maaf ya gak bisa bales review satu-satu, tapi aku tetep baca review kalian kok, ini buru-buru makanya gak bisa bales, chap depan bales deh janji heheheheh

okeh langsung aja masuk ke cerita,

RnR

.

.

.

.

.

.

.

.

REVIEW PLEASE, FOLLOW, FAV PLEASE

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

.

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Call Me Sir

Sebuah Porsche memasuki kawasan perumahan elite Cheondamdong, gerbang tinggi yang menghalangi Porsche tersebut perlahan terbuka. Gadis mungil yang kini duduk di kursi penumpang bersebelahan dengan pria tampan yang sejak setengah jam lalu resmi menjadi pemiliknya itu tidak saling bicara. Ia canggung dan gugup serta bingung harus berbicara apa. Tidak menyangka bahwa ia akan berakhir disini, didalam mobil mewahnya memasuki gerbang menuju dunia Kim Jongin yang ia kenal sebagai dosen di kampusnya.

" Nervous ?" suara sexy itu menginterupsi segala pemikiran Kyungsoo. Kyungsoo menoleh dengan gugup pada sosok tampan yang hari itu mengenakan kemeja putih dengan dasi berwarna coklat muda serasi dengan celana yang ia kenakan.

" Ng.. ya.. Mr Kim " Jongin mendelik tajam. Jemarinya dengan cekatan meraih dagu runcing Kyungsoo dan mengangkatnya tegas namun lembut.

" Call me Sir, Do " tatapan mata yang begitu tajam dan mengintimidasi.

" Forgive me… sir " begitu kata terakhir itu terucap bibir Jongin sukses menyentuh bibir tebal berbentuk hati milik Kyungsoo dan melumatnya dengan lembut namun bergairah. Mobil telah berhenti dan mesin dimatikan. Kyungsoo yang terkejut bahkan tidak sadar ketika supir telah membuka pintu dan keluar dari dalam meninggalkan mereka berdua. Jongin begitu ahli itulah pemikiran Kyungsoo ketika tubuh mungilnya ditarik keatas pangkuannya, kaki Kyungsoo tersimpan dikanan dan kiri paha Jongin. Jongin menekan lembut tengkuk Kyungsoo memperdalam ciumannya. Kyungsoo meremat rambut Jongin, ia tidak tahu harus membalas atau bagaimana. Ini bukan pertama kalinya ia berciuman namun Jongin begitu mendominasi. " Hh..hh !" Kyungsoo seakan sesak nafas dan menghirup udara dengan rakus saat Jongin melepas ciuman mereka dan mengecup lehernya.

" Good girl, setelah ini jika kau tidak membalas ciumanku maka aku akan menghukumu, mengerti " bisiknya ditelinga Kyungsoo, Kyungsoo merasakan tengkuknya meremang saat ujung lidah Jongin bermain dicuping telinganya.

" Y..yes Sir " Jongin menangkup wajah mungil Kyungsoo dengan kedua telapak tangannya dan mengelus pipi tirus itu.

" Welcome to my world, Kyungie " sebuah seringaian tampan yang sialnya membuat jantung Kyungsoo berdetak kencang ditunjukkan Jongin disertai gigitan sensual pada dagu runcingnya membuat Kyungsoo semakin panas dingin. Oh sial, ia tidak tahu bahwa KIm Jongin menyimpan sisi penggoda dan menggairahkan seperti yang ia tunjukkan saat ini. Kau benar-benar akan memasuki dunia KIm Jongin, Do Kyungsoo batinnya.


kim women's contract


A month ago

Kyungsoo baru saja pulang dari kerja paruh waktunya di sebuah mini market 24 jam saat ponselnya berbunyi, panggilan dari Joonmyeon. Kyungsoo melirik jam dinding di apartemennya yang menunjukkan pukul satu pagi. Perbedaan waktu memang mau tidak mau membuat Kyungsoo bisa menerima jika ia ditelpon dijam-jam segini.

" Yeoboseyo " jawabnya, sembari mendudukkan diri disofa.

" … ".

" Gwechanha paman, aku baru saja pulang dari kerja paruh waktuku ".

"…".

" Tidak, aku baik-baik saja dan jangan menyuruhku berhenti bekerja paruh waktu karena aku harus menghidupi diriku sendiri paman " jawabnya seriang mungkin. " Ada apa paman, apa ada sesuatu yang penting ?" Kyungsoo mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan oleh Joonmyeon diseberang sana.

