Kim Women's Contract

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

RnR

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FOLLOW, FAV, AND REVIEW

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

.

.

Sir Kai's Past

Hugo adalah pria Italia yang dipercaya Jongin untuk menemani Kyungsoo berkeliling kota sementara ia disibukkan oleh meeting dan peninjauan lokasi untuk proyek hotel yang akan dibangunnya. Kyungsoo turun dari kamarnya dan Jongin pukul sepuluh pagi disambut beberapa pandangan ingin tahu dari para pekerja Castelo di Tuscany. Namun mereka tetap bersikap sopan memberikan sebuah sapaan ramah mengingat Kyungsoo datang bersama pemilik Castelo di Tuscany.

"Good morning Miss Do" sapa lelaki dengan mata abu-abu dan surai brunette pada Kyungsoo, senyuman ramahnya cukup menenangkan Kyungsoo.

"Good morning, Hugo ?" Lelaki berdarah Italia itu mengangguk. " Don't call me Miss Do just Call me Kyungsoo ?"

"I apologize Miss, Mr Kim told me to call you like that" Kyungsoo hanya bisa mendesah kecewa, Kim Jongin dan segala perintahnya.

"Baiklah, bisakah kita berangkat sekarang ?"

"Tentu miss Do, silahkan " ucap Hugo sembari membungkuk sopan mempersilahkan Kyungsoo. " Tuan Kim mengatakan bahwa anda ingin mencari alat lukis" Kyungsoo mengangguk.

" Yapp, mungkin juga sedikit berkeliling dan makan siang, Jongin-ssi pasti tidak akan bisa makan siang bersamaku karena ia punya meeting dan peninjauan lokasi " Hugo mengangguk mengerti.


kim women's contract


Pukul setengah satu siang Jongin dan para koleganya akan makan siang bersama setelah meeting mereka selesai dan melakukan peninjauan lokasi setelahnya. Jongin dan Nickhun bersama para kolega menuju ke tempat yang telah dipersiapkan untuk jamuan makan siang. Sepanjang jalan Jongin tampak sesekali memeriksa ponselnya.

"Ada apa ?" tanya Nickhun.

"No, nothing " geleng Jongin ringan. Ini sudah jam 12. 30 dan Kyungsoo belum mengabari apapun padanya. Namun ia mendapatkan kabar secara berkala dari Hugo kemana saja mereka pergi dan barusan Hugo mengirimkan pesan bahwa ia tengah menemani Kyungsoo untuk makan siang. Jongin berdecak kesal.

"Hei, ada yang salah ?"

" Aku akan menelpon sebentar " Nickhun mengangguk. Jongin permisi keluar sebentar untuk menelpon dan kini ia berdiri tidak jauh dari pintu ruang jamuan makan siang. Dengan tubuh tegap, dan tangan memegang ponsel ditelinga. Menunggu nada sambung berubah dengan suara Kyungsoo.

"Jongin-ssi ?"

"Where are you ?"

" Aku disebuah restoran pizza untuk makan siang, sendirian " keluhnya. Namun Jongin malah tersenyum, ia tahu Hugo sangat patuh padanya. " Hugo menolak untuk kuajak makan siang bersama, ia tidak harus menunggu diluar sementara aku menikmati makan siangku ."

" Memang itulah yang harus ia lakukan Kyungie " diseberang sana Kyungsoo mengerucutkan bibirnya.

" Aku benci makan sendirian diluar begini " gerutunya. " Bagaimana dengan meetingmu ?"

" Berjalan lancar dan sekarang sedang jamuan makan siang ."

" Dan kenapa kau menelponku, kau harus makan siang juga bersama kolegamukan, grazie " ucap Kyungsoo saat seorang pelayan menaruh seloyang pizza pesanannya.

" Kau bicara dengan siapa ?" tanya Jongin.

" Pelayan, pizzaku baru saja sampai kemejaku, apa menu makan siangmu ?" Jongin melirik kedalam pintu ruang jamuan.

" Aku juga tidak tahu, sesuatu yang khas dari Italia mungkin ."

" Pizza salah satunya " kekehnya pelan dan Jongin ikut tertawa.

" Aku akan dengan senang hati menemanimu jika aku sudah menyelesaikan meetingku baby ."

" Aku akan membuatkan pizza untukmu nanti, untuk menu makan malam, bagaimana ?"

" Kau bisa ?" takjub Jongin.

