Kim Women's Contract
Cast :
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Rate : M (for NC Scene)
RnR
.
.
.
.
.
.
.
.
.
FOLLOW, FAV, AND REVIEW PLEASE
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Something about Sir Kai
Kyungsoo duduk dikursi yang biasanya ia tempati selama kelas Jongin berlangsung, Jessie juga demikian. Ia tidak melepaskan pandangannya pada Jongin entah karena memperhatikan penjelasannya atau karena terlalu kagum dengan sitampan bersurai abu-abu itu. Sementara Kyungsoo memandang Jongin sambil sesekali menggores dibuku sketsanya. Apalagi yang dilakukannya jika bukan membuat sketsa sosok Jongin yang begitu sempurna.
" Hei Soo !" bisik Jessie, Kyungsoo melirik kearah Jessie. " Kau tahu, sepertinya sedari tadi Mr Kim mencuri pandang padamu " Kyungsoo mengangkat wajahnya dari kesibukan menggores di kertas sketsa.
" Miss Do !" suara Jongin terdengar memanggil namanya.
" Yes, sir !" Kyungsoo tersentak, Jongin mengepalkan tangannya yang memegang spidol.
" Apa kau bisa lebih focus pada penjelasanmu dan berhenti membuat sketsa ?" mata sipit itu membulat.
" Ng.. maaf Mr Kim " Jongin lega, ia selalu terpengaruh pada setiap ucapan 'Sir' yang terlontar dari bibir Kyungsoo. Jessie nyengir kearah Kyungsoo.
" Sudah kubilangkan " bisiknya.
kim women's contract
Kyungsoo melangkah santai menuju halte bus yang terletak tidak jauh dari gedung kampusnya. Tangan kanannya memegang ponsel ditelinga. Ia tengah bertelepon dengan Joonmyeon.
" Ya, kami membuat sebuah kesepakatan paman ".
"…".
" Tidak, kebetulan... perusahannya bergerak dibidang real estate dan aku kuliah di jurusan arsitektur " Kyungsoo tengah membuat alasan untuk menjelaskan bagaimana uang dalam jumlah besar ditransfer ke rekening perusahaan untuk membayar sisa hutang pada Bank.
"… ".
" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan paman, ada beberapa kesepakatan lain namun itu bisa kutangani ".
"…".
" Percaya padaku paman " Kyungsoo menggigit bibirnya cemas karena berbohong pada Joonmyeon. " Iya, sampaikan salamku pada bibi dan Chanyeol, sampai jumpa paman " Kyungsoo menghela nafas lega dan mendudukkan tubuhnya dibangku halte yang sepi. Sebuah jaguar hitam berhenti didepan halte, perlahan kaca mobil tersebut menurun dan memperlihatkan sosok dengan surai coklat kemerahan ikal.
" Heechul oppa ?".
" Hei little girl, kau baru pulang kuliah ?" Kyungsoo berdiri dan menghampiri kaca mobil Heechul, sedikit membungkuk dan menyapanya.
" Iya, apa yang oppa lakukan disekitar sini ?".
" Aku baru saja mengunjungi café temanku, naiklah aku akan mengantarkanmu pulang ".
" Apa tidak merepotkan ?".
" Tentu tidak adik kecil " Kyungsoo tersenyum dan menurut. Masuk kedalam mobil Heechul dan duduk manis di sebelahnya.
kim women's contract
Jongin tidak berbohong ketika ia mengatakan bahwa ia akan tahu jika wanitanya mengingkari perjanjian kontrak. Karena ia membayar orang untuk selalu mengawasi wanitanya. Seperti itu pulalah yang ia lakukan pada Kyungsoo. Choi Minho, orang kepercayaannya baru saja mengirimkan beberapa gambar Kyungsoo yang terlihat duduk dihalte, hingga sebuah jaguar yang akrab dimatanya menghampirinya.
Jongin menyeringai, ia tahu itu mobil Heechul. Dan ia jelas tahu bahwa Heechul menyukai Kyungsoo. Bukan dalam artian khusus melainkan menyukai seperti sosok saudara. Dan Jongin sama sekali tidak mengkhawatirkan hal itu. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya dan kini menerima beberapa foto lainnya dari Minho.
Kali ini foto Heechul dan Kyungsoo di café, tampak mengobrol sambil menikmati kopi dan cake. Keduanya tidak tampak canggung, justru seperti teman lama. Jongin menyandarkan punggungnya pada kursi sambil memperbesar foto Kyungsoo dilayar tabnya. Kyungsoo tersenyum begitu cantik, tidak tampak seperti wanita berusia 23 tahun. Terlihat seperti remaja 17 tahun. Jongin menaruh tab diatas meja dan membuka lacinya.
