*Di ruang PKK*

Semua anak kelas 2-1 sedang menontong kejadian langka di pelajaran PKK. Ya, mereka baru kali ini melihat pemuda berponi panjang sebelah yang dikenal sebagai anak yang paling ramah senyum itu bertingkah aneh hari ini. Lho, emangnya kenapa? Dia masih tersenyum manis ke semua orang kok. Dia masih ramah kok.

"Hi-Himuro-san.." sang pemuda bersurai coklat mendatangi pemuda yang sedang asyik dengan aktivitasnya. Orang yang dipanggil menoleh ke arah sumber suara. Orang tersebut tersenyum manis ke orang yang telah memanggilnya. Tetapi, senyuman tersebut tidak akan menghilangkan suasana horor yang dirasakan oleh penghuni kelas.

"Ya, ada apa, Sakurai-kun?"

...

"Sumimasen. Himuro-san sudah mematahkan tiga talenan yang ada di sini. Mo-mohon sumimasen."

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi

Pesan Tak Bertuan

Chapter 2

Selamat membaca~

Sepulang sekolah, trio NijiMayuMiya sedang berkumpul di rumah Miyaji untuk membuat suatu rencana. Suatu rencana yang bisa membuka mulut seorang senpai untuk memberitahukan siapa teme yang berani mengirimkan sebuah PTB sial ke Nijimura yang berdampak buruk bagi kesehatan Nijimura. Menurut hipotesa si monyong Nijimura, pasti bukan seorang cewek karena semua sudah tahu pacar Nijimura itu—nyeremin. Mungkin saja adiknya yang kurang ajar nggak mau ngaku kalau dia yang melakukannya, atau malah teman satu klub karate nya yang pingin Nijimura hilang dari dunia ini.

Ah, itu hanya hipotesa, jangan suudzon. Kenyataan hanya diketahui oleh Tuhan dan saya sebagai penulis fanfiction ini.

"Aniki.. aku pergi ke rumah teman dulu ya~" adik Miyaji Kiyoshi –Miyaji Yuuya—sedang bersiap-siap untuk meninggalkan rumah. Hanya dia yang bisa mengubah sifat sang kakak yang kelewatan kayak preman menjadi—

"Iya, hati-hati. Kalau Yuuya ketemu kucing jalanan jangan dipegang ya. Hati-hati banyak lubang di jalan. Jangan pulang malam-malam karena sekarang banyak banci yang suka nyulik anak (emangnya ada?!). Pulangnya paling lama jam 6 sore. Blablablablabla Ummmphhhhh—"

Menjadi brother complex sejati.

"Yuuya, lebih baik kau cepat pergi dari sini karena Tetsuya sudah lama menunggu mu di rumah." Titah Mayuzumi sambil menyumpalkan mulut Miyaji dengan dasi sekolah. Yuuya pun hanya bisa menghela nafas karena sudah terbiasa dengan hal tersebut. Akhirnya adik Miyaji pergi meninggalkan trio NijiMayuMiya dengan pasrah. Mungkin sehabis ini dia akan menjadi pembantu dadakan di rumahnya sendiri.

Tenang Yuuya, kakakmu tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

"Gah! Sialan! Kau kenapa menyuruhnya cepat-cepat pergi ?! Nanti kalau dia diculik gimana? Kalau tersesat gimana? Kalau dikejar terus digigit ama anjing elu lalu jadi penyakitan gimana?" sisi sinetron Miyaji muncul.

Tuh 'kan, kumat lagi.

"Nggak lah, oon. Dia udah besar, bukan anak kecil lagi. Apa-apa'an itu, Nigou bukan anjing rabies!"

"WOIIIII!" duo MayuMiya menoleh ke arah sumber suara. "Kita di sini berkumpul untuk apa, hah?" dua orang yang ditanya hanya menggeleng. Nijimura tepok jidat. "Nggak, gua tahu kok tujuan kita adalah 'Bang Jupe'" Ucap Miyaji sambil nyengir kuda.

