wah wah wah, author RedApple seneng banget loh denger respon readers,

chap ini, ada yang aku tambahain semoga gak aneh ya,

oke selamat membaca.

RnR

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FOLLOW, FAV, AND REVIEW PLEASE

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

NO BASH

.

.

.

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kim Woman's Contract

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Rate : M

Best Luck

Kyungsoo menyandarkan punggungnya pada sofa diruang kerja Jongin dikediaman Kim yang kini juga sudah menjadi kediamannya. Menikmati nikmatnya sapaan angin senja sembari menunggu sang suami kembali dari kantor memang menjadi kebiasaan Kyungsoo sekarang. Ditemani lantunan lembut dari musik yang ia nyalakan melalui ponselnya dengan speaker yang ada diruang kerja. Kakinya bergerak-gerak kecil sambil bersenandung mengikuti nyanyian yang terlantun. Hingga lagu tersebut berakhir dan dimulai dengan lagu baru yang seketika membuat mata Kyungsoo yang terpejam menjadi terbuka. Ia tersenyum, selalu tersenyum bahagia setiap kali mendengar lagu ini diputar dimanapun. Sebuah lagu yang menjadi awal dari lembaran baru didalam hidupnya.

Seoul, 9 month ago

A hundred and five is the number that comes to my head
When I think of all the years I wanna be with you
Wake up every morning with you in my bed
That's precisely what I plan to do

Kyungsoo mengerjapkan matanya begitu merasakan sinar matahari menusuk retina matanya dan angin pagi yang bertiup memasuki jendela kamar membuat Kyungsoo terjaga dari tidur cantiknya. Kyungsoo memandang sekitar, dia disini, di penthouse milik Jongin. Kyungsoo memijit pelipis kepalanya pelan. Ia tidak ingat kapan ia berada disini. Seingatnya ia berada di kamarnya di Daegu Inn berpelukan bersama Jongin. Ahh Jongin, dimana Jongin. Ia mengedarkan pandangan dan tidak menemukan keberadaan lelaki yang begitu dicintainya. Kyungsoo melirik ponsel Jongin yang terpasang didekat speaker memutar lagu yang menjadi music penyambut paginya. Kyungsoo bermaksud bangkit dari kasur dan mata bulatnya menangkap ponselnya dinakas yang ditempeli oleh sticky note berwarna merah muda. Kyungsoo mengambil sticky notenya dan membaca pesan dengan tulisan tangan Jongin tersebut.

A thousand is the number that comes to my head
When I think of all the years I wanna be with you

Morning sunshine ^^

Kyungsoo tersenyum membaca sticky note tersebut, ia melangkahkan kaki menuju kepintu kamar dan ada sticky note lainnya tertempel dipintu. Kyungsoo menariknya lepas dan membaca pesan lainnya lewat sticky note tersebut.

I'll show you all the finer things in life
And we'll forever be in love

Hungry?...

Senyuman tidak bisa tertahankan untuk muncul dibibir hati miliknya, ia lapar dan ia ingin Jongin saat ini. Maka ia meraih kenop pintu dan membukanya. Namun Kyungsoo tidak menemukan Jongin diruang keluarga. Tetapi ia menemukan setangkai bunga mawar merah diatas meja kaca bertaplak merah marun dilengkapi dengan sticky note. Ia buru-buru meraih mawar tersebut beserta sticky notenya.

How many girls in the world can make me feel like this?..
Baby I don't ever plan to find out
The more I look, the more I find the reasons why…
You're the love of my life ^^

I'm in the kitchen right now babe :*

Sambil mencium aroma wangi mawar ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur, begitu memasuki ruang makan yag menyatu dengan dapur ia bisa melihat sosok berpunggung tegap dengan kulit tan khas yaitu Jongin yang berdiri dibalik counter tengah memunggunginya. Sepertinya sedang memanggang sesuatu diatas frying pan. Kyungsoo bermaksud mengejutkannya namun ia lebih dulu terkejut dengan setangkai mawar merah lainnya diatas meja counter. Kyungsoo meraihnya dan membawa sticky note lainnya.

And if I lost everything
In my heart it means nothing
'Cause I have you,
Girl, I have you

I know you're smiling

Kyungsoo mendongak dan terkejut karena Jongin tengah menatapnya dengan tampilan bangun tidurnya yang selalu saja tampan dimata Kyungsoo. Ia bersedekap puas melihat senyuman dibibir Kyungsoo yang membentuk hati itu.

