Chap 6

Kim Women's Contract

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Rate : M (For NC Scene)

RnR

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FOLLOW, FAV, AND REVIEW PLEASE

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Holiday with Sir Kai

Awalnya Kyungsoo merasa malu dengan keintiman yang dilakukannya bersama Jongin, namun seiring berjalannya waktu. Hal-hal intim yang dilakukan oleh pria berusia 29 tahun itu terasa menjadi sebuah kebiasaan yang intim namun manis. Seperti saat ini, kebiasaan breast-feeding yang mengejutkan Kyungsoo. Jongin akan bergelung didadanya, mengemut puncak payudaranya layaknya bayi dan berdiam disana senyaman mungkin.

" Kyungie " panggilnya disela-sela mengulum nipplenya.

" Ya sir " Jongin yang gemas dan selalu terpengaruh akan kata-kata Sir spontan menggigit nipplenya. " Awhh sir !" ringis Kyungsoo. Jongin tersadar dan mendongak. Kyungsoo memejamkan matanya menahan perih karena gigitan Jongin.

" Hei, apa aku menyakitimu, maaf Soo, aku reflex " ucapnya. Jongin meniup nipplenya lembut dan membelainya, ringisan hilang justru berganti desahan.

" Sir… ahhn " Jongin menyeringai. Gadis manis dengan malu-malu mendesah itu benar-benar membuatnya gila. Jongin mengganti posisinya dengan menindih Kyungsoo. Tangannya tetap aktif memijat payudara Kyungsoo sementara mulutnya meraup nipple yang tadi ia gigit dan mengemutnya. Kyungsoo mendesah, jemari-jemari lentiknya meremat rambut abu-abu Jongin melampiaskan hasratnya. Tangan Jongin berganti kegiatan dengan menaikkan menaikkan satu kaki Kyungsoo kepundaknya dan kembali memenuhi Kyungsoo dengan kejantanannya yang telah mengeras. Kyungsoo merasakan sebuah kenikmatan tiada tara ketika bagian intinya diisi oleh Jongin dan payudaranya masih dihisap dengan begitu intens dengan mulut panas Jongin. Jongin melepas kulumannya dan menegakkan tubuhnya, mendorong lebih dalam hingga mencapai dinding terdalam kewanitaan Kyungsoo. Kyungsoo menjerit, jeritan yang selalu membuat Jongin kagum. Tidak liar namun mampu menaikkan libidonya. Jongin mempercepat gerakan mendorongnya, menurunkan kaki Kyungsoo dan menariknya untuk duduk dipangkuannya. Posisi Kyungsoo yang lebih tinggi darinya membuatnya lebih mudah menggapai payudara Kyungsoo, kembali meraup teman mungilnya yang menggoda, nipple kemerahan dan basah. Kyungsoo bergerak turun naik diatas pangkuan Jongin, ia tidak lagi sepasif dulu dan hanya bisa menerima namun Kyungsoo sudah bisa memberi.

" Kau begitu nikmat baby " Jongin mengeram, menggapai bibir Kyungsoo untuk diajak bercumbu. Melumatnya bergantian, atas dan bawah, menggoda lidah manis itu untuk bermain berbagi saliva. Kyungsoo mengeratkan lingkaran kakinya pada pinggang Jongin saat Jongin menumbuk bagian terdalamnya semakin intens.

