Kim Women's Contrack

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Rate : M (Mature for NC Scene)

balesan review :

thanks to: yixingcom, shinlophloph, beng beng max, restifina, Kyungra26, EveInSoo.

12154kaisoo : iya maaf, jelas kamu tau siapa mantannya kan tau dari aku, kamu aja tau aku mau remake ini, kita aja sekelas.

: nah dibagian itu aku rubah sedikit

ChanHunBaek : fanfic love aku udah end tuh hehehehe

RnR

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FOLLOW, FAV, AND REVIEW PLEASE

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

My First

Kim Jongin menikmatinya, bagaimana wajah mungil itu memerah malu namun bergairah saat tangan nakalnya menyentuh bagian-bagian tubuhnya yang begitu sensitive. Ini bukan pertama kalinya bagi Jongin maka ia bisa mengetahui bagian mana dari perempuan yang sangat sensitive. Jongin mengecupi wajah, telinga, leher dan menghisap collar bone yang membuat Kyungsoo mengerang. Tangannya dengan perlahan menarik turun resleting belakang gaun Kyungsoo. Dengan lembut namun cekatan ia membalik tubuh mungil Kyungsoo membelakanginya, memeluk tubuh itu dan berjalan mundur hingga mencapai ujung tempat tidur. Jongin duduk dan menempatkan Kyungsoo dipangkuannya. Mengecupi punggung Kyungsoo sambil perlahan menjatuhkan tali gaun tersebut hingga bagian depan tubuh Kyungsoo terekspos. Tangan Jongin memijat paha Kyungsoo tanpa menghentikan ciumannya pada punggung mulus tersebut. Kyungsoo memekik pelan saat tangan Jongin sampai didadanya dan memijatnya lembut. Ini pertama kalinya seorang pria menyentuh payudaranya. Jemari lentik Kyungsoo mencengkram paha Jongin saat telunjuk dan jempol Jongin memainkan puncak payudaranya.

" Sir… " pekiknya feminin.

" Ya baby, call me like that " Kyungsoo kembali mengerang saat tangan kiri Jongin ikut bergabung meremas dadanya dan mencubiti puncak payudaranya. Kyungsoo merasakan bagian pusat tubuhnya sudah sangat basah hanya karena ciuman dan sentuhan Jongin. Ia mendongak ketika merasakan Jongin melumat cuping telinganya dengan sensual.

" Sir.. oh my god " pekiknya, begitu manis dan feminine. Jongin biasanya mendapati mantan-mantan wanitanya terpekik menggoda hingga mungkin bisa didengar oleh para pelayan diluar sana.

" Aku akan membuatmu mengingatnya baby, pengalaman pertamamu yang menakjubkan " Jongin membalik tubuh Kyungsoo hingga menghadap kearahnya. Kyungsoo memalingkan wajahnya yang bersemu. Bagaimana tidak jika kini payudaranya tepat berada didepan wajah Jongin. " Jangan malu baby, aku menyukainya " Jongin mengelus rahang Kyungsoo dan membawa bibirnya mengecupi bibir Kyungsoo. Kecupan-kecupan mesra itu didaratkan pada rahangnya, hidung, dagu, leher, dada hingga sebuah kuluman lembut menyapa puncak dadanya dan Kyungsoo reflex meremat rambut Jongin.

" Oh my god " Jongin menyukainya, respon tubuh Kyungsoo dan pekikan imut namun begitu manis itu saat ia menjamah tubuh mulus Kyungsoo.

" You.. like.. it ?" tanya Jongin disela-sela kulumannya.

" Nnh… y.. ya Sir.. " Jongin menaikkan kecupanya kembali kedada Kyungsoo dan melumat bibir mungil yang kini memerah dan bengkak itu.

" Kau sudah meminumnya bukan ?" tanyanya parau. Kyungsoo sedikit terengah namun mengerti arah pembicaraan Jongin.

" Ya, Sir ".