"Morning sunshine," Kyungsoo memutar meja counter dan menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Jongin.

Grepp !

"Oh my god, jangan seperti itu baby, kau sedang hamil," tegurnya lembut dan Kyungsoo tidak bisa lebih bahagia dari ini selain Jongin yang telah kembali menjadi Jongin yang begitu ia cintai. Jongin yang bisa menerima dirinya dan bayinya, bayi mereka.

"Selamat pagi oppa," jawabnya manja dengan nafas terhela di leher Jongin.

"Bagaimana tidurmu hmm?" Jongin menggendong Kyungsoo layaknya koala, Kyungsoo melingkarkan tangannya dileher Jongin dan kakinya memeluk leher Jongin menenggelamkan kepalanya di pundak Jongin.

"Sangat nyenyak, dan aku lapar, lapar sekali,"

"Kalau begitu mari kita makan, oppa telah menyiapkan sarapan special untukmu," Jongin menurunkan Kyungsoo dengan hati-hati dan membawa piring berisi roti bakar yang telah diisi dengan daging, telur dan sayuran miliknya. Jongin menggandeng Kyungsoo menuju kursi makan dan mendudukkannya dikursi.

"Apa ini?" Kyungsoo menatap bingung kearah sebuah piring yang tertutup tudung stainless layaknya makanan di restoran-restoran mewah.

"Just open it," ucap Jongin dengan senyuman penuh rahasia. Kyungsoo terlihat bingung, namun ia tetap membukanya. Matanya mengerjap memandang menu sarapannya yang tak lain adalah sepotong sandwich. Namun yang membuatnya terpana adalah tulisan yang dibuat dari saos tomat diatas piring tersebut.

I swear that I will mean it
I'll say will you marry me

I love you…

Kyungsoo begitu terkejut hingga ia tidak mengalihkan tatapannya pada tulisan dipiring tersebut, dan saat ia menoleh kearah Jongin. Jongin telah berlutut disampingnya. Memutar tubuhnya hingga kini mereka berhadapan.

"Honestly, I don't have the ring," ucapnya dengan senyuman tampan yang selalu sukses membuat jantung Kyungsoo berdetak kencang. " Tapi aku tahu kalau aku harus melakukannya agar kau tidak lagi pergi dariku, aku harus mengikatmu denganku. Do Kyungsoo, aku jatuh cinta padamu, dan aku tidak pernah merasa begitu jatuh cinta hingga seperti ini pada gadis lain selain dirimu. Aku tidak menyiapkan hal romantis saat ini, karena aku begitu terburu-buru ingin menjadikanmu milikku seutuhnya…" Kyungsoo tertawa kecil mendengarnya namun ia menggenggam jemari Jongin dipangkuannya.

"So… Miss Do, my lovely baby girl, will you marry me?" mata Jongin menatap mata bulat yang berkaca-kaca milik Kyungsoo. "Dan kau dilarang menolak," canda Jongin meskipun sebenarnya ia merasakan dadanya sesak saking deg-degan dan takut Kyungsoo bisa saja menolaknya. Ia telah menyakiti hati Kyungsoo. Ia tidak ingin berburuk sangka, ia hanya takut, Kyungsoo benar-benar membuat dunianya jungkir balik. Kyungsoo menunduk dan berbisik didepan bibir Jongin.

"Marry me, Sir," bisiknya lembut dan mendaratkan kecupan lembut pada bibir Jongin. Jongin menyambutnya dengan sebuah kuluman dan lumatan yang begitu mesra. Ia tidak pernah sebahagia ini didalam hidupnya. Ia akan menjadikan Kyungsoo miliknya seutuhnya. "Nghh..sir," Jongin menggigit lembut bibir bawah Kyungsoo sebelum melepaskan kulumannya. Pipi Kyungsoo bersemu merah dan Jongin mengecupnya dengan gemas.

"Aku sangat menginginkanmu baby," bisiknya dengan tatapan sensual yang membuat Kyungsoo jatuh berkali-kali kedalam pesonanya.