" Nghh !" pekikan Kyungsoo tertahan ciuman dibibirnya begitu ia merasakan cairannya pecah bercampur cairan milik Jongin, hangat dan merembes hingga meluberi pahanya. Begitu lengket, intens dan menggoda. Jongin merasakan kepuasan yang begitu dalam. Nafas keduanya bercampur menjadi satu. Ia menangkup wajah mungil itu dengan telapak tangannya, wajah sayu dan lelah namun begitu menggoda. Mata bulat yang setengah menutup balas memandangnya. Jongin tersenyum, Kyungsoo begitu cantik bahkan setelah ia orgasme. Rambutnya yang acak-acakan, kulit tubuhnya yang mengkilat dan aroma mereka yang bercampur baur, Jongin begitu menyukainya. Astaga, ia bisa saja jatuh cinta pada gadis mungil ini. Ada kepuasaan berbeda setiap kali mereka berhubungan seks dan Jongin menyukai sensasi berbeda itu. Bukan hanya kepuasaan seks semata namun ia merasakan sebuah kehangatan dihatinya. Kyungsoo mengelus rambut belakangnya lembut saat Jongin menatapnya dengan senyuman lembut. Dan Jongin mendekapnya erat, menyerukkan wajahnya dibelahan dada Kyungsoo. Menikmati kehangatan yang nyaman didalam dekapan tubuh mungil yang kini menjadi favoritnya itu. Ia menyukai hal baru ini, begitu nyaman setiap kali mereka habis melakukan seks. Mereka akan saling mendekap dan Kyungsoo akan mengelus lembut rambut belakangnya. Jemari yang mengelus lembut rambutnya mengingatkannya pada sosok ibunya.


kim women's contract


Kyungsoo baru saja menyelesaikan acara mandinya saat Jongin muncul dipintu kamar sedikit kesusahan dengan nampan berisi makan malam untuknya. Karena kelelahan Kyungsoo melewatkan makan malamnya.

" Hei baby, bagaimana perasaanmu ?".

" Aku baik " jawabnya menghampiri Jongin dan mengambil alih nampan, membawanya pada sofa duduk yang mengarah ke balkon kamar. " Kau tidak perlu repot-repot sir, aku bisa kebawah nanti ".

" Aku tahu kau lelah " Jongin menariknya lembut, memangku tubuh mungil itu. " Dan aku meminta Brit memasakkan sup kentang untukmu, dia bilang kau menyukainya ".

" Sup kentang Mrs Hans yang terbaik " Kyungsoo begitu penuh kesopanan, Jongin sadar begitulah ia di didik. Bagaimana ia memanggil Heechul oppa, memanggil Brit dengan Mrs Hans dan ia bahkan masih memanggil Jongin dengan 'Sir' atau terkadang Mr Kim.

" Gadisku yang sangat sopan " ia memeluk pinggang Kyungsoo, Kyungsoo terkekeh lucu dan menyenderkan punggungnya. Begitu nyaman bisa bermanja dengan Jongin. Ia hanya perlu menikmatinya, ya begitulah pikir Kyungsoo. Nikmati waktumu bersama Jongin selagi kalian masih bersama.

" Kau tidak makan ?" tanya Kyungsoo sambil mulai menikmati sup kentangnya.

" Aku sudah makan, mungkin aku berencana memakanmu sebagai dessert " Kyungsoo menoleh dengan mata membulat lucu. " I'm kidding baby " kekeh Jongin.

" Kupikir ".

" Kenapa, apa kau mau menjadi makanan penutupku ?" godanya, pipi itu kembali bersemu.

" Kau tidak pernah puas " gumamnya manja dan sungguh-sungguh menggemaskan. Jongin tidak tahu bahwa memiliki gadis yang lebih muda darinya untuk dijadikan wanita-nya itu memberikan nuansa baru pada kehidupan ranjang dan hubungan kontrak absurd yang ia jalani.

" Never " akunya. " Dan ngomong-ngomong, aku akan ke Italia besok ".

" Ke Italia, besok ?".

" Iya, dan aku akan mengajakmu ikut serta " Kyungsoo memiringkan posisinya setelah menaruh mangkuk sup yang masih bersisa.

" Kau akan mengajakku ke Italia ?" mata sipit itu berbinar ceria.

" Tentu saja, kau bisa menemaniku sekaligus berlibur " jawab Jongin sambil merapikan anak rambut Kyungsoo. " Kau masih memiliki waktu dua bulan untuk berlibur ".

" Thank you, thank you " Kyungsoo reflex mengalungkan tangannya dileher Jongin dan memeluknya erat. Jongin balas memeluk tubuh mungil itu, mengelus punggungnya lembut dan teratur.