" Seorang pengusaha asal Manhattan menawarnya dengan harga tinggi ?".

"…".

" Tapi paman kita tidak akan menjualnya ".

"…".

" Tapi paman… meskipun…meskipun ia menawar dengan harga tinggi dan aku bisa memiliki sisa penjualan untuk meneruskan kuliah aku tidak akan menjualnya " tolak Kyungsoo. Ia merasakan kesedihan mendalam tiap kali teringat jerih payah ayahnya membangun pabrik tersebut. " Pabrik itu sangat berharga bagiku paman ".

"…".

" Ia ingin bertemu ?".

"…".

" Tapi aku tidak akan menjualnya paman " rengek Kyungsoo. " Negosiasi seperti apa lagi ?".

"…".

" Membeli beberapa saham, paman oh astaga pabrik itu perusahaan keluarga dan kita tidak melakukan pembagian saham atau apapun ".

"…".

" Menurut paman begitu ?".

" … " Kyungsoo menghela nafas pelan mendengar saran Joonmyeon.

" Baiklah paman, aku akan menemuinya, sampaikan saja padanya aku setuju untuk bertemu dan bernegosiasi dan kita lihat kesepakatan apa yang akan dicapai ".

Jongin berdiri dari duduk nyamannya saat gadis bertubuh mungil yang tampak begitu manis dalam balutan dress selutut berlengan panjang berbahan shiffon itu berdiri dihadapannya dengan wajah terkejut. Jongin tersenyum menyambutnya.

" Miss Do ".

" M..Mr Kim ?".

" Ternyata benar kau, duduklah " Kyungsoo masih terpaku, maka Jongin menghampiri, menarik kursi untuk Kyungsoo bahkan menuntunnya duduk.

" Anda… anda.. penawar itu ?" cetusnya dengan wajah tidak percaya.

" Ya, itu aku ".

" Tap.. tapi… ".

" Sepupuku yang bekerja dibidang fashion bercerita tentang sebuah pabrik tekstil yang merupakan pemasok utama kain yang selalu ia pakai dalam rancangannya, Xi Luhan jika kau mengenalnya. Aku tertarik untuk menawar ketika ia mengatakan bahwa pabrik tersebut dalam keadaan krisis " jelasnya panjang lebar. Jelas Jongin telah mendapatkan informasi yang cukup untuk mengarang cerita.

" Tapi… kenapa ?" tanyanya pelan dan begitu polos.

" Bagaimana jika kita membahasnya sambil makan, kebetulan aku lapar hmm ?" senyuman maut itu lagi, dan Kyungsoo tidak bisa menolaknya. Jongin memesankan makan malam untuk mereka dengan menu terbaik dan wine terbaik. Kyungsoo masih tidak percaya bahwa yang menawar pabriknya adalah dosen KIm yang juga dikenal sebagai CEO Kim Inc. " Makanlah yang banyak, kau terlihat kurus ".

" Ng.. ya, Sir " Jongin menggenggam garpunya ketat saat bibir itu mengucapkan kalimat terakhir. Ia berdehem sebentar dan menyesap winenya.

" So, kau tidak akan pernah menjual pabriknya meskipun Bank melilitmu dengan hutang pinjaman ?" Jongin membuka pembicaraan. Kyungsoo terkejut Jongin mengetahui tentang masalah hutan Bank tersebut. " Aku tentu mencari tahu sebelum aku memutuskan " ia menatap Kyungsoo lalu meneruskan kegiatannya menikmati steak yang begitu lezat.

" Pabrik itu sangat berarti untukku dan mendiang ayahku, aku tidak bisa menjualnya " hal sentimentil ternyata batin Jongin.

" Jika kau tidak menjualnya maka Bank yang akan menyitanya " Kyungsoo tentu saja mengetahui hal itu. Ia sedang berusaha mengumpulkan uang bahkan audi putihnya yang terjualpun tidak cukup menutupi hutang tersebut.

" Aku tahu " lirihnya dan seketika selera makannya menghilang. Kyungsoo menghela nafas pelan, meraih gelas wine dan menyesapnya dengan tatapan kosong. Jongin memperhatikan, ada kesenduan dan kesedihan menggantung dimata Kyungsoo.

" Maka mari kita bernegosiasi " Kyungsoo menegakkan wajahnya dan bertatapan dengan mata tegas Jongin.

