Sebentar lagi mereka akan sampai di pulau manusia ikan. Pulau pertama mereka untuk menuju New World, semua bersemangat sekali menantikan petualangan baru mereka. Terutama Sanji yang memimpikan bisa bertemu dengan putri duyung melonjak-lonjak sambil mengoceh kecantikan duyung-guyung yang nantinya akan di temui.
"bukannya kita pernah bertemu salah satunya ?" tanya Nami menghentikan tarian si koki " nenek kokoro "
"..." wajahnya pucat pasi mengingat wajah keriput nenek nenek yang menolongnya waktu itu "tidak, aku belum pernah melihat putri duyung" katanya pura-pura hilang ingatan
"tidak sopan, begitu begitu Kokoro-san pernah menyelamatkan kita " tegur Nami
Baru saja membahas duyung, si Luffy menemukan hiu raksasa dan menghajar untuk makan malam tapi hiu itu memuntahkan seseorang lalu kabur kembali menyelam ke dalam laut.
"hiu itu memuntahkan sesuatu!..." seru Luffy mendatangi orang yang baru saja di muntahkan "!...EKOR!" teriaknya histeris saat mengetahui gadis itu duyung
"DUYUNG?!" segera Sanji berlari menghampiri tempat kapten itu berteriak "a,akhirnya impianku terwujud " katanya bekaca-kaca saat melihat gadis duyung yang tergeletak di dekat kaki Luffy
"benar-benar duyung!?" di susul anggota yang lain
"di,dimana aku ?" tanya gadis itu kebingungan melihat sekelilingnya "apa kalian menyelamatkanku ?" tanyanya penuh harap pada anggota Mugiwara "siapa kalian ?"
"kau,kau diamakan hiu !?" otak lambat itu mulai bekerja "a,aku bermaksud menagkap hiu..tapi.."
"ini yang ke20 kalinya..aku terlalu ceroboh " aku gadis itu malu malu
"kami bajak laut " tambah Nami santai, gadis berpengalaman itu bisa memahami banyak orang bodoh di dunia ini termasuk kapten dan pendekar pedangnya
"APA BAJAK LAUT?!" teriaknya lalu mendongak keatas memeriksa layar bendera, bendera hitam bergambar tengkora bertopi jerami "maa...tapi karena kalian menyelamatkanku, kalian orang baik bukan ?" tiba-tiba saja ia menjadi santai "aku Chaime dan ini pag pag guruku " ia mulai memperkenalkan dirinya lalu mengangkat bintang laut orange "sebagai tanda terima kasih mampirlah ke kedai Takoyaki kami" tawarnya
"santai sekali dia" Usopp terheran-heran dengan perubahan sikap gadis aneh itu "naa..Luffy" ia menoleh ke sebelah "MATAMU BERUBAH JADI TAKOYAKI !" teriaknya ke kapten rakus yang mengeluarkan liur kemana-kemana
"Takoyaki ?..aku ingin aku ingin " oceh bocah itu kegirangan
"kenapa kalian ribut sekali ?"
Akhirnya pendekar pedang yang dari pagi sibuk berlatih di menara pengamat turun bergabung bersama yang lain "...putri duyung ?" ia memperhatikan kaki Chaime "baru pertama kali aku melihatnya" katanya meski di atas kepalanya ada wajah nenek Kokoro
"kerenkan ?" Luffy juga melakukan hal yang sama
"kenapa para laki-laki itu..." geram Nami
"sudah sudah " hibur Robin "mereka hanya tidak bisa menerima kenyataan "
*BIIP* *BIIP* den den mushi berbunyi kelihatannya bukan milik mereka semenjak mereka tidak punya satupun di kapal "Hachin?" itu milik Chaimi "ada apa?"
"sekarang gurita ini bersama kami "
"Ha,Hachin?" kelihatannya yang berbicara bukan Hachin yang dimaksud "ka,kalian bukan, apa yang kalian lakukan pada Hachin ?"
Suasananya semakin tidak enak. Dan itu artinya masalah baru muncul (bagi Nami dan Usopp) atau mungkin petualangan baru untuk kelompok mereka
...
Ternyata orang bernama Hachin itu (atau lebih tepatnya gurita) adalah bawahan Arlong yang dulu pernah bertarung dengan Zoro di masa terburuknya. Dendan Nami belum terlupakan, wajah gadis itu berubah seram saat melihat laki-laki dalam kandang yang di gantung di tengah laut.