" Are you happy ?" Kyungsoo mengangguk. Meregangkan sedikit pelukannya namun tangannya masih berada dileher Jongin, mengelus lembut rambut belakang Jongin.

" Karena kau sudah berbaik hati mengajakku liburan, maka aku akan memberimu hadiah kecil yang manis " ucap Kyungsoo jenaka. Tangannya yang berjari lentik menangkup pipi Jongin, memiringkan wajahnya ia menjatuhkan bibir mungil miliknya pada bibir Jongin. Mata bulat lelaki bermarga Kim itu mengerjap tidak percaya, Kyungsoo menciumnya lebih dulu. Kyungsoo mengulum bibir bawah Jongin lembut, telapak tangannya yang lembut mengelus rahang Jongin. Rasa hangat dan nyaman merekah dihati kedua insan berbeda jenis kelamin itu. Jongin mengelus pinggang Kyungsoo dan turut memiringkan kepalanya mencari posisi nyaman berciuman mereka. Sedikit terengah namun tetap tersenyum begitu cantik, Kyungsoo menyentuh bibir basah Jongin. " Terima kasih… Jongin-ssi " masih terkesan formal, namun begitu menyenangkan dan Jongin menyukainya. Ketika bibir mungil itu melafalkan namanya lembut. Astaga, Jongin begitu menyukainya. Apa yang gadis mungil ini lakukan padanya.


kim women's contract


Nickhun mengerjap saat melihat sesosok tubuh mungil keluar dari mobil yang dikendarai oleh Choi Minho. Jongin keluar bersamanya, menggandengnya sementara Minho mengurus bagasi mereka.

" Hai Nickhun !" sapanya. Tampak begitu cerah dengan senyuman yang lebar dan gaya casual seakan ia akan pergi berlibur. Dan Nickhun bersumpah ia tidak pernah melihat hoodie supreme putih bergaris merah itu dipakai Jongin sebelumnya. Sementara Kyungsoo tampak begitu mungil dan imut disandingkan dengannya, memakai floral jacket keluaran supreme dipadu hotpants denim dan kakinya dibalut nike sneakers.

" Hai Kim, aku yang salah kostum atau.. " Jongin terkekeh memotong kebingungan Nickhun.

" Tidak, tidak "geleng Jongin. " Aku hanya ingin memakai hoodie baruku, pemberian dari Kyungsoo. Oh dan Kyungsoo ini Nickhun Buck pengacara, penasihat di Kim Inc juga sahabatku" Kyungsoo membungkuk sopan.

" Do Kyungsoo " ucapnya. Begitu sopan dan menyenangkan, Nickhunpun tersenyum membalasnya. Nickhun tidak mengira Kyungsoo akan ikut bersama mereka dalam perjalanan bisnis ke Italia. Karena Jongin tidak pernah membawa wanita-wanitanya sebelumnya dalam perjalanan bisnisnya. Kalaupun mereka berlibur maka mereka melakukannya bukan disaat Jongin dalam perjalanan bisnis.

" Ayo, kita harus boarding pass " ajak Jongin, masih tidak melepaskan genggamannya pada jemari Kyungsoo. Hal baru bagi Nickhun karena ia tidak pernah melihat interaksi Jongin dan wanita-wanitanya sebelumnya.


kim women's contract


Kyungsoo benar-benar di buat terkagum-kagum akan keindahan resort dimana ia akan tempati selama menghabiskan liburannya menemani perjalanan dinas Jongin. Meski harus melalui perjalanan panjang dari bandara menuju Tuscany dimana resort milik Kim Jongin berada namun Kyungsoo patut berpuas hati dikarenakan ia disambut oleh sebuah resort bergaya kastil yang berdiri megah tidak jauh dari bukit yang hijau, bahkan gedung kastil yang tak lain resort Jongin itu dikelililingi pepohonan dan rumput hijau yang terawat.

" Bagaimana menurutmu ?".