"Bisakah kita makan dulu… aku lapar..oppa," cicitnya malu. Jongin tertawa kecil. Ia mengecup dagu Kyungsoo. Lalu menunduk memeluk perut Kyungsoo dengan sayang, mendaratkan kecupan kupu-kupu yang menggelitik.

"Mari kita beri sikecil makan, karena setelah itu daddy akan memakan mommy," pipi Kyungsoo sukses memerah, ia rasa bukan hanya pipinya. Mungkin wajahnya saat ini sudah memerah. Kim Jongin sukses membuat dirinya terbuai dengan perlakuan manisnya.

.

.
Sebuah kecupan menyadarkan Kyungsoo dari kegiatannya mengenang masa-masa indahnya bersama Jongin. Dan kini, sosok tampan yang baru saja hadir didalam pikirannya telah muncul dan tersenyum lembut pada Kyungsoo dari balik punggung sofa dimana ia baru saja membungkuk dan mencuri satu kecupan manis disana.

"Selamat sore ibu hamil yang cantik," sapanya manis, Jongin melepas sepatu dan jasnya begitu saja lalu duduk bersila didepan Kyungsoo. Memeluk perut buncit Kyungsoo dengan penuh kelembutan tidak ingin menyakiti buah hatinya yang sedang tumbuh dan berkembang didalam perut sang istri. Kyungsoo mengelus surai Jongin lembut sementara sang suami bermanja sambil memeluk perutnya. "Selamat sore baby boys, daddy's here," Jongin menangkap tangan Kyungsoo yang mengusap kepalanya dan mengecup jemari Kyungsoo tepat pada cincin pernikahan mereka berada. Ia tersenyum bahagia, karena saat ini gadis cantik yang tengah hamil anaknya ini telah menjadi seorang wanita seutuhnya. Ia adalah istri Kim Jongin.

"Aku mencintaimu Kim Kyungsoo," gumamnya lembut sambil menengadah dan Kyungsoo memberikan sebuah kecupan mesra didahinya.

"I love you too oppa," Jongin kembali memainkan cincin yang melingkar dijari Kyungsoo. Membuat ingatannya kembali pada hari dimana ia menggelar sebuah pertemuan keluarga. Dimana untuk pertama kalinya Jongin mempertemukan keluarganya dan keluarga Kim yang mewakili keluarga Kyungsoo. Hari dimana ia resmi menyatakan keinginannya untuk melamar Kyungsoo menjadi istrinya.

Seoul, 9 month ago

Jongin telah mengatur sebuah pertemuan keluarga beberapa hari setelah ia melamar Kyungsoo secara pribadi. Kali ini ia berencana mempertemukan kedua keluarga dan menyatakan keinginannya mempersunting Kyungsoo secara resmi. Jongin harus memastikan schedule ayahnya kosong untuk pertemuan keluarga ini karena ia tahu ayahnya sama sibuknya denagn dirinya. Maka disebuah hari Minggu, Jongin memboyong keluarganya dan juga keluarga Kyungsoo untuk makan malam di penthouse miliknya. Ini ide Kyungsoo, ia ingin menjamu keluarga Jongin dan keluarga Park dalam acara lamaran resmi Jongin kepada keluarga Park yang mewakili keluarganya.

"Kau tidak kelelahankan?" tanya Yaejin tampak khawatir, mata bulat Kyungsoo mengerjap bingung namun akhirnya ia mengangguk dengan senyuman. Karena saat itu Jongin muncul dan mengangguk kearahnya. "Apa sehat didalam sini, ia pasti bayi yang kuat," Yaejin memandangnya penuh kasih layaknya seorang ibu pada anak perempuannya.

"Iya eonni, dia sangat kuat," angguk Kyungsoo. Yaejin memeluknya dengan mata berkaca-kaca.

"Eonni minta maaf atas nama pria bodoh bernama Kim Jongin, kau tidak pantas diperlakukan begitu buruk olehnya Kyungsooie," ucapnya lembut. "Tapi eonni senang dia sadar dari kebodohannya tepat waktu. Ia beruntung memilikimu, dan juga memiliki bayi ini," Yaejin menyentuh perutnya.

"Gomawo eonni, apa… abeoji mengetahui hal ini?" Yaejin menggeleng.