" I hate condom " bisiknya nakal. Kyungsoo ingat betul Jongin memberikannya sebuah botol kecil berisi beberapa pil dan menyuruhnya untuk meminum pil tersebut saat ia mengantarkannya kerumah setelah makan malam kedua mereka.


kim women's contract


Kyungsoo mengerang, mendesah bahkan memekik pelan setiap kali Jongin menghujam dirinya begitu jauh dan dalam. Kedua kakinya ditarik merapat melingkari pinggang Jongin, pria tampan itu menunduk membuat miliknya masuk lebih dalam dan Kyungsoo nyaris tersedak liurnya sendiri. Astaga, ini sungguh mengejutkan bagaimana rasa pedih itu berangsur menjadi sebuah kenikmatan. Tubuh Kyungsoo melengkung saat Jongin masuk begitu dalam dan menyentuh titik terdalamnya.

" Sir, ohh… ".

" I get it " seringai Jongin. Ia menggerakkan tubuhnya lebih cepat, Kyungsoo mengencangkan rematannya pada lengan Jongin dan mendesah tanpa bisa ia tahan. Jongin merasakannya, kenikmatan bercinta dengan seorang perawan yang begitu kencang dan ketat, ia bahkan pening oleh gairahnya sendiri. Menyentak secepat yang ia bisa untuk mencapai puncak.

" Ahh…. Oh my god… Sirrr !" Kyungsoo menjerit dengan cairan yang tak bisa ia tahan untuk keluar membantu pergerakan Jongin. Ia begitu lemas pasca klimaks namun Jongin belum mencapai klimaksnya. Kyungsoo meraih tengkuk Jongin dan membawa bibir mereka kedalam sebuah ciuman. Kedua kakinya yang melingkar di pinggang Jongin ia tekan hingga erangan kecil ia dengar dari bibir Jongin. Jongin lebih sering menggeram dan mengerang pelan.

" Nnhhgh… " Kyungsoo mencapai klimaks keduanya saat Jongin meluberkan cairannya memenuhi Kyungsoo. Begitu hangat hingga memenuhi rahim Kyungsoo. Bibir Jongin mencari bibir Kyungsoo dan melumatnya begitu dalam. " You're fantastic ". Kyungsoo tersenyum didalam ciuman mereka. Thank you my first batin Kyungsoo.


kim women's contract


Seorang lelaki bersurai coklat kemerahan ikal memasuki kediaman mewah yang dihuni oleh Kim Jongin. Beberapa maid yang melihatnya datang tampak membungkuk sebagai sopan santun.

" Jongin dirumah ?" tanyanya pada salah seorang maid saat mencapai anak tangga pertama.

" Ya, Mr Kim " lelaki bermarga Kim itu mengangguk dengan senyuman. " Bisa buatkan aku sarapan, kimchi pancake dan bacon, Luce ?".

" Tentu Mr Kim " Kim Heechul, ia adalah sepupu terdekat Jongin yang juga tinggal dirumah tersebut. Sambil bersenandung kecil Heechul melangkah dikoridor menuju ke kamarnya sampai matanya menangkap sebuah kamar yang terbuka secelah. Heechul hanya menebak apa mungkin salah satu wanita Jongin sedang berada dirumah. Seorang maid keluar dengan membawa keranjang berisi seprai. Dan Heechul mengernyit saat melihat dari lubang-lubang kecil keranjang, ada noda darah.

" Morning Mr Kim ".

" Morning Brit, apa wanita Jongin menginap ?" maid berambut pirang itu mengangguk.

" Saya permisi" Heechul mengangguk. Ada noda darah, apa wanita Jongin seorang perawan kali ini batinnya tergelitik karena ia tahu meskipun Jongin melakukan perjanjian kontrak dengan setiap wanita namun ia tidak memiliki kelainan seks seperti bdsm atau semacamnya. Jadi tidak mungkin itu darah karena luka. Iseng, ia mengintip kedalam kamar dan saat itulah sesosok tubuh mungil berbalut bathrope muncul dari dalam kamar mandi. Dengan langkah agak tertatih, dan ia terperanjat saat menyadari keberadaan Heechul didepan pintu kamarnya.

" So..sorry.. who..who are you ?" gagapnya. Heechul mengerjap tidak percaya. Apa Jongin sudah gila atau kini beralih menjadi pedhopile. Heechul masuk tanpa permisi dan berkacak pinggang didepan Kyungsoo yang mengerut takut ditatap intens oleh Heechul.

