Disclamire
Nor Even Wish
Masashi Kishimoto-Sama
Alternative Universe
X-MEN : THE OMEGA
©LONGLIVE AUTHOR
Tubuh Sakura menegang saat mendengar namanya disebut. Dia tahu persis apa itu Dewan Perlindungan Mutan. Orang-orang dari sanalah yang membawanya kemari. Ada apa sampai mereka mau membicarakan tentangnya? Apa itu Phoenix Project? Lalu kenapa Profesor Sarutobi tidak mau datang kesana?
Kepala Sakura langsung pening dengan segala pertanyaan yang muncul begitu saja di kepalanya. Sakura tahu dan sudah merasakannya sejak lama kalau ada sesuatu yang Profesor Sarutobi sembunyikan. Itulah kenapa Profesor selalu menutup pikirannya dari Sakura, kenapa profesor Sarutobi tidak ingin bertemu dengannya beberapa hari ini. Sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh Sakura atau siapapun.
Sakura melihat Kakashi melangkahkan kakinya keluar dari X-Mansion. Sakura bisa melihat kalau Kakashi pergi dengan mobilnya. Dia berdiri di depan X-Mansion melihat kepergian Kakashi. Tanpa sadar kakinya melangkah keluar dari gerbang Konoha Gifted Youngster School.
'Profesor, maafkan aku, tapi aku harus tahu tentang ini dengan cara apapun, karena kau sama sekali tidak memberitahuku,'
Dan begitulah Sakura pergi dari X-Mansion. Tak sulit bagi Sakura untuk mengikuti Kakashi dengan kemampuan psikometrinya, belum lagi Sakura memang ingat betul dengan gedung tinggi itu. Dia tidak akan pernah lupa saat pertama kali dia di bawa ke Kantor Dewan Perlindungan Mutan.
Setengah jam kemudian Sakura sampai disana. Dia menaiki taksi dan memanipulasi pikiran sang sopir. Sampailah dia di sebuah gedung bertingkat bertuliskan DEWAN PERLINDUNGAN MUTAN.
Sakura pun masuk kedalam gedung itu.
"Nona, maaf apa anda mempunya izin untuk masuk?" seorang petugas keamanan mencoba menghentikan Sakura saat baru memasuki pintu.
"Ya, aku punya izin dan kau akan mengizinkan ku masuk kan?" ujar Sakura, tampak matanya berkilat cepat dan seolah terhipnotis si petugas menjawab.
"Tentu, Nona. Silahkan masuk."
Sakura semakin hebat mengendalikan kemampuannya. Banyak orang berlalu lalang dan tidak ada yang memperhatikan Sakura sama sekali. Karena memang Sakura yang membuatnya. Orang-orang hanya melihatnya seperti pegawai biasa.
Sebenarnya Sakura tidak tahu kemana Kakashi pergi jadi dia bertanya pada salah seorang pegawai.
"Maaf, apa hari ini ada pertemuan penting kan? Aku tidak bisa menemukan ruangannya, bisa kau beritahu aku?" tanya Sakura.
"Ou, ruangannya ada di lantai lima di ruangan K-S 17." Jawab wanita berstelan rapi itu.
"Terima kasih."
Sakura bergegas pergi ke lantai lima disana dia menemukan Kakashi sedang berbincang serius dengan seorang pria tinggi besar.
"...Danzou sepertinya sangat berantusias untuk mengusulkan hal ini." Ujar pria tinggi besar itu.
"Lalu apa yang kau katakan padanya?" tanya Kakashi.
"Kau tahu Nak, aku tidak bisa melakukan hal itu, aku tidak mau hubungan baik ku dengan Profesor Sarutobi sampai terganggu. Aku sangat mengenal Profesor Sarutobi, dia tidak akan mau mengorbankan muridnya begitu saja." Ujar Pria itu.
"Jadi seperti itu rupanya..." Kakashi mengusap dagunya namun pandangannya tetap serius. "Jadi ini alasan Profesor Sarutobi mengirimku, dia memang ingin menghindarinya."
