Hari yang cerah. Langit berwarna biru, burung berkicau, matahari menyinari dunia, semua nya sangat indah.

cahaya mentari masuk ke ruangan pribadi Nijimura Shuuzo.

Nijimura bangun dari alam mimpi. Tetapi kedua mata nya masih belum mengizinkan pemuda itu untuk beranjak dari kasur. Badannya terasa berat, seperti ada orang yang menimpa nya.

Tunggu,,,,

...

Nijimura mencoba membuka mata nya

"Ah~ selamat pagi, Shuu."

Rupanya Tuhan telah menjatuhkan bidadari surga untuk Nijimura Shuuzo.

Terkutuklah kau, Shougo. Kau sudah membiarkannya masuk ke rumah kita.

Kuroko no Basket milik Tuan Fujimaki Tadatoshi

Judul : Pesan Tak Bertuan

Chapter : 1

Selamat membaca~

Pemuda bersurai abu-abu dengan tatapan yang kosong segera memasuki kelasnya, yaitu kelas 2-6. Mungkin dia datang terlalu awal karena sekolah masuk jam 7. Entah ini disebut sial atau bukan, pemuda berwajah tak punya harapan hidup itu bangun kepagian. Jika dia datang awal ke sekolah, pemuda itu akan menjadi korban piket kelas.

Pemuda yang ciri-cirinya dijelaskan barusan bernama Mayuzumi Chihiro. Umur 16 tahun dan masih jomblo karena lebih tertarik dengan gadis dua dimensi. Berwajah triplek tapi gantengnya melebihi Aliando, menurut dirinya sendiri.

Mayuzumi melesat ke bangku nya yang terletak di ujung kelas. Manik abu-abu nya menangkap sosok sahabat/? yang sedang memandangi pemandangan di luar jendela.

"Nijimura."

Tidak ada respon sama sekali.

"Bebeb.."

"Hm..." Cih, dipanggil bebeb baru mau respon. "Kepala nya menghadap ke sini dong beb~"

"Nggak mau. Kamu jahat sih."

Kok kayak kekasih yang sedang ngambek sih?

"Iya, gua minta maaf karena nggak bisa ngirim SMS karena pulsa gua raib diambil Tetsuya yang keasyikan nelfon sama bebeb psycho gunting merah cebol (baca : Akashi) itu. Untung aja paket masih ada dan kebetulan ada acara PTB."

"Iye, gua maafin." Ucap Nijimura cuek. Kepala Nijimura masih mengarah ke jendela. Mayuzumi baru menyadari sesuatu.

"Lu habis diapain sama Himuro sampai leher lu keseleo begitu?"

...

FlashBack~

Entah Nijimura mau senang atau malah menangis, sekarang ada seorang pemuda yang sedang duduk di atas tubuhnya. Pemuda 'cantik' dengan poni yang menutupi mata kirinya ditambah bintik hitam di bawah mata kanannya, dengan piyama berwarna hitam polos yang dipakainya tetapi berantakan sampai-sampai leher putihnya yang menggoda tampak jelas. Pemuda tersebut tersenyum manis ke arah sang kekasihnya yang wajahnya kini pucat seperti mau dipanggil ke rumah Tuhan Yang Maha Esa.

"Tat-Tatsuya...kenapa kau di sini? Hahahaha.." Tanya Nijimon-Nijimura sambil tertawa (paksa) untuk menghilangkan suasana mencekam yang dia rasakan. Pemuda yang dipanggil Tatsuya malah menaruh kepala nya ke dada bidang Nijimura. Hoi, Nijimura, jangan senang dulu. Kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. "Aku 'kan hanya ingin mengunjungi Shuu. Aku takut kamu malah tiduran sama cewek, atau malah si madesu itu juga tiduran sama kamu."

(pantas saja Mayuzumi bersin-bersin pada saat sarapan tadi)

"Nggak mungkin lah! Aku hanya cinta denganmu, Tat-"

"Bohong. Buktinya Mayuzumi-kun mengirim PTB pakai emot cium segala. Berarti, kamu juga sering pakai emot itu di SMS, WA, LINE. Tuh kan, selingkuh itu namanya~"

...

...

...

Terkutuklah kau, madesu.

"Dia hanya iseng, Tatsuya!" Ucap Nijimura yang bertujuan untuk membela dirinya. Padahal ucapan dari Tatsuya memang benar apa adanya.

"Terus siapa orang itu?"

"Hah?"