" Give me your id card " dengan langkah tertatih dan gugup Kyungsoo meraih tas selempangnya dan mengeluarkan dompetnya. Melirik takut pada Heechul yang mengawasinya. Ia menyodorkan kartu tanda pengenalnya pada Heechul. Ia melongo sesaat, mengalihkan tatapan menelitinya pada Kyungsoo. " Korean ?".

" Yes.. ".

" Apa kau memalsukan tahun kelahiranmu ?" cetusnya. Kyungsoo mengernyit.

" Ti..tidak sir, itu.. itu benar ".

" Jadi kau berusia 23 tahun, astaga kupikir kau masih remaja belasan tahun ".

" Heechul hyung " itu suara Jongin, memasuki kamar Kyungsoo sudah rapi dengan pakaian santainya. " Apa yang kau lakukan disini ?".

" Kupikir kau sudah beralih menjadi pedofil " Heechul menyerahkan id card milik Kyungsoo pada pemilinya.

" Apa maksudmu hahh, kenalkan ini Kyungsoo ".

" Do Kyungsoo imnida " Kyungsoo membungkuk sopan meskipun ia sedikit malu karena kepergok Heechul. Heechul tersenyum, selama ini wanita-wanita yang Jongin kenalkan padanya jika menginap tidak sesopan dan semenggemaskan Kyungsoo.

" Hai Kyungsoo, aku Kim Heechul sepupu Jongin " Kyungsoo membalas senyumnya sedikit ragu.

" Kau membuatnya tidak nyaman, ayo keluar Kyungsoo harus berpakaian " Heechul mengedikkan bahu.

" Nice to meet you Kyungie " ia melambai riang membuat Kyungsoo mau tidak mau membalas dengan senyuman.

" Berhenti bertingkah menjijikkan begitu hyung ".

" Cckk… ya Kim Jongin yang benar saja, dia berusia 23 tahun dan kau memanfaatkan kepolosan gadis belia itu, dan oh my god dia masih virgin saat kau menidurinya ".

" Kau tahu dari mana ?".

" Aku melihat Brit membawa keluar selimut bernoda darah ".

" Aku juga tidak berniat memiliki hubungan seperti ini dengannya di awal, hanya saja… gairahku menuntunku untuk mendapatkannya ".

" Gairah dan nafsu setanmu hahh " sembur Heechul. Namun Jongin hanya menanggapi dengan kekehan ringan, sudah biasa dengan mulut pedas Heechul.


kim women's contract


Heechul tampak begitu bersemangat menyantap sarapan pagi itu meskipun rasa lelah dan kantuk tetap mendera matanya. Ia memiliki klub dan menjadi bartender disana, setiap hari ia akan pulang pagi. Menyempatkan diri untuk sarapan lalu tidur. Namun pagi ini sarapan pertamanya bersama wanita Jongin.

" Makanlah yang banyak, kau pasti banyak menguras tenaga semalam " Kyungsoo hampir tersedak pancake yang baru saja dikunyahnya.

" Hyung " tegur Jongin. Heechul terkekeh kecil.

" Jadi, kau masih kuliah Kyungie ?".

" Iya ".

" Dimana ?".

" Universitas Manhattan ".

" Ahh jadi kalian satu almamater ?".

" Ia mahasiswiku ".

" Apa, jadi kau mengencani mahasiswimu sendiri, dasar dosen tidak taat peraturan ".

" Aku tidak mengikuti aturan, you know that ".

" Bocah playboy ini sedari dulu memang tidak pernah taat peraturan " sahut Heechul. " Jadi kau Korea juga, dimana kau tinggal di Korea ?".

" Di Seoul " Kyungsoo masih sedikit canggung.

" Bersama keluargamu ?".

" Hyung " Jongin menegur kembali.

" Tidak lagi " Kyungsoo menggeleng dengan senyum lirih. " Kedua orang tuaku sudah meninggal beberapa bulan lalu " Heechul melirik Jongin yang mendelik padanya.

" Oh, maafkan aku Kyungie.. " Kyungsoo menggeleng cepat.

" Tidak apa-apa Heechul-ssi ".

" Hei jangan terlalu formal, panggil aku oppa saja ".

" Oppa " dengus Jongin.

