Disclamire
Nor Even Wish
Masashi Kishimoto-Sama
Alternative Universe

X-MEN : THE OMEGA

©LONGLIVE AUTHOR

Chapter 5


Kakashi, Sasuke, Sakura, dan Naruto mendapatkan tugas untuk menyelidiki perpustakaan Konoha dan sebuah pabrik kimia yang berada di tengah kota. Kali ini mereka memakai pakaian seperti masyarakat biasa dan tidak memakai seragam yang biasa diapakai oleh X-Men saat mendapatkan tugas karena ini adalah siang hari, selain itu juga banyak mutan brotherhood yang berkeliaran tengah kota dan itu bisa membahayakan mereka jika para mutan itu tahu anggota X-Men berada ditengah kota.

"Apa tujuan kita?" tanya Sakura dalam perjalanan.

"Kita akan mencari tahu apa yang sedang dicari oleh Orochimaru, menurut informasi beberapa hari yang lalu anak buah Orochimaru datang ke perpustakaan Konoha dan pabrik kimia untuk mencari sesuatu." Jawab Kakashi sambil menyetir mobil berwarna hitam itu.

"Kurasa mereka sedang mencari bahan untuk percobaan mereka." Tambah Sasuke yang duduk di sebelah Sakura.

"Percobaan?" tanya Sakura tidak mengerti.

"Ya, Orochimaru. Kurasa kau sudah saatnya mengetahui siapa orang itu. Dia sebenarnya adalah seorang mutan kelas tinggi, dia adalah mutan kelas Beta sama seperti ku. Namun dia memiliki kemampuan medis dan juga kekuatan yang tinggi. Dia sering membuat eksperimen yang melibatkan manusia dan juga mutan. Dia melakukuan penelitian pada Gen-X dan penyelidikan terakhir kami menunjukan bahwa Orochimaru sudah bisa memasukan Gen-X pada manusia normal." Jelas Kakashi.

Mungkin bukan suatu hal yang baru bagi Sasuke dan Naruto karena mereka sudah lama bergabung dengan X-Men. Tapi ini benar-benar sesuatu yang sangat aneh. Bukan kah itu sulit diterima oleh nalar manusia. Setahu Sakura Gen-X adalah bawaan lahir seseorang dan itu diturunkan dari Ayah. Itu berarti yang dilakukan oleh Orochimaru sama saja dengan menyatukan gen manusia dan gen binatang.

"Apa itu mungkin? Bukankah itu sesuatu yang mustahil?" tanya Sakura lagi.

"Sayangnya dia berhasil melakukannya. Pertama kali dia melakukan percobaan pada dirinya sendiri dan dia berhasil melakukannya. Menurut data kami dia melakukan percobaan dengan menyatukan gen dirinya dengan gen mutan lain. Sehingga dia mempunyai kemampuan ganda." Jawab Kakashi.

"Dia gila." Komentar Sakura.

"...dan kudengar banyak percobaannya yang gagal sehingga banyak sekali mutan menyeramkan yang dia ciptakan dan juga tak sedikit bernasib mengenaskan. Dia memang gila." Sambung Naruto yang duduk di kursi depan bersama Kakashi.

"Tapi walaupun begitu, kita semua belum tahu apa tujuan Orochimaru yang sebenarnya. Maka disinilah kita untuk mencegah dan mencari tahu apa yang akan dilakukan oleh orang itu." Kata Kakashi.

Hening sejenak. Mereka sudah hampir setengah perjalanan saat Naruto kembali membuka pembicaraan.

"Oh, ya Sakura-chan? Kenapa kau kau berdandan seperti itu? Kau tahu kan, aku sangat tidak mengenalimu tadi." Tanya Naruto.

"Tidak apa-apa. Aku hanya berusaha menyamar, Profesor Sarutobi memperingatkanku sangat banyak mutan di luar sana dan kau sudah tahu kalau selama ini banyak sekali mutan yang mencoba untuk melukaiku. Kurasa tak ada salahnya menjaga diri." Jawab Sakura.