" Negosiasi apa yang anda tawarkan ?" tanyanya pelan. Jongin menggeser piringnya yang sudah kosong dan mengelap mulutnya menggunakan serbet dengan anggun.

" Aku tertarik padamu " Kyungsoo tersentak, bibirnya perlahan membulat dengan mata bulat yang mengerjap lucu.

" Anda.. apa ?".

" Aku memiliki ketertarikan padamu, jika kau bersedia menjalani kontrak denganku selama beberapa bulan kedepan sebagai wanitaku maka aku akan membayarkan hutangmu pada Bank ".

" Ap.. apa.. kontrak,, wanitamu… apa maksudnya ?". Jongin tersenyum maklum.

" Aku bukan seorang pria yang menjalani hubungan emosional seperti sepasang kekasih, namun aku melakukan hubungan fisik, sex " jelasnya tenang. " Namun aku tidak melakukannya dengan sembarangan wanita, aku melakukannya dengan wanita yang terikat kontrak denganku. Selama wanita itu terikat kontrak denganku maka ia akan menjalani hubungan fisik monogamy hanya denganku, karena aku tidak berbagi dan aku akan tahu jika ia menyalahi kontrak dan berkhianat. Dan point pentingnya hubungan kami tertutup, tidak ada pihak manapun yang boleh mengetahuinya. Itu akan dijelaskan didalam kontrak yang telah pengacarku siapkan. Selama menjadi wanitaku maka seluruh kebutuhan dan hidupmu aku yang akan menanggung. Dan aku memiliki segala ketentuan yang harus dijalani, semuanya dapat kau lihat di kontrak dan itupun jika kau setuju dengan penawaranku ini ". Kepala Kyungsoo terasa penuh dengan segala ucapan yang baru saja Jongin jabarkan padanya.

" Wanita kontrak, hubungan fisik, sex, ketentuan yang telah ditetapkan " lirihnya.

" Aku menawarkan jalan keluar bagimu Miss Do " itu bisa saja menjadi jalan keluar batin Kyungsoo tetapi apakah ia tidak terlihat seperti seorang wanita murahan.

" Did I look like a bitch ?" tanyanya pelan dengan pandangan kosong. " Kau membayarkan hutanku dan aku menyerahkan tubuhku ".

" Mungkin terlihat begitu bagimu tetapi disini aku ada pada pihak yang menawarkan bukan dirimu ".

" Anda telah menginjak harga diri saya Mr Kim " Kyungsoo menatap Jongin dengan mata memerah antara marah dan sedih. " Bagaimana bisa anda berfikir untuk membawa saya ketempat tidur dengan cara seperti ini " Jongin tidak menyangka bahwa Kyungsoo akan berkata demikian.

" Karena aku tertarik padamu, aku tidak menawarkannya pada sembarangan orang Miss Do ".

" Dan anda berfikir bahwa saya akan menerimanya karena kesulitan keuangan saya ?".

" Kau tidak memiliki pilihan ".

" Oh astaga Mr Kim anda begitu arrogant " Kyungsoo menatap Jongin tidak percaya, inikah Kim Jongin yang sebenarnya.

" Aku tertarik padamu dan aku menginginkanmu Do Kyungsoo " ucapnya tegas dan menusuk hingga membuat Kyungsoo terdiam. Jantungnya berdetak tidak karuan, apa Jongin baru saja mengungkapkan perasaan padanya. " Jika kau menyetujui kontrak tersebut maka kau milikku dan aku milikmu, maka uang yang kubayarkan untuk hutangmu di Bank bukanlah apa-apa karena secara kontrak kita memiliki sebuah hubungan " dan hubungan apa lebih tepatnya batin Kyungsoo. Kyungsoo meremat kain dress dipangkuannya.

" Aku.. haruskah aku… sejauh itu ?" Kyungsoo tampak linglung.

" Apa yang kau khawatirkan Miss Do, tidak akan ada orang yang tahu tentang hubungan kita jika kau mengkhawatirkan pandangan orang " Jongin mencoba meyakinkan. Kyungsoo menggigit bibirnya membuat Jongin gemas.

" Itu terlihat seperti aku menjual diriku ".

" Kau tidak " geleng Jongin mencoba bersabar. Ia tidak pernah sesulit ini sebelumnya dengan wanita-wanita dimasa lalu. " Anggap saja kau melakukannya dengan kekasihmu, seorang kekasih akan membantu kekasihnya dan tentunya sebagai kekasih yang baik kau akan mencium dan bercinta dengannya " Kyungsoo menggeleng.

