Aku yang membuatnya bad mood,
Malam itu aku mengatakannya
Aku keceplosan dan mengaku padanya
Badannya yang panas mulai menghangat. Matanya menjadi lebih dari sebelumnya. Ia membuka matanya berlahan dan berlahan lalu berusaha mengerakan tubuhnya "berat" gumamnya tak bersuara. Ia menoleh ke sisi kanannya
"..." matanya melebar melihat si pirang yg tidur dengan posisi duduk dan meletakkan kepalanya di kasur menindih tangannya "sanji?" panggilnya setengah bersuara "apa dia...menemaniku sepanjang malam?"
"...zoro?"
Saat ia terbangun pendekar pedang itu sudah tidak ada di kasurnya. Punggungnya terasa hangat "selimut?" ia mengambil kain yang menyelimutinya "bahkan, dia melepas semua perbannya" gumamnya memperhatikan sekelilingnya
Banyak perban bekas dimana-mana dan gulungan perban baru yang jatuh. apa zoro mengganti perbannya sendiri?
"..."ia merenenung sejenak lalu menyadari apa yang sudah terjadi
"Si bodoh itu sudah siuman?" ia beranjak berdiri lalu berlari secepat-cepatnya seperti di kejar setan "dia sudah siuman" katanya berulang-ulang sambil tersenyum seperti orang bodoh
...
angin malam. membuatnya tenang. Seolah sudah bertahun-tahun ia merasakan ketenangan seperti ini sampai ketenangan itu menghilang karena satu orang "ada apa ribut-ribut?" tanya tanpa menoleh ke belakang dan terus mengamati bulan purnama "kenapa kau begitu terburu-buru?"
"..." Si pirang di belakangnya itu kehabisan nafas setelah berlari seperti itu " " bahkan untuk berbicarapun ia memperlukan jeda "apa yang kau lakukan?" tanya sambil mengatur nafas "kenapa kau tidak membangunkanku?"
zoro akhirnya menoleh "...kenapa juga aku membangunkanmu..biasanya juga kau akan memarahiku bukan jika aku mengganggumu"
"Tapi..." terjerit lidahnya sendiri ia berhenti dan tak melanjutkan kalimatnya
"Kenapa kau begitu senang cook?" tanya zoro cemberut melihat wajah bodoh sanji "kenapa kau membuat wajah bodoh seperti itu?"
Wajah itu bahkan lebih bodoh dari pada luffy. Tersenyum lebar sekali seolah sudah menemukan all blue,membuat pendekar pedang yang belum mengerti perasaan si koki itu terhadapnya semakin bertanya-tanya
Aku tidak bisa membendungnya lagi
Aku sangat bersyukur
Bersyukur bisa mendengar suaranya lagi, melihat wajah kesalnya, gerak-geriknya
Aku ingin menjawab semua pertanyaannya
"itu karena aku menyukaimu" dan spontan ia mengatakannya
"!"Bola mata Zoro melebar saat ia mendengar pengakuan yang tiba-tiba itu "mmm...Cook..." pendekar pedang itu menjadi gugup "ka,kau tahu..aku masih terluka dan...aku tidak bisa menghajarmu dengan keadaanku seperti ini"
"aku tidak bergurau, Zoro" ulangnya semakin meyakinkan "aku selalu, selalu memperhatikanmu"
"...apa ada yang salah di kepalamu?" Zoro semakin terheran-heran "aku laki-laki dan seharusnya kau menyukai wanita itu, Nami "
"perasaanku terhadap Nami-san berbeda"
"...tentu saja semenjak dia perempuan bukan ?" kelihatannya si pendekar pedang yang bebal itu masih belum mengerti "aku tahu maksudmu, terima kasih semenjak kita Nakama aku juga tidak membencimu...meski terkadang kau membuatku kesal "
Aku terhalang oleh ikatan yang di sebut nakama
aku tahu ikatan itu sangat penting di kapal ini
semenjak bocah itu sangat memikirkannya
tapi itu membuatku kesal
karenanya aku tidak bisa memilikinya
"aku mencarimu kemana-mana dan kau malah mengamati bulan di sini " tiba-tiba saja ia mengubah topik "kau seharusnya membangunkanku"
"masih itu lagi ?" Zoro menghela nafas panjang "...lebih baik kau kembali tidur, angin malam tidak baik untukmu"
"itu juga berlaku untukmu bodoh"
"jadi, lebik baik kita kembali ke dalam"
Pendekar pedang itu tersenyum kecil, seperti yang biasa dilakukannya saat bersama Luffy. Dan itu artinya baru kali ini senyuma itu di tunjukkan untuknya, membuat hati Sanji semakin berdebar-debar "sial" umpatnya sendiri "Zoro.."
"...ada apa lagi Cook ?"
"aku benar-benar mencintaimu " katanya kali ini dengan percaya diri dan bersamangat
"he,hentikan" membuat wajah yang biasanya hanya menunjukkan wajah kesal itu memerah "jangan katakan itu padaku "
Dia benar-benar manis
Bahkan jika ia tidak menjadi mulikku itu juga tidak masalah
Tapi
Jika ia menghilang, aku baru dalam maslah besar
