau mempertaruhkan nyawa seseorang hanya karena kecerobohannya.
35 detik sudah berlalu.
Semua kabel sudah dipotong namun...
"Hitungan mundurnya..masih belum berhenti.."Raka tertegun.
Ini jebakan!Dari awal bom ini memang tidak bisa dijinakkan.
Setengah detik yang harus dia lakukan?!
Ia mengorek-ngorek ingatannya sambil memandang ke bawah jendela. Tiba-tiba ide tersirat.
Dia bisa melompat ke balkon di lantai 6 itu dan menggunakan kabel listrik Raka bisa turun. Resiko memang tinggi tapi hanya itu satu-satunya cara!
Ia berdiri di sudut jendela,Raka menelan ludah.
Pemuda berambut hitam itu melompat dan sampai ke lantai 6 ,kakinya sedikit terkilir karena itu. Tak mau buang-buang waktu lagi ia membuat ikatan dengan jas hitamnya. Ia mengikatnya dengan kabel,mendorong badannya sampai berayun ke bawah dengan cepat.
10 detik hingga bom meledak
Ia mendarat di depan sungai ,ia tinggal lari dan melempar tas berisi bom tabung itu ke sungai.
"MINGGIR!ADA BOM DISINI!"Teriak Raka membuat orang-orang disekitarnya berteriak histeris dan menjauh darinya.
5 detik hingga bom meledak.
Raka mengayunkan tangannya,melempar jauh tas itu ke dalam sungai.
3...
2...
1...
DUARRRRR!
Ledakan itu memekakkan telinga .Gelombang air terbentuk ke atas,menyiram Raka yang sedang mengatur nafasnya.
Raka memegang pundaknya yang tertembak-masih mengeluarkan cairan merah kental.
"Ada apa ini?!"Seorang polisi beteriak ke arah Raka.
"Bom"Balas Raka.
"Bom?!"
Para pengendara mobil meminggirkan mobil mereka untuk mencari tahu sumber ledakan tadi,para pemakai jalan memotret-motret kawasan yang sudah dibatasi garis polisi . Akhir -akhir ini London selalu dihujani kasus-kasus aneh dari pembunuhan,dan akhirnya percobaan untuk mem-bom markas MI6.
"Raka!"Panggil Adam.
Raka menatap Adam yang berlari ke arahnya,ia sekarang berada d Ambulans-pundaknya sedang diobati,dan tak lupa selimut melingkar di punggungnya.
"Kau tak apa-apa?Kudengar kau yang melempar bom itu ke sungai"Adam kelihatan panik.
"Menurutmu?ada selimut hangat di punggungku dan luka tembak di pundak!Aku kelihatan baik-baik saja kan?"jawab Raka,sedikit menyindir.
"Ok ok,terima kasih atas sarkasmenya..tapi ,apa-apaan dengan selimut itu?!"
"Menambah kesan syok"
"Ha...?"
Raka melompat keluar dari ambulans,ia menyapu pandangan sekelilingnya.
Petugas investigasi MI6,Scotland Yard,dan beberapa reporter yang meliput kejadian ini.
"Kenapa pundakmu bisa tertembak?"Adam kembali bertanya.
"Aku mencurigai orang yang membawa bom ketika aku menyergapnya ia menembakku,untung saja cuma pundakku yang kena"Raka menatap pundaknya "By the way...kemarikan pistolku"
"Ini"Adam mengambil pistol tipe revolver dari saku dalam jasnya "Banyak sekali lecetnya,sudah berapa lama ini?"
"15 tahun,ini bekas punya ayahku-dia polisi"
"Dia tidak bekerja lagi?"
"Dia meninggal saat bekerja"
Adam sedikit terkejut,ia menundukkan wajahnya "Aku turut berdukacita"
"Terima kasih"Raka tersenyum pahit,sudah lama sekali ia tidak membicarakan tentang ayahnya.
"Adam!Raka!"Gilbert memanggil mereka,disebelahnya ada Antonio dan Francis.
"Gilbert,situasi?"Tanya Adam.
"Tak ada korban ataupun kerusakan,bomnya tidak terlalu kuat"Gilbert membuka catatan kecil yang selalu ia bawa "Kerja bagus Raka!Kudengar kau yang melemparkan bom itu"Gilbert menepuk pundak Raka (yang luka)Raka sedikit berjengit kaget.
"Aku berusaha untuk bomnya sudah diset dari awa,jadi memang tidak bisa dimatikan"Jelas Raka,ia masih sedikit kesal karena bom ini menghancurkan ia tak pernah tak bisa menjinakkan bom,apapun jenisnya itu.
"Bom yang tak bisa dijinakkan?"Gumam Antonio "detonator atau mesinnya rusak?"
Raka menggeleng "Tidak ada yang rusak di mesinnya .Seakan-akan memang sudah dibuat sedemikian rupa agar tidak bisa dijinakkan"
.
.
.
"Terima kasih atas laporanmu, boleh keluar sekarang"Kata Arthur.
"Arthur...bolehkah aku bertanya sesuatu?"
Arthur menatapnya "ada apa?"Pemuda kelahiran asli Inggris itu bersender kemudian melipat tangannya.
"Menurutmu..."Raka memberi jeda "Ivan Braginsky terlibat?"
" ,kurasa dia terlibat"
.
.
Pundak tertembak,kerja lembur,lari-larian mengejar penjahat. Apalagi yang bisa membuat harinya lebih buruk?Kereta Underground terakhir baru saja pergi 1 menit yang lalu.1 MENIT YANG LALU. Dan sekarang dia harus jalan sejauh 8 km di tengah malam?!
"Apa sih salahku,kok nasibku kaya gini?"
Setengah jam kemudian ia akhirnya sampai ke langsung merebahkan badannya di tempat tidur-tanpa mengganti sampai semenit,Pemuda berambut hitam berantakan itu sudah tidur nyenyak.
"Raka bangun!"Adam berdiri di depan tempat tidur.
"Kau kok bisa masuk?"Suara Raka terdengar serak-seakan-akan dia baru saja berteriak. Ia masih bergelut didalam selimutnya.
"Aku membuat kunci duplikat,agar aku bisa masuk kapan saja"
Raka langsung keluar dari selimutnya dengan wajah terkejut "apa-apaan?!"
Raka berusaha meraih kunci duplikat yang berada di tangan Adam-tetapi tinggi badan Raka sama sekali tidak mendukung.
"Oh ayolah,kau tidak berniat untuk mengganggu hari-hari liburku kan?
"Aku sangat berniat"
"Ck!"Raka berdecak kesal,ia duduk dengan kesal di sisi tempat tidur "Jadi ada apa?pundakku masih mau istirahat"
"Kau selalu mengeluh,mengeluh dan mengeluh"Adam menarik kertas dari jasnya dan menyerahkannya ke Raka "Inggris sedang dihujani kasus,cepat bersiap sekarang"
Raka menatap kertas di tangannya dengan setengah hati tetapi setelah ia melihat kata-kata didalamnya pemuda itu langsung membacanya dengan serius . Kata -kata di kertas itu membuatnya sedikit terperanjat
'20 mahasiswa dan mahasiswi hilang secara misterius di Universitas Oxford'
Yap,mungkin chap selanjutnya bakalan udah siap minggu ...jangan lupa untuk me-review,follow,fav fic ini kalau kalian suka ya! (makin banyak review makin cepat di apdet #inimodus)
Maafkan saya jika typo menyerang.
Kritik dan saran juga dinantikan
Saya sangat berterima kasih kepada anda-anda sekalian yang membaca.
-shirokuro hime