"Jongin bilang ia yang akan memberitahukannya pada abeoji, semoga semuanya berjalan dengan lancar malam ini," Kyungsoo mengangguk. Dan makan malam kedua keluarga itupun dimulai, Jongin memperkenalkan ayahnya Kim Seunghyun pada Park Joonmyeon. Memperkenalkan keluarga Park pada keluarga besarnya. Ayah Jongin yang terlihat dingin diluar nyatanya bisa menjadi begitu ramah dan menyenangkan. Ia tampak bertukar obrolan disela-sela kegiatan makan malam mereka. Dan sesekali mereka memuji masakan Kyungsoo. Mengatakan Jongin beruntung memiliki Kyungsoo. Hingga makan malam selesai dan kedua keluarga beralih menuju ruang keluarga dan Kyungsoo dibantu oleh Yaejin dan juga Yixing menyiapkan teh dan juga kudapan untuk menemani acara mengobrol santai mereka. Suasana begitu hangat dan menyenangkan sampai akhirnya Jongin membuka suara.

"Aku ingin menyampaikan sesuatu," semua mata tertuju pada Jongin yang duduk disofa dengan Kyungsoo turut duduk disampingnya.

"Ada apa Jongin?" Yixing membuka suara. Jongin membawa jemari Kyungsoo kedalam genggamannya, Kyungsoo menoleh dan tersenyum. Kedua keluarga bisa melihat sinar cinta melimpahi kedua pasangan itu.

"Aku ingin menikahi Do Kyungsoo," ucapnya lembut, ia bicara pada keluarganya namun matanya tertuju pada sosok cantik Kyungsoo yang bersemu. Jongin mengalihkan pandangannya pada kedua orang tua yang duduk bersebelahan. "Aku ingin mengakui sesuatu, ini adalah sebuah berita besar dan juga membahagiakan bagiku pribadi," Yaejin sempat mendelik namun tersenyum, teringat ia sempat menyakiti Kyungsoo karena kehamilannya.

"Berita apa ?" ayah Jongin membuka suara.

"Saat ini, Kyungsoo tengah hamil 3 minggu," kedua keluarga tampak terkejut dengan apa yang baru saja Jongin sampaikan itu. Mereka bertukar pandang tidak percaya. "Bagi sebagian orang tua itu bukanlah hal yang harus kau banggakan ketika kekasihmu hamil diluar ikatan pernikahan. Namun aku dengan segala keberanian yang kumiliki merasa bahagia dan bangga bahwa aku akan menjadi ayah," ia menatap Kyungsoo, ada rasa bersalah namun tertutupi oleh cinta didalam tatapan itu. Karena bagaimanapun Jongin masih merasa bersalah sempat menolak kehadiran bayinya. Jongin kembali mematri pandangannya pada ayahnya dan juga Joonmyeon serta Yixing.

"Aku akan menikahi Do Kyungsoo, tolong restui kami abeoji, Joonmyeon ahjussi, Yixing ahjumma," lalu ia menatap Chanyeol. " Chanyeol," Chanyeol sebenarnya merasa kesal, bagaimana sahabatnya itu bisa dengan mudah menyerahkan dirinya pada Jongin. Namun ia bisa melihat binar kebahagiaan dimata Kyungsoo setiap kali ia berbicara tentang Kim Jongin.

"Kim Jongin," ayahnya menatapnya tajam dan menggeleng tidak percaya. "Apa kau tahu kau baru saja membuat malu ayahmu?" tanyanya. Kyungsoo mendadak panik dengan respon ayah Jongin. Pria setengah baya itu menghela nafas pelan dan memalingkan wajahnya kearah Joonmyeon.

"Seunghyun-ssi."

"Aku minta maaf atas perbuatan anakku yang diluar batas Joonmyeon-ssi," ucapnya. Joonmyeon meraih tangan yang diulurkan ayah Jongin dan menjabatnya dengan senyuman.

"Begitulah anak-anak Seunghyun-ssi, aku juga terkejut tetapi apa yang bisa kulakukan selain membawa sepasang sejoli ini kealtar dan menikahkan mereka," Yaejin bernafas lega, begitupula suaminya, Chanyeol dan ibunya saling pandang dengan perasaan lega. Namun tentunya yang paling lega adalah Kyungsoo dan Jongin.

"We did it," bisiknya lembut mencium genggaman tangan mereka. Kyungsoo mengangguk dengan mata yang berka-kaca. Tidak menyangka bahwa apa yang dia khawatirkan ternyata tidak terjadi dan mereka mendapatkan restu dari keluarga.