Mengambil sebuah kunci berbandul huruf D. Sambil menyeringai penuh rahasia ia meraih jas dan tabnya lalu bangkit dari kursi kebesaran Kim Inc untuk menuju ke tempat dimana kunci berbandul D itu bisa membukanya.
kim women's contract
Heechul dan Kyungsoo sudah duduk satu jam lamanya di café tersebut dan Kyungsoo sudah memesan dua minuman berbeda namun keduanya masih betah mengobrol. Heechul setidaknya merasa senang mengobrol dengan Kyungsoo. Terasa mengobrol dengan adiknya sendiri. Ia jadi merindukan adiknya di Korea, Kim Yubi.
" Jadi aku menanyakannya pada Nickhun " Heechul membuka suara lagi setelah mereka terdiam beberapa saat.
" Nickhun, siapa Nickhun ?".
" Kau tidak mengenal Nickhun ?".
" Tidak ".
" Ia pengacara Jongin, ia yang biasanya menyiapkan Women's Contract " jelas Heechul dan Kyungsoo akhirnya mengangguk mengerti. " Jadi begitu cara Jongin mendapatkanmu, dan yang kudengar kau bahkan meminta waktu berfikir ".
" Ya.. aku.. tidak bisa memutuskannya begitu saja ".
" Aku mengerti, aku cukup terkejut saat melihatmu pagi itu ".
" Begitukah, apa itu pertama kalinya… ?".
" Tidak, itu sudah kesekian kalinya tapi aku terkejut karena itu kau, maksudku kau sama sekali bukan tipe Jongin " Kyungsoo memainkan sedotan milkshake strawberrynya. " Heii.. jangan cemberut adik kecil, itu dalam artian bagus ".
"…".
" Kau gadis yang imut dan lucu dan itu bukan tipe Jongin " Heechul menjelaskan. " Kau jelas tidak memiliki daya tarik sensual, maaf jangan tersinggung adik kecil ".
" Tidak, tidak, aku mengerti oppa " Heechul memanjangkan tangannya mengusuk surai brown Kyungsoo.
" Aku mengenal Jongin, tujuannya dengan membuat Women's Contract adalah untuk kebutuhan biologisnya, tidak melibatkan perasaan emosional didalamnya " ujar Heechul sambil bersedekap dan menyenderkan punggung pada sofa. " Dan tipe wanitanya selalu sama, sejauh ini aku sudah melihat 12 wanita yang setipe dengan model-model Victoria Secret yang menjadi 'Jongin's Women' " Kyungsoo hampir tersedak hazelnut coffenya. Mantan-mantan wanita Jongin sekelas model Victoria Secret, jelas saja ia tidak bisa dibandingkan dengan mereka. Kyungsoo secara reflex mengamati tubuhnya sendiri berbuah kekehan Heechul.
" Oppa… ".
" Jangan berkecil hati " nasihat Heechul. " Mungkin Jongin menilaimu dari sisi lain, ia tidak pernah sembarangan pilih percayalah padaku ".
" Aku.. tidak mengerti.. kenapa ia memilihku dan kenapa aku menerimanya " desah Kyungsoo pelan, membuat pola lingkaran pada bibir gelas dengan telunjuk lentiknya. " Jika kedua orang tuaku masih ada, apa yang akan mereka katakan tentang anak gadis yang tidur dengan seornag pria kaya demi menyelamatkan pabrik keluarganya " senyuman miris terpampang disana. Heechul meraih jemari Kyungsoo dan menggenggamnya.
" Terkadang, ada masalah yang bisa diselesaikan dengan cara yang baik ada pula dengan cara yang… sedikit menyimpang seperti ini " Hecehul mencoba membesarkan hatinya. " Jongin bukan orang yang salah, hanya tidak tepat untuk gadis imut dan manis sepertimu little girl. Ingin mendengar nasihatku ?".
" Mwoya oppa ?" Kyungsoo menggunakan bahasa ibunya yang berbuah senyuman di bibir Heechul.
" Don't fall for him ".
kim women's contract
Kyungsoo melangkahkan kakinya dikoridor menuju apartemennya dengan tatapan kosong, mencoba memahami apa yang baru saja dikatakan Heechul padanya. Langkahnya terhenti tepat didepan pintu apartemennya. Namun bukannya masuk ia justru terdiam disana dengan pandangan kosong.
" Aku.. ".
" Setidaknya kau pasti memiliki rasa itu " potong Heechul. " Kuakui Jongin adalah sosok pria yang tidak bisa ditolak pesonanya, kau masih sangat muda dan biar kutebak belum memiliki pengalaman dengan banyak pria. Jika tipe sepertimu dihadapkan pada tipe penakhluk seperti saudara sepupuku maka kau bisa saja menghancurkan dirimu sendiri dimasa depan saat ia menemukan wanita lain. Maka aku memperingatkanmu sedari awal Kyungsooie, ini untuk kebaikanmu hmm… kau adalah wanita pertama Jongin yang kuajak berbicara seperti ini " Heechul mengelus jemari Kyungsoo, memberikan senyuman seorang kakak yang mengasihi adiknya.