Tak lama kemudian orang-orang itu memasuki sebuah ruangan meeting. Semua wajah itu bertanya-tanya tentang apa yang akan mereka bicarakan. Tak lama kemuadian setelah mereka semua orang masuk seorang pria dengan bekas luka di dagunya datang dan hendak memasuki ruang pertemuan. Sakura kenal jelas pria itu. Wajah dingin dan mata datarnya tidak mungkin Sakura lupakan. Pria itu bernama Danzou dan dialah orang yang menangkap Sakura dan membawanya ke kantor Dewan Perlindungan Mutan tempo hari. Dia menembaki Sakura dengan peluru bius.
Sementara itu begitu pintu ditutup Sakura berdiri dibalik pintu dan menyentuh permukaan pintunya. Berkonsentrasi, mendengarkan, dan mencerna apa yang mereka bicarakan di dalam.
Lalu tak lama setelah itu pertemuanpun dimulai. Tanpa basa-basi orang bernama Danzou itupun membuka rapat.
"...seperti yang sudah ku ingatkan bahwa hari ini kita akan membicarakan tentang Phoenix project." Katanya. Ruangan itu hening. Sakura mendengarkan dengan seksama.
"Seperti yang kita tahu kalau beberapa bulan yang lalu kita telah menemukan Haruno Sakura," hati Sakura mencelos ketika mendengar namanya disebut.
"Aku sudah membuat berita acara dan mengirimkannya pada semua anggota Dewan perwakilan mutan dari masing-masing negara aliansi, aku yakin kalian semua sudah mengetahui isi dari berita acara tersebut. Maka dari itu aku mengumpulkan semua perwakilan untuk mendiskusikan hal ini."
Hening kemudian. Tidak ada yang berbicara satupun. Aura ketegangan sangat kental menguar dari dalam ruangan.
"Biar ku perjelas." Danzou berdeham. "Seperti yang kita tahu, Brotherhood yang dipimpin oleh Orochimaru sudah menunjukan pergerakannya secara terang-terangan belakangan ini dan bahkan menjadi Headline surat kabar beberapa waktu yang lalu, dan mereka bermaksud untuk mencari Haruno Sakura untuk menjadikannya bahan percobaannya.
"...dan saudara-saudara percobaan itu adalah percobaan BIOKINESIS. Ya, kita sudah mendapatkan kabarnya dari X-Men, bukan begitu Kakashi?" ujar Danzou. Kakashi tidak menjawabnya. Masih keheningan yang terdengar.
"Prediksi kami, kalau Orochimaru akan menyatukan dirinya sendiri dengan Sakura Haruno."
Tepat seketika itu tubuh Sakura menjadi lemas, dia merasa tertohok begitu keras sampai keringatnya bercucuran saat itu juga. Dugaannya selama ini benar. Sementara itu terdengar riuh rendah bingung, dan heran dari dalam ruangan.
"Lalu apa maksudmu dengan mengumpulkan kami semua disini?" terdengar suara Kakashi bergema, suaranya sedikit parau.
Terdengar suara langkah kaki.
"Aku mempunyai sebuah solusi yang jauh lebih baik dan akan sangat efektif untuk kelangsungan hidup seluruh mutan." Ujar Danzou, suara terdengar sangat yakin dan sangat berambisi.
"Kenapa kita tidak memanfaatkan yang ada Kakashi? Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kita akan menjadikan Sakura sebagai senjata untuk melawan Brotherhood dan mereka yang menentang dewan." Ujar suara berat pria paruh baya itu.
Suara riuh rendah makin terdengar jelas dari dalam. Masing-masing mengutarakan pendapatnya sendiri. Sedangkan Sakura hampir tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Ternyata selama ini? Apa gunanya? Semua pelatihan ini dan sikap mereka pada Sakura? Apa hanya rekayasa belaka untuk menjadikannya sebagai senjata negara? Ia menepis seluruh pemikiran itu meski sangat sulit, ia tidak mau pikiran negatif itu begitu saja mempengaruhi kepalanya. Sakura yakin kalau tidak ada yang berniat seperti itu padanya. Sakura bisa merasakan itu, hanya satu yang ia tidak yakin. Itu adalah profesor Sarutobi. Sakura sama sekali tidak tahu apa yang ada di kepalanya dan tidak tahu apa tujuannya.