Pernikahan Jongin dan Kyungsoo dilangsungkan hanya berselang 30 hari setelah lamaran tersebut diutarakan pada keluarga besar mereka. Jongin ingin melakukannya dengan cepat karena ia ingin membawa Kyungsoo kembali ke Manhattan sebelum kehamilannya semakin membesar karena sangat beresiko bagi wanita hamil untuk melakukan perjalanan jauh apalagi melalui udara. Maka Yaejin dan Yixing telah menyewa wedding organizer terbaik yang juga menangani pernikahan Yaejin dan suaminya. Kyungsoo tidak bisa mengelak bahwa ia menikahi seorang pria tampan, sukses dan populer. Disamping ia adalah anak dari seorang Kim Seunhyung ia juga seorang pebisnis yang sukses. Maka beberapa kolega bisnisnya juga rekan kerja ayahnya, rekan kerja Joonmyeon diundang pada pesta yang diadakan dihotel berbintang terkenal di Seoul. Resepsinya akan diadakan di hotel berbintang sementara pemberkatan pernikahan akan dilangsungkan di salah satu gereja yang menjadi saksi pernikahan ayah dan ibu Jongin.

"Kim Jongin, bersediakah anda menikahi Do Kyungsoo, berjanji sepenuh hati akan menyayangi dan mencintainya didalam suka maupun duka?" Jongin tersenyum dan menjawab dengan mantap.

"Saya bersedia,"

"Do Kyungsoo, bersediakah anda menikahi Kim Jongin, berjanji sepenuh hati akan menyayangi dan mencintainya didalam suka maupun duka?"

"Ya, saya bersedia," jawab Kyungsoo lembut namun tegas pada sang pendeta.

"Dengan ini, apa yang telah dipersatukan tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia, Kim Jongin dan Do Kyungsoo sah menjadi sepasang suami istri," desah kelegaan menggema didalam gereja. " Anda dipersilahkan mencium pasangan anda," Jongin dan Kyungsoo berdiri saling berhadapan. Jongin memandang wajah Kyungsoo dan tersenyum lembut. Ia meraih pinggang ramping Kyungsoo dan membawanya mendekat.

"Aku mencintaimu Kim Kyungsoo," satu kecupan mendarat dibibir hati milik Kyungsoo dan Jongin melepasnya namun tidak menjauhkan wajahnya.

"Akupun mencintaimu Kim Jongin, suamiku," Kyungsoo menapakkan tangannya pada dada Jongin dan meraih bibir Jongin dalam kecupan yang membuat beberapa hadirin bersorak. Keduanya tersenyum bahkan tertawa kecil didalam ciuman mereka.

"Terima kasih telah hadir dihidupku baby girl."

.

.

Jongin mengelus perut Kyungsoo dengan lembut, ini terhitung sudah hampir delapan bulan lebih mereka menjadi suami istri. Dan Jongin tidak pernah merasa bosan bersama Kyungsoo. Memeluknya setiap saat, tertidur dan terbangun dengan Kyungsoo dipelukannya. Dunianya berubah dalam sekejap sejak kehadiran Kyungsoo. Membawanya sering kali bernostalgia mengingat pertamuan pertama mereka. Ia tidak memiliki ketertarikan apapun saat pertama kali melihat Kyungsoo dikelas. Menurutnya Kyungsoo layaknya bocah manis yang polos. Namun semua pemikirannya berubah, ketertarikan itu muncul saat ia melihat Kyungsoo membuat sketsa wajahnya dengan begitu sempurna. Sejak saat itu ia merasa begitu tertarik pada sosok Kyungsoo. Bagaimana sosok mungil itu menyukai dan memperhatikannya secara diam-diam. Tidak menunjukkannya seperti wanita-wanitanya terdahulu. Itu yang membuatnya penasaran hingga menuntunnya untuk membawa Kyungsoo kedalam salah satu daftar wanitanya. Dan ya, kini Kyungsoo adalah wanitanya, baby girlnya dan juga istrinya.