"Bukan! Tujuan kita ke sini untuk bertemu emak elu."

"Hah? Lu ngapain ingin ketemu sama emak gua, Nijimonyong~?" Tanya Miyaji heran.

"Biasa nya 'kan emak lu ngasih kita makanan~"

Oh, ceritanya kode nih minta makanan. "Udah, tenang nyong. Nih, makan aja nih kue." Mayuzumi menyodorkan sebuah strawberry cake ke Nijimura yang sudah kelaparan. "Oi kampret! Elu dapat kue ini darimana?! Hah?!" Tanya Miyaji dengan jari telunjuknya yang menunjuk-nunjuk kue yang diselimuti krim putih yang ada di tangan Mayuzumi.

"Gua barusan buka kulkas elu. Nah, ayo makan dan jauhkan raket nyamuk listrik itu dariku." Ucapnya datar.

Ya Allah, ampunkan dosa Ba'im Ya Allah.

...

"Jadi, kita akan melakukan hal itu?" Tanya Miyaji dengan wajah ketakutan. "Gila banget tuh rencana elu."

"Eits, tapi kalau rencana ini berhasil. Kita bisa mengetahui siapa yang mengirim PTB itu, Miya sayang~"

"Heh, terserah lu nyong. Yang penting gua ikut hanya ingin balas dendam."

Mission 1 :

(Momoi : Hyuuga Junpei, 17 tahun, lahir tanggal 16 Mei berzodiak Taurus. Anak OSIS selalu memanggilnya Bang Jupe karena tertarik dengan lagu dangdut. Anak kesayangan Shirogane Eiji-sensei yang mengajar pelajaran Sejarah. Pelajaran Sejarah memang selalu menjadi andalannya. Ganteng sih, tapi mau nya sama si dada rata Riko. Seharusnya dia sama Izuki!)

(Nijimura : Miyaji, tolong jauhkan pisau itu dari kami.)

Beruntung Nijimura pernah dekat dengan Bang Jupe. Nijimura adalah wakil ketua OSIS dari jaman Bang Jupe sampai jaman Akashi. Nijimura menyimpan nomor hp Bang Jupe. Ibu jari nya pun mengusap layar smarthphone nya yang tertera nomor hp Bang Jupe ke arah kanan. Suara seperti kereta api akhirnya terdengar oleh tiga pasang telinga.

"Moshi moshi, ada apa, Nijimura?"

"Maaf Bang Jupe, saya mengganggu. Apakah hari ini Bang Jupe sibuk?" Tanya Nijimura dengan bahasa (sok) sopan.

"Enggak nih. Emangnya kenapa?"

"Begini bang, saya dan teman-teman saya mau belajar sejarah sama Bang Jupe. Tolong ya, Bang~ besok ada ulangan nih.."

(Momoi : Bang Jupe itu instingnya bagus, hampir semua orang tidak bisa membohongi dirinya. Kyaa! seme Izuki yang dulu memang hebat ketimbang si nanas!)

(Miyaji : WOI NIJIMURA! MAYUZUMI! LEPASIN GUAAAA! LEPASIN GUA!)

"Tumben? Besok 'kan kalian nggak ada pelajaran Sejarah?" Nijimura dkk lupa kalau pacarnya sekelas dengan mereka.

"Hahaha, kita ini terkena remedi, bang."

"Hah? Tumben sekali Eiji-sensei ngasih remedi?"

Asem...

"Saya mohon-mohon ke sensei nya, bang. Tolong ya~ tolong banget!"

"Hm, ya udah. Kau tahu tidak rumah ku di mana?"

"Enggak bang."

"Nanti aku kirim alamatku lewat SMS. Dah~ tuuuuttt...tuttttttt..."

Nijimura dkk berpelukan.

"We are the champion, my friend~ and we'll keep on fighting 'till the end~"

Mission 2 :

(Momoi : Bang Jupe itu punya hobi yang kekanak-kanakan. Dia selalu mengoleksi figura tokoh panglima perang.)