" I didn't have boyfriend ".

" Aku tahu " Kyungsoo memberanikan diri menatap Jongin dengan tatapan puppy eyes dan mata yang masih memerah.

" Aku bukan penganut gaya barat Mr Kim " Jongin memiringkan sedikit kepalanya mencoba mencerna hingga sebuah kenyataan menghantamnya telak membuat ia membulatkan mata. Ia sedikit mendengus dengan tawa kecil.

" Miss Do.. kau tidak bermaksud mengatakan… " Kyungsoo mengangguk sebelum Jongin sempat menyelesaikan ucapannya. Mata bulat itu menatap tidak percaya pada Kyungsoo. " You 23 years old, live in Manhattan and still virgin ?".


kim women's contract


Kamar itu didesain dengan dinding berwarna cream dan dilengkapi dengan perabotan berwarna pastel yang menyejukkan mata. Sebuah lengan merangkul pinggangnya mendekat, lengan Jongin. Sejak Kyungsoo menyetujui kontrak dan membubuhkan tanda tangannya Jongin tak berhenti melakukan skinship menunjukkan bahwa dirinya memang milik seorang Kim Jongin.

" Ini kamarmu " Kyungsoo menoleh menatapnya dengan tanya. " Saat aku memintamu datang dan menghabiskan malam bersamaku maka kau akan tidur disini ".

" Ya, sir ".

" Aku akan meninggalkanmu untuk menikmati kamarmu sendiri, sudah ada pakaian didalam lemari dan itu semua untukmu " ujar Jongin. " Turunlah jam 8 untuk makan malam ".

" Ya, sir " Jongin menarik tubuh mungil itu hingga menempel pada tubuhnya, tangan kiri memeluk pinggang dan tangan kanannya menarik tengkuk Kyungsoo hingga bibir mereka menempel dan Jongin melumat dengan intens. Kyungsoo harus mulai terbiasa dengan serangan mendadak Jongin seperti ini. Menutup mata dan sedikit berjinjit Kyungsoo mendaratkan tangannya didada Jongin, meremas lembut kemeja putih selaras dengan balasan lumatan yang ia berikan. Rasanya seperti meleleh saat bibir bagian bawahnya di gigit manja oleh Jongin dan lidahnya menggoda untuk diajak bermain. Dan Kyungsoo agak kewalahan, ia tidak pernah melakukan French kiss sebelumnya. Namun ia berusaha, membuka mulutnya dan memberikan jalan untuk lidah nakal Jongin masuk. Kyungsoo mengerang saat Jongin meremat pinggangnya. Kecupan panjang diberikan Jongin sebelum melepas pagutan nakalnya pada bibir tipis Kyungsoo. Mengelus lembut pipi yang memerah tersebut dengan seringaian terpatri jelas dibibirnya.

" Enjoy your time baby girl " Jongin meninggalkan Kyungsoo yang hampir saja limbung saat pintu kayu mengkilat itu menutup. Kyungsoo melangkah pelan dan terduduk diatas kasur, masih tidak mempercayai keputusannya untuk menerima kontrak menjadi wanita Jongin selama 3 bulan kedepan dan Jongin membayarkan seluruh kekurangan pembayaran pada Bank. Bahkan uang penjualan audinya tidak tersentuh karena Kyungsoo belum mengirimkannya pada Joonmyeon.


kim women's contract


Last Night

Kyungsoo dan Jongin kembali bertemu dalam sebuah dinner di restoran yang sama, restoran favorit Jongin. Tiga hari lalu, setelah dinner yang mengejutkan dan mengetahui kenyataan bahwa penawar bagi pabriknya di Busan adalah Kim Jongin. Kyungsoo meminta waktu untuk memikirkan kontrak yang ditawarkan Jongin padanya.

" Apa kau serius ?" tanya Luhan, Luhan adalah gadis keturunan China, lebih tua dua tahun dari Kyungsoo, senior sekaligus tetangga apartemen Kyungsoo. Selain Jesse, Luhanlah teman dekatnya.

" Aku serius jie jie, bagaimana ini ?" tanya Kyungsoo. Luhan tampak memikirkan apa yang baru saja Kyungsoo ceritakan tentang Kim Jongin, dosen terbang dikampus mereka, CEO Kim Inc dan salah satu lelaki Asia paling diinginkan di Manhattan mengalahkan lelaki America.

