"Zoro-kun, Zoro-kun kau mau kemana ?" tanya Usopp dan Sanji bersamaan melihat pendekar pedang yang masih berbalut perban turun dari Sunny hendak menyusul yang lainnya

"jalan-jalan" jawab Marimo itu tanpa mengganti ekpresi datarnya seolah itu hal yang biasa

"JANGAN MEMBUAT SEMUANYA SEMAKIN RUMIT" teriak si hidung panjang hampir jatuh melewati batas deck "KAU HANYA AKAN TERSESAT !"

"APA?!" protes Zoro "hanya menghafal nomer-nomer ini bukan ?..hmph" dia mulai merajuk dan terus berjalan menjauh

"HOI MARIMO , JANGAN PERCAYA DIRIMU SENDIRI TANYALAH PADA ORANG LAIN !" tambah Sanji membuatnya semakin kesal

" dasar, memperlakukan seperti orang bodoh" omelnya mendongak ke atas "nomor satu bukan ?" katanya percaya diri setelah melihat nomer di pohon yang tertutup gelembung (sebenarnya sih 41)

Mereka sampai di pulau Sabaody. Pulau yang bisa mengeluarkan gelembung dari getah-getah pulau, di sana mereka akan mendapatkan pelapisan kapal untuk ke pulau manusia ikan.

Tiga hari, tiga hari yang di perlukan Rayleigh untuk menyelesaikan lapisannya. Sampai hari itu mereka berencana hanya akan berjalan-jalan menikmati apa yang ada di pulau tersebut.

"aku ragu, dia bisa kembali sebelum makan malam" Sanji menghela nafas "Luffy yang berangkat saja sudah membuatku cemas apalagi dia"

"maa...kita hanya melakukan pelapisan saja, tidak akan terjadi apapun"

"...aku ragu "

Tapi apa?, berkat para bangsawan tak manusiawi yang mengadakan lelang budak mereka tercerai berai . para penjual budak menangkap Hachi dan Chaimi untuk lelang, saat pelelangan Hachi malah tertembak ,tenryuubito yang melakukannya malah meloncat kegirangan karena menganggap dirinya sendiri yang menangkap dan itu gratis.

Luffy yang sudah panas menghajar bangsawan gila itu sekuat tenaga, dan sekarang mereka terpecah karena di kejar-kejar parajurit Marine, senjata terbaru Pacifista, dan parahnya admiral Kizaru.

"...jangan katakan dia masih..." si pirang itu berhenti berlari "Franky, jaga Nami-san untukku "

"tu,tunggu Sanji-kun di sana berbahaya " Nami berusaha menghentikannya "disana ada Usopp dan Brook "

"...ma,maaf Nami-san " ucapnya tersenyum lembut lalu berlari mendekati kehebohan di sana.

Diamana Luffy dan Robin juga berada disana. Tentu anggota yang lainnya tidak akan mendapat perhatian sepenuh itu tapi Zoro yang sedang sekarat juga tidak akan dihilangkan kesempatannya, untuk membunuh salah satu kelompok Mugiwara.

...

Mau sampai kapan?

Mau sampai kapan , badan ini tidak bisa kugerakkan sesuka hatiku ?

Sejak kapan ?

Badan ini terasa bukan milikku sendiri

"sial " umpatnya tak bersuara saat leser pacifista sudah diarahkan padanya "apa sampai disini..."

"SANJI!" ia mendengar suara Luffy dari kejauhan lalu mencari orang yang namanya di teriakan itu

Mau apa dia?

Dia tidak akan melakukan hal gila bukan ?

Si pirang itu menenang onggokan besi itu sekuat tenaga, dia tahu kalau itu tidak berguna tapi masih dilakukannya, besi itu tidak hancur malah kakinya yang rasanya mau patah tapi cukup untuk memberi waktu Zoro berdiri "USOPP, BAWA DIA !" teriaknya

"e,eh tapi bagaimana denganmu ?" tanya Brook yang juga ikut panik

"..." si pirang itu serius ingin menahan monster itu sendirian hanya untuk Zoro?, bahkan meninggalkan Nami? "ba,baiklah ?" keraguan Usopp menghilang setelah melihat sinar mata itu. Segera ia mengangat Zoro yang masih berusaha berdiri dengan benar itu lalu berlari sekuat tenaga

Tekad untuk melindungi ?