" Tentu, mungkin tidak selezat buatan chef terkenal tetapi menurut Luhan jie jie rasanya mirip dengan restoran pizza diseberang apartemen kami " Kyungsoo tertawa kecil menanggapi ucapannya sendiri.

" Baiklah, aku jadi penasaran, kalau begitu itulah menu makan malam kita. Dan aku mungkin pulang pukul 6 atau 7 setelah dari peninjauan lokasi ."

" Baiklah Jongin-ssi yang tampan, selamat bekerja dan jangan lewatkan makan siang lezatmu, sampai bertemu nanti malam bersama seloyang pizza " Jongin tersenyum.

" Sampai nanti baby " Jongin nyaris tersentak kaget begitu berbalik dan menemukan Nickhun dibelakangnya, bersedekap dengan senyuman meledek geli.

" Sampai nanti baby " ia membeo. " Ohh kau tidak pernah berkata begitu manis Kim, biasanya dibumbui ucapan-ucapan sensual ."

" Oh shut up " gerutu Jongin sambil berlalu meninggalkan Nickhun.


kim women's contract


Nickhun cukup heran saat melihat Jongin yang meminta supir mereka mampir ke sebuah toko bunga saat mereka dalam perjalanan kembali ke resort. Dan ia keluar dari toko bunga bersama sebuket mawar merah muda. Mereka juga mampir disebuah toko coklat yang terkenal di Italia dan Jongin membawa keluar paper bag berwarna putih berisi coklat.

" Untuk Kyungsoo ?"

" Menurutmu ."

" Wahh… kau biasanya meminta catalog lingerie atau pakaian designer terkenal tapi sekarang kau membeli bunga dan coklat, itu antara menggelikan dan menakjubkan Kim " Jongin mendengus namun ia tertawa kecil.

" Aku memilih menakjubkan, dan yeahh memang menakjubkan ."

" I like that girl ."

" Me too " setuju Jongin.

" Kau tahu Kim, aku sebenarnya cukup penasaran denganmu ?"

" Penasaran kenapa ?" toleh Jongin.

" Kau memiliki tujuan lain bukan dalam membat Woman's Contract ?"

" Kau tahu apa tujuanku Nick ."

" Kau memiliki tujuan tersembunyi selain untuk sex, bukan ?" Jongin menimbang sebentar lalu tersenyum tipis.

" Kau memang sahabatku Nick ."

" Sudah kuduga " desah Nickhun antara lega dan tidak percaya tebakannya benar.

" Ini semacam percobaan " ujar Jongin. " Bukan hanya sebuah hubungan kontrak antara aku dan para wanita itu, juga bukan hanya sekedar sex. Kau tahu adakalahnya setelah dua orang melakukan hubungan sex maka akan tercipta penghubung tidak kasat mata diantara mereka. Akan muncul sebuah perasaan, kenyamanan, saling ketergantungan. Dan sampai saat ini aku belum pernah merasakan hal itu pada salah satu diantara mereka ."

" Apa kau tahu kebanyakan dari mereka juga tidak nyaman dengan sikap posesifmu ?" tanya Nickhun. Jongin mengangguk karena para wanita yang ia kencani dengan cepat menyadari bahwa selama ini ia diawasi oleh Jongin. Merasa tidak nyaman dan terkekang privasinya membuat beberapa dari mereka mengakhiri kontrak ataupun Jongin yang tidak memperpanjang kontrak. " Lalu bagaimana dengan Miss Do ini ?" Jongin tersenyum membayangkan simungil yang mungkin kini tengah sibuk didapur memakai pakaian santainya dan apron sedang membuat pizza.

" Aku menyukainya ."

" Kabar baik " kekeh Nickhun.

" Dia berbeda, mungkin karena ia masih terlalu muda dariku dan begitu polos " jelas Jongin sambil memandangi buket mawar ditangannya.

" Tetapi aku masih penasaran dengan motifnya menerima tawaran Woman's Contract, selain bantuan financial yang kau tawarkan padanya ."

" Ketertarikan " jawab Jongin mantap.

" Ketertarikan ?"

" Aku tentu tidak memilih sembarangan orang Nick ."

" Ahh.. jadi kau sudah tahu bahwa dia tertarik padamu ?"

" Ya, hanya saja tidaklah mudah baginya untuk menerima penawaranku itu " jawab Jongin menjelaskan pemikirannya. " Ia bisa mengatasi masalah financial pabriknya dan juga memiliki diriku tetapi dengan cara menandatangani Woman's Contract ."

