"Akhh,, sakit,, jangan cepat-cepat.. akhhhh..."

"Jangan bergerak, monyong! Ini sempit sekali.. akhhh..."

"Di sini panas sekali...akhhh... boleh masuk nggak, nyong?"

"Jangan! Udah ada si nanas.. akhhh!"

"Sudahlah, mungkin cukup untuk kami berdua.. aku masuk ya."

"Akh~~ sempit sekali..."

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi

Pesan Tak Bertuan

Chapter 3

Enjoy~

"WOIIII! KALIAN PARA BOCAH TENGIK!"

Tiga pasang mata melihat ke arah seorang bapak-bapak yang berdiri di ambang-ambang pintu kamar dikenal sebagai ayah dari Aida Riko. Yap, mereka sedang berada di rumah sang bendahara kelas bernama Riko. Yang berambut hitam sedang tidur dengan badan yang menghadap kasur yang mengaduh kesakitan, berambut pirang terjepit di tepi kasur karena ada pemuda bersurai abu-abu yang ikut tiduran di kasur Riko. Tadi sebenarnya si surai pirang itu mencoba memijat punggung si surai hitam, tetapi dia juga sedang keseleo. Si surai hitam pun suka gerak-gerak, jadinya si surai pirang selalu terjepit di tepi kasur.

Eh, malah nambah satu lagi si surai abu-abu masuk ke kamar terus ikut tiduran di kasur. Maklum, dia juga keseleo.

Seharusnya hanya si surai hitam saja yang keseleo. Kenapa mereka juga ikutan?

Ah, begini cerita nya...

Flashback

Di pagi hari yang sangaaaaat cerah. Tidak ada awan yang mengotori langitnya biru, hanya ada sang mentari yang menyinari dunia. Dua pemuda berdiri di depan rumah keluarga Nijimura dengan tujuan hanya berkunjung dan memastikan kalau temannya baik-baik saja. Mereka sudah berpakaian rapi, blazer putih dan dasi hitam yang terikat di kerah kemeja biru, dan jangan lupa celana panjang hitam yang diikat dengan ikat pinggang. Tas pundak hitam pun setia bertengger di bahu mereka.

"Kok gua merasa ada aura menyeramkan di sini." Bisik sang surai pirang –Miyaji Kiyoshi—dengan wajah ketakutan.

"Mungkin arwah monyong masih tidak tenang." Tanggap sang surai abu-abu dengan wajah yang datar seperti biasa.

"Dia masih hidup, oon. Eh, tapi firasat gua mengatakan kalau kita nggak boleh masuk."

"Sejak kapan firasat punya mulut untuk berucap? Sudahlah, pencet saja tombol putih sono." Sang surai pirang pun akhirnya menurut. Pemuda itu langsung menekan tombol putih yang menempel di dinding berwarna cokelat tersebut. Seperti biasa, bel nya berbunyi suara burung beo yang mengucapkan 'Lu salesmen? Gua tinju men.' masih saja membuat dua pemuda itu menutup mulut mereka untuk menahan tawa.

Eits, yang satu nya masih datar seperti jalanan kota. Jaga image.

BRUK!

Pintu utama terbuka dengan tidak elitnya.

Terlihat di depan mereka, ada pemuda manis dengan poni panjang yang menutupi mata kiri nya yang sudah memakai kemeja biru yang dibalut dengan kardigan putih. Jangan lupa ada celemek warna kuning ungu menambah kesan manis. Senyum nya juga bikin meleleh.

"Ah~ ada Miyaji-kun sama Madesu-kun~" Tuh 'kan gua bener, batin Miyaji yang sedang berkicep ria.

"Eh.. ada poni alay.."

WHATTHE!

Miyaji segera menutup mulut temannya dengan tangan kanannya.

duh, Mayu sayang~ kamu pengen cari sensasi atau bosan dengan hidup sayangkuhhhh?!

"Hahahaha... Himuro, kayaknya gua sama Mayuzumi pergi ke sekolah duluan aja ya. Kami cuman titip salam ke Nijimura semoga cepat sembuh, hehe." Ucap Miyaji dengan kaki yang sudah bergetar hebat. Mayuzumi sebenarnya sudah keringat dingin ketika merasakan aura mencekam yang menyelimuti pemuda manis di depannya, walaupun masih tersenyum manis seperti gulali. Tapi dia tetep stay cool kok.