"Tapi kan kau sedang bersama kami, kau tidak perlu khawatir." Ucap Naruto enteng. Sedangkan dalam hati Sakura dia tidak bisa begitu saja mengabaikan saran dari Profesor Sarutobi. Mungkin para anggota X-Men sudah terbiasa dengan mutan-mutan berbahaya yang berada di sekitar mereka. Tapi mereka tidak tahu mutan seperti apa yang pernah Sakura temui, beberapa kali ia hampir kehilangan nyawanya. Belum lagi peringatan Profesor Sarutobi tentang Orochimaru yang sedang mengincarnya.

"Ya, hanya berjaga-jaga." Kata Sakura.

Setengah jam kemudian mereka sampai di tengah kota. Mereka kini sedang berada di daerah yang sangat padat karena memang daerah ini adalah kawasan pelajar. Kebetulan pabrik kimia dan perpustakaan Konoha tidak terlalu jauh sehingga memudahkan mereka agar tidak berpisah terlalu jauh. Pabrik itu dan perpustakaan hanya terpaut beberapa blok saja. Mereka berhenti di depan pabrik kimia Konoha.

"Aku dan Naruto akan masuk kedalam pabrik Kimia, dan aku minta kalian berdua untuk pergi ke Perpustakaan Konoha. Jika ada apapun langsung beritahu aku." Kata Kakashi sebelum mereka keluar dari mobil. Mereka sengaja tidak memakai earphone untuk berkomunikasi satu sama lain. Alasan pertama adalah terlalu mencurigakan bila warga biasa melihat mereka sedang berkomunikasi lewat earphone, karena beberapa bulan terakhir pertikaian anatara mutan dan warga biasa sedang memanas gara-gara kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mengenai Hak Asasi Mutan. Selain itu juga terlalu berbahaya jika ada mutan lain yang melihat dan mendengar mereka berkomunikasi lewat earphone dan akan memicu penyerangan ditengah kota. Jadi mereka menggunakan jam tangan yang terhubung satu sama lain, dan akan memberikan sinyal bahanya jika salah seorang dari mereka mengaktifkan sensornya.

"Kenapa Sakura-chan dengan Sasuke. Seharusnya denganku saja. Aku tidak mau denganmu." Naruto merengut kesal.

"Tidak, kau selalu ceroboh. Ayo kita keluar sekarang." Kakashi menarik lengan Naruto dan bergegas masuk kedalam pabrik Kimia itu. Begitu juga dengan Sakura dan Sasuke yang mulai berjalan kaki ke perpustakaan Konoha. Butuh beberapa waktu untuk mencapai perpustakaan. Sakura menoleh kebelakang, Naruto dan Kakashi sudah menghilang dari pandangan. Setelah itu ia kembali berbalik. Ia melihat Sasuke berjalan dengan tenang disisinya. Ia sudah tidak memikirkan lagi tentang kejadian tidak mengenakan beberapa waktu yang lalu. Toh Sakura sudah minta maaf jadi ia tidak mempermasalahkan hal itu.

Beberapa orang di sekitar mereka memandangi mereka sambil berbisik-bisik. Sakura bisa menangkap pembicaraan itu. Ternyata mereka sedang mengagumi Sasuke. Sakura akui kalau Sasuke adalah laki-laki yang mempesona, wajar jika orang-orang disekeliling mereka memperhatikannya. Namun entah kenapa setiap kali Sakura melihat wajah Sasuke yang selalu datar ia merasa aneh. Meskipun ia bisa mengetahui apa yang ada di pikiran Sasuke. Wajahnya yang selalu datar itu seolah tidak menyiratkan pikiran apapun. Dia sangat ahli dalam menata ekspresinya. Matanya selalu memancarkan aura dingin. Tak perlu cenayang untuk mengetahui hal itu, bahkan orang biasapun bisa merasakannya. Tapi entah kenapa, Sakura tahu jauh di dalam diri Sasuke yang paling dalam, dia adalah orang yang baik.

Mereka masih agak jauh dari perpustakaan Konoha saat tiba-tiba saja Sakura merasakan hal yang aneh. Dia melihat semua orang yang sedang berjalan disekelilingnya. Pelajar, mahasiswa, karyawan , dan orang-orang lainnya yang sedang berjalan di sekitar mereka. Sakura baru saja meyadari sesuatu. Ia bisa merasakan dua aura yang berbeda dengan orang-orang disekeliling mereka. Ia bisa merasakan aura mutan dan orang biasa. Tiba-tiba saja ia bisa membedakan yang mana mutan dan yang mana orang biasa. Lalu ia ingat dengan perkataan Profesor Sarutobi.