(Miyaji : nah tuh. Gua adalah seme yang baik bagi Shun ketimbang dirinya.)

(Momoi : nggak kok. Elu kan pedo banget suka nya Miu-Miu)

(Mayuzumi : oi nanas. turunkan kursi gua sekarang juga.)

Ting...tong...

Klek...

"Wah, cepet banget datang nya." Akhirnya Nijimura dkk datang ke rumah Bang Jupe. Pemuda yang tinggi nya rata-rata dengan kacamata yang tidak terlalu tipis itu tersenyum ramah ke trio nista. Mungkin mood nya sedang senang. Biasanya dia bisa nendang Nijimura kapan saja dan dimana saja.

"Hahaha... maaf bang ganggu."

"Nggak apa-apa. Kalian cuman berdua?" Bang Jupe tidak menyadari keberadaan Mayuzumi. Itu adalah salah satu rencana yang dibuat oleh Nijimura. Ah, nanti pun kalian tahu apa rencana sebenarnya yang akan dilakukan oleh mereka. Mungkin bisa ditebak dengan melihat ke Mayuzumi yang sudah membawa tali tambang dan tas ransel berwarna hitam.

"Nah, ayo masuk." Ajak Bang Jupe.

...

...

...

*Di kamar Bang Jupe.*

"Wah, Bang Jupe banyak banget ngoleksi figura panglima Jepang." Puji Miyaji yang sebenarnya dia mengolok sang senpai dalam hati. Di meja belajar Bang Jupe banyak sekali figura tokoh panglima jepang. Ada yang megang pedang, ada yang pakai topi berbentuk segitiga, ada juga yang megang terong—eh malah nggak nyambung. Nijimura hanya kicep karena hobi kekanak-kanakan Bang Jupe. Dia baru tahu kalau senpai berkacamata ini menyukai barang aneh seperti itu. Sebenarnya Izuki dan Riko itu terkena pelet atau apa sih? Kenapa masih ada yang jatuh cinta Bang Jupe? Padahal lebih ganteng si madesu Mayuzumi dan monyong Nijimura. Ah, itu 'kan menurut mereka sendiri.

Di meja nya terdapat laptop berwarna hitam. Di tepi laptop itu ada lampu yang berkedip menandakan bahwa Bang Jupe mengatur laptop nya ke sleep mode.

Mayuzumi berada di belakang sang senpai yang masih duduk manis di kayu nya. Dia sudah siap-siap dengan dasi sekolah yang dia pegang untuk membungkam mulut Bang Jupe. Tapi dia masih harus bersabar. Dia harus menunggu kode (bukan kode cinta) dari Nijimura ataupun Miyaji.

Segera, daripada dia pusing melihat figura aneh yang ada di hadapannya, Nijimura membuat gesture (hanya jari jempol yang diangkat) ke arah Mayuzumi.

Mayuzumi pun langsung menutup mulut sang senpai dengan dasi dari belakang. "A—apa yang mmmphhh..."

BRUK

Oh, rupanya mereka menaruh bius di dasinya supaya Bang Jupe tidak berdaya.

...

"Oi, apa-apa'an ini?! Lepasin gua!" Bang Jupe yang baru saja terbangun melihat beberapa anggota gerak tubuhnya sudah terikat di kursinya. Tangan dan kakinya sudah tidak bisa bergerak leluasa karena tali tambang mengikat mereka. Untung saja Bang Jupe tinggal sendirian, jadi tidak ada yang akan dengar suara teriakan sang senpai.

Ada kok, nyamuk, lalat, cicak, jin penghuni rumah Bang Jupe bisa dengar.

PLAK.

"Diam megane!" Bentak Miyaji sambil menampar wajah tamvan milik sang senpai. Haha, enak juga nih balas dendam nya. "Miyaji, coba tanyakan sesuatu ke megane sialan ini." Titah Nijimura. Mayuzumi daritadi hanya menikmati pemandangan threesome—eits penyiksaan Bang Jupe karena kerjaan kouhai nya. Baru kali ini sang senpai bermegane itu tidak berdaya.