"Wah, sayang sekali. Aku 'kan sudah membuat sarapan untuk kalian." Ucap Himuro sambil memasang muka memohon. Miyaji kicep, Mayuzumi ikutan kicep. Mereka tidak tahu harus bagaimana. Mereka bimbang. Tidak tega mengecewakan sang malaikat yang ada di depannya. Mereka mempunyai dua pilihan sekarang. Mau makan bersama singa, atau masih mau menghirup udara segar dunia dengan tenang?

GREP

"Diam berarti iya. Bener 'kan?" Sial, mereka kelamaan mikir pilihan tadi. Pemuda bernama Tatsuya itu sudah menyeret mereka berdua masuk ke dalam kediaman Nijimura. Padahal Miyaji dan Mayuzumi berotot bung! Kenapa pemuda manis itu masih bisa menyeret dua pemuda macho dengan enteng? Besarkah kekuatan cinta Nijimura yang bisa berpengaruh kekuatan seorang Himuro Tatsuya?

Bukan, kok. Bukan.

Setelah pintu utama tertutup, suara seriosa merdu terdengar jelas di rumah kediaman Nijimura Shuuzo dan Nijimura Shougo.

Flashback off~

Biasa nya flashback itu menyenangkan. Tetapi tidak bagi dua pemuda yang menjadi korban sasak tinju seorang istri dari Nijimura Shuuzo yang mengerikannya setara dengan gunting Akashi Seijuurou. Mereka masih ingat ketika Kagami Taiga yang datang ke rumah Nijimura dan menahan seorang Himuro Tatsuya sampai kewalahan. Pemuda bersurai merah gelap itu juga membawa tiga manusia yang sudah terkapar itu pergi ke rumah Riko. Kagami sangat kuat. Mungkin itu efek dari porsi latihan basket yang diberi oleh sang kaisar. Yah, kalian tahu pasti dia siapa.

Sumpah, mereka tidak ingat sama sekali kejadian sebelum Kagami datang ke rumah Nijimura.

Hanya Nijimura yang masih ingat adiknya yang berasyik ria mengabadikan kejadian suram itu dengan kamera nya.

"Hahahaha... maaf, Ayah Riko. Kami tidak bermaksud ber—"

"Jangan panggil aku Ayah, kau bocah nanas!" Bentak Aida Kagetora-san. "Kalian para makhluk bejat yang membuat Riko-tan tertarik dengan kalian." Sebuah pistol yang berada di genggaman Kagetora-san siap untuk mengeluarkan peluru ke arah trio homo sapiens yang masih terkapar di kasur Riko. Mau kabur tapi badan nggak bisa diajak kompromi.

"Tidak kurang kah tugas-tugasku untuk menghapus sifat nista kalian, hah?! Karena kalian, Riko menjadi tergila-gila dengan kalian! Riko seharusnya tergila-gila denganku—"

DUAK!

"AKU TIDAK AKAN TERGILA-GILA DENGANMU! DASAR PAPA BODOH!" Ah, akhirnya muncul juga. Gadis berambut coklat pendek yang memakai rok hitam pendek, pita yang bertengger di kerah kemeja biru dan kardigan yang menyelimuti nya adalah anak tunggal dari keluarga anak bernama Aida Riko memukul kepala sang ayah tercinta dengan tas pundaknya yang penuh dengan buku-buku tebal. Sang Ayah mengaduh kesakitan.

"Ta-tapi Riko-tan. Kau 'kan pernah bilang kalau kau ingin menikahiku –"

DUAK!

"Itu karena aku masih kecil, dasar pak tua pedo!" Bentak Riko dengan wajah yang memerah.

Kasian sekali diri engkau, Kagetora-sensei.

Kagetora-sensei atau juga bisa disebut Kagetora-san (pokoknya jangan panggil dia ayah!) adalah guru mata pelajaran olahraga. Dia suka menindas Bang Jupe karena berani memacari anak tercinta nya dengan menambahkan porsi lari keliling lapangan sepakbola sebanyak tanggal mereka jadian. Dan sialnya mereka jadian pada tanggal 31. Miris.