"Siapa yang mengirimkan PTB ke kamu selain Mayuzumi-kun? Itu pasti Shuu udah terlalu baik sama orang itu. Pasti Shuu terlalu dekat dengan orang itu. 'Kan sudah kubilang untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain selain diriku, sayang?" Tanya Tatsuya sambil tersenyum manis. Nijimura pengen nangis –kitakore. Tapi ada daya, dia tidak ingin senyuman malaikat Tatsuya akan berubah menjadi senyuman setan.

"A-aku tidak tahu, Tatsuya. Tidak mungkin Mayuzumi karena dia sudah mengirim PTB sebelumnya."

Tatsuya mengangkat kepalanya dari dada bidang Nijimura."Oh, ya sudah. Sini aku pijit."

Hah?

"Karena Shuu anak yang baik dan tidak pernah selingkuh, aku ingin memberimu hadiah sebuah pijatan 'spesial' dariku~" Jelas Tatsuya sambil mengarahkan tangannya ke arah Nijimura. Nijimura merasakan firasat buruk. Dibalik senyuman malaikat Tatsuya-nya pasti ada sesuatu. Sesuatu yang lebih mengerikan daripada boneka Annabelle.

Lebih baik dia bangun dari tempat tidurnya. Tapi badan sang kekasih lumayan berat. Ah, tapi yang lebih kuat di sini seharusnya Nijimura. Dia seharusnya bisa menyingkirkan tubuh sang malaikat yang ada di tubuhnya. "Hahaha, nggak perlu sayang. Aku nggak pe-"

BRUK!

"Turuti saja Tatsuya-mu ini, Shuu~" Belum selesai bicara, si moyong malah didorong oleh Tatsuya ke dinding kamar. Tuh kan, gua bener! Pasti ada 'Imayoshi' di balik batu. "Sekarang berbalik lah~"

Nijimura menuruti titah Tatsuya. Pasrah dengan hidup.

"Nah, aku pijitin yaa~" Awalnya tangan Tatsuya yang lembut seperti kain sutera menekan-nekan kulit Nijimura dengan perasaan yang halus. Nijimura senang. Rupanya Tatsuya-ku tidak akan menyiksa—

KRAKKKKKK

Kepala Nijimura diputar paksa ke kanan sampai 100 derajat.

"SA-SAKITTTT!"

"Ini akibatnya kamu selingkuh!"

KRAKKKKK

Kepala Nijimura diputar paksa kembali ke kiri dengan sudut lebih dari 90 derajat.

"Ini akibatnya kamu mengkhianatiku!"

Dan Tatsuya pun meninggalkan kamar Nijimura Shuuzo karena sudah puas melampiaskan kekesalannya ke kekasih tercinta. Dan bunyi tutup pintu pun terdengar seperti bom Hiroshima terdengar oleh sang pemilik kamar.

Oh, Nijimura hanya bisa berbaring di kasur dengan badan yang menghadap kasur dan kepala yang menghadap ke kiri karena efek pijatan sayang dari Tatsuya.

Yah, yang penting Dewa Kematian tidak menghampiri nya juga 'kan?

Flashback off~

...

"Yah~ kasihan banget pintunya." Ucap Mayuzumi sambil memasang ekspresi (sok) sedih. "Kampret! Lu bukannya kasihan sama gua, malah sama pintu gua-Adudududuhh..." Nijimura yang tadinya mau menghajar Mayuzumi sekarang malah mengaduh kesakitan sambil memegang lehernya.

Merasa tidak tega, sang pemuda bersurai abu-abu segera memikirkan sesuatu untuk membantu. Sebenarnya nggak niat sih, tapi dia merasa bersalah karena mengirim PTB dengan emot cium. Dia juga baru ingat kalau pemuda berponi samping nan panjang itu bisa lebih galak dibandingkan anjing penjaga sekolah kalau ada yang dekat-dekat dengan Shuu-nya.

Mayuzumi melihat sekelilingnya dan menemukan sosok perempuan berambut coklat dan panjangnya hanya sampai leher. Ah, akhirnya ada orang yang berguna!