" Do Kyungsoo-ssi itu gadis yang polos dan sopan ."

" Tapi mungkin dia tak lagi sepolos dulu " kekeh Jongin.

" Yeah.. kau sudah meracuninya " Jongin menahan kata-kata yang ingin keluar dari bibirnya. Mengumbar kenyataan bahkan ia masih perawan saat Jongin menidurinya pertama kali.

" Cobalah dengannya, ia gadis yang baik dan kurasa ia bisa membawamu kepada dirimu yang dulu dude ."

" We will see " Jongin menunjukkan smirk andalannya.


kim women's contract


Begitu sampai di kamar nya Jongin tidak mendapati Kyungsoo diruang makan, dapur ataupun ruang tamu. Namun ketika pintu kamarnya terbuka ia melihat sosok mungil itu keluar dari sana tampak santai dan menggemaskan dengan sweater rajut kebesaran berwarna peach dipadu hotpants berwarna khaki dan rambut dikepang menyamping. Dan Jongin buru-buru menyembunyikan bunga serta paper bag ditangan kirinya tepat dibelakang punggungnya.

" Kau sudah pulang ?" sambutnya dengan senyuman yang begitu manis membuat Jongin tidak kuasa untuk tidak membalas senyuman itu. Kyungsoo yang kaku dan canggung perlahan menjadi sosok baru yang lebih supel dan tak lagi kaku.

" Give me welcoming kiss " Jongin memajukan wajahnya dan Kyungsoo terkikik kecil memberikan kecupan manis dibibir Jongin.

" Aku sudah menyiapkan air panas untukmu berendam, karena pizzanya masih dioven jadi kau masih memiliki waktu untuk mandi ".

" Baiklah gadis kecilku yang cantik " dan ia akhirnya menunjukkan sesuatu yang sedari tadi ia sembunyikan dibalik punggungnya. " Aku punya hadiah kecil untukmu " mata sipit itu berbinar riang saat melihat paper bag dengan merek coklat yang ia kenal dan juga sebuket bunga.

" Untukku ?".

" Tentu saja, untuk makhluk mungil cantikku ini, apa kau menyukainya ?"

" You're sooo kind Sir " Jongin menyeringai kecil, menangkap tubuh kecil itu kedalam pelukannya, memiringkan wajah mereka berlawanan arah dengan bibir apelnya menjerat bibir mungil tapi tebal Kyungsoo dalam. Melumat lembut dan intens, Kyungsoo turut membalas, memejamkan matanya menikmati ciuman Jongin. Jongin begitu ahli dalam berciuman.

" Kau pantas mendapatkan lebih dari itu baby, itu hanya hadiah kecil " bisiknya didepan bibir Kyungsoo dan menggigit gemas bibir bawahnya. Kyungsoo tertawa kecil.

" Terkadang, hal kecil bisa menjadi sangat manis dan romantis Sir, I love it, grazie ."

" Oh my god, you make me crazy ."

" I feel that too " bisiknya pelan namun Jongin bisa mendengarnya, jarinya menyentuh dagu Kyungsoo lembut. Kedua mata mereka bertatapan dalam.

" Nice to hear that baby " Jongin tersenyum begitu tampan dan membuat detakan jantung Kyungsoo bekerja dalam batas normal karenanya. Pipinya sudah bisa dipastikan memerah.

" K..kau harus mandi, aku.. aku akan memeriksa pizzanya di oven ."

" Kau mengusirku " rajuk Jongin, oh astaga benar-benar bukan seperti Kim Jongin yang biasanya.

" Bukan begitu… aku.. aku.. " Jongin mengecup bibir Kyungsoo kilat.

" Ahhh gadisku benar-benar imut saat pipinya memerah ."

" Jangan menggodaku " rengeknya. Kyungsoo buru-buru berbalik kearah dapur untuk memeriksa ovennya. Dan ia teringat akan sesuatu. " Jongin-ssi !" panggilnya saat Jongin menyentuh kenop pintu kamar.

" Hmm ?" toleh Jongin.

" Apa kau keberatan jika kita menikmati pizza sambil menonton DVD di kamarmu ?"

" Kau mau menonton DVD bersama ?"

" Hmm.. jika kau.. tidak keberatan " Jongin menggelengkan kepalanya.

