Disclamire
Nor Even Wish
Masashi Kishimoto-Sama
Alternative Universe
X-MEN : THE OMEGA
©LONGLIVE AUTHOR
Malam itu Sakura berpikir keras, memikirkan kias balik apa yang terjadi pada dirinya selama beberapa bulan ini. Saat pertama kali ia bertemu dengan Profesor Sarutobi, lalu saat dia mulai tinggal di X-Mansion lalu, penyerangan itu.
"Sigh..." Sakura membuang napas berat. Tak sengaja dia melihat buku yang ia pinjam dari Sasuke. Sakura mengambil buku itu dan mulai membacanya. Latihan beberapa minggu ini sangat menguras waktu dan tenaga sampai-sampai Sakura tidak sempat menyelesaikan membaca buku ini.
Malam itu Sakura tidak tidur, dia terus membaca buku itu dan memahaminya baik-baik. Waktu sudah menunjukan pukul tiga pagi dan dia masih membaca buku itu.
"Apa maksudnya ini?" bisik Sakura dalam kesunyian. Sakura mulai membolak-balik halaman itu lagi.
'Psikokinesis atau yang disebut dengan pengendalian suatu material dengan menggunakan kemampuan psikis.'
'Penelitian ini telah di lakukan oleh banyak ilmuwan selama berabad-abad dan kali ini bisa dipastikan bahwa fenomena itu adalah benar'
'Kemampuan telekinesis atau Psikokinesis ini sangatlah banyak. Saat ini, kemampuan ini sudah dikenali dan dikelompokkan menjadi 80 jenis. Akan tetapi, ada beberapa macam saja jenis telekinesis yang sangat terkenal, bahkan diantaranya dilaporkan pernah dipraktekkan dan dikuasai oleh orang-orang tertentu.'
'Hydrokinesis...Myokinesis...Hypnokinesis...Zoakinesis...Illusionarrykinesis...'
'...setiap orang biasanya akan memiliki salah satu dari kemampuan Psikokinesis tersebut secara berbeda-beda dan juga karakter yang berbeda."
"Ini aneh.." guman Sakura masih membaca sebuah bab yang berisi macam-macam kemampuan Psikokinesis. Bab itu berisi macam-macam kemampuan yang berhubungan dengan Psokokinesis seperti, segala fakta, hipotesis, kemungkinan-kemungkinan dan pembagian kemampuan psikokinesis.
Tiba-tiba saja dia teringat dengan kata-kata Profesor Sarutobi.
"Permata itu di temukan dan tidak bisa dibuat. Tapi nilainya akan lebih tinggi jika permata itu diasah sehingga memiliki bentuk yang indah."
"Diasah?" gumam -tiba saja Sakura merasa diberi tahu. Apa mungkin Profesor Sarutobi ingin kalau Sakura mengasah sendiri kemampuannya? Sakura mencoba mencari jawaban lain tapi tak ada yang lebih logis dari ini.
"...Terlebih lagi kau sudah bisa mengendalikan kekuatanmu secara alami."
Sepertinya memang begitu adanya. Sakura harus mengasah kemampuannya sendiri. Lalu Sakurapun menutup buku yang dia baca. Ia keluar dari kamarnya, melangkah di koridor gelap yang sunyi menuju pintu keluar. Dia tidak tahan untuk mencoba hal ini. Dia merasa benar-benar sudah diberi pelajaran. Sakura membuka pintu masuk X-Mansion yang langsung menuju taman. Ternyata sedang hujan lumayan deras tapi tidak ada petir menyambar dilangit. Entah kenapa hujan itu tidak mengurungkan niat Sakura justru ia malah semakin bersemangat. Tanpa menunggu lama Sakura berlari ke taman tanpa alas kaki. Rambut dan piyama tidurnya langsung basah kuyup diguyur hujan.
Dingin, sangat dingin sekali. Air hujan itu menusuk setiap inci tubuhnya. Tapi itu adalah air yang paling segar yang pernah menyetuh tubuhnya. Tidak pernah ia merasa sebergairah ini. Sakura berjalan menuju air mancur yang berada di tengah-tengah taman. Gemerincik air dari kolam berpadu dengan air hujan.
Sakura mengarahkan tangannya pada kolam itu. Sakura berkonsenterasi mencoba untuk mengendalikan air yang ada di kolam itu. Kolam itu lumayan besar. Sakura terus berusaha mengangkat seluruh debit air yang ada di kolam itu sampai tangannya bergetar tak karuan. Pening itu mulai terasa lagi. Kepalanya sakit sama seperti saat setelah dia mengalahkan Kakashi dalam duel. Semakin dia berusaha mengangkat mengendalikan airnya semakin sakit kepalanya. Sampai pada batasnya Sakura menurunkan lengannya. Tiba-tiba saja dia teringat pada kata-kata Kakashi saat dirumah Sakit.
"...konsenterasi yang sempurna adalah diantara kemarahan dan ketenangan."