Tetap saja mereka harus menolong teman Chaime, meski tujuan kepten adalah Takoyaki semenjak penjual Takoyaki itu ya Hachin.
Para pemburu budak yang pemimpinnya memiliki dendam dengan Sanji (karena hidupnya hancur berkat poster buronan kuro ashi no Sanji) laki-laki itu mirip (sama) lukisan dalam poster si koki
"JANGAN BERCANDA !" tidak hanya pemimpin itu yang kesal dengan wajah di poster tersebut tapi Sanji juga dendam pada gambarannya sendiri
Dan Luffy, bocah itu berusaha membebaskan si gurita dari sangkar tapi terjadi kesalahan dan membuatnya hampir tenggelam berkali-kali di tengah pertarungan.
Si pendekar pedang itu tidak tahan melihatnya dan segera bergabung bersama mereka melayani para pembuat onar, meski Chopper melarangnya. Dia pergi sendiri semenjak anggota yang lainnya juga tidak bisa berbuat apapun dengan gangguan musuh yang begitu banyak.
Singkatnya meski mereka peduli pada Zoro mereka tidak punya waktu untuk menghentikannya ataupun melindunginya . untuk menolong mereka hanya berharap pada Sanji dan yang lainnya.
"uukh.." rintihnya memegangi dadanya di tengah pertarungan "sial" umpatnya sambil tegopoh-gopoh menghindari serangan lawan. Iya, dia cukup kuat untuk melawan prajurit biasa meski dalam keadaan begitu. Tapi tetap ada saat dimana ia tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali, kali ini benar-benar celaka pikirnya ,menantikan peluru yang akan menembus dirinya
*TRIING* *TRIING*
Semua peluru itu tidak mengenainya. Seseorang melindunginya. Ia membuka matanya dan melihat penyelamatnya baik-baik "kau?"
"Zoro kondisi sama sekali tidak baik" gurita itu menolongnya. Betapa herannya dia saat namanya di sebut mantan musuhnya. Si Hachin masih mengingatnya
"hanya luka ringan" balasnya menutupoi rasa malunya
"kau masih gila-gilaan seperti dulu ?" Hachi masih ingat pendekar pedang berambut hikau di depannya ini pernah menantang Arlong dengan luka parah di dadanya dan masih hidup "kau masih seperti dulu"
"LUFFY!"
Di tengah mereka berbicara, tiba-tiba saja semuanya berteriak menyerukan nama Luffy. Mendengar nama kaptennya di sebut sehisteris itu dengan panik matanya mencari bocah itu "Luffy!" ia menemukannya, bocah itu tengelam ke laut terperang jaring milik musuh dan di bawa lebih ke dalam lagi. Tidak berpikir panjang ia berlari mendekat ke pinggir hendak terjun menyelamatkan si pengguna buah setan.
"TUNGGU!" teriak Sanji menangkap lengannya dari belakang "KAU GILA?" teriak si pirang itu terlihat sangat marah "biar aku yang mengejarnya " lalu terjun menggantikan Zoro
"...kuserahkan padamu" gumam Zoro mengamati sejenak si pirang yang menyelam semakin dalam lalu kembali bergabung dalam pertarungan
...
Menyebalkan, menyebalkan...
Pikirannya tidak fokus sepenuhnya pada Luffy di kepalanya hanya ada wajah Zoro yang kebingungan saat melihat bocah karet itu tenggelam
Jika itu Luffy, apapun akan dilakukannya?...
"dapat!"Dia berhasil menangkap jaring tersebut lalu membukanya "Luffy!..bangun !" teriaknya dalam hati sambil mengguncang tubuh lemah si karet. Mau tidak mau ia berenang ke atas sambil membawa kaptennya.
"ZORO!" teriaknya memanggil "ambil Luffy!"
"Luffy..." segera si pendekar pedang itu menghampirinya lalu mengangkat badan lemas itu ke daratan "cepat Cook " setelah meletakkan Luffy ia megulurkan tangan pada si pirang. Tindakan yang tidak pernah diimpikan Sanji "ada apa ?..kita tidak punya banyak waktu"
"...i,iya" belum sampai tangan mereka saling bersentuhan kakinya tertarik ke bawah "!" ia melihat ke bawah, dia tertangkap jaring dan terseret ke bawah "Zo—" dia bahkan tidak bisa menyebutkan nama itu sebelum tenggelam
"...Sa..Sanji!" si Zoro mulai panik, bertanya-tanya apakah dia bisa mengejar ikan-ikan yang nebarik si pirang itu ? "lebih baik aku membantunya" ia hendak meloncat tapi kali ini ia juga berhenti . "!'