Pokoknya, kalian jangan pernah menyentuh sang buah hati nya kalau masih ingin menikmati dunia dengan tenang. Sensei ini juga suka membawa pistol kemana-mana. Itulah ikon yang mendeskripsikan seorang Kagetora. Eits, tapi keahliah pijat memijat paling T.O.P di SMA Teiko! Namanya juga ada tulisan Sp. KK. Spesialis Kilir Keseleo gitu lho~ susah banget mendapatkan gelar itu.

"Ri-riko, tolong sembuhkan kami dulu. Sebentar lagi kita masuk sekolah nih." Akhirnya si monyong berucap.

"Nah, Papa. Sembuhkan mereka ya!" Pinta Riko. "Heh, kenapa kau bersikeras memintaku untuk menyembuhkan tiga bocah tengik ini." Tanya Kagetora-sensei sambil menunjuk satu persatu tiga pemuda yang masih sekarat di single bed Riko yang masih mengenakan blazer. Wah, bapak pengen banget ya wajah nya digiles sama truk Kimura, batin Nijimura dan Miyaji dalam hati.

"Ih, 'kan kasihan banget pa! Mereka nggak bisa sekolah." Riko, kau adalah teman ka-

"Karena #MayuNiji sudah menjadi trending topic di twitter, hehe."

Riko, kau adalah teman kampret kami.

..

..

..

"Eh, eh, katanya Nijimura ciuman sama Mayuzumi."

"Akhhh! Benar banget! Enak banget Momoi satu kelas dengan mereka!"

"Akh~ Mayuzumi juga megang-megang pantat Nijimura!"

"Iya! Di foto Nijimura blushing. Akhhh, aku butuh tissue!"

"Nijimura cocok banget jadi uke! Eh, katanya Miyaji juga suka deket dengan Nijimura."

"Akhhh! maksudmu Threesome?"

"KYAAAAAAA!"

Telinga ketiga pemuda yang sedang duduk manis di bangku mereka sedang memanas. Apalagi Miyaji yang mendengar gosip abal-abalan dari luar kelas 2-6. Kenapa nama dia juga nyelip di obrolan mereka? Kalau Shun dengar pasti dia akan mewek dan menyuruh gua mengeluarkan uang jajan sebulan untuk membelikannya buku humor sialan itu.

"Ah, enak banget pijitan Kagetora-sensei." Ucap Nijimura sambil mereganggkan otot-ototnya. "Sekarang gua harus tahu siapa pengirim PTB sialan itu."

"Elu optimis sekali atau emang oon ya? Murid SMA Teiko itu ribuan. Elu sama aja nyari uban di rambut Katsunori-sensei. Makanya, otak elu diruncingkan dulu. Bukan mulut elu yang diruncingkan." Duh, ucapan elu juga jangan diruncingkan, Mayu sayang~

"Permisi~" Seseorang masuk ke kelas 2-6. Dua kouhai yang satu berambut hijau berkacamata dan yang satunya lagi berambut hitam legam dengan mata yang tajam. Oh, Nijimura dkk kenal mereka.

"Mohon maaf mengganggu nodayo. Kami selaku perwakilan dari tim basket Teiko ingin menawarkan tiket nonton pertandingan basket di hari Minggu besok jam 5 sore Teiko vs. Meiko. Mohon dukungannya."

Yang berbicara tadi adalah Midorima Shintarou. Pemuda berambut seperti lumut dengan kacamata yang selalu bertengger di hidung nya adalah Shooting Guard di tim basket Teiko. Dia penganut OhaAsanisme dan nanodayonisme. Biasanya dia selalu membawa barang-barang aneh yang diyakini sebagai lucky item saran dari OhaAsa, tetapi kali ini Nijimura dkk tidak melihatnya. Mungkin lucky item nya kecil.

Yang sedang memegang tiket adalah Takao Kazunari. Oh, dia salah satu DJ di SMA Teiko Radio. Tu anak imut-imut tapi suka nyanyi lagu rock. Anak dari Araki Masako-sensei yang pandai juga bermain basket, walaupun dia biasanya duduk di bangku cadangan karena ada Point Guard yang lebih ahli daripada dirinya. Lihat aja tuh, aduh senyum nya unyu banget. Banyak yang suka, lho.