" Tentu tidak baby ."


kim women's contract


Sambil menunggu Jongin menyelesaikan acara mandinya Kyungsoo dengan telaten menata sofa tanpa punggung yang diletakkan diujung tempat tidur Jongin untuk menjadi tempat bersantai mereka sambil menonton DVD. Dimeja kecil tepat didepan sofa ia telah menata seloyang pizza berukuran sedang dengan toping jamur, paprika, keju dan daging asap, ia juga menyiapkan buah-buahan yang telah didinginkan. Tak lupa dua gelas tinggi dengan sebotol wine. Puas dengan hasil kerjanya, mata sipit itu menatap kasur berseprai satin marun itu dengan kedipan kecil. Sesaat pipinya bersemu dan ia teringat bahwa hari ini ia belum memakan pilnya. Maka ia berlari kecil menuju kekamarnya, memeriksa meja rias dan tidak menemukannya disana, ia gantian memeriksa tasnya, membongkar isi tasnya namun tidak juga menemukan keberadaan botol pil tersebut.

" Oh my god, no, no " gumamnya. jangan sampai ia melupakan atau menghilangkan pil kontrasepsinya. " Oh my god " bayangan dimana ia meminumnya sebelum berangkat ke Italia merasuk tiba-tiba. Dimana ia menaruh botol obat kontrasepsinya diatas nakas.

" Baby !" suara Jongin terdengar dari kamar sebelah.

" Ya, sebentar " jawab Kyungsoo. " Oh my god, bagaimana aku bisa melupakan pil itu " sambil menggigit bibirnya pelan ia keluar dari kamar. Tapi ini bukan masa suburku, jika Jongin-ssi ingin melakukannya… kurasa tidak masalah meski aku tidak meminum pilnya batinnya sambil memasuki kamar Jongin.

" Something wrong ?" tanya Jongin, tampak segar dengan rambut yang sedikit basah, memakai celana santai selutut dan tshirt berwarna putih. Mengulurkan tangannya agar Kyungsoo bergabung duduk disofa.

" Nothing " geleng Kyungsoo dengan senyuman, ia mengambil handuk dilengan sofa dan mulai menghanduki rambut Jongin dengan lembut dan telaten. " Nahh.. sudah " Kyungsoo merapikan rambut Jongin dan lelaki tampan itu menangkap jemari Kyungsoo dan mengecupnya lembut.

" Bagaimana harimu ?" Kyungsoo mengedik, bangkit dan menaruh handuk dikeranjang laundry.

" Aku hanya pergi membeli alat lukis dan kanvas, mampir ke café lalu berkeliling kota " jawabnya. " Ayo coba pizzanya " Kyungsoo mengambil sepotong pizza dan menyuapi Jongin.

" Hmm…aku suka kejunya yang lumer dilidahku " puji Jongin.

" Benarkah " Kyungsoo menggigit pizza yang sama dan mengangguk.

" Karena masih hangat jadi kejunya lumer, jika dingin kejunya akan membeku " keduanya berakhir dengan menikmati pizza dan berbagi wine dari gelas yang sama. Duduk di karpet berbulu bersandar dikaki sofa, saling memeluk dan tengah menonton film Furious 7. Jongin tidak menyangka Kyungsoo akan mengajaknya untuk menonton DVD film Furious 7. Ia berfikir akan menonton film drama romantic. Kebanyakan para wanita akan memilih film romantis untuk ditonton jika sedang bersama dengan pasangannya.

" Kau menangis baby ?" tanya Jongin sambil menunduk untuk melihat wajah Kyungsoo.

" Kurasa ini karena soundtracknya, dan kenyataan bahwa Paul Walker telah tiada " jawabnya polos sambil menghapus air mata dengan lengan sweaternya. " It's funny because I'm crying when I'm watching Fast and Furious " Jongin terkekeh mendengarnya.

" Ohh my cute baby girl " peluknya gemas. " Ngomong-ngomong aku cukup terkejut saat kau menyetel film ini, kupikir kau akan mengajakku nonton film romantis ."

" Aku sedang tidak ingin menonton film romantis ."

" Kenapa ?"

" Akan ada banyak adegan romantis dan itu akan membuatku canggung ."

" Kenapa, kau menonton denganku, mungkin kita bisa mempraktekkan beberapa adegan romantis itu ."

" Ishh Jongin-ssi " rajuk Kyungsoo manja.