"Apa celana dalam Miu-Miu sekarang?"

PLAK.

Nijimura tepuk jidat. "Gua aja yang tanya. Elu nonton aja." Nijimura mendekati Bang Jupe. Bang Jupe keringat dingin. Oi, seharusnya dia tidak takut! Dia senpai di sini!

"Beritahu kami siapa pengirim PTB sialan itu!" Titah Nijimura. "Hah, nggak boleh! Elu tidak berhak mengetahui nya, monyong! Elu bukan anggota SMA Teiko Radio!"

PLAK.

Nijimura menampar wajah sang senpai.

"Nyong, coba aja buka laptop nya." Saran Miyaji. Nijimura pun mendekati laptop yang masih duduk manis di meja belajar mantan ketua OSIS Teiko tersebut. Pemuda monyong itu perlahan-lahan mengangkat layar laptop yang posisinya tadi menimpa keyboard laptop. Setelah itu, dia menekan tombol power dan layar laptop pun menyala. Di sana terdapat akun laptop yang dikunci dengan foto sang senpai bermegane dengan Izuki.

PLAK PLAK PLAK PLAK.

"Oi nanas, kalau dia mati rencana kita akan sia-sia." Celetuk Mayuzumi yang masih menatap datar ke arah sang pemuda bersurai pirang yang sedang mengamuk ke sang senpai. Untung saja Bang Jupe itu kuat seperti hati Kiyoshi-senpai yang seperti besi. Ah, sayang sekali. Padahal rencana nya Miyaji akan mencium wajah sang senpai dengan setrika.

Elu kampret banget! Elu itu sudah berstatus mantan! Kenapa elu masih simpen foto wajah imut Shun-ku tercintah?!

"Anjrit! Akun nya dikunci!" Keluh Nijimura kesal. Nijimura membalikkan wajahnya ke arah Bang Jupe yang masih duduk manis di kursinya. "Kasih tahu gua password nya, sekarang!" Titah Nijimura.

"Enggak! Sampai Eiji-sensei rambutnya hitem kek, sampai lelucon Izuki lucu kek, sampai dada Riko jadi besar kek, sampai Akashi jatuh jabatan kek, sampai Moriyama nggak jomblo lagi kek, kakek kakek kek, gua nggak akan beri tahu password gua!"

Wow. Diriku tercengang.

"Heh... Boleh juga nih Bang Jupe." Mayuzumi akhirnya membuka berbunyi. Dia menyeringai. Wow, baru kali ini Nijimura melihat seringai dari madesu. Diam-diam tapi menghanyutkan, mungkin itulah impression dari Nijimura dan Miyaji yang berpelaku sebagai sahabat/? dekatnya.

Pemuda bersurai abu-abu itu melangkah ke arah meja belajar Bang Jupe yang dipenuhi oleh koleksi figura panglima jepang. Mayuzumi membawa salah satu figura lalu menaruhnya di lantai. Dia pun langsung mengambil sesuatu –tongkat bisbol—dari tas ransel hitam nya.

"Sebutkan nama figura ini atau figura ini akan menjadi butiran debu." Ancam Mayuzumi. Nijimura dan Miyaji cengo kuadrat. HUBUNGANNYA APA SAMA PASSWORD?!

"Oi madesu." Nijimura mencoba memanggil pemuda bersurai abu-abu yang sedang memainkan tongkat bisbol nya. Mayuzumi pun menoleh ke arah sumber suara dan tongkat bisbol mengancung ke arah Nijimura. "Elu ingat informasi si fujoshi kampret barusan?"

Nijimura menggeleng, Miyaji pun menggeleng. Mayuzumi double face palm.