" Apa yang kau cemaskan, Soo, katakan padaku " Luhan menarik Kyungsoo agar duduk di sebelahnya dan berhenti mondar-mandir.

" Jie jie, apakah itu tidak terlihat seperti aku menjual diriku, maksudku… hubungan yang ditawarkannya hanya sebuah kontrak beberapa bulan, no romance but it's about sex, seriously ".

" Mungkin kalau aku diposisimu, aku akan menerimanya " jawab Luhan mengambang tetapi ia malah nyengir. " Because I'm not virgin anymore " Kyungsoo terdiam mendengarnya. Itulah pointnya, ia masih perawan dan haruskah ia menyerahkan keperawanannya untuk mempertahankan pabrik peninggalan keluarga di Seoul.

" Jie jie… ".

" Pikirkanlah baik-baik Soo, maksudku… sangat sulit untuk memikirkan sisa pembayaran pinjaman bahkan penjualan audimu saja tidak mencukupi " terang Luhan. " Jika kau bertanya pada gadis lain maka jawabannya pasti mereka akan menerima, karena rata-rata gadis di Manhattan tidak lagi perawan " kekehnya.

" Jie~ " rengek Kyungsoo.

" Bukankah kau bilang, kau mengaguminya, duh bahkan jatuh cinta padanya, iya kan Kyungieee~ " goda Luhan. " Aku tidak bermaksud menjadi setan didalam pertemanan kita tetapi mungkin memang ini jalannya, dan aku yakin Kim Jongin akan bermain aman. Setidaknya baby Soo… kau menyerahkan keperawananmu pada seseorang yang membuatmu jatuh cinta ".

" Tapi bagaimana dengannya jie " lirih Kyungsoo. Luhan tahu bahwa Kyungsoo adalah gadis yang sangat mengatasnamakan perasaan. Lihat bagaimana ia mempertahankan pabrik ayahnya karena itu adalah hasil jerih payah sang ayah.

" Keputusan kembali kepadamu Kyungsoo, kau tahu yang terbaik harus kau lakukan " dan Kyungsoo telah memutuskan. Disinilah ia berada, duduk berhadapan dengan Jongin menikmati makan malam dalam lantunan music namun tanpa mengeluarkan suara.

" Aku berharap sebuah kabar baik " Jongin membuka suara, melirik Kyungsoo yang tampak manis berbalut dress selutut dengan lengan sesiku berbahan shiffon. Jongin selalu membayangkan bagaimana rupa Kyungsoo jika dress berbahan ringan itu terlepas dari tubuhnya. Kyungsoo mencoba untuk menghilangkan kegugupannya, menarik nafas pelan dan tersenyum memperlihatkan eyesmile yang begitu cantik. Jongin terpana, ini pertama kalinya ia melihat senyuman cantik Kyungsoo.

" Kurasa begitu " jawabnya pelan. Kyungsoo menaruh garpu dan pisaunya, mengelas pinggir bibir, melakukannya dengan gerakan pelan dan sedikit gugup. " Aku berharap kau tidak memiliki pemikiran buruk tentangku setelah ini Mr. Kim, karena… aku tidak memiliki jalan lain " Jongin tersenyun, menutupi seringaiannya dengan senyuman tampan mempesona.

" Aku yang menawarimu kontrak ini Miss Do, dan aku tidak pernah berfikiran buruk tentangmu, aku yang datang padamu bukan sebaliknya, hmm " setidaknya ucapan Jongin tersebut member sedikit kenyamanan. KIm Jongin yang datang padanya bukan dirinya yang mendatangi KIm Jongin.

" Aku… aku.. " sebuah genggaman tangan hangat membuat Kyungsoo tersnetak sesaat, jemari Jongin meremas lembut jemari Kyungsoo. Saling bertautan diatas meja.

" Kau tidak perlu mengatakannya jika itu sulit bagimu, aku mengerti " Kyungsoo bersemu dan mengangguk. " Aku sudah menyiapkan kontraknya, kau bisa menandatanganinya besok, datanglah ke kantorku, hmm " Kyungsoo kembali mengangguk. Telapak tangan Jongin mengelus lembut pipi Kyungsoo.

" S..Sir.. ".

" Yes, like that " Jongin tersenyum dan Kyungsoo bisa kehilangan nafasnya saat itu juga, tatapan mengintimidasi yang begitu mempesona. " Call me Sir, Miss Do ".


kim women's contract


Saat Kyungsoo keluar dari kamar mandi, pandangannya jatuh pada sebuah gaun satin selutut berwarna pink kalem yang terhampar diatas kasur. Ia juga melihat sepasang sepatu telah dipersiapkan disana. Ada sebuah kertas diselipkan disana.