"Oi, Riko! Kemari sebentar." Perempuan yang dipanggil Riko pun menuju ke arah sumber suara. Yap, perempuan tersebut bernama Aida Riko (semua orang lebih menyukai memanggilnya Riko daripada manggil nama marga nya). Wajahnya manis tapi galak karena suka nagih uang kas. Setiap hari Senin, siswa-siswi kelas 2-6 harus membawa duit jika masih ingin menghirup udara segar. Anak dari Kagetora-sensei yang level evil nya sebanding dengan lucifer, yang galak kalau pakaian nggak rapi, lupa mengerjakan tugas, telat (walaupun hanya satu menit!). Tapi dia ini juga disebut sebagai 'Dr. Aida Riko Sp . KK (bukan kulit dan kelamin, melainkan spesialis kilir keseleo)' karena suka memijat orang yang keseleo. Pijatannya juga maknyos broh! Dijamin, besok langsung sembuh 10000000000%. Sudah diuji di ITB dan IPB dan sudah dicap berkualitas SNI.

"Lho, Nijimura-kun kok bisa keseleo sih?" Tanya Riko heran. "Nggak usah banyak tanya. Sembuhin dia sekarang. Kasian nanti dia nggak bisa menoleh ke arah papan tulis."

Sebenarnya Nijimura tidak suka dipijat. Kalau terkilir pada saat latihan karate pun dia hanya membiarkannya sampai sembuh. "Jangan keras-keras ya, Riko. Ni leher masih nyut-nyut an."

Riko hanya tersenyum tipis. "Nggak kok Nijimura-kun, aku nggak pijat kamu kok. Kita main jankenpon saja."

Hah?

"Sampai jaman bibir Nijimura normal pun lehernya tidak akan sembuh kalau hanya main jankenpon saja, Riko." Celetuk Mayuzumi dengan ucapan yang sangat pedas – sampai-sampai ingin rasanya Nijimura menabok muka madesu milik Mayuzumi.

"Hu~ belum lihat aja udah nyosor tuh mulutmu, Mayuzumi-kun." Gerutu Riko dengan pipi yang digembungkan. Mayuzumi memutar bola mata nya dengan malas. "Nah, Nijimura-kun. Siapa yang menang harus melakukan apa yang dititahkan oleh sang pemenang. Dan responnya harus cepat, lho~" Nijimura mengangguk –dengan posisi kepala yang miring— dengan pelan karena lehernya masih sakit.

Riko dan Nijimura ancang-ancang.

"jan-ken-pon!"

Nijimura batu, Riko kertas.

"Hore! Aku menang! Sekarang hadap kanan, gerak!"

KRAKKKK

Suara itu sangat horor sampai-sampai semua penghuni kelas melihat ke sumber suara tersebut.

Kepala Nijimura menoleh ke arah kiri dengan cepat karena titah yang Riko berikan.

"Dudududu—are, leherku sudah nggak sakit lagi. Terima kasih klinik Tong Fang!"

Minat ? Ayo ke klinik Tong Fang.

Lupakan iklan yang tadi numpang lewat.

...

...

*Sementara itu, di kelas 2-1 (kelas Tatsuya)*

"Himuro-san?"

"Hm?"

"Su-sumimasen, Himuro-san sudah mematahkan pulpen saya yang ke-20. Mo-mohon sumimasen."

Rupanya dia belum puas marah nya ya..

...

*Jam istirahat.*

Semua anak pasti berlarian ke kantin untuk mencari makanan, tetapi tidak bagi Nijimura. Dia malah curcol ke Miyaji yang memakan nanas pemberian teman sebangku nya, Kimura.

"Yah~ tapi pintu nya nggak apa-apa 'kan?" Miyaji Kiyoshi, 16 tahun, orang kedua yang mempunyai rasa simpati terhadap pintu kamar Nijimura.

Mulut Nijimura semakin manyun. "Jadi-kamu-nggak-kasihan-sama-aku?" Tanya Nijimura dengan pose ala sinetronnya. Kimura yang ikut mendengarkan cerita Nijimura menatap jijik ke arahnya. Ketahuan suka nonton Tukang Bubur Turun Haji.

"Enggak." Miyaji Kiyoshi, 16 tahun, sudah menghancurkan hati Nijimura menjadi butiran debu. Pemuda bersurai pirang itu sudah tahu tabiat temannya. Hal itu membuat Miyaji bertanya-tanya kenapa dia berteman dengan makhluk nista yang ada di hadapannya. Mungkin Tuhan menyuruhnya untuk mengubah kealayan si monyong.

"Tapi ya, menurut gua, semua angkatan nggak ada yang berani ngirim PTB ke Nijimura. Ya, tahu kan istri nya kalo ngamuk kayak segerombolan preman." Tanggap Kimura. "Itu karena muka Nijimura. Bukan takut sama Himuro." Ucap Miyaji membenarkan tanggapan teman sebangkunya.