" Aku mengerti oppa " lirih Kyungsoo.
" Don't fall for him, he didn't fall for anyone… again " wajah Kyungsoo yang sempat menunduk sedikit mendongak menatap Heechul.
" Maksud oppa ?".
" After broke up with his ex-girlfriend ".
" Kupikir… Mr. Kim tidak pernah berkomitmen ?".
" Oh he did it, once " Kyungsoo terdiam sesaat dan ketika ingatannya membawa ia pada obrolannya bersama Jongin setelah aktivitas ranjang mereka, ia tersentak.
" His first love ?".
" You know it ?".
" I'm asking ?" Heechul mengangguk pelan.
" Yeahh.. his first love, first girlfriend " jawab Heechul kemudian. " Aku tidak mengerti bagaimana kisah mereka, jika kau beruntung mungkin Jongin bersedia menceritakan detailnya padamu ".
Kyungsoo menghela nafas pelan sebelum mengeluarkan kunci dari dalam saku celananya, memasukkannya kelubang kunci dan memutar pegangan pintu untuk membukanya. Alunan music mendayu nan lembut tertangkap oleh telinga Kyungsoo. Siapa yang berada didalam apartemennya. Seingatnya tak satupun orang memiliki duplikat kunci apartemennya bahkan Luhan tetangga yang sangat dekat dengannya. Berjalan pelan memasuki apartemennya sendiri dengan ragu, melewati koridor dengan was-was dan ia hampir jantungan saat melihat sosok tampan yang begitu seksi dengan tubuh topless yang terbentuk sempurna yang tengah berselonjor disofanya. Kim Jongin, bertelanjang dada dan tengah berbaring disofanya sambil menonton televisi.
" Sir ?" bisiknya dan Jongin menoleh, jelas ia telah menyadari kehadiran Kyungsoo. Senyuman maut itu muncul, ia bangkit dengan sangat anggun namun maskulin. Kyungsoo begitu mengagumi bagaimana celana bahan itu menggantung indah dipinggulnya yang memiliki jejak V memukau.
" Terkejut ?" bisiknya lembut menarik Kyungsoo mendekat dan mengecup belakang telinga Kyungsoo sensual.
" Ng.. yeah.. ba..bagaimana anda bisa masuk, sir ?" ia menangkup wajah Kyungsoo dan menjatuhkan ciuman pada bibir mungil yang cukup tebal itu, menyesapnya lembut sebelum menjawab.
" Apa yang tidak bisa kulakukan baby " jawabnya dengan seringai tampan khas. " Bagaimana acara mengobrolmu dan Heechul hyung ?" mata sipit itu membola.
" A..anda mengetahuinya ?".
" Apa yang tidak kuketahui hmm ?" ia menggigit gemas dagu runcing Kyungsoo. Menggeser tas selempang Kyungsoo hingga terjatuh diatas lantai. Ia mengangkat tubuh ringan itu kedalam rengkuhannya. Dan kaki Kyungsoo reflex melingkar disekeliling pinggang Jongin. " I know everything, did I said I will know if you're not loyal to me ?" Jongin mendudukkan dirinya disofa dengan Kyungsoo dipangkuannya. Sooyun tampak gelagapan karena berfikir Jongin menangkap basah ia bersama Heechul.
" Aku.. aku tidak.. hmp.. " bibir itu dibungkam oleh ciuman Jongin yang menghanyutkan , ia menekan bibirnya pada bibir Kyungsoo begitu dalam. Memelintir rambut almond Kyungsoo lembut dengan tangan kanannya dan tangan kiri yang menarik rapat pinggang Kyungsoo. Ciuman yang begitu intens, bagaimana lidah itu mengetuk bibir Kyungsoo dan Kyungsoo sudah mulai pintar untuk menyambutnya. Membuka bibirnya, memberikan Jongin akses untuk menghisap lidahnya, bertukar saliva hingga menetes didagu keduanya.
" I want you now Sookie " panggilan itu begitu manis.
" Y..yes Sir ".
kim women's contract
Jongin selalu memiliki wanita-wanita menggoda yang mampu memuaskannya, memiliki sisi liar yang bisa mengimbanginya. Namun Kyungsoo berbeda, ia sangat baru dan awam. Dan Jongin tidak pernah begitu intens memandangi lawan jenisnya saat mereka berhubungan ranjang. Karena mereka selalu memiliki ekspresi yang sama, wajah menggoda penuh kenikmatan. Tetapi Kyungsoo berbeda, bagaimana ia mendesah pelan, mengerang lirih, terpekik dengan suara yang tertahan namun begitu imut dan lucu. Jongin menikmatinya, ada kepuasan disana, ialah pria pertama yang membuat gadis berusia 23 tahun itu merasakan kenikmatan surga dunia.