" Mulai sekarang sikecil nan imut ini adalah adikku " Heechul mencubit lembut pipi Kyungsoo.

" Yaa, jangan sentuh-sentuh sembarangan " Jongin menepis tangan Heechul. Heechul terkekeh melihatnya. Jongin dan segala keposesifannya. Kyungsoo tersenyum memperlihatkan eyesmilenya.

" Terima kasih.. oppa ". Hatinya terasa hangat, Heechul begitu menyenangkan dan juga ramah padanya. Ia merasa memiliki sosok kakak lelaki yang tak pernah ia miliki. Membuatnya tiba-tiba merindukan Kim Jongin, sosok sahabat kecil yang sudah layaknya saudaranya.


kim women's contract


Kyungsoo rasa tidak ada gunanya seprai dikamar yang ia tempati diganti karena pada akhirnya kembali dikotori oleh kegiatan panasnya dan Jongin. Jongin tidak bisa berhenti menyentuhnya jika ia sudah memulai. Meski sakit diawal namun Kyungsoo mulai menikmatinya. Bukankah ia memang harus menikmatinya karena ia milik Jongin, dan Jongin… miliknya. Senja sudah menyapa, menerpa kulit wajah Kyungsoo yang dipenuhi peluh. Ia tertidur hampir 20 menitan setelah mengakhiri kegiatan ranjangnya bersama Jongin. Kyungsoo bisa merasakan punggung dan bahu telanjangnya dikecupi lembut oleh Jongin yang memeluknya dari belakang.

" Kau sudah bangun ?" bisiknya mesra.

" Hmm… apa aku tidur terlalu lama, sir ?".

" Tidak, sekitar dua puluh menitan, kau pasti sangat lelah ".

" Lelah dan kewalahan… it's my first time.. I mean second time… but.. ".

" Aku mengerti, kau hanya butuh terbiasa baby " kali ini ia mengecup belakang telinga Kyungsoo membuat bulu kuduk Kyungsoo meremang. " Kau tahu… rasanya menyenangkan.. ketika pertama kalinya kita melakukannya " wajah Kyungsoo bersemu.

" Kenapa ?".

" Tidakkah itu terasa special untukmu ?" Kyungsoo mengangguk.

" Anda.. yang pertama sir ".

" Itu yang membuatku bangga dan puas " ia tersenyum dan mengecup lembut leher Kyungsoo. Kyungsoo tidak menyangka ada sisi lembut dibalik intimidasi yang selalu ditunjukkan Jongin.

" Boleh aku bertanya. Sir ?".

" Tentu " Jongin menyamankan pelukannya.

" Apa anda benar-benar melakukan hubungan monogamy saat anda terikat kontrak dengan seseorang, seperti.. saat ini ?".

" Ya, seperti yang kukatakan padamu sebelumnya, kenapa ?".

" Hanya.. penasaran, maksudku… ada banyak wanita cantik yang anda bisa temui dan bisa saja mereka menarik perhatian anda ".

" Jangan khawatirkan soal itu " jawabnya ringan. " Aku memegang komitmen ini dengan baik, aku tidak pernah ingin memakai kondom ".

" Hmm ?" Kyungsoo bingung, kenapa beralih pada kondom.

" Aku tidak melakukan one night stand atau random sex itulah kenapa aku membuat kontrak dengan wanita yang membuatku tertarik " jelasnya. " Aku bukan seseorang yang akan langsung melakukan sex dipertemuan pertama, dan maksudku dengan aku benci memakai kondom adalah pertama kali aku berhubungan sex dengan kekasihku dengan memakai kondom dan aku tidak menyukainya. Maka aku tidak akan memakainya lagi dan memastikan semuanya aman sebelum melakukan " Kyungsoo mengangguk mengerti.

" Jadi… sex pertama anda.. dengan kekasih anda.. ?" Jongin terdiam sesaat, ia tidak pernah membicarakan masalah pribadinya sebelumnya. Sebenarnya bukan karena ia keberatan atau apa, tetapi partnernya selama ini tidak pernah bertanya.