Sakura menutup matanya. Merasakan setiap tetes hujan yang menyentuh kulitnya . Mendengar setiap gemericik hujan. Merasakan dinginnya udara yang sangat dingin sekaligus menyegarkan tubuhnya seperti hujan dipandang rumput yang tandus. Mencoba mencari kedamaian, mencari ketenangan. Memutar setiap kilas balik yang telah dialaminya. Ya dia sangat kesal, dan merasa sangat menyedihkan dengan apa yang terjadi lima tahun terakhir. Mungkin jika dia adalah orang lain dia sudah menyerah dan membiarkan dirinya sendiri ditangkap oleh mutan jahat yang memburunya. Tapi disamping itu dia sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menjadi orang yang baik meskipun hatinya sudah hampir mati karena muak dengan hidupnya sendiri.
Ia bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang ini. Orang-orang yang mengerti penderitaannya. Semua perasaan itu bercampur aduk dan berada di pikirannya saat ini. Saat itulah dia membuka matanya dan sekali lagi mengarahkan tangannya pada kolam, berkonsenterasi pada air yang ada di dalam kolam itu. Dengan segenap kekuatannya dia mencoba mengangkat air yang berada dikolam itu.
Detik berikutnya seluruh debit air yang ada dikolam itu naik seakan melawan gravitasi. Tapi tidak hanya itu, air hujan yang menetes juga tertahan membentuk payung tranparan dalam radius tertentu. Seluruh air dikolam terangkat dan membentung sebuah bola air raksasa yang melayang beberapa meter.
"Oh...ini benar-benar hebat." Teriak Sakura kegirangan. Tangannya sedikit bergetar menahan beban yang begitu besar dan kepalanya pening hebat, tapi kali ini Sakura tidak mau menyerah dia menahannya sekuat tenaga. Bola air raksasa itu masih melayang dan kini terbang rendah hampir menyentuh tanah. Perlahan Sakura mendekati bola air itu dan menyentuhnya. Sakura menutup matanya dan perlahan dari tangan Sakura lama-lama merambat menjedi es. Bola air raksasa itu membeku dan mulai memadat. Dalam hitungan detik bola air itu sudah menjadi bola es raksasa seutuhnya dan terjatuh ke tanah. Sakura menarik tangannya dan melepaskan koneksinya.
Sakura tersenyum, matanya berbinar gembira.
"Sakura-chan...Sakura-chan?" Seseorang menepuk-nepuk pipi Sakura dan membuatnya terbangun dari tidurnya. Keras, dingin, dan seluruh tubuhnya mati rasa. Rambut dan tubuhnya basah kuyup.
"Sakura-chan sedang apa kau tidur disini? Sedang apa kau tidur dilantai?" tanya Naruto yang sekarang sedang membantunya bangun. Wajahnya pucat dan tubuhnya menggigil. Sakura terbangun di koridor, rupanya dia pingsan lagi semalam.
"Tidak, aku tidak apa-apa." Naruto hendak membantunya namun Sakura menolak.
"Tidak perlu, aku bisa."
"Apa kau yakin Sakura-chan? Ya ampun, bagaimana kau bisa basah kuyup begini?" tanya Naruto khawatir.
"Aku tidak apa-apa. Percayalah. Aku bisa sendiri." Sakura meninggalkan Naruto yang masih bingung.
Pagi itu Naruto menemukan Sakura tergeletak di koridor X-Mansion dengan keadaan basah kuyup. Otomatis itu membuat semua orang bertanya-tanya. Tak lama kemudian Kakashi dan Naruto datang kekamar Sakura.
"Ada apa?" tanya Sakura begitu ia membuka pintu kamarnya.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Kakashi tampak cemas.
"Tidak, aku tidak apa-apa hanya sedikit flu." Jawab Sakura dan memang terlihat hidungnya sedikit memerah.
"Apa kau hujan-hujanan kemarin malam?" tanya Naruto.
"Ya, kalau soal itu, aku hanya sedikit berlatih." Kata Sakura sedikit salah tingkah.
Dan tak lama kemudian Sakura sudah berada diruang keluarga dengan beberapa orang disana sedang mewawancarainya tentang bgaimana dia bisa pingsan di koridor dan...
"Bagaimana ada bola es raksasa ditaman? Lalu kemana air yang ada dikolam?" tanya Rock Lee.
"Apa kau bisa jelaskan itu?" tanya Neji yang sudah duduk melipat tangannya di dada. Sepertinya sesi wawancara ini menjadi sesi introgasi.
"Ya, kurasa..." Sakura mencoba menjawab.
"Bagaimana bisa ada bongkahan es besar disana?" tanya Kiba.
"Ya, aku sedang..."
"Bukankah kau seorang telepati ?" tanya Chouji.
"Ya, tadinya aku..."
"Apa kau yang membuat itu?" tanya Tenten.
"Ya ampun, ada apa dengan kalian semua? Oke, memang aku yang melakukan itu. Aku membuat sebongkah bola es raksasa dari air kolam dan aku tidak tahu kalau es itu mencair lebih lama dari yang kuperkirakan, dan berhentilah menanyaiku seolah aku adalah penjahat." Kata Sakura tidak sabar.