"Si megane ini," tongkat bisbol mengancung ke arah Bang Jupe yang masih berusaha melepaskan ikatan yang melilit di tangannya. "Suka sekali figura sialan ini." Tongkat bisbol sekarang mengancung ke arah figura yang berdiri di atas lantai putih. "Password nya pasti menyangkut nama salah satu figura yang dia kumpulkan."

"Emangnya elu tahu darimana nyong?" Tanya Miyaji. "Dilihat dari dia nggak mau memberitahukan nama figura ini sudah ketahuan, nanas." Sontak saja dua pasang mata berwarna hitam dan caramel melihat ke arah Bang Jupe yang berkeringat dingin.

Bingo!

Nijimura dan Miyaji akhirnya ikut menyeringai. HUAHAHAHAHAHAHAHAHA...

"Abang~ lihat lah ke arah figura mu itu~" Miyaji berbisik sambil mengarahkan wajah sang senpai ke arah figura yang tergeletak di lantai. Tidak! Gua nggak mau lihat! Gua nggak mau lihat! "Eits, abang~ mata nya jangan ditutupin dong~" Miyaji membuka kelopak mata Bang Jupe –dibalik kacamata nya— dengan cara yang memaksa.

"Abang~" Mayuzumi memanggil. "Siapa nama figura ini~?"

"Nggak tahu!"

PRANG!

Tongkat bisbol sukses menghancurkan figura Bang Jupe menjadi butiran kenangan.

"MASAMUNE!"

"Nyong, ketik 'Masamune' pake huruf kapital!" Titah Mayuzumi pun dituruti oleh Nijimura. ma-sa-mu-ne, tekan enter.

..

"HOREEEE! TERBUKA BRADA!" Teriak Nijimura yang bangga karena sudah membuka password akun laptop Bang Jupe. Madesu emang pinter sih, tapi kok gua males mau mengakui ya. Ah, sudahlah. Dia pun membuka gugel kerom dan mengetik URL "twitterdotkom"

Njir, rupanya tidak terbuka langsung ke akunnya!

Mayuzumi mengambil kembali salah satu figura yang terletak di meja belajar Bang Jupe. Figura itu memiliki ciri-ciri memegang pedang merah. Ah, Mayuzumi sebenarnya kurang tahu tentang segala panglima perang jepang. Daripada membuang waktu, lebih baik dia bertanya kepada sang pemilik.

"Beritahu kami siapa nama figura ini." Titah Mayuzumi sambil mengancungkan tongkat bisbol ke arah figura yang berada di lantai. Bang Jupe –yang kepala nya ditahan oleh Miyaji—masih nggak mau membuka mulut. "Gua nggak akan kasih tahu elu! HAHAHAHAHAHA!"

PRANG!

"YUKIMURA!"

"Nyong! Ketik 'Yukimura' pakai huruf kapital juga!"

"WHUOKE!" Nijimura pun mengetik apa yang dititahkan oleh Mayuzumi. Ye u ka i em u er a, terus tekan enter.

...

"kampret! passwordnya salah."

"HUAHAHAHAHAHAHA!" tiga pasang mata melihat ke arah sang senpai yang sedang tertawa bertanda kemenangannya. "Elu salah banget nulis nya. HAHAHAHAHAHA!

"Seharusnya nama Yukimura sebenarnya adalah Sanada Nobushige, d'aho. Hahahahaha!"

...

krik krik

"Nijimura, ketik 'Sanada Nobushige' sekarang."

Mau sombong harus tahu tempatnya, Bang Jupe.

...

...

...

Pemuda bermarga Nijimura sekarang sedang tiduran di kasur kesayangannya. Yap, rencana yang dia buat bisa dibilang tidak sukses. Dia masih belum tahu siapa pengirim PTB itu. Dia sudah membuka dm akun twitter SMA Teiko Radio dan hasilnya nihil. Rupanya sudah di hapus oleh si alay Moriyama. Ah, Nijimura pasti sudah melupakannya kalau tidak ada surat yang bertengger di pagar rumahnya. Tidak ada nama pengirim juga. Hal ini membuat Nijimura risih.