Brakk!
"Apa maksudmu dengan menjadikannya dengan senjata Danzou? Kau tidak bisa melakukan itu pada Sakura dan kau tidak berhak untuk melakukan itu sama sekali." Kakashi berteriak, sepertinya ia menggebrak meja.
"Oh ya, Kakashi. Aku memang tidak mempunyai hak untuk itu tapi Dewan Perwakilan Mutan berhak melakukannya." Jawab Danzou tenang. " Kami berhak melakukan itu, dan jangan kau kira kami tidak tahu, Kakashi. Aku sangat kagum karena Profesor Sarutobi dan kalian para anggota X-Men bisa menyembunyikan hal yang begitu besar dari dewan."
"Kami tahu kalau kalian telah menemukan mutan kelas Omega, dan itu adalah Haruno Sakura."
Sakura hampir saja tidak bisa menahan dirinya sendiri. Emosi dan juga pikiran negatif telah memenuhi kepalanya. Tentang apa dan mengapa ini terjadi.
"Ini adalah peluang besar Kakashi, kita bisa menggunakan Sakura demi kebaikan seluruh mutan." Ujar Danzou.
"Kau tak bisa melakukan apapun tanpa persetujuan dari Profesor Sarutobi." Tukas Kakashi.
"Ya, aku bisa lihat itu, sayang sekali terkadang pikiran Profesor Sarutobi tidak sejalan dengan Dewan. Kurasa itulah kenapa dia tidak mau datang hari ini dan mengirimkan orang sepertimu. Dia berusaha menghindar, huh?" tanya Danzou.
"Dengar Kakashi, hanya Profesor Sarutobi yang mampu mengendalikan Sakura Haruno dan dia tidak bisa mengelak akan tanggung jawabnya kepada dewan. Lebih baik mengorbankan satu mutan untuk kebaikan semuanya."
Lima belas menit kemudian rapat selesai dan semua anggota dewan keluar dari ruangan rapat dengan wajah lelah. Tentu saja mereka sudah melewati rapat yang sangat menegangkan. Kakashi tidak berbicara dengan siapapun lagi setelah itu, dia pergi dari kantor Dewan dengan terburu-buru. Sementara itu Sakura masih terdiam dia sudut koridor remang-remang yang sepi. Dia harus menguasai dirinya, karena saat ini emosinya sedang tidak stabil. Sakura sadar benar itu, karena Profesor Sarutobi sudah mengingatkannya berkali-kali untuk mengontrol emosinya. Barang-barang disekitar Sakura mulai bergetar tak beraturan diluar kendali Sakura.
'Tenanglah Sakura, tenanglah..'
Banyak sekali pertanyaan yang muncul dibenaknya dan perasaan campur aduk didadanya. Tapi dia harus segera kembali ke mansion sebelum ada yang menyadari kepergiannya. Baru saja dia mau melangkah dari tempat itu. Sakura bertubrukan dengan seorang.
"Maaf, aku tidak sengaja..." Sakura mau melangkah pergi namun orang yang ditabraknya itu menahan lengannya.
"Aku pernah melihatmu." Kata pemuda itu. Sakura menegadah. Pemuda itu lebih tinggi darinya. Dia memiliki rambut merah dan sebuah tato di dahinya. Kedua pasang mata hijau itu bertemu. Lingkaran hitam di sekeliling matanya itu begitu familiar. Seolah tidak ada yang memiliki mata itu selain orang ini.
Mungkin Sakura mengingatnya, dia mungkin pernah bertemu dengan pemuda ini bertahun-tahun yang lalu.
"Maaf, mungkin anda salah orang." Ujar Sakura mencoba melepaskan genggaman pemuda itu.
"Aku ingat mata hijau ini." Ujar pemuda itu.
"Maaf tapi anda sepertinya salah orang." Sakura melepaskan tangannya dengan paksa dan berlalu pergi.
Di tempat tersembunyi yang cukup jauh dari keramaian
Seorang laki-laki muncul dari permukaan lantai begitu saja. Separuh wajah pria itu terlihat biasa saja dan setengahnya lagi berwarna hitam pekat. Kedua iris matanya berwana kuning cerah.