" Oh my god it's so wonderful " mata sipit berpoles eyeliner itu berbinar, rasa lelahnya terlupakan sama sekali. Kastil begitulah ia menyebutnya sesuai dengan tulisan emas yang terpahat digerbang yang menyambut mereka 'Castelo di Tuscany'. " Dan tempat seindah ini milikmu, sir ?" Jongin dan Nickhun sama gemasnya dengan tingkah bocah Kyungsoo.

" Yeah.. I'm the owner " angguknya sambil merangkul Kyungsoo. " Ayo masuk " Kyungsoo mengangguk, bagasi mereka sudah diurusi oleh pihak hotel yang bergegas begitu mengetahui bahwa pemilik dari tempat mereka bekerja sudah tiba. Sang manajer hotel menyapa Jongin penuh hormat dan mereka berbincang dalam bahasa Italia, mengejutkan Jongin fasih berbicara dalam bahasa Italia dan itu terdengar seksi ditelinga Kyungsoo. Mereka dibawa ke gedung berbeda, dan Kyungsoo masih memanjakan matanya dengan keindahan bangunan bergaya klasik itu. Suasana pedesaan yang kentara membuatnya benar-benar merasa nyaman.

" Ini ruangan anda tuan, kami sudah menyiapkan semuanya " Jongin mengangguk.

" Kau sudah menyiapkan kamar untuk klienku yang akan tiba sore ini ?".

" Ya tuan ".

" Pastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik dan apa kau sudah menyiapkan ruang meeting untuk besok ?".

" Sudah tuan ".

" Baiklah ".

" Selamat menikmati hari anda tuan " Jongin mengajak Kyungsoo memasuki ruangan berpintu mahogany mengkilat berpelitur.

" Whooaa.. daebak " bahasa ibu Kyungsoo muncul. Sebuah ruangan yang begitu luas dengan furniture yang didominasi warna marun, coklat dan krem menyapa indera penglihatan Kyungsoo. Ruangan itu sangat luas bahkan lebih luas dari apartemennya. Lebih cocok disebut condominium dengan ruang tamu, dapur dan juga ruang makan tanpa sekat.

" Ini ruangan pribadiku, jika aku berkunjung ke Italia maka aku akan tidur disini ".

" Pantas saja, ini besar sekali " Jongin mengangguk. " Oh dimana Nickhun-ssi ?".

" Tentu saja dia dikamarnya baby " Jongin menghampiri Kyungsoo dan memeluknya dari belakang. " Disini hanya ada dua kamar, untukmu dan untukku " Kyungsoo menggigit bibirnya penasaran.

" Apa kau pernah mengajak…wanitamu sebelumnya kemari ?" Jongin menggeleng.

" Aku tidak pernah mengajak mereka dalam perjalanan dinasku, kau yang pertama " Kyungsoo menoleh kesamping dan tidak bisa menahan senyuman bocahnya.

" Benarkah ?" sebuah kecupan ringan diberikan Jongin pada bibir mungil Kyungsoo.

" Benar baby, kau mau berendam bersama ?" tawarnya dengan seringaian kecil. " Aku akan memijit punggung mungilmu ini ".

" Aku tidak yakin kau hanya akan memijit Mr –Tidak-Pernah-Puas " Jongin terkekeh mendengar julukan Kyungsoo.

" Mungkin nanti malam, aku tahu kau lelah dan terkena jetlag, jadi kita akan benar-benar berendam " Kyungsoo berbalik, menjinjit dan mencium Jongin.