Alih-alih ada yang bertanya, semuanya malah menatap Sakura tak mengerti. Sepertinya Sakura berbicara terlalu cepat. Sakura memutar bola matanya dan menghembuskan napasnya malas.
"Ya, aku yang membuat bola es raksasa itu tadi malam," Sakura menatap bola es yang sedang di kerubungi murid-murid lewat jendela. "Aku minta maaf kalau itu mengganggu kalian, kalau perlu aku bisa mengisi kolamnya kembali. Aku tidak masalah dengan itu."
"Tunggu, bagaimana bisa? Kau seorang telekinesis, bagaimana bisa kau membuat es itu. Seharusnya itu diluar kemampuan mu." Tanya Neji serius.
Bahkan sebenarnya Sakurapun sedang mencari jawaban atas pertanyaan Neji itu. Dia masih ragu dengan apa yang dia baca tadi malam tentang kemampuan Psikokinesis. Maka dari itu dia mencobanya. Disaat-saat seperti ini dia hanya ingin berbicara panjang lebar dengan Profesor Sarutobi. Karena hanya dia yang bisa membantunya.
"Itu spontan, kemarin malam aku berlatih sendirian diluar dan aku tidak sengaja membuat itu. Jadi apa kalian masih mau menuduhku yang macam-macam?" tanya Sakura.
"Ya ampun, itu luar biasa. Kau mempunyai kemampuan ganda." Teriak Lee kegirangan.
"Ya, itu hebat Sakura." Tenten menyetujui.
"Apa itu mungkin?" tanya Sakura tak yakin.
"Ya, seorang mutan bisa mempunyai sampai dua kemampuan dan kau mempunyai itu." Jawab Sakura.
"Ya, mungkin saja." Sakura tersenyum dengan terpaksa dia sendiri tidak yakin dengan hal itu.
"Kau istimewa Sakura." Ujar Naruto. Sakura menggosok hidungnya yang berair.
"Jangan seperti itu. Setiap orang itu istimewa, aku tidak peduli apakah dia mutan dan manusia. Kita semua sama jadi tidak perlu membanding-bandingkan.—Hey aku tidak bisa melihat menenbus dinding seperti Neji dan Hinata, aku tidak mengerti sama sekali tentang senjata, aku tidak sehebat Rock Lee, aku tidak bisa membuat sebuah Tornado seperti kau Naruto, dan aku tidak bisa meniru apapun seperti Kakashi. Lihat kan? Tidak ada yang istimewa."
"Tapi, kau bisa melihat kedalam hati orang lain, setidaknya kau bisa membaca pikiran orang lain." Tukas Naruto.
"Tapi itu tidak baik Naruto, aku sadar betul itu. Apa kau mau kalau aku terus membaca pikiranmu?," Sakura terdiam sejenak. " setiap orang mempunyai privasi masing-masing dan sebenarnya tidak perlu cenayang untuk bisa melihat hati seseorang." Semuanya hening.
"Yosh, sekarang kita sudah tahu siapa yang membuat bola es raksasa itu, dan kusarankan jangan berdebat dengan gadis ini." Kata Kakashi yang langsung mendapat lirikan tajam dari Sakura.
Sakura mengambil beberapa lembar roti dan langsung memakannya.
"Ups, sudah pukul sepuluh. Aku harus pergi ke kantor Dewan Perlindungan Mutan ada beberapa hal yang harus ku urus." Kata Kakashi meninggalkan ruangan. Sementara itu Sakura terus bersin-bersin.
"Maafkan aku, sepertinya aku tidak enak badan. Aku mau istirahat dulu." Kata Sakura, diapun bergegas keluar dari ruangan dan berjaladn menuju kamarnya.
Saat ditengah jalan dia tidak sengaja menemukan Kakashi sedang berbicara dengan Asuma di salah satu sudut koridor di dekat bordes.
"..untuk apa?" tanya Asuma.
"Entahlah, akhir-akhir ini Profesor Sarutobi tidak bisa ditemui, jadi aku menggantikannya untuk pergi ke Kantor Dewan hari ini. Seharusnya Profesor Sarutobi yang datang." Jawab Kakashi.
"Kenapa? Ada apa dengan Profesor?" tanya Asuma menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
"Sepertinya pikirannya sedang terganggu saat ini. Kurasa dia sudah mengetahuinya jauh-jauh hari dan kurasa Profesor juga sengaja menghindari pertemuan ini." Jawab Kakashi.
"Tentang apa? Apa yang akan dibahas?" tanya Asuma semakin penasaran.
"Dewan akan membicarakan tentang Phoenix project, mereka akan membicarakan tentang Haruno Sakura."
A/N : hydrokinesis ; pengendalian air
Hypnokinesis : mengendalikan/ memanipulasi pikiran
illussionarrykinesis : membuat sebuah ilusi
zoakinesis: kemampuan berbicara dengan binatang
Sepertinya buat pairing Sasusaku tunggu aja, sekarang bukan saat yang tepat B-). Chapter depan kita bakal bertemu Gaara :) dan karakter lainnya. Doain ya, author besok minggu ini mau ujian, update segini aja udah uyuhan. Well, keep fav, follow, and review. Salam Author.