"Bagaimana Zetsu?" tanya suara laki-laki dalam kegelapan ruangan yang temaram.
Pria yang di panggil Zetsu itu berjalan pada sumber suara. Sekumpulan orang berjubah hitam dengan corak awan merah sedang duduk disana.
"Sepertinya ini akan rumit, Pain." Jawab Zetsu. Pria dengan banyak tindik diwajahnya itu berdiri dari kursi berdebu.
"Apa maksudmu?" tanya Pain tenang.
"Yare...yare...Aku mengerti. Makin banyak saja yang mengincar gadis Omega itu." Ujar pria dengan rambut pira berkuncir. Dia tampak sedang memainkan tanah liat berwarna putih.
"Ya, Deidara benar. Sekarang Dewan berencana untuk menjadikan Haruno senjata untuk mutan yang menentang Dewan. Mereka berusaha mengendalikannya. Tapi sepertinya Profesor Sarutobi tidak setuju dengan itu. Dia tidak datang dalam pertemuan dan mengirim Kakashi Hatake, si mutan peniru itu." Jelas Zetsu.
"Hmm...Jadi ada empat pihak ya? Dewan, Brotherhood, X-Men, dan kita. Setelah keluar dari Akatsuki dia membangun Brotherhood dan ingin memiliki gadis Omega itu untuk dirinya sendiri. Cih, seharusnya aku menyadarinya sejak lama." Ujar Pain.
Mereka semua memperhatikan Pain dan menunggunya.
"Zetsu, terus awasi mereka pastikan jangan sampai ada yang menyadari keberadaanmu." Ujar Pain.
"Tidak ada yang bisa menyadari keberadaanku, bahkan Profesor Sarutobi sekalipun." Jawab Zetsu bangga.
"Aku tahu tentang keistimewaanmu itu, tapi kau ingat sekarang kau tidak berhadapan dengan Profesor Sarutobi saja, tapi kau berhadapan dengan mutan kelas Omega yang potensinya tak terbatas. Sisanya serahkan pada Itachi."
Semua mata tertuju pada pria berambut panjang yang diikat rendah.
"Serahkan padaku, lagipula sudah lama aku tidak melihat adikku Sasuke."
Di Markas Brotherhood
"Penyatuan selesai. Tuan Orochimaru sekarang kemampuan Telepati sudah disatukan denganmu."
"Bagus Kabuto."
Bersamaan dengan itu seorang pria kurus dan pucat terjatuh dari kursinya. Matanya kosong dan kulitnya kusam. Wajahnya belum terlalu tua tapi seluruh tubuhnya keriput seperti pria tua.
"Sekarang orang itu tidak berguna, buang saja dia!" titah Orochimaru "Beruntung kita punya dia, jadi kita bisa melacak Haruno."
"Sekarang kemampuannya sudah serap olehmu Tuan, tapi aku sarankan agar Tuan berhati-hati untuk mengendalikan kemampuan telekinesisnya, karena itu masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tubuh baru Tuan." Ujar Kabuto.
"Aku senang dengan kemampuanmu memanipulasi fungsi organ tubuh manusia, itu sangat berguna dan kau sudah menguasai Biokinesis sekarang. Kau memang sangat berguna untuk ku Kabuto."
"Terima kasih Tuan. Sekarang sudah saatnya."
"Ya, kau benar Kabuto, sudah lama aku menunggu saat ini. Siapkan semuanya." Ujar Orochimaru.
"Baik Tuan."
Pria berkacamata itu berjalan menuju sebuah mesin. Disana terlihat beberapa tombol dengan sebuah plasma yang harus diisi dengan password. Kabuto menekan beberapa digit angka. Dengan seketika pintu-pintu besi disekeliling ruangan luas itu terbuka, dan ratusan mutan tinggi besar dan bertampang aneh muncul. Orochimaru berdiri ditengah-tengah mereka.
"Brotherhood... sekarang saatnya kita mencapai kesetaraan. Kita akan menyerang !"
A/N : Maaf karena updatenya lama :) Keep follow, review and fav guys..