" Accepted !".


kim women's contract


Menghabiskan malam panas bersama tuan Kim membuat Kyungsoo merasakan perutnya keroncongan dipagi hari. Maka ia bangun setelah lebih dulu membersihkan diri dan tidak lagi terkejut saat tidak mendapati Jongin disampingnya, ia pastilah telah kembali kekamarnya saat Kyungsoo terlelap. Kyungsoo menyambangi dapur mungil namun memiliki isi kulkas yang menakjubkan dan juga peralatan masak. Ia juga menemukan beberapa wine di lemari kaca. Kyungsoo memutuskan untuk membuat milanesa ketika menemukan daging didalam kulkas. Kyungsoo menemukan celemek dilaci dan memakainya. Ia mulai berkutat dengan potongan daging, membumbuinya dengan merica, bawang putih dan garam lalu mencelupkannya kedalam kocokan telur dan terakhir membalurinya dengan tepung dan menatanya diatas loyang lalu memasukkan kedalam oven. Menunggu dagingnya matang ia mulai mengiris kentang untuk digoreng, juga membuat telur mata sapi. Setelah menata kentang dan telur diatas dua piring Kyungsoo mulai memasukkan biji kopi kedalam coffe machine. Dan ovennya berbunyi tanda memanggang telah selesai. Dengan sangat hati-hati Kyungsoo mengeluarkan loyang berisi daging panggang beraroma sedap dan mulai menatanya diatas piring.

" Hmm… aroma lezat apa ini ?" suara bass bertanya dari arah pintu kamar utama. Ruangan itu begitu besar dan tanpa sekat hingga Kyungsoo bisa langsung melihat Jongin yang sudah rapi dengan kemeja putih dan celana berwarna abu-abu serta dasi yang ia sampirkan dibahunya.

" Buongiorno (selamat pagi) " sapa Kyungsoo dalam bahasa Italia. Jongin tersenyum mendengar sapaan itu.

" Apa yang gadis kecilku siapkan untuk sarapan hmm… padahal kita bisa memesan " Kyungsoo mengedik pelan.

" Aku lapar dan disini terasa seperti dirumah, jadi aku memasak, apa kau keberatan dan ingin memesan room service saja ?" tanya Kyungsoo kentara tidak enak hati.

" Jangan berkata begitu aku hanya bercanda, kemarilah dan pasangkan aku dasi lalu kita sarapan bersama " Jongin menarik kursi dimeja makan dan duduk disana, Kyungsoo mendekat dan Jongin membawanya untuk duduk dipangkuannya. Ia mulai menyibukkan dirinya dengan dasi abu-abu Jongin. " Kau begitu manis dan romantis, kau tahu " Jongin mengelus pipi Kyungsoo.

" Manis dan romantis ?".

" Hmm… sikapmu begitu sopan dan manis, dan kau selalu memperlakukanku dengan begitu manis seperti ini. Memasakkan sarapan, memasangkan dasi, aku tidak pernah sedekat ini dengan wanita-wanitaku terdahulu, gadis kecilku " ujarnya lembut. Pipi Kyungsoo bersemu merah.

" Kau selalu mengatakan kalau aku milikmu…dan kau milikku " jawab Kyungsoo pelan sambil mengusap bahu kemeja Jongin setelah merapikan dasinya. " Begitulah caraku memperlakukan dan menjaga milikku " Perasaan hangat menjalari hati Jongin, ia menangkup wajah imut itu dengan telapak tangannya dan mencium bibir Kyungsoo lembut. Gadis kecilnya begitu mengagumkan, ia tidak pernah sehangat ini setelah 9 tahun lamanya setelah berpisah dengan pacar pertamanya.

" Kau yang terbaik, baby girl " bisiknya didepan bibir Kyungsoo.

" Kau juga yang terbaik Tuan-Tampan-Yang-Tidak-Pernah-Puas " keduanya terkekeh.

" Lalu apa yang kau siapkan untuk sarapan, ohh apa ini Milenasia ?" tanya Jongin.

" Yapp " angguk Kyungsoo sambil menuangkan kopi kedalam cangkir, menambahkan sedikit gula dan creamer. " Semoga kau menyukainya " ucap Kyungsoo sambil duduk disebelah Jongin setelah menaruh secangkir kopi untuknya dan mulai menikmati sarapan miliknya sendiri.

" Ini lezat baby, you're amazing ".

" Jessie yang mengajarkanku " cengirnya. " Ibunya berdarah Italia ".