" Ya, dimalam promnite " Jongin tersenyum kecil ketika mengingat masa itu. Making love pertamanya dengan kekasih yang ia pacari selama 2 tahun. Gadis yang begitu ia sukai dan cintai, namun menjadi salah satu orang yang membuatnya sangat sulit membuka hatinya kembali.

" Itu seperti ritual, making love after promnite ".

" Yeahh… if you live in Manhattan " angguk Jongin. " Bagaimana denganmu, kau tidak mungkin tidak pernah pacarankan, maksudku mungkin kau menjalani gaya pacaran sehat ".

" Tentu aku berpacaran, tapi.. yahh.. berpacaran dalam artian.. berpacaran " Jongin mengulum senyum.

" Berpacaran tanpa sentuhan dan cumbuan ?".

" Ten..tentu saling menyentuh… berpegangan tangan…".

" Ohh baby girl, how old are you hmm.. aku masih tidak percaya kau virgin saat pertama kali kita melakukannya ".

" Apa itu terdengar konyol, masih perawan ?".

" Itu mengejutkan, bukan konyol " ralat Jongin. Mereka terdiam sesaat. " Mau berendam bersama ?" tawarnya.

" Hmm " angguk Kyungsoo dengan pipi bersemu. Kyungsoo bahkan belum sempat bereaksi apa-apa saat Jongin menyibak selimut dan menggendong Kyungsoo dengan bertelanjang menuju kamar mandi. Ia menyembunyikan wajahnya diceruk leher Jongin, merasa malu dengan ketelanjangannya dan juga Jongin. Jongin hanya terekeh kecil melihat tingkah lucu Kyungsoo. Ia benar-benar seperti mengencani anak remaja.


kim women's contract


Mata rusa Luhan membulat dengan binaran yang menyilaukan Kyungsoo saat ia berpapasan dengan Kyungsoo dikoridor apartemen mereka.

" Oh my god Kyungsoooooo !" ia memekik layaknya bocah dan memeluk Kyungsoo, memperhatikan Kyungsoo dengan seksama. " You really did it ?" Kyungsoo menunduk dengan pipi memerah, mengangguk kecil.

" Jie jie~ " rengeknya saat Luhan kembali terpekik heboh sambil mengayun-ayunkan tangan Kyungsoo.

" Oh my god, oh my god, oh my god you're not virgin anymore ".

" Oh my god jie jie suaramuuuu~ " ringisnya. Dan Kyungsoo harus menarik Luhan masuk kedalam apartemennya agar wanita bermata rusa itu tidak membuatnya malu lebih jauh. Untung koridor apartemen sedang sepi. " Ya ampun jie jie kau ingin seluruh Manhattan tahu kalau aku sudah tidak perawan, itu bukan sesuatu yang harus dipamerkan " Luhan nyengir.

" Tentu itu harus jika 'Do Kyungsoo' yang tengah dibicarakan " sahut Luhan sekenanya sambil duduk bersila disofa. " Jadi bagaimana, bagaimana, apa dia mengagumkan saat bertelanjang ?".

" Astaga jie jieeee~ " pekik Kyungsoo. Luhan yang frontal dan cerewet memang bukan hal baru baginya, hanya saja ia tidak semudah Luhan yang tidak berkeberatan menceritakan tentang masalah sexnya.

" Baiklah, baiklah aku hanya bercanda " kekeh Luhan. " Aku tahu kau tidak akan menceritakannya, menyimpannya rapat-rapat untuk dirimu sendiri " Kyungsoo menghela nafas pelan sambil menyenderkan punggungnya di sofa.

" It was amazing, my first time…. Was amazing " Kyungsoo tersenyum malu, Luhan ikut tersenyum dan memeluknya.

" Ahh… adik kecilku sudah beranjak dewasa " Kyungsoo hanya bisa tertawa mendengar ucapan Luhan.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

hay readers aku dateng lagi, mengenai fanfic ini, kayanya aku cuma bakal ubah sedikit deh ceritanya, mengingat aku hanya ngeremake dan cerita ini udah perfect jadi aku hanya akan mengganti cast dan penjabaran karakter sedikit, sama mengenai chanyeol bukan sama mantan jongin memang benar, jadi maaf jika sudah ada yang pernah membaca dan tidak tertarik, aku tetap menghargai hehehe, oke sekian dulu

pay pay ;)