" Akhh… Sir !" Kyungsoo meremat rambut belakang Jongin begitu klimaksnya tiba, terengah dan masih menggoyang pinggulnya meskipun pelan karena Jongin belum sampai pada klimaksnya. Jongin tidak pernah begitu sabar dalam berhubungan ranjang namun kini ia begitu sabar membiarkan Kyungsoo bergerak, menikmati klimaksnya sendiri. Jongin menggapai puncak payudara Kyungsoo dengan bibirnya, menjilat dan menyesapnya memberikan friksi menggodanya yang membuat Kyungsoo melenguh. Dan hal itu ajaibnya membuat gerakan pinggul Kyungsoo berubah menjadi cepat. Jongin tanpa sadar tersenyum disela-sela kegiatannya menikmati payudara sintal Kyungsoo. Disinilah letak titik gairah Kyungsoo, ia akan menjadi sedikit liar saat puncak payudaranya disentuh. Maka Jongin membuka mulutnya dan meraup payudara itu dengan mulutnya. Menekan dada Kyungsoo mendekat, dengan tangan kanan dan tangan kiri meremas payudara yang satunya. " Sir.. oh my god… nghh~ !". Jongin bergerak mengimbangi Kyungsoo, lebih cepat dan cepat hingga Kyungsoo kewalahan, memeluk kepala Jongin lebih rapat didadanya.
" Nghhh… " Jongin mengerang saat cairannya keluar, ia klimaks dengan begitu keras dan Kyungsoo masih bergerak diatasnya untuk mencapai miliknya sendiri.
" Ahhh… Sir… Ahh.. hahh.. hahh !" Kyungsoo merasakan sesak nafas, seakan ia baru saja lari berkilo-kilo jauhnya. Dadanya naik turun dan masih memeluk kepala Jongin didadanya. Melepasnya pelan dengan tubuh lemas, ia melihat bagaimana bibir apel Jongin masih berada di puncak payudaranya. Dan perlahan mengulumnya lembut, seakan ia adalah bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Matanya menutup dan bibirnya mengemut puncak payudaranya dengan khusyuk persis seperti bayi yang tengah menyusu pada ibunya. " S..sir ?".
" Mmh.. " tidak, anehnya Kyungsoo tidak merasakan libidonya naik seperti apa yang ia rasakan tadi saat Jongin meraup payudaranya dan mengemutnya. Jongin melepaskan emutannya dan mengelus hidungnya pada puncak payudara yang satunya, mengusuknya membuat Kyungsoo geli dan tanpa sadar tertawa kecil. Antara malu dan kegelian, ini terlalu intim. Jongin mendongak mendengar suara tawa Kyungsoo.
" Ma..maaf.. itu.. hanya..aku merasa geli saat anda.. " Jongin tersenyum dan mengusuk kembali hidungnya pada puncak payudara Kyungsoo. " Sir !" tawa kecil Kyungsoo muncul kembali, Jongin menyukainya.
" I love your laugh " bisiknya lembut, mendekap Kyungsoo mendekat dan mengistirahatkan kepalanya didada Kyungsoo. " Dan aku suka melakukan itu, membuatku merasa.. kembali pada masa kecilku ".
" Breast-feeding ?" Jongin mengangguk, mengelus lembut punggung telanjang Kyungsoo, mengecup pipi payudara Kyungsoo lembut. Dan mulutnya kembali menggapai puncak payudara itu, mengemutnya lembut membuat Kyungsoo menahan nafasnya namun perlahan ia mulai rileks. Jemari lentiknya mengelus puncak kepala Jongin lembut.
" I can sleep.. if.. you do..that " ucap Jongin disela-sela emutannya. Kyungsoo tertawa kecil namun tetap mengelus rambutnya lembut. Jongin begitu menyukainya, elusan itu begitu menenangkan. Membuat ia teringat pada masa-masa kecilnya. Mengingatkannya pada sosok ibu yang ia rindukan.
" Then just sleep " bisik Kyungsoo lembut. Mata Kyungsoo perlahan menyayu dan sendu, bagaimana mungkin seseorang tidak akan jatuh cinta jika mereka sudah seintim ini pada lawan jenisnya. Kyungsoo tidak bisa menjanjikan pada Heechul kalau ia tidak akan jatuh cinta pada Jongin, tetapi mungkin ia bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak berharap lebih pada hubungan dimasa depan dengan pria bermarga Kim ini.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
wahhh aku ingin mempercepat fanfic ini, pengennya sih sebelum puasa udah end, biar gak nanggung beban banyak hehehehhe,
oke deh maaf kalo pada bosen,
pay pay ;)