"Selama ini kau selalu menghindar dan terus bersembunyi, kemampuanmu terus berkembang secara alamiah selama ini dan bukan berarti kau tidak akan menemukan hal yang baru nanti.'

Ia mengerti dengan perkataan itu, ternyata seperti itu rupanya. Tanpa ia sadari selama ini ia bisa merasakan keberadaan mutan lain. Ada beberapa mutan kelas rendah yang sedang berkeliaran di jalanan kota, sepertinya mereka hanya sedang mencoba berbaur. Namun tiba-tiba ia merasakan kehadiran dua mutan yang sepertinya kelas menengah di belakang mereka. Ini berbeda dengan yang lain, ia merasakan aura jahat pada dua mutan ini. Sakura tidak berani menoleh kebelakang.

"Aku merasa ada..."

"Diamlah!" baru saja Sakura mau berbicara tiba-tiba Sasuke merangkul pinggangnya dan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Sakura.

"Aku tahu, ada dua mutan Brotherhood di belakang kita. Jangan sampai mereka menyadari kita." Bisik Sasuke. Sakura yang masih kaget dengan perlakuan spontan Sasuke hanya menganggukan kepalanya.

Mereka masih terus berjalan dengan keadaan seperti itu. Sakura melirik jendela toko di seberang jalan dan bisa melihat kalau dua mutan itu sedang berjalan tak jauh dibelakang mereka. Mereka memakai pakaian seperti seorang mahasiswa biasa. Mereka berperilaku seperti orang biasa tapi terlihat kalau pandangan mereka waspada dan terus memperhatikan Sakura dan Sasuke. Sasuke yang berada disebelahnya juga sadar kalau dua mutan itu sedang memperhatikan mereka. Sepertinya kedua mutan itu mulai curiga dengan mereka.

"Aku sangat senang kau sudah kembali ke Konoha." Tiba-tiba Sasuke mencium puncak kepalanya dan membuat Sakura kaget bukan kepalang. Hampir saja ia melompat kalau tidak ingat Sasuke sedang berakting.

"Aku sangat senang karena kau akan kuliah di Konoha, kau tahu aku sangat merindukanmu." Ujar Sasuke seraya tersenyum, membuat semua orang yang melihatnya berteriak iri pada Sakura, Sasuke mengencangkan rangkulannya dipinggang Sakura.

"Ya, aku juga sangat senang, untung saja ayahku membawaku pulang kemari sehingga aku bisa satu universitas denganmu." Sakura membalas senyuman Sasuke, atau lebih tepatnya membalas lawan main aktingnya.

Tak terasa mereka sudah sampai di perpustakaan Konoha. Lalu mereka berduapun masuk kedalamnya masih dalam keadaan seperti itu. Ternyata dua mutan itu masih mengikuti mereka berdua. Tampaknya mereka memang sudah mencurigai Sasuke dan Sakura.

Sasuke dan Sakura menghampiri sebuah meja untuk mengisi daftar hadir.

"Mereka masih ada." Bisik Sasuke memperingatkan.

"Aku tahu." Balas Sakura.

Saat Sakura memegang pulpen hendak mengisi daftar hadir, tiba-tiba saja sekelebat memori terlintas masuk kedalam kepalanya seperti Deja Vu. Sebuah memori tentang beberapa hari yang lalu. Seorang pria berkacamata yang datang kemari dan mengisi namanya di daftar hadir yang sekarang sedang Sakura pegang. Sakura bisa melihat jelas kalau pria itu menuliskan namanya.

Kabuto Yakushi

"Ada apa?" tanya Sasuke menyadarkan lamunan Sakura.

"Tidak, tidak ada apa-apa." Sakura tersenyum. Lalu dia menuliskan sebuah nama samaran di daftar pengunjung. Rizzumi Mei. Sakura sengaja menuliskan nama samaran. Begitu juga dengan Sasuke, dia menuliskan nama samaran. Sebenarnya Sakura sangat ingin sekali membuka nama itu, tapi di belakang mereka ada dua mutan yang sedang mengikuti mereka jadi mereka tidak bisa melakukan hal apapun saat ini.

"Jadi mau kemana sekarang?" tanya Sakura.