Bang Jupe pun ditinggal dalam keadaan yang masih diikat.

Di surat dia harus bertemu sang pengirim di esok hari sepulang sekolah. Kalau ketahuan sama istri gua bisa mampus gua.

Nijimura melirik ke arah jam dinding.

Jam 7 malam.

Hm, lebih baik dia mendengarkan SMA Teiko Radio.

Segera dia menyalakan radio yang terletak di meja belajarnya. Yah, biasa nya ada lagu-lagu bagus yang bisa menenangkan hati si monyong.

"Halo semua~ Hari ini, DJ Mibuchi Reo akan menyuapi kalian gosip-gosip terhangat di SMA Teiko. Jika kalian ada gosip baru, silahkan mention twitter SMA Teiko Radio ya~ pakai hesteg #GosipCyin ya~. MUAH."

Sial. Seperti nya dia mendengarkan radio di saat waktu yang tidak tepat. Siapa yang tidak kenal dengan Mibuchi Reo. Senpai yang sangat melambai dan suka dengan Bang Jupe. Suka menyebarluaskan gosip dari Sabang ke Merauke. Makhluk homo sapiens yang satu ini juga suka membuat gosip yang berlebihan.

Perasaan Nijimura sekarang tidak enak.

"Nah, ada yang mention nih. Um dari SatsuMomo ya? Hm, sasuga Satsu-chan. Kau paling ahli dalam bergosip ria."

Tuh 'kan. Gua bener.

"Kyaaaa! Mayuzumi sama Nijimura berciuman?! Wah, ada fotonya jugaaa! Bagi MayuNiji shippers pasti sudah mimisan? Iya 'kan?!"

Terkutuklah kau, fujoshi kampret.

"GYAHAHAHAHAHAHA... ANIKI CIUMAN SAMA MADESU?! GILE LU NDRO." Suara cekikikan Shougo terdengar sampai kamar Nijimura. Akh, sial. Malu sih nggak apa-apa, tapi gimana gua nanti dicincang sama istri gua?!

"Wah, Satsu-chan ada foto lagi."

Segera Nijimura menyalakan laptopnya dan mengecek akun twitter Momoi lewat akun dirinya. Terlihat di layar, ada tweet dari Momoi yang mention ke akun SMA Teiko Radio.


Momoi Satsuki SatsuMomo 7.15 pm.

Kyaaa! si madesu sentuh-sentuh pantat si monyong~ awh, datar-datar tapi pikirannya hentai. *nosebleed* #GosipCyin SMATeikoRadio


ITU EDITAN! ITU BENAR-BENAR EDITANNN!

Dia lupa bahwa sang sekretaris kelas 2-6 itu pandai dalam mengedit foto. Kadang Moriyama meminta bantuan untuk mengedit fotonya dengan cewek lain.

100 retweet?! KENAPA BANYAK MAYUNIJI SHIPPER DI SEKOLAH KU?!

Nijimura nge-scroll layar untuk melihat balasan tweet Momoi Satsuki.


Aida Riko RikoRiko 7.19 pm.

SatsuMomo SMATeikoRadio Kyaaa! Ya ampun, Mayuzumi-kun! Kamu hentai bangettt! .


Moriyama Yoshitaka MYoshitaka 7.21 pm.

SatsuMomo SMATeikoRadio Aku tidak menyangka kau lebih nakal dariku, Mayuzumi. Ajari aku, madesu-sensei! ChihiroMayu


Kasamatsu Yukio KasaYukio 7.24 pm.

SatsuMomo SMATeikoRadio Oh, sepertinya Mayuzumi sama Nijimura cari mati sama Himuro.


Kise Ryouta KiseRyouta 7.26 pm.

SatsuMomo SMATeikoRadio kya! itu beneran Momocchi-senpai?!


Momoi Satsuki SatsuMomo 7.28 pm.

Bener dong, Ki-chan :3 KiseRyouta


Mayuzumi Tetsuya MTetsuya 7.30 pm.