" Sebenarnya menonton film romantis juga bukan gayaku baby " ia membawa Kyungsoo semakin dalam didekapannya. " Terakhir kali aku menonton film romantis mungkin sekitar 9 tahun yang lalu, merayakan 100 hari jadian dan kami menonton di bioskop, huhh.. membosankan."

" Dengan pacar pertamamu ?" Kyungsoo mendongak dan Jongin menunduk, tersenyum mengecup ujung hidung mancung Kyungsoo.

" Ya, dengannya " Kyungsoo merasakan ketidaknyamanan namun ia ingin mengetahuinya.

" Boleh aku meminta sesuatu ?"

" Apa itu ?"

" Kau boleh mengabulkannya dan aku harap kau mengabulkannya, namun kau juga boleh menolak ."

" Okay then, just say it ."

" Maukah kau menceritakan tentang kisah remajamu ?" tanya Kyungsoo pelan. " Kau dan.. cinta pertamamu " mata mereka bertatapan sejenak. Jongin menunduk dan mencium bibir Kyungsoo, mengulum bibir bawahnya lembut, ia menggesekkan ujung hidung mereka dengan senyuman.

" Bagaimana bisa aku menolak gadis secantik dan seimut Do Kyungsoo hmm " keduanya tertawa kecil. Jongin mengajak Kyungsoo untuk pindah ke kasur, ia duduk bersender pada headbed sementara Kyungsoo dipelukannya. " Darimana kita harus memulai hmm ?"

" Her name ?"

" Jung Krystal, itu namanya dan dia seusia denganku " sebenarnya tidak mudah bagi Jongin untuk kembali mengingat tentang kisah cinta remajanya. Nama Do Kyungsoo menyisakan rasa kecewa mendalam tiap ia mengingatnya.

" Dia berdarah Korea ?"

" Ya, kami pertama kali bertemu saat berada di tingkat 1, dan mulai menjalin hubungan di tingkat dua ."

" Coba gambarkan bagaimana sosoknya ?" Jongin menoleh dan mencubit gemas hidung mancung Kyungsoo.

" Dia bertubuh tinggi dan manis sepertimu, memiliki mata yang bulat dan rambut hitam yang panjang. Kau dan dia memiliki beberapa kesamaan sifat ?" Kyungsoo mengeryitkan dahinya mendengar ucapan Jongin. " Dia begitu polos, lucu, dan juga periang. Tapi aku jarang melihatmu ceria beberapa bulan ini semenjak kau bersamaku. Kau biasanya selalu terlihat ceria saat bersama tetanggamu Xi Luhan atau Miss Wood " mata sipit itu membola tidak percaya. Jongin memperhatikannya selama ini.

" Kau memperhatikanku ?" Jongin menaikkan alisnya, sulit menyimpulkan Kyungsoo tidak mengerti atau kelewat polos. Jelas-jelas itu tersirat kalau Jongin seperti stalkernya, lebih tepatnya Jongin meminta orang yakni Minho untuk mengawasi Kyungsoo.

" Aku mengawasimu baby itu lebih tepatnya " Kyungsoo terkejut tetapi semu merah muncul dipipinya. Biasanya wanita-wanita yang sudah tahu kalau Jongin mengawasi mereka akan berang dan kesal karena Jongin terlalu posesif seperti tidak mempercayai mereka. Namun respon yang Kyungsoo berikan sungguh diluar dugaan. " Kau tidak keberatan ?" Masih dengan bersemu dan malu-malu Kyungsoo mendongak.

" Sudah lama sekali sejak seseorang begitu perhatian padaku ."

" Apa ?"

" Aku bukan tipe perempuan yang terlalu perhatian, mengirim pesan, menelpon menanyakan kabar atau semacamnya. Kurasa itulah yang membuat aku terasa begitu membosankan dan biasanya pacarku yang akan menelponku lebih dulu " ia tertawa kecil. " Bertanya kau dimana, apa yang sedang kau lakukan, apa kau sudah makan, seperti itu ."

" Hei gadis kecilku " Kyungsoo menatap Jongin. " Aku justru terlihat seperti stalker jika kau paham dengan apa maksudku dengan 'mengawasimu' " Kyungsoo mengedik kecil.

" Pacarku dulu juga begitu " kekehnya jenaka membuat Jongin gemas. " Mereka memonitori aku lewat teman-temanku dan aku tidak terlalu ambil pusing, karena aku tidak melakukan hal-hal buruk seperti selingkuh dibelakangnya ."

" Berarti kau sangat loyal ."