"Tentu saja melihat-lihat buku." Jawab Sasuke. Lalu mereka berdua berjalan kedalam memasuki salah satu celah rak-rak buku.

"Situasi kita sulit sekarang." Bisik Sasuke.

"Aku rasa aku menemukan sesuatu." Balas Sakura. Lalu Sakura berjalan melewati rak-rak itu diikuti dengan Sasuke di belakangnya. Kelebatan memori itu datang lagi. Ia bisa melihat jelas pria berkacamata bernama Kabuto Yakushi tadi sedang berjalan di jalan yang sama dengan yang Sakura lewati saat ini. Sepertinya Kabuto sedang mencari sesuatu. Dia terus berjalan sampai pada akhirnya dia berhenti di sebuah rak besar ditutupi oleh kaca. Berbeda dengan rak lain sepertinya ini adalah rak buku yang berisi buku-buku referensi. Tak jauh dari rak buku itu ada seorang petugas yang berjaga.

Tampak Kabuto sedang meminta izin pada sang petugas untuk melihat beberapa buku referensi. Jemari Kabuto menyusuri buku-buku tebal yang sepertinya itu adalah buku referensi untuk dosen atau mahasiswa kedokteran. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sakura. Jemari lentiknya mengikuti Kabuto yang berada dalam memorinya. Sampai akhirnya Kabuto berhenti disalah satu buku tebal.

"Permisi, boleh aku melihat buku ini?" Sakura meminta izin pada sang petugas.

"Tentu, tapi kau tidak bisa membawa buku ini kecuali ada izin khusus." Kata petugas laki-laki itu.

"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihatnya sebentar." Kata Sakura. Sang petugas membuka lemari kaca itu dan Sakura pun segera menarik buku tebal berwarna hijau itu. Namun saat ia memandang kearah kaca ia bisa melihat kalau kedua mutan itu masih membuntuti mereka.

"Kurasa aku akan mengambil jurusan Kedokteran nanti." Kata Sakura keras-keras agar kedua mutan dibelakang mereka bisa mendengarnya. Sedangkan Sasuke memandangnya dengan tatapan—apa yang sedang kau lakukan?

Sakura memang bisa merasakannya. Dia bisa merasakan kalau memang buku inilah yang dicari orang bernama Kabuto itu. Lalu tak lama kemudian Sakura membuka sebuah halaman dengan judul 'BIOKINESIS'. Sakura menunjuk tulisan itu. Tak perlu telepati untuk memberitahu Sasuke. Pemuda itu mengangguk. Setelah itu Sasuke menarik tubuh Sakura untuk segera pergi dari sana.

Sadar akan kepergian Sasuke dan Sakura kedua mutan yang ada dibelakang mereka juga ikut bergerak. Dengan segara Sasuke dan Sakura keluar dari perpustakaan dan berlari menuju pabrik kimia untuk menemui Naruto dan Kakashi. Tidak butuh waktu lama, dalam waktu tiga menit mereka sudah hampir sampai tapi Sakura merasakan kalau kedua mutan itu juga semakin mendekat pada mereka. Ia harus melakukan sesuatu. Tapi ia ingat akan janjinya pada Profesor Sarutobi untuk tidak menggunakan kekuatannya di depan umum dan dengan terpaksa Sakura tidak bisa melakukan apapun.

'Cepat! Jangan sampai kita kehilangan gadis itu!' Kata salah seorang mutan yang mengejar mereka. Sakura sadar kalau saat itu dialah yang sedang diincar. Sakura sangat ingin menyerang mereka tapi dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun. Terlalu berisiko.

"Cepat!" Teriak Sasuke. Mereka hampir sampai. Namun saat itu tiba-tiba saja Sakura merasakan bahunya seperti tersayat sesuatu yang sangat tajam. Perih, dan dia merasakan kalau darah yang sangat banyak merembes menembus pakaiannya. Dalam hitungan detik pandangan Sakura menjadi kabur dan tubuhnya melemah. Sasuke yang sadar akan hal itu langsung memegangi Sakura dan tetap membawanya berlari. Mobil mereka sudah didepan tinggal sebentar lagi mereka sampai. Pandangan Sakura sudah gelap ketika Sasuke melemparnya kedalam mobil dan dia sudah tidak sadarkan diri.