Dia tidak menemukan si pendekar pedang itu di deck utama ataupun di belakang, kelihatannya juga tidak di atas menara Sanji cukup tahu keadaan Zoro. Pilihan terakhir hanyalah kamar "apa dia tidur ?"tanyanya sambil membuka pintu kayu

"...Cook?"

"e,eh!?"

Dia segera menutup pintu kayu itu lagi setelah melihat tubuh telanjang laki-laki di dalam, wajahnya merah seluruhnya mengingat pamandangan yang baru saja di lihatnya

"hoi, kenapa denganmu ?" dari dalam Zoro membuka pintu itu lagi " apa kau butuh sesuatu ?" tanyanya terheran-heran dengan sikap aneh Sanji

"baju, pakai bajumu!" tunjuk Sanji tanpa menatap tubuh kekar yang setengah terbakar matahari

"kau masuk saat aku ganti baju " jelas Zoro "aku baru saja mandi "

"ma,mandi ?" jiwa mesumnya membuatnya memberanikan diri melihat Zoro

Pendekar pedang yang baru mandi itu terlihat seksi dengan wajah yang masih memerah karena air hangat dan rambut basah. Masih dalam keadaan telanjang seluruh tubuhnya masih setengah basah, air dari rambutnya mengalir terus menerus menelusuri tubuh itu.

"PAKAI BAJUMU !" teriak Sanji, memegangi hidungnya "BAGAIMANA JIKA YANG LAINNYA MELIHAT ?"

"kau baik-baik saja? Kau mimisan "

"KAU PIKIR SALAH SIAPA?"

"ha?"

...

Dia tidak mimisan karena melihat tubuh laki-laki bukan ?

Zoro mulai curiga dengan sikap aneh si pirang itu barusan "apa..dia tidak enak badan ?" gumamnya sambil memakai haramaki "lebih baik ia mengurus dirinya sendiri dari pada mengkhawatirkan orang lain bukan ?"

"Zoro... jika kau sudah selesai kemarilah " panggil si koki dari lantai atas "aku membuatkanmu ginseng "

"apa dia pembantu rumah tangga?" ia menghela nafas panjang "dia lebih mirip ibu Luffy dari pada kokinya ...dan kami juga anak-anaknya ?"

"Marimo...apa kau belum selesai ?"

"BERISIK!" balasnya berteriak "AKU SEGERA KESANA"

Dia selalu baik pada semua orang...meski aku sudah menyinggungnya waktu itu

Ya, aku menjelek-jelekkan gadis yang disukainya di depannya sendiri

Seharusnya dia membenciku bukan ?, tapi dia masih mengurusku seperi yang lainnya

Ya, seperti yang lainnya

"dasar, sejak kapan aku menjad sentimentil begini ?" sambi menghela mafas ia membuka pintu dapur

"kenapa kau terlihat lesu ?" tanya Sanji tersenyum ramah "ginsengmu ada di atas meja" lalu melanjutkan masakannya

Kenapa...dia tersenyum seperti itu padaku ?

Menyebalkan

"na, Cook" panggilnya "kenapa kau...setelah waktu itu.." ia masih gugup berbicara. Ia menutup mulutnya sendiri dengan meminum ginseng

Jika tidak ingin bertanya kenapa ia tidak bertanya dengan jelas ?. si koki itu pasti akan menegurnya dengan kasar seperti biasa meski memeperlakukannya dengan lembut juga sudah biasa

"ha? Apa? Katakan yang jelas"

"waktu itu, aku menjelek-jelekkan Nami bukan..saat itu..."

"Nami-san..ah itu, itu karena kau belum mengenalnya dengan baik bukan ?"

"jadi...kau memaafkanku atau apa?"

"memaafkanmu?, tidak mungkin. Itu dosa terbesarmu sebagai laki-laki "

"Lalu kenapa-"

"dan juga membuatku menyukai laki-laki sepertimu...kau benar-benar berdosa Zoro" si koki sudah selesai dengan masakannya, setelah menutup panci besar dan mematikan kompor ia menghampiri meja makan "apa kau akan bertanggung jawab ?"

"siapa?" tanya Zoro masih santai meminum minumannya "laki-laki sepertiku ?" ia berhenti meneguk lalu tersedak "uhuk uhuk kau menyukai laki-laki ?!"

"aku tahu kau terkejut mengenai aku menyukai laki-laki tapi aku lebih terkejut lagi dengan kau yang lebih lambat dari pada yang kupikirkan " Sanji sudah capek dengan kebodohan si pendekar pedang"berapa kali aku mengaku padamu ?..ini bukan yang pertama kalinya bukan ?"

"...jadi, kau menyukaiku ?" Zoro agak memerah "bukan sebagai Nakama?" tebaknya

"tidak, aku menyukaimu dalam arti...mmm...bagaimana aku menjelaskan ?" si koki itu tersenyum kecil pada reaksi manis Zoro tapi ini Zoro dia perlu penjelasan yang lebih detail "aku ingin menciummu ?"

*BLUUSH* kali ini Zoro yang memerah kemana-mana "apa kau ingin mencari gara-gara denganku Cook ?"

Mata si pirang itu melebar sejenak melihat reaksi yang manis darinya lalu berlahan-lahan melembut "kau ingin bukti ?" tanyanya sambil mendekat "semenjak kau orang yang curigaan Zoro-kun"

"!"

Si pirang itu benar-benar menciumnya bahkan memasukkan lidahnya dan melumat bibir sampai habis. Dia berhenti sejenak jika nafas mereka berdua habis lalu melanjutkannya lagi. Ciuman yang lembut sampai membuat kepala Zoro berputar "mmph..." mungkin si mesum itu tahan tapi dia tidak, ia berusaha menghentikan Sanji dengan menepuk pundak si pirang tapi tidak berhasil. Si mesum itu terlalu senang sampai lupa batas, ia mulai merogoh ke dalam kaos Zoro jika tidak di hentikan entah apa yang terjadi.

"grr.." Zoro tidak tahan lagi dan akhirnya mengerahkan seluruh tenaganya mendorong Sanji "HENTIKAN!" teriaknya setelah mulutnya bebas "apa yang kau pikirkan?"

"maaf, aku lepas kendali saat...akhirnya aku berhasil menyentuhmu" kata si pirang menyesal "itulah perasaanku padamu dan..." ia mendekat lagi

"... ?" Zoro siap siaga

Aku tidak akan melakukan hal seperti ini pada yang lainnya..hanya kau bisiknya lalu mencium pipi yang memerah sekali lagi "apa kau mengerti Marimo ?"

"kau punya hobi yang aneh "

"kalau begitu kapten kita juga "

"kenapa dengan Luffy ?"

Sanji masih cemburu pada bocah yang selalu melekat padanya, ssebagai kapten bukannya ia terlalu memanjakan anggotanya yang satu ini ?. maka karna itu si koki sangaat kesal jika mereka berdua bersama

"aku sudah dewasa, aku tidak akan mempermasalahkan bocah itu " katanya dengan bangga

"hmm...kau bicara apa?"