SatsuMomo Momoi-san sepertinya mau bunuh kakakku dengan Nijimura-san.


Aida Riko RikoRiko 7.33 pm.

SatsuMomo MTetusya ihh, kalau mereka mati parasit di kelas kami berkurang keleus, Kuroko-kun. Mereka sudah banyak hutang bayar uang khas selama 3 bulan.


Momoi Satsuki SatsuMomo 7.35 pm.

RikoRiko MTetsuya ih,, jangan! itu OTP ku tercinta! Kakakmu tidak akan mati, Tetsu-kun! tenang saja! :3


Tercinta gundulmu.

BRUK!

"Shuu~"

Kau sudah membangunkan amukan istriku, Momoi teme.

Nijimura menoleh ke arah sumber suara. Seseorang yang dicintai nya sedang berdiri di depan kamar sang suami dengan sebuah mouse yang rusak di tangannya. Wajahnya masih tersenyum manis. Duh, manis-manis kok sadis banget sih, cinta?!

Dibalik badan Tatsuya ada sang adik bernama Nijimura Shougo yang menyeringai jahil ke arahnya.

Shougo teme! Kenapa kau selalu membiarkannya dia masuk pada saat dia mengamuk?!

Sudah, kita ucapkan saja selamat malam ke monyong. Oke?

TBC


HALOHALOHALOHALO! *diem!*

Maafkan daku scene NijiHimu nya di akhir chapter *bersujud di depan para readers* chapter depan nanti banyak scene NijiHimu kok! Chapter ini ane mau nge-bully Nijimura dan Bang Jupe (Hyuuga) hahaha.

Saatnya saya membalas review yang sudah me-review chapter 1. (maafkan daku yang review sebelumnya tidak dibalas, aku sayang kalian semua. Muah)

Hiria-ka : Wah, mereka bertiga memang koplo XD tanpa mereka, kehidupan di SMA Teiko tidak akan berwarna :v

Erry-kun : Wahhh, ini sudah apdet lho~ :v hurayy. Mayuzumi 'kan sudah biasa bermesraan dengan Nijimonyong, jadi kalau ngomong gitu pun muka nya masih madesu :v (maafkan aku, Himuro! *bersujud*.. tenang, kalau Nijimura tewas, fanfic ini nggak bisa lanjut lagi :"D

Kiseka Amamiya : Wah,, mungkin dia adalah MayuNiji Shipper :v Mau gabung bersama Momoi? :v Kalau monyong mati fanfic ini rate nya akan naik jadi M karena terjadi pembunuhan :v

cupicakue : tenang, si monyong harus tetap hidup karena ane sudah menggaji nya untuk berperan dalam fanfic ini. Awh, because i love AkaKuro haha. :3

V Vee-chan : wah, makasih :D nih saya sudah lanjut.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya!


Omake~

Kagami Taiga TaigaTiger 7.40 pm.

Sial, di mana Tatsuya sekarang?! mouse gua dibawa dia!


Nijimura Shougo ShouNijimura 7.48 pm.

TaigaTiger dia di rumah gua.


Kagami Taiga TaigaTiger 7. 50 pm.

ShouNijimura Jauh banget! Ngapain dia ke sana?!


Nijimura Shougo ShouNijimura 7.53 pm.

TaigaTiger rumah elu sama gua cuman beda kompleks, oon. Yah, dia sedang memberi kecupan selamat malam ke kakak gua.


Mayuzumi Tetsuya MTetsuya 7.55 pm.

ShouNijimura TaigaTiger Shougo-kun, kakak titip salam ke Nijimura-san, "semoga monyong tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa"


Miyaji Yuuya MiyaYuuya 7.58 pm.

ShouNijimura TaigaTiger MTetsuya kakak gua juga.


Nijimura Shougo ShouNijimura 8.02 pm.

MiyaYuuya MTetsuya makasih teman-teman :) semoga do'a kalian didengar oleh Tuhan.