"...gadis itu ?" duyung itu terjun ke air dan mengejar ikan-ikan itu untuk menyelamatkan Sanji
...
Setelah Chaimi menyelamatkan Sanji. Segera si pirang itu menghajar habis-habisan pemimpin geng ikan terbang tersebut. Semenjak tendangan Sanji merubah tulang wajahnya dendan pemimpin itu menghilang dan malah merasa berhutang budi padanya.
Sekarang mereka berpesta Takoyaki sepuasnya di kapal kecil penjual. Takoyaki si Hachin memiliki saus yang enak palin enak di makan hangat-hangat itu yang selalu di banggakan Chaimi dan Pag Pag. Setelah mencobanya, ternyata benar bahkan Sanji pun terkagum-kagum
"..." tapi melihat wajah si pendekar pedang membuat semua rasa yang dikunyah menghilang tanpa sisa, lidahnya mati rasa saat melihat wajah Zoro.
Tadi, dia mencemaskanku ?...
Wajah itu, wajah yang selalu di tunjukkan untuk Luffy bukan ?...tapi aku ...
Tanpa sadar ia melamun dan mengingat wajah cemas Zoro waktu itu, hanya perasaannya saja atau apa yang pasti ia mendengar Marimo itu memanggil namanya. Wajah yang selalu dingin saat berada di depannya kelihatan panik. Baru kali ini si pirang itu melihatnya
"Sanji-kun ?"
"..."
"SANJI-KUN!"
"HUA!?"
Lamunannya lenyap bersamaan dengan ia berteriak "a,ada apa Nami-san ?" tanyanya memegangi dadanya
"dasar, aku memanggilmu berulang-ulang, kenapa kau melamun ?"
"lihat, sampai kau tidak sadar kalau Takoyakimu habis dimakan Luffy" tambah Usopp menunjuk si rakus yang makan di pojokkan
"biarkan saja" jawabnnya nelambaikan tangannya dengan lemas "...dimana Marimo itu ?" tanyannya tidak menemukan Zoro diamanapun "baru saja dia ada di sini bukan ?"
"dia...kembali ke Su..nny " jawab Chopper dengan mulut penuh "dia butuh..istirahat "
"begitu " tidak sengaja ia baru saja membuat suara dan wajah kecewa di depan semuanya . anehnya tidak ada yang heran dengan reaksinya. Apa satu kru sudah tahu kalau si koki itu menyukai Zoro?
"...Sanji, buatkan dia ginseng hangat" bahkan Chopper mengerti hal itu "sesuatu yang hangat akan membuat badannya lebih baik...tadi juga ia masih memakai bajunya yang setengah basah"
"...a,aku akan kesana" senyum si pirang itu mekar begitu saja tanpa peduli pandangan yang lainnya "jika, dia sakit lagi akan merepotkan bukan ?" tambahnya malu malu setelah sadar semuanya tersenyum aneh padanya lalu segera melesat kembali ke kapal
"dasar, jika ingin menemuinya segera temui saja bukan ?" omel Nami setelah memastikan si koki itu sudah benar-benar pergi
"maa...kita dari dulu sudah mengetahuinya, perasaannya " tambah Usopp "kelihatannya dia senang sekali "
" karena itu Chopper memberinya alasan untuk kesana?" tanya Franky tak percaya "kupikir, kita sepakat akan membiarkan mereka mengurus sendiri"
"kelihatannya Zoro-san juga sudah mulai bersikap baik padanya"
"aku...kasihan melihatnya jadi, tanpa sengaja aku membantunya hehehe..."
"bagaimana menurutmu sencho-san?"
"...kenapa tanya padaku ?" bocah itu malah balik bertanya sambil cemberut "asal Zoro baik-baik saja dan si Sanji mau merawatnya, aku tidak masalah"
"tapi, bagaimana kalau Zoro menyukai Sanji-kun?" goda Nami membuat anak itu tersedak
"uhuk uhuk..." tersedak sampai membuatnya batuk batuk dan memerah karena susah bernafas "ka,kalau begitu...setelah ini aku akan memukul si pirang itu" katanya masih terbatuk-batuk
"Luffy, apa kau sedang berperan sebagai kakak di sini. Tidak, atau ayah?" semuanya memberikan reasi yang sama pada sikap kapten mereka
"eh?"
Bersambung...