Bukanya dia juga sama saja

Jika seperti itu, ini bukan tempatnya untuk berbicara

"tu,turunkan aku Usopp" mintanya "aku...si alis keriting itu..."

"jangan berbicara Zoro..kau bahkan tidak lebih berguna dari pada aku sekarang "

"kalau begitu tinggalkan saja aku, aku hanya akan menghambat, paksa si koki itu ikut bersama kalian "

Ini sidah berakhir bukan ?

Percuma saja, sudah berapa lama ada dalam kondisi ini?

Bagai pedang yang sudah patah

"lalu mati?, kau Cuma akan menyia-nyiakan usaha Sanji "

"tapi, apa dia mau mati ?"

"tidak Zoro-san, dia berusaha melindungi dan juga hidup untuk semanya..dia baik-baik saja " jawab Brook "aku tahu itu, meski hanyalah tulang belaka..yohohoho..."

Xxx

Berjuang untuk hidup, hidup untuk melindungi apa yang kita punya sekarang , dan berjuang untuk apa yang kita inginkan

Itu yang dikatannya padaku

Hari itu dia menceramahiku

"masukkan itu ke otak lumutmu itu Marimo" tegurnya saat mengetahui Zoro melamun "kau mendengarkanku bukan ?"

"aku dengar" jawabnya singkat "...tapi kuberitahu sesuatu Cook, tidak ada yang bisa kita dapatkan jika tidak ada pengorbanan"

"kau terlalu keras pada dirimu sendiri" si pirang itu menghela nafas " jika kau mati, berapa banyak yang akan sedih nantinya "

"tapi—"

"kau menyelamatkan fisik mereka tapi membuat hati mereka hancur berkeping-keping" tangan putih itu membelai rambut hijaunya dengan lembut "dalam kasusku, aku bisa gila...jika kau menghilang dari hadapanku "

"aku tidak akan mati semudah itu " ia tidak memberontak kali ini " jangan membahas hal aneh ini lagi "

"tentu kita harus membahasnya, semenjak kau itu tipe yang mudah menyerahkan segalanya hanya untuk...terutama Luffy "

aku tidak sebodoh itu

tentu aku menyadarinya...

si pirang itu, setiap kali menyebutkan nama Luffy terlihat kesal sekali untuk suatu alasan, hanya satu jawaban yang memungkinkan setelah mednegar pengakuan darinya bukan ?. apa dia cemburu ? itu nasih oertanyaan semenjak ia bukan laki-laki penuh percaya diri

"Luffy adalah kapten, keselamatannya adalah yang utama" balasnya dengan tataoan tajam "sebagai anggotanya kau punya hutang budi bukan ?"

"tapi..aku tahu itu, tentu aku tahu itu..tapi apa kau menyukainya ?"

"kau gila ? jangan samakan aku dengan levelmu..a,apalagi...aku tidak tertarik yang begituan!" sangkalnya mulai memerah lalu kembali mengigit rotinya

"eeh..setelah aku mengatakan semua itu ?..apa kau mengabaikan pengakuanku ?" si pirang itu berdiri dengan wajah kecewa

"...aku akan memikirkannya"

"HA!?" hamoir saja ia menjatuhkan piring yang masih bersabun itu

"jangan jatuhkan piring itu, dan lagi kau terlalu keras. Kau bisa membangunkan yang lainnya" tegurnya mengunyah potongan terakhir lalu berdiri dari kursi "aah, dan aku mengantuk " tambahnya menoleh ke belakang. Melihat si koki itu dengan kikuk mengelap piring membuatnya ingin tertawa

"tu,tunggu..ini waktumu jaga malam bukan ?" si koki itu meletakkan piringnya lalu menoleh ke belakang

"kau bisa kau gantikan aku, Cook-san?" minta Zoro mempermanis suaranya plus senyuman menggoda yang biasa dilakukan Nami

"uukh...la,lakukan sesukamu " membuat si pirang itu tidak bisa menolak

"...baiklah, dah" pendekar pedang itu membuka pintu katu lalu keluar menghilang di balik pintu

"sekarang ,dia memanfaatkanku" keluhnya memasukkan piring-piring bersih ke tempatnya "kuharap dia segera memberiku balasan "

...