"Terima kasih telah hadir dihidupku baby girl," bisiknya lembut sambil mengecup jemari manis Kyungsoo sekali lagi. Kyungsoo tidak akan pernah berhenti bersyukur bahwa dirinya begitu dilimpahi kasih sayang oleh Jongin. Ia selalu memimpikan menikah dengan pangeran dimasa kecilnya dan kini ia memiliki pangerannya, ahh bukan tetapi rajanya. Lelaki yang merajai hatinya, Kim Jongin.

.

.

Jongin merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya, merasakan sedikit pegal pada tubuhnya.

"hhaahh ternyata lelah juga" gumamnya.

Tak lama pintu kamar mandi terbuka menandakan Kyungsoo yang telah selesai dengan acara mandinya.

"oppa bersihkan tubuh oppa dulu sebelum tidur, aku sudah menyiapkan air hangat" katanya dan berjalan ke arah meja rias.

Jongin segera bangkit dari tidurnya dan menyeringai melihat tubuh mungil Kyungsoo yang hanya di balut bathrobe dengan handuk yang masih melilit rambutnya.

Kyungsoo masih terfokus didepan cermin hingga,

"baby~" bisik Jongin dengan suara berat karena menahan hasratnya.

Tangan Jongin sudah memeluk pinggang ramping itu dari belakang.

Jongin meniup niup leher Kyungsoo, dan itu membuatnya merinding.

"eunghh" lenguh Kyungsoo.

Jongin semakin menyeringai, "aku ingin melakukannya" bisik Jongin seduktif ditelinga Kyungsoo.

"tapihh akuuhhh sedang menghhhh ngandung oppahh" desah Kyungsoo, karena Jongin sedang menciumi tengkuknya dan meremas payudaranya.

"aku janji akan pelan baby" jawab Jongin.

Dan Kyungsoo mengangguk sebagai jawaban.

Jongin segera menggendong tubuh mungil Kyungsoo seperti koala tanpa melepaskan pagutan mereka.

Jongin menurunkan tubuh Kyungsoo perlahan membuka bathrobe dan melemparnya asal, handuk yang tadi melilit di kepala Kyungsoo sudah jatuh entah dimana sejak tadi.

Kyungsoo menghirup udara dengan sangat kuat, karena paru-parunya sudah hampir kosong.

Jongin yang melihat dada Kyungsoo naik turun semakin bernafsu dan terburu-buru melepas semua kain yang ada di tubuhnya.

Setelah semuanya lepas, Jongin kembali meraup bibir yang semakin tebal itu.

Memainkan jarinya mengusap klitoris Kyungsoo dan satu tangannya dia gunakan untuk menumpu badannya agar tidak menindih Kyungsoo dan menyakiti bayi mereka.

"eunghh" lenguh Kyungsoo saat merasakan jari Jongin yang terus menggoda klitorisnya.

"aku mulai ya baby" bisik Jongin dan Kyungsoo mengangguk dengan mata sayunya.

Jongin menggesekkan penisnya pada vagina Kyungsoo sebelum memasukkannya.

Penis itu masuk perlahan, Jongin mendesis merasakan hole itu yang selalu sepit,

"ssssttttt kau nikmat baby sssstttt"

Tak butuh waktu lama untuk seorang Kim Jongin menemukan titik terdalam Kyungsoo.

Kini tubuhnya sudah melengkung kenikmatan akibat tumbukan dari Jongin yang sangat nikmat namun hati-hati.

"oppaaahhh ahhh yesss ahhh oppaaahhh"

"saranghae babyhhhh ahhh"

"nadohhhh oppaaahhh"

Dan bibir mereka kembali berpagutan.

.

.

Kyungsoo tampak begitu menikmati pijitan yang diberikan Jongin dikakinya. Jongin dengan sangat telaten memijit-mijit lembut kaki Kyungsoo dengan menggunakan minyak beraroma therapy yang disarankan oleh Go Ara padanya. Jongin tersenyum melihat Kyungsoo yang begitu rileks dan nyaman menikmati pijatannya. Jongin sendiri sangat menikmati kegiatan memijitnya, memanjakan Kyungsoo adalah kegiatan favoritnya.

"Aku akan mengolesi perutmu juga sayang," Kyungsoo mengangguk.