Pemuda berambut hitam belah tengah itu mendatangai satu persatu untuk membagikan tiket. Semua anak kelas pasti membeli karena klub basket Teiko selalu memenangkan di setiap pertandingan. Dan sekarang ada Kiseki no Sedai yang terkenal dengan pemain basket jenius. Ah, setidaknya Nijimura bisa tenang untuk meninggalkan klub basket yang dulunya dia urus. Dia, Miyaji dan Mayuzumi juga membeli tiket.

"Oi, Takao. Kesini." Titah Miyaji langsung dituruti oleh si surai hitam unyu itu. "Hai~" Mayuzumi segera menutupi hidungnya yang sudah mengeluarkan cairan merah kental. Nijimura entah mengapa jadi blushing. Miyaji juga ikut blushing. Bayangkan, seorang Takao Kazunari yang unyu-unyu itu berlarian ke arah mereka. Imaginer mereka membayangkan kalau Takao memanggil mereka dengan "senpai, senpai" sambil melambaikan tangannya. Dan jangan lupa senyum yang manisssssss sekali.

"Eh, senpai?" Takao –yang sudah berada di tempat trio NijiMayuMiya— melambaikan tangan ke arah tiga pemuda yang masih berada dalam alam imaginer mereka. "A-ah, iya. Kita bertiga beli tiket. Kalia harus menang, lho." Akhirnya Nijimura sadar dari alam imaginer nya. Takao pun tersenyum manis ke arah mantan kapten basket SMA Teiko itu. Tidak ada salah nya si monyong nge fly kalau melihat wajah imut Takao. Tidak ada salahnya kok. Namanya juga manusia, pasti dia punya nafsu kan.

"Um, senpai." Takao memanggil Nijimura.

"Eh, ada apa?"

"Ano ne,,"

...

...

"Jangan lupa janji kita nanti pulang sekolah ya. Hehe."

...

Miyaji dan Mayuzumi melongo.

Semua penghuni kelas mendengar ucapan kouhai bermata Hawk Eye itu. Dan semua sorot mata menuju ke arah si monyong sambil memasang ekspresi tidak percaya.

"HUWAAPAHHH?!"

Jadi, selama ini, dialah pengirim Pesan Tak Bertuan itu.

Sekarang, Nijimura bingung. Dia ditaksir oleh kouhai terimut kedua di SMA Teiko setelah Tetsuya.

Dia ingin senang,

Atau ingin menangis?

TBC


Hayo~ ada Kazu-chan muncul, hayo~ ada cinta segitiga nihh,, hehehe...

Maaf ya, kalau ujung-ujungnya fanfic ini nyampah banget -_-" ane berusaha supaya ceritanya bisa dinikmati semua orang,, :v

Saya jadi semangat menulis lagi karena baru saja nonton anime Gintama yang ada parody KnB. anjir, itu ane sama temen ane ketawa sampai perut kami sakit :'v. Dan ane masih penasaran, siapa Kurokono Tasuke itu?! Suaranya mirip banget sama Kuroko :v

Balasan review :

V Vee-chan : wahaha, makasih :v nih ane udah lanjut~

cupicakue : hidup Nijimura terasa berwarna-warni seperti nama nya~ :v gajinya tidak cukup, jadi Nijimonyong pergi ke rumah Riko untuk dipijat. :v Iya tuh, mereka jadi trending topic di twitter lho~ haha :v

miraill : Shougo mah emang gitu orangnya :v nggak kapok-kapok suka buat kakaknya menderita, padahal biasanya adiknya jadi sasak tinju hoho :v. Himuro memang cemburuan kok :" dibalik wajah nya yang cantik itu punya sifat yang sadis. (Himuro : don't touch ma husband!) wahaha, makasih yo~ nih udah apdet. :3

macaroon waffle : wah,,,, cek aja tweet Momoi,, dia nge post foto nijimayu :v iya,, itu ide dapat dari kartun spons :v nanti dijelasin di chapter depan :v. yahh, kehidupan monyong sudah luar biasa, hohoho. ini udah apdet :v

nb : maaf banget kalau namanya terbalik-balik, itu sengaja ane buat karena banyak dialog yang memakai nama 'Nijimura' daripada 'Shuu' got it? :3

Sampai jumpa di chapter depan!