Tapi, apa gunanya sekarang ?

Aku gagal melindunginya, dia menghilang dari hadapanku dan juga yang lain...

"Zo,ZORO!" teriak Luffy histeris "KAU APAKAN Zoro?"

"di..dia menghilang ?" lebih ketakutan lagi Usopp yang melihat kejadian itu lebih dekat"ba,bagaimana bisa ?"

"mu,mustahil " Nami terduduk lemas melihat kejadian itu

"Bartholomew Kuma..dia monster" bahkan Franky berhenti bergerak

"Sanji tenanglah !" seru Robin melihat si pirang dihadapannya itu merencanakan sesuatu dengan luka begitu parah dikakinya

"ba,bagaimana bisa aku tenang melihat...melihat si bodoh itu menghilang di hadapanku ?"

Seperti orang gila

Aku menyerang monster itu

Aku bahkan sudah tidak peduli dengan teoriku sendiri

Bagaimana berjuang untuk melindungi, bagaimana cara untuk bertahun hidup

Aku sudah tidak peduli hal itu

Begitu juga Luffy...

"BERLARILAH..BERLARILAH SEBISA KALIAN !" teriak bocah yang sudaj putus asa itu "TIGA,TIGA HARI LAGI KITA BERKUMPUL, SEKARANG HANYA PIKIRKAN LARI...APAPUN YANG TERJADII"

Hanya itu yang kuingat sebelum aku hilang kesadaran

Semuanya menjadi hitam..hanya satu ingatan yang menyinari pikiranku

Seharusnya, malam itu menjadi haru yang paling bahagia untukku, tidak mungkin lebih tepatnya saat pendekar pedang itu kembali dari jalan-jalannya.

Tapi, aku tidak sempat mendengarnya

Dari mulutnya sendiri

Kalimat itu...

Xxx

"aku masih ragu membiarkannya pergi sendiri..." gumamnya sambil membuka laci kerjanya di dapur "dimana rokokku?..apa habis ?" ia merogoh dalamnya "apa ini?" ia merasa ada selembar kertas di sana bukan kotak lalu mengeluarkannya "ini!" bola matanya melebar membaca isi kertas itu. Kertas itu terasa berat sekali meski itu hanya kertas biasa ia hampir saja menjatuhkannya, tangannya bergetar hebat saat mengengamnya erat-erat, bibirnya melengkung dari pipi kiri ke kanan.

Dia membalasku...

Akhirnya dia membalasku...

Tapi, apa itu berguna eskarang ?

Aku tidak ingin memikirkannya

Jika aku harus mengalami perasaan seperti ini...

Labih baik waktu itu , aku mati kelaparan atau tidak naik ke kapal ini...

Aku salah naik kapal

Apa benar kalimat itu kutunjukkan pada kegilaan kapten bodoh itu di setiap petualangan ?

Ini sudah berakhir huh...

Aku tidak akan pernah mendengarnya huh...

Tiga kata, ya yang seharusnya tiga kata itu di perpanjangnya, itulah Zoro huh...

Mungkin aku juga menyukaimu Sanji...

End ?

Note :

Karena jika mengikuti cerota One piece yang asli, ini akan menjadi cerita dua tahun kemudian aku akan melanjutkannya di Life 2. bukan karena ganti bagian berarti akan selama studio bikin anime season dua, hanya beberapa hari setelah chapter ini selesai kok (kukatakan hanya untuk orang yang masih niat baca kelanjutannya sih) maa...aku pasti akan menulis kelanjutannya kok

Sampai bertemu di bagian selanjutnya...