"Ya oppa," jawab Kyungsoo. Jongin menyingkap daster hamil berbahan ringan milik Kyungsoo keatas. Kyungsoo terkejut sesaat dan tangannya meremas seprai karena merasa malu. Padahal ia telah resmi menjadi istri Jongin namun tetap saja Kyungsoo masih malu jika Jongin melihatnya dalam keadaan naked. Diam-diam Jongin nyengir melihat kegugupan Kyungsoo.

"Jangan gugup sayang," bisiknya mesra membuat bulu kuduk Kyungsoo meremang. "Aku hanya akan mengoleskan minyak saja, dan mungkin sedikit mencari kesempatan menyentuh ibu hamil yang begitu seksi ini,"

"Oppaa~ " rengek Kyungsoo malu.

"Jangan merengek sayang, malu pada baby boys," candanya dan Kyungsoo mengerucutkan bibirnya membuat Jongin gemas. Ia berganti tempat menjadi duduk disamping kiri Kyungsoo yang tiduran diatas kasur. Menuangkan minyak ketelapak tangannya lalu mengolesi minyak tersebut pada perut Kyungsoo secara merata dan begitu lembut. "Baby boys, kapan kalian akan lahir hmm.. daddy tidak sabar untuk menggendong kalian," hati Kyungsoo menghangat melihat Jongin yang berinteraksi dengan buah hati mereka.

"Tidak akan lama lagi appa," Kyungsoo mencicit menirukan suara anak-anak.

"Daddy, ayo coba, da-ddy bukan appa," koreksi Jongin seakan-akan yang berbicara benar-benar anaknya yang berada didalam perut Kyungsoo.

"Waeyoo~, mommy sangat suka dengan panggilan appa," goda Kyungsoo.

"Itu tidak adil baby boys, masa baby boys memanggil eomma dengan sebutan mommy dan memanggil daddy dengan sebutan appa, tidak, tidak, pokoknya daddy," keukeuh Jongin.

"Arraseoyeooo~ daddy,"

"Ahh kyeoptaaa~ " sahut Jongin mengecup perut Kyungsoo. Lalu kedua calon ayah dan ibu baru itu tertawa kecil bersama. "Kau tahu sayang, ini mengingatkanku pada masa-masa ngidammu dulu," Kyungsoo tampak berfikir. Diawal kehamilannya Jonginlah yang lebih sering mengalami morning sickness dan juga mengidam. Namun menginjak masa kehamilan 3 bulan Kyungsoo mulai dengan masa mengidamnya ingin ini dan itu. Dan Jongin dengan sabar mengikuti keinginan Kyungsoo. Bahkan sekalipun saat Kyungsoo memintanya untuk membuat geotjori. Jongin membuatkannya untuk Kyungsoo meskipun berakhir dengan Kyungsoo yang kesal pada Jongin karena geotjorinya terlalu asin. Namun yang membuat Jongin sempat hampir marah dan kesal pada permintaan Kyungsoo adalah ketika ia ingin memotong rambutnya.

4 month

Jongin menghela nafas kasar, ia meremat rambutnya lalu menatap Kyungsoo yang berdiri didepannya sambil berkacak pinggang. Entah kenapa semenjak hamil sikap Kyungsoo suka berubah-ubah. Terkadang ia begitu sangat manja, menggemaskan tetapi dilain waktu ia bisa begitu keras kepala dan juga menjadi begitu posesif hingga harus hadir diruang meeting karena Jongin memiliki meeting penting bersama Kyungsoo untuk membahas beberapa hal tentang renovasi dekorasi di resort miliknya.

"Tidak Kim Kyungsoo, aku mencintaimu dan aku menyukai rambut panjangmu, tidak!" tolak Jongin karena Kyungsoo ingin memotong rambutnya menjadi bob pendek.

"Oppaa~ kumohon ini.."

"Tidak, tidak, ini begitu aneh, kenapa bayi kita menginginkan rambutmu pendek," tukasnya. "Ia jelas tahu eommanya tampak begitu cantik dengan rambut panjang,"

"Tidakkk, aku mau potong rambuuutt oppaaa~ "rengeknya lengkap dengan mata berkaca-kaca dan bibir menjebik persis seperti bocah. Jongin meregangkan dasinya, memberikan gesture agar Kyungsoo mendekat. Kyungsoopun menuruti dan mendekat kearah kursi Jongin. Jongin memeluk perut buncit yang berusia 4 bulan itu dan mengecupinya penuh kasih sayang.