" Miss Wood ?" Kyungsoo mengangguk. Lalu keduanya larut dalam obrolan ringan sembari menikmati sarapan. " Aku akan meeting bersama klien dan mengunjungi lokasi untuk pembangunan proyek baru, kau bisa dipastikan akan sendirian " Jongin menatapnya dan Kyungsoo justru tersenyum maklum.

" Bukan masalah ".

" But don't worry, aku sudah meminta Hugo untuk menemanimu berkeliling Italia, ia bisa berbicara bahasa Inggris jadi kau tidak perlu khawatir. Hanya jangan pakai bahasa ibumu saat berbicara dengannya ".

" Kurasa tidak masalah jika aku berada disini saja, aku akan berkeliling kastil indah ini dan aku bisa membuat sketsa ".

" Bagaimana kau membuat sketsa jika objeknya tidak berada ditempat hmm ?" Jongin mengedik-ngedikkan alisnya menggoda.

" Oh my god.. kau.. mengetahuinya ?" Jongin mengelus puncak kepala Kyungsoo.

" Apa yang tidak kuketahui baby " Kyungsoo menepuk-nepuk pipinya yang memerah pelan.

" Astaga… memalukan ".

" Apanya yang memalukan, aku justru terhormat kau membuat sketsa wajahku ".

" Benarkah ?".

" Hmm… kau memiliki bakat, pernahkah kau mencoba melukis ?".

" Aku mencobanya beberapa kali dan beberapa lukisanku kukirim ke Seoul. Aku selalu mengirimnya sebagai hadiah untuk kedua orang tuaku dulu ".

" Kau bisa membuatkannya untukku dan aku akan menggantungnya dikantorku, bagaimana ?" ia menggenggam jemari Kyungsoo menenangkan.

" Baiklah,tapi aku tidak memiliki alat lukis dan kanvas ".

" Pergilah bersama Hugo dan cari yang kau butuhkan ".

" Baiklah Jongin-ssi " angguknya lucu.

" Dan gunakan kredit card-Mu !" tegasnya dan Kyungsoo meringis.

" I will ".


kim women's contract


Jongin muncul diruang meeting yang telah dipersiapkan tepat jam 9 dan ia memeriksa kembali perlengkapan dan berkas yang disodorkan Nickhun padanya. Nickhun memperhatikan sahabatnya itu sejenak.

" Ada yang aneh ?" tanya Jongin sambil membalik lembar file.

" Kau tidak turun untuk sarapan tadi ?".

" Tidak, aku sudah sarapan diruanganku ".

" Ahh room service " namun Nickhun menangkap gelengan kepala Jongin.

" Kyungsoo membuatkan sarapan pagi " tanpa sadar bibir Jongin menyunggingkan sebuah senyuman. Nickhun melirik Jongin yang tampak sumringah.

" Sepertinya gadis itu memberikan dampak baik bagimu, kau tampak lebih cerah dan manusiawi " Jongin terkekeh. Ia menyenderkan punggungnya dengan pandangan menerawang memikirkan gadis mungilnya.

" Dia begitu manis dan lucu, mengingatkanku pada masa remajaku " ucapnya pelan.

" Tentu saja, dia masih 23 tahun, ada begitu banyak hal manis yang bisa ia tawarkan padamu dan itu yang mengkhawatirkan " Jongin menoleh.

" Maksudmu ?".

" Yeahh, gadis muda yang patah hati biasanya akan lebih labil dibandingkan dengan wanita dewasa dan kau jelas pernah merasakan patah hati hingga memutuskan membuat woman's contract " jawab Nickhun ringan seakan tidak bermaksud menyindir Jongin. Jelas Jongin mengerti apa maksud Nickhun, mengingatkannya pada masa patah hati yang membuatnya memutuskan untuk tidak menjalin hubungan serius.

" Kyungsoo jelas berbeda Nick " Jongin meyakinkan dirinya.

" Semoga saja begitu ".

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

lanjut lanjuutttt hehehehe

pay pay ;)