"Lu pernah dilemparin granat nggak sih?" Gerutu Nijimura yang daritadi ngelus-ngelus dada nya. Ukh, sabar-sabar.

"Eh, tapi bener kok. Walaupun tu mulut mirip Tukul, tapi banyak yang naksir ke Nijimura. Sayang aja pacarnya nyeremin gitu." Kau teman baik, Kimura. Walaupun nyebelin sih kata-katanya.

"Hm, iya sih. Tanya aja ke Moriyama. 'Kan dia yang megang akun nya." Usul Miyaji yang daritadi ngunyah nanas Kimura.

"Emangnya si alay itu mau ngasih tahu?" Tanya Nijimura yang masih memonyongkan bibirnya. "Iya juga sih. Tapi aku dengar dari Shun kalau yang megang akun sebenarnya adalah Hyuuga-senpai."

"Kok Izuki tahu darimana?"

"Dia kan juga DJ SMA Teiko Radio."

"Oh iye, gua lupa."

Yap, sebenarnya ada lima DJ SMA Teiko Radio. Moriyama Yoshitaka (2-6) sebagai pengurus acara PTB, Izuki Shun (2-4) sebagai pengurus acara sharing cerita yang berkaitan di sekolah yang diadakan tiap malam minggu, Takao Kazunari (1-5) sebagai pengurus acara request lagu setiap hari senin, Mibuchi Reo (3-2) sebagai pengurus acara sharing gosip baru, dan sang bos bernama Hyuuga Junpei (3-3) yang suka memberitahukan pengumuman mendadak dari sekolah sekaligus memantau acara yang diadakan oleh keempat anak buahnya tersebut.

"Moriyama sih takut banget sama tu senpai. Jadi nggak mungkin dia beritahu siapa pengirim pesan ke elu, Nijimura." Tambah Kimura diikuti anggukan Miyaji. Mari kita simak identitas Hyuuga Junpei-senpai secara mendetail.

Hyuuga Junpei, 17 Tahun, mantan ketua OSIS (sekarang jabatan tersebut sudah diambil oleh Akashi yang notabene nya masih kelas 1 SMA, Nijimura malah menjadi wakil ketua OSIS) anak Ayah dan Ibu (u don't say!), mantan pacar Izuki Shun dan sekarang sudah resmi menjadi pacar Riko. Memakai kacamata dan rambut hitam yang menyilaukan. Rambutnya selalu rapi karena dia anak dari tukang cukur professional. Terkenal sebagai senior yang menyeramkan karena suka marah-marah (sampai-sampai Nijimura hampir ngompol karena nya).

Dia adalah admin sebenarnya dari akun twitter SMA Teiko Radio. Kata Miyaji yang infonya dia dapatkan dari pacarnya, kalau Hyuuga selalu mengganti kata sandi setiap anak buahnya meng-log out akun tersebut. Dia yang mengatur segala jadwal acara. Jika ada yang memakai akun diluar jadwal yang sudah ditentukan oleh Hyuuga, dia tidak akan segan-segan menghajarnya! Walaupun nggak ikut klub bela diri, Hyuuga pernah membuat dua orang masuk ke rumah sakit dan dirawat selama sebulan.

Tapi data tersebut kurang lengkap! Nijimura harus mencari data yang lebih detail! Nijimura harus tahu kelemahan dari senpai bermegane itu!

Oh, iya! Tanya saja kepada Momoi Satsuki yang suka menyimpan identitas detail siswa-siswi SMA Teiko.

"Gua mau ikutan ah."

"Eh, seriusan? Tumben lu mau ikut campur urusan orang?" Tanya Nijimura heran.

"Gua mau hajar senpai kampret itu karena membuat Shun gagal move on selama dua tahun."Miyaji Kiyoshi, 16 tahun, pernah menjadi korban friendzoned selama dua tahun, ingin membalas dendamnya.

.

.

.

"Eh, minta informasi tentang Hyuuga-senpai?"

Nijimura dan Miyaji menghampiri gadis bersurai pink nan panjang bernama Momoi Satsuki. Sekretaris di kelas 2-6 dan juga manager basket Teiko. Nijimura sebenarnya ikut klub basket –malah dulunya menjabat menjadi kapten— tetapi berhenti karena Ayah dan Ibu nya pergi ke Amerika dan dia menjadi pengurus rumah sendirian (karena Shougo suka kabur kalau disuruh bersih-bersih rumah). Dia tahu kalau Momoi punya keahlian menganalisa lebih baik dari orang-orang biasa.