"Kenapa permintaanmu bertentangan dengan keinginan daddy sih baby, daddy suka sekali rambut mommy panjang," ucapnya mengajak bicara perut buncit istrinya. Salah satu hobby Jongin sejak kehamilan Kyungsoo semakin terlihat.

"Oppa~" Jongin mengelus lagi perut tersebut dan ia mendongak, menarik tengkuk Kyungsoo lembut mengajak istrinya untuk berciuman. Kyungsoo menyambut bibir Jongin yang mengulum bibir bawahnya lembut. Jongin mengelus pipi Kyungsoo dan tersenyum. Ia meraih ujung rambut Kyungsoo dan menciumnya, menghirup aroma shampoo khas Kyungsoo.

"Kita akan kesalon setelah check up, ini jadwalmu check up bukan," Kyungsoo mengangguk dengan bersemangat.

"Ahh bukankah kita bisa melihat USG jenis kelamin bayi kita hari ini oppa, ini sudah 4 bulan," Jongin yang baru teringat tersenyum cerah.

"Aigoo… daddy sudah tidak sabar ingin tahu apa jenis kelamin sikecil yang begitu manja ini," kembali kecupan-kecupan kecil didaratkan Jongin pada perut Kyungsoo.

Jongin dan Kyungsoo bertukar pandang tidak percaya, namun mereka saling menggenggam dan tersenyum penuh syukur setelah kabar bahagia yang diutarakan oleh Go Ara begitu mereka melakukan test USG.

"Kembar, oh my god, thanks god," ucap Jongin rasanya masih tidak percaya bahwa ia diberikan berkat sebesar itu.

"Ya, bayinya kembar, dan berjenis kelamin laki-laki," jawab Go Ara turut tersenyum melihat keluarga muda itu tersenyum bahagia. "Selamat untukmu Kim, dan juga untukmu Kyungsoo-ah."

"Terima kasih eonni, aku…akan memiliki anak kembar," Jongin menundukkan tubuhnya dan mengecup kening Kyungsoo tanpa segan didepan Go Ara.

"Aku tidak akan pernah bosan mengatakannya sayang, aku mencintaimu, kau melengkapiku, sungguh," Kyungsoo mengangguk dengan titik air mata yang telah menetes.

"Aku juga mencintaimu oppa," bisik Kyungsoo.

Kyungsoo tertawa kecil jika mengingat hal itu, saat ini rambutnya sudah sebahu namun tetap saja masih pendek jika dibandingkan dengan rambutnya yang dulu. Pantas saja keinginan Kyungsoo aneh-aneh. Ia sangat suka melihat Jongin memakai pakaian casual, ia juga suka membeli snapback untuk Jongin yang menurut suaminya itu sangat tidak cocok untuk dipakai pria seusianya. Namun ia tetap memakainya demi membuat Kyungsoo dan bayinya senang.

"Cepatlah lahir baby boys, daddy mencintai kalian berdua," bisiknya lembut dan mengecup perut Kyungsoo tanpa peduli bibirnya terkena minyak.

"Tunggu kami ya daddy~ " Jongin mengangguk mengiyakan seakan itu benar-benar jawaban dari bayinya.

.

.

.

.

.

.

MAUNYA END ATAU TBC NIH?

.

.

.

.

.

.

gimana sama Chap ini, hehehehehe belum end kok, sebenernya masih ada satu chap emang dari sananya, cuma entah kenapa aku mau jadiin dua atau tiga chap.

yah itu juga kalo gak pada bosen,

tadi aku abis minta izin buat menambah chapnya dan langsung disetujuin :D

tadinya aku mau post rabu biar pada penasaran, tapi keburu puasa jadi hari ini hehehehehe.

boleh cerita sedikit gak? tadi disekolah kaya orang ilang, bete, males. pengen deh nangis ditempat tadi T.T

tapi tadi kebayar sama video EXO yang di TVXQ Concert itu loh, ahahaha kocak sumpah ;D

oh ya aku mau tanya nih bagi yang punya atau udah pernah baca buku exo salah gaul, itu gak ada unsuk pornnya kan? takutnya ada cerita cerita rated m gitu, tapi seinget aku itu cuma lucu-lucuan ya?

oke sekian cuap cuap yang gak jelas ini, see you next chap

pay pay ;)