Pakailah gaun ini

Warnanya cocok dengan kulitmu

Aku menunggumu di bawah untuk makan malam bersama

KAI

Dengan wajah bersemu Kyungsoo meraih gaun tersebut dan mulai bersiap-siap untuk makan malam bersama Jongin. Ia tidak tahu apakah ia harus bahagia atau sedih karena ada kemungkinan ia akan kehilangan keperawanannya malam ini. Sementara itu Jongin saat ini tengah berdiri menatap pantulan dirinya dicermin yang tengah mengancingkan lengan kemeja navy yang begitu pas ditubuh tegap miliknya. Memasang jam tangan dan merapikan kerah kemeja dengan anggun namun maskulin. Surai merah yang telah berganti menjadi warna abu-abu itu tertata begitu apik, jatuh menutupi dahi namun rapi. Melirik jam tangannya, ia menyeringai kecil dan berbalik berjalan keluar dari dalam kamar.

Tap.. tap.. tap.. mata Jongin menatap kearah hentakan pelan tapak high heels yang menuruni tangga, sepatu pilihannya dan juga gaun yang begitu pas memeluk tubuh mungil namun proporsional itu. Jongin harus menahan dirinya sendiri saat akhirnya ia dapat melihat langsung kulit putih Kyungsoo karena gaun pilihannya memiliki tali spaghetti yang memamerkan lengan dan leher.

" Good evening, Sir " sapa Kyungsoo dengan pipi memerah. Jongin menyodorkan tangannya dan Kyungsoo dengan perlahan menerimanya dan merasakan bagaimana eratnya telapak tangan Jongin menggenggam tangannya.

" Kau cantik sekali " Jongin mengecup punggung tangan Kyungsoo.

" T.. terima kasih ".

" Don't be nervous hmm " Jongin menggiring Kyungsoo menuju ke taman belakang kediamannya dimana kolam renang berada. Ada sebuah gazebo dengan tiang tinggi yang tampak berkilauan dihiasi lampu-lampu putih dan lilitan bunga pada setiap tiangnya. Disana sudah terdapat sebuah meja makan dengan dua kursi dan hidangangan makan malam telah tertata rapi. Kyungsoo terkagum-kagum melihat bagaimana dekorasinya begitu memanjakan mata. Taburan kelopak bunga pada lantai, dua tangkai bunga mawar merah dan lilin menjadi penyempurna.

" It's beautiful ".

" I know you will like it, it's special for you ".

" Thank you so much, Sir ".

" Just enjoy it, don't thinking too much " Jongin menaruh tangannya pada kedua lengan Kyungsoo dan mengelusnya lembut mencoba menenangkan. Ia tahu Kyungsoo masih canggung, bingung dan berfikir buruk akan dirinya sendiri akan keputusannya menerima kontrak ini. " Just remember You're Mine and I'm Yours " sebuah kecupan mendarat di kening Kyungsoo. Memberikan kehangatan yang merambat hingga kehatinya.

" I will, thank you, Sir ".

" I love it " Kyungsoo menatapnya bingung.

" When you call me Sir " senyuman tampan Jongin sudah menjadi favorit Kyungsoo dan selalu sukses membuatnya salah tingkah dan membuat kinerja jantungnya meningkat drastic. " Let's dinner, because I'm hungry " Jongin menekannya bagian akhir ucapannya dengan intens dan elusan lembut pada bahu telanjang Kyungsoo. Dan Kyungsoo bagai tersihir oleh ucapan sang KIm Jongin.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

okeeeehhhh aku kembali, oh ya maaf nih buat love mungkin aku bisa post setelah selesai ukk, do'ain ya aku lancar ukknya,

untuk fanfic ini, kalo belum kelar sebelum puasa kemungkinan akan dilanjut setelah lebaran, so takut dosa heheheheheh

oh ya mungkin ini di awal sama persis, tapi di pertengahan dan akhir aku ubah kok, karena karakternya juga berbeda, jadi aku harap kalian para readers menunggu cerita ini ya heheheheheeh,

oh ya sama yang ngira mantan jongin itu baek, kayanya bukan deh, hehehehe

okeh sekian dulu cuap cuapnya,

pay pay ;)