" Tentu saja, dan hei~ tadi kita sedang bercerita tentang cinta pertamamu ."

" Ahh ya.. mari kita lanjutkan ceritanya " angguk Jongin setuju seakan ia tengah mendongeng pada bocah kecil. " Kisahku dan dia tidak ada bedanya dengan kisah remaja lainnya, keluargaku juga mengenal sosoknya karena aku memperkenalkan dia pada keluargaku. Mendiang ibuku… juga menyukainya dan menyesali berakhirnya hubungan kami ".

" Maafkan aku… kau tidak harus melanjutkan ceritanya ."

" Tidak baby, aku akan tetap melanjutkan ceritanya " kembali hidung mancung Kyungsoo menjadi sasaran cubitan manja Jongin.

" Kenapa… kau dan dia putus ?"

" Ia ingin melanjutkan sekolah ke Perancis, belajar di Perancis adalah cita-citanya sejak ia masih dibangku SMP dan ia berhasil mendapatkan rekomendasi untuk masuk sebuah perguruan tinggi terbaik disana. Kau dan dia sama cerdasnya, kalian benar-benar serupa " ujarnya lembut sembari mengelus lengan Kyungsoo. Kyungsoo merasa nyaman dengan sentuhan lembut Jongin namun hatinya tidak nyaman ketika Jongin menyamakan ia dengan mantan kekasihnya. Jika ia merasa nyaman dengan Kyungsoo saat ini bisa jadi karena Kyungsoo mirip dengan mantan kekasihnya walaupun tidak fisiknya. Bukan karena Kyungsoo sendiri, dan itu membuat gadis bersurai brown ini merasa kecewa. Kyungsoo memainkan telunjuk lentiknya di dada Jongin membentuk pola hangul dengan nama silelaki secara acak.

" Kau dan dia berpisah begitu saja ?"

" Ia tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh, aku juga tidak bisa pindah ke Perancis karena aku sudah diterima di Manhattan University maka ya.. kami putus " jawab Jongin. " Itu tidak mudah bagiku, aku bukan seseorang yang mudah mencintai. Ketika mencintai maka aku akan menjadi obsesif dan posesif, tapi kurasa sikap obsesiku sudah sedikit berkurang karena jatuh cinta tidak lagi semudah saat usiaku masih muda ."

" Apa… kalian tidak pernah bertemu ?"

" Pernah, saat reuni dan ia bersama kekasihnya, terlihat bahagia, begitu cantik dan mengagumkan layaknya wanita dewasa yang tumbuh dengan begitu sempurna " jawab Jongin sembari membayangkan sosok bergaun tanpa lengan berwarna hijau zamrud yang masuk melalui pintu hall dan menarik begitu banyak perhatian, Jung Krystal mantan kekasihnya. Dan ia tidak bisa mengatakan bahwa ia tidak iri pada lelaki yang menggandeng mantan kekasihnya itu. Namun pantang bagi Jongin mengambil milik orang lain.

" Kau pasti… terpesona bukan main " Kyungsoo menggigit bibirnya, menahan rasa cemburu dihatinya.

" Kuakui iya, tapi pantang bagi Kim Jongin untuk mengambil milik orang lain, jika ia sudah dimiliki maka aku tidak akan berusaha mendapatkannya kembali ."

" Kau pria yang baik ".

" Kau masih bisa mengatakan aku baik setelah menandatangani Woman's Cotract ?" Kyungsoo tersenyum, begitu cantik dan polos. Hingga Jongin membuat perbedaan antara senyum itu dan senyuman mantan kekasihnya. Kyungsoo begitu polos dan seakan segala hal baik ada padanya dan Kim Jongin membawanya pada jurang kesesatan.

" Itu keputusanku, kau memberi penawaran dan aku menerimanya, tidak ada yang baik dan buruk disini " ucapnya lembut. " Karena ini bukan keinginan satu pihak, tapi disetujui oleh pihak lainnya " setelah berkata begitu Kyungsoo memberanikan diri menarik kerah kaos Jongin, mengigit kecil bibir bawah Jongin dan mengulumnya. Sempat terkejut sesaat karena Kyungsoo yang memulai namun Jongin bukanlah seorang amatir maka dengan mudah ia membalik keadaan. Dan untuk pertama kalinya Jongin membawa seorang gadis menghabiskan malam panas diatas ranjangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

oke mungkin cukup untuk hari ini, aku bakal lanjut besok hehehehe.

pay pau ;)