Tapi yang tidak disukai oleh Nijimura selain sifat nya yang sundal adalah...

Dia seorang fujoshi yang suka menjodohkan MayuNiji.

Sampai-sampai ada foto mereka sedang berduaan di tempat duduk yang terletak di pojok ruangan.

She's so kamvuret fujoshi ever.

"Bayarannya apa? Aku sih nggak sudi mengasih informasi ke sembarang orang." Ucap Momoi yang daritadi membereskan kertas-kertas yang ada di meja nya. Nijimura berpikir keras. Apakah si gadis bersurai pink ini mau uang? Mau nanas Kimura? Atau mau minta titip salam ke Aomine?

Ah, mungkin pilihan ketiga pasti membuat si surai pink memberinya informasi.

"Eh, Mayuzumi. Elu sama adik lu dari dulu suka bikin orang jantungan ya. Datangnya tiba-tiba melulu." Nijimura kaget karena mendengar suara ocehan Miyaji ke Mayuzumi.

Mayuzumi mendekati Momoi yang masih duduk manis di bangku nya. "Momoi, berikan informasi tentang Hyuuga-senpai sekarang."

"Eh, Apa?" Momoi memasang pose sok kurang dengar dengan ucapan Mayuzumi. "Hello~ Lu bukan majikan gua tapi elu seenak muka madesu elu nyuruh-nyuruh gua?" Duh, mulai deh sifat sinetron Momoi kumat lagi. "Gua nggak sudi. Jadi pergi sana deh, hush hush." Mayuzumi memutar bola mata nya dengan malas. Susah juga kalau minta informasi ke Momoi. Jangankan informasi data orang, minjam penghapus aja pelitnya minta ampun.

"Oh, ya udah sih. Berarti elu nggak mau nonton gua dan si monyong ciuman secara live."

Hah?

Ciuman?

Gua dengan madesu...?

Ciuman?

Di depan Momoi si fujoshi laknat ini?

"Oi oi, elu enak aja kalo ngomong—"

"APA?! BENERAN?! ELU SAMA MONYONG CIUMAN?!" Nijimura kicep seketika. Belum selesai ngomong sudah dicela oleh suara Momoi Satsuki yang membuat Nijimura berpikir untuk periksa telinga nya ke dokter THT. Nijimura sweatdrop ketika melihat si surai pink mengambil smartphone nya dengan buru-buru. Hati Momoi menggebu-gebu dan sudah siap mengambil foto ciuman MayuNiji.

"Oi oi, gua nggak akan cium—"

CUP~

Mulut Mayuzumi sudah mendarat ke permukaan bibir Nijimura dengan mulus. Miyaji cengo, Ootsubu yang numpang lewat menyemburkan air mineral ke wajah Kimura, Riko mimisan. Dan jangan lupa bunyi jepretjepret yang berasal dari smartphone Momoi yang menjadi backsound kejadian ini.

Mayuzumi langsung melepaskan bibirnya dari bibir Nijimura. Nijimura masih membeku, Miyaji menggoyang-goyangkan tubuh Nijimura supaya sadar. "Tuh, elu puas kan. Sekarang elu kasih tahu kami secara mendetail informasi tentang Hyuuga-senpai."

Dengan semangat, Momoi memasang pose hormat. "Aye, aye! Captain!"

Nijimura sadar..

..

"Oi KAMPRET! FIRST KISS GUA SUDAH DIAMBIL SAMA ELU! KEMBALIKANN!"

Jika sudah mendapatkan informasi nya, apa yang akan direncanakan oleh Nijimura untuk mengetahui siapa pengirim pesan tak bertuan yang dituju oleh nya? Apakah gosip ciuman MayuNiji akan tersebar luas sampai ke kelas Tatsuya? Atau malah tersebar sampai semua penghuni SMA Teiko? Entahlah, hanya Tuhan dan ane yang tahu.

TBC.


HUAHAHAHAHAHAHAHA! AKHIRNYA SELESAI JUGA NIH CHAPTER PERTAMA.

Pertama-tama, ane berterima kasih ada yang mau meripiw, nge pollow, nge pav fanfic ini.

Yap, ane suka pair NijiHimu! Rupanya ada juga yang suka dengan NijiHimu hahahahaha! *terharu*

Maaf ya, ini ada selingan MayuNiji hanya untuk penghias, hahahaha :v

Maap kalo bener-bener OOC. Karena ane sudah memperingatkan kalau fanfic ini sudah OOC.

Sampai bertemu lagi di chapter selanjutnya!

-sabilsabil